Acuk Ditangkap Polsek Tanjung Beringin, Temannya Diterbitkan sebagai DPO – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

KrimHum

Acuk Ditangkap Polsek Tanjung Beringin, Temannya Diterbitkan sebagai DPO

Published

on

SERGAI, SuaraBorneo.com| Pelaku tindak pidana pencurian atau maling sepeda motor yang ditangkap YI alias Acuk (30) dan temannya yang masih buron inisial D diduga sudah beberapa kali beraksi.

Warga Dusun II, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu itu diamankan Polsek Tanjung Beringin di kediamannya pada hari Sabtu (30/7/2022) sekira pukul 11:00 WIB.

“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa BPKB dan STNK, sedangkan kunci T dan sepeda motor sedang dalam pencairan. Untuk sementara terhadap pelaku diketahui sudah lebih 2 Laporan Polisi (LP),”demikian disampaikan Wakapolres Sergai, Kompol Sofyan, Kapolsek Tanjung Beringin AKP T Sihombing, Kanit Reskrim IPTU Maruli Sihombing, dan PS Kasi Humas Bripka Juparto Situmorang, di Mapolres Sergai Selasa (2/8/2022).

Kemudian, kata Wakapolres, terduga tersangka lainnya inisial D kini sudah diterbitkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan keduanya ini tidak menutup kemungkinan tersangkut tindak pidana kejahatan lainnya.

“Modus pelaku berpura pura bertamu dengan mengamati situasi sekitar jika dianggapnya sudah aman langsung melakukan pencurian dengan menggunakan diduga kunci palsu, mudah-mudahan 1 lagi terduga pelaku segera ditangkap,”paparnya.

“Atas perbuatan pelaku, dijerat Pasal 363 KHUP ayat (1), ke 3e, 4e, dan 5e dengan ancaman hukuman 7 tahun,”tegas Kompol Sofyan.

Sebelumnya, penangkapan pelaku atas adanya laporan korban Sahroni (57) warga Dusun III Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai.

Dengan Polisi Nomor : LP/ B /42/ VII/ 2022 / SPKT/ POLSEK TANJUNG BERINGIN / POLRES SERGAI / POLDA SUMUT, tanggal 30 Juli 2022 tentang tindak pidana Pencurian Sepeda Motor dengan Pasal 363 KUHP.

Peristiwa tersebut terjadi pada Hari Jum’at tanggal 29 Juli 2022, sekira pukul 21.00 Wib, tepatnya Dusun II Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai.

Adapun kronologinya, berawal pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2022 sekira pukul 2022 WIB, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario, nomor polisi BK 5937 MV dengan tujuan berkunjung kerumah keponakan korban bernama Nurhaliza warga II Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin.

Setelah Korban sampai kemudian memarkirkan sepeda motor di halaman rumah dalam keadaan tidak terkunci stang, sekira pukul 21.00 WIB, saat akan korban pulang kerumahnya, korban sudah tidak menemukan lagi sepeda motor miliknya yang terparkir ditempat semula.

Setelah mengetahui hilangnya sepeda motor korban langsung memberitahu dan bertanya kepada keponakannya bahwa sepeda motornya telah hilang, lalu keponakan korban bertanya dengan orang disekitar lokasi.

Kemudian menurut keterangan saksi Nur Ainun menyebutkan melihat dua orang laki laki sedang mengambil sepeda motor milik korban dengan nama panggilan Acuk dan Dulah warga Dusun II Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai.

Setelah mengetahui pelaku dikenali oleh beberapa teman korban, langsung pergi mencari kedua orang yang dimaksud, hingga akhirnya korban bertemu dengan Acuk yang sedang di dalam rumahnya.

Setelah di interograsi, akhirnya pelaku YI alias Acuk mengakui benar mengambil sepeda motor tersebut bersama dengan temannya yang melarikan diri.

Kemudian pelaku diboyong ke Mapolsek Tanjung Beringin, sedangkan terduga pelaku lainnya inisial D masih dalam pencarian. [yusnar]

Hulu Sungai Selatan

Petugas Gabungan Berhasil Amankan Ratusan Miras Di Alfalah Gang Anugrah

Published

on

Petugas gabungan terdiri TNI, Polri, Satpol PP Hulu Sungai Selatan (HSS), sita ratusan botol minuman keras (Miras). (Foto/Ist)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Petugas gabungan yang terdiri TNI, Polri ,Satpol PP HSS , sita ratusan botol minuman keras atau miras dirumah salah di satu warga di Jalan Al-Falah Kandangan, Jum’at Sore (05/08/2022)

Dalam Operasi Penggerebekan bermula dari giat cipta kondisi yang dilakukan Satpol PP HSS, TNI, Polri , Ketika berpatroli keliling wilayah, mereka mendapati dua warga yang sedang mabuk miras oplosan di sebuah warung.

