Firli Bahuri Rangkul Pers, Wujudkan Tujuan Indonesia Berantas Korupsi – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-12

Umum

Firli Bahuri Rangkul Pers, Wujudkan Tujuan Indonesia Berantas Korupsi

Published

on

Ketua KPK, Firli Bahuri bersama Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa. (Foto/Ist)

Oleh: *Djono W. Oesman

Januari 2022 KPK mengungkap tiga kasus di eksekutif, satu di yudikatif. Itu kecil, kata Ketua KPK, Firli Bahuri. Pemberantasan korupsi mustahil hanya ditangani KPK. “Harus berupa orkestra,” katanya.

Itu dikatakan Firli di hadapan ratusan anggota Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pimpinan Teguh Santosa, yang CEO jaringan media massa online, Rmol, di Bandung, Jumat (21/01/2022).

Sebab, korupsi di Indonesia terlalu parah. Ratusan, bahkan ribuan koruptor ditangkap, pun korupsi tidak surut.

Orkestra Pemberantasan Korupsi, menurut Firli, ibarat orkestra musik. Peniup terompet memainkan dengan gayanya. Pemain drum menggebuk drum dengan caranya. Semua pemusik di orkestra memainkan alat musik masing-masing.

Firli: “Tapi, lagunya sama. Satu lagu dimainkan oleh pemain orkestra.”

Firli mengutip Gone Theory karya Jack Bologne. Yang menyebut ada empat dasar terjadinya korupsi, begini:

1) Greed (keserakahan). Keserakahan pelaku korupsi, yang pada dasarnya ada pada semua manusia.

2) Opportunity (kesempatan). Sistem yang memberi lubang terjadinya korupsi. Terkait kondisi organisasi, instansi, lembaga, yang membuka kesempatan bagi pelaku korupsi.

3) Need (kebutuhan). Sikap mental yang merasa tidak pernah cukup. Bersikap konsumerisme. Sarat dengan kebutuhan yang tidak pernah usai.

4) Exposure (hukuman koruptor yang ringan). Tidak menimbulkan efek jera terhadap calon koruptor. Sehingga, ada koruptor tertangkap tangan, pun masih juga banyak yang korupsi.

Itulah Gone Theory (Greed, Opportunity, Need, Expose).

“Corruption Becauso of Fail, Bad and Weak System” (Bologne, Jack, Gone Theory).

Rinciannya: Fail (gagal). Kegagalan sistem mencegah peluang korupsi. Bad (buruk). Yang berarti sistemnya butuk. Weak (lemah). Kelemahan ini membuat orang ingin korupsi.

Firli bicara itu di depan tokoh pers JMSI, sebab menurutnya, pers bisa berperan lebih besar dalam pemberantasan korupsi. Berita pers mampu membangun opini publik pembaca, membangun budaya anti-korupsi.

Ia mengutip prakata pembuka di acara JMSI itu. Yang disampaikan Ketua JMSI, Teguh Santosa. Bahwa pers anggota JMSI wajib berperan positif bagi Indonesia.

Firli lantas mengutip tujuan negara Indonesia, berdasar Alinea keempat, Pembukaan UUD 1945. Pers Indonesia harus mengacu ke situ.

1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

2) Memajukan kesejahteraan umum.

3) Mencerdaskan kehidupan bangsa.

4) Ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Firli menegaskan pernyataan Teguh, bahwa pers JMSI seharusnya mengarah ke tujuan negara Indonesia yang sudah disepakati para founding fathers tersebut.

Firli: “Jadi, kalau ada berita pers bersifat ujaran kebencian, pecah-belah bangsa, hoaks, maka sangat jauh dari tujuan negara Indonesia.”

Pemberantasan korupsi, jelas melindungi segenap bangsa Indonesia. Sekaligus juga memajukan kesejahteraan umum. Sedangkan pers, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ada empat lokasi kamar korupsi. Di eksekutif, legislatif, yudikatif, dan Partai Politik.

Di tiga kamar pertama, sudah jelas. Sangat sering koruptor dari kamar-kamar itu tertangkap tangan KPK. Terbaru, hakim di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sedangkan, di nomor empat (Partai Politik) jarang disinggung. Padahal, di sana marak transaksional. Kader Parpol untuk bisa jadi ketua DPP, DPW, DPC, transaksional. Kader ikut pilkada, transaksional.

Firli: “Berdasar survei kami, 82,83 persen para kader Parpol transaksional. Baik di dalam lembaga partai, maupun ke Pilkada. Ini politik biaya tinggi.”

Lebih parah lagi, biaya Pemilu yang begitu besar, ditanggung sponsor. “Inilah embrio korupsi. Yang membuat penangkapan koruptor tak habis-habisnya, sekarang.”

Tanpa banyak teori, Firli akan mengajak pers ikut masuk, mengawal jalannya sistem di empat kamar tersebut. “Apakah Anda siap?” tanyanya. Dijawab serentak: “Siap…”

Dikutip dari dokumen Partnership for Transparency, yang mengutip Majalah Fund for Peace and Foreign Policy, Juni 2013, korupsi parah menjadikan negara gagal.

