Grebek Kampung Narkoba Desa Pon, 3 Pria Diamankan – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

KrimHum

Grebek Kampung Narkoba Desa Pon, 3 Pria Diamankan

Published

on

Keempat kalinya, Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai kembali razia grebek Kampung Narkoba (GKN) di Desa Pon. (Foto: Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com – Keempat kalinya, Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai kembali razia grebek Kampung Narkoba (GKN) di Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Operasi dipimpin langsung Kasat Narkoba, AKP Juriadi SH, MH, Kasi Propam, AKP Adi Santika, KBO Satresnarkoba Iptu B Manurung, Kanit I Satnarkoba Ipda Anggiat Sidabutar, Kanit II Satnarkoba Ipda Tri Pranata Purba dan personil gabungan Polres Serdang Bedagai.

Dalam GKN kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai, 3 orang pria berhasil diamankan. Tepatnya di areal perkebunan kelapa sawit PT. Lonsum Desa Pon. Jumat (27/6/2022) sekira pukul 13:00WIB.

Kapolres Sergai AKBP Dr. Ali Machfud melalui Kasat Narkoba AKP Juriadi membenarkan pengrebekan operasi grebek kampung narkoba di desa pon yang berhasil mengamankan 3 pelaku.

“Hasil giat grebek kampung narkoba (GKN), tim berhasil mengamankan 3 orang pria di areal kebun perkebunan kelapa sawit PT Lonsum Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Sergai,” kata AKP Juriadi, Jumat(27/5) sore.

Adapun ketiga pelaku yang diamankan dilokasi yaitu RS (23), MR (28) keduanya warga Dusun XV Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai. Sedangkan NED(42) warga Dusun XIV Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Sergai.

Selain pelaku, lanjut Juriadi. Tim juga mengamankan barang bukti 3 bal pastikan klip ukuran sedang dan kecil dalam keadaan kosong, 2 buah aqua merek indodes yang telah terakit menjadi bong, satu
buah mancis warna biru, satu buah pipet yang dijadikan sekop, satu buah jarum dan satu buah kompeng warna merah.

“Saat ini ketiga pelaku sudah diamankan di Satnarkoba Polres Sergai guna dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas mantan Kasat Narkoba Polres Belawan.

Dalam operasi grebek kampung narkoba di Desa Pon langsung disambut antusias oleh masyarakat sekitar.

“Alhamdulilah, terimahkasih telah memberantas peredaran narkoba di areal perkebunan kelapa sawit ini dan saya meminta dalam operasi ini jangan hanya sekali ini saja dan seterusnya diawasi jadi tidak ada lagi peredaran narkoba, sehingga kami disini merasa aman dan tidak ada masalah,” ucap warga Dusun 5 yang enggan disebut namanya di awak media. [yusnar]

Hulu Sungai Selatan

Polres HSS Gelar Press Release 109 Kasus Tindak Pidana Penyelahgunaan Narkoba

Published

on

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Sepanjang Januari sampai November tahun 2022, Polres Hulu Sungai Selatan(HSS) Mencatat terdapat 109 tindak pidana narkotika berhasil ditangani Satresnarkoba Polres HSS.

Dari 109 kasus narkoba, terdapat 125 orang tersangka kasus narkotika di HSS, dengan total barang bukti berupa sabu seberat 315,47 gram.

Sementara untuk Satresnarkoba Polres HSS pada triwulan III tercatat 32 kasus tindak pidana narkoba dengan 33 tersangka. Total barang bukti 114,63 gram sabu, carisoprodol 287 butir, daftar G 5.668 butir.

Dikatakan Kapolres HSS AKBP Sugeng Priyanto, untuk triwulan IV ada 12 kasus dengan 14 tersangka dengan barang bukti berupa 8,59 gram sabu, 980 butir obat daftar G,” kata Kapolres HSS saat press release di Mapolres HSS, Senin (01/11/2022)

Untuk kasus kejahatan konvensional triwulan III totalnya 1 kasus pencurian bermotor, 3 kasus pencurian dengan pemberatan, 4 kasus senjata tajam, 8 kasus perjudian.

“Dan untuk penipuan online jual mobil semua tersangka berapa di Samarinda, Kalimantan Timur. Sebanyak lima TSK yang ditangkap dua orang dari Barabai, Kabupaten HST,” ujarnya.

