Apes! Jual Sabu Sama Polisi, Dua Warga Perbaungan Diringkus – SuaraBorneo.com
Connect with us

KrimHum

Apes! Jual Sabu Sama Polisi, Dua Warga Perbaungan Diringkus

Published

on

Kedua tersangka diamankan ke Mako Polres Sergai. (Foto : Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com – Satres Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengungkap kasus Narkotika jenis Sabu dengan cara undercover, dengan lokasi di Lingkungan Pasiran Desa Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (06/3/2022) malam kemarin.

Akhirnya petugas berhasil mengamankan dua tersangka diketahui bernama Ihsan (37) warga Lingkungan Pasiran Desa Simpang tiga pekan Kecamatan Perbaungan. Kemudian juga diringkus Sudianto alias Aken alias Lau Kok (51) warga Jalan Garuda Gg. Pek kong No. 50 Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan.

Ditemukan barang bukti dari Ihsan berupa 1 ( satu ) helai plastik ukuran sedang yang berisikan diduga Narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1.36 gram.

Sedangkan barang bukti dari tersangka Sudianto berupa 2 ( dua ) helai plastik ukuran besar yg berisikan diduga Narkotika jenis sabu dengan berat brutto 39.06 gram, 1 ( satu ) buah timbangan elektrik, 1 ( satu ) plastik klip transparan ukuran kecil kosong, 1 ( satu ) ball plastik klip transparan ukuran besar kosong, 1 ( satu ) buah pipet yang diruncingkan sebagai sekop, uang Rp 200.000,- dan 1 ( satu ) buah botol minuman warna pink.

Menurut Kapolres Sergai AKBP Dr Ali Machfud, SIK, MIK, melalui Kasat Narkoba AKP Juriadi kepada media ini Rabu (9/3/2022) menyampaikan giat ini menindaklanjuti informasi dari masyarakat tentang tempat yang sering dijadikan sebagai tempat penjualan narkotika jenis sabu di Lingkungan Pasiran Desa Simpang Tiga Pekan, Perbaungan.

Setelah mengetahui TKP, Tim Satres Narkoba langsung melakukan undercover untuk membeli diduga narkotika jenis sabu, ketika tim bertemu orang yang akan menjual narkotika jenis sabu tersebut maka langsung dilakukan penangkapan dan berhasil ditangkap mengaku bernama Ihsan.

“Dari tangannya disita 1 (satu) paket diduga Narkoba jenis sabu yang diakuinya miliknya yang didapat dari orang bernama Sudianto yang tinggal di Jalan Garuda gang Pekong nomor 50 Desa Citaman Jernih,” jelas Kasat.

Kemudian, kata AKP Juriadi, dilakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka Sudianto berikut sejumlah barang bukti. Hasil Introgasi Sudianto mengakui ada menjualkan narkoba jenis sabu kepada tersangka Ihsan.

“Selanjutnya kedua tersangka berikut barang bukti tersebut dibawa ke Mako Sat Narkoba guna proses sidik lanjut,” pungkas Kasat Res Narkoba Polres Sergai. (ynr)

Bagikan ke

KrimHum

Bukan Bebas Demi Hukum, Iptu Supriadi Masih Dalam Tahanan Poldasu

Published

on

Ranto Sibarani, S.H. Kuasa hukum Afnir alias Menir korban penipuan. (Foto/Ist)

MEDAN, SuaraBorneo.com – Ranto Sibarani, S.H. Kuasa hukum Afnir alias Menir korban penipuan masuk Akpol, membantah informasi yang beredar terkait bebas demi hukum Iptu Supriadi.

Sebelumnya, Iptu Supriadi ditetapkan oleh Polda Sumatera Utara (Sumut) sebagai tersangka atas turut sertanya yang bersangkutan dalam dugaan penipuan penggelapan masuk Akpol yang diduga dilakukan oleh Nina Wati atau yang dikenal dengan Bunda Nina.

Kepada wartawan, Sabtu (8/6/2014) Ranto Sibarani SH mengatakan bahwa Iptu Supriadi tidak bebas demi hukum sebagaimana narasi yang dibangun oleh oknum tertentu melainkan bebas karena ditangguhkan penahanannya oleh Pihak Polda Sumut berdasarkan permohonan keluarganya.