Dalam indeks yang diterbitkan waktu itu, ada 10 negara gagal akibat korupsi, versi majalah tersebut. Paling parah Somalia. Disusul Kongo. Kebanyakan negara-negara Afrika dan Afghanistan. Indonesia tidak termasuk.

Di situ disebut, negara gagal gegara korupsi, karena negara tidak mampu lagi membuat rakyat hidup sejahtera. Sebab, kekayaan negara dikorup para pejabat publik.

Di semua urusan pelayanan publik, masyarakat harus membayar kepada petugas penyelenggara negara, yang mestinya melayani rakyat. Akhirnya, rakyat terpuruk dalam kemiskinan. Kian besar korupsi, kian parah kemiskinan rakyat.

Di Nigeria, yang terburuk dalam layanan publik. Dicatat USD 530 juta (Rp7,59 triliun) per tahun dana pemerintah untuk membayar“pekerja hantu”. Atau orang yang memasukkan nama mereka ke daftar gaji pemerintah, dan menerima gaji, tanpa bekerja.

Di Indonesia, beberapa waktu lalu terungkap, ribuan pegawai negara yang sudah mati, tetap menerima gaji. Cuma, mungkin, ini tak terpantau Partnership for Transparency, sehingga tak terpublikasi internasional.

Tapi, Majalah Fund for Peace and Foreign Policy, menyebutkan ini:

“Di Jakarta, Lima (ibukota Peru), Manila dan Nairobi, orang miskin membayar lima sampai sepuluh kali lebih banyak untuk air, dibanding rekan-rekan mereka yang kaya.”

Tidak ada rincian untuk kutipan tersebut. Bisa ditafsirkan, pemerintah Jakarta tidak mampu memberikan air minum gratis bagi seluruh warga.

PDAM hanya (menjual) air tidak keruh. Tapi bukan air minum manusia sehat. Sedangkan di negara-negara yang tidak korup, mampu memberikan air minum gratis kepada rakyat mereka.

Hanya dari air minum ini saja, pemerintah sudah tidak mampu memenuhi tujuan negara Indonesia. Dalam mewujudkan tujuan negara. Berdasar Alinea keempat Pembukaan UUD 1945:

1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia (dari muntaber akibat minum dan masak dari air tidak keruh).

2) Memajukan kesejahteraan umum (sudah cukup maju, tapi masih banyak yang miskin).

Maka, tausiah Firli di atas bagai meluruskan kondisi bangsa kita yang kini melenceng. Marak dengan ujaran kebencian, bermotif politik, meraih kekuasaan.

Walaupun, bagi pelaku ujaran kebencian, tausiah itu bagai debu tertiup angin. Tak berbekas. (ad)

_Penulis adalah wartawan senior, tinggal di Jakarta._

Daerah

Pemkab Balangan Bersama Bank Kalsel Launching Kartu Balangan Pintar Puncak HUT Ke-19

Published

on

Bank Kalsel melakukan sinergi dan kolaborasi Bersama Pemerintah Kabupaten Balangan meluncurkan kartu Balangan Pintar melalui Tabungan Simpel Bank Kalsel. (Foto: Ist)

Bank Kalsel melakukan sinergi dan kolaborasi Bersama Pemerintah Kabupaten Balangan meluncurkan kartu Balangan Pintar melalui Tabungan Simpel Bank Kalsel. (Foto: Ist)

Pemkab Balangan Bersama Bank Kalsel Launching Kartu Balangan Pintar Puncak HUT Ke-19

BALANGAN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel melakukan sinergi dan kolaborasi Bersama Pemerintah Kabupaten Balangan meluncurkan kartu Balangan Pintar melalui Tabungan Simpel Bank Kalsel. Acara Launching Kartu Balangan Pintar dilaksanakan pada Kamis (19/05), saat Puncak Perayaan Hari Jadi Kabupaten Balangan ke-19 di Halaman Kantor Bupati Balangan.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Balangan, H. Abdul Hadi; Wakil Bupati Balangan, H. Supiani; Sekretaris Daerah Kabupaten Balangan, H. Sutikno, AP, MAP; Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemprov Kalsel, Sulkan, SH, MH; Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Kalsel, Junita Sitorus, SIP, MSi; Plt. Komisaris Utama Bank Kalsel, Hatmansyah; Komisaris Independen Bank Kalsel, Syahrituah Siregar; Direktur Business Bank Kalsel, Fahcrudin dan Kepala Cabang Paringin, Agus Setiawan; beserta tamu undangan.

Bupati Balangan, H. Abdul Hadi mengatakan digitalisasi melalui Kartu Balangan Pintar merupakan program unggulan Pemkab Balangan melalui Dinas Pendidikan yang bekerjasama dengan Tabungan Simpel Bank Kalsel. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada siswa/i Sekolah Dasar (SD/setara) sampai dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP/setara) yang merupakan golongan menengah kebawah dalam bentuk dana pendidikan.

