Aris Doris : Jangankan Amanah Komitmen Saja Sudah Tidak Mampu – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15

Banten

Aris Doris : Jangankan Amanah Komitmen Saja Sudah Tidak Mampu

Published

on

Tim IPB Sekaligus Ketum Peleton Pemuda Pandeglang. (Foto:Ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Sekda Pandeglang Taufik Hidayat yang menjanjikan bertemu dengan Tim IPB pada Rabu 5 Oktober 2022 pukul 14.00 wib sesuai yang dijanjikan ternyata menanggapi dengan dingin dan tak beretika.

Tim IPB yang diundang untuk datang ke kantor Sekda pada hari rabu tersebut merasa kecewa, dikarenakan Sekda sendiri yang beralasan sedang rapat akan tetapi ditunggu hingga rapat selesai tak kunjung menemui Tim IPB dan Sekda juga tidak mengutus staf atau perwakilan untuk menemui terlebih dahulu.

Menanggapi hal tersebut Salah satu tim IPB sekaligus ketum peleton pemuda Pandeglang Aris Doris menyatakan kekecewaanya, bagai mana tidak harusnya seorang pelayan masyarakat.

“Perpanjangan tangan dari seorang Bupati tidak mempunyai sipat amanah yang selalu memandang sebelah mata masyarakat kecil kalau seorang pemimpin sudah sekarep dewek maka tugas kami dan merasa terpanggil untuk mengepung kantor Sekda Kab Pandeglang supaya plt sekda kab Pandeglang untuk segera mengundurkan diri dari jabatanya, jangankan amanah, komitmen saja sudah tak mampu,” ungkapnya. [panji]

Banten

Pencairan Program Sembako BLT BBM Penyalur PT Pos Rentan Penyimpangan, Masa Aksi Geruduk Kantor Dinsos Pandeglang

Published

on

Masa aksi gabungan Sejumlah Aktivis, Geruduk Kantor Dinsos Pandegang (Foto:Ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Masa Aksi Gabungan Sejumlah Aktivis dari Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (J.P.M.I), Gerakan Pemuda Mahasiswa Indonesia (GPMI), Aliansi Mahasiswa dan Pemuda, Peleton Pemuda menggeruduk Kantor Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Selasa (20/12/2022).

Kedatangan sejumlah massa aksi tersebut lantaran Penyaluran Program Sembako, PKH dan BLT BBM Tahun 2022 periode Oktober, November, Desember dan BLT BBM Tahap 2 November, Desember Penyalur PT Pos Indonesia (Persero) Rentan Penyimpangan.

Hal tersebut terbukti dari banyaknya potongan dana bantuan sosial hingga penggelapan QR Code (barcode).

Dalam Aksinya Entis Sumantri Korlap aksi I menyampaikan bahwa banyaknya KPM Sembako BBM dan PKH haknya disodomi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Alur penyalur yakni PT Pos carut-marut alias sembraut sehingga rentannya penyimpangan banyak oknum yang memanfaatkan situasi kondisi baik dengan cara memotong dana bantuan juga menggelapkan Barcode,” terang Entis Sumantri dari Ketua Aktivis DPW JPMI Pandeglang.

Entis juga menambahkan bahwa sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dan Program Keluarga Harapan (PKH) banyak yang dicairkan diluar jadwal yang ditentukan.

“Kami menggelar aksi unjuk rasa karena kita ketahui dari hasil investigasi dan penelusuran kantor pos sebagai penyalur diduga bermain mata dengan oknum penyelenggara, salah satu contoh banyaknya KPM yang diboyong langsung ke kantor pos padahal jadwal ditentukan jauh hari disetiap titik desa juga kecamatan,” paparnya Entis dalam orasinya.

Ia menjelaskan penyaluran Program Sembako dan BLT BBM Tahun 2022 ada yang tidak disalurkan bukti bahwa PT Pos tidak siap menjadi penyalur.