“Menurut informasi yang kami terima dari Penyidik, benar bahwa Iptu. Supriadi dikeluarkan dari tahanan karena ditangguhkan oleh Pihak Polda Sumut berdasarkan permohonan Keluarganya, jadi bukan karena bebas demi hukum. Bebas demi hukum atau istilah lainnya (Ipso Jure) artinya bebas dengan sendirinya, padahal yang bersangkutan bebas karena bermohon,” jelas Ranto.

Lebih lanjut Ranto menjelaskan status Iptu Supriadi sebagai tersangka tetap melekat padanya.

“Iptu Supriadi tetap menjadi tersangka, bahkan menurut informasi yang kami terima bahwa Iptu Supriadi kembali dijemput dan dilanjutkan penahanannya di Propam Polda Sumut,” sebutnya.

Namun, kami minta wartawan mengkonfirmasi kembali hal tersebut kepada pihak Poldasu dan kepada yang bersangkutan, bilang Ranto Sibarani SH.

Untuk itu, Ranto Sibarani meminta masyarakat tidak terkecoh dengan postingan-postingan oknum tertentu di media sosial yang menyesatkan dan tidak bertanggungjawab, yang seakan-akan memframing seseorang tidak bersalah dan bebas demi hukum.

Ranto, biasa disapa, juga menyampaikan “Sebaiknya para rekan advokat yang menjadi kuasa hukum fokus membela hak-hak kliennya, bukan malah berkoar-koar di media sosial menyatakan kliennya bebas demi hukum.

Padahal hanya ditangguhkan, yang mana hal tersebut malah merugikan kliennya sendiri. Bijaklah menggunakan media sosial, jangan membangun narasi yang merendahkan orang lain maupun Penyidik yang ujungnya akan merugikan kliennya sendiri,” paparnya.

Lebih jauh Ranto menjelaskan bahwa laporan Kliennya terhadap Nina Wati dan Iptu Supriadi terkait dugaan pidana penipuan penggelapan masuk Akpol sampai saat ini masih jalan terus.

Bahkan status keduanya sebagai tersangka tetap disandang yang bersangkutan.

“Nina Wati masih tersangka dan saat ini masih dalam penahanan pihak Poldasu atas Laporan korban lainnya yang bernama Henri Dumanter.

Sama halnya laporan klien kami (Afnir) tetap ditindaklanjuti Polda Sumut, hanya saja pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang sampai saat ini menyatakan berkas Nina Wati belum lengkap atau belum P21, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Tentu harus dikonfirmasi kepada pihak Kejatisu, namun kami percaya pihak penyidik Poldasu masih bekerja keras dan berupaya memenuhi semua petunjuk Kejaksaan, semoga segera P21 oleh Jaksa, tutup Ranto. (NR)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Ketua DPRD Kalsel : Selalu Terulang Lagi, Walaupun Pelaku Kasus Narkoba Sudah Ditangkap

Published

on

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H Supian HK. (Foto: Leon/Koranbanjar.net)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sudah tak terhitung keberhasilan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba di Kalimantan Selatan, pelakunya pun sudah banyak tertangkap, namun kenyataannya peredaran narkoba di Bumi Lambung Mangkurat hingga saat ini belum berkurang bahkan semakin merajalela.

Hingga hal ini menjadi pemikiran serius semua pihak dan berbagai elemen masyarakat salah satunya adalah Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H Supian HK.

“Aparat penegak hukum khususnya kepolisian selalu berhasil mengamankan pelaku kasus narkoba baik yang datang dari lintas laut, udara, maupun darat. Tetapi nyatanya keberhasilan ini beriringan dengan peredarannya yang terjadi berulang-ulang, ada apa ini,” beber Supian HK, Senin ( 27/5/2024) di Banjarmasin. (Sumber : Koranbanjar.net)

Bahkan pelakunya seakan tidak kapok-kapoknya menjalankan maupun menggunakan barang haram tersebut sehingga hukuman penjara tidak membuat efek jera bagi mereka.

