Polisi Ungkap Pelaku Pembobol Sekolah Jam’iyatul Washliyah Sei Rampah – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-12

KrimHum

Polisi Ungkap Pelaku Pembobol Sekolah Jam’iyatul Washliyah Sei Rampah

Published

on

Pelaku yang diamankan Andreas Epidonta Pasaribu alias Andre (22) warga Dusun IV Pangkalan Budiman. (Foto: Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com – Hanya kurun waktu 2 pekan, Unit Reskrim Polsek Firdaus berhasil mengungkap pelaku kasus pembobol Sekolah Dasar Swasta Jam’iyatul Washliyah di Dusun III Simpang Bedagai Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, Kab. Sergai, Minggu (3/4/2022) sekira pukul 18:40WIB.

Pelaku yang diamankan Andreas Epidonta Pasaribu alias Andre (22) warga Dusun IV Pangkalan Budiman, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Sergai di kediamanya, Kamis(14/4/2022) sekira pukul 11:00WIB.

Kapolres Sergai AKBP Dr Ali Machfud melalui Kapolsek Firdaus AKP Idham Halik didampingi Kanit Reskrim Polsek Firdaus
Ipda Supriadi, Jumat (15/4) membenarkan kejadian penangkapan pelaku pencurian
di sekolah Dasar Swasta Jam’iyatul Washliyah Sei Rampah.

Idham Halik mengatakan bahwa Penangkapan pelaku atas menindaklanjuti laporan korban yaitu pihak sekolah Swasta Jam’iyatul Washliyah Sei Rampah ke Polsek Firdaus sesuai LP Laporan Polisi Nomor : LP/B/50/IV/2022/SPKT/ POLSEK FIRDAUS/POLRES SERGAI/POLDA SUMUT tanggal 04 april 2022.

“Hanya kurun 2 Minggu, pelaku berhasil ditangkap tim Reskrim Polsek Firdaus di kediamanya Dusun IV Pangkalan Budiman, Desa Sei Rampah, Kecamatan
Sei Rampah, Sergai, Kamis (14/4/2022) sekira pukul 11:00WIB,” papar Kapolsek.

Menurutnya, kronologis kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu (3/4) sekira pukul 18:40 WIB, dimana pelapor yang sedang berada di rumah diberitahu kepada saksi Sahbudin dan M. Adi Wira melalui via seluler dan menerangkan bahwa rumah sekolah Alwasliyah Sei Rampah di bobol maling.

Atas laporan tersebut, korban menuju ke tempat kejadian (sekolah-red) untuk membuktikan kebenaranya. Setiba dilokasi korban melihat ternyata dinding pagar sekolah yang terbuat dari tepas dan bagian seng belakang rumah sekolah dalam terbuka kondisi rusak.” ujarnya.

Kemudian korban bersama saksi langsung mengecek bagian dalam ruangan sekolah dan terlihat buku buku bacaan pelajaran sekolah seperti Satu Buah Lies Peakher Merk Diamond Antrolly, Warna Hitam, 12 Batang Besi Bangunan Sekolah yang terletak diluar Kantor Sekolah sudah dalam kondisi hilang yang diduga dibawak kawanan pencuri yang tidak diketahui identitasnya.

“Dugaan pelaku masuk kedalam sekolah dengan cara merusak Pagar dinding Belakang Sekolah kemudian masuk kedalam Kantor Sekolah melalui Pintu Kantor yang tidak dikunci,” bebernya.

“Saat ini Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Firdaus guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Dan tersangka dikenakan pasal 363 KHUPidana dengan ancaman paling lama 7 tahun penjara,” pungkas AKP Idham Halik. [Irvan]

Bengkayang

Mantan Kades di Kecamatan Lembah Bawang Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

Published

on

Penahanan Mantan Kades di kecamatan Lembah Bawang dalam mobil Kejari Bengkayang. (Foto: Ist)

 

BENGKAYANG, Suaraborneo.com – Kejaksaan Negeri Bengkayang baru-baru ini, Rabu (18/5) menahan salah satu mantan kepala desa di Bengkayang. Saat melakukan Press release, Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang, Tommy Adhiyaksahputra yang didampingi Kasi Pidsus Kejari Bengkayang, Adityo Utomo membenarkan penahanan tersebut.

