Gelar Pertemuan Bilateral, Mendag Lutfi Apresiasi Dukungan Negara Peserta APEC MRT ke-28 Thailand untuk Presidensi G20 Indonesia – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

Jakarta

Gelar Pertemuan Bilateral, Mendag Lutfi Apresiasi Dukungan Negara Peserta APEC MRT ke-28 Thailand untuk Presidensi G20 Indonesia

Published

on

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menghadiri Pertemuan Para Menteri Perdagangan APEC ke-28 (The 28th APEC Ministers Responsible for Trade Meeting) di Bangkok, Thailand, Sabtu (21/5/2022). (Foto: Kemendag)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyerukan anggota APEC ‘Kembali ke Perdagangan’ untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 dan menghadapi tantangan geopolitik. Mendag Lutfi menekankan, kerja sama antarekonomi menjadi kunci pemulihan dunia.

Hal ini disampaikan Mendag Lutfi saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Asia-Pasific Ekonomic Cooperation (APEC) Ministers Responsible for Trade (MRT) ke-28 di Bangkok, Thailand.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Perdagangan, Senin (23/5/2022), pertemuan ini merupakan pertemuan fisik pertama selamat dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Pertemuan digelar pada 21–22 Mei 2022 dan dihadiri para Menteri Perdagangan dari 21 anggota APEC.

“Kita harus kembali ke perdagangan, kita harus kembali ke ekonomi, kita harus kembali ke jalur pertumbuhan. Krisis pandemi Covid-19 mengajarkan bahwa tanpa kerja sama antarnegara, tantangan dunia yang terus berdatangan akan semakin sulit dibendung. Artinya, kerja sama antarekonomi menjadi kunci pemulihan dunia. Perdagangan adalah tulang punggung kesejahteraan dan salah satu kunci dunia perdamaian dunia. Untuk mencapai hal tersebut, APEC harus bersama-sama sepakat untuk kembali kepada ekonomi demi perdamaian dan kesejahteraan dunia,” tegas Mendag Lutfi.

Menurut Mendag Lutfi, tantangan geopolitik turut mewarnai Pertemuan APEC MRT ini karena memberikan dampak signifikan bagi suplai perdagangan global, harga komoditas, dan inflasi. Terlebih saat ini, seluruh dunia masih berupaya pulih dari krisis ekonomi pandemi Covid-19.

“Krisis pandemi Covid-19 memberikan tantangan bagi Indonesia. Pada dua tahun terakhir kami berjuang keras keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap),” ujar Mendag Lutfi.

Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi menyampaikan keinginan Indonesia yang diamanatkan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik/Free Trade Area of the Asia-Pasific (FTAAP) yang yang menggambarkan perjanjian berkualitas tinggi, komprehensif, dan relevan serta tahan terhadap banyak tantangan saat ini maupun di masa depan. (Foto: Kemendag)

Mendag Lutfi menjabarkan langkah agar anggota APEC kembali fokus pada perdagangan dan peningkatan ekonomi, khususnya di kawasan Asia Pasifik. Salah satunya melalui pembahasan mengenai Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik/Free Trade Area of the Asia-Pasific (FTAAP).

“Sudah hampir 20 tahun sejak pertama kali pembahasan FTAAP, namun masih terdapat perbedaan pandangan di antara anggota APEC dalam menentukan arah ke depan. Untuk itu, penting untuk menyepakati pemahaman bersama agar memberikan manfaat luas bagi perekonomian global,” kata Mendag Lutfi.

Sementara itu, untuk pembahasan sistem perdagangan multilateral, Indonesia menekankan seluruh anggota APEC agar mengupayakan pengembalian fungsi WTO untuk memeroleh manfaat dari sistem perdagangan multilateral.

“Pada pertemuan Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-12 (Ministerial Conference/MC-12) pada bulan Juni 2022 mendatang, diperlukan upaya global untuk memastikan relevansi WTO dalam menghadapi tantangan yang tengah menghadapi dunia. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun dialog, upaya membangun sistem perdagangan multilateral yang bekerja dengan baik di antara anggota APEC. Kedua, anggota APEC harus memimpin memperkuat sistem perdagangan multilateral serta hasil konkret dan berarti dari pertemuan MC-12 terutama sistem penyelesaian sengketa WTO yang kredibel,” jelas Mendag Lutfi.

Ditengah kenaikan harga pangan akibat gangguan global, lanjut Mendag Lutfi, Indonesia mendorong penyelesaian negosiasi pertanian dan pembentukan disiplin subsidi perikanan yang efektif sebagai solusi. Disiplin subsidi perikanan tersebut harus memastikan keseimbangan yang adil (level-playing-field).

Mendag Lutfi juga menegaskan pentingnya pernyataan bersama anggota APEC bagi kesuksesan hasil pertemuan MC-12. Menurut Mendag Lutfi, saat ini perlu menjaga relevansi dan integritas APEC untuk mendukung sistem perdagangan global dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Suistanable Development Goals/SDGs).

“APEC harus menyelesaikan setiap permasalahan dengan proporsional dan berimbang serta menekankan pentingnya kelanjutan kerja. Untuk itu, Indonesia mendorong kesepakatan bersama Menteri Perdagangan APEC (MRT Statemen) untuk menunjukkan relevansi dan integritas APEC di masa krisis dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” tutur Mendag Lutfi.

Namun, Mendag Lutfi juga menyayangkan Pertemuan Perdagangan Menteri APEC tahun ini hanya menyepakati “APEC Chair’s Statemen” karena belum berhasil menyepakati penyataan bersama terkait penyelesaian isu geopolitik.

Rangkaian Pertemuan Bilateral

Pada Pertemuan APEC MRT ke-28 itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memanfaatkan momen tersebut dengan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dari anggota APEC.
Yaitu dengan Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor, dan Perdagangan Internasional (Menteri Usaha Kecil), Promosi Ekspor danInternational Trade) Kanada Mary Ng, dengan Menteri Pertumbuhan Ekspor dan Perdagangan Selandia Baru Damien Damien O’connor, dengan United States Trade Representative (USTR) Duta Besar Katherine Tai, dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Koichi Hagiuda, dan dengan Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri Peru Ana Cecilia Gervasi Díaz.