Setelah dilakukan pengembangan temuan, titik operasi terpusat ke sebuah rumah di Gang Anugerah Jalan Al-Falah RT 5 RW 02 Kelurahan Kandangan Kota.

Dijelaskan Kapolsek kandangan Kota Iptu Puwardi ,Sekitar pukul 16.00 Wita, petugas gabungan mulai melakukan operasi penggerebekan, al Hasil berbuah manis, karena ditemukan ratusan botol miras berbagai jenis, mulai dari anggur merah Malaga, alkohol Cap Gajah hingga miras oplosan yang disimpan dalam botol,” papar Kapolsek Kandangan Iptu Purwadi.

“Sementara untuk pelaku yang diamankan dari penggerebekan itu berjumlah satu orang dan akan diproses hukum sebagaimana mestinya,” Jelasnya,

Sementara Rusmadi selaku Kabid ketertiban umum Satpol PP dan Damkar HSS, mengatakan Keberhasilan ini merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dan TNI/Polri.

“Diharapkan masyarakat HSS lebih taat hukum, karena tidak seorang pun yang kebal dengan hukum,” pungkasnya. [ari]

Continue Reading

Banjarmasin

94 Nasabah Terverifikasi Skimming Kerugian Rp 1,9 Miliar, Bank Kalsel Lapor Ke Polda Kalsel

Published

on

Direktur Utama dan Direktur Operasional Bank Kalsel, Hanawijaya dan Ahmad Fatrya Putra, dengan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Konsultan Hukum Bank Kalsel, menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (SPKT Polda Kalsel). (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Tindak skimming yang saat ini menimpa nasabah Bank Kalsel, menjadi perhatian serius dari manajemen Bank Kalsel, salah satunya dengan membentuk Tim Penanganan Skimming Bank Kalsel. Fungsi utamanya adalah melakukan verifikasi kepada nasabah yang telah melapor untuk kemudian dilakukan penggantian terhadap kerugian yang dialaminya.

Saat ini, berdasarkan hasil investigasi Tim Penanganan Skimming Bank Kalsel, tercatat 94 nasabah telah terverifikasi dan terbukti mengalami tindak skimming dengan nilai kerugian nasabah mencapai Rp1,9 miliar. Lebih lanjut, ditemukan bahwa penggunaan transaksinya berada di luar wilayah Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menuturkan, sudah dilakukan penggantian kepada nasabah yang terverifikasi skimming sesuai dengan nilai kerugian yang dilaporkan.

“Tindakan ini perlu diambil secara cepat dan tepat, dimana hal ini sebagai bentuk komitmen Bank Kalsel untuk selalu memastikan nasabah sebagai prioritas utama agar selalu merasa aman dan nyaman,” jelas Hanawijaya.

Bank Kalsel memahami sepenuhnya keresahan dan kecemasan nasabah yang mengalami tindak skimming. Hari ini, dipimpin oleh Direktur Utama dan Direktur Operasional Bank Kalsel, Hanawijaya dan Ahmad Fatrya Putra, dengan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Konsultan Hukum Bank Kalsel, menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (SPKT POLDA KALSEL) untuk melaporkan kasus skimming yang terjadi di Bank Kalsel. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DITRESKRIMSUS) SUBDIT V TIPIDSIBER POLDA KALSEL untuk ditindaklanjuti.

Adapun laporan yang disampaikan sebagaimana tertuang dalam Pasal 46 Jo Pasal 30 Ayat (1) dan (2) Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah dengan Undang-undang No. 19 Tahun 2016, yang berbunyi ‘Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik orang lain dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

“Laporan telah kami lakukan kepada POLDA KALSEL yang dalam hal ini langsung ditindaklanjuti oleh Subdit V Tindak Pidana Siber. Secara umum pelaporan menyangkut kasus skimming yang telah merugikan nasabah Bank Kalsel. Atas hal tersebut, kami mengharapkan pelaku dapat ditemukan dan diadili sesuai hukum yang berlaku, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi dimasa akan datang,” tegas Hanawijaya.

