Korban Nyaris Diperkosa dan Barang Berharga Dibawa Kabur, Pelaku Akhirnya Meringkuk di Polres Batubara – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15

KrimHum

Korban Nyaris Diperkosa dan Barang Berharga Dibawa Kabur, Pelaku Akhirnya Meringkuk di Polres Batubara

Published

on

Pelaku yang diamankan Polres Batubara. (Foto: Ist)

BATUBARA, SuaraBorneo.com| Sat Reskrim Polres Batu Bara, Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap kasus melakukan pencurian dengan kekerasan (curas).

Hal itu berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP / 491 / VII / 2022 / SPKT / Polres Batu Bara tanggal 11 Juli 2022 dengan korban seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Minawati Malau (46) warga Dusun I Desa Perbaungan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan.

Peristiwa curas tersebut terjadi di Jalan Juanda Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, Minggu (10/7/2022) sekira pukul 04.30 WIB.

Tidak butuh waktu lama pada Senin (11/7) sekira pukul 15.00 WIB, akhirnya Sat Reskrim Polres Batu Bara berhasil meringkus pelaku yang diketahui bernama Rahmat (34) warga Lk VII Sebrang, Desa Perdagangan I Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun.

Pelaku diringkus di Jalan Lintas Lima Puluh Perdagangan Desa Perdagangan II Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun.

Menurut Kapolres Batu Bara AKBP Jose DC Fernandes, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP JH Tarigan kepada wartawan, Selasa (12/7) menyampaikan pada saat itu pelapor (korban) menumpangi bus dari arah Dumai menuju Siantar, dimana tujuan pelapor adalah turun di daerah Simpang Kawat Kabupaten Asahan, namun karena pelapor ketiduran, dan saat terbangun dari tidur posisi bus sudah tiba di daerah Perdagangan.

“Terpaksa kemudian pelapor di turunkan oleh supir bus di Kota Perdagangan, dan saat itu situasi masih gelap sekira pukul 04.00 WIB, pada saat pelapor turun, ada beberapa pengemudi becak bermotor membawa penumpang lain,” paparnya.

Selanjutnya, kata AKP JH Tarigan, pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Supra menawarkan jasa untuk mengantarkan pelapor, dan saat itu pelapor minta di antar ke Simpang Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, setelah berunding mengenai ongkos Rp 40,000 (empat puluh ribu rupiah) kemudain pelapor setuju.

“Saat itu pelaku juga menyetujuinya kemudian pelaku mengarahkan sepeda motor langsung ke arah Indrapura, dimana saat itu pelapor sempat bertanya kepada pelaku dengan mengatakan kok kesini jalannya ? “kemudian pelaku mengatakan “ kita tukar sepeda motor dulu kerumah saya”jelas Kasat.

Lanjut Kasat Reskrim, setelah melintasi rel Kereta Api Lima Puluh, kemudian pelaku mengarahkan sepeda motor ke jalan pintasan samping rel menuju arah Simpang Dolok, dan setelah di dekat penurunan tepatnya di perkebunan kelapa sawit PT. Socfindo, kemudian pelaku langsung memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan dan membuang tas pakaian yang di pegangnya lalu pelaku langsung turun dan langsung menarik baju pelapor dengan tujuan, pelaku ingin memperkosa pelapor dimana saat itu pelapor sempat melawan dan berontak sehingga pakaian pelapor robek.

“Pada saat itu juga, pelaku membentak pelapor dan mengatakan diam kau dan saat itu pelapor berusaha melepaskan diri, dan saat itu pelaku mengambil 1 (satu) buah tas sandang yang pelapor kalungkan ke leher dan badan pelapor yang tas tersebut berisi 2 (dua) buah hand phone masing-masing 1 ( satu ) buah merek Samsung warna belau dan 1 ( satu ) buah hand phone merek Vivo warna biru dan 2 ( dua ) buah cincin emas, dan uang tunai sebesar Rp 400.000 ( empat ratus ribu rupiah ), 1 lembar uang kertas dolar Singapura sebesar 10 dolar, dan 1 lembar uang dolar Singapura sebesar 2 dolar Singapura, 2 (dua) buah jam tangan, KTP, Kartu ATM BRI, Kartu Pra sejahtera sebanyak 2 ( dua ) buah masing masing atas nama pelapor (Wesly Marbun) dan nama pelapor Minawati Br Malau, 1 ( satu) buah buku paspor,”beber AKP JH Tarigan.