Pertemuan dilakukan untuk meminta dukungan negara-negara APEC dalam mendukung suksesi Presidensi Indonesia yang menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 yang akan diselenggarakan di Bali pada 15-16 November 2022. KTT ini akan menjadi puncak dari proses dan usaha yang intensif dari seluruh alur kerja G20 (Pertemuan Tingkat Menteri, Kelompok Kerja, dan Engagement Groups) selama setahun keketuaan Indonesia.

Pada pertemuannya dengan Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor, dan Perdagangan Internasional (Menteri Usaha Kecil), Promosi Ekspor danInternational Trade) Kanada Mary Ng, Mendag Lutfi mengatakan
Indonesia mengajak Kanada untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia dan ASEAN.

Mendag Lutfi berharap dapat bekerja sama dengan Kanada dan bersama-sama mendorong pemulihan ekonomi kawasan di 70 tahun umur hubungan kerja sama antara Indonesia dan Kanada.

“Kami berharap Indonesia dan ASEAN dapat menjalin kerja sama yang erat dengan Kanada untuk memastikan pemulihan ekonomi yang pesat di kawasan,” kata Mendag Luthfi.

Selain membahas pemulihan ekonomi, hal lain yang dibahas dalam pertemuan adalah perkembangan terkini mengenai Perundingan Persetujuan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Kanada (ICA–CEPA). Mendag Lutfi mengapresiasi kesepakatan kesepakatan pertama pada 14–19 Maret 2022 lalu yang berhasil menemukan pandangan kedua negara terhadap kebijakan perdagangan. Putaran kedua perundingan diagendakan pada paruh kedua 2022. Turut dibahas perkembangan terbaru terkait persiapan Perundingan Persetujuan Perdagangan Bebasantara ASEAN dan Kanada (ACAFTA).

Mendag Luthfi juga menyampaikan, Indonesia mengapresiasi dukungan Kanada terhadap Presidensi Indonesia di G20. “Kami harap semua negara anggota G20, termasuk Kanada, dapat membawaSemangat yang sama untuk menyukseskan Presidensi Indonesia,” kata Mendag Lutfi.

Hal itu disambut baik Mendag Kanada dengan menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan penyelenggaraan Pertemuan Pertama Pokja Perdagangan, Investasi dan Industri(TIIWG1) 2022 di Solo, Jawa Tengah.

“Selamat kepada Indonesia atas penyelenggaraan TIIWG1 yang berlangsung dengan baik di Solo. Kanada akan terus mendukung G20 agar mencapai kesepakatan di bawah Presidensi Indonesia,” kata Menteri Ng.

Dukungan serupa disampaikan Selandia Baru. Pada pertemuannya dengan Menteri Pertumbuhan Ekspor dan Perdagangan Selandia Baru Damien Damien O’connor, Mendag Lutfi menyampaikan apresiasinya atas dukungan Selandia Baru dalam menyukseskan Presidensi G20 Indonesia tahun ini.

Menurut Mendag Lutfi, G20 merupakan forum utama untuk kerja sama ekonomi internasional dan katalis pemulihan ekonomi. Negara-negara anggota tidak boleh kehilangan tanggung jawab jangka panjang terhadap G20.

“Pertemuan bertujuan untuk mencapai hasil yang berarti tahun ini dengan berfokus pada diskusi konstruktif tentang isu-isu prioritas untuk mencapai pemulihan ekonomi kolektif, yang sejalan dengan SDGs. Kami berharap semua anggota dan undangan G20, termasuk Selandia Baru, dapat memberikan semangat yang sama dan menyampaikan dukungannya untuk menyukseskan Presidensi Indonesia dalam memberikan solusi praktis dan hasil tahun ini,” terang Mendag Lutfi.

Pada kesempatan berbeda, pada pertemuan bilateral dengan United States Trade Representative (USTR) Duta Besar Katherine Tai, Mendag Lutfi menegaskan perlunya sinergi ekonomi kawasan Indo-Pasifik dengan ASEAN. Sinergi Indo–Pacific Economic Framework (IPEF) dengan ASEAN Outlook on the Indo–Pacific (AOIP) akan menghasilkan dampak maksimal bagi perkembangan ekonomi kawasan.
Saat ini, Indonesia tengah mempelajari keinginan Amerika Serikat (AS) untuk mempererat partisipasi ekonomi dengan kawasan Indo–Pasifik melalui Indo–Pacific Economic Framework (IPEF).

“Kami harus menyampaikan kembali perlunya menyinergikan IPEF dengan AOIP, sesuai mandat Presiden RI Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN–AS. Sebagai kekuatan besar di kawasan, ASEAN memiliki peran penting untuk membentuk arah kerja sama,” kata Mendag Lutfi.

Isu lain yang dibahas adalah Pertemuan Tingkat Menteri Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) dengan USTR pada September 2022 mendatang. Mendag Lutfi berharap, pertemuan yang dipimpin para menteri tersebut dapat mengirim sinyal kuat ke kalangan bisnis ASEAN dan AS untuk menjalin suatu kolaborasi yang meningkatkan upaya pemulihan ekonomi.

Pada pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Koichi Hagiuda, Mendag Lutfi menyampaikan apresiasi Indonesia atas keinginan Jepang membahas inisiatif, ‘Asia Japan Investing for Future Initiative’ demi pengembangan ekonomi kawasan.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik upaya untuk menjalankan Asia Japan Investing for Future Initiative. Hal ini untuk memastikan inisiatif tersebut akan bermanfaat bagi ekonomi kawasan,” kata Mendag Lutfi saat pertemuan bilateral.

Ada tiga hal yang menjadi perhatian Indonesia terkait inisiatif tersebut. Hal-hal tersebut yaitu terkait hasil yang diharapkan, mekanisme pendanaan, dan rencana waktu implementasinya.