Oleh karenanya, tugas dan tanggungjawab memberantas peredaran narkoba bukan hanya diserahkan kepada para penegak hukum. Tetapi berbagai elemen masyarakat, terutama para pemuda dan lebih khusus orang tua.

“Harapan kami bagaimana memutus benang merahnya itu,” ucapnya.

Selain itu kami meminta kepada para anggota dewan atau wakil rakyat di DPRD Kalsel apabila setiap kegiatan reses agar disampaikan kepada masyarakat khususnya di daerah pemilihnya (dapil) mengenai pengetahuan dan bahaya narkoba.

“Karena narkoba adalah musuh tidak terlihat, beda dengan penjajah musuhnya terlihat nyata. Ini lah racun yang merusak generasi-anak bangsa kita,” tandasnya.

Peredaran narkoba di Kalsel ternyata masih marak terjadi bahkan seakan penjara tak membuat efek jera bagi pelakunya.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto mengakui ada beberapa kemungkinan terjadi. Diantaranya, hukuman bervariatif yang diberikan kepada pelakunya. Bahkan ada pelaku dengan barang bukti berupa sabu-sabu dengan jumlah besar namun hukuman yang diterima bisa dibilang masih ringan.

Sementara sudah jelas tercantum dalam pasal narkotika bahwa pelaku kasus narkoba dengan barang bukti lebih dari 1 kilogram akan diancam hukuman mati.

Sedangkan pelaku dengan barang bukti di bawah satu kilogram atau bagi pelaku penyalahgunaan narkoba, hukumannya dinilai cukup tinggi.

Inilah salah satu faktor penyebab masih masifnya peredaran narkoba di bumi Lambung Mangkurat ini.

“Kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi,” ujar Kapolda Winarto Senin (20/5/2024) lalu saat berada di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Walaupun pihaknya bersama jajaran penegak hukum lainnya sudah berusaha semaksimal mungkin bagaimana memberikan hukuman supaya menjadikan efek jera bagi pelakunya atau pengedar narkoba.

Bukan hanya penegak hukum, peran semua elemen masyarakat juga diharapkan untuk mengurangi peredaran barang haram tersebut di banua ini.

“Kita harus berbuat apa yang ada di wilayah kita, sudah berusaha mendeteksi menekan seminimal mungkin barang-barang ini (narkoba) ke wilayah kita, oleh karena itu sambungnya dalam memberantas peredaran narkoba sampai ke akarnya Polda Kalsel tidak dapat bekerja sendiri,” pungkasnya. (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Dua Pria Spesialis Pembobol Sekolahan di Banjarmasin Akhirnya Ditangkap

Published

on

Dua Pria Spesialis Curi Sekolahan di Banjarmasin Akhirnya Ditangkap Polis. (Foto/Media Humas Polri||Banjarmasin)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Polsek Polsek Banjarmasin Timur berhasil mengungkap pencurian spesialis sekolahan yang terjadi di wilayah hukumnya.

Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Syuaib Abdullah, S.IK, MH melalui Kasi Humas Aiptu Triyanto SH menyampaikan, kasus pencurian barang-barang inventaris sekolah pada hari Minggu tanggal 21 April 2024 dan Minggu tanggal 30 April 2024 di SMP Negeri 16 Banjarmasin.

“Atas kejadian tersebut pihak sekolah mengalami kerugian sekitar Rp. 39.500.000,- dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarmasin Timur,” katanya.

Setelah menerima laporan tersebut maka Unit Opsnal Reskrim Polsek Banjarmasin Timur dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Partogi Hutahaean melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku inisial SYD dan AR, setelah sebelumnya pada tanggal 7 Mei 2024 pelaku SYD tertangkap warga saat akan melakukan pencurian di MA Darul Imad Taibah Raya Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar dan diamankan ke Polsek Kertak Hanyar Polres Banjar.