“Program Kartu Balangan Pintar ini dilaksanakan 1 tahun sekali yang dimana penyalurannya diberikan setiap 6 bulan, untuk kategori siswa/i Sekolah Dasar (SD/Setara) mendapatkan Rp550 ribu dan untuk kategori siswa/i Sekolah Menegah Pertama (SMP/Setara) mendapatkan Rp750 ribu yang dipergunakan untuk membeli alat tulis guna membantu kalangan menengah kebawah dalam proses belajar,” terang Abdul Hadi

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan Bank Kalsel senantiasa mendukung dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui digitalisasi.

“Kolaborasi Bank Kalsel Bersama Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pendidikan dilakukan dalam rangka digitalisasi pembayaran non tunai melalui Tabungan Simpel Bank Kalsel, hal ini juga diharapkan sebagai upaya dukungan Bank Kalsel terhadap Program Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan,” pungkas Fachrudin. [adv/ad]

Continue Reading

Umum

Posisi Penting Indonesia Pada Konflik Global dan Kerentanan Kawasan

Published

on

Khalid Zabidi,
Aktivis 98
Pendiri Independent Society
Ketua Bidang PP JMSI

Bulan Mei adalah bulan penting dalam kalender politik bangsa Indonesia. Pada bulan ini kita merayakan hari kebangkitan nasional sebagai momentum kesadaran kolektif berbangsa, dan hari reformasi 1998 di mana kita meluruskan perjalanan sejarah tidak didasarkan pada sistem otoriter melainkan demokrasi.

Tetapi bulan Mei tahun 2022 ini lain dari bulan Mei tahun sebelumnya. Eskalasi konflik Rusia dan Ukraina meningkat menjadi perang dagang berskala global antara orde politik internasional liberal yang dipimpin Amerika dan Eropa Barat serta orde nasionalis yang berporos pada Rusia, Tiongkok dan Iran. Kubu Amerika menghantam Rusia dengan berbagai sanksi politik dan ekonomi sebagai balasan atas Pemerintah Kremlin yang menginvasi Ukraina dengan dalih demiliterisasi dan denazifikasi.

Kubu Rusia melawan balik dengan mengancam menghentikan pasokan gas ke Eropa Barat terutama Jerman yang bersifat ambivalen di tengah sikap keras Amerika. Rusia berhasil membuat Eropa kebingungan untuk membayar pembelian gas dengan mata uang Rubel alih-alih menggunakan Dolar. Harga migas pun melambung tinggi diikuti harga komoditas pangan global seperti gandum, yang tentu saja berpengaruh pada Indonesia sebagai negara importer komoditas energi dan pangan.

Konflik Rusia-Ukraina yang bereskalasi menjadi perang dagang global berimbas pada stabilitas regional di Asia Pasifik, khususnya dalam hubungan negara-negara yang menjadi mitra dagang Amerika, Rusia dan Tiongkok. ASEAN misalnya, terpecah dalam menyikapi invasi Rusia ke Ukraina di mana Malaysia, Filipina dan Singapura bersikap tegas menolak invasi, sementara Indonesia sebagai pendiri dan negara ASEAN terbesar bersikap ambivalen. Indonesia menyatakan menyesalkan konflik Ukraina, namun tidak secara tegas mengutuk Rusia. Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan G-20 bahkan bersikukuh mengundang Rusia sebagai salah satu anggota tetap yang dianggap penting G20 walaupun Amerika, Inggris dan Kanada mengancam tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Tiongkok sebagai salah satu negara super power dan memiliki hubungan erat dengan Rusia melanjutkan sikap asertifnya dalam isu Laut Cina Selatan (LCS). Sementara negara-negara ASEAN didukung Amerika, Australia dan Jepang mempertahankan kebebasan melintas _(freedom of navigation)_ di LCS, Tiongkok tetap menekan ASEAN untuk mencari jalan tengah tentang klaim ‘Sembilan Garis Putus-putus’ _(Nine Dash Line)_. Tiongkok sendiri meningkatkan latihan militernya di wilayah perairan Taiwan, dan beberapa kali melintasi udara beberapa saat setelah Rusia mengumumkan operasi militernya di Ukraina.

*Krisis Kapitalisme dan Demokrasi*

Konflik global hari ini sudah diprediksi jauh-jauh hari sebelumnya. Huntington (1991) meramalkan akan adanya benturan peradaban antara Barat dengan demokrasi liberal dan kapitalismenya melawan yang lain _(the West versus the Rest)._ Dunia setelah runtuhnya Komunisme menjadi unipolar di mana Amerika dan Barat menjadi pemimpinnya, sekarang menjadi multipolar karena banyak kekuatan emerging yang mampu mengimbangi dominasi Barat.

