Camat Talisayan Tinjau Kondisi Jembatan Yang Sangat Memprihatinkan – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-12

Umum

Camat Talisayan Tinjau Kondisi Jembatan Yang Sangat Memprihatinkan

Published

on

Camat Talisayan, Ahmad Juhri saat meninjau jembatan. (Foto/Ist)

TALISAYAN, SuaraBorneo.com – Dengan adanya laporan masyarakat, mengenai jembatan Talisayan yang sudah sangat memprihatinkan. Camat Talisayan turun langsung meninjau kondisi jembatan saat ini, Senin 14 februari 2022.

yang hadir memantau langsung Camat Talisayan, beserta staf Kecamatan, Masyarakat yang beraktivitas di area jambatan Talisayan.

“Camat Talisayan, Ahmad Juhri mengatakan kepada Media Suara Borneo, ini kami sudah melihat langsung, ternyata memang benar sudah patah besinya. dan sebagian tengah ini, lantai-lantainya besinya sudah turun . dan ini kami akan sampaikan ke PU kabupaten, untuk menyapaikan lagi ke provinsi.

Setelah ini peninjau, kami menghubungi PU Kabupaten   untuk minta penjelasan, dan mohon di sampaikan ke provinsi agar jembatan ini segerah di perbaiki.

Kaena ini patah besinya dan sudah terturun, dan juga membahayakan Masyarakat di bawah dan yang lewat melitasi jembatan. yang di hawatirkan besinya jatuh menimpah Masyarakat.

Dan nanti kita melaporkan ini, dan bersama-sama Masyarakat mengawal proses perbaikan jembatan. agar bisa terlaksana dengan cepat dan lebih baik lagi, agar Masyarakat nanti bisa tenang, jaman melewati jambatan ini Ucap Ahmad Juhri Camat Talisayan.

“Kami selaku Masyarakat yang berdomisili di sini , kami merasa was-was hendak melewati jembatan . Karna jembatanya goyang-goyang apabila ada kendaraan yang lewat. dan kami juga yang berprofesi Nelayan, melewati di bawa jembatan hawatir jangan sampai besi yang patah itu jatuh menimpah kami,” ucap Masyarakat. (Ynr)

Umum

Menimang PJ Wako dan Bupati Kampar

Published

on

Catatan H. Dheni Kurnia

TEMAN saya seorang walikota. Dia mengatakan, jadi walikota itu tak enak. “Saya menyesal,” katanya. Saya terkejut. Loh, kenapa Abang dulu maju jadi walikota. Berapa uang yang dihabiskan sampai terpilih?

Dia gelak mengekeh. Tapi walau tidak enak, aku mau maju lagi. Mau dua priode, katanya. Saya makin heran. Lalu dia menjawab; “Karena jadi walikota itu sungguh sangat enak. Menyesal kalau saya tak jadi lagi.”

Kali ini kami tertawa berdua. Menurut saya, itu candaan yang tidak lucu. Tapi bagi teman saya itu, tampaknya jadi walikota adalah sebuah prestise dan kebanggan. Dia sangat bangga jadi walikota, meski dia harus menghadapi banyak tantangan tak selesai serta berbagai pengorbanan untuk menang.

Seorang teman saya (juga) jadi bupati di sebuah kabupaten di Riau. Meski dia mantan pesuruh, tapi kini gayanya tak macam pembantu lagi. Dia sering kunjungan kerja. Acap jumpa gubernur dan menteri, bahkan presiden RI. Mobilnya keren, meski minyaknya ditanggung pemerintah. Kemana pergi selalu punya ajudan. Sebagian masyarakat pun memuja-muja dia separuh mati.

“Saya sebenarnya gak punya cita-cita jadi bupati. Dulu saya mau jadi pedagang beras saja. Hidup aman dan bebas. Tapi teman-teman dan masyarakat terus mendorong saya. Ya, saya coba-coba uji nyali. Saya maju dan menang,” ujarnya dengan bangga.

Kali ini saya tertawa ngakak. Menurut saya, pernyataan ini lucu sekali. Sangat aneh dan dibuat-buat, terkesan sederhana dan main-main. Tapi mengantarkan dia jadi bupati. Tabeklah!

Saya cerita walikota dan bupati, karena akhir-akhir ini nama pejabat (PJ) bupati Kampar dan Walikota Pekanbaru segera diumumkan. Karena jabatan keduanya akan berakhir 22 Mei 2022, sementara pemilihan serentak baru 2024.

Jadi ada waktu 2 tahun lebih lagi menjadi pejabat. Konon, nama PJ itu sudah disetujui dan ditandatangani Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Katanya, nama tersebut sudah diteken lebih cepat, sebab Mendagri nak berangkat ke luar negeri. Tapi nama-nama ini, belum sampai ke Riau.

Sebelumnya, sesuai aturan, Gubernur Riau Syamsuar, mengajukan tiga nama untuk PJ Wako Pekanbaru dan tiga nama untuk PJ bupati Kampar. Tapi kabar yang berkembang, tidak nama yang dikirimkan yang akan dipilih. Jelas ini tak sesuai dengan ekspetasi gubernur.

Syamsuar jadi kaget. Saya juga. Tapi untuk tertawa ngakak, saya kurang berani. Karena setahu saya, nama-nama yang dikirim ke mendagri adalah orang-orang hebat dan sudah teruji kemampuannya. Mereka adalah para eselon dua yang notabene adalah petinggi di kabinet Syamsuar.