“Dugaan sementara Modus operandi yang dilakukan oknum pelaku untuk menjalankan tindak pidana penggelapan dana bantuan Program Sembako dan BLT BBM Tahun 2022 adalah dengan tidak membagikan QR Code Kepada penerima sebagai alat tukar untuk mendapatkan dana bantuan dari Kantor Pos Indonesia sebagai Penyalur hal tersebut terjadi karena ketidak siapan penyalur dalam pencairan dana program,” tukasnya.

Selain itu, barcode sebagai alat tukar yang diberikan kantor pos kepada KPM tidak dilakukan secara langsung kepada penerima.

” QR Code alat penukar dana bantuan sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak dibagikan sebelum pencairan, dan setelah ketahuan dari hasil investigasi baru diberikan kepada penerima dan itupun sudah terlewat satu minggu setelah pencairan, kejadian tersebut terjadi karena Barcode tidak diberikan secara langsung kepada penerima oleh penyalur,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskannya banyaknya intervensi dan intimidasi terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang haknya disodomi oleh sejumlah oknum.

“Keluarga Penerima Manfaat yang haknya disodomi oleh oknum diintervensi setelah diketahui oleh kontrol Sosial dari hasil wawancara dilapangan,” pungkas Entis Sumantri yang biasa disapa Tayo.

Sementara itu, Aris Doris Korlap Aksi dari Peleton Pemuda menduga pencairan dana bantuan sistem Barcode oleh penyalur PT Pos sengaja dilakukan. Itu bisa terjadi karena banyaknya pemangku kebijakan yang punya kepentingan.

“Realitanya Keluarga Penerima Manfaat KPM dengan mekanisme pencairan PT Pos sebagai penyalur banyaknya hak KPM yang haknya dipotong juga ada yang digelapkan, kendati demikian hal itu tetap dilakukan,” ucap Doris ketua Peleton Pemuda yang tergabung dalam Masa Aksi.

Ia meminta Aparat Penegak Hukum melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang yang mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan di bidang sosial dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Daerah.

“Banyaknya tindakan oknum terhadap Keluarga Penerima Manfaat selaku penerima Hak yang melakukan pemotongan sungguh keterlaluan dan itu bentuk gagalnya Kadinsos Pandeglang dalam menjalankan tugas maka kami minta ia diperiksa untuk dimintai keterangan,” katanya.

Masih dikatakannya bahwa penegak hukum harus mengadili dan menjerat Pidana Bagi Manipulator Data Bansos .

“Pasal 11 ayat (3) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin (“UU 13/2011”) telah menegaskan bahwa setiap orang dilarang memalsukan data fakir miskin baik yang sudah diverifikasi dan divalidasi maupun yang telah ditetapkan oleh Menteri, yang terjadi dilapangan banyak penyimpangan maka hal itu perlu dipertanggungjawabkan dan siapa yang salah penegak hukum harus melakukan penyelidikan,” ucap korlap aksi dari Peleton Pemuda tersebut.

Continue Reading

Banten

Diduga Abuse of Power Aparat Penegak Hukum, ini Ungkap Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pandeglang

Published

on

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang, Angkat Bicara Terkait Adanya Dugaan Pencabulan Yang di Lakukan Oleh Oknum DPRD Kabupaten Pandeglang. (Foto/Ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang angkat bicara maraknya pemberitaan yang beredar di Kabupaten Pandeglang terkait adanya dugaan Pencabulan yang di lakukan oleh DPRD Kabupaten Pandeglang berinisial ( Y ), maka ini menjadi Kontradiksi di semua kalangan Bahkan di tingkat Akademisi, serta Legislatif, dan Yudikatif,” Kamis (8/12/22).

