PGRI Cikedal Gelar Lomba Jalan Santai Peringati HUT PGRI – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

Nasional

PGRI Cikedal Gelar Lomba Jalan Santai Peringati HUT PGRI

Published

on

Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Ciledal, Kabupaten Pandeglang (Foto : Ist)

CIKEDAL, SuaraBorneo.com – Dalam rangka memperingati HUT PGRI yang ke – 77 PC (Pengurus Cabang). PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) kec cikedal kab pandeglang tengah mengadakan lomba jalan santai berhadiah khusus di ikuti oleh ratusan guru – guru PGRI Se – Kecamatan cikedal bertempat di halaman PC. PGRI Kecamatan Cikedal, Rabu (09/11/22).

Untuk peserta yang mengikuti acara tersebut terdiri dari para Guru TK sampai lanjutan atas, baik itu Negeri maupun Swasta dilingkungan Kecamatan cikedal

Ketua PGRI Kecamatan cikedal, Aa Hidayat s.pd mengatakan tujuan melaksanakan kegiatan tersebut ada beberapa hal yaitu yang pertama untuk memeriahkan HUT PGRI ke -77.

“Kemudian, untuk menambah rasa syukur kita ini hidup di zaman kemerdekaan dan menambah kan rasa cinta kita kepada tanah air Indonesia, dan juga untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar sesama bangsa, kelompok, anggota organisasi, atau anggota PGRI,” ucapnya.

Kemudian tidak kalah pentingnya dalam acara ini yaitu sebagai sarana untuk saling bersilaturahmi antara sesama pendidik, tenaga kependidikan dan sesama anggota PGRI di lingkungan Kecamatan cikedal,
mengadakan beberapa lomba di antara nya
Ada lomba kosidah, lomba karoke gambus dan lomba nyanyi karoke

Ia berharap, semoga di tahun yang akan datang bisa melaksanakan kembali dan acara yang akan datang lebih meriah lagi daripada di tahun ini

hadir juga ketua PGRI kab pdg hj yuskiah S.pd mengatakan, dirinya sangat bersyukur dapat hadir pada acara ini dan ini baru pertama kali diadakan selama masa pandemi Covid-19, karena kita dapat berkumpul dengan semua rekan rekan guru yang ada di kecamatan cikedal untuk bersikaturahim serta bertukar pengalaman.

“Semoga kedepan acara seperti ini dapat diselenggarakan kembali,” tuturnya.

Selamat Hari Guru Nasional semoga guru tetap sebagai cahaya dikegelapan dan tetap eksis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia dan tetap netral tidak terlibat kepentingan politik praktis yang dapat menghancurkan citra guru sebagai seorang pendidik dan pengajar yang telah banyak mencetak teknokrat, olahragawan, politisi dan lain sebagainya. [panji]

Nasional

Perdalam Kelola Dana CSR, Bank Kalsel Ajak Komisi II ke Bank Jatim

Published

on

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel Suriadi, bersama Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo. (Foto/Ist) 

SURABAYA, SuaraBorneo.com – Memperdalam cara pengelolaan dana corporate responsibility (CSR) agar lebih optimal dan efektif, Bank Kalsel (Kalimantan Selatan) mengajak mitra kerjanya, Komisi II DPRD Provinsi Kalsel melakukan studi komparasi ke Bank Jatim (Jawa Timur) di Surabaya, Jumat (25/11/2022).

Menurut Ketua Komisi II DPRD Kalsel Imam Suprastowo, hal ini merupakan tindak lanjut rapat kerja dengan Bank Kalsel, terkait sinergitas antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), beberapa waktu sebelumnya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, Bank Kalsel mengundang Komisi II DPRD Kalsel untuk ikut serta ke Bank Jatim.

Ia mengatakan, perlu memahami pengelolaan dana CSR pada bank milik Pemprov Jatim tersebut, karena Bank Jatim memiliki banyak program dengan dana CSR lumayan besar, yakni senilai Rp 23 miliar yang dikelola.