Titik balik perubahan keseimbangan global itu terjadi saat dunia dilanda krisis finansial global tahun 2008. Yang luput dari perhatian publik, krisis tersebut dipicu perang dagang antara blok Amerika melawan Rusia dan Tiongkok. Tiongkok diuntungkan dalam perang dagang tersebut dan menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua dengan pertumbuhan dua digit, sementara Rusia terkena hantaman keras. Rusia membalasnya dengan mengambil alih Republik Krimea pada awal tahun 2014 dari Ukraina karena merasa terancam dengan sikap elit politik Ukraina yang hendak menjadi anggota Uni Eropa dan pakta pertahanan NATO.

Peradaban Barat mengalami tantangan paling berat sejak peristiwa tersebut. Sebelumnya menurut Fukuyama (1992), keruntuhan komunisme dipandang sebagai kemenangan kapitalisme dan demokrasi liberal. Namun Fukuyama dalam buku terbarunya _‘Liberalism and Its Discontents’_ terbit pada Maret 2022, orde liberal dunia mendapatkan tantangan keras dari segala hal yang merupakan versi ekstrem dari prinsip-prinsipnya sendiri.

Maka kita bisa melihat bagaimana kapitalisme mendapat tantangan dari nasionalisme ekonomi, demokrasi liberal yang elitis menghadapi ancaman populisme. Demi mempertahankan stabilitas politik dan ekonomi, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menggunakan jargon nasionalisme untuk melawan hegemoni Amerika, sembari mengubah konstitusi agar tetap mempertahankan kekuasaan otoriter mereka.

Bahkan Turki yang merupakan anggota NATO dan sekutu Amerika, mengubah konstitusi mereka sehingga Erdogan melanjutkan jabatannya dari Perdana Menteri menjadi Presiden dengan kekuasaan eksekutif, dan AKP sebagai partai beraliran Islamis dan kebijakan ekonomi pasar tetap menjadi partai penguasa dominan.

Krisis tidak hanya terjadi terhadap sistem politik dan ekonomi Barat. Sistem masyarakat mereka yang bercirikan individualisme menghadapi guncangan saat dunia dilanda pandemi Covid-19. Saat Tiongkok sukses menekan penyebaran wabah tidak lama setelah merebak pada awal tahun 2020, Amerika dan Eropa menghadapi protes keras warga yang tidak mau _lockdown_ dan menerima vaksin. Berbeda dengan masyarakat Tiongkok yang kolektif karena dipimpin rezim Partai Komunis yang otoriter, masyarakat Barat terbelah antara mereka yang mau mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan mereka yang menganggap wabah ini rekayasa kaum globalis.

Polarisasi masyarakat Barat kemudian berimbas pada politik seperti yang terjadi dalam pemilu presiden Amerika dan Perancis. Dunia politik menjadi terpecah antara mereka yang menerima orde internasional liberal dengan mereka yang mencoba mendirikan orde populisme. Kita bisa mengamati bagaimana Amerika hampir mengalami pembangkangan sipil skala nasional ketika Presiden Donald Trump kalah dari Joe Biden. Presiden Emmanuel Macron yang menang tipis dari politisi kanan jauh Marine Le Pen, mengulangi pemilu lima tahun sebelumnya dengan kondisi masyarakat yang tengah mengalami kesulitan akibat kebijakan ekonomi Emmanuel Macron.

*Indonesia di Tengah Ancaman Krisis Pangan dan Kerentanan Kawasan*

Saat dunia mengalami krisis politik, ekonomi dan sosial sebagai dampak konflik global, Indonesia mengalami backwash effect yang tidak diduga sebagai negara subur di kawasan tropis yaitu kenaikan harga pangan. Invasi Rusia ke Ukraina membawa dampak kenaikan harga gandum dan minyak dunia, yang tentu saja berefek pada Indonesia sebagai negara importir gandum untuk keperluan pangan, dan kenaikan harga minyak berdampak tarif logistik.

Beberapa pengamat menganggap krisis harga pangan disebabkan kesalahan kebijakan Pemerintah. Misalkan kenaikan harga minyak goreng disebabkan kebijakan Pemerintah mengalihkan supply kelapa sawit untuk menghasilkan bahan bakar energi selain konsumsi pangan. Namun tentu saja pandemi dan krisis politik global adalah faktor utama ketidakstabilan ekonomi. Bisa dikatakan Pemerintah hampir tak dapat mengendalikan penyebab krisis tersebut.

Prinsip politik bebas-aktif Indonesia dalam situasi global hari ini juga membuat banyak negara yang berkepentingan menyeret kita untuk terlibat menggunakan tekanan. Singapura dan Malaysia dengan tegas bersekutu dengan Amerika, Inggris dan Australia dalam menyikapi klaim Tiongkok atas Laut Cina Selatan, berlainan dengan sikap Indonesia yang mengutamakan penyelesaian di meja diplomasi.