Entis Sumantri mengatakan Persolaan ini patut kita kaji kembali, dan harus kita analisis secara matang bagaimana pandangan hukum yang baik dan benar serta mengedepankan asas keadilan, Semua orang sama dimata hukum (Equality Before the law) tanpa terkecuali sekali pun itu orang-orang politik baik legislatif, yudikatif dan Eksekutif,” Katanya

Lanjut Sapaan di panggil Tayo mengatakan Dengan adanya Stement yang beredar dari Aparat Penegak Hukum ( APH ) Polres Pandeglang, menetapkan tersangka kepada Dewan Y serta adanya Laporan Polisi Nomor LP/B/126/IV/2022/SPKT/Res.Pandeglang/Banten tanggal 22 April 2022, tentang tindak pidana perbuatan cabul sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP. tentang kekerasan Seksual. ”

Tambah lagi adanya statment pendapat Ahli Pidana Perlindungan Anak dan Perempuan ( UNPAM) serta pendapat beberapa ahli lainya dari berita Online bahwa dosen serta pendapat ahlilainya itu menekan terhadap penyidik untuk menggunakan UU TPKS yang baru di sahkan, sedangkan kejadian tersebut terjadi sebelum UU TPKS diundangkan, ini membuat bingung juga terhadap publik, “ujarnya

Mungkin perlu kita ketahui bersama UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS resmi diundangkan pada Senin (9/5/2022) sedangkan, kejadian persoalan itu pada bulan April 2022, maka Hukum itu tidak berlaku surut, tidak relevan jika terhadap peristiwa hukum ini ditekankan untuk menggunakan UU TPKS.”

Kami Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Cabang Pandeglang berharap, apalagi sebagai seorang akademisi ahli pidana serta ahli pidana lainya agar dapat lebih objektif dan berhati – hati menggali sebuah fakta peristiwa hukum, lihat kembali asas Lex Temporis Delicti nya, pahami itu!!!

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Cabang Pandeglang mengantakan, Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi (PUU) 21 tahun 2014 tentang Penetapan Tersangka, bahwa ” Penyidik tidak boleh menetapkan sebagai tersangka sebelum dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu” adalah suatu keharusan, dalam hal ini penetapan sebagai tersangka terhadap Y, telah bertentangan dengan Putusan MK tersebut, karena ketika kita gali fakta kebenarannya dalam perkara ini dari mulai tahapan persolaan hingga undangan waktu awal itu sifatnya klarifikasi maka kami menduga adanya kecatatan Hukum, “ungkap tayo Kamis 8/12/22

Makannya kami mempertanyakan Penetapan tersangka, apakah sudah berdasarkan 2 alat bukti yang cukup 1. Visum?? (Surat) 2. Pengakuan (apakah Y mengakui pada saat undangan klarifikasi) ??

Pertanyaan yang ke dua apakah penyidik dalam melakukan gelar perkara mengedepankan Hak Asasi Manusia ( HAM) terhadap Y? yang harusnya mengundang gelar perkara kepada Penasihat Hukum Y, karena pasal 289 ini diatas 5 tahun.” Ungkap tayo

Lanjut tayo mengatakan mungkin aparat penegak hukum lebih mempuni dalam hal ini maka jangan sampai ini Penyidik terlalu memaksakan dan arogan serta terkesan latah dalam media pemberitaan sehingga menerapkan pasal 289 yg tidak relevan dengan fakta peristiwa Kaji pasal 289, itu tentang kekerasan seksual, apakah ada bukti kekerasan terhadap korban ?Justru visum pun tidak menunjukan adanya lebam atau bukti kekerasan, Karena Visum harus dikaji oleh ahli forensik bagaimana ahli memberikan pendapat berdasarkan keilmuannya.”

Tayo mengatakan Supermasi Hukum harus seyogyanya sesuai dengan asas-asas Hukum maka jangan sampai penyelenggara Hukum dapat memainkan hukum dengan Seenaknya apalagi sampai ( Abuse of Power ) Bagi Penyelenggara Hukum untuk menangani suatu perkara hukum, ”

Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Cabang Pandeglang mengingat kan sebagai agent of Change kepada Penyidik, para Ahli Pidana serta beberapa ahlilainya dari mulai polres maupun kejaksaan pastinya lebih cermat dan memahami dalam menerapkan sebuah Peraturan perundang – undangan, Jangan sampai terkesan di tekan oleh pihak manapun serta janganlah statement seseorang bisa di cerna begitu saja, karena akan menjadikan dampak buruk, keruh pada proses hukum dan kegaduhan dimata publik.” tutupnya. [Irvan]