Kemudian, sebutnya, korban mencoba melawan dengan cara menarik tas nya tersebut namun pelaku memaksa dan mendorong pelapor hingga pelapor terjatuh dan menarik tas pelapor yang pada saat itu pelapor kalungkan dan akibat tarikan tas yang di lakukan pelaku, menyebabkan pelapor terjatuh ke aspal hingga tas pelapor tersebut putus.

Karena korban terjatuh, pelaku langsung kabur dan membawa tas pelapor tersebut saat itu pelapor sempat berteriak minta tolong di kebun kelapa sawit, namun tidak ada satu orang pun yang mendengar dan datang ke tempat kejadian, dan kemudian pelapor berusaha berjalan ke arah Jalan Lintas Sumatera dan pelapor bertemu dengan seseorang bermarga Damanik di simpang jalan lintas.

“Selanjutnya pria bermarga Damanik tersebut menyarankan agar pelapor melapor ke polisi namun saat itu pelapor dalam keadaan panik dan pelapor meminta agar di berhentikan bus lalu pria tersebut menyetopkan bus untuk pelapor dan setibanya di rumah lalu pelapor menceritakan kejadian tersebut kepada suami pelapor bernama Wesli Marbun (52), hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batu Bara,” terang Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim Polres Batu Bara itu menambahkan, pelaku sudah diamankan serta dibawa ke Polres Batu Bara untuk di mintai keterangannya dan pada saat dilakukan wawancara pelaku mengakui perbuatannya dan terhadap barang-barang yang dicuri dilakukan penjemputan ke tempat dimana pelaku menyimpan barang hasil curiannya guna di jadikan barang bukti di persidangan untuk proses lebih lanjut.

“Motifnya, pelaku tidak memiliki uang sehingga pelaku melakukan pencurian tersebut dan uang yang didapat untuk kebutuhannya sehari-hari,”demikian disampaikan AKP JH Tarigan.

Diketahui, Barang Bukti yang diamankan polisi diantaranya berupa 1(satu) buah tas berwarna coklat beriksikan, 1 (satu) buah dompet warna merah, 1 (satu) buah hand phone merek VIVO warna biru, 2 (dua) buah jam tangan, Kartu Pra sejahtera sebanyak 1 (satu) buah atas nama Wesly Marbun, dan 1 (satu) buah buku paspor. [yusnar]

Kalteng

Kejari Kapuas Tetapkan Eks Kadis Kominfo Tersangka Korupsi

Published

on

Konferensi pers Kejari Kapuas terkait penetapan tersangka eks Kadis Kominfo Kapuas J. (foto/Suhaili).

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Terjawab sudah. Setelah melalui tahapan proses penyelidikan dan penyidikan Kejaksaan Negeri Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi menetapkan eks Kadis Kominfo Kabupaten Kapuas inisial J terkait dugaan tipikor.

Demikian disampaikan Kajari Kapuas Arif Rahardjo pada konferensi pers di Kantor Kejari Jalan A. Yani Kapuas Senin (6/2/2023).

“Bersangkutan J ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan korupsi penyelewengan kegiatan perjalanan dinas pada dinas Kominfo Kapuas TA 2021-2022, ” kata Kajari didampingi Kasi Pidsus Intel Pidum dan Datun itu.

Dikatakan Kajari penetapan J sebagai tersangka berdasar bukti-bukti selain saksi-saksi alat bukti juga hasil audit perhitungan kerugian negara.