Menurut pengakuan tersangka SYD bahwa ia melakukan pencurian tersebut bersama dengan tetangganya yang masih sepupunya an. AR, kemudian setelah dilakukan pengejaran akhirnya pada hari Sabtu tanggal 18 Mei 2024 pelaku an. AR berhasil diamankan oleh petugas Opsnal Reskrim Polsek Banjarmasin Timur.

Polsek Banjarmasin Timur di rumahnya di daerah Tatah Layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar.

Dari penangkapan tersangka SYD dan AR tersebut ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah proyektor merk Epson, 2 (dua) buah laptop dan 1 (satu) buah notebook serta 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio.

“Atas perbuatan kedua tersangka tersebut maka pelaku an. SYD ditahan di Rutan Polsek Kertak Hanyar dan AR ditahan di Rutan Polsek Banjarmasin Polsek Banjarmasin Timur dan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan acaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Pemusnahan Barbuk Narkoba, Gubernur Apresiasi Kinerja Polda Kalsel

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah mengapresiasi jajaran Polda Kalsel atas Pemusnahan Barang Bukti Narkoba. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin, melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Husnul Khatimah mengapresiasi jajaran Polda Kalsel atas Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika Ditresnarkoba Polda Kalsel hasil Ops Antik Intan 2024 di aula Mathilda Polda Kalsel, Selasa (4/6).

“Pemusnahan ini tentunya membuat kita bergembira karena puluhan dan bahkan hingga ratusan ribu warga Kalsel bisa terselamatkan, di sisi lain kita juga prihatin karena banyaknya barang bukti ini bahwa peredaran narkoba di Banua belum bisa dihentikan,” ungkap Paman Birin melalui Husnul Khatimah.

Paman Birin berharap, seluruh pihak agar lebih aktif dan bersinergi dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba di Banua.

“Mari kita galakan pemberantasan narkoba di Banua, dengan semangat ‘Hajar Narkoba’ untuk menyelamatkan Kalsel dari peredaran Narkoba, jangan sampai generasi kita hancur karena Narkoba,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolda Kalsel melalui Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Kelana Jaya mengatakan, perang terhadap peredaran narkoba terus dikuatkan dengan harapan semua pihak dan masyarakat dapat terlibat berkontribusi memberikan informasi.

“Selain penegakan hukum, tentunya upaya pencegahan juga penting dimana masyarakat dapat melindungi diri sendiri dan orang di sekitarnya dari godaan mengonsumsi narkoba,” ucapnya.

Untuk diketahui, barang bukti yang dimusnahkan yakni 14.399,67 gram Sabu, 407 setengah butir XTC, 35,64 gram serbuk XTC, dan 411,68 gram Ganja, pemusnahan ini juga menghadirkan 32 orang tersangka yang merupakan dari 22 kasus. [ad/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Bengkayang

Miris! Diajak ke Penginapan, Siswi SD Disetubuhi

Published

on

Korban berinisial ES (13) pelecehan seksual. (Foto/Ist)

BENGKAYANG, Suaraborneo.com – Nasib naas menimpa Seorang siswi kelas 6 SD berumur 13 tahun berinisial (ES) di desa Sekaruh, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat.

Pasalnya (ES) harus dilarikan kerumah sakit Drs Jacobus Luna karena mengalami kesakitan kekerasan seksual yang dilakukan dari sejumlah pelaku orang dewasa.

ES mendapat perawatan medis secara intensif karena alami sakit berat pada bagian alat vital.

Kronologis kasus persetubuhan tubuh berawal korban dan pelaku menonton hiburan Band pesta perkawinan di dusun Sayung Desa Darma Bahkti kecamatan Reriak pada 27 mei 2024 lalu.

Mirisnya dari lokasi pertemuan awal di tempat hiburan band pelaku membawa korban ke sebuah penginapan di kota Bengkayang.

Menurut pengakuan korban dalam penginapan tersebut pelaku yang melakukan persetubuhan tubuh terhadap dirinya sebanyak tiga orang.

“Saat kejadian dalam kamar penginapan pelaku ketiganya melakukan aksi persetubuhan dan saya sempat teriak untuk meminta pertolongan namun mulut dan kaki tanggan di pasung,” ungkapnya.