Maka dari itu, Kapolres HSS meminta informasi kepada masyarakat jika mengetahui ada dugaan tidak pidana narkoba, maupun tindak pidana umum perjudian, untuk melapor ke pihak aparat kepolisian dan pelapor akan dirahasiakan.

“Kami akan merahasiakan identitas pelapor dan untuk saksi cukup dari petugas,” ujar Kapolres HSS. [ari]

Continue Reading

Kalteng

Merasa Sering Mendapat Ejekan Id Habisi Temannya

Published

on

Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono SIK ketika menggelar Press Release Jumat (28/20/2022) kasus pembunuhan dan tersangka Idot (24). (Foto/Suhaili) 

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Kasus pembunuhan terjadi di Sei Daha Desa Tumbang Tihis Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas Kalteng. Peristiwa itu terjadi sekira jam 20.00 Wib Senin (24/10/2022).

Korban AY tewas di TKP akibat senjata tajam parang dihunus tersangka ID (24) warga Desa Tumbang Puroh RT 01 Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas.

Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono SIK mengatakan motifnya lantaran tersangka sering di ejek korban diketahui teman kerja di area pertambangan.

“Tersangka dibawa dari Polsek Sei Hanyo untuk proses hukum lebih lanjut, ” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim ketika menggelar press release di Aula Polres Jalan Pemuda Kualkapola Kapuas Jumat (28/10/2022).

Kronologis kejadian lanjut Kapolres kalau tersangka mendatangi korban
ketika berada
di pondok pada malam itu.

Melihat tersangka korban berusaha menyerang. Senter dan senjata tajam parang yang dipegang terjatuh dari tangannya.

Tersangka pun lalu mengambil parang tersebut dan membacok mengenai leher korban.

Korban lantas lari ke arah parit. Namun tersangka terus mengejarnya masuk ke dalam parit yang tergenang air langsung membacok korban dengan parang hingga korban tewas.

Kapolres menambahkan barang bukti diamankan diantaranya satu senter senjata tajam parang.

“Tersangka Id dikenai pasal 338 KUHP jo pasal 351 ayat (3) KUHP yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” jelas Kapolres. (ujang/ery-SB).

Continue Reading

Kalteng

Nyambi Jual Obat Terlarang Warga Mahakam Diamankan Polisi

Published

on

Polres Kapuas pada konferensi pers Jumat (28/10/2022). (foto/Suhaili) 

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Lantaran nyambi menjual obat-obatan terlarang seorang warga Jalan Mahakam Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Kalimatan Tengah MD (34) diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas sekira pukul 12.40 Wib Selasa (25/10/2022).

“kita sudah amankan terlapor karena kedapatan menjual obat-obatan terlarang. Kegiatan bersangkutan melanggar tindak pidana Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, ” kata Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono SIK didampingi Kasat Narkoba Iptu Subandi Kasat Reskrim pada konferensi pers Jumat (28/10/2022).

Dikatakan Kapolres terlapor tertangkap tangan polisi saat dilakukan pengeledahan di TKP.

Kasat Narkoba Iptu Subandi menambahkan adapun barang bukti berhasil diamankan 3.708 obat tanpa merk berlogo SL 700 obat tanpa merk berlogo SAMCO.

Lalu 40 keping obat dengan merk SAMCODIN sejumlah 400 butir 125 keping obat dengan merk SELEDRYL sejumlah 1.500 butir termasuk uang tunai sebesar Rp. 695.000.

“Terlapor diancam Pasal 197 Jo Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 53 KUPidana,” ujar Kasat. (ujang/ery-SB).

Continue Reading

Jakarta

Polda Metro Ungkap Keterlibatan Irjen Teddy Minahasa dalam Peredaran Sabu, Berawal dari Temuan Sabu di Jakarta

Published

on

Polda Metro Jaya mengungkapkan keterlibatan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa dalam peredaran narkoba jenis sabu seberat 5 kg. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Polda Metro Jaya mengungkapkan keterlibatan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa dalam peredaran narkoba jenis sabu seberat 5 kg. Hal itu disamapaikan dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022).

Keterlibatan Teddy berawal dari temuan kasus narkoba yang diselidiki oleh Polres Jakarta Pusat pada 10 Oktober.