Kajari melanjutkan berdasar audit tim Inspektorat Kabupaten Kapuas ditemukan kerugian negara Rp. 300.854.200.00,-.
Sedangkan kerugian perjalanan dinas yang dialami ASN dan tenaga kontrak Dinas Kominfo
Rp. 77.123.200.00,-. Dengan begitu negara dirugikan Rp. 377.977.400.00,-

“Oleh karena itu perbuatan melanggar hukum tersangka J melanggar pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 ayat 1 huruf b UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun tahun 1999 tentang Tipikor,” ujarnya. (ujang/ery-SB).

Continue Reading

Bengkayang

Tersangka Korupsi Jasa Pelayanan RSUD Bengkayang Belum Ditahan

Published

on

Kantor Kejaksaan Negeri Bengkayang. (Foto/Ist) 

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Kasus dugaan penyimpangan pemberian insentif hasil retribusi jasa pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bengkayang tahun 2010 telah masuk tahap penyidikan dan penyelidikan.

Menurut keterangan Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bengkayang, Dicky Ferdiansyah, kasus ini belum bisa dibuka ke ranah publik lantaran masih pemanggilan para saksi.

“Pelaku baru satu orang telah kita tetapkan sebagai tersangka, ini masih berjalan. Saya baru tangani semenjak Desember 2022 hingga hari ini, Kamis (2/2/2023),” ungkap Dicky Ferdiansyah di Pengadilan Negeri Bengkayang.

Lanjut Dicky mengatakan, kita belum melakukan penahan pada tersangka karena ada pertimbangan bahwa pelaku merupakan satu-satunya dokter saraf di Kalimantan Barat.

“Saat ini ia masih bertugas di kota Singkawang. Pelaku inisial PB tidak kami tahan. Ini merupakan kasus tindak pidana korupsi,” terang Dicky Ferdiansyah usai sidang di Pengadilan Negeri Bengkayang, pukul 14:30 Wib.

Kerugian yang dialami negara dari kasus korupsi ini sekitar Rp900.000.000,-. Menurut Dicky Ferdiansyah, uang sebesar ini ada yang dibayar langsung pada pegawai RSUD Bengkayang.

“Saya melakukan gerak cepat. Melakukan pemanggilan saksi-saksi,” tutup Dicky Ferdiansyah. [rbn]

Continue Reading

Barito Kuala

Polisi Batola Tangkap Pembeli dan Penjual Obat Terlarang, Barang Bukti 78 Butir

Published

on

Tersangka bersama barang bukti. (Foto/Ist)

MARABAHAN, SuaraBorneo.com – Remaja pembeli obat daftar G berinisial S (16) dan penjualnya bernama Ibnu Haldun alias Ibnu (30), ditangkap secara terpisah oleh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Barito Kuala (Batola), Rabu (18/1/2023).

Kapolres Batola, AKBP Diaz Sasongko SIK, melalui Kasat Narkoba, AKP Abdullah SH, saat dikonfirmasi Kamis (19/1/2023), membenarkan telah mengamankan dua tersangka bersama barang buktinya dan dikenakan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika golongan I jenis Karisoprdol.

Awal tertangkapnya S warga Kabupaten Batola bersama barang bukti 18 butir pil warna tanpa merk dan logo yang diduga mengandung Narkotika (Karisoprodol) disembunyikannya dalam kantong celana.

Tersangka S ditangkap saat berada di pinggir jalan Trans Kalimantan Sungai Lumbah Desa Beringin, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Disana tersangka S mengaku bahwa dia membeli obat tersebut dari tersangka Ibnu warga Jalan Berangas RT 11 RW 03 Kelurahan Berangas, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Saat itu anggota mendapatkan barang bukti sebanyak 60 butir pil warna putih tanpa merk dan logo, satu buah Handphone (Hp) merk Oppo A90 warna putih.

