BPBD Muara Enim Tinjau Lokasi Longsor Siring Persawahan Desa Batu Surau – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

Muara Enim

BPBD Muara Enim Tinjau Lokasi Longsor Siring Persawahan Desa Batu Surau

Published

on

Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Muara Enim, Mashuri bekerjasama dengan dinas PUPR, Dani selaku perwakilan, didampingi langsung oleh pihak kecamatan melalui Sekcam, Riswan mininjau langsung ke lokasi longsor. (Foto: Ist)

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com – Menanggapi laporan masyarakat Desa Batu Surau kecamatan Semende Darat Tengah tim Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Muara Enim, Mashuri bekerjasama dengan dinas PUPR, Dani selaku perwakilan, didampingi langsung oleh pihak kecamatan melalui Sekcam, Riswan mininjau langsung ke lokasi longsor di beberapa titik siring irigasi persawahan ataran beringin jaya dan siring baru.

Ridun selaku kepala desa batu saat di temui di kediaman nya mengata kan terjadi nya longsor di akibat kan hujan deras berkepanjangan beberapa pekan yang lalu sehingga terputus nya saluran siring irigasi ataran sawa Beringin Jaya, Rabu (11/5/2022).

hal ini nenyebapkan 70 bidang sawa terancam kekeringan bakan di kawatir kan bisa terjadi petani sawa gagal panin sebap kondisi padi saat ini masih sangat tergantung dengan airungkap nya kepada awak media

Ditempat yang beda bapak Kudri selaku ketu siring mengungkap kan, diharap kan permasalan ini segera di tanggapi oleh pihak yang terkait, karena kami selaku pengguna air sudah melaku kan gontong royong tapi di karna kan longsor nya sudah sangan banyak dan panjang sehingga usaha kami sia sia saja

“Jika ini tidak segerah di tangani bukan tidak mungkin kami selaku petani sawa ataran beringin jaya akan gagal panin, bagai mana tidak, usia padi saat ini masih sangat membutuhkan air,” cakapnya. [zulhadi]

Muara Enim

Ibarat Emas Tersimpan, Sosok Abi Nuwardani Menjadi Buah Bibir Seputar Pilkada 2024

Published

on

Abi Nuwardani saat melakukan kunjungan ke sekolah. (Foto/Ist) 

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com – Benar-benar menguasai teritorial, sekali mendayung dua pulau terlampaui, keluarga besar guru seantero Muara Enim dan Masyarakat Jawa Sumatera (JASUMA) sekabupaten Muara Enim, inilah emas yang tersimpan, dalam hitungan politik dinamis sosok Abi Nuwardani M.Or telah menguasai panggung Pilkada Muara Enim 2024 nanti.

Dalam hitungan singkat, hubungan emosional sudah terbangun, betapa kecintaan guru guru dan Kepala Sekolah seantero Muara Enim begitu tinggi, dalam penelusuran media ke beberapa sekolah sangat jelas sosok Pejabat Disdik yang satu ini begitu di sukai banyak guru.

“Bos kami Ndo Pak Abi tu, Baek nian wongnyo, Mano pernah mintak mintak duet dengan kami selama ini, kalu dio nyalon bupati wajeb Kito dukung Ndo,” ujar Mualimin ketua Kepala Sekolah sekecamatan Gunung Megang ketika di bincangi di ruang kerjanya.

Siti Romlah Kepala Sekolah SDN 03 Muara Enim sangat memuji skil kepemimpinan Abi Nuwardani, menurutnya meski masih tergolong muda IQnya di atas rata rata, orangnya tenang, sedikit bicara tetapi persoalan tuntas, “Luar biaso wongnyo, ngomongnyo dikit, gawean tuntas,” tuturnya.

Pencinta warna putih ini, baru saja mengukir sejarah olahraga Nasional dengan mengantarkan Muara Enim United sebagai pemenang Liga Futsal Nusantara beberapa waktu yang lewat, dengan kecintaan yang sangat besar terhadap olahraga di yakini kabupaten Muara Enim kedepanya akan berkali kali lebih maju olahraganya.

Tak hanya Muda, energik, dan berprestasi sosok Abi Nuwardani juga di kenal sebagai Sultan tambang pasir, jiwa Entrepreneurnya berlabuh pada usaha angkutan tambang pasir yang dikelolanya di pulau Jawa, selain tambang pasir, usaha budidaya sapi sampai saat ini masih di tekuninya.