Menurut cerita, mendagri lebih memilih pejabat lain, yang juga punya jabatan eselon dua, anak buah Gubernur Riau Syamsuar. Entah bagaimana nama mereka bisa muncul. Mungkin mereka melobi sendiri ke Pusat atau malah mereka saudara dekatnya
“Orang Pusat”.

Secara moral, mereka adalah orang Syamsuar. Namun, nama mereka tak tertera dalam daftar. Andailah nanti mereka benar-benar ditunjuk Mendagri, apa mereka tidak risih dan malu. Apalagi beralasan macam-macam. Yang jelas, menurut saya mereka ini adalah “bawahan” yang melawan toke. Tak bermoral dan tak punya muka malu.

Kabar ini merebak cepat. Pro dan kontra bermunculan, seperti tendawan tumbuh di hutan lembab. Ada yang menyebut, nama yang diajukan Syamsuar tidak terampil dan punya masalah. Ada pula yang bilang ini haknya Mendagri sesuai Permendagri No. 1 tahun 2018, tentang kepala daerah. Tak sedikit yang beranggapan, keputusan Mendagri tersebut, menabrak otonomi daerah.

Memang, sejauh ini ada provinsi yang ditolak Mendagri pengajuan pejabat yang diajukan gubernur. Sumatera Barat, Jawa Barat serta Jawa Tengah misalnya. Gubernur Sumbar kecewa. Begitu juga Jawa Barat. Tiga paket calon PJ yang diusulkan Gubernur Ridwan Kamil untuk Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Bekasi ditolak dan diganti. Ridwan meradang, tapi tak bisa berbuat apa-apa.

Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo, memilih “diam karung” atau kalem saja, meski dia kader PDIP.
Enam kabupaten dan kota yang akan dipimpin PJ di Jateng adalah; Kabupaten, Banjarnegara, Batang, Jepara, Pati, Cilacap, Brebes dan Kota Salatiga. Tapi tak semua diakomodir.

Bagaimana dengan Riau? Tampaknya, meski masyarakat panas bergejolak atau dingin bersarung, Gubernur Syamsuar tampaknya memilih arif saja. Tak tampak arus kekecewaan di wajahnya, meski menurut saya pasti dia kecewa dan direndahkan.

Sebagai orang Melayu dia memilih bijak. Layaknya sultan-sultan di Riau zaman dulu; Tak emas, bungkal diasah, tak kayu jejang dibelah. Andai yang dia ajukan beda dengan putusan Mendagri, mungkin dia akan memilih diam. Tapi dia pasti punya cara lain untuk memperlakukan pilihan itu.

Halnya mengenai Permendagri No.1 tahun 2018, pasal 5, ayat 3 yang menyebut PJ kepala daerah bisa diangkat Mendagri di luar yang diusulkan, Syamsuar saya kira juga tidak mempermasalahkannya. Meski maksud Permendagri itu, bukan seperti yang dibicarakan banyak pihak selama ini.

Setelah saya baca, Permendagi No. 1 tahun 2018 tersebut, mengatur tentang penunjukan kepala daerah jika Gubernur sedang cuti panjang. Mendagri berhak menunjuk penggantinya atau pejabat yang di bawahnya. Dengan alasan, agar lebih “leluasa” berkomunikasi dengan pusat.

Ketika hal ini ditanyakan kepada Gubernur Syamsuar, dia menyebut; “Kami belum tahu menahu soal nama yang akhirnya disetujui Mendagri sebagai PJ walikota Pekanbaru dan bupati Kampar,” katanya singkat

Sedang Kepala Biro Tata Pemerintahan Setdaprov Riau, Firdaus, kepada wartawan mengatakan, Mendagri memang sedang kunjungan kerja ke luar negeri. Surat Keputusan (SK) calon PJ kedua kepala daerah sudah ditandatanganinya. Namun Pemprov Riau belum mendapatkan perintah untuk menjemput SK tersebut.

Mengenai kebenaran tentang PJ Walikota Pekanbaru dan Bupati Kampar bukan orang yang ditunjuk gubernur, Firdaus mengatakan tak tahu, karena belum melihat SK-nya. Katanya lagi, SK itu berkemungkinan diserahkan Selasa 17 Mei 2022 ini, atau beberapa hari sebelum jabatan walikota dan bupati berakhir.

“Tugas kami hanya mengantarkan usulan dari Gubernur dan mengambil SK kalau sudah diperintahkan,” ujarnya. Tugas yang sederhana sekali. Menurut saya, tak ada keberanian Firdaus untuk mempertanyakan kepada Mendagri, siapa yang akhirnya di-SK-kan. Mungkin Firdaus takut pula melawan induk semangnya.

Dari tiga nama yang diajukan Gubernur, saya menilai H. Masyrul Kasmi layak dipilih menjadi PJ Walikota Pekanbaru. Salah seorang Asisten Sekdaprov ini, pantas dipilih karena memiliki pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Hanya saja kemudian dia diisukan terlibat dalam kasus Jembatan Dorak, ketika dia menjadi Wakil Bupati Kepulauan Meranti.

