Masyarakat Mitra PT Jo Perdana Agroteknologi Tolak RAT Koperasi Sejago Kamaruk Dirik – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

Bengkayang

Masyarakat Mitra PT Jo Perdana Agroteknologi Tolak RAT Koperasi Sejago Kamaruk Dirik

Published

on

Masyarakat mitra perusahaan di depan kantor Camat Monterado Tolak Rat koperasi Se jago Kamaru Dirik. (Foto/Ist) 

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Mediasi antara Pengurus Koperasi Sejago Kamaruk Dirik dan masyarakat mitra Perusahaan PT Jo Perdana Agroteknologi berujung dengan penolakan.

Mediasi tersebut diketahui difasilitasi oleh pihak Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Aula Kantor Camat Monterado, Kabupaten Bengkayang, Rabu (10/8/2022).

Dalam mediasi tersebut, masyarakat mitra PT Jo Perdana Agroteknologi meminta pihak koperasi Sejago Kamaruk Dirik untuk segera melunasi tunggakan bagi hasil selama empat bulan (April-Juni) di tahun 2022 yang belum terbayarkan kepada mitra.

Setelah tuntutan itu terpenuhi, masyarakat sebagai mitra baru mempersilahkan pihak pengurus Koperasi melaksanakan Rapat Anggota Tahunan atau RAT.

Salah satu warga mitra PT Jo Perdana Agroteknologi, Subandi mengungkapkan perasaan kecewa dan menilai Kepengurusan koperasi penuh kontroversi.

“Bagaimana bisa menjalankan RAT, kalau pengurus inti seperti Dewan pengawas, Wakil ketua, Bendahara dan sekretaris telah mundur,”pungkasnya.

Subandi menegaskan, pihaknya pun menolak keras jika RAT itu dilakukan, pasalnya tak sesuai dengan ketentuan, sebab para pengurus inti koperasi telah mundur.

“Tanya saja kepada Kades Goa Boma, Serindu dan Jahandung yang mengetahui permasalahan ini lebih rinci,”tambahnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Koperasi Sejago Kamaruk Dirik, Muhidin menyampaikan pihaknya tetap akan menjalankan proses RAT sesuai regulasi yang ada.

Ia menyebut, RAT tersebut bukan mengganti kepengurusan melainkan mengisi kekosongan kepengurusan.

“Walaupun masyaimiyra perusahaan menolak diadakan RAT, kita akan tetap melaksanakannya itu,”terangnya.

Muhidin menjelaskan, mereka pengurus inti wakil ketua, bendahara dan badan pengawas mengundurkan diri memiliki bukti berbentuk surat.

“Terkait anggota yang menolak, kita tak bisa semaunya, ada aturan dan regulasi, sehingga tak bisa keluar dari kontek itu,”ucap Muhidin selepas Mediasi.

Sedangkan dari pihak Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang selaku penyelenggara kegiatan, telah menawarkan opsi kepada peserta yang hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang telah lama tak terselesaikan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Markus Dalon menyampaikan opsi tersebut diantaranya, pertama pihak dinas tetap melakukan pembinaan terhadap Koperasi Sejago Kamaruk Dirik, kedua akan membentuk pengurus dari anggota yang ada sehingga proses bagi hasil bisa jalan,

“Kemudian yang ketiga akan melaksanakan RAT untuk mengganti pengurus, dan keempat pengurus akan menerima pendaftaran anggota baru,”tegasnya.

Menurut Dalon, permasalahan yang terjadi kini adalah ketidakpercayaan para anggota terhadap kepengurusan. Sehingga ada dua pengurus yang mengundurkan diri, yakni wakil ketua, bendahara dan pengawas.

Namun, secara regulasi dianggaran dasar yang ada, bahwa penggantian Kepengurusan sebelum habis masa berlaku dengan melakukan pengangkatan pengurus yang ada untuk rangkap jabatan.

“Atau memilih anggota lain untuk memiliki jabatan yang bersangkutan,”tambahnya.