Indonesia mengambil sikap tersebut karena menjadi salah satu mitra dagang terbesar Tiongkok sejak lama, berbeda dengan Singapura dan Malaysia yang secara historis dan sosial merupakan sekutu Barat. Sikap yang sama juga terjadi dalam menyikapi invasi Rusia, jika Singapura menolak tegas langkah Rusia, seperti apa yang dikatakan PM Lee pada perayaan hari kemerdekaannya pada awal Mei 2022 lalu.
Indonesia menyesalkan eskalasi konflik Ukraina menjadi perang tanpa menyebut Rusia sebagai negara penyerang.

Dalam pertemuan antara para pemimpin ASEAN dengan Presiden AS Joe Biden pada 12 Mei 2022, perbedaan sikap itu tampak nyata. Pemimpin Singapura dan Malaysia bersikap tegas menolak klaim Tiongkok tentang _Nine Dash Line_ sementara Indonesia bersikap netral.

Amerika melanjutkan lobi politik menyekat Tiongkok pada _Quadrilateral Meeting_ di Tokyo pada 24 Mei 2022 dengan pemimpin Australia, India dan Jepang atau koalisi QUAD.

Dalam hal mempertahankan _freedom of navigation_ Amerika memang menunjukkan sikap asertifnya. Klaim Tiongkok atas LCS dipandang sebagai ancaman bagi kepentingan Amerika sebagai kekuatan maritim dominan di Samudera Hindia dan Pasifik. Oleh karena itu Amerika akan selalu menekan negara-negara kawasan Asia-Pasifik yang masih bersikap netral untuk memihak mereka.

Setelah Amerika menggunakan soft-diplomacy termasuk latihan perang besar-besaran dengan Indonesia pada tahun lalu bertajuk Garuda Shield, bukan tidak mungkin mereka akan menekan Indonesia secara keras melalui negara-negara sekutunya seperti Australia, Singapura dan Malaysia agar menunjukkan sikap memihak Amerika.

*Penutup*

Bulan Mei adalah bulan suci negara Republik Indonesia, di mana kita memperingati hari kebangkitan atas kesadaran pentingnya berdemokrasi dan memiliki kolektifitas kuat sebagai suatu bangsa. Ancaman krisis pangan, krisis ekonomi yang menyebabkan kerentanan kawasan di depan mata seharusnya menjadi momentum bagi pemimpin dan masyarakat Indonesia untuk bersatu merumuskan langkah-langkah ekonomi politik dengan cepat.

Tensi tinggi hasil polarisasi politik global sudah saatnya diturunkan walau tidak mungkin dihilangkan sebagai konsekuensi menjalankan prinsip berdemokrasi. Sebagai bangsa yang secara konsekuen mampu mempertahankan prinsip kemerdekaan berasaskan Proklamasi Kemerdekaan dan Pembukaan UUD 1945 alinea 4 dalam percaturan politik global selama 77 tahun merdeka, Indonesia akan mampu menjawab tantangan tersebut. Tentu saja jika para pemimpin dan masyarakat bersatu, mampu merumuskan langkah prioritas kebangsaan dan kenegaraan dengan cepat, dan berjalan dengan ketetapan yang ada. [ad/rls]

Demi Tuhan, Demi Bangsa dan Demi Negara, Merdeka!!!

Continue Reading

Nasional

Film Sera dan Joan Akan Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Published

on

Yedi Kustanto, Ketua JMSI Pengcab Seluma. (Foto: Ist)

SELUMA, SuaraBorneo.com – Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial berupa Launching Film Daerah bertajuk drama cinta serawai dengan judul Sera dan Joan.

Ketua Pengurus Cabang JMSI Kabupaten Seluma, Yedi Kustanto mengatakan, proses pengerjaan film sudah seratus persen. Tinggal menunggu launching untuk selanjutnya film akan diserahkan ke Pemda Seluma sebagai dokumen Daerah.

“Proses sudah final, tinggal lagi kita pada tanggal 23 malam akan melaksanakan Launching. Selanjutnya karya ini kita persembahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Seluma untuk dijadikan salah satu dokumen daerah,” ujar Yedi.

Film Sera dan Joan ini merupakan karya original anak-anak muda di Kabupaten Seluma, JMSI hanya sebagai fasilitator untuk mewadahi kreatifitas dan karya-karya anak-anak muda Seluma.

“Ini murni karya anak-anak muda kita. Kita akui selama ini anak-anak muda di Seluma memang tidak ada wadah dan support untuk berkarya. Alhamdulillah tahun ini Bupati Seluma support melalui JMSI, produksi film dan lagu daerah terlaksana,” jelas Yedi.

Diel Andika selaku sutradara film daerah ini mengaku cukup puas dengan hasil karya perdana yang di produksi oleh JMSI Kabupaten Seluma ini. Walaupun dikejar deadline, crew dengan semangat kerja siang dan malam akhirnya mampu menyelesaikan film tepat waktu.

“Alhamdulillah cukup puas dengan rentan waktu yang singkat tim bekerja siang malam dan selesai tepat waktu,” sampai Diel.