Dengan segudang prestasi dan kesultanannya, dirinya menjadi pembicaraan hangat (buah bibir) beberapa kalangan Senin sore tanggal 12 September 2022 gerai oleh oleh, “saya yakin Jasuma pasti kompak,” tutur Aben. [rusilin]

Continue Reading

Muara Enim

Masyarakat Menginginkan Uluran Tangan Pemerintah Membangun Jalan Lama

Published

on

Jalan lama yang kurang perhatian dari Pemkab Muara Enim. (Foto: Ist)

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com – Jalan Desa Swarna Dwipa menuju Desa Tunggul Bute, masyarakat mengharapkan jalan lama ini di bangun kembali karena sekian lama jalan ini tidak perna tersentuh bangunan yang di anggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) padahal jalan ini sangat di perlukan oleh masyarakat dan anak sekolah.

Sultan, masyarakat Swarna Dwipa mengungkapkan kepada awak media, jalan tersebut di bangun semenjak zaman Soekarno sampai saat tidak ada perhatian dari pemerintah terkait di kabupaten Muara Enim

“Panjang jalan kurang lebih sekilo, jalan tersebut akses masyarakat Desa Swarna Dwipa untuk mengangkut hasil perkebunan, pertanian, dan akses alternatif tercepat ke kabupaten Lahat dan Muara Enim dan akses anak sekolah SD, SMP dari perkebunan dan pertanian,” ungkap Sultan.

“Intinya masyarakat Desa Swarna Dwipa mengharapkan pemerintah kabupaten Muara Enim memperhatikan dan membangun, pengerasan jalan tersebut, dengan adanya pembangunan jalan, pengerasan, imprastruktur akan sangat membantu meningkatkan penghasilan perkebunan, pertanian dan perekonomian masyarakat,” kata Sultan menambahkan.

Ditempat yang sama Naswan, juga menyampaikan dari zaman nenek moyang kami dulu jalan ini cuma di gontong royongi oleh masyarakat kenapa jalan sepenting ini tidak ada perhatian dari pemetintah.

“Harapan kami selaku masyarakat desa Swarna Dwipa semoga pemerintah kabupaten Muara Enim dan yang terkait kiranya mau mendengarkan keluhan kami dan membangun jalan ini untuk kemajuan petani,” pungkasnya berharap. [zulhadi]

Continue Reading

Muara Enim

Bangun Jalan Setapak Desa Tebing Abang Kecamatan SDT Terkesan Asal Jadi

Published

on

Pembangunan jalan setapak diduga pekerjaannya asal-asalan. (Foto: Ist) 

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com -Pembangunan Tahun Anggaran 2022 yang dianggarkan dari dana desa (DD), di desa Tebing Abang diduga asal jadi, disaat awak media melakukan kontrol sosial di tempat pembangunan jalan setapak yang sedang di kerjakan tersebut disitu sangan jelas cara tukang yang mengerjakannya asal asalan.

Bagaimana bangunan bisa tahan lama jika kita tidak menggunakan matrial setandar cor, material yang di guna bukan lagi sfelit atau koral sebab ukurannya sangat besar besar sudah sama seperti batu kali dan adonannya pun sangat amburadul.

Sarip sebagai pengawas pekerjaan saat di minta keterangannya, mengatakan, “Batu besar itu cuman campurannya saja banyak yang kecil kecil,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (16/6/2022).

Ditempat lain Umarlin selaku Kepala Desa Tebing Abang mengatakan, “Batu materil tersebut mesannya yang kecil-kecil dan barangnya sedang habis, kalau masih mau yang kecil kecil bisa gak jadi,” kata Kades.

Lanjut Kades Umarlin, “jangan biar lah walau batunya besar-besar, kepada tukang pengangkut material batu koral,” pungkasnya. [Rusilin]

Continue Reading

Muara Enim

Rp 39 Miliar Untuk Pembangunan Jembatan Gagal, Konsultan dan PPK Dinilai Paling Bertanggung Jawab

Published

on

Rawan kecelakaan akibat tanjakan terlalu terjal. (Foto: Ist) 

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak konsultan pembangunan jembatan Desa Pulau Panggung – Batu Surau dinilai paling bertanggung-jawab atas gagalnya pembangunan jembatan yang menelan dana sebesar Rp 39 M memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat sekitar.

Ketua DPD LSM Peduli Lingkungan, Pembangunan Dan Transportasi (PELIPTA) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Drs Komrin Djabar SH saat dimintai komentarnya mengatakan, Dana sebesar 39 M yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan tersebut bukanlah dana yang sedikit dan juga sangat disayangkan jembatan yang dibangun dengan dana begitu besar malah tidak bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Pembangunan sebuah jembatan dengan bentang panjang 80 meter dan anggaran mencapai Rp 39 M tentunya tidak mungkin dilaksanakan tanpa persiapan yang matang, atau mungkin PPK dan konsultan tidak pernah datang ke lokasi sehingga rancang bangun yang dibuat bukannya memberikan manfaat tapi malah mengancam keselamatan masyarakat,” katanya.