Markus Dalon dalam pidatonya mengambil keputusan bahwa RAT akan dimajukan bulan Agustus 2022, yaitu pada tanggal 24/8/2022 untuk melaksanakan RAT Koperasi Sejago Kamaruk Dirik. (Rbn)

Bengkayang

Pemkab Bengkayang Diminta Bangkitkan Ekonomi Kreatif

Published

on

Pengerajin Bidaid di perbatasan RI-MALAYSIA kecamatan Jagoi Babang kab Bengkayang. (Foto/Ist) 

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang mendorong agar Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang bangkitkan Ekonomi Kreatif. Hal tersebut di sampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus.

“Hal ini perlu di dorong Pemda karena masih banyak ekonomi kreatif belum mendapat perhatian serius. Terutama dalam pemasaran produk lokal seperti Kerajinan tangan,” kata Ketua DPRD kabupaten Bengkayang, Fransiskus, Senin (3/10).

Selain itu, menurut Fransiskus, beberapa Potensi wisata alam yang ada di kabupaten Bengkayang juga masih kurang maksimal dikelola. Ia meminta, agar pemerintah kabupaten Bengkayang untuk lebih fokus dan serius.

“Kedepan pemerintah daerah harus lebih serius dan fokus , untuk membangkitkan dan ekonomi kreatif ini perlu juga ada pendampingan, ” ungkap Ketua DPC partai Gerindra .

Fransiskus menilai, saat ini masih banyak hasil kerajinan kreatif belum di perhatikan seperti anyaman kerajinan Bidai. Padahal lanjutnya, kerajinan tangan tersebut sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi.

“Bahkan sampai sekarang Bidai contohnya masih di pasarkan ke Negara tetangga Malaysia, karena nilai dan harganya lebih tinggi. Sementara dalam negeri atau daerah sendiri belum memiliki wadah khusus dalam pemasarannya sehingga terkesan terjadi pembiaran,” bebernya.

Beberapa tahun terakhir kabupaten Bengkayang terbatas bahan Baku rotan sebagian harus di datangkan dari luar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Esidorus mengingatkan Pemkab Bengkayang melalui dinas terkait untuk mampu memaksimalkan pemanfaatan gedung pusat kuliner yang telah dibangun untuk pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Bumi Sebalo.

Terkait itu, Esi meminta agar fasilitas ini segera difungsikan untuk membantu pedagang yang ada. Terutama untuk segera diisi. Hal tersebut, kata Esi, agar produk UMKM bisa menggeliat kembali pascapandemi covid-19.

“Wadah yang telah tersedia harus dimaksimalkan dengan baik. Sehingga ekonomi masyarakat juga segera pulih,” pesan Esi.

Dirinya menilai, sampai saat ini jajaran Pemkab Bengkayang masih belum mampu menonjolkan keunggulan-keunggulan khas daerah yang memiliki nilai ekonomis. Seperti diantaranya potensi pariwisata, mulai dari wisata budaya, hingga kuliner belum terpromosikan dengan baik.

Sehingga, katanya, potensi ini masih belum dikenal luas. Dia beranggapan, hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk diperbaiki kedepannya. Dari DPRD sendiri lanjut Esi akan berupaya terus mendorong lewat fungsi dan peran yang ada.

“Kita sudah punya gedung pusat kuliner dan UMKM. Ini mesti dimaksimalkan supaya bisa menjadi sektor unggulan untuk mendongkrak pertumbuhan ekomoni di Kabupaten Bengkayang,” katanya.

Oleh Karena itu, fasilitas pusat kuliner dan UMKM yang telah dibangun harus benar-benar dimanfaatkan. Termasuk untuk dikonsep agar menarik dan menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan.

“Sehingga UMKM dapat hidup dan berkembang,” katanya.

Lebih jauh, dia mengingatkan, bahwa pengelolaan pusat kuliner ini menjadi tantangan dinas terkait untuk dikembangkan dan benar-benar menjadi pusat ekonomi baru bagi pelaku UMKM di Kabupaten Bengkayang.

“Fasilitas pusat kuliner itu harus mampu menjadi wadah khusus untuk mempromosikan berbagai aneka potensi khas daerah untuk dijual,” tegasnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Berhasil Gagalkan PMI, Tujuh Anggota Polres Bengkayang diganjar Penghargaan

Published

on

Tujuh anggota Polres Bengkayang menerima penghargaan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Pontianak. (Foto/Ist) 

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Tujuh anggota Polres Bengkayang menerima penghargaan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Pontianak, Rabu pagi di Aula Mako Polres Bengkayang.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan tujuh personil polres Bengkayang yang telah berhasil menggagalkan upaya pengiriman Pekerja Migran ke Malaysia melalui jalur ilegal beberapa waktu lalu. Ketujuh personil Polres Bengkayang yang menerima penghargaan yakni Aipda Andri Kurnia, Aipda Ady Febrian, Bripka Eduard Hamonangan, Bripka Tomi, Bripka Ignasius Hawang, Bripka Januardi, dan Brigadir Bowo Asius.