Pemeran Sera dan Joan sangat antusias melihat hasil akhir film, mereka bangga dan mengaku terharu karena mampersembahkan karya terbaik untuk daerah. Ucapan terima kasih mereka sampaikan kepada Pemda Seluma dan seluruh tim yang telah mensupport proses produksi film ini.

Pemeran Sera dan Joan juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta menyaksikan malam grand launching film daerah ini.

“Kami, sangat bangga dan terharu dengan hasilnya. Tidak disangka, di zaman slogan Seluma Alap ini kami dapat berperan dalam pembuatan film daerah. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruhnya, terkhusus Pemda Seluma. Jangan lupa nonton grand launching Sera dan Joan,” ucap mereka. [ad/rls]

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Ketua TP PKK HSS Gelar Pembinaan Posyandu

Published

on

Ketua TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Hj Isnaniah A Fikry didampingi Wakil Ketua I Srie Astuti Syamsuri Arsyad melakukan pembinaan Posyandu. (Foto: Ist) 

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Ketua TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Hj Isnaniah A Fikry didampingi Wakil Ketua I Srie Astuti Syamsuri Arsyad melakukan pembinaan Posyandu di Desa Tambak Bitin Kecamatan Daha Utara, Rabu (18/5/2022).

Adapun posyandu yang mendapat pembinaan, yaitu Posyandu Junjung Buih 2 yang terletak di lingkungan RT I Desa Tambak Bitin.

Kedatangan Hj Isaniah bersama Pengurus PKK Kabupaten HSS ini di sambut Ketua TP PKK Kecamatan Daha Utara Husnul Khatimah Syamsuri, Sekcam Daha Utara, TP PKK Desa, dan Kader Posyandu.

Saat memberikan pembinaan, Hj Isaniah meminta agar Posyandu yang ada di desa terus diaktifkan. Terlebih dalam rangka mengikuti lomba Posyando Tingkat Provinsi Kalsel maka segala bentuk kegiatan dan pencatataan data dan lainnya haruslah mulai disiapkan. Selain itu untuk memberikan motivasi para kader, Hj. Isnaniah berjanji akan membuatkan seragam sasirangan untuk para kader agar terlihat lebih kompak dan serasi.

Pada kesempatan tetsebut Hj. Isnaniah juga menyempatkan diri mampir di rumah salah satu warga Tambak Bitin yang juga merupakan Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) yang saat itu sedang mencoba mempraktikkan membuat makanan atau asupan untuk balita. Makanan ini rencana akan di sajikan pada saat kegiatan posyando sebagai bagian dari program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita. Selain itu Hj. Isnaniah juga menyerahkan bantuan paket sembako untuk ibu hamil dan yang mempunyai balita. [adv-hss]

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Bupati HSS Achmad Fikry Terima Kunjungan Pengurus Yayasan Darul Ulum

Published

on

Kunjungan Pengurus Yayasan Darul Ulum dalam rangka silaturahmi serta berkoordinasi dan juga minta saran serta masukan Bupati HSS, Drs H Achmad Fikri. (Foto: Ist) 

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Kunjungan Pengurus Yayasan Darul Ulum ini dilaksanakan dalam rangka silaturahmi serta berkoordinasi dan juga minta saran serta masukan Bupati HSS, Drs H Achmad Fikri, karena Pengurus Yayasan Darul Ulum berencana untuk melakukan renovasi ruang kelas pada Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum.

“Kedatangan kita ini yang pertama untuk minta saran masukan dan mudah-mudahan Bapak Bupati bisa membantu atas nama Pemda untuk rehab Tsanawiyah Darul Ulum Karena kami tahu Betul Bapak Bupati kita sangat peduli pada pendidikan dan mudah-mudahan ini menjadi shodaqoh Jariyah”, ucap Hamdani Darussalam selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Kandangan saat diwawancara, Kamis (19/5/2022).

Lebih lanjut, Kepala Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum menjelaskan adapun renofasi yang akan pihaknya laksanakan adalah untuk ruang kelas yang jumlahnya sebanyak 7 lokal.

“Selain 7 lokal ruang kelas kita juga berencana akan merenofasi kantor serta melaksanakan peninggian halaman sekolah, oleh sebab itu kita juga sangat mengharapkan bantuan dari masyarakat para dermawan untuk dapat melaksanakan rencana renofasi sekolah kita,” tuturnya.

Hamdani Darussalam juga menjelaskan untuk renovasi tersebut yayasan membutuhkan dana lebih dari 1 Milyar Rupiah dan bagi masyarakat serta orang-orang yang peduli yang dermawan yang ingin memberikan bantuan bisa langsung menyerahkannya kepada Panitia di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Kandangan Jl. Singakarsa No. 45 Kelurahan Kandangan Barat Kecamatan Kandangan Hulu Sungai Selatan. [adv-hss]

Continue Reading

Berau

Koramil Talisayan Gelar Program Bantuan BLT – Migor Kepada Pedagang Kaki Lima

Published

on

Program Pemerintah Pusat, Bantuan BLT - Minyak Goreng (Migor), melalui Dandim 0902/Berau, (Foto: Ist)

SUKA MURIA, SuaraBorneo.com – Program Pemerintah pusat  mengenai Bantuan BLT – Minyak goreng . Melalui Dandim 0902/Berau, yang di selenggarakan di kantor Koramil 0902-07 Talisayan.

