Workshop Pra UKW Digelar Melalui Via Online, Diikuti langsung Peserta Wartawan Di Seluruh Penjuru Indonesia – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-12

Umum

Workshop Pra UKW Digelar Melalui Via Online, Diikuti langsung Peserta Wartawan Di Seluruh Penjuru Indonesia

Published

on

Suasana Momen Peserta Workshop Pra UKW Yang Dilaksanakan Online Via Zoom, Kamis (13/1/2022).(Foto/Ist)

SuaraBorneo.com – Dalam Rangka menerapkan Pengetahuan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), maka Bagi seorang wartawan terlebih dahulu melakukan Pembekalan, dengan mengikuti workshop Pra UKW tujuannya agar mempersiapkan pengetahuan, dan memantapkan kegiatan UKW yang di ikutinya.

Dalan Kegiatannya di laksanakan secara online via Zoom webinar, di ikuti oleh seluruh Penjuru Wartawan Di Indonesia, dan Langsung dibawakan oleh pemateri Martha Syaflina, SE, Kamis (13/1/2022) sekitar pukul 10:00 sampai dengan Selesai.

Dalam Kegiatan tersebut, diadakan oleh Lembaga (MZK) Institute, Pemateri workshop Pra UKW juga merupakan wartawan, dirinya menyampaikan sejumlah tehnik Persyaratan Dan Persiapan Mengikuti UKW (Uji kompetensi Wartawan),
serta berbagai tehnik lainnya yang menyangkut profesi jurnalistik, mulai dari Kode etik Jurnalistik dan Lain sebagainya.

Dalam menerapkan berita yang sifatnya independen, serta Kekuatan dan perlindungan Hukum di Dalam perusahaan Media

Lebih sederhananya, beliau juga memberikan penjelasan secara detail tentang langkah-langkah lainnya yang di lakukan oleh wartawan dalam melakukakan peliputan. (irvan)

Umum

Melipat Sarung

Published

on

Oleh Wina Armada Sukardi

Subuh ini, seperti juga subuh-subuh tahun sebelumnya, aku bersiap sholat subuh di rumah, bersama isteri. Seperti biasanya pula, sebelum sholat subuh, aku siap-siap memakai sarung. Setelah sarung terpakai, aku lihat masih banyak sudut sarung yang tidak rapi. Aku bongkar kembali, dan mulai memakai sarung dari awal. Kali ini, setelah sarung terpakai, sudut sarung sudah rapi, namun terlihat motif garis sarung belum lurus dan belum selaras. Aku lepas lagi, dan berhati-hati sarung aku pakai dengan memperhatikan sudut-sudutnya agar tertata rapi. Motif garis telah tampil sesuai disain sarung. Merek sarung aku buat tepat terletak di bagian tengah bawah depan. Banyak orang yang meletakan merek sarung di bagian bawah belakang, sehingga terlihat jelas dari jemaah di belakangnya. Sedang aku menukar letak merek menjadi di depan.

Setelah dipasang ulang, kini motif garis – garis di kain sarung sudah lurus, tidak bengkok, selaras dan tidak terlipat-lipat. Letak bagian bawah sarung tepat sedikit di atas mata kaki. Ujung-ujung bagian bawah sarung pun telah sama rata. Rapi sudah. Barulah aku siap sholat subuh.

Kendati aku sholat subuh di rumah hanya berdua isteri, bahkan terkadang sholat subuh sendiri, karena mungkin isteri sedang sakit perut, atau ada di kamar lain, aku selalu tetap memperhatikan kerapian memakai sarung.

Begitulah, busana sholat subuh yang aku pakai setiap hari aku upayakan serapi mungkin.

Lho kok begitu? Bukankah tak ada orang lain yang melihat? Lalu buat apa berapi-rapi kalau tidak ada orang yang melihat, tidak ada interaksi sosial dengan masyarakat?
Bagiku, ini bukan persoalan ada orang lihat atau tidak lihat. Ini persoalan pengagungan simbolik kepada Allah. Rasa hormat kepada Tuhan. Ini salah satu wujud ketaatan dan kepatuhan simbolik aku kepada Alah. Kepada Tuhan.