Lebih lanjut, Bank Kalsel kembali mengimbau kepada seluruh nasabah Bank Kalsel agar senantiasa berhati-hati dan melakukan mitigasi terhadap potensi skimming, antara lain dengan mengganti PIN ATM secara berkala, menjaga kerahasiaan data, dan menggunakan fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu (Cardless) melalui Mobile Banking Aksel by Bank Kalsel.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah dan jika nasabah mengalami kesulitan dapat menghubungi call center atau cabang Bank Kalsel terdekat. Kami berkomitmen untuk mengganti sepenuhnya kerugian nasabah yang terverifikasi dan terbukti skimming. Hal ini merupakan prioritas kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah,” pungkas Hanawijaya. [adv/ad]

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Kejari HSS Musnahkan Barbuk Tindak Kejahatan

Published

on

Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan Oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Selatan (HSS). (Foto: Ist) 

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan Oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Selatan (HSS). Pemusnahan Barang Bukti (Barbuk) berbagai tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten HSS. Pemusnahan ini dilakukan di halaman Kejaksaan Negeri HSS, Selasa (19/07/2022).

Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Kejari Nul Albar, SH, MH dan bersama dengan undangan yang berhadir yaitu, Kapolres HSS AKBP Sugeng Priyanto, S.I.K, MH, Kepala Rutan Kandangan Jeremia Leonta, SH, MH, Perwakilan Kepala Pengadilan Negeri HSS dan Perwakilan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten HSS.

Dalam sambutannya, Kejari HSS Nul Albar, SH, MH mengatakan, “Kegiatan pemusnahan barang bukti / barang rampasan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap / inkracht ini merupakan kegiatan rutin Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Selatan,” ucapnya ke awak media”

Sedangakan untuk Narkotika sebanyak 51 perkara dengan rincian sabu seberat 81, 64 gram dimusnahkan dengan cara diblender.

Kemudian BB Undang-undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951 di antaranya berupa senjata tajam dan perjudian masing-masing sebanyak sembilan perkara dimusnahkan dengan di potong menggunakan alat gerinda.

UU Perdagangan sebanyak dua perkara dengan BB berupa alkohol 19,7 persen sebanyak 23 botol, alkohol 25 persen sebanyak enam botol, alkohol 40 persen sebanyak 21 botol, alkohol 43 persen sebanyak 35 botol, dan alkohol 95 persen sebanyak enam botol dituang ke dalam tong.

Carnophen sebanyak 108 butir, UU Kesehatan sebanyak 5 perkara, seledyrl sebanyak 331 butir, dextro sebanyak 30 butir, UU Perikanan sebanyak dua perkara, serta berbagai jenis alat kejahatan lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Selain itu Nul Albar mengatakan dari semuanya, yang paling dominan adalah penyalahgunaan narkoba golongan I jenis sabu,” jelasnya.

Kegiatan pemusnahan BB tersebut dirangkai dengan program Bapandir Lawan Media (Balada) yang merupakan program inovasi dari bidang intelijen.

Dikesempatan itu Kejari HSS, tak lupa menyampaikan telah membuat inovasi baru untuk mendukung program wilayah birokrasi bebas melayani yakni Anda Bertanya Kami Siap Menjawab (ANTAKASIWA), Antar Tilang Langsung Sampai (ANTILAMA), Siap Melayani Antar Jemput Saksi (SILANJEKSI), Antar Barang Bukti (ABABIL), Satu Hari Bersama Kami di Datun (SARISAKATUN), dan Sosialisasi Peduli Masyarakat (SOSIS PEDAS).

“Beberapa inovasi baru ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan maupun informasi kepada publik,” pungkasnya. [adv/HSS]

Continue Reading

KrimHum

Polisi Sergai Bekuk 6 Pengedar Narkotika di Sejumlah Lokasi

Published

on

Personel Sat Res Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) membekuk 6 terduga pengedar narkotika. (Foto: Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com – Personel Sat Res Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) membekuk 6 terduga pengedar narkotika dari sejumlah lokasi dan waktu yang berbeda.