Sedangkan untuk calon Pj Bupati Kampar layak disandang Imron Rosadi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Tapi kabarnya, tokoh-tokoh dari Kampar, menganggap dia kurang cergas dan menginginkan pihak yang “sepenciuman” dengan mereka.

Begitulah! Sebenarnya, menjadi PJ Wako Pekanbaru atau bupati Kampar itu bukanlah pekerjaan semudah membalik daun pisang. Diperlukan sosok yang benar-benar berpihak kepada masyarakat. Bukan pesanan atau sesuai keinginan seseorang saja atau pula kelompok tertentu. Dan saya melihat, Gubernur Syamsuar sudah paham betul mengenai hal ini.

Saya kurang yakin, orang yang ditunjuk Pemerintah Pusat mengerti persoalan di daerah, meski dia dari Riau ini juga. Ada yang lebih faham dan mengerti tentang tata pemerintahan dan bisa mencari solusi serta bekerja sama dengan pemimpin daerah lainnya. Dan seharusnya pemerintah pusat faham juga masalah ini.

Karena menjadi walikota atau bupati, bukan karena enaknya saja, atau karena coba-coba, atau pula pendekatan sana-sini lalu terpilih. Dia haruslah orang yang paham dan loyal pada aturan, masyarakat dan orang yang lebih tinggi darinya.

Walikota dan bupati, menurut saya, harus menerima jabatan dan keberadaan gubernur. Begitu pula gubernur harus mengakui keputusan menterinya. Kuncinya, memang saling terkait dan saling menghargai.

Apa jadinya kalau sama keras dan sama adu kepala. Sama-sama rusak dan sama-sama bubar kerjasama yang dibangun sesuai aturan dan harapan masyarakat. Mari kita menimang-nimangnya dengan kepala yang cerdas. Kalau ini masih tetap terjadi, mari pula kita sama-sama tertawa terkekeh-kekeh, sambil menyaksikan kisah lucu dan lawak-lawak saja. [ad/rls]

Dheni Kurnia: Pemimpin Redaksi Harian Vokal, Ketua JMSI Riau dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Riau.

Continue Reading

Internasional

JMSI Mengapresiasi Inisiatif KBRI Madrid dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol

Published

on

Ketua Umum JMSI Teguh Santosa diundang secara khusus oleh Dubes Najib untuk memantau jalannya FGD. (Foto: Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com — Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) mengapresiasi inisiatif KBRI Madrid dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, membangun poros global dalam mengkampanyekan gerakan moderasi beragama.

Poros Jakarta-Madrid-Abu Dhabi, begitu nama gerakan global tersebut, dideklarasikan Dubes Najib dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di KBRI Madrid, di Calle Agastia, Madrid, pekan lalu (Minggu, 8/5).

FGD dihadiri oleh delegasi Komisi VIII DPRI yang dipimpin ketuanya, Yandri Susanto. Pembicara lain adalah Direktur Masjid Seville Sheikh Ibrahim Hernandez. Ketua Umum JMSI Teguh Santosa diundang secara khusus oleh Dubes Najib untuk memantau jalannya FGD. Begitu juga dengan Direktur Amanat Institute, Fahd Pahdepie, yang kebetulan adalah Bendahara JMSI Jakarta.

Selain Teguh dan Fahd, salah seorang anggota Komisi VIII DPR-RI yang hadir, Lisda Hendrajoni dari Fraksi Partai Nasdem, juga merupakan Ketua Dewan Pembina JMSI Sumatera Barat.

Dubes Najib, memilih Indonesia, Spanyol, dan Uni Emirat Arab, sebagai motor penggerak karena ketiganya dinilai memiliki pengalaman yang kaya dalam mempraktikkan toleransi beragama. Bila pengalaman ini digabungkan maka pengaruh poros gerakan ini akan berdampak secara global pula.

Indonesia merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia sekaligus negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbanyak dunia. Reputasi umat Muslim Indonesia yang toleran dan damai telah dikenal dunia.

Adapun Spanyol adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik. Negara ini, di masa lalu, merupakan salah satu battle field antara kekuatan Islam dan Katolik yang tengah memperebutkan pengaruh di kawasan. Terlepas dari pengalaman pahit di masa lalu itu, pemerintah dan masyarakat Spanyol umumnya dapat menerima dan menjaga peninggalan-peninggalan peradaban Islam di Andalusia.

Sementara Abu Dhabi dinilai sebagai negara Teluk yang memiliki komitmen besar dalam mensponsori gerakan moderasi beragama di Spanyol. Terutama melalui Yayasan Kebudayaan Islam dan Toleransi Beragama yang dipimpin Jumaa Al Kaabi dan kantor pusatnya berada di Madrid.

Teguh Santosa yang baru tiba di tanah air dari perjalanan ke Spanyol itu mengatakan, salah satu hal yang dibahas dan diperbincangkan dalam FGD itu adalah perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang memungkinkan individu warga dunia terlibat dalam berbagai diskursus dan perbincangan termasuk mengenai isu agama.

Tidak jarang, perbincangan di dunia maya yang telah menjadi platform arus utama dilakukan dengan serampangan dan juga didasarkan pada kebencian-kebencian yang diangkat dari cerita-cerita di masa lalu. Bahkan tidak sedikit pula yang dibumbui informasi keliru dan hoax.