Berbeda dengan waktu sholat lainnya, saat sholat subuh kita belum disibukan dengan pelbagai kegiatan lain. Jadi, kita dapat mempersiapkan diri sholat subuh sejak awal dengan bebas, tanpa ada, atau belum ada, gangguan kegiatan lain. Manakala kita melakukan sholat subuh, maka itulah kegiatan awal kita. Disinilah sebagai wujud pengagungan , penghormatan dan pengakuan kita kepada Tuhan, aku memberikan kepada Allah sesuatu yang terbaik. Sesuatu yang optimal dari diri hamba ini.

Berbeda dengan waktu sholat lain, yang mungkin kita sudah berinteraksi dengan orang, lingkungan dan aktivitas kita lainnya, sehingga kita boleh jadi sudah dalam kondisi yang tidak prima, busana pun sudah kurang rapi atau telah berubah karena banyak aktivitas, di waktu subuh semuanya masih mulai dari awal. Mulai dari kosong. Kita masih dapat menata diri memberikan yang terbaik kepada Sang Pencipta, di waktu kegiatan pertama kita pada setiap harinya.
Kerapian penampilan di saat sholat subuh, adalah bagian dari eskpresi ketaaatan dan kepatuhan aku kepada Tuhan. Bagian dari kekaguman aku kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagian dari proses pengagungan dan pemujaanku kepada Allah. Bagaian dari tanda penghormatan simbolik seorang hamba kepada Sang Pencipa Alam Semesta.
Jangan keliru, Allah tidak membutuhkan penampilan busana rapi dan terbaik dari kita. Siapa saja yang sholat subuh dengan khusuk, kemungkinan dapat diterima Allah. Mau busana seperti apa, sepanjang memenuhi syarat-syarat syariah, bagi Allah tak soal. Tuhan Maha Pemurah Pengasig lagi Penyayang. Alah Maha Berkuasa. Alllah tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Sebaliknya, justeru kitalah yang membutuhkan Alllah.

Jiwa dan hati kitalah yang memerlukan pengabdian kepada Allah. Dalam kontek inilah, aku menempatkan Allah dalam posisi Yang Maha Agung. Yang Maha Tinggi. Oleh karena itulah, aku merasa perlu menghormati Tuhan secara optimal, setidaknya pada sholat subuh.

Pemasangan sarung yang tertata dengan rapi, motif sarung yang dibuat serasi dan sudut-sudutnya yang tanpa cela, merupakan sebuah bukti dari diriku, aku ingin memberikan yang terbaik manakala di subuh hari saat diriku menghadap kepada Tuhan Yang Maha Tinggi.

Jika kita diangkat jadi menteri, dirjen, sekjen, anggota DPR, komisioner lembaga negara, bahkan menjadi eselon 2 atau 3 Apratur Sipil Negara ( ASN) saat bakal dilantik, kita berupaya memilih busana yang sebaik mungkin. Demikian pula andai waktu kita diminta menghadap pejabat tinggi, kita berupaya membawa diri dengan sebaik mungkin termasuk, antara lain, lewat penampilan busana yang cocok. Aku bertanya-tanya pada diri sendiri, kenapa sewaktu sholat subuh, kita juga tidak memberikan yang terbaik kepada Allah? Bagi aku , setidaknya pada sholat subuh di rumah, aku membcoba memberikan yang terbaik. Diriku membutuhkan hal itu sebagai salah satu cara mengabdi pada Zat yang jiwaku ada dalam genggamNYA. Salah satu mekanisme simbolik aku menghormati Allah.
Lagi pula hal itu sangat bermaanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan memeriksa sudut-sudut dan lipatan sarung agar sarung menjadi rapi dan serasi, membawa banyak dampak positif pada kehidupan dan penghidupan nyata. Sering sebuah persoalan tidak selesai, ternyata penyebabnya, antara lain, ada satu atau dua sudut-sudut persoalan yang tidak terjamah oleh kita, karena kita meremehkannya, padahal sudut-sudut itu malah menentukan, sehingga walaupun sudah diupayakan perbaikan, tetapi hasilnya masih belum tuntas. Rupanya kita sering lupa melihat sudut-sudut kecil persoalan yang perlu dirapikan agar persoalannya selesai. Maka merapikan sudut-sudut sarung waktu sholat subuh, membuat kita terbiasa menyelami hampir setiap sudut kebidupan dan penghidupan, sehingga ketika ada persoalan, kita tak melupakan sudut-sudut masalah yang mungkin biasanya terabaikan.
Demikian pula memperhatikan keserasian sarung sesuai disainnya, mengajarkan dalam kehidupan nyata agar kita tidak melupakan faktor keserasian dan fungsi-fungsi yang ada. Keserasian sesuai fungsi-fungsinya secara proposional merupakan salah sayu faktor penting dalam memecahkan persoalan nyata dalam kehidupan dan penghidupan.