Selanjutnya kedua langsung dibawa ke Mapolres Batola, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. [ad-sb]

Continue Reading

Kalteng

Polres Kapuas Ungkap Kasus Penganiayaan Dan 3 Kasus Pesetubuhan Anak Di Bawah Umur

Published

on

Press Release Polres Kapuas penganiayaan dan 3 kasus persetubuhan anak di bawah umur Senin (5/12/2022). (Foto/Suhaili) 

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Polres Kapuas menggelar Press Release kasus penganiayaan dan 3 kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Aula Kantor Polres Jalan Pemuda Kuala Kapuas Senin (5/12/2022).

Kapolres AKBP Qori Wicaksono SIK didampingi Kasat Reskrim Kapolsek Kapuas Murung Kanit PPA dan UPT PPA Dinas P3APPKB mengatakan pengungkapan terhadap 4 kasus tersebut kini dalam penanganan hukum Polres Kapuas.

Dikatakan Kapolres adapun kasus penganiayaan tersangka HD (38) dan korban wanita (36). Tindak pidana itu menyebabkan korban mengalami luka berat. Tersangka diputus korban serta cincin pemberian tersangka dijual korban.

“Tersangka dikenai pasal 351 ayat (2) KUHPidana, “kata Kapores.

Kasus persetubuhan anak di bawah umur dengan tersangka seorang kakek AA (65)
di Kecamatan Selat yang tega melakukan perbuatan bejat terhadap cucunya itu.

Kemudian di Kecamatan Bataguh dengan tersangka RN (24) Selanjutnya terhadap 4 tersangka yakni HS (20) RTN (23) AA (19) dan KS (19) di Kecamatan Kapuas Murung.

Kapolres melanjutkan terhadap kasus persetubuhan anak di bawah umur dikenai pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, ” jelasnya.

Pada kesempatan itu Kapolres Kapuas merasa prihatin dan menghimbau kepada orang tua agar selalu melakukan pengawasan terhadap anak-anak perempuan selain pentingnya peranan para tokoh agama dan tokoh agama bersama-sama mengawasi. (ujang/ery-SB).

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Polres HSS Gelar Press Release 109 Kasus Tindak Pidana Penyelahgunaan Narkoba

Published

on

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Sepanjang Januari sampai November tahun 2022, Polres Hulu Sungai Selatan(HSS) Mencatat terdapat 109 tindak pidana narkotika berhasil ditangani Satresnarkoba Polres HSS.

Dari 109 kasus narkoba, terdapat 125 orang tersangka kasus narkotika di HSS, dengan total barang bukti berupa sabu seberat 315,47 gram.

Sementara untuk Satresnarkoba Polres HSS pada triwulan III tercatat 32 kasus tindak pidana narkoba dengan 33 tersangka. Total barang bukti 114,63 gram sabu, carisoprodol 287 butir, daftar G 5.668 butir.

Dikatakan Kapolres HSS AKBP Sugeng Priyanto, untuk triwulan IV ada 12 kasus dengan 14 tersangka dengan barang bukti berupa 8,59 gram sabu, 980 butir obat daftar G,” kata Kapolres HSS saat press release di Mapolres HSS, Senin (01/11/2022)

Untuk kasus kejahatan konvensional triwulan III totalnya 1 kasus pencurian bermotor, 3 kasus pencurian dengan pemberatan, 4 kasus senjata tajam, 8 kasus perjudian.

“Dan untuk penipuan online jual mobil semua tersangka berapa di Samarinda, Kalimantan Timur. Sebanyak lima TSK yang ditangkap dua orang dari Barabai, Kabupaten HST,” ujarnya.

Maka dari itu, Kapolres HSS meminta informasi kepada masyarakat jika mengetahui ada dugaan tidak pidana narkoba, maupun tindak pidana umum perjudian, untuk melapor ke pihak aparat kepolisian dan pelapor akan dirahasiakan.

“Kami akan merahasiakan identitas pelapor dan untuk saksi cukup dari petugas,” ujar Kapolres HSS. [ari]

Continue Reading

Kalteng

Merasa Sering Mendapat Ejekan Id Habisi Temannya

Published

on

Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono SIK ketika menggelar Press Release Jumat (28/20/2022) kasus pembunuhan dan tersangka Idot (24). (Foto/Suhaili) 

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Kasus pembunuhan terjadi di Sei Daha Desa Tumbang Tihis Kecamatan Mandau Talawang Kabupaten Kapuas Kalteng. Peristiwa itu terjadi sekira jam 20.00 Wib Senin (24/10/2022).

