In Memoriam Margiono Wartawan Hebat! – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-12

Nasional

In Memoriam Margiono Wartawan Hebat!

Published

on

Mantan Ketua PWI Pusat, Margiono (Alm) periode, 2008-2018. (Foto/Ist)

Catatan H. Dheni Kurnia

SAYA dua periode menjadi ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Provinsi Riau (2007-2017). Saya dua kali juga dilantik oleh dua orang hebat yang saya sukai dan kagumi gayanya.

Periode pertama, saya dilantik oleh Tarman Azam (Alm). Periode kedua, saya dilantik oleh Margiono, yang meninggal dunia 1 Februari 2022 lalu. Tapi saya tak lama merasakan kepemimpinan Tarman Azam. Hanya setahun. Karena 2008 Margiono menggantikan Tarman sebagian Ketua PWI Pusat. Margiono terpilih menjadi Ketua Umum PWI dua periode, 2008-2018.

Praktis, masa jabatan saya menjadi Ketua PWI Riau, banyak berurusan dengan Margiono. Karena jabatan kami hampir bersamaan. Selama dia menjabat, Margiono sering ke Riau. Dalam catatan saya, Margiono enam kali berkunjung, saat saya undang pada Hari Pers Nasional (HPN) di daerah maupun pelantikan beberapa PWI di kabupaten/kota.

Saya merasakan, sangat enak menjadi ketua PWI di zaman Margiono. Karena saya gak perlu menyiapkan segala kebutuhan pejabat pusat PWI itu. Saya gak perlu menyiapkan tiket pesawat, hotel, maupun hal-hal kecil lainnya. Dia sering tak mau dibayarin tiket. Apalagi minta pesawat kelas satu atau hotel berbintang. Karena lebih suka bayar sendiri, atau sudah ada yang mengurusnya. Maklum, dia juga “pejabat tinggi” di Jawa Pos Grup, media milik JPNN yang cukup menjamur di Riau.

Terkadang malah saya gak tahu Margiono sudah sampai ke Riau. Karena tiba-tiba sudah menelepon; “Dheni, kamu dimana?”. Saya bilang saya di kantor. “Kita ketemuan ya. Dimana makan yg enak,” katanya. Dalam kekagetan saya, ternyata dia sudah sampai di Riau, sehari sebelum acara yang saya gelar dimulai. Mengenai makan, Margiono memang pemakan yang hebat. Dia bisa menghabiskan setengah kilo patin ikan pedas, sekali duduk.

Terkadang pula, saya tidak tahu dia sudah pulang ke Jakarta, tanpa memberitahu saya. Beberapa kali, usai acara dia minta izin. Katanya mau ke rumah saudaranya. Margiono memang punya banyak saudara sekampungnya, Tulungagung Jatim, di Pekanbaru. Kemudian, ketika saya hubungi, teleponnya tak aktif. Malamnya dia kontak bahwa sudah sampai Jakarta. Dia pulang sendiri, tanpa kami urus.

Jika dia ke Riau, beberapa kali pula, saya mendapat “hadiah tak terduga” dari beberapa bupati di Riau. Satu ketika, ada peringatan HPN Provinsi yang dipusatkan di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Margiono ikut hadir. Usai acara, Bupati Inhil menitipkan oleh-oleh dan kertas tertutup ukuran besar buat Margiono. Tapi ketika saya beritahu padanya, dia bilang; “Simpan aja buat kamu.”

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Siak dan Kabupaten Rokan Hilir. Semua yang dititipkan pejabat daerah untuk Margiono, semuanya pula diserahkan kepada saya. Tapi sesampai di Pekanbaru dia mengatakan; “Lain kali kalau saya ke Riau, bilang sama bupati atau siapapun, jangan nitip-nitip buat saya.” Hahaha. Terlambat mas, jawab saya.

Sebenarnya, saya sudah lama mengenal Margiono. Tahun 1991 hingga 1993, saya bertugas di Harian Surya Surabaya, jaringan media milik Harian KOMPAS Grup di daerah. Ketika itu, Margiono sudah jadi wartawan hebat di Jawa Pos, Surabaya.

Saat itu, saya mengenalnya sebagai pribadi yang hangat, bersahabat dan guyonan. Bicaranya serius, tapi sering membuat saya terpingkal. Beberapa kali juga, saya ditraktir makan olehnya. Selalu, jika bersama Margiono, saya gak pernah membayar. Saya selalu kalah dulu, jika soal bayar membayar dibanding Margiono. Padahal waktu itu, “persaingan” antara Jawa Pos dan Harian Surya, cenderung “berdarah-darah”. Saya menyebut kata berdarah, karena ada yang tewas di jalanan saat mobil koran yang membawa Jawa Pos menyalip mobil Surya, sehingga terjadi insiden yang menewaskan beberapa orang.

Tahun 1999, saya berhenti dari Persda (Pers Daerah) KOMPAS. Saya kemudian diterima bekerja di Harian Sumatera Ekspres, Palembang Sumsel, yang tergabung di JPNN (Jawa Post News Network). Saya menelepon Margiono. Saya katakan, bahwa saya kini menjadi anak buahnya. Tapi dia menjawab; “Dari dulu kan saya sudah jadi bos kamu. Karena saya sering bayarin kamu makan.” Kemudian dia tertawa. Candanya kadang keterlaluan. Karena hanya membayari saya ngopi dan makan, dia dah mengaku sebagai atasan saya.