“Senin (23/5) lalu , petugas berhasil menangkap S (31) , DIP (41) dan SU (34) di kawasan Dusun I Desa Kesatuan , Kecamatan Perbaungan , Kabupaten Sergai ,” ujar Wakapolres Sergai Kompol Sofyan didampingi Kasat Res Narkoba AKP Juriadi Sembiring , KBO Iptu Bonar Manurungv, Kanit I Ipda Anggiat Sidabutar dan PS Kasi Humas Bripka Juparto Situmorang ketika menggelar konferensi pers, Rabu (13/7), di Mapolres Setempat.

Kemudian lanjut Wakapolres , memasuki akhir Juni 2022 , petugas juga meringkus dua pengedar sabu inisial FH (29) dan MY (26) di Lingkungan VII Kelurahan Tualang , Kecamatan Perbaungan.

Lalu, sambung Sofyan , di awal Juli 2022 Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Sergai kembali menciduk I (50) alias Iwan , warga Jalan Gunung Arjuna , Kelurahan Mekar Sentosa (Mentos) , Kecamatan Rambutan , Kota Tebing Tinggi di sekitar Dusun III Desa Liberia , Kecamatan Teluk Mengkudu , Kabupaten Serdang Bedagai.

Menurut perwira berpangkat melati satu emas itu , keenam tersangka ditangkap petugas berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang menyebut , lingkungan tempat tinggal mereka kerap dijadikan sarang peredaran gelap narkotika jenis sabu maupun pil ekstasi.

Usai menerima info tersebut , tanpa berlama – lama , petugas bergegas menuju lokasi di maksud untuk melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para pengedar tanpa perlawanan beserta sejumlah alat bukti kejahatan narkotika.

“Dari keenam tersangka ini , petugas turut mengamankan 131 Butir Pil Ekstasi , 50 Gram Sabu , 1 Timbangan Elektrik , 3 HP dan Uang Tunai diduga hasil kejahatan sebesar Rp 229.000 ,” ucap Sofyan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka , masih kata Sofyan , mereka mengaku sudah menjalankan bisnis haram itu selama dua tahun (sejak 2020) di beberapa Wilayah Hukum Polres Serdang Bedagai.

Atas perbuatannya , keenam pengedar narkotika itu akan dijerat Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) dari UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan diancam dengan Hukuman Penjara Maksimal 20 Tahun atau Seumur Hidup.

“Kini tersangka S , DIP , SU , FH , MY dan I beserta berbagai alat bukti kejahatan narkotika telah diamankan di Polres Serdang Bedagai untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan ,” pungkas Kompol Sofyan sembari menegaskan pihaknya tetap komit dalam memberantas peredaran gelap narkoba bersama elemen masyarakat guna menyelamatkan generasi penerus di Tanah Bertuah Negeri Beradat. [yusnar]

Continue Reading

Kalteng

Kejari Kapuas Musnahkan Barang Bukti Sabu Dan Senpi

Published

on

Kajari Kapuas Arif Raharjo dan Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono beserta pihak terkait dalam pemusnahan barang bukti sabu di kantor Kejari Selasa (12/7/2022). (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Jajaran Kejaksaan Negeri Kapuas Kalimantan Tengah menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti, bertempat di halaman kantor Kejari Kapuas Jalan A Yani pada Selasa (12/7/2022).

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap periode September 2021 sampai dengan Juni 2021, dengan jumlah 77 perkara.

Diantaranya barang bukti perkara narkotika yang dimusnahkan sebanyak 139,07 gram sabu, ribuan butir obat terlarang hingga perkara tindak pidana umum yang menonjol lainnya seperti senjata api.

Pemusnahan barang bukti dilakukan langsung oleh Kepala Kejari Kapuas Arif Raharjo, Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono, para kasi Kejari Kapuas, Sekretaris BNK Kapuas, Fahruransi, Kadisdik, Suwarno Muriyat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan lainnya.

Pemusnahan barang bukti sabu tersebut dilakukan dengan cara dilarutkan menggunakan blender. Hingga pemotongan senjata api menggunakan mesin potong.

Kajari Kapuas Arif Raharjo mengatakan, pemusnahan barang bukti berdasarkan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan
hukum tetap.

Baik berupa pidana pokok,pidana tambahan, barang bukti dan biaya perkara merupakan tugas Kejaksaan dengan tujuan diantaranya untuk kepastian dan keadilan hukum,” kata Arif Raharjo.

Namun demikian, pihaknya menyadari bahwa dalam melaksanakan fungsinya Kejaksaan tidak bisa sendiri, oleh karena itu Kejaksaan senantiasa bekerjasama dengan Kepolisian dan institusi penegak hukum lain serta pihak terkait lainnya.