Korban AY tewas di TKP akibat senjata tajam parang dihunus tersangka ID (24) warga Desa Tumbang Puroh RT 01 Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas.

Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono SIK mengatakan motifnya lantaran tersangka sering di ejek korban diketahui teman kerja di area pertambangan.

“Tersangka dibawa dari Polsek Sei Hanyo untuk proses hukum lebih lanjut, ” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim ketika menggelar press release di Aula Polres Jalan Pemuda Kualkapola Kapuas Jumat (28/10/2022).

Kronologis kejadian lanjut Kapolres kalau tersangka mendatangi korban
ketika berada
di pondok pada malam itu.

Melihat tersangka korban berusaha menyerang. Senter dan senjata tajam parang yang dipegang terjatuh dari tangannya.

Tersangka pun lalu mengambil parang tersebut dan membacok mengenai leher korban.

Korban lantas lari ke arah parit. Namun tersangka terus mengejarnya masuk ke dalam parit yang tergenang air langsung membacok korban dengan parang hingga korban tewas.

Kapolres menambahkan barang bukti diamankan diantaranya satu senter senjata tajam parang.

“Tersangka Id dikenai pasal 338 KUHP jo pasal 351 ayat (3) KUHP yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” jelas Kapolres. (ujang/ery-SB).

Continue Reading

Kalteng

Nyambi Jual Obat Terlarang Warga Mahakam Diamankan Polisi

Published

on

Polres Kapuas pada konferensi pers Jumat (28/10/2022). (foto/Suhaili) 

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Lantaran nyambi menjual obat-obatan terlarang seorang warga Jalan Mahakam Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Kalimatan Tengah MD (34) diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas sekira pukul 12.40 Wib Selasa (25/10/2022).

“kita sudah amankan terlapor karena kedapatan menjual obat-obatan terlarang. Kegiatan bersangkutan melanggar tindak pidana Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, ” kata Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono SIK didampingi Kasat Narkoba Iptu Subandi Kasat Reskrim pada konferensi pers Jumat (28/10/2022).

Dikatakan Kapolres terlapor tertangkap tangan polisi saat dilakukan pengeledahan di TKP.

Kasat Narkoba Iptu Subandi menambahkan adapun barang bukti berhasil diamankan 3.708 obat tanpa merk berlogo SL 700 obat tanpa merk berlogo SAMCO.

Lalu 40 keping obat dengan merk SAMCODIN sejumlah 400 butir 125 keping obat dengan merk SELEDRYL sejumlah 1.500 butir termasuk uang tunai sebesar Rp. 695.000.

“Terlapor diancam Pasal 197 Jo Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 53 KUPidana,” ujar Kasat. (ujang/ery-SB).

Continue Reading

Jakarta

Polda Metro Ungkap Keterlibatan Irjen Teddy Minahasa dalam Peredaran Sabu, Berawal dari Temuan Sabu di Jakarta

Published

on

Polda Metro Jaya mengungkapkan keterlibatan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa dalam peredaran narkoba jenis sabu seberat 5 kg. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Polda Metro Jaya mengungkapkan keterlibatan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa dalam peredaran narkoba jenis sabu seberat 5 kg. Hal itu disamapaikan dalam konferensi pers di Polres Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022).

Keterlibatan Teddy berawal dari temuan kasus narkoba yang diselidiki oleh Polres Jakarta Pusat pada 10 Oktober.

Mulanya Polres Jakarta Pusat menemukan sabu seberat 44 gram dari tersangka. Temuan tersebut kemudian didalami dan ditemukan seorang anggota polisi berinisial AD yang terlibat dalam peredaran barang haram itu.