“Maka disadari (dalam FGD tersebut) bahwa media massa profesional berbasis internet atau media digital adalah kekuatan yang signifikan dalam menangkal hal-hal destruktif yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab melalui platform digital,” ujar Teguh Santosa yang juga dosen Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, dalam keterangannya.

Teguh juga mengingatkan, sudah menjadi kewajiban bagi pengelola ruang redaksi media siber anggota JMSI untuk memperhatikan topik keberagaman dan moderasi beragama.

“Beberapa waktu lalu komunitas pers nasional juga telah merumuskan Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman yang secara prinsip memiliki semangat yang sama dengan Poros Jakarta-Madrid-Abu Dhabi,” ujar Teguh lagi.

Dalam kesempatan ini, Teguh berpesan kepada pengelola ruang redaksi media siber anggota JMSI untuk mempelajari Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman itu. [ad/rls]

Continue Reading

Kalbar

Polisi Bersama Warga Perbaiki Lantai Jembatan

Published

on

Polisi turun tangan bantu warga perbaiki jembatan rusak. (Foto: Ist) 

MELAWI, SuaraBorneo.com – Infrastruktur jembatan salah satu urat nadi bagi warga sekitar, guna memperlancar akses Polisi turun tangan membantu warga dengan kegiatan gotong royong bersama salah satunya perbaikan jembatan gantung Desa Nanga Sokan menuju Desa Muara Tanjung, Selasa (17/05/2022).

Perbaikan dilakukan pada bagian lantai jembatan yang telah patah maupun rapuh.

jembatan gantung penghubung Desa Nanga Sokan menuju Desa Muara Tanjung ini merupakan jembatan kayu yang sudah mulai rapuh sehingga perlu diadakan perbaikan ataupun pergantian papan lantai demi keamanan dan kenyamanan warga masyarakat saat melintas.

“Mengingat jembatan ini merupakan akses jalan utama yang biasa digunakan warga, Kita harus melakukan perbaikan demi keamanan dan kenyamanan,” jelas Ipda Suyono.

Dengan gotong royong dan kerjasama dalam setiap kegiatan diharapkan dapat menumbuhkan rasa dan sikap saling tolong-menolong, sukarela, saling membantu, dan memiliki sifat kekeluargaan, sehingga budaya ini tumbuh dan berkembang tanpa terkikis oleh zaman,” ungkapnya.

“Ini adalah kegiatan yang sangat baik untuk memupuk rasa persaudaraan dan persatuan antar masyarakat. Dan juga merupakan momen yang sangat baik untuk Polsek Sokan dalam mendekatkan diri kepada masyarakat binaannya,” ujarnya.

perbaikan jembatan tersebut guna memberikan ketenangan kepada masyarakat yang melewati jembatan gantung ini sehingga tidak ada lagi perasaan was-was akan keamanan dalam menyeberang.

“Kami berharap kepada Warga Masyarakat untuk dapat sama-sama menjaga kamtibmas dengan aktif serta dapat menginformasikan kepada petugas Kepolisian jika terjadi permasalahan. Apabila menemukan segala bentuk tindak pidana ataupun gangguan kamtibmas, segera menghubungi kantor Polisi atau Polsek terdekat untuk ditindaklanjuti dengan cepat,” tambahnya. (io/Okta)

Continue Reading

Kaltara

dr H Khairul Silaturahmi Bersama Ketua RT Sekota Tarakan Barat

Published

on

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, menghadiri kegiatan Halal Bihalal. (Foto: Ist) 

KALTARA, SuaraBorneo.com – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang diinisiasi oleh Ketua RT se-Kelurahan Tarakan Barat, /5),

Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Futsal Hotel Mutiara Jl.Hasanuddin 1 RT.26 Kel.Karang Anyar Pantai dan dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Tarakan Dapil Tarakan Barat, Camat, Danramil, Kapolsek, Lurah se-Tarakan Barat, dan para Ketua RT se-Tarakan Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh komponen masyarakat, termasuk Ketua RT, yang bersama dengan seluruh penyelenggara pemerintahan telah mewujudkan kondisi yang kondusif di Kota Tarakan.

Termasuk pada Hari Raya Idul Fitri dan bulan Ramadhan yang baru saja berlalu ketika umat Islam di Kota Tarakan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, nyaman, dan khusyuk.

Ia pun mengajak semuanya untuk terus menjaga persatuan, “mari mempererat persaudaraan dan silaturahmi. RT bersatu, maju bersama, pasti bisa,” ajaknya. [mdd]

Continue Reading

Jakarta

Wujudkan Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha Penuhi Kebutuhan Migor Curah Rp 14 Ribu Agar Tepat Sasaran, Mendag Lutfi: Program Migor Rakyat Manfaatkan Teknologi Digital

Published

on

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan meninjau pelaksanaan Program MigorRakyat di Jakarta, Selasa (17/5/2022). (Foto: Kemendag)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Kementerian Perdagangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara bersinergi dengan pelaku bisnis gorengan Program Migor Rakyat pada hari ini, Selasa (17/5/2022).

Program bertujuan agar penjualan minyak goreng curah dengan harga Rp 14.000/liter dapat tepat sasaran, yaitu untuk masyarakat berpendapatan rendah.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian pengusaha migor untuk rakyat. Sepenuhnya dijalankan melalui proses bisnis antara distributor minyak goreng dengan para pengecer atau pelaku usaha kecil. Tidak ada subsidi minyak goreng untuk para pengusaha dan pada waktunya akan menjadi suatu terobosan bisnis model baru,” ujar Mendag Lutfi saat meninjau implementasi program di Jakarta pada Selasa (17/5/2022).