Kepada awak media, Kajari Tommy menyampaikan, bahwa penahanan terhadap tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang NOMOR: Print-569/O.1.18/Fd.1/07/2021 tanggal 16 Juli 2017. Dan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkayang NOMOR: PRINT-03/O.1.18/Fd.1/05/2022 tanggal 18 Mei 2022. Tersangka ditahan selama 20 (dua puluh) hari kedepan dengan jenis penahanan Rutan di Rutan Kelas II B Bengkayang.

Kemudian, kata Tommy, selaku Penyidik telah menetapkan tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka NOMOR: 46/O.1.18/Fd.1/05/2022 tanggal 18 Mei 2022 yang berinisial “JS”.

JS merupakan mantan Kepala Desa Janyat, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang periode 2016-2022. JS di tahan dalam proses penyidikan perkara tindak Pidana Korupsi Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dana Desa tahun Anggaran 2018 dan tahun Anggaran 2019 yang tidak dapat di pertanggungjawabkan.

“Tim Penyidik telah mengumpulkan barang bukti dan alat bukti berupa Keterangan Saksi-saksi. Laporan Hasil Pemeriksaan tim tkknis dan auditor Inspektorat, yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana sehingga berdasarkan bukti permulaan yang cukup, telah ditetapkan Kepala Desa Janyat Periode 2016-2022 sebagai Tersangka,” ungkap Tommy, Kamis (19/5).

Selanjutnya kata Tommy, Tim Penyidik pada Kejaksaan Negeri Bengkayang melakukan pemeriksaan terhadap Tersangka dan kemudian Tim Penyidik pada Kejaksaan Negeri Bengkayang langsung/telah melakukan Penahanan terhadap Tersangka “JS” – yang saat ini sudah ditahan di Rutan Kelas II B Bengkayang.

“Akibat perbuatan Tersangka “JS” terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp.582.515.100,00 (Lima Ratus Delapan Puluh Dua Juta Lima Ratus Lima Belas Ribu Seratus Rupiah),” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Bengkayang Adityo Utomo menambahkan, penyelidikan kasus terhadap oknum Kades ini berdasarkan laporan dari masyarakat. Dan perbuatan Tersangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18 dan/atau Pasal 3 jo. pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Untuk perkara dugaan penyalahgunaan dana desa di Desa Janyat tahun 2018-2019 ini kita sangkakan dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun, atau seumur hidup,” ucapnya.

Terhadap perkara ini kata Adityo, pihaknya masih melakukan pendalaman apakah ada alat bukti yang menentukan tersangka lainnya. Tapi, kata ia untuk sementara ini, dugaan Korupsi masih mengarah pada mantan kades tersebut.

” Sementara baru satu yang kita tetapkan tersangka. Tapi tidak menutupi kemungkinan ada tersangka-tersangka lain,” pungkasnya. [Rbn]

Continue Reading

Kalbar

120 Kasus Di Melawi Terungkap Selama Operasi Pekat

Published

on

Barang bukti yang telah di amankan selama operasi pekat di wilayah hukum Polres Melawi tahun 2022. (Foto: Ist) 

MELAWI, suaraborneo.com – Sebanyak 120 kasus terungkap dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) di Kabupaten Melawi. Pengungkapan itu sebagai hasil Operasi Pekat Kapuas 2022 dengan rentang waktu selama 14 hari.

Wakapolres Melawi , Kompol.Asmadi , Jum’at (29/04/2022) saat menyampaikan dalam keterangan Press Realese di kantor Satpas polres Melawi mengatakan, capaian itu telah melebihi target yang di tetapkan.

Polda Kalimantan Barat menargetkan 11 target operasi pada Operasi Pekat Kapuas 2022 ini untuk Wilayah Hukum Polres Melawi

“Dari jumlah target kasus yang ditetapkan oleh Polda sebanyak 11 kasus, kami berhasil mengungkap 120 kasus,” kata Kompol. Asmadi

Dari total 120 kasus yang terungkap,di antaranya judi 1 Kasus, Narkotika 2 kasus,Premanisme 39 kasus,Kembang Api 29 Kasus,senpi atau sajam 7 kasus, Perjudian jenis togel 1 Kasus,prostitusi 11 pelaku dan kasus lainnya selama operasi pekat Kapuas tahun 2022, selain itu polres Melawi juga Mengamankan Sejumlah Barang bukti lainnya.

“Dari jumlah kasus itu,total 126 pelaku, sedangkan 4 orang Pelaku di lanjutkan ke tahap penyidikan. Sementara Sisanya kami berikan pembinaan,” ujar Kompol Asmadi.