Beberapa tahun setelah itu (2005) saya pulang kampung ke Riau. Saya minta berhenti dari JPNN. Pada pemilihan ketua PWI Riau tahun 2007, saya maju dan saya menang. Saya dilantik oleh Tarman Azam, yang seluruh biaya perjalanannya mulai dari tiket, hotel sampai oleh-oleh ditanggung oleh PWI Riau.

Ketika 2008, Margiono maju sebagai ketua PWI Pusat yang Kongresnya dilaksanakan di Banda Aceh. Sebagai Ketua PWI Riau, saya tentu memiliki suara untuk memilih. Margiono mendatangi saya ke kamar. Ketika itu, saya bersama Zufra Irwan (juga pengurus PWI Riau). Margiono kemudian duduk di lantai kamar hotel. Kami jadi sungkan. Tapi dia santai aja. Malah dengan gayanya, dia mengatakan, apakah saya masih mengenal bosnya?

Margiono kemudian terpilih menjadi Ketua PWI Pusat lima tahun ke depan. Bahkan 2013 dia terpilih kembali menjadi Ketua PWI hingga 2018. Dan, selama itu pulalah saya merasa sangat lega menjadi Ketua PWI Riau. Dia menghapuskan iuran kartu anggota. Dia tidak menganjurkan melayani pengurus PWI Pusat yang berkunjung ke daerah. Dia menekan saya untuk membangun kantor PWI Riau yang representatif. Dia meminta saya jangan takut ditekan siapa saja sebagai Ketua PWI. “Kamu hanya boleh takut pada saya,” katanya sambil tertawa lebar.

Begitulah. Ketika jabatan saya berakhir sebagai Ketua PWI Riau, setahun setelah itu Margiono pun lengser. Dan saya tak pernah berjumpa lagi hingga akhirnya saya mendapat kabar dia meninggal dunia karena Covid 19.

Saya terhenyak, ketika membaca kabar duka itu. Lama saya termenung. Kenapa bisa covid mengalahkan Margiono yang hebat. Apakah tak ada penyakit lain yang lebih mulia, yang mengantarkannya ke liang lahat. Mungkin hanya Allah SAW yang tahu. Karena itu memang hak prerogatif Yang Maha Kuasa. Saya hanya sedih teringat kebaikan, profesionalitas dan gaya kepemimpinannya. Meski kelak saya dan teman-teman lainnya akan menyusul Margiono, tapi hari ini, kami benar-benar kehilangan.

Karena Margiono, memanglah wartawan hebat. Tak kalah oleh waktu, pengetahuan, jabatan dan profesionalisme. Di mata saya, sejak mengenalnya 1991, dia seorang yang mampu menerobos dunia jurnalistik hingga puncaknya. Dia seorang wartawan yang gigih, tak pernah menyerah, santun, berkarakter, mengayomi, penghibur, mau berkorban, meski kadang kata-katanya agak nyeleneh.

Sebagai wartawan gigih, tangguh dan tak pernah menyerah, saya tahu Margiono bersama teman-temannya ikut melebarkan sayap Jawa Pos di seluruh pelosok tanah air. Bahkan kemudian, ketika berdiri membangun Harian Rakyat Merdeka, tiang bendera yang dipancangkannya berkibar hingga kini.

Sebagai pemimpin, dia terampil dan tidak pernah menyalahkan siapapun. Dia memimpin organisasi wartawan terbesar dan tertua, nyaris tak ada gugatan. Dia salah satu tonggak dalam mengangkat harkat dan martabat organisasi serta wartawan. Pernah pula Margiono jadi Wakil Ketua Dewan Pers di masa Prof Bagir Manan. Di zamannya, tak pernah ada organisasi lain yang berani mengotak-atik dan mengecilkan peran Dewan Pers.

Memang dia pernah gagal. Tapi itu bukan bidangnya. Bukan profesinya sejak awal. Tahun 2018, dia pernah maju sebagai bupati di daerah kelahirannya. Namun dia dikalahkan oleh seorang yang diduga koruptor. Belakangan dia tersadar, dan balik ke pangkal jalan.

Dan. Sebagai penghibur, saya sudah membuktikan, dia mampu membuat banyak orang tertawa, minimal tersenyum. Ini mungkin bakat alam atau karena dia penyuka grup lawak Srimulat di era muda. Atau pula karena dia seorang dalang yang memiliki selera humor tinggi.

Bahkan, saat menjadi Ketua PWI Pusat, orang selalu menunggu-nunggu pidatonya setiap tahun di HPN. Pidato yang ringan, menyentil, kadang menusuk, tapi bisa membuat orang terbahak, termasuk Presiden RI. Guyonannya, menurut saya, adalah salah satu daya tarik HPN, untuk wartawan tetap hadir.

Kini saya hanya bisa berdoa agar Almarhum husnul khotimah. Diampunkan Alllah dosa-dosanya, dan dibalas segala kebaikannya. Bertetes air mata kesedihan saya, mungkin bisa diteguknya di Surga Allah.