Continue Reading

Banten

Diduga Langgar Aturan Penerimaan Anggota Panwascam, Nalar Pandeglang Layangkan Somasi ke Bawaslu

Published

on

Nalar Pandeglang Layangkan Surat Somasi ke Bawaslu (Foto:Ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Nalar pandeglang melayangkan somasi ke Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang, karna adanya dugaan melakukan pelanggaran Perbawaslu Nomor 10 Tahun 2012 tentang penerimaan panitia pengawat kecamatan (Panwascam), Senin 1 November 2022 lalu.

Rudi Yana Jaya Ketua Nalar Kabupaten Pandeglang membenarkan, pihaknya telah melayangkan somasi ke Bawaslu Kabupaten Pandeglang. Disinyalir sekitar 18 anggota panwascam kata dia, di duga rangkap jabatan, mulai dari BPD,PLD bahkan menjadi sekertaris Desa.

“Kami telah layangkan somasi tersebut ke Bawaslu Pandeglang berikut dengan nama-nama yang lolos menjadi panwascam dengan rangkap jabatannya. Karna Bawaslu telah melanggar undang-undang dan Perbawaslu, sehingga tidak konsisten dalam menerapkan regulasinya,” Kata Rudi, Rabu 2 November 2022.

Selain itu juga, kata dia, lembaga negara seperti Kemendes, Kemensos, dan BKD Kabupaten Pandeglang secara resmi telah mengeluarkan larangan, agar pegawai lembaga negara tidak merangkap pekerjaan dilembaga yang didanai negara.

Untuk itu, kata dia, dengan kecerobohan Bawaslu Pandeglang tersebut, untuk menindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku, yakni melakukan evaluasi dan rekrutmen ulang panwascam dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku dan memperhatikan ketentuan hukum lainnya, juga bagi mereka yang rangkap jabatan, harus mendapatkan izin pimpinan, dalam hal ini pejabat pembina kepegawaian atau bupati,” katanya.A

“Apabila dalam kurun waktu sampai Sabtu, 5 November 2022 tidak melakukan penindakan, maka kami akan melakukan pelaporan ke-BKD Kabupaten Pandeglang, Inspektorat Pandeglang, DKPP Banten, DKPP RI serta BPK Perwakilan Banten, untuk menindaklanjuti Honorium Ganda,” ujarnya.

Sementara itu ketua Bawaslu Kabupaten Pandeglang Ade Mulyadi mengatakan, dengan adanya somasi tersebut pihaknya belum menerima berdalih di luar kota. Namun, pihaknya membenarkan ada anggota panwascam yang rangkap jabatan, tetapi sudah memberikan pilihan kepada anggota panwascam saat melakukan wawancara.M

“Memang ada, kurang lebih sekitar 10 orang, dan itu sudah selesai saat wawancara dan surat pengunduran dirinya juga sudah ada. Karna tidak mungkin kita publikasikan, itu tidak etus,” Katanya. [panji]

Continue Reading

Banten

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Dzikir Nurul Hidayah

Published

on

Gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan dikampung Barieuk Kadu Heleut Desa Cening, Pandeglang. [Foto/Ist]

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Gelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan dikampung Barieuk Kadu Heleut Desa Cening, Pandeglang. Di Majlis Dzikir Nurul Hidayah dibawah pimpinan Eri Suhaeri selaku wakil ketua bidang Keagamaan DPD PDI Perjuanagan Provinsi Banten, Banten (12/10/2022).

Dalam acara tersebut berjalan penuh khidmat, yang dihadiri oleh Penceramah Kh. Tb Asep Sapurohman, Selaku ketua BAITUL MUSLIMIN INDONESIA Kabupaten Pandeglang. Juga hadir Pencermah kondang dari Tangerang Kh. Abdul Basit yang terkenal dengan julukan (Ki dalang) dan mang Ocong.