Mulanya Polres Jakarta Pusat menemukan sabu seberat 44 gram dari tersangka. Temuan tersebut kemudian didalami dan ditemukan seorang anggota polisi berinisial AD yang terlibat dalam peredaran barang haram itu.

Dari keterlibatan AD itu lah Polres Jakarta Pusat mendapati keterlibatan anggota polisi lainnya seperti HS yang merupakan seorang Kapolsek dan D yang merupakan eks Kapolres Bukittinggi Sumatera Barat.

Dari AKBP D, Polres Metro Jakarta Pusat mendapati bahwa peredaran barang haram tersebut melibatkan Kapolda Jawa Timur Irjen Teddy Minahasa.

“Dari saudara D menyebutkan ada keterlibatan Irjen Pol TM sebagai pengendali 5 kg sabu dari Sumbar,” ujar Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa dalam konfrensi pers.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba.

Hal ini terungkap setalah polisi melakukan pemeriksaan terhadap jenderal bintang dua Polri itu.

“Tadi pagi telah dilaksanakan gelar untuk menentukan dan saat ini Irjen TM (Teddy Minahasa) dinyatakan sebagai terduga pelanggar,” kata Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Tak hanya Teddy, jaringan tersebut juga menyeret sejumlah personel kepolisian lainnya dari pangkat Bripka, Kompol, hingga AKBP. (Rohena/Azs)

Continue Reading

KrimHum

Kawanan Maling Bawa Kabur Brankas Berisi Uang Rp 31 Juta Milik Alfamart Perbaungan

Published

on

Ilustrasi Toko Alfamart. (Foto/Ist)

SERGAI, SuaraBorneo.com – Toko minimarket Alfamart di Jalan Serdang Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai dibobol pelaku tindak pidana pencurian atau maling, pada Senin (3/10) sekitar pukul 10.55 WIB.

Insiden tersebut berdasarkan Laporan Polisi (LP) yang diterima oleh SPKT Polsek Perbaungan, pada Hari Senin Tanggal 03 Oktober 2022 Pukul 13.30 WIB

Dengan nomor LP / B / 230 / X /2022 / SPKT /POLSEK PERBAUNGAN / POLRES SERGAI / POLDA SUMUT, tanggal 3 Oktober 2022, pelapor diketahui Maya Nivita Sari (Kepala Toko Alfamart) (32) warga Dusun II Desa Karang Anyar Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai.

Informasi dihimpun media ini, pada hari Senin tanggal 3 Oktober 2022 sekira pukul 11.28 wib, pelapor sebagai Kepala Toko Alfamart di Jalan Serdang Kelurahan Simpang Tiga Pekan Perbaungan mendapat kabar dari seseorang bahwa toko nya dirampok.

Kemudian Pelapor langsung berangkat menuju toko Alfamart tersebut dan Pelapor menemui karyawan yang jaga pada saat itu yakni saksi Erdianti Utami Nasution dan Sri Ramadani.

Di dapat informasi kedua saksi tersebut bahwa pelaku sebanyak 2 (dua) orang dan kemudian membawa kedua saksi dan menuju keruangan brangkas penyimpanan uang dan dipaksa untuk membuka brangkas dan pelaku membawa kabur uang yang ada didalam brangkas.

Pelapor maupun saksi tidak mengetahui identitas pelaku pencurian uang milik Toko Alfamart tersebut.

Atas kejadian tersebut Pelapor ( Kuasa PT Sumber AlfariaTri Jaya TBK) mengalami kerugian atas hilangnya uang Rp 31.658.782,- (Tiga puluh satu juta enam ratus lima puluh delapan ribu tujuh ratus delapan puluh dua rupiah) sehingga merasa keberatan dan membuat pengaduan agar pelaku dapat di proses dilidik di sidik dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Perbaungan IPDA Zulfan Ahmadi kepada wartawan Selasa (4/10) mengatakan para pelaku masuk kedalam Alfamart dan membawa secara paksa dua Karyawan Alfamart kedalam ruangan Brangkas lalu pelaku memaksa Karyawan untuk membuka brangkas yang berisi uang tunai.