Kapolres Bengkayang, AKBP Dr. Bayu Suseno menyampaikan terima kasih kepada kedua lembaga yang telah mengapresiasi kinerja kepolisian terutama dalam pengungkapan dan pencegahan pengiriman Pekerja Migran ke Malaysia. Hal tersebut kata Bayu, tentu menjadi indikator untuk anggota kepolisian terus meningkat pengawasan dan juga koordinasi dengan semua pihak dalam pengungkapan kasus pekerja migran agar lebih baik kedepannya.

Penghargaan yang diberikan pada anggotannya ini kata Kapolres, tak lepas dari upaya dan kerja keras anggota dilapangan dalam menggagalkan 15 calon pekerja migran yang akan di kirim ke Malaysia melalui jalur tikus di perbatasan, Jagoi Babang awal Agustus lalu.

Calon pekerja migran tersebut berasal dari Jawa Timur dan Kota Pontianak hendak melakukan perjalan ke Malaysia untuk bekerja, tetapi tidak melalui jalur resmi. Sehingga baik pelaku dan juga calon pekerja diamankan di Polres Bengkayang.

“Kami ucapkan terimakasih atas apresiasinya terhadap anggota kami Polres Bengkayang dari dua institusi. Tentu ini akan menjadi penyemangat dan motivasi dalam meningkatkan kinerja kedepannya,” ucap Kapolres.

Kapolres Bayu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggotanya yang telah berhasil menggagalkan upaya pengiriman Pekerja Migran Indonesia secara ilegal melalui jalur perbatasan. Selain itu, capaian kinerja ini juga tak lepas dari kerjasama dengan pihak terkait lainnya.

Kapolres Bayu menghimbau, agar warga negera Indonesia tidak mudah tergiur akan upah yang besar di luar negeri. Pasalnya, banyaknya kasus TKI yang di iming-iming gaji besar, namun hal tersebut tak sesuai dengan kenyataan yang ada.

“Setelah sampai disana mereka malah di ekploitasi baik tenaga, pikiran, dan juga secara seksual. Ini justru merugikan diri sendiri dan keluarga,” ucap Kapolres.

“Saya berharap dan sampaikan pada warga Bengkayang jangan mudah teriming-iming gaji yang besar, namun faktanya tidak begitu,” timpalnya.

Perwakilan BP2MI Kalbar, Fadzar Allimin menyampaikan, penghargaan yang diberikan pada tujuh personil Polres Bengkayang tersebut atas dedikasi dalam menggagalkan pengiriman Pekerja Migran Indonesia ke Malaysia.

“Penghargaan ini dari Kepala BP2MI RI pada tujuh personil Polres Bengkayang atas dedikasi dan prestasi dalam pencegahan dan pengungkapan kasus pengiriman Pekerja Migran Indonesia ke Malaysia secara non prosedural,” ucapnya.

Lanjut Fadzar, pemberian penghargaan ini juga bagian dari kerjasama Kepala BP2MI RI dengan Kapolri dalam MoU terkait pencegahan dan penanganan sindikat penempatan ilegal PMI.

“Kita harap ini menjadi contoh bagi anggota yang lain baik di Bengkayang maupun Kalbar secara umumnya untuk bersama-sama mencegah penempatan PMI ilegal,” tuturnya.

Lanjut Fadzar, tahun 2022 ini pihaknya telah mencegah penempatan PMI ilegal 139 orang, ahun 2021 ada 134 orang, dan tahun 2020 ada 46 orang.

“Tentu keberhasilan ini adalah hasil dari sinergitas kita bersama dengan aparat kepolisian dan juga institusi lainnya,” pungkasnya.

“Terima kasih atas kerjasamanya Polres Bengkayang,” tambahnya. (rb).