Sementara itu terkait G20, Mendag Lutfi mengapresiasi dukungan Jepang terhadap Presidensi G20 tahun ini. Ia berharap dukungan Jepang terhadap presidensi tahun ini akan membantu negara anggota G20 untuk menghasilkan capaian-capaian dan agenda prioritas G20 yang bermanfaat.

Sementara itu pada pertemuannya dengan Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri Peru Ana Cecilia Gervasi Díaz, Mendag Lutfi menegaskan komitmen Indonesia mendukung penuh kelanjutan masa depan negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Peru (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) yang telah tertunda sejak 2017.

Kedua negara masih memiliki banyak potensi yang belum dimanfaatkan dalam hubungan perdagangan bilateral.

“Perundingan Indonesia-Peru CEPA telah tertunda sejak 2017 karena isu-isu yang beredar dalam pendekatan yang digunakan untuk negosiasi. Namun, saya senang mendengar bahwa ada kemajuan yang signifikan pada masalah khusus ini,” ungkap Mendag Lutfi.

Untuk itu, Mendag Lutfi akan segara menugaskan tim teknis untuk mulai berkomunikasi dan bekerja sama satu sama lain untuk melanjutkan negosiasi agar perundingan segara diluncurkan.

Sementara Wakil Mendag Peru juga menyampaikan persetujuannya untuk melanjutkan negosiasi CEPA melalui pendekatan inkremental. Menurutnya, Indonesia merupakan negara mitra penting bagi Peru. Untuk itu, dia berharap kedua negara dapat segera menyelesaikan kerangka kerja agar perjanjian dapat segera diluncurkan. [adv/ad]

Jakarta

Teken Nota Kesepakatan dengan 13 Pemda, Ombudsman RI Minta Komitmen Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Published

on

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Ombudsman RI meminta komitmen dari para kepala daerah di Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Demikian disampaikan oleh Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih usai menandatangani Nota Kesepakatan antara Ombudsman RI dan 13 Pemerintah Kota/Kabupaten di Wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (30/11/2022) di Kantor Ombudsman RI, Jakarta.

Najih mengharapkan agar komitmen tersebut terus dijaga dan diwujudkan dalam kualitas pelayanan publik yang berkeadilan. “Setiap kepala daerah disini memiliki komitmen untuk pelayanan publik ke masyarakat, lebih baik lagi bila didukung oleh APBD,” katanya.

Najih menekankan pekerjaan bersama usai ditandatanganinya nota kesepakatan yaitu percepatan penyelesaian laporan, pencegahan maladministrasi, pertukaran data dan/atau informasi, dan kegiatan lain yang disepakati.

Terakhir, Najih menjelaskan mengenai penilaian kepatuhan tahun 2022 yang dikembangkan menjadi empat dimensi yaitu dimensi input yang mencakup sumber daya manusia dan sarana prasarana, dimensi proses mencakup standar pelayanan publik, dimensi pengelolaan pengaduan, dan dimensi outcome yaitu persepsi masyarakat. “Secara prorata penilaian kepatuhan pemda di Kalimantan Selatan masih masuk zona kuning di tahun 2021. Kami berharap hasil penilaian meningkat di tahun 2022,” tegas Najih.

Sependapat, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nur Yaumil, mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, mengatakan untuk mewujudkan agenda pembangunan daerah perlu partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. “Hubungan antar pemerintah dengan masyarakat harus dibangun melalui pelayanan publik yang profesional dan berkeadilan,” tuturnya.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas komitmen Ombudsman karena telah mengawasi terwujudnya pelayanan publik yang profesional, efektif, dan efisien,” jelas Subhan.

Nota kesepakatan ditandatangani oleh Ombudsman dengan Pemerintah Kota Banjarmasin, Pemerintah Kota Banjarbaru, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemerintah Kabupaten Kotabaru, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Pemerintah Kabupaten Tapin, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Pemerintah Kabupaten Balangan, dan Pemerintah Kabupaten Tabalong.

Turut hadir Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika dan Hery Susanto, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan, Hadi Rahman, Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, Bupati Tanah Laut, Sukamta, Pj Bupati Barito Kuala, Mujiyat, Wakil Bupati Banjar, Said Idrus, Sekda Kabupaten Tanah Bumbu, Ambo Sakka, serta Sekda Kabupaten Kotabaru Said Akhmad. [ad/rls]

Continue Reading

Jakarta

BI 7-Day Reverse Repo Rate Naik 50 BPS Jadi 5,25%, Sinergi Jaga Stabilitas Dan Pemulihan

Published

on

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto/Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 November 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6,00%. Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat kuatnya mata uang dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

Bank Indonesia juga terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi sebagai berikut:
– ​Memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR tersebut untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasarannya lebih awal;
– Memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan tetap berada di pasar sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, terutama imported inflation, melalui intervensi di pasar valas baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder;
– Melanjutkan penjualan/pembelian SBN di pasar sekunder untuk memperkuat transmisi kenaikan BI7DRR dalam meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investor portofolio asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah;
– Menerbitkan instrumen sukuk Bank Indonesia (SukBI) yang menggunakan underlying berupa surat berharga pembiayaan inklusif (SukBI inklusif) dan diakui sebagai Surat Berharga Pembiayaan Inklusif (SBPI), sejalan dengan komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung pembiayaan inklusif serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah;
– Melanjutkan kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit dengan melakukan pendalaman asesmen terkait respons suku bunga perbankan terhadap suku bunga kebijakan (Lampiran);

Terus mendorong penggunaan QRIS dan melanjutkan pengembangan fitur serta layanan QRIS termasuk perluasan QRIS antarnegara seiring dengan telah tercapainya target 15 juta pengguna baru QRIS pada Oktober 2022;
Mendorong inovasi sistem pembayaran termasuk melanjutkan akseptasi BI-FAST kepada masyarakat melalui perluasan kepesertaan dan kanal layanan serta terus melanjutkan komunikasi publik secara berkala;
Koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal Pemerintah dan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan. Bank Indonesia juga terus memperkuat kerja sama internasional dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya di bidang keuangan serta fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