“Hal ini mempunyai makna yang strategis terutama dalam melindungi masyarakat, serta untuk menggugah masyarakat agar tetap waspada terhadap peredaran narkoba, obat-obatan, kenakalan remaja, kekerasan dalam rumah tangga dan tindak pidana berkaitan dengan orang dan harta kekayaan,”ujar Kajari. (ujang/ery-SB).

Continue Reading

KrimHum

Korban Nyaris Diperkosa dan Barang Berharga Dibawa Kabur, Pelaku Akhirnya Meringkuk di Polres Batubara

Published

on

Pelaku yang diamankan Polres Batubara. (Foto: Ist)

BATUBARA, SuaraBorneo.com| Sat Reskrim Polres Batu Bara, Polda Sumatera Utara berhasil mengungkap kasus melakukan pencurian dengan kekerasan (curas).

Hal itu berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP / 491 / VII / 2022 / SPKT / Polres Batu Bara tanggal 11 Juli 2022 dengan korban seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Minawati Malau (46) warga Dusun I Desa Perbaungan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan.

Peristiwa curas tersebut terjadi di Jalan Juanda Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, Minggu (10/7/2022) sekira pukul 04.30 WIB.

Tidak butuh waktu lama pada Senin (11/7) sekira pukul 15.00 WIB, akhirnya Sat Reskrim Polres Batu Bara berhasil meringkus pelaku yang diketahui bernama Rahmat (34) warga Lk VII Sebrang, Desa Perdagangan I Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun.

Pelaku diringkus di Jalan Lintas Lima Puluh Perdagangan Desa Perdagangan II Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun.

Menurut Kapolres Batu Bara AKBP Jose DC Fernandes, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP JH Tarigan kepada wartawan, Selasa (12/7) menyampaikan pada saat itu pelapor (korban) menumpangi bus dari arah Dumai menuju Siantar, dimana tujuan pelapor adalah turun di daerah Simpang Kawat Kabupaten Asahan, namun karena pelapor ketiduran, dan saat terbangun dari tidur posisi bus sudah tiba di daerah Perdagangan.

“Terpaksa kemudian pelapor di turunkan oleh supir bus di Kota Perdagangan, dan saat itu situasi masih gelap sekira pukul 04.00 WIB, pada saat pelapor turun, ada beberapa pengemudi becak bermotor membawa penumpang lain,” paparnya.

Selanjutnya, kata AKP JH Tarigan, pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Supra menawarkan jasa untuk mengantarkan pelapor, dan saat itu pelapor minta di antar ke Simpang Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, setelah berunding mengenai ongkos Rp 40,000 (empat puluh ribu rupiah) kemudain pelapor setuju.

“Saat itu pelaku juga menyetujuinya kemudian pelaku mengarahkan sepeda motor langsung ke arah Indrapura, dimana saat itu pelapor sempat bertanya kepada pelaku dengan mengatakan kok kesini jalannya ? “kemudian pelaku mengatakan “ kita tukar sepeda motor dulu kerumah saya”jelas Kasat.

Lanjut Kasat Reskrim, setelah melintasi rel Kereta Api Lima Puluh, kemudian pelaku mengarahkan sepeda motor ke jalan pintasan samping rel menuju arah Simpang Dolok, dan setelah di dekat penurunan tepatnya di perkebunan kelapa sawit PT. Socfindo, kemudian pelaku langsung memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan dan membuang tas pakaian yang di pegangnya lalu pelaku langsung turun dan langsung menarik baju pelapor dengan tujuan, pelaku ingin memperkosa pelapor dimana saat itu pelapor sempat melawan dan berontak sehingga pakaian pelapor robek.

“Pada saat itu juga, pelaku membentak pelapor dan mengatakan diam kau dan saat itu pelapor berusaha melepaskan diri, dan saat itu pelaku mengambil 1 (satu) buah tas sandang yang pelapor kalungkan ke leher dan badan pelapor yang tas tersebut berisi 2 (dua) buah hand phone masing-masing 1 ( satu ) buah merek Samsung warna belau dan 1 ( satu ) buah hand phone merek Vivo warna biru dan 2 ( dua ) buah cincin emas, dan uang tunai sebesar Rp 400.000 ( empat ratus ribu rupiah ), 1 lembar uang kertas dolar Singapura sebesar 10 dolar, dan 1 lembar uang dolar Singapura sebesar 2 dolar Singapura, 2 (dua) buah jam tangan, KTP, Kartu ATM BRI, Kartu Pra sejahtera sebanyak 2 ( dua ) buah masing masing atas nama pelapor (Wesly Marbun) dan nama pelapor Minawati Br Malau, 1 ( satu) buah buku paspor,”beber AKP JH Tarigan.