Saya ingin menuliskan juga satu pantun yang disampaikan Margiono pada acara di rumah Gubernur Riau, Anas Makmun. Ketika itu dia mengucapkan terimakasih atas pembangunan Kantor PWI Riau oleh Pemerintah Provinsi Riau (2009-2012) dengan dana hampir 14 miliar rupiah. Kata Margiono; Ikan hiu terjerat ranjau/Thank you Pak Gubernur Riau. ***

H. Dheni Kurnia, Ketua PWI Riau (2007-2017), Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Riau 2017-2022, Ketua JMSI Riau 2020-2025. [ad]

Nasional

Film Sera dan Joan Akan Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Published

on

Yedi Kustanto, Ketua JMSI Pengcab Seluma. (Foto: Ist)

SELUMA, SuaraBorneo.com – Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial berupa Launching Film Daerah bertajuk drama cinta serawai dengan judul Sera dan Joan.

Ketua Pengurus Cabang JMSI Kabupaten Seluma, Yedi Kustanto mengatakan, proses pengerjaan film sudah seratus persen. Tinggal menunggu launching untuk selanjutnya film akan diserahkan ke Pemda Seluma sebagai dokumen Daerah.

“Proses sudah final, tinggal lagi kita pada tanggal 23 malam akan melaksanakan Launching. Selanjutnya karya ini kita persembahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Seluma untuk dijadikan salah satu dokumen daerah,” ujar Yedi.

Film Sera dan Joan ini merupakan karya original anak-anak muda di Kabupaten Seluma, JMSI hanya sebagai fasilitator untuk mewadahi kreatifitas dan karya-karya anak-anak muda Seluma.

“Ini murni karya anak-anak muda kita. Kita akui selama ini anak-anak muda di Seluma memang tidak ada wadah dan support untuk berkarya. Alhamdulillah tahun ini Bupati Seluma support melalui JMSI, produksi film dan lagu daerah terlaksana,” jelas Yedi.

Diel Andika selaku sutradara film daerah ini mengaku cukup puas dengan hasil karya perdana yang di produksi oleh JMSI Kabupaten Seluma ini. Walaupun dikejar deadline, crew dengan semangat kerja siang dan malam akhirnya mampu menyelesaikan film tepat waktu.

“Alhamdulillah cukup puas dengan rentan waktu yang singkat tim bekerja siang malam dan selesai tepat waktu,” sampai Diel.

Pemeran Sera dan Joan sangat antusias melihat hasil akhir film, mereka bangga dan mengaku terharu karena mampersembahkan karya terbaik untuk daerah. Ucapan terima kasih mereka sampaikan kepada Pemda Seluma dan seluruh tim yang telah mensupport proses produksi film ini.

Pemeran Sera dan Joan juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta menyaksikan malam grand launching film daerah ini.

“Kami, sangat bangga dan terharu dengan hasilnya. Tidak disangka, di zaman slogan Seluma Alap ini kami dapat berperan dalam pembuatan film daerah. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruhnya, terkhusus Pemda Seluma. Jangan lupa nonton grand launching Sera dan Joan,” ucap mereka. [ad/rls]

Continue Reading

Nasional

AEM Special Meeting 2022: Mendag Lutfi Pimpin Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN; Waktunya Manfaatkan dan Tingkatkan Relevansi ASEAN

Published

on

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan para Menteri Ekonomi ASEAN dalam AEM Special Meeting di Jimbaran, Bali, Rabu (18/5/2022). (Foto: Kemendag)

JIMBARAN, SuaraBorneo.com – Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dan Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) kembali menggelar pertemuan hari kedua pada AEM Special Meeting di Jimbaran, Bali, hari ini, Rabu (18/5/2022).

Pertemuan fisik dalam format retreat tersebut dipimpin Mendag Lutfi, yang juga merupakan inisiator acara. Selama lebih dari tiga jam pertemuan tersebut dilakukan dalam suasana dialog yang bebas dan informal.

Para Menteri Ekonomi dari 10 negara ASEAN mengedepankan kesatuan pemahaman dan cara pandang untuk semua isu yang dibahas. Mulai dari evaluasi hasil dari KTT Khusus Amerika Serikat (AS)-ASEAN minggu lalu, menganalisis situasi ekonomi dunia, kondisi, tantangan dan prioritas pembagunan masing-masing negara; memperlancar rantai pasokan antarnegara ASEAN; serta memastikan semakin terintegrasinya perekonomian ASEAN terhadap rantai pasok dunia.

Pertemuan khusus tersebut juga membahas proposal kerja sama yang diajukan kawasan ekonomi lainnya. Contohnya sepertI Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang didorong AS, Strategi on IPEF yang didorong Uni Eropa, dan ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF), yang merupakan komitmen bersama ASEAN dalam memulihkan perekonomian kawasan.

Demikian juga evaluasi atas relevansi dan efektivitas dari berbagai aspek yang selama ini menjadi keunikan, keistimewaan, dan kekuatan ASEAN. Seperti yang selama ini dikenal dengan the ASEAN Way yang terdiri dari kesatuan ASEAN (unity), sentralitas ASEAN (centrality) dan komunitas (community) ASEAN.

Selain itu pembahasan juga mencakup penilaian bersama atas the ASEAN Charter, serta perlunya untuk lebih memberdayakan Sekretariat ASEAN.

“Suasana pertemuan yang bebas dan informal menciptakan kebersamaan dan kepercayaan antarnegara anggota ASEAN. Kami mengapresiasi Mendag Lutfi yang telah membuatnya sedemikian rupa,” kata Deputy Secretary-General of ASEAN for ASEAN Economic Community Satvinder Singh.