“Kerugian mencapai sebesar Rp 31.658.782- (Tiga Puluh Satu Juta Enam Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Dua rupiah). Sedangkan pelaku masih dalam penyelidikan,” ujarnya. [yusnar]

Continue Reading

Jakarta

Samanta, Sosok Wanita Pengusaha Kena Tipu, Beberkan Kasus Menimpa Dirinya

Published

on

Samanta Wanita pengusaha Indonesia saat melakukan aksi. (Foto/Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Samanta Wanita pengusaha Indonesia yang cukup punya nama dan pergaulannya juga bukan kaleng – kaleng, Senin (12/09/2022).

Di hadapan Awak media’ Samanta Janda beranak 4 membeberkan krologis seluruh kejadian yang menimpa dirinya.

Niatnya untuk membesarkan ke 4 anaknya sepeningal suaminya, Samanta menerima tawaran kerjasama bisnis dari
Salah seorang yang mengaku pengusaha tambang batu bara yang punya nama , A Palaloi Tabrang.

Dengan iming-iming Keuntungan besar 100 JT Rupiah perbulan dan keuntungan – keuntungan lainya, sehingga membuat ibu samanta tertarik akan tawaran tersebut. Alhasil ratusan juta sampai milyaran Rupiah uang ibu Samanta Melayang.

Karena waktu yang dijanjikan jauh meleset dan akhirnya Samanta mengutus kepercayaannya untuk mengecek tambang batu bara tapi ternyata semuanya fiktif.

Dalam menjalankan modus operandinya
Aloy menunjukan Photo-photo di tumpukan batu bara, selfi di plang perusahan batu bara, bahkan selfi di dekat tongkang yang sedang lewat untuk meyakinkan pada Samanta akan kebenaran oroyek tersebut.

Karena iming-iming dashat itu dan niat Samata mencari tambahan untuk membesarkan ke 4 putra/putrinya, sejumlah uang yang diminta oleh A Palaloi pun
Dia transfer.

“Ternyata semua itu fiktif ” pungkas Samata sambil mengusap air matanya.

Samata berusaha terus menelusuri siapa A Palaloi sebenarnya, dan ternyata orang tersebut memang punya catatan hitam pernah terlibat catatan kriminal 26 Juni 2014.

Lebih lanjut Samanta mengatakan, saat ini dirinya cuma terus dijanji-janjikan yang tak kunjung ada akhirnya. Dirinya kembali ditipu dengan beberapa lembar cek kosong dari Bank Mandiri dengan nilai ratusan juta rupiah.

“Sampai saat ini Andi Palaloi tidak menunjukan itikad baiknya, bahkan dengan santainya dan seolah-olah tanpa dosa dia bilang akan Jadi Sultan nikel dan akan mencalonkan dirinya sebagai anggota DPR RI dari Partai Nasdem,” ujar Samanta.

Saya tidak punya kepentingan apa-apa, saya hanya menuntut hak saya agar uang saya dikembalikan beserta seluruh kerugian
Saya, dari total uang, total bunga bank yang saya bayar bertahun-tahun, janji keuntungan 100juta / bulan, dan lain-lain.

“Saya hanya minta kepada Ketua umum partai Nasdem Bapak Surya Paloh, apakah partai Nasdem mau mengusung orang yang cacat moral yang telah melakukan perbuatan melanggar hukum, menipu perempuan
Seorang janda yang beranak 4,” pungkas Samanta. (Rohena/wwn/Azs)

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Setelah Jadi Saksi ASN PPATK Kini Ditetapkan Jadi Tersangka Minta Keadilan

Published

on

HW (40) memenuhi panggilan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah aset daerah di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Hulu Sungai Selatan (HSS). (Foto/Ist) 

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Setelah ditetapkan sebagai tersangka yang mana sebelumnya hanya menjadi saksi, HW (40) memenuhi panggilan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah aset daerah di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Hulu Sungai Selatan (HSS),

Terlihat HW yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) menyambangi Kantor Satreskrim Polres HSS didampingi dua orang pengacaranya.

Berdasarkan keterangan HW, pihaknya datang setelah sebelumnya pada Agustus 2021 sampai dengan Agustus 2022 diperiksa memberikan keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Karena sebelumnya status saya hanya sebagai saksi kok Tanggal 31 Agustus 2022 ditetapkan tersangka disusul surat dari polisi,” ucapnya, Selasa (6/9/22).