Turut hadir juga Bapak Camat, Jajaran Anggota Polsek, Para Kepala Desa Se- Pandeglang, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan Para jamaah yang hadir Diprediksi kurang lebih 2000 Jemaah Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Eri Suhaeri, selaku Wakil Ketua Bidang Keagamaan PDI Perjuangan Provinsi Banten, mengatakan dalam sambutannya. “Bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan di Majlis Dzikir Nurul Hidayah, Mendapatkan Keberkahan, dan semoga Giat ini selalu kompak khusus nya bagi warga masyarakat yang ada di wilayah Cening,” ungkapnya.

“Semoga tradisi baik ini akan selalu kita jaga dan kita jalankan, dalam bentuk contoh kepada generasi penurus kita nanti, dan saya pribadi mengajak kepada warga masyarakat khususnya Kampung Barieuk Kadu Heleut, tetap selalu melaksanakan giat ini, dalam bentuk rasa syukur kita kepada Baginda tercinta Pelindung Agama Islam, Pencinta Agama Islam, Yakni Nabi Muhammad SAW. juga selalu berislaturahmi dan menjaga kebersamaan dan Persatuan dalam bingkai NKRI harga Mati,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Pengurus DPC PDI Perjuangan Syaiful Bachri Mengatakan kepada Awak Media, Acara Ini adalah acara kita bersama, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah kegiatan baik. agar kita selalu meneladani ahlak baginda Rasulullah SAW.

Masih Syaiful Bachri, ini adalah sesuatu kebahagiaan bagi kami, dengan acara Maulid Nabi muhammad SAW, kita jadikan contoh dan teladan, Mendegarkan siraman rohani yang disampaikan oleh para ulama dan kiyai kita.

“Agar kehidupan kita selalu tenang, tentunya banyak sekali manfaat bagi kita selaku jamaah,” pungkasnya. [panji]

Continue Reading

Banten

Kader HMI Dicetak Menjadi Pemimpin

Published

on

Kegiatan Kader HMI Memahami Tentang Teknik Persidangan (Foto:Ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) wajib memahami tentang teknik persidangan. Soalnya, kader HMI dicetak untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan.

“Teknik persidangan wajib di pelajari oleh kader HMI, sebab dalam berorganisasi teknik persidangan pasti akan dipergunakan baik dalam acra konfercab ( konferensi cabang), RAK (Rapat anggota komisariat) dan juga kegiatan organisasi lainnya,” kata Iman Fathurohman ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pandeglang, ketika menjadi pemateri dalam acara Latihan Kader 1 (LK1) HMI Komisariat FKIP UNMA Banten, di Karoeng, Kecamatan Pagelaran, Minggu (9/10/2022).

Iman mencontohkan, ketika kader HMI mengikuti acara internal dan eksternal organisasi, kader HMI bisa menguasai forum sebab sudah faham terkait aturan dalam teknik persidangan.

“Karena dalam persidangan kita harus faham bagaimana, misalkan kita akan melakukan intrupsi untuk meminta kesempatan untuk berbicara kepada pimpinan sidang,” tuturnya.

Sementara itu, ketua HMI Komisariat FKIP UNMA Banten Muhamad Farhan mengatakan, dengan adanya materi teknik persidangan kader HMI bisa memahami dan mempraktekan dalam berorganisasi.

“Ini memang sangat penting(teknik persidangan) sebab dalam kegiatan berorganisasi kita wajib memahaminya,” ucapnya.

Kata dia, kegiatan LK 1 HMI Komisariat FKIP UNMA Banten tersebut dilaksanakan selama tiga hari, dengan peserta pendaftar sekitar 122 orang dari berbagai kampus di Pandeglang.

“Kegiatan ini pembukaan hari Jumat dan sekarang (Minggu) penutupan, mudah-mudahan kader yang sudah ikut LK 1 ini bisa konsen untuk belajar berorganisasi di HMI,” ujarnya.