Komrin Djabbar justru mempertanyakan atas dasar apa gambar rancang bangun jembatan tersebut dibuat, jika tujuannya memperlancar transportasi dan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat tentunya pihak konsultan mempertimbangkan kelandaian jalan agar bisa digunakan, tapi hasilnya kendaraan angkutan diatas 4 ton diragukan bisa menaiki tanjakan ke arah Batu Surau.

“Gagalnya jembatan senilai Rp 39 M memberikan manfaat kepada masyarakat adalah sebuah bentuk kerugian bagi negara karena dana yang dialokasikan untuk memicu roda ekonomi  terbuang sia-sia hanya karena PPK dan konsultan lalai menjalankan tugasnya dan jembatan yang dibangun malah menjadi spot wisata dadakan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Madani Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ir Amrizal Aroni M Si. menurutnya sejak awal pembangunan jembatan tersebut patut diduga berpotensi bermasalah pada sisi konstruksi.

“Pada tahap pertama sudah memakai anggaran 12 Miliar lebih ditahun kedua dilanjutkan dengan anggaran dana Rp 27 Miliar lebih, seyogyanya dengan dana sebesar itu tanjakan kiri kanan jembatan sdh diperhitungkan kemiringan atau sudut elivasinya dengan matang sebelum pembangunan dilanjutkan.

Amrizal Aroni menyesalkan setelah jembatan selesai dibangun justru menimbulkan permasalahan baru yang serius, yaitu rawannya kecelakaan akibat tanjakan terlalu terjal, semua ini tentunya tanggung jawab PPK, konsultan dan pelaksana lapangan dan  patut diduga berpotensi ada unsur pemberian Fee dan/atau gratifikasi.

“Dari fakta-fakta dilapangkan pada pembangunan tahap I dan tahap II, disinyalir adanya keterkaitan antara pelaksana tahap I yang dinyatakan blacklist dan dilanjutkan pelaksana tahap II yang juga kemudian di-blacklist menimbulkan kecurigaan kedua pelaksana memanipulasi hasil pekerjaan, untuk itu Aparat Penegak Hukum (APH) harus melakukan pemeriksaan apakah anggaran sebesar itu sudah sesuai atau tidak,” sesalnya.

Sebagaimana diketahui, belum 1 minggu setelah dibuka untuk umum, kondisi jalan Jembatan Pulau Panggung – Batu Surau yang begitu terjal telah memakan korban dari pengguna jalan, yakni sejumlah mobil pribadi yang kembali mundur tertarik gravitasi dan kenapa angkutan jenis pik up yang nyaris terjungkal ke jurang akibat tidak mampu melewati tanjakan tebing arah Desa Batu Surau. (Rusilin)

Continue Reading

Muara Enim

Masyarakat Kampung IV Segamit Berharap PLH Bupati Muara Enim Meninjau Jembatan Terputus

Published

on

Jembatan yang sangat memperihatinkan. (Foto: Ist) 

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com – Masyarakat Yayasan kampung IV segamit Kecamatan Semende Darat Ulu, Kab.Muara Enim, beharap kepada PLH .Bupati Muara Enim Kurniawan .AP.MSi dan Dinas PUPR berserta BPBD ,agar dapat meninjau dua titik jembatan penghubung yang terputus di wilaya kampung IV segamit.

Mengingat betapa pentingnya perbaikan pembangunan jembatan tersebut ,karna beribu – ribu masyarakat yang mayoritasnya ber usaha di kampung IV segamit, belum lagi ditambah ank sekolah dan anak – yang menuntut ilmu agama di pesantren Yayasan, dengan terputusnya jembatan tersebut ,suda tentu sangat menyulitkan masyarakat untuk beraktifitas ,

Menurut keterangan Kadus Dusun IV Markun hidayat ,kampung IV ini ,adalah tempat masyarakat mengais rezki dan Tempat anak sekolah, pesantren, wisata alam danau deduquk yang suda banyak pengunjungnya ,saat ini menjadi sepi Seperti Desa mati dan sangat menyulitkan masyarakat Segamit untuk berkedaraan roda empat dan roda dua .

“Kami sangat mengharapkan bantuan, dan perhatian Pemerintah Daera, Dinas PUPR, BPBD, dan instansi terkait lainya ,dan satu lagi kami masyarkat Segamit juga selalu mematuhi peraturan pemereintah dengan membayar pajak Bumi dan Bangunan,” ungkapnya.