Kompol.Asmadi meminta masyarakat agar tetap waspada dari berbagai tindakan kejahatan apalagi menjelang perayaan idul Fitri 1443 Hijriah. [io]

Continue Reading

KrimHum

Polisi Amankan Pelaku Penimbunan Solar, Ini Modus Operandinya

Published

on

Tersangka dengan inisial KY pelaku penimbunan Minyak Bio Solar diringkus Anggota Sat Reskrim Polres Lahat mendatangi. (Foto: Ist) 

LAHAT, SuaraBorneo.com – Terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jenis Bio Solar yang belakangan ini terjadi, Sat Reskrim Polres Lahat berhasil mengungkap satu tersangka yang diduga telah melakukan penimbunan minyak Bio Solar.

Kronologis pengungkapan penimbunan Minyak Bio Solar ini bermula pada Kamis (14/04/22) saat Anggota Sat Reskrim Polres Lahat mendatangi rumah diduga tersangka dengan inisial KY, di Desa Tanjung Aur Kecamatan Kikim Tengah Kabupaten Lahat.

Saat dilakukan pemeriksaan, anggota berhasil mendapati 17 jerigen yang berisi BBM jenis solar (bersubsidi) dan diketahui BBM Bio Solar tersebut didapatnya dengan cara membeli di SPBU Tanjung Aur Kikim Tengah.

Ratusan liter minyak ini didapat KY dengan cara mengisi kedalam tangki mobil mitsubshi colt diesel miliknya, selanjutnya minyak yang ada didalam tangki tersebut disedot dengan menggunakan selang plastik untuk dipindahkan ke dalam jerigen.

Kemudian minyak yang ada didalam jerigen tersebut disimpan didalam rumahnya untuk selanjutnya dijual kembali dengan harga Rp. 7.000,- / Liter.

Hal selaras tegas dikatakan oleh Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Herli Setiawan, bahwa Anggota Satuan Reskrim Polres Lahat berhasil mengungkap timbunan Minyak Bio Solar sebanyak 260 liter.

“Kami berhasil membongkar timbunan minyak Bio Solar bersubsidi sebanyak 260 liter, saat ini pelaku dan barang bukti sudah berhasil kita amankan di Mapolres Lahat,” tegas AKP Herli Setiawan.

Atas Perbuatannya pelaku dijerat Pasal 55 dan atau Pasal 53 huruf C dan D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi. [ad/rls]

Continue Reading

Kaltim

Polisi Berhasil Meringkus Pelaku Penjual Minuman OplosanPolisi Berhasil Meringkus Pelaku Penjual Minuman Oplosan

Published

on

Kapolsek Talisayan beserta jajaranya berhasil menangkap di duga pelaku berinisial (K) penjual minuman keras. (Foto: Ist) 

TALISAYAN, SuaraBorneo.com – Kapolsek Talisayan beserta jajaranya, berhasil menangkap di duga pelaku penjual minuman keras, yang meresahkan Masyarakat di bulan suci ramadan. dan berhasil mengamankan seorang pelaku Berinisial (K) umur kira-kira 40 keatas, warga Kampung Sumber Agung Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau. Sabtu 09 April 2022 Jam 16.30 Wita.

Kapolsek Talisayan IPTU Asnan Rusmawan, S.H. Mengatakan kepada Media SuaraBorneo, begitu kami dapat informasi dari Masyarakat, “Dengan adanya peredaran minuman keras tersebut, yang berada di wilayah hukum Polsek Talisayan maka kami langsung melakukan penyidikan, dan berhasil mengamankan pelaku yang di duga melakukan penjualan miras Oplosan,” ujar Kapolsek.

Pelaku melanggar Pasal 3 (1) Perda No. 11 Th. 2010, Perubahan Perda 02 Th 2009 tentang Pelarangan penjualan atau pengedaran Minuman beralkohol. Di bulan Suci Ramadan ini, sangat di sayangkan adanya peredaran minuman ini dan meresahkan Masyarakat.

“Dari pelaku tersebut, kami mengamankan barang bukti berupa 70 Liter minuman Jenis tuak, 3 Liter minuman Jenis Cap tikus, dan alat dandang untuk penyulingan bahan baku tuak  di jadikan cap tikus,” pungkas Kapolsek Talisayan. [junar]

Continue Reading

Banjarmasin

Kenakan Sanksi Hukum Bagi Pelaku Petasan Dan Balap Liar Di Bulan Ramadhan

Published

on

Ilustrasi petasan dan balap liat. (Foto: Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Berkaitan dengan petasan yang terulang setiap tahun dan petasan dibakar oleh mereka yang melakukan hal ini, untuk antisipasi maupun mengatasi persoalan ini diperlukan edukasi bahaya petasan yang membuat malapetaka lingkungan seperti kebakaran.