Pertumbuhan ekonomi global melambat disertai dengan tingginya tekanan inflasi, agresifnya kenaikan suku bunga kebijakan moneter, dan ketidakpastian pasar keuangan. Pertumbuhan ekonomi global pada 2023 diprakirakan akan menurun dari 2022, dengan risiko koreksi yang dapat lebih rendah dan resesi yang tinggi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh berlanjutnya ketegangan geopolitik yang memicu fragmentasi ekonomi, perdagangan dan investasi, serta dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif. Sementara itu, tekanan inflasi dan inflasi inti global masih tinggi sejalan dengan terus berlanjutnya gangguan rantai pasokan dan keketatan pasar tenaga kerja terutama di AS dan Eropa, di tengah pelemahan permintaan global. Merespons tekanan inflasi tinggi tersebut, bank sentral di banyak negara terus memperkuat pengetatan kebijakan moneter yang agresif. Kenaikan Fed Funds Rate yang diprakirakan hingga awal 2023 dengan siklus yang lebih panjang (higher for longer) mendorong tetap kuatnya mata uang dolar AS sehingga memberikan tekanan pelemahan nilai tukar di berbagai negara. Tekanan pelemahan nilai tukar tersebut semakin meningkat sejalan dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Aliran keluar investasi portofolio asing menambah tekanan nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut. Kinerja ekonomi Indonesia terus menguat pada triwulan III 2022 dengan tumbuh 5,72% (yoy), lebih tinggi dari prakiraan dan capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,45% (yoy), ditopang oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor. Perbaikan ekonomi nasional juga tercermin pada peningkatan pertumbuhan mayoritas Lapangan Usaha (LU), terutama Industri Pengolahan, Transportasi dan Pergudangan, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara spasial, perbaikan ekonomi ditopang oleh pertumbuhan yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Berbagai indikator bulan Oktober 2022 dan hasil survei Bank Indonesia terakhir, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya proses pemulihan ekonomi domestik. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor diprakirakan tetap kuat, khususnya batu bara, CPO, besi dan baja, serta ekspor jasa, seiring dengan permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat didukung kebijakan Pemerintah. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan tetap bias ke atas dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5 – 5,3%. Pertumbuhan ekonomi pada 2023 diprakirakan tetap tinggi didorong oleh permintaan domestik serta kinerja ekspor yang tetap positif di tengah risiko lebih dalamnya perlambatan perekonomian global.

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan eksternal. Transaksi berjalan triwulan III 2022 diprakirakan mencatat peningkatan surplus dibandingkan dengan capaian triwulan sebelumnya, ditopang oleh kuatnya kinerja ekspor nonmigas. Sementara itu, transaksi modal dan finansial diprakirakan mencatat defisit, seiring dengan aliran keluar modal asing, terutama dalam bentuk investasi portofolio, di tengah tetap kuatnya Penanaman Modal Asing (PMA). Memasuki triwulan IV 2022, kinerja neraca perdagangan tetap baik dengan surplus mencapai 5,7 miliar dolar AS pada Oktober 2022. Tekanan arus modal asing masih berlanjut dengan investasi portofolio pada triwulan IV 2022 (hingga 15 November 2022) yang mencatat net outflows sebesar 0,3 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2022 tetap tinggi tercatat sebesar 130,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Secara keseluruhan 2022, kinerja NPI diprakirakan tetap terjaga dengan surplus transaksi berjalan berada dalam kisaran 0,4 – 1,2% dari PDB dan kinerja neraca transaksi modal dan finansial yang tetap baik terutama dalam bentuk PMA. Kinerja NPI pada 2023 diprakirakan tetap baik, ditopang oleh neraca transaksi modal dan finansial dan transaksi berjalan yang solid, di tengah risiko berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Kuatnya dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global memberikan tekanan pelemahan nilai tukar hampir seluruh mata uang dunia, termasuk nilai tukar Rupiah. Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) tercatat 106,28 pada 16 November 2022 atau mengalami penguatan sebesar 11,09% (ytd)  selama tahun 2022. Sementara itu, dengan langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia, nilai tukar Rupiah sampai dengan 16 November 2022 terdepresiasi 8,65% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021. Depresiasi nilai tukar Rupiah tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara lain di kawasan, seperti Korea Selatan 10,30% (ytd) dan Filipina 11,10% (ytd). Sangat kuatnya dolar AS didorong oleh pengetatan kebijakan moneter yang agresif di AS dan penarikan modal dari berbagai negara ke AS, di tengah melemahnya ekonomi dan tingginya inflasi di Eropa. Pada saat bersamaan, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global berlanjut. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi.

Ekspektasi inflasi masih tinggi meskipun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) lebih rendah dari prakiraan awal. Inflasi IHK pada Oktober 2022 tercatat sebesar 5,71% (yoy), masih di atas sasaran 3,0±1%, meskipun lebih rendah dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,95% (yoy). Inflasi kelompok volatile food turun menjadi 7,19% (yoy) dan perlu penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan yang erat melalui TPIP-TPID dan GNPIP untuk penurunan lebih lanjut. Inflasi administered prices tercatat sebesar 13,28% (yoy) dan perlu penguatan koordinasi untuk memitigasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan agar lebih rendah. Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 3,31% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sejalan dengan dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM dan meningkatnya ekspektasi inflasi. Consensus Forecast bulan November 2022 menunjukkan ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yaitu 5,9%(yoy) meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya 6,7%(yoy). Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia akan memperkuat respons kebijakan moneter untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023.