Continue Reading

Bengkayang

Peringati HUT RI ke-77, Desa Serindu Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa di Bukit Tahang

Published

on

BENGKAYANG, Suaraborneo.com – satu hari jelang memperingati Hari Ulang Tahun (HUR) Negera Republik Indonesia yang ke-77 tahun, Pemerintah Desa Serindu dan stakeholder dan warga setempat mengibarkan bendera merah putih raksasa sepanjang 77 Meter di Bukit Desa Serindu, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Selasa (16/8).

Pengibaran bendera raksasa tersebut sengaja dibentangkan diatas bukit sebagai bentuk untuk membangkitkan semangat dan kecintaan terhadap NKRI. Dalam membentangkan bendera merah putih tersebut, tampak ratusan pelajar dan masyarakat setempat dengan penuh semangat ikut meramaikan dan arak-arakan membantu proses pengibaran bendera tersebut, meski ditengah terik matahari.

Kepala Desa Serindu, Tiong mengatakan, pengibaran bendera raksasa tersebut adalah bentuk kecintaan dan semangat nasionalisme masyarakat dengan peringatan Hari HUT RI ke-77, pasca pandemi Covid-19.

“Sebagai bentuk kecintaan kepada NKRI, pengibaran bendera raksasa ini kami lakukan,” ucapnya.

Ia menyampaikan, bendera merah putih raksasa tersebut terbagi menjadi dua, satu bendera dibawakan para guru berukuran 45 meter, dan bendera kedua berukuran 77 meter dijunjung para pelajar berjalan kaki menuju daerah perbukitan di desa setempat.

“Pengibaran sang saka merah putih itupun turut diikuti oleh Wakil Bupati Bengkayang, dan didampingi Forkopincam,”tambahnya.

Tiong pun berharap, dihari Kemerdekaan RI ke-77 yang jatuh pada esok hari, Kabupaten Bengkayang kedepannya dapat terus tumbuh maju dan lebih baik, sehingga perekonomian dan pembangunan selaras dengan usia kemerdekaan Indonesia saat ini.

Diketahui pula, pengibaran bendera raksasa merah putih di Bukit Desa Serindu mendapatkan pengawasan ketat dari aparat kepolisian. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Komisi III DPRD Bengkayang Sidak SMPN 4 Tak Punyai Gedung Sekolah

Published

on

Wakil Ketua DPRD, Jonedhi dan didampingi oleh Ketua Komisi III, Martinus Khiu berserta anggota komisi lainnya. (Foto/Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang melalui Komisi III bidang kesehatan dan pendidikan melakukan sidak SMPN 4 Bengkayang yang tak mempunyai gedung sekolah permanen sejak dibuka tahun 2020 silam.

Sidak tersebut pun dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD, Jonedhi dan didampingi oleh Ketua Komisi III, Martinus Khiu berserta anggota komisi lainnya, Kamis (4/8/22).

Diketahui pula sidak tersebut dilakukan Komisi III DPRD Kabupaten Bengkayang untuk memastikan informasi bahwa sekolah SMPN 4 berpindah lokasi bahkan harus melakukan belajar mengajar dilantai kelas, akibat jumlah kursi dan meja yang tak memadai.

Terlihat satu persatu ruangan yang ditumpangi SMPN 4 Bengkayang di Sekolah Swasta SMAK ditinjau.

Mereka pun menyapa anak-anak yang belajar di lantai, yang tak beralas apapun, hanya ditemani buku dan alat tulis belajar.

Siswa-siswi SMPN 4 pun terlihat riang gembira, dalam benaknya setelah dilakukan peninjauan, gedung permanen dan sarana-prasarana seperti kursi dan meja, bakal ia dapatkan, sehingga dapat belajar dengan penuh konsentrasi.

Selepas meninjau lokasi SMPN 4, Wakil Ketua DPRD, selaku koordinator Komisi III, Jonedhi menyebut, ia sebagai wakil rakyat akan mengawal dan menindaklanjuti keluhan orang tua siswa dan pihak sekolah kepada pemerintah terkait realisasi gedung permanen SMPN 4 dan sarana-prasarana penunjang pembelajaran.

“Pertemuan kita hari ini untuk memastikan kondisi dan keluhan pihak sekolah dan siswa yang beberapa hari ini viral di media,”ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III, Martinus Khiu mengutarakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mencarikan solusi terbaik, salah satunya dengan melakukan rapat dengan pihak dinas terkait, untuk menyelesaikan persoalan pendidikan yang dinilainya sangat riskan.