Dalam penyerahan bantuan uang tunai tersebut di hadiri langsung Koramil Talisayan, Babinsa-babinsa, Anggota Kodim berau dan Masyarakat penerima BLT tersebut , di Kantor Koramil 0902-07 Talisayan, Kampung Suka Muria, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kamis (19/5/2022).

Koramil Talisayan Kapten Arm M. Irfan, mengatakan kepada Media Suara Borneo penerima hususnya di Kecamatan Talisayan, telah kami data dari Babinsa penerima BLT sebanyak 342 orang. Program ini di peruntukkan oleh pedagang pedagang kaki Lima, warung-warung, penjual gorengan dan sejenisnya.

“Tapi yang di utamakan penjual gorengan, karna karna kebetulan harga minyak goreng naik. di harapkan bisa membantu Masyarakat pedagang kecil ini. dan bantuan BLT ini di bagikan per orang Rp. 300.000 yang di salurkan oleh TNI, ini sesuai dengan arahan dari Pemerintah, sebagai upayah untuk mendorong pemulihan ekonomi,” ungkap Koramil.

Selain itu, diharapkan dapat membantu kesulitan Masyarakat kurang mampu karna dampak dari kenaikan harga sembako di pasaran . Ucap Kapten Arm. M. Irfan Koramil Talisayan.

“Masyarakat penerima BLT menambahkan dengan adanya bantuan BLT ini sangat membantu, meringankan beban di saat-saat ini,” imbuhnya.

“Dan saya selaku penerima BLT ini berterima kasih kepada Bapak Koramil Talisayan beserta jajarannya, karna telah membantu proses penerimaan BLT ke kami,” tuturnya. [JUNAR]

Continue Reading

Bengkayang

Mantan Kades di Kecamatan Lembah Bawang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

Published

on

Penahanan Mantan Kades di kecamatan Lembah Bawang dalam mobil Kejari Bengkayang. (Foto: Ist)

 

BENGKAYANG, Suaraborneo.com – Kejaksaan Negeri Bengkayang baru-baru ini, Rabu (18/5) menahan salah satu mantan kepala desa di Bengkayang. Saat melakukan Press release, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Tommy Adhiyaksahputra yang didampingi Kasi Pidsus Kejari Bengkayang, Adityo Utomo membenarkan penahanan tersebut.

Kepada awak media, Kajari Tommy menyampaikan, bahwa penahanan terhadap tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang NOMOR: Print-569/O.1.18/Fd.1/07/2021 tanggal 16 Juli 2017. Dan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang NOMOR: PRINT-03/O.1.18/Fd.1/05/2022 tanggal 18 Mei 2022. Tersangka ditahan selama 20 (dua puluh) hari kedepan dengan jenis penahanan Rutan di Rutan Kelas II B Bengkayang.

Kemudian, kata Tommy, selaku Penyidik telah menetapkan tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka NOMOR: 46/O.1.18/Fd.1/05/2022 tanggal 18 Mei 2022 yang berinisial “JS”.

JS merupakan mantan Kepala Desa Janyat, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang periode 2016-2022. JS di tahan dalam proses penyidikan perkara tindak Pidana Korupsi Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dana Desa tahun Anggaran 2018 dan tahun Anggaran 2019 yang tidak dapat di pertanggungjawabkan.

“Tim Penyidik telah mengumpulkan barang bukti dan alat bukti berupa Keterangan Saksi-saksi. Laporan Hasil Pemeriksaan tim tkknis dan auditor Inspektorat, yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana sehingga berdasarkan bukti permulaan yang cukup, telah ditetapkan Kepala Desa Janyat Periode 2016-2022 sebagai Tersangka,” ungkap Tommy, Kamis (19/5).

Selanjutnya kata Tommy, Tim Penyidik pada Kejaksaan Negeri Bengkayang melakukan pemeriksaan terhadap Tersangka dan kemudian Tim Penyidik pada Kejaksaan Negeri Bengkayang langsung/telah melakukan Penahanan terhadap Tersangka “JS” – yang saat ini sudah ditahan di Rutan Kelas II B Bengkayang.

“Akibat perbuatan Tersangka “JS” terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp.582.515.100,00 (Lima Ratus Delapan Puluh Dua Juta Lima Ratus Lima Belas Ribu Seratus Rupiah),” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bengkayang Adityo Utomo menambahkan, penyelidikan kasus terhadap oknum Kades ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Dan perbuatan Tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18 dan/atau Pasal 3 jo. pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Untuk perkara dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Janyat tahun 2018-2019 ini kita sangkakan dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun, atau seumur hidup,” ucapnya.