Mendag Lutfi juga menyampaikan optimismenya bahwa perekonomian ASEAN akan kembali ke kondisi sebelum pandemi. “Kami optimistis bahwa perekonomian ASEAN akan kembali ke kondisi sebelum pandemi, dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) diperkirakan mencapai 4,9 persen pada 2022 dan 5,2 persen pada 2023. Meski demikian, ASEAN harus siap dan waspada terhadap berbagai dinamika global yang dapat berkembang di masa depan. Implementasi dari ACRF perlu dipercepat,” tegas Mendag Lutfi.

Selain itu, Mendag menyampaikan pentingnya mempercepat implementasi secara penuh dan efektif dari persetujuan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sebagai kontributor pemulihan ekonomi dari pandemi.

Pertemuan ini juga memberi arahan terkait isu-isu perubahan iklim dan menjadi wujud upaya komitmen Paris Agreement Under the United Nations Framework Convention on Climate Change.

“Indonesia menekankan komitmennya untuk segera mengimplementasikan RCEP dan menyambut baik soliditas ASEAN dalam menghadapi berbagai isu regional dan global yang berkembang saat ini. Salah satunya, kebijakan terkait lingkungan yang dikeluarkan secara unilateral yang berpotensi menjadi hambatan perdagangan. Sehingga ASEAN perlu mencari langkah kolektif agar agenda terkait lingkungan dan ekonomi dapat berjalan secara berkesinambungan,” tegas Mendag.

Menanggapi keinginan Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk meningkatkan kerja sama dengan kawasan Indo–Pasifik, para Menteri Ekonomi ASEAN menyampaikan pentingnya sentralitas ASEAN dalam membangun arsitektur kawasan yang lebih luas.

Mendag Lutfi menegaskan kembali apa yang sudah diserukan Presiden Jokowi dalam KTT AS-ASEAN minggu lalu mengenai pentingnya menjadikan dokumen ASEAN Outlook on Indo–Pacific (AOIP) sebagai acuan kerja sama ASEAN ke depan.

“AOIP adalah sikap resmi ASEAN untuk membuka seluas-luasnya peluang kerjasama perekonomian dengan kawasan manapun selama dilakukan dengan terbuka dan inklusif. Sudah menjadi karakter utama ASEAN yang selalu mendorong kolaborasi yang bermanfaat dibandingkan persaingan yang sehat. Apalagi rivalitas yang ujungnya hanya mempertajam perbedaan dan membuka potensi konflik,” pungkas Mendag Lutfi. [adv/ad]

Continue Reading

Ekonomi

Indonesia Tuan Rumah AEM Special Meeting di Bali, Mendag Lutfi: Targetnya Pengembangan Ekonomi Kawasan

Published

on

Para Menteri Ekonomi ASEAN peserta Pertemuan ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Special Meeting pada 17–18 Mei 2022 disambut eksotisme tarian tradisional Bali dan hidangan kuliner nusantara yang disuguhkan pada jamuan penyambutan bersama pada Selasa (17/5/2022). (Foto: Kemendag)

JIMBARAN, SuaraBorneo.com – Para Menteri Ekonomi ASEAN telah tiba di Jimbaran, Bali untuk menghadiri Pertemuan ASEAN Economic Ministers’ (AEM) Special Meeting pada 17–18 Mei 2022.

Kehadiran para menteri ekonomi ASEAN disambut eksotisme tarian tradisional Bali dan hidangan kuliner nusantara yang disuguhkan pada jamuan penyambutan bersama pada Selasa (17/5/2022). Pada acara santap malam dimulai, para menteri ekonomi ASEAN menikmati sore dengan pemandangan laut biru yang memukau.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan AEM Special Meeting, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menyambut para menteri ekonomi ASEAN dengan antusias. Selain tarian Bali, para tamu juga menikmati tarian dari berbagai tarian tradisional daerah di Indonesia.

“Sajian tari-tarian tradisional malam ini adalah keinginan menunjukkan keanekaragaman budaya Indonesia sebagai wujud keramahtamahan bangsa kita. Tarian malam ini juga untuk membangun suasana makan malam. Indonesia berharap, Pertemuan AEM Special Meeting kali ini berkontribusi positif bagi pengembangan ekonomi kawasan,” ujar Mendag Lutfi.

Sejumlah tarian tradisional Indonesia ini digelar di acara tersebut untuk memperkenalkan ragam budaya Indonesia. Tari-tarian tradisional yang ditampilkan yaitu Tari Cendrawasih, Tari Bali Panyembrama, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Baris, dan Tari Legong. Tarian tradisional memberikan hiburan kepada para menteri yang hadir sembari menikmati makan malam yang disajikan.

Tari Cendrawasih menjadi tarian pertama yang disajikan. Para penari menggambarkan pesona dan keindahan burung-burung tersebut melalui gerakan-gerakan khas. Tarian selanjutnya adalah Tari Bali Panyembrama yang dibawakan penari-penari perempuan. Tari ini memiliki komposisi dengan gerakan yang menggambarkan penyambutan dewa-dewa yang turun ke kuil.

Tarian berikutnya adalah Tari Oleg Tamulilingan yang bercerita tentang sepasang kumbang jantan dan betina di suatu taman bunga. Dilanjutkan dengan Tari Baris yang menceritakan perjuangan kesatria ke medan perang. Tari Legong menjadi tarian pamungkas yang menutup sesi jamuan penyambutan.