Advokat Angga Parwito SH MH mengatakan, sering juga kita lihat, akibat petasan, banyak beberapa warga yang mengalami luka, cedera dan bahkan sampai merenggut nyawa.

“Ini harusnya menjadi pertimbangan.
Bagi pelaku pembakar petasan yang tidak memperhatikan aspek kehati-hatian, harus dikenakan sanksi hukum bagi yang bersangkutan,” ungkap Angga.

“Apalagi apabila tindakan yang bersangkutan ini merugikan masyarakat. Para Penegak Hukum juga harus melihat hal ini. Jangan sampai akibat perbuatan mereka itu, mengakibatkan kerugian bagi para pihak,” Angga menambahkan.

Diharapkan juga Aparat Penegak Hukum dan Lembaga Terkait dapat memaksimalkan sweeping maupun razia petasan-petasan yang dapat mengakibatkan bahaya bagi pengguna.

Menyinggung balapan liar yang juga harus ditertibkan, karena menggangu masyarakat pengguna jalan dan dapat mengakibatkan kerugian material bagi yang bersangkutan dan pengguna jalan lainnya.

“Untuk menghindari hal-hal seperti ini, diharapkan bukan saja dari pihak Kepolisian, tetapi Pemerintah Kota juga harus lebih aktif melalui Dinas Perhubungan maupun Satpol-PP untuk dapat membubarkan hal-hal seperti ini,” tegas Angga.

Dikatakan, hal ini menjadi tanggungjawab bersama dan kita juga harus memberikan edukasi pada masyarakat untuk memperhatikan anak-anaknya agar tidak melakukan balap liar tersebut. [ad/juns]

Continue Reading

Kalbar

Polisi Ringkus Lima Tersangka Dan Amankan 91,22 Gram Sabu

Published

on

Polres Melawi Gelar Press Realese pengungkapan narkoba di pimpin oleh Wakapolres Kompol Asmadi (16/03/2022). (Foto : Ist) 

MELAWI, SuaraBorneo.com – Polres Melawi mengungkap lima orang pembawa Narkoba pada 3 Maret 2022 lalu. Dari para tersangka, polisi berhasil mengamankan dua paket Narkotika jenis Sabu, yakni 89,32 gram dan 0,90 gram.

“Kami juga mengamankan plastik klip transparan, bong, lima unit hand-phone dan satu unit mobil Daihatsu Terios warna silver milik tersangka,” kata Wakapolres Melawi, Kompol Asmadi saat Press Realese di kantor Satpas Lantas, Rabu (16/3/2022).

Kelima orang tersangka berinisial G alias S (41) warga Sungai Raya Dalam, Kubu Raya. YN alias P alias SP (37) warga Nanga Pinoh, Melawi. ES alias B (31) dan LC alias L (31), warga Pontianak Barat. Dan RKW alias R (26), warga Sungai Kakap, Kubu Raya.

Informasi Penangkapan kelima orang itu bermula dari warga. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan di geledah di salah satu hotel di kecamatan Nanga Pinoh.

Kelima orang pembawa Narkoba itu dikenakan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Pidana empat tahun penjara dan maksimal pidana mati. Denda paling sedikit sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp10 miliar. Pungkas Kompol. Asmadi. (io)

Continue Reading

KrimHum

Empat Pencuri Uang ATM di Sergai Diringkus Polisi

Published

on

Kapolres Sergai AKBP Dr Ali Machfud didampingi Wakapolres Kompol Sofyan dan Kasat Reskrim AKP Made Yoga paparkan kasus pencurian di mesin ATM. (Foto : Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com – Empat orang pelaku pencurian uang di dalam mesin ATM Bank BRI Unit Kampung Pon milik PT Bringin Gigantara yang terletak di Dusun III, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, berhasil diringkus Polres Sergai.

Peristiwa ini terjadi pada, Selasa (25/1/2022) sekitar pukul 04.00 WIB pagi.