Sementara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan menjelaskan, Program Migor Rakyat pada transaksi eceran langsung kepada penerima manfaat, yaitu kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Implementasi dilaksanakan oleh pelaku usaha minyak goreng menggunakan teknologi aplikasi digital untuk memastikan penjualan migor curah Rp 14.000/liter tepat sasaran. Para pengecer akan melakukan penjualan kepada masyarakat sebanyak 1 atau 2 liter per hari berbasis kartu identitas atau KTP.

“Daftar lokasi penjualan (titik jual) Program Migor Rakyat yang menggunakan platform Gurih Indomarko dan Warung Pangan ID Food dapat diakses oleh siapa saja. Saat ini sudah ada 1200 lokasiyang tersebar di lima provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara. Dalam waktu dekat, jumlahnya akan menjadi 10.000 lokasi di seluruh Indonesia,” terang Oke. [adv/ad]

Continue Reading

Umum

Melipat Sarung

Published

on

Oleh Wina Armada Sukardi

Subuh ini, seperti juga subuh-subuh tahun sebelumnya, aku bersiap sholat subuh di rumah, bersama isteri. Seperti biasanya pula, sebelum sholat subuh, aku siap-siap memakai sarung. Setelah sarung terpakai, aku lihat masih banyak sudut sarung yang tidak rapi. Aku bongkar kembali, dan mulai memakai sarung dari awal. Kali ini, setelah sarung terpakai, sudut sarung sudah rapi, namun terlihat motif garis sarung belum lurus dan belum selaras. Aku lepas lagi, dan berhati-hati sarung aku pakai dengan memperhatikan sudut-sudutnya agar tertata rapi. Motif garis telah tampil sesuai disain sarung. Merek sarung aku buat tepat terletak di bagian tengah bawah depan. Banyak orang yang meletakan merek sarung di bagian bawah belakang, sehingga terlihat jelas dari jemaah di belakangnya. Sedang aku menukar letak merek menjadi di depan.

Setelah dipasang ulang, kini motif garis – garis di kain sarung sudah lurus, tidak bengkok, selaras dan tidak terlipat-lipat. Letak bagian bawah sarung tepat sedikit di atas mata kaki. Ujung-ujung bagian bawah sarung pun telah sama rata. Rapi sudah. Barulah aku siap sholat subuh.

Kendati aku sholat subuh di rumah hanya berdua isteri, bahkan terkadang sholat subuh sendiri, karena mungkin isteri sedang sakit perut, atau ada di kamar lain, aku selalu tetap memperhatikan kerapian memakai sarung.

Begitulah, busana sholat subuh yang aku pakai setiap hari aku upayakan serapi mungkin.

Lho kok begitu? Bukankah tak ada orang lain yang melihat? Lalu buat apa berapi-rapi kalau tidak ada orang yang melihat, tidak ada interaksi sosial dengan masyarakat?
Bagiku, ini bukan persoalan ada orang lihat atau tidak lihat. Ini persoalan pengagungan simbolik kepada Allah. Rasa hormat kepada Tuhan. Ini salah satu wujud ketaatan dan kepatuhan simbolik aku kepada Alah. Kepada Tuhan.

Berbeda dengan waktu sholat lainnya, saat sholat subuh kita belum disibukan dengan pelbagai kegiatan lain. Jadi, kita dapat mempersiapkan diri sholat subuh sejak awal dengan bebas, tanpa ada, atau belum ada, gangguan kegiatan lain. Manakala kita melakukan sholat subuh, maka itulah kegiatan awal kita. Disinilah sebagai wujud pengagungan , penghormatan dan pengakuan kita kepada Tuhan, aku memberikan kepada Allah sesuatu yang terbaik. Sesuatu yang optimal dari diri hamba ini.

Berbeda dengan waktu sholat lain, yang mungkin kita sudah berinteraksi dengan orang, lingkungan dan aktivitas kita lainnya, sehingga kita boleh jadi sudah dalam kondisi yang tidak prima, busana pun sudah kurang rapi atau telah berubah karena banyak aktivitas, di waktu subuh semuanya masih mulai dari awal. Mulai dari kosong. Kita masih dapat menata diri memberikan yang terbaik kepada Sang Pencipta, di waktu kegiatan pertama kita pada setiap harinya.
Kerapian penampilan di saat sholat subuh, adalah bagian dari eskpresi ketaaatan dan kepatuhan aku kepada Tuhan. Bagian dari kekaguman aku kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagian dari proses pengagungan dan pemujaanku kepada Allah. Bagaian dari tanda penghormatan simbolik seorang hamba kepada Sang Pencipa Alam Semesta.
Jangan keliru, Allah tidak membutuhkan penampilan busana rapi dan terbaik dari kita. Siapa saja yang sholat subuh dengan khusuk, kemungkinan dapat diterima Allah. Mau busana seperti apa, sepanjang memenuhi syarat-syarat syariah, bagi Allah tak soal. Tuhan Maha Pemurah Pengasig lagi Penyayang. Alah Maha Berkuasa. Alllah tidak membutuhkan apa-apa dari kita. Sebaliknya, justeru kitalah yang membutuhkan Alllah.