Sedangkan kuliner nusantara yang disajikan yaitu lobster bakar bumbu rujak, sop iga sapi, selat solo, hingga es cendol. Suguhan makanan nusantara disajikan untuk memperkenalkan cita rasa khas kuliner Indonesia.

“Kami berharap, alam yang memukau di Bali, suasana pantai yang menyenangan, tari-tarian tradisional yang menggambarkan budaya bangsa, dan kuliner nusantara dengan cita rasa yang khas dapat memberikan lebih banyak energi dan semangat kepada para menteri ekonomi untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi ASEAN,” pungkas Mendag Lutfi. [adv/ad]

Continue Reading

Ekonomi

Mendag Lutfi Gelar Pertemuan Khusus Menteri Ekonomi ASEAN di Bali

Published

on

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menggelar Pertemuan Khusus Para Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers’ Special Meeting) yang dilaksanakan di Bali pada 17–18 Mei 2022. (Foto: Kemendag)

JIMBARAN, SuaraBorneo.com – Menteri-menteri ekonomi ASEAN, yang Jumat lalu baru kembali dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN–Amerika Serikat (AS), memastikan akan memenuhi undangan untuk menghadiri Pertemuan Khusus Para Menteri Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Ministers’ Special Meeting (AEM Special Meeting) tanggal 17–18 Mei 2022 di Bali.

Pertemuan ini disebut pertemuan khusus karena tidak dijadwalkan sebelumnya dalam agenda resmi ASEAN. Selain itu, pertemuan ini diinisiasi bukan oleh negara pimpinan ASEAN yang saat ini dipegang Kamboja, melainkan inisiatif Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi.

“Dan tentunya khusus karena pertemuan ini adalah kali pertama para menteri ASEAN kembali bertemu secara fisik sejak diterapkannya protokol kesehatan Covid-19 dua setengah tahun silam,” terang Mendag Lutfi menjelaskan.

Mendag Lutfi menyampaikan setidaknya ada tiga alasan strategis utama kenapa pihaknya berinisiatif mengundang para menteri ekonomi ASEAN menghadiri Pertemuan Khusus Para Menteri Ekonomi ASEAN di Bali yang digelar hari ini, Rabu (18/5/2022).

Pertama, menurut Mendag, adalah kesuksesan ASEAN dalam KTT ASEAN–AS minggu lalu ketika Indonesia menjadi negara koordinator ASEAN. Keberhasilan KTT ASEAN–AS minggu lalu adalah momentum penting yang harus segera ditindaklanjuti dengan positif dan konkret.

“Kondisi perekonomian dunia saat ini sangat rapuh dan tidak pasti. ASEAN justru beruntung mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif. Apalagi ASEAN sebagai satu komunitas adalah perekonomian ketujuh terbesar di dunia,” tambah Mendag Lutfi.

KTT ASEAN–AS minggu lalu ditutup dengan pernyataan bersama bahwa kerja sama ASEAN–AS akan ditingkatkan ke level kerja sama ekonomi yang komprehensif untuk ditandatangani pada pertemuan lanjutan di bulan November tahun ini.

Mendag Lutfi menyampaikan alasan kedua yang menjadikan AEM Special Meeting di Bali ini sangat penting.

Menurut Mendag Lutfi, AEM Special Meeting di Bali akan memprioritaskan bagaimana sepuluh negara anggota ASEAN bisa lebih menyatu lagi dalam melindungi pertumbuhan ekonomi ASEAN, sambil meningkatkan integrasi dan kontribusi ASEAN terhadap perekonomian dunia.

“Perekonomian dunia saat ini butuh kisah sukses dan teladan baru, khususnya dalam hal kolaborasi antarnegara untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berorientasi manusia. ASEAN semakin relevan hari ini dan di masa depan bukan untuk menjadi kekuatan ekonomi pesaing baru bagi kekuatan ekonomi besar yang sudah ada seperti AS, Tiongkok, Uni Eropa, dan India. Sebaliknya justru sebagai kekuatan baru yang inklusif dan mampu menjembatani
kekuatan-kekuatan ekonomi dunia. Itulah kelebihan dan warna ASEAN,” tambah Mendag Lutfi.

Alasan ketiga, menurut Mendag Lutfi, lebih simbolis namun tidak kalah strategis. Yaitu untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat ASEAN dan dunia bahwa perekonomian ASEAN mulai mengalami normalisasi dan mulai bangkit dari krisis yang disebabkan pandemi Covid-19.

Mendag Lutfi membenarkan bahwa pemilihan Bali sebagai tuan rumah AEM Special Meeting ditujukan untuk menyampaikan pesan positif, memberikan bukti nyata, sekaligus membangun semangat kebangkitan kepada masyarakat untuk segera menormalisasi aktivitas perekonomian.

Dengan sepakat dan siapnya para menteri ekonomi ASEAN untuk bertemu kembali secara fisik sejak diberlakukannya protokol kesehatan Covid-19, di Bali, Mendag Lutfi bermaksud menyatukan ASEAN dalam satu pesan penting.

“Ketika para pemimpin perekonomian ASEAN sudah bertemu secara fisik sambil menikmati kecantikan Bali, berarti masyarakat bisa kembali bekerja, kembali berkarya, bahkan kembali berwisata di seluruh ASEAN yang punya banyak situs wisata kelas dunia. Intinya, masyarakat yakin bahwa perekonomian ASEAN sudah pulih dan mulai normal.” kata Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi juga mengajak untuk bersama-sama memulihkan perekonomian ASEAN dari wabah ketakutan yang meyakini bahwa arus barang, jasa, dan orang adalah sumber penyebaran penyakit
dan pandemi.