Adapun identitas ke empat pelaku yaitu bernama, Fachry Bayu Peruzzy (21) warga Tanjung Morawa, Deliserdang, Tato Suryanto (23) warga Desa Satria, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Yosan Apriyadi (21) warga Namo Durian, Kecamatan Selapian, Kabupaten Langkat, dan Firas Akbar (21) warga Kabanjahe, kabupaten Karo.

“Peritiwa ini diawali hilangnya kunci mesin ATM pada tanggal 20 Januari 2022, dan tanggal 25 Januari 2022 di ambil satu kaset di dalam mesin ATM yang berisikan uang Rp 159 juta diambil oleh ke empat pelaku,” ujar Kapolres Sergai, AKBP Ali Machfud, Sabtu (12/3/2022).

Lanjut Ali, ke empat pelaku saat melakukan aksinya pada pukul 04.00 WIB pagi, di mana saat kejadian sequrity yang berada di lokasi sedang tertidur.

“Satu orang pelaku bernama Tato Suryanto ialah mantan karyawan PT Bringin Gigantara,” ujar Ali.

Sedangkan itu, tambah Kapolres Sergai ini, ke empat pelaku ditangkap dilokasi yang berbeda-beda.

Pelaku Fachry Bayu Peruzzi ditangkap pada, Minggu (20/2/2022) sekitar pukul 1.30 WIB dinihari di kediamannya di Tanjung Morawa, Deliserdang, dan mendapat bagian uang dari hasil pencurian di mesin ATM sebesar Rp 40 juta.

Kemudian, Tato Suryanto ditangkap pada, Minggu (20/3/2022) sskitar pukul 23.00 WIB, di Kota Tebingtinggi saat keluar dari dalam mobil miliknya. Tato mendapat bagian sebesar Rp 50 juta.

Begitu juga pelaku bernama Yosan Apriyadi, ia ditangkap pada, Senin (21/3/2022) sekitar pukul 03.00 WIB, di Simpang Batu IV, Kelurahan Pabatu, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi. Yosan mendapat bagian sebesar Rp 50 juta.

Terakhir, pelaku Firas Akbar ditangkap pada, Kamis (24/2/2022) sekitar pukul 03.00 WIB, di Kampar Riau. Dan mendapat bagian dari sisa uang yang telah dibagi.

“Uang yang dicuri sudah dibelanjakan, dan kita berhasil mengamankan barang bukti dari hasil uang yang dicuri berupa satu unit sepeda motor RX King, handphone merek Samsung, tas, topi, handphone merek Iphone 11 pro, tiga buah kenalpot racing mobil, dan mobil merek Xenia,” ujar Ali.

Pasal yang disangkakan terhadap empat orang pelaku ialah, pasal 363 ayat 1 angka 3e, 4e, 5e, dari KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun penjara.

“Pengakuan ke empatnya, baru sekali melakukan pencurian ini,” pungkas Kapolres Sergai, AKBP Ali Machfud. (ynr)

Continue Reading

KrimHum

Apes! Jual Sabu Sama Polisi, Dua Warga Perbaungan Diringkus

Published

on

Kedua tersangka diamankan ke Mako Polres Sergai. (Foto : Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com – Satres Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengungkap kasus Narkotika jenis Sabu dengan cara undercover, dengan lokasi di Lingkungan Pasiran Desa Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (06/3/2022) malam kemarin.

Akhirnya petugas berhasil mengamankan dua tersangka diketahui bernama Ihsan (37) warga Lingkungan Pasiran Desa Simpang tiga pekan Kecamatan Perbaungan. Kemudian juga diringkus Sudianto alias Aken alias Lau Kok (51) warga Jalan Garuda Gg. Pek kong No. 50 Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan.

Ditemukan barang bukti dari Ihsan berupa 1 ( satu ) helai plastik ukuran sedang yang berisikan diduga Narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1.36 gram.

Sedangkan barang bukti dari tersangka Sudianto berupa 2 ( dua ) helai plastik ukuran besar yg berisikan diduga Narkotika jenis sabu dengan berat brutto 39.06 gram, 1 ( satu ) buah timbangan elektrik, 1 ( satu ) plastik klip transparan ukuran kecil kosong, 1 ( satu ) ball plastik klip transparan ukuran besar kosong, 1 ( satu ) buah pipet yang diruncingkan sebagai sekop, uang Rp 200.000,- dan 1 ( satu ) buah botol minuman warna pink.