Korban juga menceritakan sebelum mendapat perlakukan itu pelaku memintanya untuk minum alkohol.

“Ya sempat dipaksa minum alkohol oleh pelaku tapi saya tetap menolak paksaan mereka,” jelasnya.

Sementara menurut orang tua korban (W) menceritakan kejadian perlakuan tidak senonoh terhadap anaknya, setelah ia meminta anaknya menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Dari cerita anaknya atau korban, W mendapat informasi dari anaknya mengalami sakit dibagian alat vital, orang tua korban mencurigai sakit yang dialami anaknya.

“Saya menanyakan ke anak saya, kenapa kamu menangis terus saya lihat ada bekas merah-merah bagian telinga, saya mencurigai hal itu pasti ada perlakuan yang tidak,” ungkapnya.

Lanjut,W ibu korban mengatakan anaknya menggalami pendarahan dibagian alat vital.

“Saya bertanya ke anak saya, ada kah kamu dengan laki-laki? ananknya atau korban menjawab ia,” cerita ibu korban.

Lalu saya tanya juga sampai berdarah ndak nak lalu dijawab anaknya berdarah,” kata W ibu Korban setelah mengetahui pengakuaan anaknya ibu korban membawa anaknya rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

“Mengetahui itu saya langsung nangis kemudian korban langsung saya bawa kerumah sakit untuk berobat, awalnya dibawa ke Puskesmas Ttriak namun dari Puskesmas anak saya dirujuk kerumah sakit Drs Jacobus Luna,” ungkap ibu Korban dengan sedih.

Menurut ibu korban, setalah mengetahui kejadian itu pihaknya langsung melapor kasus kekerasan seksual ke Polres Bengkayang.

Ia berharap pelaku yang melakukan kekerasan seksual terhadap anaknya yang masih dibawah umur segera ditangkap oleh pihak yang berwajib dan mendapat hukumnan sesuai aturan yang berlaku. (RB)

Bagikan ke
Continue Reading

KrimHum

Polisi Tanjung Beringin Amankan Terduga Pelaku Pencurian Vario

Published

on

Polsek Tanjung Beringin, Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku pencurian berinisial MIH (31). (Foto/Ist)

SERGAI, SuaraBorneo.com – Polsek Tanjung Beringin, Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku pencurian berinisial MIH (31), warga Dusun III Buantan Desa Pekan Tanjungberingin, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai.

MIH merupakan terduga pelaku pencurian di kediaman Joko Irawan (43) di Dusun III Buantan Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai yang diketahui terjadi Selasa (21/5/2024) sekira pukul 05.30 WIB.

Dalam aksinya tersebut, pelaku berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor jenis matic dan dua unit handphone milik korban. Merasa keberatan, korban selanjutnya membuat laporan pengaduan ke Polsek Tanjung Beringin sesuai laporan polisi nomor LP/B/14/V/2024/SPK/Polsek Tanjung Beringin/Polres Sergai/Polda Sumut.

“Pelaku MIH ditangkap siang tadi sekira pukul 11.30 WIB di Dusun I Bogak Pangkal Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai,” ungkap Kapolsek Tanjung Beringin AKP Tobat Sihombing melalui Ps Kasi Humas Polres Sergai, Iptu Edward Sidauruk, Selasa (21/5/2024) sore.

Edward menjelaskan, penangkapan pelaku berawal Tim Unit Reskrim Polsek Tanjung Beringin mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya sepeda motor jenis matic yang terpakir di belakang salah satu gereja yang ada di Dusun I Bogak Pangkal Desa Pematang Kuala.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Beringin, Ipda Ismail Har bersama tim Opsnal, dan korban yang saat itu sedang membuat laporan pengaduan di Polsek Tanjung Beringin, segera menuju lokasi dimaksud.

“Saat melihat sepeda motor yang terpakir di lokasi tersebit, pelapor langsung mengakui jika sepeda motor itu miliknya yang hilang,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Edward yang juga menjabat Kaurbinops Satreskrim Polres Sergai ini, pelaku MIH datang dan mendekati sepeda motor tersebut.