Pasca-AEM Special Meeting, para pemimpin dunia yang sedang bertikai diharapkan sadar bahwa selama persatuan dan perdamaian dijaga, maka kemakmuran dan kerukunan bersama akan tercipta.

“Dan itulah jawaban paling tepat untuk menjaga pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang semakin cepat dan inklusif. Apapun tantangannya,” tegas Mendag Lutfi. [adv/ad]

Continue Reading

Jakarta

Persiapan HUT APEKSI Ke-22, Walikota Eva Dwiana Kunjungan Silaturahmi Ke Kemenpan RB

Published

on

Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana melakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kantor Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) H. Tjahjo Kumolo S.H. (Foto: Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana melakukan Kunjungan Silaturahmi ke Kantor Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Bapak H. Tjahjo Kumolo S.H., pada Selasa, 17 Mei 2022.

Dalam kesempatan ini Walikota Hj. Eva Dwiana melakukan koordinasi dalam rangka membahas undangan kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang ke-22 Tahun dan Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Kegiatan HUT APEKSI yang akan diadakan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung tersebut akan digelar pada tanggal 27 sampai dengan 29 Mei 2022, selain itu juga Walikota Bandar Lampung melakukan kunjungan tersebut terkait Birokrasi pada Mall Pelayanan Terpadu satu atap di Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Turut hadir dalam kegiatan kunjungan ini Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana yang didampingi langsung oleh Inspektur Kota Bandar Lampung, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKAD), dan Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung. [zulhadi]

Continue Reading

Internasional

JMSI Mengapresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol

Published

on

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa diundang secara khusus oleh Dubes Najib untuk memantau jalannya FGD. (Foto: Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com — Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mengapresiasi inisiatif KBRI Madrid dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, membangun poros global dalam mengkampanyekan gerakan moderasi beragama.

Poros Jakarta-Madrid-Abu Dhabi, begitu nama gerakan global tersebut, dideklarasikan Dubes Najib dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di KBRI Madrid, di Calle Agastia, Madrid, pekan lalu (Minggu, 8/5).

FGD dihadiri oleh delegasi Komisi VIII DPRI yang dipimpin ketuanya, Yandri Susanto. Pembicara lain adalah Direktur Masjid Seville Sheikh Ibrahim Hernandez. Ketua Umum JMSI Teguh Santosa diundang secara khusus oleh Dubes Najib untuk memantau jalannya FGD. Begitu juga dengan Direktur Amanat Institute, Fahd Pahdepie, yang kebetulan adalah Bendahara JMSI Jakarta.

Selain Teguh dan Fahd, salah seorang anggota Komisi VIII DPR-RI yang hadir, Lisda Hendrajoni dari Fraksi Partai Nasdem, juga merupakan Ketua Dewan Pembina JMSI Sumatera Barat.

Dubes Najib, memilih Indonesia, Spanyol, dan Uni Emirat Arab, sebagai motor penggerak karena ketiganya dinilai memiliki pengalaman yang kaya dalam mempraktikkan toleransi beragama. Bila pengalaman ini digabungkan maka pengaruh poros gerakan ini akan berdampak secara global pula.

Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia sekaligus negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak dunia. Reputasi umat Muslim Indonesia yang toleran dan damai telah dikenal dunia.

Adapun Spanyol adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik. Negara ini, di masa lalu, merupakan salah satu battle field antara kekuatan Islam dan Katolik yang tengah memperebutkan pengaruh di kawasan. Terlepas dari pengalaman pahit di masa lalu itu, pemerintah dan masyarakat Spanyol umumnya dapat menerima dan menjaga peninggalan-peninggalan peradaban Islam di Andalusia.

Sementara Abu Dhabi dinilai sebagai negara Teluk yang memiliki komitmen besar dalam mensponsori gerakan moderasi beragama di Spanyol. Terutama melalui Yayasan Kebudayaan Islam dan Toleransi Beragama yang dipimpin Jumaa Al Kaabi dan kantor pusatnya berada di Madrid.

Teguh Santosa yang baru tiba di tanah air dari perjalanan ke Spanyol itu mengatakan, salah satu hal yang dibahas dan diperbincangkan dalam FGD itu adalah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang memungkinkan individu warga dunia terlibat dalam berbagai diskursus dan perbincangan termasuk mengenai isu agama.

Tidak jarang, perbincangan di dunia maya yang telah menjadi platform arus utama dilakukan dengan serampangan dan juga didasarkan pada kebencian-kebencian yang diangkat dari cerita-cerita di masa lalu. Bahkan tidak sedikit pula yang dibumbui informasi keliru dan hoax.

“Maka disadari (dalam FGD tersebut) bahwa media massa profesional berbasis internet atau media digital adalah kekuatan yang signifikan dalam menangkal hal-hal destruktif yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab melalui platform digital,” ujar Teguh Santosa yang juga dosen Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dalam keterangannya.

Teguh juga mengingatkan, sudah menjadi kewajiban bagi pengelola ruang redaksi media siber anggota JMSI untuk memperhatikan topik keberagaman dan moderasi beragama.