Pelipatan dan pemakian sarung di sholat subuh mendidik karakter seperti itu.
Memberikan penampilan yang rapi bagi Alllah bukan hanya menciptakan kebiasaan fisik yang cermat, melainkan juga yang lebih penting melatih kebiasaan cara berpikir kita yang lebih detail, lebih cermat dan lebih konprehensif. Kita dibimbing untuk berpikir baik dari aspek markro maupun mikro, serta kombinasi antara makro dan mikro. Sebuah manfaat yang penting buat kita, khususnya buat diriku pribadi.

Sebelum pandemi covid-19, aku hampir setiap hari sholat subuh di mesjid yang letaknya cuma “sejengkalan” dari rumah. Itulah sebabnya Pak Uztad , pimpinan mesjid di dekat rumahku , sering menyebut diriku “jemaah subuh.” Ini lantaran aku kebanyakan hanya sholat subuh di mesjid dekat rumah. Setelah subuh , karena berbagai kegiatan sehari-hari di luar rumah, pulang ke rumah sudah malam, sehingga tak mungkin lagi sholat di mesjid.

Sejak pandemi covid-19 merebak, lantaran berbagai faktor alasan, aku sementara berhenti sholat subuh berjemaah di mesjid lagi. Tentu ada kerinduan untuk segera dapat sholat subuh di mesjid lagi. Nanti mungkin kalau lebih memungkinkan, aku insyaalah kembali sholat subuh di mesjid.

Jika aku sholat subuh di mesjid pun, biasanya aku juga mengenakan busana yang serasi. Jika baju koko putih, contohnya, dikombinasikan dengan busana lain yang menunjang penampilan baju koko putih. Kalau warna baju biru, misalnya, dapat divariasikan dengan bawahan biru juga, tetapi warnanya lebih tua. Bahkan aku sering mengenakan busana berunsur tradisional atau ethik. Tentu dengan kombinasi yang serasi dan aktratif.

Baik sholat subuh di rumah maupun sholat subuh di mesjid prinsipnya sama: jika memungkinkan aku bakal mengenakan busana menarik, serasi dan terutama kalau memakai sarung yang rapi.

Bukan, ini bukan supaya dilihat oleh orang lain, terutama oleh umat yang ikut sholat. Ini penghormatan simbolik kepada Allah. Pengagungan simbolik untuk Allah. Di awal kegiatan kita, pada sholat subuh, aku inginkan dan memberikan yang terbaik dan paling rapi buat Allah. Akulah yang memerlukan Allah, bukan Allah yang memerlukan Aku. Akulah yang memiliki kebutuhan untuk memberikan yang optimal kepada Tuhan, bukan Tuhan yang memerlukan aku. Jiwaku yang terpanggil mengabdi kepada Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam membuat aku merasa sejauh mungkin memberikan yang terbaik buat Allah.
Aku tahu manusia sumber khilaf. Aku tahu, aku tidak dapat memberikan yang terbaik sepanjang hari, tetapi setidaknya di sholat subuh, aku telah berupaya melakukannya.
Tabik***

Jakarta, medio Mei 2022

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Wabup Syamsuri Arsyad Pimpin Rapat Kerja DHC dan DHR 45 Pertama Kalinya

Published

on

Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, S.AP, MA, dalam kesempatannya membuka rapat kerja Dewan Harian Cabang Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan (DHC 45) dan Dewan Harian Ranting (DHR 45) se-Kab. HSS. (Foto: Ist)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Rapat kerja idealnya untuk membicarakan program yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan dan terlaksana dalam rangka pembinaan berorganisasi, karena bagaimanapun organisasi yang kita lakoni seidealnya itu berjalan sebagaimana mestinya.

Demikian sepotong sambutan Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, S.AP, MA, dalam kesempatannya membuka rapat kerja Dewan Harian Cabang Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan (DHC 45) dan Dewan Harian Ranting (DHR 45) se-Kab. HSS. Bertempat di Cottage Tanuhi Gunung Kantawan, Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado. Pada Senin (16/05/2022).