“Kita akan mencari solusi, saya sedih dan kasian, melihat kondisi di SMKN 4 ini,” timpalnya.

Martinus memastikan, pihaknya selaku Komisi III bidang pendidikan dan kesehatan akan terus menindaklanjuti permasalahan tersebut hingga direspon pemerintah dan segera dapat mengucurkan anggaran untuk merealisasikan pembangunannya.

Kepala Sekolah, SMKN 4 Bengkayang, Yulius mengungkapkan terimakasih kepada DPRD Kabupaten Bengkayang yang telah berkunjung melihat kondisi sekolah yang ia pimpin.

Ia berharap, sejak tiga tahun terakhir, harapan para guru dan murid dapat dibantu oleh wakil rakyat dalam menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah.

“Kita ucapkan terimakasih telah datang, dan meninjau ke SMPN 4. Semoga kedepan dapat dibantu dan disuarakan kepada pemerintah,” tutupnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

1.120 Peserta Atlet Karate Ikuti Turnamen di Kabupaten Bengkayang

Published

on

Open Turnamen Karate Se-kalimantan barat di kabupaten Bengkayang. (Foto : Ist) 

BENGKAYANG, Suaraborneo.com – Sebanyak 1.120 Peserta Atlet karate Se Kalimantan Barat Mengikuti Open Turnamen Bengkayang Cup yang di buka dihalaman Kantor Bupati Bengkayang, Rabu (27/7).

Open Turnamen Bengkayang Cup di buka langsung Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal.

Turnamen kali ini, diikuti 14 kabupaten kota di Kalimantan Barat, dan terdiri dari 1.120 peserta.

Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia kabupaten Bengkayang, Rudi menyampaikan, open turnamen karate adalah ajang silahturahmi penggiat dan penggerak olahraga Karate. Sekaligus menjadi ajang menjaring anak-anak dan kaum muda yang berprestasi di olahraga karate.

“Untuk mempromosikan olahraga karate dikalangan anak muda melalui Open Turnamen, yang nantinya di persiapkan menjadi atlet karate yang hebat,” ungkap Rudi dalam pembukaan turnamen tersebut.

Rudi berharap karate lewat Open turnamen Bengkayang Cup mampu menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi serta dapat menumbuhkan semangat untuk kemajuan di cabang olah raga karate di Bengkayang, dan Kalbar pada umumnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal menyampaikan, Bengkayang Cup Karate Open Turnamen se-kalimantan Barat akan merebutkan piaya bergilir Bupati Bengkayang tahun 2022. Wabup Rizal juga mengapresiasi seluruh kesiapan panitia pelaksana dan para atlet yang terlibat.

“Mari Kita jadikan turnamen ini sebagai ajang untuk meningkatkan silahturahmi para pecinta karate, dan mencari bibit bibit atlet karate yang handal dan tangguh siap memajukan perkembangan olah raga karate,” ucap Rizal.

Kata Rizal , selama berlangsungnya Open Turnamen seluruh peserta turnamen harus mengedepankan sportivitas tinggi dan menerima baik itu menang dan kalah setiap pertandingan.

“Turnamen ini tentu ada yang menang dan kalah kita harap bisa saling menerima, raihkan kemenangan dan prestasi serta junjung tinggi sportivitas,” pesan Wabup.

Selain itu, Wabup Rizal juga menyatakan, open turnamen piala bergilir Bupati Bengkayang ini juga sebagai pemanasan awal dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Kalbar (Porprov) mendatang.
Disela-sela wawancara Wabup juga mempromosikan objek wisata yang da di kabupaten Bengkayang.

“Manfaat kan lah objek wisata yang ada, agar Bengkayang bih dikenal,” pungkasnya.

Wabup juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan selama bertanding. Ia pun berpesan, jika nantinya terdapat kesalahpahaman dan hal lainnya dapat diselesaikan dengan baik dan kekeluargaan.