“Beberapa waktu lalu komunitas pers nasional juga telah merumuskan Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman yang secara prinsip memiliki semangat yang sama dengan Poros Jakarta-Madrid-Abu Dhabi,” ujar Teguh lagi.

Dalam kesempatan ini, Teguh berpesan kepada pengelola ruang redaksi media siber anggota JMSI untuk mempelajari Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman itu. [ad/rls]

Continue Reading

Jakarta

Wujudkan Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha Penuhi Kebutuhan Migor Curah Rp 14 Ribu Agar Tepat Sasaran, Mendag Lutfi: Program Migor Rakyat Manfaatkan Teknologi Digital

Published

on

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan meninjau pelaksanaan Program MigorRakyat di Jakarta, Selasa (17/5/2022). (Foto: Kemendag)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Kementerian Perdagangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara bersinergi dengan pelaku bisnis gorengan Program Migor Rakyat pada hari ini, Selasa (17/5/2022).

Program bertujuan agar penjualan minyak goreng curah dengan harga Rp 14.000/liter dapat tepat sasaran, yaitu untuk masyarakat berpendapatan rendah.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian pengusaha migor untuk rakyat. Sepenuhnya dijalankan melalui proses bisnis antara distributor minyak goreng dengan para pengecer atau pelaku usaha kecil. Tidak ada subsidi minyak goreng untuk para pengusaha dan pada waktunya akan menjadi suatu terobosan bisnis model baru,” ujar Mendag Lutfi saat meninjau implementasi program di Jakarta pada Selasa (17/5/2022).

Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan menjelaskan, Program Migor Rakyat pada transaksi eceran langsung kepada penerima manfaat, yaitu kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Implementasi dilaksanakan oleh pelaku usaha minyak goreng menggunakan teknologi aplikasi digital untuk memastikan penjualan migor curah Rp 14.000/liter tepat sasaran. Para pengecer akan melakukan penjualan kepada masyarakat sebanyak 1 atau 2 liter per hari berbasis kartu identitas atau KTP.

“Daftar lokasi penjualan (titik jual) Program Migor Rakyat yang menggunakan platform Gurih Indomarko dan Warung Pangan ID Food dapat diakses oleh siapa saja. Saat ini sudah ada 1200 lokasiyang tersebar di lima provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara. Dalam waktu dekat, jumlahnya akan menjadi 10.000 lokasi di seluruh Indonesia,” terang Oke. [adv/ad]

Continue Reading

Jakarta

Jalankan Arahan Presiden, Mendag Lutfi Bahas Pemulihan Ekonomi Kawasan Bersama Negara-Negara ASEAN

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menghadiri kegiatan Indonesia Ministers Meeting with the United States Business Leaders di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022). (Foto: Kemendag)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terbang ke Washington DC untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN–Amerika Serikat (AS) 11–13 Mei 2022 di AS.

Selama KTT, Mendag Lutfi melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan sejumlah negara ASEAN membahas agenda pemulihan ekonomi kawasan akibat pandemi Covid-19.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Minggu (15/5/2022), Presiden Joko Widodo di KTT Khusus ASEAN–AS juga didampingi Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani. Di depan para pemimpin negara ASEAN dan AS, Jumat (13/5/2022), kata Mendag Lutfi, Presiden Joko Widodo menyerukan penghentian perang di Ukraina sekarang juga.

“Bapak Presiden memandang perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Kenaikan harga pangan, energi dan inflasi telah terjadi, sangat memperberat perekonomian dan memperlambat tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang,” tegas Mendag Lutfi.

Dikatakan Mendag Lutfi, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa saat ini dunia sedang mengalami masalah baru yang tidak ringan. Setelah diserang pandemi Covid-19 yang kini berangsur mulai membaik, dunia dikejutkan oleh masalah perang Rusia–Ukraina. Ditegaskan Mendag Lutfi, Pesiden Joko Widodo menentang terjadinya peperangan ini.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mendampingi Presiden RI, Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Amerika Serikat di Washington D.C, Amerika Serikat, Jumat (13/5/2022). (Foto: Kemendag)

“Presiden Joko Widodo menegaskan seharusnya dunia segera pulih dari pandemi Covid-19, namun dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” kata Mendag Lutfi, menyampaikan pernyataan Presiden.

“Penekanannya adalah pada besarnya pengaruh AS, Eropa dalam menghentikan perang di Ukraina. Sekali lagi perang, bukan memenangkan perang di Ukraina,” tegas Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menuturkan Presiden Jokowi menegaskan bahwa perang tidak akan menguntungkan siapa pun. “Bapak Presiden menegaskan bahwa setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan dan perdamaian dapat terwujud,” ujarnya.

Saat ini, kondisi pertumbuhan ekonomi dunia cukup memadai. Dana Moneter Internasional atau IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dimuncul dan berkembang di Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Bank Dunia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hanya 1,2 persen.

“Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kenaikan 10 persen harga minyak dunia akan berdampak pada menurunnya pendapatan nasional beberapa negara ASEAN sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum juga akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen di sebagian negara ASEAN,” tutur Mendag Lutfi.

Selama ini, ASEAN telah membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong kebiasaan habit of dialogue dan rule based prder. Spirit tersebut juga didorong agar bisa dilaksanakan di negara-negara Indo-Pasifik melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pasifik.

Ditegaskan Mendag Luthfi, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika Serikat melalui Indo-Kerangka Ekonomi Pasifik (IPEF).