Kegiatan rapat ini dimulai dengan pemaparan program kerja yang akan dilaksanakan DHC 45 Kab. HSS oleh Syakhril Anwar selaku Sekertaris DHC 45 Kab. HSS. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan program kerja per-Kecamatan oleh pengurus atau perwakilan DHC 45 Kecamatan terkait program yang akan dilaksanakan di Kecamatannya masing – masing.

Ditemui seusai rapat, dalam wawancaranya Wabup Syamsuri Arsyad, S.AP, MA yang juga selaku Ketua Umum DHC 45 Kab. HSS menjelaskan kegiatan ini adalah yang pertama dilaksanakannya rapat kerja oleh DHC 45 Kab. HSS. Rapat kerja ini sendiri mempunyai untuk menyamakan persepsi untuk program – program di tahun 2022.

Wabup mengharapkan dengan dilaksanakannya rapat kerja ini masing – masing DHR akan membuat program sesuai dengan kondisi di Kecamatannya.

“Program itu menyentuh tentang bagaimana pewarisan nilai – nilai Kejuangan 45. Kita menyediakan dana yang kita alokasikan dari dana hibah yang diberikan oleh Pemerintah Daerah,” jelas Wabup HSS.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan bahwa rapat hari ini telah menyepakati beberapa program yang akan dilaksanakan di tingkat Kabupaten. Sementara untuk di tingkat Kecamatan usulannya akan dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut.

Dalam kesempatan ini Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati HSS Drs. H. Achmad Fikry, M.AP sebagai pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kab. HSS yang telah memberikan dana hibah kepada DHC 45 Kab. HSS yang ditaksir sebesar 350 juta rupiah.

“Insyaallah dana – dana ini akan kami gunakan sebaik – baiknya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami sebagai organisasi yang diberikan kewenangan untuk pewarisan Nilai Kejuangan 45,” tutupnnya, [adv-hss]

Continue Reading

Jakarta

Jalankan Arahan Presiden, Mendag Lutfi Bahas Pemulihan Ekonomi Kawasan Bersama Negara-Negara ASEAN

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menghadiri kegiatan Indonesia Ministers Meeting with the United States Business Leaders di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022). (Foto: Kemendag)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terbang ke Washington DC untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN–Amerika Serikat (AS) 11–13 Mei 2022 di AS.

Selama KTT, Mendag Lutfi melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan sejumlah negara ASEAN membahas agenda pemulihan ekonomi kawasan akibat pandemi Covid-19.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Minggu (15/5/2022), Presiden Joko Widodo di KTT Khusus ASEAN–AS juga didampingi Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani. Di depan para pemimpin negara ASEAN dan AS, Jumat (13/5/2022), kata Mendag Lutfi, Presiden Joko Widodo menyerukan penghentian perang di Ukraina sekarang juga.

“Bapak Presiden memandang perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Kenaikan harga pangan, energi dan inflasi telah terjadi, sangat memperberat perekonomian dan memperlambat tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang,” tegas Mendag Lutfi.

Dikatakan Mendag Lutfi, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa saat ini dunia sedang mengalami masalah baru yang tidak ringan. Setelah diserang pandemi Covid-19 yang kini berangsur mulai membaik, dunia dikejutkan oleh masalah perang Rusia–Ukraina. Ditegaskan Mendag Lutfi, Pesiden Joko Widodo menentang terjadinya peperangan ini.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mendampingi Presiden RI, Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Amerika Serikat di Washington D.C, Amerika Serikat, Jumat (13/5/2022). (Foto: Kemendag)

“Presiden Joko Widodo menegaskan seharusnya dunia segera pulih dari pandemi Covid-19, namun dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” kata Mendag Lutfi, menyampaikan pernyataan Presiden.

“Penekanannya adalah pada besarnya pengaruh AS, Eropa dalam menghentikan perang di Ukraina. Sekali lagi perang, bukan memenangkan perang di Ukraina,” tegas Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menuturkan Presiden Jokowi menegaskan bahwa perang tidak akan menguntungkan siapa pun. “Bapak Presiden menegaskan bahwa setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan dan perdamaian dapat terwujud,” ujarnya.