Kondisi likuiditas di perbankan meningkat dan memadai dalam mendukung intermediasi. Pada Oktober 2022, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih tinggi mencapai 29,46% dan meningkat dari bulan sebelumnya. Likuiditas perekonomian juga tetap longgar, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 14,9% (yoy) dan 9,8% (yoy). Lebih lanjut, dalam rangka pelaksanaan Kesepakatan Bersama Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia  melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional serta pembiayaan penanganan kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19 sebesar Rp142,35 triliun hingga 15 November 2022. Likuiditas yang masih longgar tersebut turut memberikan dorongan untuk pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Transmisi kenaikan suku bunga kebijakan mendorong peningkatan suku bunga di pasar uang, sementara kenaikan suku bunga perbankan terbatas. Di pasar uang, suku bunga IndONIA pada 16 November 2022 naik 150 bps dibandingkan akhir Juli 2022 menjadi sebesar 4,30%, sejalan dengan kenaikan BI7DRR dan penguatan strategi operasi moneter Bank Indonesia. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek meningkat 143 bps, sementara imbal hasil SBN tenor jangka panjang relatif terjaga. Sementara itu, kenaikan suku bunga perbankan, baik suku bunga dana maupun suku bunga kredit, lebih terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan pada Oktober 2022 naik menjadi 3,40% dari 2,89% pada Juli 2022, sementara suku bunga kredit Oktober 2022 meningkat terbatas menjadi 9,09% dari 8,94% pada Juli 2022. Masih terbatasnya kenaikan suku bunga tersebut seiring dengan likuiditas yang masih longgar yang memperpanjang efek tunda (lag effect) transmisi suku bunga kebijakan pada suku bunga dana dan kredit.

Intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan dan mendukung pemulihan ekonomi. Pertumbuhan kredit pada Oktober 2022 tercatat sebesar 11,95% (yoy), ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan hampir seluruh sektor ekonomi.  Pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,4% (yoy). Dari sisi penawaran, berlanjutnya perbaikan intermediasi perbankan didukung oleh standar penyaluran kredit yang tetap longgar, seiring dengan membaiknya appetite perbankan dalam penyaluran kredit terutama di sektor Industri, Perdagangan dan Pertanian. Dari sisi permintaan, peningkatan intermediasi ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi dan rumah tangga yang terus berlanjut. Kinerja korporasi tercermin dari perbaikan kemampuan membayar, tingkat penjualan, dan belanja modal, terutama di sektor Pertambangan dan Perdagangan. Kinerja rumah tangga tercermin dari konsumsi dan investasi rumah tangga yang membaik sejalan dengan optimisme konsumen. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit UMKM pada Oktober 2022 tercatat sebesar 17,50% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati berbagai risiko makroekonomi domestik dan global yang dapat menghambat kinerja sistem keuangan, serta memperkuat sinergi dengan KSSK dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan.

Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga baik dari sisi permodalan maupun likuiditas. Permodalan perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio /CAR) September 2022 tetap tinggi sebesar 25,09%. Seiring dengan kuatnya permodalan, risiko tetap terkendali yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) pada September 2022 yang tercatat 2,78% (bruto) dan 0,77% (neto). Likuiditas perbankan pada Oktober 2022 tetap terjaga didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9,41% (yoy) dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sejalan dengan net ekspansi Pemerintah. Peningkatan DPK terjadi pada kelompok korporasi dan rumah tangga sejalan dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional. Hasil simulasi Bank Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan perbankan masih terjaga. Namun, potensi dampak dari sejumlah faktor risiko, baik dari sisi kondisi makroekonomi domestik maupun gejolak eksternal, tetap perlu diwaspadai.
Bank Indonesia terus meningkatkan efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan kebijakan dan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.  Transaksi ekonomi dan keuangan digital mengalami kenaikan ditopang oleh meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking. Nilai transaksi uang elektronik (UE) pada Oktober 2022 tumbuh 20,19% (yoy) mencapai Rp35,1 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 38,38% (yoy) menjadi Rp5.184,1 triliun sejalan dengan normalisasi mobilitas masyarakat. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit mengalami peningkatan 23,52% (yoy) menjadi Rp691,6 triliun. Di sisi lain, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Oktober 2022 meningkat 6,04% (yoy) mencapai Rp905,9 triliun. Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). [ad/rls-bi]

Continue Reading

Jakarta

Memiliki Banyak Keunggulan, Sawit Indonesia Ternyata Sudah Sustainable

Published

on

Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI), Tofan Mahdi dalam kegiatan yang digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerjasama dengan komunitas Generasi Sawit Indonesia pada Talkshow GenSawit Corner Eps. 5. (Foto/Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Hingga tahun 2021, sawit masih menjadi komoditas ekspor strategis Indonesia dengan sumbangan devisa ekspor mencapai USD 35 miliar atau lebih dari Rp530 triliun, yang memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah industri minyak sawit Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Tofan Mahdi, Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) dalam kegiatan yang digelar oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerjasama dengan komunitas Generasi Sawit Indonesia pada Talkshow GenSawit Corner Eps. 5 yang bertajuk ‘Kenali Keutamaan dan Aspek Sustainability Minyak Sawit untuk Consumer Goods’ di Aloft Hotel, Jakarta pada (31/10/2022).

Kegiatan ini dilakukan secara hybrid yang diikuti lebih dari 100 orang Mahasiswa/i yang berasal dari beberapa universitas di DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain mengikuti kegiatan talkshow tersebut, peserta kegiatan yang notabene merupakan Mahasiswa/i antusias dan aktif untuk bergabung menjadi anggota komunitas Generasi Sawit sebagai garda pemuda pembela sawit di Indonesia.

Lebih lanjut dijelaskan Tofan, selain sebagai penyumbang devisa negara terbesar, sawit juga disebut sebagai industri yang mampu meningkatkan sektor tenaga kerja. Bahkan, jumlah tenaga kerja langsung dan tidak langsung yang bergantung hidup kepada sektor industri sawit mencapai lebih dari 17 juta orang.

“Ketika dalam kurun 15-20 tahun terakhir dalam pasar minyak nabati dunia, pangsa pasar sawit menjadi nomor satu mengalahkan komoditas minyak nabati yang dihasilkan oleh negara-negara di benua Amerika maupun Eropa. Selama minyak sawit masih menjadi nomor satu dalam persaingan pasar minyak nabati global, tudingan bahwa minyak sawit merusak lingkungan dan lain sebagainya itu akan selalu ada,” kata Tofan.