Ketua KONI kabupaten Bengkayang, Mardiansyah Herman mengapresiasi pengurus Forki dan semua pengurus perguruan karate di Bengkayang yang telah melaksanakan kegiatan ini. Menurut Herman, KONI sendiri mendukung penuh kegiatan yang berlangsung dengan sejumlah Fasilitas seperti menyiapkan mobil angkut baik untuk pelatih, peserta atlet, official yang ikut dalam turnamen ini.

“Kita harap, enam perguruan yang ikut turnamen bisa bersaing dan dari turnamen ini akan dipersiapkan Porprov Kalbar mendatang,” pungkasnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Danyon B Satbrimob Polda Kalbar, Jabat Kapolres Bengkayang

Published

on

AKBP Dr Bayu Suseno Kapolres Bengkayang. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, Suaraborneo. com – Setelah sebelumnya melakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Polda Kalbar, kini AKBP Dr. Bayu Suseno resmi menjabat sebagai Kapolres Bengkayang yang baru.

Kedatangan Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno disambut dengan tradisi adat pemotongan tebu serta jajar kehormatan dari personel Polres Bengkayang, Rabu (13/07/22).

Tarian penyambutan dari Sanggar Pabayo Tarigas Bengkayang juga turut mengiringi masuknya Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno untuk pertama kali ke Mapolres Bengkayang.

Setelah bersalaman dan berkenalan dengan para Pejabat Utama Polres Bengkayang, Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno bersama AKBP Arif Agung Winarto memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Bengkayang.

Kepada seluruh personel Polres Bengkayang AKBP Arif Agung Winarto mengucapkan banyak terima kasih dari masuk hingga akhir penugasan sebagai Kapolres berjalan dengan baik.

“Saya AKBP Arif Agung Winarto mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena perjalanan saya dari awal masuk sebagai Kapolres hingga akhir penugasan dibantu oleh rekan-rekan semua baik perwira, bintara maupun PNS sehingga saya dapat menjalankan tugas sebagai Kapolres selama 11 bulan 10 hari berjalan dengan baik”, kata AKBP Arif Agung Winarto.

“Selama bertugas sebagai Kapolres Bengkayang, semua permasalahan, semua kegiatan baik opsnal maupun pembinaan. Saya ucapkan terima kasih selama saya disini situasi kamtibmas cukup kondusif, pelanggaran-pelanggaran bisa kita minimalisir sehingga satuan ini tidak mendapat teguran dari satuan atas”, tambahnya.

Terakhir, AKBP Arif Agung Winarto memohon maaf apabila ada kesalahan selama bertugas sebagai Kapolres Bengkayang.

“Sebagai manusia biasa, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas nama pribadi maupun keluarga apabila ada kesalahan sengaja maupun tidak sengaja. Semaksimal mungkin saya melaksanakan tugas sebagai Kapolres melakukan dengan adil, tetapi manusia dalam memberikan suatu rasa adil tidaklah sempurna kecuali tuhan yang maha esa. Saya mohon maaf apabila kebijakan saya tidak sesuai yang diharapkan rekan-rekan”, tutup AKBP Arif Agung Winarto.

Sementara itu, Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno mengapresiasi kegiatan penyambutan yang dilakukan dan memohon dukungan dan kerjasama untuk bekerja lebih baik lagi.

“Saya mengapresiasi kepada pak Arif Agung atas acara yang dilaksanakan hari ini mulai dari gerbang hingga kita berdiri diatas mimbar. Terima kasih atas, semoga kedepan kami dan keluarga mendapatkan dukungan, support, kerjasama dari rekan-rekan sekalian”, katanya.

“Kami akan melanjutkan kebijakan, pembangunan-pembangunan, apabila ada yang akan diperbaiki akan kita perbaiki sama-sama sehingga satuan ini yang terdiri dari sub-sub sistem dapat bekerja dengan lebih baik lagi”, tutupnya.

Untuk diketahui bahwa AKBP Dr. Bayu Suseno sebelum menjabat Kapolres Bengkayang adalah Danyon B Satbrimob Polda Kalbar, sementara itu AKBP Arif Agung Winarto mendapat jabatan baru sebagai Wadansatbrimob Polda Jateng. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Masyarakat Bengkayang Diminta Lestarikan Terus Adat dan Budaya Leluhur

Published

on

Event budaya dan adat Barape' Sawa' ke-8. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Masyarakat Kabupaten Bengkayang diminta untuk terus melestarikan tradisi budaya dan adat leluhur.

Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis dalam sambutannya pada event budaya dan adat Barape’ Sawa’ ke-8 di Ramin Bantang Bengkayang. Senin (4/7/2022).

“Masyarakat dan kita semua harus menjaga adat tradisi leluhur agar selalu dilestarikan dan tak tergerus oleh perkembangan jaman,”timpalnya disela-sela sambutan.

Ia juga menginginkan, masyarakat dapat mengekspresikan tatanan tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur, salah satunya dengan kegiatan Barape’ Sawa’ saat ini.

Moderenisasi yang terus berkembang diharapkannya juga tak menjadi penghalang, namun menjadi sinergi dalam kreasi dan kelestarian budaya leluhur.

Kata Bupati Darwis, pihaknya terus mendukung kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam hal melestarikan budaya dan tradisi adat di Kabupaten Bengkayang.

Untuk, itu ia terus mengimbau agar masyarakat memiliki rasa kecintaan yang besar terhadap adat dan budaya, sehingga tak melupakan budaya asli lokal dan terpengaruh dengan budaya lainnya, yang dapat merusak generasi dan moral bangsa.

“Semoga kegiatan event budaya Berape’Sawa’ini juga dijadikan momentum bagi masyarakat untuk mengambil peran membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan ditengah-tengah keberagaman adat istiadat, budaya dan agama,”tutupnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Ribuan Masyarakat Padati Event Adat Budaya Berape’ Sawa’ ke-8 di Ramin Bantang Bengkayang

Published

on

Pergelaran event budaya Barape' Sawa' ke-8. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Ribuan masyarakat dan wisatawan padati rumah adat Dayak atau Ramin Bantang menyaksikan pergelaran event budaya Barape’ Sawa’ ke-8, Senin (4/7/2022). Sore.

Para wisatawan dan masyarakat Bengkayang itu pun tampak antusias, menyaksikan pembukaan gelaran event adat dan budaya tahunan di Ramin Bantang.

Satu persatu pengunjung mengenakan baju adat khas Dayak bewarna merah lengkap dengan aksesoris beriringan menuju halaman Rumah Ramin Bantang yang telah disediakan oleh panitia.

Terlihat, beberapa stand dan spot-spot tenda pun dipenuhi pengunjung, merah, pekat dan bersorak.

Pasalnya, event adat dan budaya Berape’ Sawa’ sendiri telah hampir 2 tahun vakum, terhenti akibat Pandemi Covid-19.

Salah satu pengunjung, Hengky mengatakan, sangat senang dan bangga kegiatan adat budaya tahunan ini dapat diselenggarakan kembali oleh pemerintah dan stakeholder lainnya.

Sebab, ia merindukan acara Berape’ Sawa’ yang meriah ini diselenggarakan setiap tahunnya.

“Saya sangat senang dan antusias, akhirnya Berape’ Sawa’ yang ke-8 diselenggarakan kembali,”ungkapnya kepada Inside.

Hengky menginginkan, kegiatan event budaya terbesar ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai rundown acara yang ditetapkan panitia.

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua Panitia kegiatan tersebut, Yulianus mengatakan, kegiatan event budaya Berape’ Sawa’ saat ini merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan budaya dan adat, dengan simbol berakhir musim tanam padi dan melanjutkan dengan musim tanam padi baru kedepannya.

“Tujuannya adalah dengan adanya keberlangsungan budaya dan tradisi masyarakat Dayak Bekatik di Kabupaten Bengkayang, terhadap musim tanam padi,”imbuhnya.

Yulianus melanjutkan, selain menjadi simbol budaya berakhir musim tanam padi, event budaya dan adat ini juga diharapkannya dapat memperkenalkan sikap toleransi pada semua suku di Kabupaten Bengkayang, serta memperkenalkan permainan khas rakyat agar selalu eksistensi.

“Bahkan, sebagai upaya menggali potensi wisata daerah, khususnya wisata adat dan budaya,”paparnya.

Kemudian, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis juga mengatakan,

Kemudian, diwaktu yang sama pula, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis juga mengatakan, moderenisasi yang terus berkembang diharapkan tak menjadi penghalang, namun menjadi sinergi dalam kreasi dan kelestarian budaya leluhur.