Saat ini, kondisi pertumbuhan ekonomi dunia cukup memadai. Dana Moneter Internasional atau IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dimuncul dan berkembang di Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Bank Dunia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hanya 1,2 persen.

“Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kenaikan 10 persen harga minyak dunia akan berdampak pada menurunnya pendapatan nasional beberapa negara ASEAN sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum juga akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen di sebagian negara ASEAN,” tutur Mendag Lutfi.

Selama ini, ASEAN telah membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong kebiasaan habit of dialogue dan rule based prder. Spirit tersebut juga didorong agar bisa dilaksanakan di negara-negara Indo-Pasifik melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pasifik.

Ditegaskan Mendag Luthfi, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika Serikat melalui Indo-Kerangka Ekonomi Pasifik (IPEF).

“Presiden berharap sinergi antara IPEF dengan prioritas kerjasama di AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific),” kata Mendag Luthfi.

Dikatakan Mendag Luthfi, Presiden Joko Widodo berencana melakukan Indo-Infrastructure Forum saat Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun depan. “Bapak Presiden berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut,” tutur Mendag Lutfi.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo, Mendag Lutfi menggelar ASEAN Economic Ministers (AEM) Special Meeting di Bali pada 17–18 Mei 2022 mendatang. [adv/ad]

Continue Reading

Banten

Tia Rahmania, M.Psi Pisikolog Selaku Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Menghadiri Halal Bihalal di Pandeglang

Published

on

Acara halal bihalal DPC PDI Perjuangan bersama Pengurus DPC Bamusi Kabupaten Pandeglang. (Foto:ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – DPC PDI Perjuangan melaksanakan halal bihalal bersama para Pengurus DPC Bamusi kabupaten pandeglang, bertempat di Majlis Daar-el Mutafaa’ilin Alhadziq kampung Lewiliang desa Kananga kecamatan Menes. Sabtu (14/05/2022).

Acara tersebut dihadiri oleh ketua Bamusi DPC pandeglang, Kh. Tb Asep saepurohman, SH.I Wakil ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Tia Rahmania, M.Psi, Pisikolog dan Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pandeglang yang mewakili Sekertaris Syaeful Bachri, juga Para pengurus jajaran bamusi Pandeglang.

Acara berjalan dengan lancar dan penuh hikmat, yang di hadiri oleh jajaran pengurus bamusi kabupaten Pandeglang karan bamusi adalah bagian keluarga dari sayap-sayap PDI Perjuangan.

Ketua DPC Bamusi pandeglang Asep Saepurohman, SH.I mengatakan dalam sambutannya, berterimakasih Kepada Semua pengurus bamusi yang sudah menyempatkan waktunya hadir disini dalam rangka Halal bihalal untuk mempererat silaturahmi dan tali persaudaraan kita semuanya terutama Pengurus Bamusi dan pengurus PDI perjuangan di kabupaten pandeglang.

“Selain itu Pengurus DPC PDI Perjuangan yang mewakili Sekertaris Syaeful Bachri juga Mengatakan dalam sambutannya, ini adalah momentum bagi kita, agar Pengurus DPC PDI Perjuangan bersama Bamusi untuk selalu menjalin silaturahmi dengan baik, karna bamusi adalah sayap-sayap Partai PDI Perjuangan, untuk sama-sama kita menjaga kedaulatan NKRI dan menangkal berita-berita Hoax yang saat ini marak terjadi, dan bamusi pandeglang adalah pejuang dakwah PDI perjuangan, untuk meluruskan Adanya Paham-paham radikalisme di tanah air khusunya di pandeglang,” ungkapnya.

Selain itu Wakil ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Tia Rahmania, M.Psi, Pisikolog juga mengatakan Dalam sambutannya, sangat berterimakasih kepada pengurus bamusi yang hadir disini, dalam rangka Halal bihalal, untuk saling memaafkan, karna kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.