“Saat ini kami terpaksa harus bejibaku bahu membahu , mengumpulkan dana sukarela untuk membangun pondasi jembatan dengan peralatan se adanya ,walau bangunan kami tidak se kuat bangunan konstruksi
Pemerintah,” jelas Kadus kampung IV Segamit. [Rusilin]

Continue Reading

Muara Enim

Kegiatan Rutin Setiap Tahun, Lia Anggraini Kembali Bagikan Zakat Mal Kepada Masyarakat Yang Berhak Menerimanya

Published

on

Anggota DPRD Tingkat Satu Provinsi Sumatera Selatan, Lia Anggraini SH MH saat bersama masyarakat. (Foto: Ist) 

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com – Salah satu anggota DPRD Tingkat Satu Provinsi Sumatera Selatan, Lia Anggraini SH MH serta didampingi suami Bripka Ahcmad Wadi Harpa SH MH kembali menyambangi desa-desa untuk bersilaturahmi dan bertatap muka secara langsung dengan masyarakat Desa Segamit kacamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim, Minggu (24/4/2022).

Lia Anggraini SH MH setiap tahun khususnya di bulan suci ramadhan selalu membagikan zakat mal kepada masyarakat yang berhak menerimanya dari pukul 8:00 Wib hingga selesai Lia beserta suami meninjau desa-desa yang ada di tiga kecamatan semende raya kabupaten muara enim,Lia juga sangat mengharapkan untuk ketemu bersilaturahmi langsung kepada masyarakat dan konstituennya.

Lia juga menuturkan kepada seluruh masyarakatnya, “Yang belum kebagian zakat mal,itu adala keterbatasan kami dan jangan di lihat isinya namun lihatlah bentuk kepedulian kami dan ini bukan unsur politik ,dikarnakan sebelum saya menjadi anggota DPRD zakat mal ini sudah ada,” tuturnya.

“Zakat mal ini adala orang orang yang berhak menerimanya seperti orang tua, anak yatim kami juga tidak ada maksut riak ataupun sombong kami memberikan zakat ini adalah wujud kepedulian kami dan kami ingin langsung turun untuk bertemu dengan masyarakat,” ujarnya di hadapan awak media

Salah satu tokoh masyarakat Desa Segamit Hadi, “Bu Lia Anggraini yang tiap ada acara dan kegiatan selalu menyempatkan diri untuk pulang kampung dan bersilaturahmi dengan masyarakat ataupun konstituennya,” tandasnya. (Zuhadiaripin)

Continue Reading

Muara Enim

Pembagian BLT DD Desa Pulau Panggu Sukses dan Berjalan Sesuai Dengan Harapan

Published

on

Sekcam (SDL) Drs Sufani dikawal langsung oleh BABINKAMTIMAS, Aipda Novi Dwi Teri Lapat, perwakilan kapolsek semende, BABINSA Serka Ilman Yadi, unsur BPD, Pendamping Desa dan Pemdes Pulau Panggung. (Foto: Ist)

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com – Pemerintah Desa (Pemdes) pulau panggung, Kecamatan semende darat laut kabupaten Muara Enim, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap pertama tahun 2022 bagi Keluarga 123 Penerima Manfaat (KPM) terdampak Pandemi Covid-19 sebesar Rp 900 ribu terhitung dari Januari, Februari, Maret 2022.

Selain merealisasikan BLT-DD, Pemdes Pulau Panggung juga berharap agar bantuap BLT DD Di gunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jangan berpoya-poya digunakan untuk beli baju baru.

Dalam agenda penyerahan BLT DD yang dihadiri Sekcam (SDL) Drs Sufani dikawal langsung oleh BABINKAMTIMAS
Aipda Novi Dwi Teri Lapat, perwakilan kapolsek semende, BABINSA Serka Ilman Yadi, unsur BPD, Pendamping Desa dan Pemdes Pulau Panggung serta perangkat perangkatnya, disela-sela pemberian bantuan BLT-DD berharap, bantuan pemerintah ini dapat dimanfaatkan dengan baik terlebih memenuhi kebutuhan di masa pandemi Covid-19.

“Pembagian BLT DD adalah pemberian bantuan tahap pertama tahun 2022 dimana masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp 900.000, untuk 3 bulan sekaligus” terang bapak Maman.

Lanjut kepala desa pulau panggung kepada awak media menjelaskan bahwa 123 KPM BLT DD Tahun Anggaran 2022 di Desa pulau panggung, telah memenuhi kriteria dimana para penerima sebelumnya telah disepakati melalui musyawarah antara Pemdes dan BPD.