Upaya dalam mempertahankan tradisi tersebut dituangkan dalam suatu agenda di Kabupaten Bengkayang yaitu yang dikenal dengan istilah Berape’ Sawa’.

Bupati Darwis, menegaskan tradisi budaya Berape’ Sawa’ merupakan tradisi suku Dayak Bekatik mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan, kepada Jubatta yang telah memberikan panen pada musim tanam sebelumnya.

“Tradisi ini menandai akan dimulainya musim tanam atau berladang. Sehingga setelah acara ini masyarakat akan mulai membuka lahan untuk kegiatan berladang. Dengan kata lain bahwa Berape’ Sawa’.

Ia pun berharap, dengan adanya gelaran event budaya dan adat terbesar di Kabupaten Bengkayang ini, akan membangkitkan semangat parawisata di Kabupaten Bengkayang kedepannya.

“Kita dukung agenda atau event berikutnya, sehingga banyak orang datang ke Bengkayang untuk berwisata,”pungkasnya.

Diketahui, kegiatan event budaya dan adat Berape’ Sawa’ yang ke 8 ini, dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 7 Juli 2022, yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ritual adat, perlombaan permainan rakyat, karnaval budaya, pentas seni, hingga hiburan musik lainnya.

Kegiatan itu pun diramaikan dengan kontingen dari 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Lembah Bawang, Sungai Betung, Bengkayang, Teriak, Lumar, Suti Semarang, Ledo, Sanggau Ledo, Seluas, Samalantan dan Jagoi Babang. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Kominfo Bengkayang Tunggu Giliran Pendistribusian Alat Konversi Siaran TV Analog STB

Published

on

Elisabeth Pondok, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Informasi Publik Kominfo Kabupaten Bengkayang. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memastikan akan mengawal proses pembagian Set Top BOx (STB) gratis untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Bengkayang.

Pembagian alat konversi siaran tv analog ke siaran digital tersebut, merupakan program dari Kementerian Kominfo menjelang Analog Switch Off (ASO) migrasi siaran TV analog ke digital.

Elisabeth Pondok, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Informasi Publik Kominfo Kabupaten Bengkayang mengatakan, untuk Kabupaten Bengkayang sendiri belum mendapatkan giliran pendistribusian STB tersebut kepada masyarakat.

Pasalnya, ia menyebut saat ini di Kalbar yang baru menjalan pendistribusian STB pada periode pertama yaitu di Kota Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya.

“Di Kabupaten Bengkayang kemungkinan mendapatkan jatah di periode ketiga,”ungkap Elisabeth, Jumat (17/6/2022).

Elisabeth menegaskan, untuk menyambut kebijakan Kementerian dalam perpindahan saluran TV analog ke digital, pihaknya sudah melakukan persiapan.

Salah satu persiapan tersebut dengan melakukan sosialisasi, dan koordinasi dengan dinas terkait dalam penerapan dan realisasi perpindahan saluran tv tersebut.

“Kominfo sebagai pengawas dan pendampingan dalam hal ini sudah melakukan upaya sosialisasi lewat media, dan melakukan koordinasi dengan dinas sosial terkait sasaran pembagian STB,”paparnya.

Ia menuturkan, perihal pendistribusian STB secara gratis tersebut adalah kewenangan Dinas sosial sebagai dinas yang memiliki data masyarakat kurang dan memiliki data kategori yang pantas mendapatkan STB gratis dari kementerian.

“Kita akan terus koordinasi, agar pendistribusian ini tepat sasaran,”katanya.

Elisabeth pun menambahkan, pihaknya siap dan akan terus mengawal proses dan alur migrasinya TV analog ke digital di Kabupaten Bengkayang agar berjalan dengan baik.

“Kita tunggu saja, yang pasti akan kita kawal karena instruksi dari kementerian,”timpalnya.

Diketahui, proses pembagian STB gratis oleh Kementerian Kominfo disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Untuk penerima bantuan STB adalah warga kurang mampu atau rumah tangga miskin yang masuk dalam daftar DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos.

Persyaratannya, penerima bantuan STB gratis wajib memiliki televisi analog, berada pada cakupan wilayah layanan siaran TV digital terestrial, bersedia menerima bantuan, dan satu rumah tangga kurang mampu hanya menerima satu STB. (rbn)

Continue Reading

Umum

Populer