“Semoga kita selalu menjaga kekompakan dan gotong royong, untuk bersatu dalam bingkei NKRI harga mati, dan saya berharap semoga Para pengurus bamusi pandeglang menjadi kekuatan PDI Perjuangan terutama di bidang dakwah, untuk menjadi sayap utama PDI perjuangan, dalam menangakal segala macam-macam yang akan mengadu domba terutama dari segi paham radikalisme, yang terpenting agar selalu memberikan trobosan dan dedikasi yang tinggi terhadap ajaran islam yang rahmatan lil’alamin,” pungkasnya. [Irvan]

Continue Reading

Kaltara

Gubernur: Perpindahan Ibukota Menurunkan Kesenjangan

Published

on

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H Zainal A Paliwang SH M.Hum menghadiri Celebes Strategic Forum dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). (Foto: Ist)

KALTARA, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H Zainal A Paliwang SH M.Hum menghadiri Celebes Strategic Forum dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia (IKAMI) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam Rapimnas yang mengangkat tema “Sulawesi sebagai penunjang strategis IKN Nusantara” Gubernur hadir sebagai narasumber di Kampus 1 BPSDM Makassar pada Kamis (12/5/2022) malam.

“Dengan perpindahan IKN ke Provinsi Kaltim ini merupakan suatu niat Bapak Presiden RI untuk pemerataan pembangunan,” bukanya.

Ia menjelaskan nantinya kegiatan-kegiatan pemerintahan, perekonomian akan berpindah ke wilayah Kalimantan. Karena keberadaannya di tengah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dan akan mendapat efek domino terhadap provinsi sekitarnya sebagai provinsi penyanggah termasuk Kaltara,” ujarnya dihadapan peserta Rapimnas.

Ia menambahkan, di luar pulau Kalimantan seperti pulau Sulawesi salah satunya Provinsi Sulsel pun pasti akan terdampak dan memiliki peran penting kedepannya terhadap perkembangan IKN.

“Ini mendorong penurunan kesenjangan antar wilayah. Mudah-mudahan dengan mulainya perpindahan IKN ini, masalah kesenjangan dapat diatasi,” tuturnya. [mdd]

Continue Reading

Internasional

Indonesia Targetkan Naik Kelas Jadi Negara Maju, Mendag Lutfi: ASEAN Harus Kompak Respon Perkembangan Ekonomi Dunia

Published

on

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Kamboja, Pan Sorasak di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022). (Foto: Kemendag)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Pada hari kedua Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) khusus ASEAN-Amerika Serikat, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa penguatan ASEAN merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi kawasan.

Penegasan disampaikan Mendag Lutfi usai pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Kamboja Pan Sorasak dan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Dato’ Seri Mohamed Azmin Ali.

Pertemuan bilateral dilaksanakan dihari kedua KTT khusus ASEAN-Amerika Serikat yang berlangsung 11-13 Mei 2022.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Sabtu (14/5/2022), menyebutkan pertemuan bilateral juga membahas rangkaian Pertemuan Spesial ASEAN Economic Ministers (AEM) yang akan dilaksanakan pada 17—18 Mei 2022 mendatang di Bali, Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Mendag Lutfi juga membahas kondisi ekonomi global saat ini, antara lain terkait peningkatan proteksionisme era modern, peningkatan inflasi pascakonflik Rusia-Ukraina yang memicu krisis energi dan inflasi harga dunia, serta peningkatan ketidakpercayaan dunia terhadap sistem perdagangan multilateral yang telah memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Selain itu, dibahas juga berbagai agenda yang ditawarkan oleh negara-negara ekonomi besar seperti Indo-Pacific Economic Forum (IPEF) oleh Amerika Serikat, European Union Indo-Pasific Strategy oleh Uni Eropa, Belt Road Initiatives (BRI) oleh Tiongkok, serta kebijakan seperti EU Green Deal dan UK Environmental Act (Due Diligence on Forest Risk Commodities).

Mendag Lutfi menekankan, rantai pasok di ASEAN akan sangat terganggu di masa mendatang apabila ASEAN tidak segera merespon berbagai perkembangan situasi ekonomi dunia yang terjadi dewasa ini.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia, Dato’ Seri Mohamed Azmin Ali di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022). (Foto: Kemendag)

“ASEAN perlu segera mengambil aksi nyata untuk memperkuat posisi sentralitas ASEAN melalui berbagai inisiatif berbasis proyek dan merevitalisasi ASEAN sebagai basis produksi dalam penguatan rantai pasok ekonomi di kawasan,” tegas Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi memandang penguatan ekonomi harus berasal dari dalam ASEAN. ASEAN memiliki berbagai dalam isiatif bersama yang perlu direvitalisasi seperti proyek pupuk Aceh ASEAN, proyek Urea ASEAN di Malaysia, proyek fabrikasi tembaga ASEAN di Filipina, proyek abu soda garam batu di Thailand, serta proyek vaksin ASEAN di Singapura.