Dari keterlibatan AD itu lah Polres Jakarta Pusat mendapati keterlibatan anggota polisi lainnya seperti HS yang merupakan seorang Kapolsek dan D yang merupakan eks Kapolres Bukittinggi Sumatera Barat.

Dari AKBP D, Polres Metro Jakarta Pusat mendapati bahwa peredaran barang haram tersebut melibatkan Kapolda Jawa Timur Irjen Teddy Minahasa.

“Dari saudara D menyebutkan ada keterlibatan Irjen Pol TM sebagai pengendali 5 kg sabu dari Sumbar,” ujar Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa dalam konfrensi pers.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkoba.

Hal ini terungkap setalah polisi melakukan pemeriksaan terhadap jenderal bintang dua Polri itu.

“Tadi pagi telah dilaksanakan gelar untuk menentukan dan saat ini Irjen TM (Teddy Minahasa) dinyatakan sebagai terduga pelanggar,” kata Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Tak hanya Teddy, jaringan tersebut juga menyeret sejumlah personel kepolisian lainnya dari pangkat Bripka, Kompol, hingga AKBP. (Rohena/Azs)

Continue Reading

KrimHum

Kawanan Maling Bawa Kabur Brankas Berisi Uang Rp 31 Juta Milik Alfamart Perbaungan

Published

on

Ilustrasi Toko Alfamart. (Foto/Ist)

SERGAI, SuaraBorneo.com – Toko minimarket Alfamart di Jalan Serdang Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai dibobol pelaku tindak pidana pencurian atau maling, pada Senin (3/10) sekitar pukul 10.55 WIB.

Insiden tersebut berdasarkan Laporan Polisi (LP) yang diterima oleh SPKT Polsek Perbaungan, pada Hari Senin Tanggal 03 Oktober 2022 Pukul 13.30 WIB

Dengan nomor LP / B / 230 / X /2022 / SPKT /POLSEK PERBAUNGAN / POLRES SERGAI / POLDA SUMUT, tanggal 3 Oktober 2022, pelapor diketahui Maya Nivita Sari (Kepala Toko Alfamart) (32) warga Dusun II Desa Karang Anyar Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai.

Informasi dihimpun media ini, pada hari Senin tanggal 3 Oktober 2022 sekira pukul 11.28 wib, pelapor sebagai Kepala Toko Alfamart di Jalan Serdang Kelurahan Simpang Tiga Pekan Perbaungan mendapat kabar dari seseorang bahwa toko nya dirampok.

Kemudian Pelapor langsung berangkat menuju toko Alfamart tersebut dan Pelapor menemui karyawan yang jaga pada saat itu yakni saksi Erdianti Utami Nasution dan Sri Ramadani.

Di dapat informasi kedua saksi tersebut bahwa pelaku sebanyak 2 (dua) orang dan kemudian membawa kedua saksi dan menuju keruangan brangkas penyimpanan uang dan dipaksa untuk membuka brangkas dan pelaku membawa kabur uang yang ada didalam brangkas.

Pelapor maupun saksi tidak mengetahui identitas pelaku pencurian uang milik Toko Alfamart tersebut.

Atas kejadian tersebut Pelapor ( Kuasa PT Sumber AlfariaTri Jaya TBK) mengalami kerugian atas hilangnya uang Rp 31.658.782,- (Tiga puluh satu juta enam ratus lima puluh delapan ribu tujuh ratus delapan puluh dua rupiah) sehingga merasa keberatan dan membuat pengaduan agar pelaku dapat di proses dilidik di sidik dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Perbaungan IPDA Zulfan Ahmadi kepada wartawan Selasa (4/10) mengatakan para pelaku masuk kedalam Alfamart dan membawa secara paksa dua Karyawan Alfamart kedalam ruangan Brangkas lalu pelaku memaksa Karyawan untuk membuka brangkas yang berisi uang tunai.

“Kerugian mencapai sebesar Rp 31.658.782- (Tiga Puluh Satu Juta Enam Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Dua rupiah). Sedangkan pelaku masih dalam penyelidikan,” ujarnya. [yusnar]

Continue Reading

Umum

Populer