Menurut Kapolres Sergai AKBP Dr Ali Machfud, SIK, MIK, melalui Kasat Narkoba AKP Juriadi kepada media ini Rabu (9/3/2022) menyampaikan giat ini menindaklanjuti informasi dari masyarakat tentang tempat yang sering dijadikan sebagai tempat penjualan narkotika jenis sabu di Lingkungan Pasiran Desa Simpang Tiga Pekan, Perbaungan.

Setelah mengetahui TKP, Tim Satres Narkoba langsung melakukan undercover untuk membeli diduga narkotika jenis sabu, ketika tim bertemu orang yang akan menjual narkotika jenis sabu tersebut maka langsung dilakukan penangkapan dan berhasil ditangkap mengaku bernama Ihsan.

“Dari tangannya disita 1 (satu) paket diduga Narkoba jenis sabu yang diakuinya miliknya yang didapat dari orang bernama Sudianto yang tinggal di Jalan Garuda gang Pekong nomor 50 Desa Citaman Jernih,” jelas Kasat.

Kemudian, kata AKP Juriadi, dilakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka Sudianto berikut sejumlah barang bukti. Hasil Introgasi Sudianto mengakui ada menjualkan narkoba jenis sabu kepada tersangka Ihsan.

“Selanjutnya kedua tersangka berikut barang bukti tersebut dibawa ke Mako Sat Narkoba guna proses sidik lanjut,” pungkas Kasat Res Narkoba Polres Sergai. (ynr)

Continue Reading

KrimHum

Sepasang Kekasih Tak Berkutik Ditangkap Polisi Terlibat Kasus Narkoba

Published

on

Dua Pelaku bersama Barang bukti (Barbuk). (Foto : Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com – Tim Opsnal Polsek Kotarih berhasil mengamankan sepasang Lelaki dan perempuan terlibat dalam kasus narkoba di wilayah hukum Polres Sergai, tepatnya di Depan ruangan kelas SD di Dusun II Pondok Kebun Desa Kotarih Baru Kec. Kotarih Kab. Serdang Bedagai, Selasa (8/3/2022) sekira pukul 15:00WIB.

Kedua pelaku diamankan diketahui bernama Agung Prabowo alias Agung (25) warga Dusun I Pondok dalam, Desa Kotarih Baru, Kecamatan Kotarih, Sergai. Sri Utami alias Sri (29) IRT warga Dusun IV Desa Kotasan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.

Hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti satu kotak rokok merk Surya Gudang Garam berisikan 12 helai plastik klip transparan ukuran kecil yang berisikan diduga narkotika jenis shabu. Satu unit Septor Yamaha Mio J BK 4179 ADR dan satu unit handphone merk Oppo warna Biru

Kapolres Sergai AKBP Dr Ali Machfud diwakili Kasi Humas Polres Sergai AKP R Goltom, Rabu (9/3) membenarkan penangkapan dua pelaku narkoba.

Awalnya, tim opsnal Polsek Kotarih pada hari Selasa (8/3) sekira pukul 15:00WIB sedang melaksanakan patroli di seputaran Desa Kotarih Baru. Selanjutnya tim opsnal mendapatkan informasi yang dapat dipercaya menginformasikan kepada petugas adanya sepasang laki laki dan perempuan sedang menjual narkotika jenis sabu sabu di tempat kejadian perkara (TKP).

Kemudian petugas langsung menuju di TKP sesuai dengan informasi yang diterima, setelah tiba dilokasi melihat seorang pria bersama perempuan sedang duduk di depan ruangan kelas SD di Dusun II Pondok Kebun dan kemudian dilakukan penangkapan.

“Kedua pelaku diamankan saat sedang duduk di depan ruang kelas Sekolah Dasar, kemudian dilakukan penggeledahan di bagian badan pelaku, namun tidak ditemukan barang bukti. Setelah dilakukan penggeledahan isi bagian jok sepeda motor milik pelaku baru ditemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu yang tersimpan didalam bungkus rokok merk Surya,” papar AKP R Gultom.

Hasil introgasi, pelaku mengakui bahwa barang bukti diperoleh dari rekannya warga Galam atas inisial BL dengan seharga Rp 700 ribu per/gram dengan sistem Cash.

“Dihadapan petugas, kedua pelaku mengaku bahwa keduanya ada hubungan pacaran dan menjual narkotika jenis sabu baru satu bulan. Saat ini kedua pelaku sudah diamkan ke Mapolsek Kotarih untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas mantan Waka Polsek Firdaus. (ynr/rls)

Continue Reading

Umum

Populer