Kemudian, sebutnya, korban mencoba melawan dengan cara menarik tas nya tersebut namun pelaku memaksa dan mendorong pelapor hingga pelapor terjatuh dan menarik tas pelapor yang pada saat itu pelapor kalungkan dan akibat tarikan tas yang di lakukan pelaku, menyebabkan pelapor terjatuh ke aspal hingga tas pelapor tersebut putus.

Karena korban terjatuh, pelaku langsung kabur dan membawa tas pelapor tersebut saat itu pelapor sempat berteriak minta tolong di kebun kelapa sawit, namun tidak ada satu orang pun yang mendengar dan datang ke tempat kejadian, dan kemudian pelapor berusaha berjalan ke arah Jalan Lintas Sumatera dan pelapor bertemu dengan seseorang bermarga Damanik di simpang jalan lintas.

“Selanjutnya pria bermarga Damanik tersebut menyarankan agar pelapor melapor ke polisi namun saat itu pelapor dalam keadaan panik dan pelapor meminta agar di berhentikan bus lalu pria tersebut menyetopkan bus untuk pelapor dan setibanya di rumah lalu pelapor menceritakan kejadian tersebut kepada suami pelapor bernama Wesli Marbun (52), hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batu Bara,” terang Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim Polres Batu Bara itu menambahkan, pelaku sudah diamankan serta dibawa ke Polres Batu Bara untuk di mintai keterangannya dan pada saat dilakukan wawancara pelaku mengakui perbuatannya dan terhadap barang-barang yang dicuri dilakukan penjemputan ke tempat dimana pelaku menyimpan barang hasil curiannya guna di jadikan barang bukti di persidangan untuk proses lebih lanjut.

“Motifnya, pelaku tidak memiliki uang sehingga pelaku melakukan pencurian tersebut dan uang yang didapat untuk kebutuhannya sehari-hari,”demikian disampaikan AKP JH Tarigan.

Diketahui, Barang Bukti yang diamankan polisi diantaranya berupa 1(satu) buah tas berwarna coklat beriksikan, 1 (satu) buah dompet warna merah, 1 (satu) buah hand phone merek VIVO warna biru, 2 (dua) buah jam tangan, Kartu Pra sejahtera sebanyak 1 (satu) buah atas nama Wesly Marbun, dan 1 (satu) buah buku paspor. [yusnar]

Continue Reading

Kalteng

Keberatan Diberhentikan, Hamdani Gugat Partai PPP Ke Pengadilan

Published

on

Hamdani dan Kuasa Hukum Sukarlan Fachri Deomas SH. (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Hamdani salah satu anggota DPRD Kapuas merasa keberatan menyusul keluarnya surat pemberhentian oleh DPP PPP terhadap dirinya namun tanpa alasan yang jelas. Iapun melayangkan surat gugatan ke PN Kapuas perkara perdata yakni Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

“Sudah kami masukan ke PN Kapuas surat gugatan di register PN Kapuas dengan Nomor : 16/Pdt.Sus Parpol,”kata Kuasa Hukum Hamdani Sukarlan Fachrie Doemas SH ketika menggelar konferensi pers dengan wartawan di Kuala Kapuas Kamis (30/6/2022).

Ditegaskan Sukarlan seperti dalam press release bahwa terkait pemberhentian terhadap kliennya tanpa dasar yang jelas tanpa mencerminkan rasa keadilan. Untuk itu pihaknya menggugat ke PN Kapuas baik DPP PPP DPW PPP maupun DPC PPP serta H Fahmi sebagai pihak tergugat.

“Pemberhentian tak memberi rasa keadilan dari partai PPP. Karena itulah saya menempuh jalur hukum. Apalagi sebelumnya tak ada kesepakatan bahkan ini suatu kebijakan yang ujung-ujungnya akan mengusulkan Pengganti Antar Waktu (PAW),”tandas Sukarlan.