Sekcam Semende darat laut B Sos menghimbau kepada warga penerima bantuan memanfaatkan bantuan BLT DD tersebut dengan baik dalam memenuhi kebutuhan setiap harihari sama seprti yang di sampaikan oleh kepala desa palak tanah.

“Jangan untuk foya-foya atau hal yang tidak bermanfaat,” tandasnya.

Selanjutnya menghadapi situasi pandemi covid-19, status PPKM camat semende darat laut tetap mengingatkan warganya untuk tetap taat mematuhi protokol kesehatan dalam rangka upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan, jaga iman dan jaga imun supaya kita tidak terjangkit oleh virus corona,” pungkasnya. [zulhadiaripi]

Continue Reading

Muara Enim

Kenapa Bansos BLT DD Belum Cair, Ini Sudah Memasuki Pertengahan April 2022

Published

on

Keluhan salah satu warga via WhatsApp. (Foto: Ist) 

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com – Bantuan Langsung Tunai (BLT) di sejumla desa Semendo belum juga di salurkan oleh pemerintah desa entah apa alasannya yang pasti masyarakat banyak mempertanyakannya, apa lagi sebentar lagi kita akan menyambut hari raya Idul Fitri 1443H/2002 M.

Ketika beberapa awak media mempertanyakandi sebuah grup whatsApp kepada sejumbla Kades mereka hanya diam dan enggan memberi penjelasan kepada awak media,

Padahal ada Kades Maman selaku kepala desa Pulau Panggung yang komen di grup itu tapi tiba-tiba diam disaat saudara Novlis salah satu wartawan mempertanyakan tentang bantuan BLT DD tersebut dengan jelas, cuman di jawab singkat oleh Kades Maman

“Desa kami belum salurkan data calon penerima BLT, desa kami banyak yang bentrok penerima bantuan di kantor pos,” ungkapnya.

Dilanjutkan oleh Camat Edi Suprianto selaku kecamatan Semendo Darat Laut untuk kecamatan SDL sudah menyalurkan BLT DD sudah 7 desa, dua desa belum cair DD,” benernya.

Karena tidak kepuasannya saudara Novlis langsung pamit dengan nada kecewa dia bilang, “Jika hanya jawavan itu yang di berikan dan tidak akan menyampaikan keterangan lain sebagai hak jawab saya mewakili teman teman-media mengucapkan terimakasih,” tutupnya. [zulhadi]

Continue Reading

Muara Enim

Akun Facebook Desmawati Diduga Mencemarkan Nama Baik Dengan Menuduh Melarikan HP

Published

on

Screenshot Akun Facebook Desmawati. (Foto : Ist)

MUARA ENIM, SuaraBorneo.com – Akun Facebook yang bernama Desmawati diduga telah mencemarkan nama baik dengan cara mengetik Status melalui Facebook yang diunggah digrup Semende, Kamis (3/3/2022).

Dan juga melampirkan Foto tiga orang tersebut yaitu Mukramin (20), Veri wirawan (20) dan David Aldi (19), dalam Status itu bahwa Desmawati menuduh tela melarikan Handphone (HP) miliknya, yang bertempat di Pedado Permay dengan No Rumah 02, diseputaran wilayah Palembang Sumsel.

Diantara sala seorang mereka yakni David aldi (20) warga desa Pajar bulan Kecamatan Semende Darat ulu Kabupaten Muara Enim, merasa dirugikan dengan pencemaran nama baik.

Davit Aldi mengatakan sangat kecewa dengan unggahan itu karena telah diunggah ke GRUB SEMENDE padahal saya tidak melakukan pencurian handpone Desmawati, dan keluarga saya sudah berdatangan kerumah untuk mempertanyakan perihal ini.

Davit Aldi (19) merasa dipermalukan oleh Desmawati sebagaimana unggahan tersebut mencemarkan nama baik karena keluarga dan masyarakat luas sudah tahu, padahal kami berdua sama sekali tidak melakukan pencurian handpone itu dan tidak tau menau perihal pencurian tersebut .

Saat dimintai keterangan oleh Davit Aldi melalui via mesangger untuk informasi lebih lanjut Desmawati langsung memblokir pertemanan dari Facebook, hingga sampai saat ini sulit untuk di hubungi dan berharap kepada Desmawati agar kiranya untuk menghubungi pihak keluarga Dapidaldi guna untuk menyelesaikan dan mengklarifikasi masalah tersebut.

Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan /atau, membuat dapat di aksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik sebagai dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4(empat) tahun penjara atau denda paling banyak Rp 750.000.000,00 ( tujuh ratus lima puluh juta rupiah). (M)

Continue Reading

Umum

Populer