Berbagai upaya pun dilakukan oleh pemerintah maupun berbagai pihak dalam memastikan standar keberlanjutan dari industri sawit. Menurut Tofan, hal itu diupayakan untuk menjaga standar dari tingkat produksi maupun memperkuat pernyataan bahwa seluruh perusahaan sawit memiliki sertifikasi dalam menjaga mutu perusahaannya.

“Indonesia punya satu kebijakan yang sifatnya mandatori, yaitu Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) Certification dan itu bukan satu-satunya sertifikasi keberlanjutan. Banyak perusahaan yang menggunakan standar sertifikasi keberlanjutan yang sifatnya volunteery, misalnya ada RSPO dan lain sebagainya. Saya yakin salah satu tujuannya itu adalah mengurangi dampak yang ditimbulkan dengan proses yang bersifat pembangunan dan pemberdayaan di lingkungan yang ditanami kebun sawit,” katanya.

Sementara itu, Dr. Darmono Taniwiryono, Ketua Umum Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) menyampaikan, sawit sebagai sumber minyak nabati paling sustainable baik dari segi ekonomi, yang dibuktikan dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya. Tidak hanya itu, dari segi lingkungan ungkap Dr. Darmono, kebun sawit paling adaptif terhadap keanekaragaman hayati.

“Saya contohkan, tidak akan ada harimau, gajah, buaya, ular yang hidup nyaman di bawah pohon kedelai, jagung, kanola atau bunga matahari, tetapi berbanding terbalik dengan di kebun sawit,” tegas Dr. Darmono.

Lebih lanjut dikatakan Dr. Darmono, dari satu hektar kebun sawit, tidak hanya menghasilkan minyak, tetapi juga menghasilkan biomassa lignoselulosa sebesar 28 kali dibandingkan biomassa kedelai. Terkait kampanye negatif yang dibuat oleh Uni Eropa, hal tersebut bertujuan untuk dua kepentingan ekonomi global yakni persaingan pasar minyak nabati dan upaya menadapatkan kredit karbon yang tinggi.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Abdul Aziz, Wakil Pemimpin Redaksi Investor Daily yang menyampaikan bahwa kampanye negatif yang dilakukan Uni Eropa dan gencar disebarkan di media, baik dari aspek lingkungan maupun kesehatan harus di-counter dengan kegiatan sosialisasi yang masif.

“Kami melihat di media, sosialisasi dan counter terhadap isu negatif sawit harus terus dilakukan. Sehingga lambat laun, masyarakat internasional juga akan sadar bahwa sawit ternyata tidak seperti yang dituduhkan,” pungkas Aziz. [ad/rls]

Continue Reading

Jakarta

Jutaan Massa Tumpah Ruah, Saatnya Parpol Mantap Bersama Anies Baswedan

Published

on

Anies Baswedan selesai menghadiri acara perpisahan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota. (Foto/Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Anies Baswedan selesai menghadiri acara perpisahan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota DKI, hari ini. Anies pun pulang dari Balai Kota dengan mengendarai vespa warna silver.

Kedatangan dan kepulangan Anies Baswedan disambut jutaan warga DKI dari mulai HI sampai balaikota dan sebaliknya.

Anies Baswedan menyatakan tidak menyangka sedemikian antusiasnya warga DKI melepas purna tugasnya sebagai Gubernur DKI.

Ia menilai hal tersebut lantaran ikhtiar yang dilakukan dengan hati.

“Betul-betul sampai ke Bundaran HI ke Balai Kota, sampai panjang sekali karena melampaui dugaan. Mudah-mudahan ini penanda bahwa ikhtiar kemarin dikerjakan dengan hati, sepenuh hati, dari hati. Karena itu diterimanya juga dengan hati,” paparnyapaparnya, Senin (17/10/22).

Dedi Satria, ketua nasional Relawan Kemenangan Anies (Rekan Anies) mengatakan bahwa tumpah ruahnya warga DKI adalah bentuk kecintaan mereka kepada Anies Baswedan dan bentuk kesetiaan warga DKI yang akan tetap bersama Anies Baswedan di pilpres 2024.

“Apa yang terjadi di DKI hari ini (16 Oktober-red) dengan tumpah ruahnya jutaan massa akan membawa energi semangat perubahan ke seluruh penjuru Indonesia” ujar Dedi.

Dedi juga menyatakan bahwa momentum 16 Oktober ini, sekaligus penuntasan keraguan bagi parpol yang masih ragu untuk mendukung Anies Baswedan.

“Barisan warga yang jumlahnya jutaaan ini menjadi obat untuk menghilangkan keragu-raguan parpol yang akan mendukung Anies Baswedan” tegas Dedi.

Sementara itu di depan balaikota, Benni, koordinator Front Juang 45 mengungkapkan bahwa antusiasnya jutaan warga muncul secara organik, warga DKI hadir dengan suka rela karena rasa cintanya kepada Gubernur Anies Baswedan dan ingin menyatakan secara tidak langsung kepada Anies Baswedan bahwa warga DKI siap untuk terus bersama Anies Baswedan meneruskan perjuangan mewujudkan keadilan sosial ke seluruh wilayah Indonesia.

“Momentum 16 Oktober ini benar-benar menjadi selebrasi warga DKI Jakarta kebanggaannya terhadap sosok Anies Baswedan” pungkas Benni.

Untuk diketahui, Front Juang 45 yang terdiri dari 12 simpul relawan pendukung Anies Baswedan yang terdiri dari : Sohib Indonesia, Rekan Indonesia, Gema Asa, Relasi, Sigap Indonesia, Jakarta Bahagia, Gemas, Sparta, Raja, Siap Indonesia, Abdi Rakyat, dan Sahabat Lansia telah memobilisasi 150 ribu massa pendukungnya ke balaikota.(Rohena/Azs)

Continue Reading

Jakarta

12 Simpul Relawan Anies Baswedan Siap Turunkan 150 Ribu Massa

Published

on

Gubernur DKI Anies Baswedan akan diselenggarakan di balaikota DKI Jakarta pada tanggal 16 Oktober 2022. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – 12 Simpul Relawan Anies Baswedan yang terdiri dari Sohib Indonesia, Rekan Indonesia, Gema Asa, Relasi, Sigap Indonesia, Jakarta Bahagia, Gemas, Sparta, Raja, Siap Indonesia, Abdi Rakyat, dan Sahabat Lansia, menggelar konfrensi pers pada haei ini (14/10) di Gedung Juang 45 terkait pelaksanaan acara pelepasan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang akan selesai masa jabatannya pada tanggal 17 Oktober 2022.