HW mengaku tidak mengetahui terkait adanya kasus dugaan korupsi. Pasalnya, dia hanya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) atau melaksanakan pekerjaan sesuai arahan dari pimpinan.

Mengenai pembelian tanah itu, sebelumnya objek tanah tersebut sudah dinilai oleh apraisal (pihak ketiga) yang berkompeten untuk mengkonfirmasi status sampai dengan harga tanah tersebut yang menjadi acuan oleh pemerintah daerah.

“Secara teknis, kita bekerja sudah seusai peraturan dan atas petunjuk pimpinan,” terangnya.

Apalagi, proses jual beli tanah tersebut diketahui pimpinan. Sesuai struktur organisasi pemerintahan bahwa Kepala Dinas yang mengetahui, menyetujui, dan keputusan atas pengeluaran anggaran.

“Saat ini yang saya tahu hanya saya (PPTK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ditetapkan tersangka,” ungkap HW.

Pihaknya tak pernah menyangka bakal jadi tersangka, alasannya lantaran HW hanya bekerja sebagai pelaksana teknis berdasarkan perintah dan arahan dari pimpinan.

HW meminta agar proses hukum yang berjalan benar-benar sesuai berdasarkan Undang-undang.

“Saya minta keadilan yang seadil-adilnya, karena saya hanya menjalankan perintah atasan,” pungkasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres HSS AKP Matnur menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendapatkan bukti-bukti hasil penyidikan kasus korupsi pengadaan tanah aset daerah tersebut.

“Sudah masuk ke tahap penetapan tersangka. Kita memiliki tiga alat bukti,” jelasnya.

Diketahui, permasalahan jual beli tanah di RT 2, RW 1 Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado tersebut sebelumnya pernah disidangkan pada Pengadilan Negeri (PN) Kandangan dalam gugatan yang diajukan pemerintah daerah kepada pemilik tanah.

Dalam gugatan yang diajukan pemerintah daerah tersebut, ternyata tanah yang dijual statusnya masuk dalam kawasan hutan lindung.

Sedangkan putusan PN Kandangan Nomor 1/Pdt.G/2022/PN Kgn sebagai mana yang telah diberitakan, majelis hakim menjatuhkan putusan gugatan tidak dapat diterima atau NO.

Pertimbangannya, pemerintah daerah tidak menunjukkan bukti bahwa tanah yang dibeli berstatus hutan lindung dari instansi berwenang yakni Badan Pertanahan Nasional.

Majelis hakim juga mempertimbangkan bahwa seharusnya gugatan tersebut tidak perlu diajukan karena tanah yang dibeli jika benar-benar berstatus hutan lindung maka bisa dikonversi sebagaimana keterangan pihak notaris saat diperiksa sebagai saksi persidangan.

Pasalnya, tujuan pembelian tanah sesuai dengan tujuan yakni untuk pengembangan wisata alam Objek Wisata Air Panas Tanuhi Loksado. [ari]

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Petugas Gabungan Berhasil Amankan Ratusan Miras Di Alfalah Gang Anugrah

Published

on

Petugas gabungan terdiri TNI, Polri, Satpol PP Hulu Sungai Selatan (HSS), sita ratusan botol minuman keras (Miras). (Foto/Ist)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Petugas gabungan yang terdiri TNI, Polri ,Satpol PP HSS , sita ratusan botol minuman keras atau miras dirumah salah di satu warga di Jalan Al-Falah Kandangan, Jum’at Sore (05/08/2022)

Dalam Operasi Penggerebekan bermula dari giat cipta kondisi yang dilakukan Satpol PP HSS, TNI, Polri , Ketika berpatroli keliling wilayah, mereka mendapati dua warga yang sedang mabuk miras oplosan di sebuah warung.

Setelah dilakukan pengembangan temuan, titik operasi terpusat ke sebuah rumah di Gang Anugerah Jalan Al-Falah RT 5 RW 02 Kelurahan Kandangan Kota.

Dijelaskan Kapolsek kandangan Kota Iptu Puwardi ,Sekitar pukul 16.00 Wita, petugas gabungan mulai melakukan operasi penggerebekan, al Hasil berbuah manis, karena ditemukan ratusan botol miras berbagai jenis, mulai dari anggur merah Malaga, alkohol Cap Gajah hingga miras oplosan yang disimpan dalam botol,” papar Kapolsek Kandangan Iptu Purwadi.