Terhadap perkara ini kata Adityo, pihaknya masih melakukan pendalaman apakah ada alat bukti yang menentukan tersangka lainnya. Tapi, kata ia untuk sementara ini, dugaan Korupsi masih mengarah pada mantan kades tersebut.

” Sementara baru satu yang kita tetapkan tersangka. Tapi tidak menutupi kemungkinan ada tersangka-tersangka lain,” pungkasnya. [Rbn]

Continue Reading

Banten

Pengajian Rutin Hari Kamis Di Mushola Sat Polairud Polres Pandeglang

Published

on

SAT POLAIRUD Polres Pandeglang, Gelar Pengajian Rutin bersama Tokoh masyarakat Nelayan. (Foto:Ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Pengajian Rutin SAT POLAIRUD Polres pandeglang, yang dilaksanakan oleh jajaran anggota Sat polairud bersama tokoh masyarakat nelayan.

Terlihat nampak pengajian tersebut berjalan dengan lancar dan penuh hikmat bersama tokoh masyarakat nelayan, Kamis (19/05/2022).

Terlihat Kasat POL AIRUD Akp. Hary Subagio, memimpin langsung pengajian tersebut, dalam rangka mewujudkan silaturahmi dan untuk memberikan pencerahan komunikasi terhadap jajaran anggota SAT POLAIRUD bersama tokoh masyarakat nelayan.

Akp. Hary subagio mengatakan, pengajian rutin ini bertempat di mushola mako SAT POLAIRUD polres pandeglang, selalu dilaksanakan Pada hari kamis bersama tokoh masyarakar Nelayan.

Demi menjalin silaturahmi dan berkolaborasi bersama tokoh masyarakat nelayan khususnya, untuk selalu bersama-sama saling mengingatkan dan tak lupa menjaga kesatuan dan persatuan dalam bingkei (NKRI) harga mati.

Masih Akp Hary, saya selaku Kasat polairud polres pandeglang, “Pentingnya pengajian ini untuk berinteraksi langsung bersama tokoh masyarakat nelayan, selain kita mendapatkan pahala dan keberkahan, juga kita harus saling mengingatkan akan pentingnya menjaga pantai di wilayah pandeglang, agar tetap bersih dan indah,” ungkapnya.

Salah satu Anggota SAT POLAIRUD BRIPKA Aan Yuhana juga mengatakan, Sangat berterimakasih Kepada bapak pimpinan AKP. Hari subagio dan juga kepada tokoh masyarakat nelayan, semoga kita selalu di berikan Panjang umur dan keberkahan, untuk selalu berkomunikasi yang baik dalam lintas dakwah untuk mempererat silaturahmi, semoga pengajian ini selalu berjalan dengan lancar,” tutupnya. [Irvan]

Continue Reading

Bengkayang

Pemkab Bengkayang Pusatkan Peringatan HARDIKNAS Di Perbatasan

Published

on

Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal Membacakan Sambutan Mendikbud Ri Pada Peringatan HARDIKNAS tahun 2022 di Perbatasan Kecamatan Jagoi BABANG,Kab Bengkayang, Kalbar. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, Suaraborneo.com – Pemerintan Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang mengadakan upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022 di halaman SDN 06 Sei Take Kec. Jagoi Babang, Rabu (18/5/2022).

Salam upacara HARDIKNAS
Sambutan Menteri Pendidikan Nasional dibacakan Wakil BUPATI Bengkayang mengangkat Tema peringatan Hardiknas, yakni “Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar”.

“Hardiknas Bukti kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan. Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan,” ungkap Wakil Bupati Bengkayang saat menyampaikan Sambutan Mendikbud Ri

“Namun Di tengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Hingga tahun ketiga pandemi, Kemendikbudristek terus melakukan berbagai terobosan dalam Merdeka Belajar yang menghasilkan perubahan positif. Capaian tersebut tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

Tahun ini kita membuktikan bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia
Pada masa Pandemi Covid-19, Kemendikbudristek menghadirkan Kurikulum Merdeka untuk membantu guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Upaya tersebut mampu rnengurangi dampak hilangnya pembelajaran. Kini, Kurikulum Merdeka akan diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“ltu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia akan belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan,”

Upacara HARDIKNAS Tahun 2022, turut di hadiri dari para stakeholder, PORKOPIMDA, PORKOPIMCAM, para seniman dan pelaku budaya, serta unsur perwakilan pelajar baik tingkat SD, SMP dengan mengenakan pakaian adat dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat

kegiatan di selangi dengan memberikan penghargaan kepada para , Pelaksana Tugas. Kepala UPT yang telah selesai melaksanakan pengabdian, Unsur Pengawas dan Guru yang memasuki Purna Tugas dan Tenaga Pendidik yang Berprestasi. [rbn]

Continue Reading

Umum

Populer