Sementara itu Formatur Ketua Umum ( HMI ) Cabang Pandeglang Entis Sumantri mengatakan, dalam kondisi apapun pengkaderan jangan sampai terhambat. Soalnya, kata dia, ketika tidak di laksanakan nya Basic Training, maka akan terputus beberapa Regenerasi Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pandeglang.

“Sesuai dengan amanat Konstitusi HMI maka harus tetap kita laksanakan, karena ini bagian dari amanat Konstitusi,” tuturnya. [panji]

Continue Reading

Banten

Gelar Sukuran Milad Kohati Ke-56, Kohati Pandeglang Siap Bersaing Mengisi Posisi Strategis Untuk Kemajuan

Published

on

Milad Kohati Ke-56 Kabupaten Pandeglang (Fto:Ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Pengurus Korps HMI-Wati (Kohati) Kabupaten Pandeglang menggelar Peringatan Milad Ke-56 Tahun dengan tema Kohati Untuk Negri, Gerak Kebangkitan Ekonomi dan Politik Perempuan yang di selenggarakan di Rumah Dulpukat Cikole kabupaten Pandeglang, Rabu, (28/9/2022). Dalam acara tersebut dihadiri ketua Bawaslu Kabupaten Pandeglang Ade Mulyadi, komisioner Bawaslu Fauji Ilham dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan Milad Kohati dilakukan prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk simbolis rasa syukur yang dibagikan kepada para tokoh, kesepuhan, dan anggota yang hadir.

Formatur ketua umum Kohati Pandeglang, Mutia Mawadatul Aida mengatakan dengan kondisi saat ini, kohati bukanlah usia yang sangat muda 56 Tahun usia kohati, telah mencetak banyak kader-kader perempuan HMI Wati yang mampu berdaya saing tinggi, menjadikan Kohati sebagai tiang negara.

“Sebagai bentuk syukur kita Korps HMI-Wati masih tetap eksis dan berkiprah dalam memberikan sumbangsih secara penuh terhadap bangsa ini melalui proses di Kohati,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Ketua Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Kabupaten Pandeglang, Eva Sutihat menyampaikan selamat dan sukses peringatan Milad Kohati Ke-56, semoga para perempuan-perempuan di HMI dapat mengembangkan diri untuk kemajuan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

“Peran serta perempuan dalam semua lini kehidupan menjadi sangat penting dalam meningkatkan sumber daya yang ada apalagi sekarang di era digital, maka saya harap para perempuan mampu menjadi garda terdepan dalam perubahan,” tuturnya.

Sementara itu, Formatur Ketua Umum HMI Cabang Pandeglang Entis Sumantri mengatakan, dalam sambutannya bahwa persiapan di era digital ini tidak hanya kaum laki-laki, kaum perempuan juga harus mampu bisa bersaing dengan dunia luar serta dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan kedepannya.

“Tantangan dan pencapaian masa depan harus kita kuasai, dengan cara mempererat berbagai kedisiplinan Ilmu yang mengedepankan 5 kualitas Insan Cita. Dengan adanya Milad Kohati ke 56 ini, maka kita bisa berpeluang untuk memperkuat kearah yang lebih baik serta berjalan bersama dalam membangun peradaban umat dan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Pandeglang Ade Mulyadi mengatakan, sangat bangga dan bahagia bisa hadir ditengah-tengah Milad Kohati. Kehadiran perempuan tentu sangat berarti sekali, bahkan suatu bangsa bisa runtuh apabila perempuannya sudah kehilangan Moral.