Lebih lanjut dikatakan berdasarkan hasil telaah yuridis dari semua surat yang diproduk oleh PPP beserta jajarannya adalah surat yang cacat hukum dan tidak sah.

Dalam hal ini menurut penilaian kami justru bertentangan dengan Anggaran Rumah Tangga PPP Pasal 5 ayat (5) AD/ART partai.

“Oleh karena itulah terkait persoalan internal kami memohon agar semua jajaran di Pemerintahan yang nantinya akan memproses pemberhentian klien kami untuk tidak melanjutkan proses tersebut pun pimpinan DPRD Kapuas agar tak melanjutkan usulan ke gubernur terkait PAW, “ujar Sukarlan.

Dikonfirmasi Ketua DPC PPP Kabupaten Kapuas Darwandie terkait persoalan tersebut menyatakan enggan berkomentar. (ujang/ery-SB).

Continue Reading

KrimHum

Jhoni Walker Manik Akhirnya Ditangkap 

Published

on

Pelaku Jhoni Walker Manik alias Joni (27). (Foto: Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com – Jhoni Walker Manik alias Joni (27) warga Dusun I Desa Sarang Giring Kahan, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Diketahui pada Selasa (28/6/2022) sekira pukul 15: 30 WIB terduga pengedar sabu tersebut akhirnya ditangkap Polisi.

Joni ditangkap oleh tim Opsnal
unit Reskrim Polsek Kotarih Polres Sergai terlibat peredaran narkotika jenis sabu di Dusun IV Desa Sarang Giting Kahan Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai tepatnya diareal perladangan sawit milik warga.

Atas perbuatannya, pelaku bersama barang bukti 10 helai plastik klip transparan ukuran
kecil yang didalamnya berisikan diduga Narkotika jenis shabu dengan berat brutto 1,42 gram dan uang tunai Rp.40.000,- yang turut diamankan.

Barang bukti (Barbuk). (Foto: Ist)

Kapolres Sergai AKBP Dr Ali Machfud melalui Kasi Humas Iptu R Sagala kepada wartawan membenarkan penangkapan pelaku yang diduga sebagai pengedar sabu di wilayah Kecamatan Bintang Bayu, Serdang Bedagai.

“Penangkapan pelaku pada hari Selasa (28/6/2022) sekira pukul 12:00WIB. Dimana tim opsnal Unit Reskrim mendapatkan informasi dari warga Kecamatan Bintang Bayu terkait lokasi yang sering dijadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu.”Papar Iptu E Sagala.

Lanjut Kasi Humas. Setelah mendapat informasi tersebut selanjutnya melaporkan kepada Kapolsek dan memerintahkan Kanit Reskim beserta anggota opsnal unit Reskrim untuk mengecek kebenaran informasi tersebut serta melakukan penindakan.

“Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 28 Juni 2020 sekira pukul 15.30 WIB, tim Opsnal bersama dmenuju ke TKP dan melihat kedatangan yang diduga pelaku Jhoni Walker Manik alias Joni. Selanjutnya pelaku mencoba berusaha melarikan diri namun berhasil diamankan.”paparnya.

Kasi Humas menambahkan, setelah dilakukan penggeledahan badan pelaku ditemukan Barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu dari tangan sebelah kiri pelaku.

“Hasil interogasi, pelaku menerangkan bahwa barang bukti diperoleh dari rekannya inisial PL warga Kecamatan Sipispis dengan harga Rp.700.000,- per gramnya dengan sistem kerja. Selanjutnya dilakukan pengembangan ke lokasi pembelian sabu tersebut namun terduga pelaku PL tidak ditemukan,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Iptu R Sagala, pelaku berikut Barang Bukti tersebut dibawa ke Mako Polsek Kotarih untuk proses selanjutnya serta mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

“Saat ini Joni dan barang bukti narkotika jenis sabu sudah diamankan, untuk pelaku dipersangkakan Pasal 114 Subs Pasal 112 dari UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tutup Kasi Humas. [yusnar]

Continue Reading

KrimHum

Kuasa hukum Iwan Aceh dan Jonatan Sitepu Optimis, Majelis Hakim PN Lubuk Pakam Kabulkan Gugatan Praperadilan

Published

on

Law Office Alamsyah, SH & Associates hukum Iwan Aceh dan Jonatan Sitepu. (Foto: Ist)

DELI SERDANG, SuaraBorneo.com – Kuasa hukum Iwan Aceh dan Jonatan Sitepu, optimis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam akan mengabulkan gugatan praperadilan terhadap kliennya.