Jiwa dan hati kitalah yang memerlukan pengabdian kepada Allah. Dalam kontek inilah, aku menempatkan Allah dalam posisi Yang Maha Agung. Yang Maha Tinggi. Oleh karena itulah, aku merasa perlu menghormati Tuhan secara optimal, setidaknya pada sholat subuh.

Pemasangan sarung yang tertata dengan rapi, motif sarung yang dibuat serasi dan sudut-sudutnya yang tanpa cela, merupakan sebuah bukti dari diriku, aku ingin memberikan yang terbaik manakala di subuh hari saat diriku menghadap kepada Tuhan Yang Maha Tinggi.

Jika kita diangkat jadi menteri, dirjen, sekjen, anggota DPR, komisioner lembaga negara, bahkan menjadi eselon 2 atau 3 Apratur Sipil Negara ( ASN) saat bakal dilantik, kita berupaya memilih busana yang sebaik mungkin. Demikian pula andai waktu kita diminta menghadap pejabat tinggi, kita berupaya membawa diri dengan sebaik mungkin termasuk, antara lain, lewat penampilan busana yang cocok. Aku bertanya-tanya pada diri sendiri, kenapa sewaktu sholat subuh, kita juga tidak memberikan yang terbaik kepada Allah? Bagi aku , setidaknya pada sholat subuh di rumah, aku membcoba memberikan yang terbaik. Diriku membutuhkan hal itu sebagai salah satu cara mengabdi pada Zat yang jiwaku ada dalam genggamNYA. Salah satu mekanisme simbolik aku menghormati Allah.
Lagi pula hal itu sangat bermaanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan memeriksa sudut-sudut dan lipatan sarung agar sarung menjadi rapi dan serasi, membawa banyak dampak positif pada kehidupan dan penghidupan nyata. Sering sebuah persoalan tidak selesai, ternyata penyebabnya, antara lain, ada satu atau dua sudut-sudut persoalan yang tidak terjamah oleh kita, karena kita meremehkannya, padahal sudut-sudut itu malah menentukan, sehingga walaupun sudah diupayakan perbaikan, tetapi hasilnya masih belum tuntas. Rupanya kita sering lupa melihat sudut-sudut kecil persoalan yang perlu dirapikan agar persoalannya selesai. Maka merapikan sudut-sudut sarung waktu sholat subuh, membuat kita terbiasa menyelami hampir setiap sudut kebidupan dan penghidupan, sehingga ketika ada persoalan, kita tak melupakan sudut-sudut masalah yang mungkin biasanya terabaikan.
Demikian pula memperhatikan keserasian sarung sesuai disainnya, mengajarkan dalam kehidupan nyata agar kita tidak melupakan faktor keserasian dan fungsi-fungsi yang ada. Keserasian sesuai fungsi-fungsinya secara proposional merupakan salah sayu faktor penting dalam memecahkan persoalan nyata dalam kehidupan dan penghidupan.

Pelipatan dan pemakian sarung di sholat subuh mendidik karakter seperti itu.
Memberikan penampilan yang rapi bagi Alllah bukan hanya menciptakan kebiasaan fisik yang cermat, melainkan juga yang lebih penting melatih kebiasaan cara berpikir kita yang lebih detail, lebih cermat dan lebih konprehensif. Kita dibimbing untuk berpikir baik dari aspek markro maupun mikro, serta kombinasi antara makro dan mikro. Sebuah manfaat yang penting buat kita, khususnya buat diriku pribadi.

Sebelum pandemi covid-19, aku hampir setiap hari sholat subuh di mesjid yang letaknya cuma “sejengkalan” dari rumah. Itulah sebabnya Pak Uztad , pimpinan mesjid di dekat rumahku , sering menyebut diriku “jemaah subuh.” Ini lantaran aku kebanyakan hanya sholat subuh di mesjid dekat rumah. Setelah subuh , karena berbagai kegiatan sehari-hari di luar rumah, pulang ke rumah sudah malam, sehingga tak mungkin lagi sholat di mesjid.

Sejak pandemi covid-19 merebak, lantaran berbagai faktor alasan, aku sementara berhenti sholat subuh berjemaah di mesjid lagi. Tentu ada kerinduan untuk segera dapat sholat subuh di mesjid lagi. Nanti mungkin kalau lebih memungkinkan, aku insyaalah kembali sholat subuh di mesjid.

Jika aku sholat subuh di mesjid pun, biasanya aku juga mengenakan busana yang serasi. Jika baju koko putih, contohnya, dikombinasikan dengan busana lain yang menunjang penampilan baju koko putih. Kalau warna baju biru, misalnya, dapat divariasikan dengan bawahan biru juga, tetapi warnanya lebih tua. Bahkan aku sering mengenakan busana berunsur tradisional atau ethik. Tentu dengan kombinasi yang serasi dan aktratif.

Baik sholat subuh di rumah maupun sholat subuh di mesjid prinsipnya sama: jika memungkinkan aku bakal mengenakan busana menarik, serasi dan terutama kalau memakai sarung yang rapi.