Adapun acara pelepasan Gubernur DKI Anies Baswedan akan diselenggarakan di balaikota DKI Jakarta pada tanggal 16 Oktober 2022.

Dalam kaitannya dengan acara tersebut, Front Juang 45 menyatakan akan menurunkan 150 ribu massa yang selama ini menjadi basis pendamping warga para relawan pendukung Anies Baswedan.

Benni, koordinator Front Juang 45 mengatakan agenda tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih warga Jakarta terhadap program-program yang dijalankan oleh pemprov DKI.

“Mereka adalah penerima manfaat terhadap kebijakan dan program pemprov DKI yang berlandaskan keadilan sosial,” ujar Benni.

Benni menjelaskan warga penerima manfaat tersebut akan melakukan testimoni dalam acara pelepasan Gubernur DKI Jakarta yang bertema #Terimakasih Jakarta.

“Jadi mereka yang menerima manfaat di segala bidang kehidupan sosial mulai dari pendidikan, kesehatan, keagamaan, perumahan, dan perijinan akan testimoni sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Anies Baswedan,” papar Benni.

Sementara itu Ujang, perwakilan Relasi mengatakan, di tanggal 16 Oktober itu warga DKI akan memberikan mandat kepada Anies Baswedan untuk meneruskan pembangunan yang berkeadilan sosial di DKI Jakarta ke seluruh penjuru Indonesia.

“Untuk itu kami warga Jakarta dengan ikhlas mewakafkan Anies Baswedan untuk menjadi pemimpin Indonesia di 2024 demi terwujudnya keadilan sosial di seluruh Indonesia” tegas Ujang.

Dalam memeriahkan dan mensukseskan acara tesebut Wahyu Firmansyah, perwakilan Gema Asa menyerukan kepada seluruh warga Jakarta untuk berbondong-bondong bergabung bersama di balaikota DKI untuk melepas Anies Baswedan dan mengantarkan ketampuk kepemimpinan nasional.

“Mari kita bersama-sama berbondong-bondong memeriahkan acara tersebut dengan tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, kebersihan dan kedamaian,” Seru Wahyu. (Rohena/Azs)

Continue Reading

Jakarta

Desak Pemprov DKI Segera Bongkar Kafe Remang-remang Rawa Bebek

Published

on

Aliansi Masyarakat Muslim Penjaringan mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta segera membongkar puluhan kafe. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Aliansi Masyarakat Muslim Penjaringan mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta segera membongkar puluhan kafe remang-remang yang diduga dijadikan tempat prostitusi di bantaran rel Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara.

“Kami desak Satpol PP DKI Jakarta untuk segera menertibkan sekitar 43 kafe remang-remang yang ada di wilayah RT 02/13, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara yang sangat meresahkan warga,” tegas Rohim bersama Ustad Fery dan Ustad Omi Bustami, perwakilan Aliansi Masyarakat Muslim Penjaringan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Rohim mengungkapkan, pihaknya sudah pernah bertemu dengan Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin pada 17 Maret 2022 lalu di gedung Balaikota. Saat itu, pihak Satpol PP DKI Jakarta berjanjiakan memanggil pihak lain yang terkait dengan masalah tersebut, diantaranya Walikota Jakarta Utara dan Barat serta Satpol PP kedua wilayah, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pemilik lahan yang digunakan sebagai tempat lokalisasi.

Namun, hingga saat ini kesepakatan yang dicapai pada pertemuan terseut tak kunjung direalisasikan. Saat itu kami dialog dengan Kasatpol PP DKI, Pak Arifin di Ruang Rapat Satpol PP DKI Jakarta di Balaikota, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya. Saat itu, Pak Arifin janji mau hadirkan Walikota Jakut dan Barat beserta Satpol PP masing-masing serta pihak PT KAI. Karena lahan yang digunakan untuk bangun kafe remang-remang itu memang milik PT KAI,” jelas Rohim.

Menurutnya, keberadaan kafe remang-remang yang diduga dijadikan tempat prostitusi itu sudah lama dikeluhkan warga sekitar. Warga mengaku resah karena akan berdampak buruk pada moral anak-anak dan rawan terjadi tindakan kriminal.

“Kafe remang-remang itu berada di tengah pemukiman di bantaran rel kereta. Ini tentu akan merusak moral anak-anak kami dan sangat rawan tindakan kriminal. Apalagi, di dekat lokalisasi itu ada Masjid Jami Rahmatul Ummah. Apalagi, kafe-kafe itu buka 24 jam dan kalau malam makin ramai,” timpal seorang warga. (Rohena/Azs)

Continue Reading

Jakarta

Polda Metro Ungkap Keterlibatan Irjen Teddy Minahasa dalam Peredaran Sabu, Berawal dari Temuan Sabu di Jakarta

Published

on

Polda Metro Jaya mengungkapkan keterlibatan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa dalam peredaran narkoba jenis sabu seberat 5 kg. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Polda Metro Jaya mengungkapkan keterlibatan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa dalam peredaran narkoba jenis sabu seberat 5 kg. Hal itu disamapaikan dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022).

Keterlibatan Teddy berawal dari temuan kasus narkoba yang diselidiki oleh Polres Jakarta Pusat pada 10 Oktober.

Mulanya Polres Jakarta Pusat menemukan sabu seberat 44 gram dari tersangka. Temuan tersebut kemudian didalami dan ditemukan seorang anggota polisi berinisial AD yang terlibat dalam peredaran barang haram itu.

Dari keterlibatan AD itu lah Polres Jakarta Pusat mendapati keterlibatan anggota polisi lainnya seperti HS yang merupakan seorang Kapolsek dan D yang merupakan eks Kapolres Bukittinggi Sumatera Barat.