“Saya berharap melalui Milad Kohati ini, sebagai refleksi buat kita semua bahwa perempuan dapat ikut serta berperan aktif mengisi posisi strategis di berbagai bidang, hal ini contohnya dalam kepemiluan harus ada keterwakilan perempuan 30 persen di pemilu,” ujarnya. [panji]

Continue Reading

Banten

Dukungan Pelaksanaan HSN Semakin Meluas

Published

on

Panitia Pelaksana Peringatan HSN 2022 Silaturahmi kepada Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar (Foto:Ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2022 yang jatuh pada 22 Oktober mendatang mendapat dukungaan dari semuan pihak. Sebelumnya, Ulama kharismatik Banten Abuya Muhtadi Dimyati Cidahu Pandeglang, jajaran panitia pelaksana Hari Santri Nasional dipimpin langsung sang ketua Tb. Nuruzaman melakukan silaturrahim kepada Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar (PB MA) KH. Embay Mula Syarif, ketua DPRD Pandeglang TB Udi Juhdi, Kapolres Pandeglang Belny Werlansyah dan pejabat dinas di Kabupaten Pandeglang.

Ketua pelaksana HSN 2022 Tb Nuruzaman didampingi sekretaris Lukmanul Hakim, bendahara Hj. Nurjannah dan jajaran kepanitiaan lainnya, mendatangani tokoh di Pandeglang dan Banten. Hal tersebut dalam rangka menyukseskan gebyar HSN di Kabupaten Pandeglang.

“Setelah dari Abuya, kita juga Silaturahmi dengan berbagai tokoh, kemarin dengan ketua umum PB MA KH. Embay Mulya Syarif, ketua DPRD Pandeglang tb Udi Juhdi, sebelumnya kita juga dengan pak Kapolres dan para kepala dinas. Respon semuanya sangat mendukung penyelenggaraan HSN yang akan kita adakan di pusat alun-alun Pandeglang,” kata TB Nurzaman, Kamis (22/9/2022).

Soalnya, kata Nuruzaman, support dan dukungan dari semua pihak memiliki nilai penting dan strategis sebagai bagian dari penguatan dalam pelaksanaan HSN. Karena, substansi eksistensi peran santri dalam konteks pembangunan di Pandeglang memiliki peran terutama pembangunan mental spiritual.

“Santri adalah kekuatan dan potensi. Kekuatan santri dalam menjaga tradisi positif serta potensinya dalam memunculkan inovasi-inovasi yang baik menjadi modal berharga dalam upayanya memaksimalisasi peran dirinya untuk kemaslahan umat,” tutur Nuruzaman.

Sementaitu itu, kata Nuruzaman, KH. Embay Mulya Syarif selaku Ketua Umum PB MA memberikan restu dan dukungannya dan juga berpesan. Berhimpunnya gabungan ormas Islam atau Keagamaan di HSN, harus dijadikan sebagai momentum mempersatukan yang terserak dari keberadaan generasi Islam terutama santri saat ini.

“Semua kita jangan merasa paling tapi harus berupaya saling, yaitu saling melengkapi dan menguatkan dalam tubuh generasi Islam. Carilah titik persamaan jangan terus-terusan memunculkan perbedaan. Itu pesan dari Abah H. Embay seraya menghimbau warga dan kader Mathla’ul Anwar untuk turut serta mensukseskan dan memeriahkan kegiatan HSN,” kata Nuruzaman.

Kata di, selepas dari H. Embay para panitia HSN melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD Pandeglang. Ditemui langsung Ketua DPRD Tb . Udi Juhdi yang didampingi anggota DPRD Ade Muamar, mereka menyampaikan rencana kegiatan gebyar Hari Santri Nasional dan mengharapkan dukungan dari seluruh anggota DPRD Pandeglang.

“Kata pak Udi pihaknya merasa bahagia dan bangga atas kerja-kerja kepanitiaan HSN. Sehingga sangat mengapresiasi dan tentu saja mendukung penuh kegiatan HSN, apalagi Pandeglang dikenal dengan kota santri yang memiliki julukan seribu ulama sejuta santri. Dan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan seluruh unsur fraksi agar secara bersama-sama mensukseskan dan memeriahkan kegiatan Hari Santri Nasional ini,” ujarnya. (panji)

Continue Reading

Banten

Gelar Open Discussion Pengembangan PAI Pandeglang

Published

on

Open Discussion Dengan Tema (P3K) Berkah Atau Musibah Bagi Penyuluh PAI (Foto:Ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com | Pengembangan Penyuluh Agama Islam (PAI)”, gelar open discussion dengan tema (P3K) Berkah Atau Musibah bagi PAI Non PNS Provinsi Banten, bertempat di Yayasan Nawakartika Kecamatan Cisata, Pandeglang,”Kamis (22/9/2022)”.