Bukan, ini bukan supaya dilihat oleh orang lain, terutama oleh umat yang ikut sholat. Ini penghormatan simbolik kepada Allah. Pengagungan simbolik untuk Allah. Di awal kegiatan kita, pada sholat subuh, aku inginkan dan memberikan yang terbaik dan paling rapi buat Allah. Akulah yang memerlukan Allah, bukan Allah yang memerlukan Aku. Akulah yang memiliki kebutuhan untuk memberikan yang optimal kepada Tuhan, bukan Tuhan yang memerlukan aku. Jiwaku yang terpanggil mengabdi kepada Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam membuat aku merasa sejauh mungkin memberikan yang terbaik buat Allah.
Aku tahu manusia sumber khilaf. Aku tahu, aku tidak dapat memberikan yang terbaik sepanjang hari, tetapi setidaknya di sholat subuh, aku telah berupaya melakukannya.
Tabik***

Jakarta, medio Mei 2022

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Wabup Syamsuri Arsyad Pimpin Rapat Kerja DHC dan DHR 45 Pertama Kalinya

Published

on

Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, S.AP, MA, dalam kesempatannya membuka rapat kerja Dewan Harian Cabang Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan (DHC 45) dan Dewan Harian Ranting (DHR 45) se-Kab. HSS. (Foto: Ist)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Rapat kerja idealnya untuk membicarakan program yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan dan terlaksana dalam rangka pembinaan berorganisasi, karena bagaimanapun organisasi yang kita lakoni seidealnya itu berjalan sebagaimana mestinya.

Demikian sepotong sambutan Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, S.AP, MA, dalam kesempatannya membuka rapat kerja Dewan Harian Cabang Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan (DHC 45) dan Dewan Harian Ranting (DHR 45) se-Kab. HSS. Bertempat di Cottage Tanuhi Gunung Kantawan, Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado. Pada Senin (16/05/2022).

Kegiatan rapat ini dimulai dengan pemaparan program kerja yang akan dilaksanakan DHC 45 Kab. HSS oleh Syakhril Anwar selaku Sekertaris DHC 45 Kab. HSS. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan program kerja per-Kecamatan oleh pengurus atau perwakilan DHC 45 Kecamatan terkait program yang akan dilaksanakan di Kecamatannya masing – masing.

Ditemui seusai rapat, dalam wawancaranya Wabup Syamsuri Arsyad, S.AP, MA yang juga selaku Ketua Umum DHC 45 Kab. HSS menjelaskan kegiatan ini adalah yang pertama dilaksanakannya rapat kerja oleh DHC 45 Kab. HSS. Rapat kerja ini sendiri mempunyai untuk menyamakan persepsi untuk program – program di tahun 2022.

Wabup mengharapkan dengan dilaksanakannya rapat kerja ini masing – masing DHR akan membuat program sesuai dengan kondisi di Kecamatannya.

“Program itu menyentuh tentang bagaimana pewarisan nilai – nilai Kejuangan 45. Kita menyediakan dana yang kita alokasikan dari dana hibah yang diberikan oleh Pemerintah Daerah,” jelas Wabup HSS.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan bahwa rapat hari ini telah menyepakati beberapa program yang akan dilaksanakan di tingkat Kabupaten. Sementara untuk di tingkat Kecamatan usulannya akan dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut.

Dalam kesempatan ini Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati HSS Drs. H. Achmad Fikry, M.AP sebagai pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kab. HSS yang telah memberikan dana hibah kepada DHC 45 Kab. HSS yang ditaksir sebesar 350 juta rupiah.

“Insyaallah dana – dana ini akan kami gunakan sebaik – baiknya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami sebagai organisasi yang diberikan kewenangan untuk pewarisan Nilai Kejuangan 45,” tutupnnya, [adv-hss]

Continue Reading

Jakarta

Jalankan Arahan Presiden, Mendag Lutfi Bahas Pemulihan Ekonomi Kawasan Bersama Negara-Negara ASEAN

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menghadiri kegiatan Indonesia Ministers Meeting with the United States Business Leaders di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12/5/2022). (Foto: Kemendag)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi terbang ke Washington DC untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN–Amerika Serikat (AS) 11–13 Mei 2022 di AS.

Selama KTT, Mendag Lutfi melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan sejumlah negara ASEAN membahas agenda pemulihan ekonomi kawasan akibat pandemi Covid-19.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Minggu (15/5/2022), Presiden Joko Widodo di KTT Khusus ASEAN–AS juga didampingi Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi dan Duta Besar RI untuk AS Rosan Roeslani. Di depan para pemimpin negara ASEAN dan AS, Jumat (13/5/2022), kata Mendag Lutfi, Presiden Joko Widodo menyerukan penghentian perang di Ukraina sekarang juga.

“Bapak Presiden memandang perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Kenaikan harga pangan, energi dan inflasi telah terjadi, sangat memperberat perekonomian dan memperlambat tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang,” tegas Mendag Lutfi.

Dikatakan Mendag Lutfi, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa saat ini dunia sedang mengalami masalah baru yang tidak ringan. Setelah diserang pandemi Covid-19 yang kini berangsur mulai membaik, dunia dikejutkan oleh masalah perang Rusia–Ukraina. Ditegaskan Mendag Lutfi, Pesiden Joko Widodo menentang terjadinya peperangan ini.

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mendampingi Presiden RI, Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Amerika Serikat di Washington D.C, Amerika Serikat, Jumat (13/5/2022). (Foto: Kemendag)

“Presiden Joko Widodo menegaskan seharusnya dunia segera pulih dari pandemi Covid-19, namun dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” kata Mendag Lutfi, menyampaikan pernyataan Presiden.