Dari AKBP D, Polres Metro Jakarta Pusat mendapati bahwa peredaran barang haram tersebut melibatkan Kapolda Jawa Timur Irjen Teddy Minahasa.

“Dari saudara D menyebutkan ada keterlibatan Irjen Pol TM sebagai pengendali 5 kg sabu dari Sumbar,” ujar Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa dalam konfrensi pers.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba.

Hal ini terungkap setalah polisi melakukan pemeriksaan terhadap jenderal bintang dua Polri itu.

“Tadi pagi telah dilaksanakan gelar untuk menentukan dan saat ini Irjen TM (Teddy Minahasa) dinyatakan sebagai terduga pelanggar,” kata Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Tak hanya Teddy, jaringan tersebut juga menyeret sejumlah personel kepolisian lainnya dari pangkat Bripka, Kompol, hingga AKBP. (Rohena/Azs)

Continue Reading

Jakarta

Anies Baswedan Canangkan Revitalisasi Stadion Sepak Bola Tugu Jakarta Utara

Published

on

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan melaksanakan pencanangan revitalisasi Stadion Sepak Bola Tugu. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Secara simbolis, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan melaksanakan pencanangan revitalisasi Stadion Sepak Bola Tugu Jakarta Utara, Rabu (12/10). Dipastikan, seluruh fasilitas stadion akan mengikuti standar FIFA dan terintegrasi dengan akses transportasi publik.

“Bisa dilihat disini banyak fasilitas yang rusak, umur stadion ini sudah 35 tahun karena itu kita melakukan revitalisasi dan dibangun dengan standar FIFA diintegrasikan dengan lingkungan sekitar yang menggunakan prinsip-prinsip ramah lingkungan sehingga stadion ini bisa jadi percontohan,” jelas Anies didampingi Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Achmad Firdaus serta Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim.

Anies menegaskan bukan hanya stadionnya yang direvitalisasi tapi kapasitasnya penonton juga akan ditingkatkan hingga dua kali lipat. “Semula 2 ribu penonton nanti bisa menjadi 4 ribu. Nantinya juga akan ada plaza publik, ruang untuk UMKM dan terintegrasi dengan transportasi umum jadi konsepnya bukan hanya membuat stadion untuk penonton dan pemain tapi juga sebagai tempat yang menggerakan perekonomian, tempat interaksi masyarakat dan contoh pengelolaan berbasis lingkungan,” ungkapnya.

Direncanakan, proses pembangunan Stadion Sepak Bola Tugu akan rampung pada November 2023 dengan menelan biaya sekitar Rp 181 Miliar. “Untuk tahap pertama pembangunan akan dialokasikan Rp 80 Miliar. Kami harap dapat mempertahankan tiga prinsip yaitu kualitas terjamin, biaya sesuai dengan yang dirancang dan waktunya tepat sesuai yang dijadwalkan,” tambahnya.

Ia pun berpesan apabila stadionnya sudah bagus maka tim sepak bola kebanggaan Jakarta Utara juga harus meningkatkan prestasi. “Proses yang panjang itu akan menemui akhirnya, hari ini babak baru pembangunan segera dilaksanakan. Apa yang terjadi di stadion ini diharapkan manfaatnya bisa terasa pada seluruh masyarakat,” harap Anies.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Achmad Firdaus menambahkan bahwa upaya revitalisasi Stadion Sepak Bola Tugu dilatar belakangi beberapa hal dimana adanya kebutuhan perbaikan dan kondisi stadion yang tidak representatif. “Revitalisasi stadion dapat memberikan dampak yang signifikan untuk perkembangan sepak bola dan menjadi ruang ketiga bagi warga Jakarta Utara. (Rohena/Azs)

Continue Reading

Ekonomi

ASPI Dukung Konsolidasi Industri Sistem Pembayaran Nasional

Published

on

Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan infrastruktur pembayaran, yaitu BI-Fast pada Desember 2021. (Foto/Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Bank Indonesia (BI) telah resmi meluncurkan infrastruktur pembayaran, yaitu BI-Fast pada Desember 2021. Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Djamin Nainggolan mengatakan, BI-Fast dibangun dalam rangka mendukung konsolidasi industri sistem pembayaran nasional dan integrasi ekonomi keuangan digital secara end-to-end.

BI Fast juga dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan transfer dana yang lebih efisien, cepat (real-time), dan tersedia setiap saat.

Djamin mengatakan, BI-Fast hadir seiring dengan tumbuhnya transaksi digital di Indonesia. Menurut Djamin, pertumbuhan uang elektronik di Indonesia meningkat 10 kali lipat sepanjang 2016-2021. Pada 2016 tercatat ada sebesar 51 juta. Lalu, pada 2021 tercatat ada sekitar 575 juta transaksi elektronik.

“Tahap pertama BI-Fast pada Desember 2021 sudah kredit transfer dan masih akan dilengkapi fitur-fiturnya. Peserta juga akan lebih banyak. Pada tahap pertama ada 21 bank. Ada sekitar 128 peserta bank, yang akan masih terus bergerak”, seperti dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (3/10/2022).

Djamin meyakini, tren digitalisasi yang terus berkembang dapat mengurangi GAP antara bank besar maupun bank kecil di Indonesia. Sebab, pada akhirnya semua memiliki kesempatan yang sama untuk bisa memberikan kepuasan kepada nasabah.

Selain itu, lanjut dia, selalu mendukung kebijakan pemerintah dalam tren perkembangan digital di dalam negeri dengan dapat meningkatkan kerjasama antara fintech maupun bank, mengingat banyak pihak berlomba-lomba menciptakan ekosistem yang bisa menunjang berbagai layanan untuk pelanggan.

“Sebagai pemain kita sama-sama bisa lihat bahwa banyak tren menggunakan uang elektronik chip maupun server base, karena onboarding yang gampang, customer experience-nya berbeda dan tidak ribet kalau buka account,” kata dia. (ril/her/Azs)

Continue Reading

Umum

Populer