“Saat tim menanyakan apakah MIH yang membawa sepeda motor itu, MIH tidak mengakuinya. Namun berkat keterangan seorang warga yang menyatakan MIH lah yang membawa sepeda motor itu, tim langsung mengamankan pelaku,” terangnya.

Saat diinterogasi, tambahnya, pelaku mengakui perbuatannya mengambil sepeda motor milik pelapor dengan cara masuk ke rumah pelapor lewat pintu belakang dapur rumah pelapor.

Pelaku juga mengakui jika 2 unit handphone milik pelapor ia titipkan kepada JS di Dusun III Gubang Gajah Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin.

Berdasarkan pengakuan pelaku, tim bergerak ke alamat dimaksud, dan menemukan 2 unit handphone milik pelapor terletak di samping rumah JS, tepatnya di bawah pohon pisang.

Selanjutnya, pelaku MIH beserta barang bukti diboyong ke Polsek Telukberingin guna menjalani proses lanjut.

“Pelaku MIH dijerat melanggar pasal 363 dari kUHPidana,”pungkas Edward. (NR)

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

LBH AAIR Dampingi Korban Asusila Anak Dibawah Umur Oleh Oknum Pemuda Bertato di Lengan ke Polres Jakarta Utara

Published

on

Laporan persetubuhan dan perbuatan cabul dengan seorang anak putus sekolah dibawah umur sebut saja LF (16). (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – AS (25), seorang pemuda bertato di lengan tangan kanannya di Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan, dilaporkan ke polisi gara-gara telah melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul dengan seorang anak putus sekolah dibawah umur sebut saja LF (16).

Informasi yang dihimpun, Rabu,15 Mei 2024, Pelaku melakukan aksi bejatnya, di sebuah kamar hotel, di Jl.Hotel TCL Soka 2 No.41, Rt 005 Rw 016, Kel.Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara dengan rayuan gombal dan melakukan pemaksaan kepada korban untuk melayani nafsu bejatnya.

Pada awalnya korban diajak main keluar dari rumah oleh Terlapor dan tidak tahu akan dibawa ke hotel, selanjutnya saat di TKP, korban dipaksa dan ditelanjangi lalu di setubuhi oleh terlapor.

Terungkapnya Kasus tersebut, setelah kakak kandung korban, OS, mencari adiknya kesana kemari, lantaran sejak pagi tidak kunjung pulang dan akhirnya korban pun ditemukan pada saat menjelang magrib dalam keadaan murung.

Sepulangnya korban menceritakan perbuatan pelaku kepada kakaknya dan orang tuanya, bahwa pelaku telah merenggut kegadisannya.

Setelah keluarganya menerima laporan dari Korban, kemudian korban didampingi oleh Kakanya mendatangi kantor LBH-AAIR yang bermarkas di Gedung Amanat KH.Irsyad Djuwaeli, Komplek Masjid raya Al-Amanah, Jl.Amanah No.1 Wijaya Kusuma Grogol Petamburan Jakarta Barat, dan selanjutnya mengadukan permasalahan ini kepada Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH)-AAIR, Trio Segara, tentang perihal tersebut agar selanjutnya melakukan advokasi dan pendampingan hukum guna melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Pada awalnya sebelum melaporkan kepada pihak berwajib, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH)-AAIR , Trio Segara, sempat melayangkan somasi dan undangan mediasi kepada pelaku sebanyak 2 (dua) kali kepada pelaku, agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami sudah layangkan surat somasi pertama pada tanggal 7 Mei 2024 dan somasi kedua /terakhir pada tanggal 10 Mei 2024, bahkan diterima secara langsung oleh Pelaku, namun pelaku tidak beritikad baik untuk menyambut undangan mediasi dan penyelesaian masalah tersebut”, ujar Trio, namun pada kenyataannya AS malah mengabaikan dan menyepelekannya.
Akhirnya melalui LBH-AAIR, korban dan kakaknya mendatangi Polres Metro Jakarta Utara, pada Rabu 15 Mei 2024, jam 14.35, yang didampingi oleh tim kuasa, yang beranggotakan Mamun, Chevi dan Bang Jae.