“Untuk itu, ASEAN perlu meningkatkan proyek-proyek serupa di masa mendatang sehingga dapat memperkuat ketangguhan ASEAN terhadap berbagai agenda atau kebijakan negara lain yang dapat mengganggu rantai pasok di kawasan,” ungkap Mendeg Lutfi.

Pandangan singkat Mendag Lutfi mendapat tanggapan positif dari Menteri Sorasak dan Menteri Azmin yang juga berpandangan sama.
Menteri Sorasak, selaku ketua AEM tahun ini akan mendukung pelaksanaan AEM Special Meeting yang akan dilaksanakan di Bali dan akan mengupayakan terbentuknya kesepakatan yang lebih konkrit dari seluruh Menteri Ekonomi ASEAN dalam merespon perkembangan ekonomi global saat ini.

Pada hari yang sama, Mendag Lutfi juga menghadiri kegiatan Indonesia Ministers Meeting with Pemimpin Bisnis Amerika Serikat yang diinisiasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pertemuan ini menghadirkan 12 pimpinan perusahaan-perusahaan besar AmerikaSerikat antara lain Microsoft, Cargill, P&G, Johnson&Johnson, Chevron, Exxonmobil, dan C4V.

Pada pertemuan ini, Mendag Lutfi menyampaikan, Indonesia menargetkan keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah melalui pelipattigaan produk domestik bruto (GDP) per kapita dari USD 4,000 menjadi sekitar USD 12,500 pada periode 2038—2040. Dalam mencapai target ini, peningkatan investasi infrastruktur secara masif menjadi kunci utama Pemerintah Indonesia. Untuk menunjang pencapaian tersebut, Indonesia mendukung keterbukaan akses pasar perdagangan internasional.

“Peningkatan investasi diharapkan dapat mendukung tujuan besar Pemerintah Indonesia untuk keluar dari status negara dengan pendapatan menengah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum,” tutup Mendag Luthfi. [adv/ad]

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Pemkab HSS Gelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022

Published

on

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Pemjab HSS) gelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 ini mengusung tema "Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar". (Foto: Ist) 

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2022 ini mengusung tema “Pimpin Pemulihan, Bergerak Untuk Merdeka Belajar” yang digelar di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kab. HSS, Jum’at (13/05).

Bertindak selaku Pembina Upacara, Bupati HSS Drs. H. Achmad Fikry M.AP dalam amanatnya membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim yang diantaranya mengatakan bahwa kurikulum merdeka yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran.

“Anak – anak tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena asesmen nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk “menghukum” guru atau murid tetapi sebagai bahan refleksi,” ucap Bupati HSS.

Kemudian, Bupati HSS juga menjelaskan kurikulum merdeka yang diterapkan juga agar guru terus terdorong untuk belajar serta supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan.

Dikesempatan ini, Bupati HSS juga berpesan agar anak-anak sekolah tidak hanya diberi mata pelajaran tetapi juga harus di kawal perilaku anak sesuai dengan norma-norma yang telah di atur.

“Sekolah tidak hanya memberikan mata pelajaran, menuntaskan kurikulum tetapi juga mengawal anak-anak agar menjadi anak yang berakhlak dan bermoral karena mereka adalah penerus di masa yang akan datang, dan apa bila ada perilaku anak yang mencurigakan agar segera di ambil langkah oleh sekolah,” pesannya.

Bupati HSS juga berharap di momentum Hardiknas ini program vaksinasi anak sekolah 6 – 11 tahun kembali di gerakkan agar imunitas individual peserta didik bisa terjaga dengan baik.

“Dengan pemberian vaksin imunitas individual anak-anak kita akan terjaga dengan baik sehingga mereka menjadi generasi yang sehat dan dapat belajar dengan maksimal,” tutur Bupati HSS.