Terlihat Hadir H. Amirullah. S.Ag., M.Ag Kasie Pengembangan PAI Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, juga para peserta Penyuluh PAI dari berbagai perwakilan Se-Provinsi Banten.

H. Amirullah menyampaikan, sangatlah penting dengan adanya penyuluh Agama PAI, dan saya harapkan Penyuluh Agama selalu semangat dalam memberikan kotribusinya terhadap Negara”.

Masih “Amirullah, Penyuluh Agama PAI harus tetap hadir dan eksis ditengah-tengah masyarakat, dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat. dan menangkal pemahaman-pemahaman yang radikal.

Saya harapkan Penyuluh Agama PAI harus selalu hadir, untuk mengukuti pendataan P3K. Jangan berputus asa teruslah berjuang dan berdoa. Agar apa yang di harapkan bisa tercapai.

Selain Amirullah, ditempat yang sama Peserta Open Discussion perwakilan Pandeglang Muhammad Khusnan mengatakan. acara ini sangat bermanfaat bagi kami para Penyuluh PAI, dia mengatakan sangat ketar-ketir dengan acara ini yang bertemakan P3K berkah atau musibah.

Masih M. Khusnan, kami berharap pemerintah bisa memikirkan nasib kami. dan kami berdoa semoga Indonesia semakin maju dan bersatu.

Dia juga mengatakan semoga yang punya kebijakan bisa mendengarkan jeritan hati kami sebagai “PAI.

“Kami berharap jangan sampai pisahkan kami jangan berhentikan kami, semoga ini bisa tersampaikan kepada Kementrian Agama,” tutupnya. [panji]

Continue Reading

Banten

Gp Ansor Cikadel Gelar Pengajian

Published

on

Pengajian Mds Rijalul Ansor Kecamatan Cikedal, Pandeglang. (Foto:ist)

PANDEGLANG, SuaraBorneo.com – Rijalul Ansor kecamatan Cikedal, Pandeglang. gelar pengajian di mazlis dzikir dan sholawat, di KP Ciketar bertempat di Ponpes Husnul Mubin, Sabtu (17/09/2022).

Dalam pengajian tersebut mengkaji kitab Risalah Aswaja, tafsir munir, dibuka langsung oleh Pengurus Mds Rijalul Ansor Ustadz M. Husnan dan Ustadz Nunu.

Terlihat acara pengajian dzikir dan sholawat berjalan dengan lancar, yang dihadiri langsung oleh pengurus PAC. Gp Ansor kecamatan Cikedal dan seluruh kader Banser.

Ketua Pac Gp Ansor Cikedal Mahmudin mengatakan. Ini adalah pembukaan pengajian “Mds Rijalul ansor. yang dimana pengajian rutin keliling ini bertujuan untuk saling menguatkan silaturahmi antar pengurus. Bertujuan untuk terciptanya pemuda yang tangguh dalam mempertahankan nilai-nilai Ahlussunnah waljamaah,” tuturnya.

Selain itu Ustadz M. Husnan mengatakan ditempat yang sama. saya akan selalu mendukung dalam pergerakan Gp. Ansor Cikedal, untuk merefleksikan suatu kepemimpinan yang sekarang.

“Saya berharap kader-kader Gp Ansor khusunya kecamatan cikedal, harus saling bersatu dan memberikan edukasi dalam mempertahankan nilai-nilai Aswaja. Dalam mempertahankan bingkei NKRI harga mati,” tutupnya.

Selain itu Ustadz Nunu juga mengatakan. semoga dengan pengajian ini, bisa lebih memberikan pencerhan dan pembekalan untuk kita khusunya kader-kader Gp Ansor Cikedal. [panji]

Continue Reading

Populer