Atas kejadian yang di alami korban tersebut, terlapor diduga telah melakukan Tindak Pidana Kejahatan Perlindungan Anak UU No.17 tahun 2016 tentang Penetapan PERPU No.1 tahun 2016 perubahan kedua atas UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 UU 17/2016 dan/atau Pasal 81 UU 17/2016 dan/atau Pasal 88 UU 17/2016.

Menurut salah satu personal PPA Polres Metro Jakarta Utara, Bripka Mukhlis saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual. dengan korban anak dibawah umur katanya seraya mengatakan kasusnya telah ditangani PPA Polres Metro Jakarta Utara dan dalam proses penyelidikan. (Toto Tomas/Azis)

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Jusuf Rizak ke Bareskrim Polri Lengkapi Data Korupsi Dana Hibah BUMN PWI Pusat Rp 2,9 Milyar

Published

on

Wartawan Senior HM Jusuf Rizal SH. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Wartawan Senior HM Jusuf Rizal SH kembali ke Bareskrim menyampaikan kelengkapan laporan dugaan korupsi dan atau penggelapan dana hibah Kementerian BUMN senilai Rp.2,9 Milyar yang diduga jadi bancaan empat oknum PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat. Ia bersama Wartawan Edison Siahaan.

Menurut Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak kepada media di Mabes Polri, laporan yang disampaikan tanggal 19 April 2024, telah ditindaklanjuti para penyidik. Penyidik juga memberikan Pemberitahuan Perkembangan Pengaduan Masyarakat atas laporan yang disampaikan Edison Siahaan dan LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat)

“Jadi jika ada laporan masyarakat terkait urusan dugaan korupsi dana hibah Kementerian BUMN, akan dijadikan satu dalam Laporan Pengaduan Edison Siahaan. Kita tinggal memberikan bukti-bukti tambahan guna proses penyidikan,” tegas Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA dan Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.

Sebagaimana diketahui publik, bahwa di organisasi wartawan tertua di Indonesia, PWI Pusat telah terjadi tindak Abuse Of Power (penyalahgunaan wewenang) penggunaan dana hibah Kementerian BUMN untuk UKW dari total Rp. 6 milyar diduga dikorupsi oleh empat oknum PWI Pusat senilai Rp 2,9 milyar.

Adapun empat orang pengurus PWI Pusat itu menurut Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Sasongko Tedjo adalah Hendri Ch. Bangun, Ketua PWI Pusat), Sayid Iskandarsyah, Sekretaris, Wakil Bendahara Umum, M. Ihsan dan Direktur UMKN, Syarif Hidayatulloh. Mereka bersama-sama telah menikmati dana haram itu.

Dalam kasus korupsi dana hibah Kementerian BUMN banyak pihak mendorong agar kasus ini tidak berhenti hanya sekedar Rekomendasi Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat. Karena kasus ini tidak sekedar pelanggaran etika, tapi sudah menjadi kasus kriminal. Tidak bisa hanya sekedar peringatan keras dan pemecatan, tapi harus diproses hukum.

“Karena itu kami meminta kepada pihak berwajib agar memanggil para pihak terkait guna dimintai keterangan. Dalam waktu dekat Bendahara Umum PWI Pusat, Martin Slamet akan dimintai keterangan. Baru pihak-pihak lainnya termasuk Kementerian BUMN, karena disebut ada Cashback,” tegas Jusuf Rizal penggiat anti korupsi itu. (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Bengkayang

Polres Bengkayang Tangkap Dua Pelaku Illegal Mining

Published

on

Kepolisian Resort Bengkayang menggelar Press Conference pengungkapan tindak pidana Illegal Mining atau Pertambangan Tanpa Ijin (PETI). (Foto/Ist)

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Kepolisian Resort Bengkayang menggelar Press Conference pengungkapan tindak pidana Illegal Mining atau Pertambangan Tanpa Ijin (PETI) di daerah aliran Sungai Teriak dusun Segiro Desa Rodaya Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang Selasa (2/4/2024)

Wakil Kepala Kepolisian Resort Bengkayang Kompol Anne Tria Sefyna dihadapan media baik cetak, online dan elektronik mengungkapkan,” Pada hari ini, Selasa tanggal 02 April 2024, Polres Bengkayang melakukan Press Conference terhadap hasil pengungkapan 2 (dua) kasus tindak pidana illegal mining khususnya dalam 3 bulan pertama pada tahun 2024.