“Penekanannya adalah pada besarnya pengaruh AS, Eropa dalam menghentikan perang di Ukraina. Sekali lagi perang, bukan memenangkan perang di Ukraina,” tegas Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menuturkan Presiden Jokowi menegaskan bahwa perang tidak akan menguntungkan siapa pun. “Bapak Presiden menegaskan bahwa setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan dan perdamaian dapat terwujud,” ujarnya.

Saat ini, kondisi pertumbuhan ekonomi dunia cukup memadai. Dana Moneter Internasional atau IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dimuncul dan berkembang di Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Bank Dunia juga memprediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hanya 1,2 persen.

“Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kenaikan 10 persen harga minyak dunia akan berdampak pada menurunnya pendapatan nasional beberapa negara ASEAN sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum juga akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen di sebagian negara ASEAN,” tutur Mendag Lutfi.

Selama ini, ASEAN telah membangun arsitektur keamanan yang inklusif, mengedepankan paradigma kolaborasi, mendorong kebiasaan habit of dialogue dan rule based prder. Spirit tersebut juga didorong agar bisa dilaksanakan di negara-negara Indo-Pasifik melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pasifik.

Ditegaskan Mendag Luthfi, Presiden Jokowi menyambut baik inisiatif Amerika Serikat melalui Indo-Kerangka Ekonomi Pasifik (IPEF).

“Presiden berharap sinergi antara IPEF dengan prioritas kerjasama di AOIP (ASEAN Outlook on the Indo-Pacific),” kata Mendag Luthfi.

Dikatakan Mendag Luthfi, Presiden Joko Widodo berencana melakukan Indo-Infrastructure Forum saat Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun depan. “Bapak Presiden berharap partisipasi Amerika Serikat dalam forum tersebut,” tutur Mendag Lutfi.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo, Mendag Lutfi menggelar ASEAN Economic Ministers (AEM) Special Meeting di Bali pada 17–18 Mei 2022 mendatang. [adv/ad]

Continue Reading

Banten

Tia Rahmania, M.Psi Pisikolog Selaku Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Menghadiri Halal Bihalal di Pandeglang

Published

on

Acara halal bihalal DPC PDI Perjuangan bersama Pengurus DPC Bamusi Kabupaten Pandeglang. (Foto:ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – DPC PDI Perjuangan melaksanakan halal bihalal bersama para Pengurus DPC Bamusi kabupaten pandeglang, bertempat di Majlis Daar-el Mutafaa’ilin Alhadziq kampung Lewiliang desa Kananga kecamatan Menes. Sabtu (14/05/2022).

Acara tersebut dihadiri oleh ketua Bamusi DPC pandeglang, Kh. Tb Asep saepurohman, SH.I Wakil ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Tia Rahmania, M.Psi, Pisikolog dan Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pandeglang yang mewakili Sekertaris Syaeful Bachri, juga Para pengurus jajaran bamusi Pandeglang.

Acara berjalan dengan lancar dan penuh hikmat, yang di hadiri oleh jajaran pengurus bamusi kabupaten Pandeglang karan bamusi adalah bagian keluarga dari sayap-sayap PDI Perjuangan.

Ketua DPC Bamusi pandeglang Asep Saepurohman, SH.I mengatakan dalam sambutannya, berterimakasih Kepada Semua pengurus bamusi yang sudah menyempatkan waktunya hadir disini dalam rangka Halal bihalal untuk mempererat silaturahmi dan tali persaudaraan kita semuanya terutama Pengurus Bamusi dan pengurus PDI perjuangan di kabupaten pandeglang.

“Selain itu Pengurus DPC PDI Perjuangan yang mewakili Sekertaris Syaeful Bachri juga Mengatakan dalam sambutannya, ini adalah momentum bagi kita, agar Pengurus DPC PDI Perjuangan bersama Bamusi untuk selalu menjalin silaturahmi dengan baik, karna bamusi adalah sayap-sayap Partai PDI Perjuangan, untuk sama-sama kita menjaga kedaulatan NKRI dan menangkal berita-berita Hoax yang saat ini marak terjadi, dan bamusi pandeglang adalah pejuang dakwah PDI perjuangan, untuk meluruskan Adanya Paham-paham radikalisme di tanah air khusunya di pandeglang,” ungkapnya.

Selain itu Wakil ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten Tia Rahmania, M.Psi, Pisikolog juga mengatakan Dalam sambutannya, sangat berterimakasih kepada pengurus bamusi yang hadir disini, dalam rangka Halal bihalal, untuk saling memaafkan, karna kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.

“Semoga kita selalu menjaga kekompakan dan gotong royong, untuk bersatu dalam bingkei NKRI harga mati, dan saya berharap semoga Para pengurus bamusi pandeglang menjadi kekuatan PDI Perjuangan terutama di bidang dakwah, untuk menjadi sayap utama PDI perjuangan, dalam menangakal segala macam-macam yang akan mengadu domba terutama dari segi paham radikalisme, yang terpenting agar selalu memberikan trobosan dan dedikasi yang tinggi terhadap ajaran islam yang rahmatan lil’alamin,” pungkasnya. [Irvan]

Continue Reading

Populer