Upacara peringatan Hardiknas juga turut di hadiri Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, S.AP MA dan jajaran Forkopimda serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab HSS. [adv-hss]

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Disdikbud HSS Gelar Lokakarya 7 Calon Guru Penggerak Angkatan Ke-3

Published

on

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggelar Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak Angkatan Ke 3. (Foto: Ist) 

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggelar Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Calon Guru Penggerak Angkatan Ke 3 Kabupaten Hulu Sungai Selatan bertempat di Aula Sehati Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. HSS, Jum’at (13/05/2022)

Program Pendidikan Guru Penggerak adalah program kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan Daring, Lokakarya, Konferensi dan Pendampingan

Untuk Kab. HSS Pendidikan Guru Penggerak di Kab. HSS akan dimulai pada tanggal 07 Agustus 2021 dan akan berakhir pada bulan Juni 2022.

Dalam laporan Ketua Pelaksana Kegiatan Umar dani, M. Pd menyampaikan di Kab. HSS pendaftaran calon guru penggerak angkatan 3 dapat dilaksanakan pada bulan Januari 2021 s. d 15 Maret 2021.

“Untuk menjadi guru penggerak, gurus harus lulus seleksi yakni tahap 1 mengisi curriculum vitae dan menjawab esai, tahap 2 simulasi dan wawancara serta mengikuti pendidikan guru penggerak selama 9 bulan,” ungkapnya

Lebih lanjut beliau menyampaikan setelah melalui tahapan seleksi 1 dan 2, sebanyak 8 orang guru dinyatakan lolos sebagai calon guru penggerak.

“8 calon guru penggerak tersebut terdiri dari jenjang TK sebanyak 1 orang, SD sebanyak 1 orang, SMP sebanyak 3 orang dan SMA sebanyak 3 orang,” tuturnya

Sementara itu, dalam sambutan Bupati Hulu Sungai Selatan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kab. HSS Drs. Kamidi, M.IP berharap semua calon penggerak dapat menjadi pioner, inspirator, motivator dan kreator di lingkungan kerjanya masing-masing.

“Menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, kreatif, mandiri sesuai dengan profil belajar pancasila yaitu pelajar yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, mandiri, inovatif, kreatif dan bergotong royong di Kabupaten kita tercinta ini,” harapnya

Dalam kegiatan ini juga turut berhadir tim dari STIPA Bandung, perwakilan pengawas TK,SD, SMP dan SMA, Kepala Sekolah dari calon guru penggerak, Ketua PBSI Kab. HSS yang diwakili oleh Sekretaris, para guru penggerak dan pengajar praktik, perwakilan Dewan Pendidikan dan Himpaudi, para guru perwakilan MGMP, serta calon guru penggerak dan pengajar praktik. [adv-hss]

Continue Reading

Sergai

Soal Dana Sertifikasi Guru, Ketua FKI 1 Sergai Angkat Bicara

Published

on

Kantor Dinas Pendidikan Sergai. (Foto: Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com| Para guru honor dan ASN di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Provinsi Sumatera Utara mengeluhkan dana sertifikasi untuk triwulan pertama Tahun 2022 hingga kini belum cair.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, M Nur Bawean akhirnya angkat bicara.

“Kadis Pendidikan Sergai seharusnya jangan cuek soal keterlambatan pencairan dana sertifikasi guru. Semestinya Kadis juga mengupayakan agar segera cair dana sertifikasi tersebut,” katanya kepada media ini Jumat (13/5) pagi.

Menurut M Nur Bawean, Kadis Pendidikan harus melakukan langkah tanggap atas keterlambatan cairnya Dana Sertifikasi tersebut, para honorer dan ASN memiliki kebutuhan dana untuk keperluan ekonomi rumah tangga.

“Kadisdik dan BPKAD Sergai harus mengetahui apa kendala keterlambatan pencairan dana sertifikasi guru, jangan hanya diam dan menunggu,” imbuhnya.

“Kalau tidak mampu menjalankan tanggung jawab tugas, sebaiknya mundur,”tegas Ketua FKI 1 Sergai.

Kemudian, saat dikonfirmasi ulang Kadis Pendidikan Sergai Suwanto Nasution akhirnya menjawab.

“Gak ada kendala, kenapa ?. Ya biarkan aja,”jawabnya singkat, Kamis (13/5) malam melalui pesan WhatsApp.

Ketika disinggung wartawan apa langkah Dinas Pendidikan soal keterlambatan pencairan dana sertifikasi guru.

“Gak ada langkah,” ujarnya lagi.

Continue Reading

Umum

Populer