“Sementara untuk pelaku yang diamankan dari penggerebekan itu berjumlah satu orang dan akan diproses hukum sebagaimana mestinya,” Jelasnya,

Sementara Rusmadi selaku Kabid ketertiban umum Satpol PP dan Damkar HSS, mengatakan Keberhasilan ini merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dan TNI/Polri.

“Diharapkan masyarakat HSS lebih taat hukum, karena tidak seorang pun yang kebal dengan hukum,” pungkasnya. [ari]

Continue Reading

Banjarmasin

94 Nasabah Terverifikasi Skimming Kerugian Rp 1,9 Miliar, Bank Kalsel Lapor Ke Polda Kalsel

Published

on

Direktur Utama dan Direktur Operasional Bank Kalsel, Hanawijaya dan Ahmad Fatrya Putra, dengan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Konsultan Hukum Bank Kalsel, menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (SPKT Polda Kalsel). (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Tindak skimming yang saat ini menimpa nasabah Bank Kalsel, menjadi perhatian serius dari manajemen Bank Kalsel, salah satunya dengan membentuk Tim Penanganan Skimming Bank Kalsel. Fungsi utamanya adalah melakukan verifikasi kepada nasabah yang telah melapor untuk kemudian dilakukan penggantian terhadap kerugian yang dialaminya.

Saat ini, berdasarkan hasil investigasi Tim Penanganan Skimming Bank Kalsel, tercatat 94 nasabah telah terverifikasi dan terbukti mengalami tindak skimming dengan nilai kerugian nasabah mencapai Rp1,9 miliar. Lebih lanjut, ditemukan bahwa penggunaan transaksinya berada di luar wilayah Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menuturkan, sudah dilakukan penggantian kepada nasabah yang terverifikasi skimming sesuai dengan nilai kerugian yang dilaporkan.

“Tindakan ini perlu diambil secara cepat dan tepat, dimana hal ini sebagai bentuk komitmen Bank Kalsel untuk selalu memastikan nasabah sebagai prioritas utama agar selalu merasa aman dan nyaman,” jelas Hanawijaya.

Bank Kalsel memahami sepenuhnya keresahan dan kecemasan nasabah yang mengalami tindak skimming. Hari ini, dipimpin oleh Direktur Utama dan Direktur Operasional Bank Kalsel, Hanawijaya dan Ahmad Fatrya Putra, dengan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Konsultan Hukum Bank Kalsel, menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (SPKT POLDA KALSEL) untuk melaporkan kasus skimming yang terjadi di Bank Kalsel. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DITRESKRIMSUS) SUBDIT V TIPIDSIBER POLDA KALSEL untuk ditindaklanjuti.

Adapun laporan yang disampaikan sebagaimana tertuang dalam Pasal 46 Jo Pasal 30 Ayat (1) dan (2) Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah dengan Undang-undang No. 19 Tahun 2016, yang berbunyi ‘Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik orang lain dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

“Laporan telah kami lakukan kepada POLDA KALSEL yang dalam hal ini langsung ditindaklanjuti oleh Subdit V Tindak Pidana Siber. Secara umum pelaporan menyangkut kasus skimming yang telah merugikan nasabah Bank Kalsel. Atas hal tersebut, kami mengharapkan pelaku dapat ditemukan dan diadili sesuai hukum yang berlaku, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi dimasa akan datang,” tegas Hanawijaya.

Lebih lanjut, Bank Kalsel kembali mengimbau kepada seluruh nasabah Bank Kalsel agar senantiasa berhati-hati dan melakukan mitigasi terhadap potensi skimming, antara lain dengan mengganti PIN ATM secara berkala, menjaga kerahasiaan data, dan menggunakan fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu (Cardless) melalui Mobile Banking Aksel by Bank Kalsel.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah dan jika nasabah mengalami kesulitan dapat menghubungi call center atau cabang Bank Kalsel terdekat. Kami berkomitmen untuk mengganti sepenuhnya kerugian nasabah yang terverifikasi dan terbukti skimming. Hal ini merupakan prioritas kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah,” pungkas Hanawijaya. [adv/ad]

Continue Reading

Populer