Demikian ditegaskan Kantor Law Office Alamsyah, SH & Associates, pada Selasa (28/6) pagi kepada media ini.

“Ya kita harus optimis. Hakim PN Lubuk Pakam nantinya dapat memutus perkara ini secara selektif, arif dan bijaksana, sesuai dengan ketentuan hukum acara yang berlaku,”ujar Alamsyah, SH yang beberapa waktu lalu pernah memenangkan prapid melawan Satnarkoba Polres Sergai.

Lebih lanjut dikatakan Alamsyah, dalam penenetapan pemohon sebagai tersangka tidak menerapkan standar operasional prosedur sesuai dengan Undang-Undang No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab Hukum Acara Pidana, Peraturan Kapolri Nomor: 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.

“Dimana sejak para termohon menerima laporan Polisi dari Indra Gunawan Tarigan, para termohon menghilangkan peristiwa fakta hukum perdata yang sangat erat kaitannya dengan laporan dari pelapor,”katanya.

Alamsyah menambahkan, kemudian atas peristiwa fakta yang dihilangkan tersebut, termohon menetapkan para pemohon sebagai tersangka dan kemudian para termohon melakukan penangkapan dan penahanan terhadap para pemohon tanpa memiliki bukti-bukti yang kongkrit.

Terkait latarbelakang peristiwa terjadi pada hari Kamis tanggal 31 Maret 2022 sekitar Pukul 16.30 Wib di Dusun VII, Teladan Desa Gunung Rintih, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, dimana para pemohon pada saat itu sedang bekerja untuk memanen, menjaga perkebunan lahan sawit milik Arbani S sesuai dengan bukti surat kepemilikan tanah.

Atas dasar kepemilikan tanah yang sah yang dimiliki oleh Arbani, maka para pemohon diberi kuasa penuh untuk menjaga, mengelola dan memanen hasil sawit diatas lahan miliknya tersebut.

Lalu kemudian, atas pekerjaan yang dilakukan oleh para pemohon ternyata ada pihak yang melaporkan para pemohon di Polsek Talun Kenas sebagaimana Laporan Polisi Nomor :LP / B / 21 /N/RES.1.8 2021 / SPKT / 2022/Polsek Talun Kenas/Polresta Deli Serdang/Polda Sumatera Utara, tanggal 31 Maret 2022 atas nama pelapor Indra Gunawan Tarigan dengan tuduhan melakukan pencurian buah sawit diatas lahan yang selama ini dijaga, diusahai dan dikuasai oleh para pemohon, Paparnya.

Berdasarkan laporan itu, sebut Alamsyah, termohon melakukan proses hukum penyelidikan, penyidikan dan selanjutnya menetapkan para pemohon sebagai tersangka pelaku pencurian buah sawit sebagaimana yang diatur dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dari KUHPidanan dan selanjutnya para termohon melakukan penangkapan dan penahanan terhadap para pemohon.

“Kita berharap hakim dapat lebih arif dan bijaksana dengan menerima dan mengabulkan permohonan Praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Kemudian menyatakan tindakan para termohon terhadap para pemohon dalam proses penyidikan dalam perkara ini merupakan tindakan unprosudural atau tidak sesuai dengan prosedur hukum sesuai dengan Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menyatakan tidak sah dan batal demi hukum penetapan tersangka terhadap para pemohon,”ujarnya lagi.

Alamsyah juga menegaskan, bagaimana mungkin pihak Polsek Talun Kenas selaku termohon melakukan penahanan terhadap pemohon dengan sangkaan sebagai pelaku tindak pidana pencurian sawit padahal faktanya para pemohon adalah pekerja yang legal bekerja sesuai surat kuasa yg diberikan oleh pemilik lahan sawit yang sah yaitu bapak Arbani S, harusnya termohon bekerja secara profesional dalam melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan atas laporan pencurian.

“termohon harus faham dan menggali legalitas siapakah pemilik tanah yang sebenarnya, termohon menghilangkan fakta hukum keperdataan bahwa sebelumnya sudah ada dua perkara perdata di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam terkait gugatan tentang sengketa kepemilikan tanah tersebut tapi para Termohon sengaja mengesampingkannya,”pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak Polsek Talun Kenas belum bisa dikonfirmasi. [yusnar]

Continue Reading

Umum

Populer