“Hal ini kami lakukan sebagai wujud polres Bengkayang tetap bergerak semaksimal mungkin untuk menindak tegas pelaku tindak pidana pertambangan tanpa izin di wilayah hukum polres bengkayang yang telah merusak keberlangsungan alam,” ungkap Waka Polres Bengkayang Kompol.Anne Trya Sefyana

Penindakan Illegal Mining ini dilakukan dengan dasar laporan polisi LP/A/02/111/2024/SPKT.Satreskrim/Polres Bengkayang/Polda Kalbar, tanggal 15 Maret 2024 dan LP/A/03/111/2024/SPKT.Satreskrim/Polres Bengkayang/Polda Kalbar, tanggal 15 Maret 2024.

Terhadap kedua pelaku tindak pidana pertambangan tanpa izin pasal yang disangkakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 UU No 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana maksimal 5 (lima) tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 miliar.

“Adapun modus operandi yang dilakukan oleh pelaku untuk melakukan pertambangan di daerah tertentu dengan menggunakan rangkaian mesin yang dirakit sendiri tanpa izin dari pihak yang berwenang serta tidak memperhatikan keselamatan pekerja, keselamatan alam, dan reklamasi atas kegiatan pertambangan yang dilakukan,” Jelas Kompol Anne

Dan dari hasil pengungkapan dan penindakan tersebut ada 12 barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 2 mesin diesel 30 PK, 2 Unit Pomp/ mesin pengantar ,2 potong selang spiral ,2 potong pipa paralon, 2 Buah jerigen, 2 buah dulang, 2 buah drum belah, 4 buah karpet, 2 buah tabung kompresor warna orange, 2 buah engkol starter mesin, 2 buah setir, 1 botol kecil air raksa atau biasa dikenal dengan nama mercury

Untuk tersangka yang diamankan sebanyak 2 orang yaitu SI dan YS dan saat ini sudah berada di tahanan Polres Bengkayang untuk menjalani proses hukum,’ jelas Kompol Anne Tria Sefyna yang didampingi oleh Kasat Reskrim Iptu Andika Wahyutomo Putra dan beberapa pejabat utama Polres Bengkayang.

“Nah, karena telah kita jelaskan sebelumnya bahwa aktivitas illegal mining ini dapat menimbulkan banyak persoalan diantaranya kerusakan lingkungan atau alam, tidak memperhatikan keselamatan kerja dan tidak ada reklamasi atas kegiatan pertambangan maka beberapa pesan kamtibmas yang kami sampaikan dimana kedepannya, Polres Bengkayang akan terus mengembangkan serta melanjutkan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini untuk mencari tahu apakah ada pihak lain yang terlibat dalam perkara ini termasuk bagi pemilik maupun penampung hasil pertambangan tersebut,” tegas Kompol Anne Trya Sefyana

Kami harapkan dengan adanya pengungkapan ini dapat menjaga kondusifitas, serta menciptakan rasa aman dan nyaman pada masyarakat khususnya masyarakat kabupaten bengkayang.

Kami menghimbau kepada seluruh unsur untuk tidak melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin yang dapat merusak alam yang akan kita tinggalkan kepada anak dan cucu kita, disebabkan minimnya reklamasi dari hasil pertambangan yang liar mengakibatkan semakin banyak bencana menimpa kabupaten bengkayang seperti banjir, longsor, hingga tercemarnya air bersih.

“Terakhir, segera lapor kepada kepolisian terdekat apabila masyarakat menemui adanya dugaan tindak pidana apapun bentuknya karena pada hakikatnya, terpeliharanya kamtibmas merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutup Kompol Anne Tria Sefyna. (Robin/ril)

Bagikan ke
Continue Reading

Umum

Populer