“Presiden berharap sinergi antara IPEF dengan prioritas kerjasama di AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific),” kata Mendag Luthfi.

Dikatakan Mendag Luthfi, Presiden Joko Widodo berencana melakukan Indo-Infrastructure Forum saat Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun depan. “Bapak Presiden berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut,” tutur Mendag Lutfi.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo, Mendag Lutfi menggelar ASEAN Economic Ministers (AEM) Special Meeting di Bali pada 17–18 Mei 2022 mendatang. [adv/ad]

Continue Reading

Internasional

Indonesia Targetkan Naik Kelas Jadi Negara Maju, Mendag Lutfi: ASEAN Harus Kompak Respon Perkembangan Ekonomi Dunia

Published

on

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Kamboja, Pan Sorasak di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022). (Foto: Kemendag)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Pada hari kedua Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) khusus ASEAN-Amerika Serikat, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa penguatan ASEAN merupakan kunci dari pertumbuhan ekonomi kawasan.

Penegasan disampaikan Mendag Lutfi usai pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Kamboja Pan Sorasak dan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Dato’ Seri Mohamed Azmin Ali.

Pertemuan bilateral dilaksanakan dihari kedua KTT khusus ASEAN-Amerika Serikat yang berlangsung 11-13 Mei 2022.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Sabtu (14/5/2022), menyebutkan pertemuan bilateral juga membahas rangkaian Pertemuan Spesial ASEAN Economic Ministers (AEM) yang akan dilaksanakan pada 17—18 Mei 2022 mendatang di Bali, Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Mendag Lutfi juga membahas kondisi ekonomi global saat ini, antara lain terkait peningkatan proteksionisme era modern, peningkatan inflasi pascakonflik Rusia-Ukraina yang memicu krisis energi dan inflasi harga dunia, serta peningkatan ketidakpercayaan dunia terhadap sistem perdagangan multilateral yang telah memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Selain itu, dibahas juga berbagai agenda yang ditawarkan oleh negara-negara ekonomi besar seperti Indo-Pacific Economic Forum (IPEF) oleh Amerika Serikat, European Union Indo-Pasific Strategy oleh Uni Eropa, Belt Road Initiatives (BRI) oleh Tiongkok, serta kebijakan seperti EU Green Deal dan UK Environmental Act (Due Diligence on Forest Risk Commodities).

Mendag Lutfi menekankan, rantai pasok di ASEAN akan sangat terganggu di masa mendatang apabila ASEAN tidak segera merespon berbagai perkembangan situasi ekonomi dunia yang terjadi dewasa ini.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia, Dato’ Seri Mohamed Azmin Ali di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022). (Foto: Kemendag)

“ASEAN perlu segera mengambil aksi nyata untuk memperkuat posisi sentralitas ASEAN melalui berbagai inisiatif berbasis proyek dan merevitalisasi ASEAN sebagai basis produksi dalam penguatan rantai pasok ekonomi di kawasan,” tegas Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi memandang penguatan ekonomi harus berasal dari dalam ASEAN. ASEAN memiliki berbagai dalam isiatif bersama yang perlu direvitalisasi seperti proyek pupuk Aceh ASEAN, proyek Urea ASEAN di Malaysia, proyek fabrikasi tembaga ASEAN di Filipina, proyek abu soda garam batu di Thailand, serta proyek vaksin ASEAN di Singapura.

“Untuk itu, ASEAN perlu meningkatkan proyek-proyek serupa di masa mendatang sehingga dapat memperkuat ketangguhan ASEAN terhadap berbagai agenda atau kebijakan negara lain yang dapat mengganggu rantai pasok di kawasan,” ungkap Mendeg Lutfi.

Pandangan singkat Mendag Lutfi mendapat tanggapan positif dari Menteri Sorasak dan Menteri Azmin yang juga berpandangan sama.
Menteri Sorasak, selaku ketua AEM tahun ini akan mendukung pelaksanaan AEM Special Meeting yang akan dilaksanakan di Bali dan akan mengupayakan terbentuknya kesepakatan yang lebih konkrit dari seluruh Menteri Ekonomi ASEAN dalam merespon perkembangan ekonomi global saat ini.

Pada hari yang sama, Mendag Lutfi juga menghadiri kegiatan Indonesia Ministers Meeting with Pemimpin Bisnis Amerika Serikat yang diinisiasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pertemuan ini menghadirkan 12 pimpinan perusahaan-perusahaan besar AmerikaSerikat antara lain Microsoft, Cargill, P&G, Johnson&Johnson, Chevron, Exxonmobil, dan C4V.

Pada pertemuan ini, Mendag Lutfi menyampaikan, Indonesia menargetkan keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah melalui pelipattigaan produk domestik bruto (GDP) per kapita dari USD 4,000 menjadi sekitar USD 12,500 pada periode 2038—2040. Dalam mencapai target ini, peningkatan investasi infrastruktur secara masif menjadi kunci utama Pemerintah Indonesia. Untuk menunjang pencapaian tersebut, Indonesia mendukung keterbukaan akses pasar perdagangan internasional.

“Peningkatan investasi diharapkan dapat mendukung tujuan besar Pemerintah Indonesia untuk keluar dari status negara dengan pendapatan menengah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum,” tutup Mendag Luthfi. [adv/ad]

Continue Reading

Umum

Populer