“Hal inilah yang perlu digali dan dipelajari agar tidak salah dalam menyalurkan CSR. Karena, dari anggota DPRD sendiri, sudah menanyakan terkait ruang penyaluran CSR, apakah bisa DPRD ikut merekomendasikan tempat atau tujuan CSR ?, tanpa harus ikut campur,” katanya.

Mengingat, kata dia, CSR seringkali menjadi bahan pembicaraan, karena dipakai untuk dana bantuan sosial kepada masyarakat yang terkena musibah, terutama pada saat terjadi bencana seperti banjir dan sebagainya.

Di kesempatan itu, Imam Suprastowo berpesan, Bank Kalsel termasuk BUMD Kalsel lainnya meningkatkan kesadaran dan memaksimalkan media digital.

“Sebab, saat digitalisasi tidak bisa dipisahkan dengan semua sektor. Jika digitalisasi tidak dikembangkan, maka Kalsel akan tertinggal,” sebutnya.

Sementara itu, Pimpinan Corporate Secretary Bank Jatim, Budi Sumarsono menganggap sinergitas antara wakil rakyat dan Bank daerah memanglah sebuah keharusan, dan itu tergambar di Provinsi Kalsel. “Sinergitas itu sangat diperlukan dalam mendukung kemajuan BUMD setempat,” katanya.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel Suriadi menyatakan, menyambut baik materi pola pengelolaan CSR dan hal lain yang didapat pihaknya di Bank Jatim.

“Apa yang sudah didapat ini mudahan bisa diadopsi demi kemajuan Bank Kalsel, sejalan dengan tagline kami. Setia Melayani, Melaju Bersama,” pungkasnya. [adv/ad]

Continue Reading

Nasional

Salurkan Bantuan Korban Gempa Cianjur, FWJ Indonesia Punya Cerita Baru

Published

on

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,6 yang mengguncang kawasan Cianjur. (Foto/Ist) 

CIANJUR, SuaraBorneo.com| Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5,6 yang mengguncang kawasan Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) siang.

Gempa tersebut dikatakan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika BMKG, Daryono di Jakarta, Selasa lalu merupakan sejarah yang mencatat sebanyak 14 kali gempa merusak terjadi di kawasan Cianjur-Sukabumi.

“Untuk pertama kalinya, gempa Cianjur-Sukabumi tercatat pada tahun 1844. Sebelum tahun 1844 pernah juga terjadi gempa, tapi tidak tercatat, “kata Daryono di Jakarta.

Menyoroti hal itu, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin singgung peran pemerintah dalam penanganan para korban gempa bumi yang menimpa warga Cianjur dan sekitarnya masih dirasakan lambat.

Persoalan musibah gempa bumi kata Tatang menjadi tanggungjawab bersama, namun dalam hal ini Pemerintah, BNPB, Kemensos, Kemenkes, TNI / Polri dan Basarnas harus menjadi kesatuan kordinasi terarah dengan baik, sehingga penanganan korban gempa dapat terselesaikan.

“Memang ini tanggungjawab bersama, tetapi Pemerintah, BNPB dan lembaga terkait serta TNI / Polri harus satu tujuan. Karena musibah bukan ajang pencitraan. Korban bencana ini harus segera mendapatkan penanganan ekstra yang sangat serius. “Beber Tatang di Kediamannya Jl. Salam Permai Cianjur (25/11/2022) pagi.

Dia mengatakan sebagai pemulihan korban gempa bumi harus dibudayakan gotong royong, “kita harus kembali ke budaya yang pernah membawa harum bangsa ini. Gotong royong itulah yang menjadi kekuatan kita bersama dalam menangani semua persoalan bangsa, termasuk musibah gempa bumi. “Jelas Tatang.

Sebagai eks Deputi Basarnas yang memiliki kemampuan pencarian orang, Tatang Zaenudin menginginkan bantuan yang disalurkan harus sampai ke para korban hingga pelosok – pelosok.

“Mereka membutuhkan makanan, selimut, air bersih, tenda evakuasi yang layak, pampers bayi, pampers orangtua, baju layak pakai, pakaian dalam wanita, vitamin dan kebutuhan lainnya. “Ucap Tatang.

Kebanyakan lanjut dia, bantuan yang disalurkan tidak sampai ke warga yang membutuhkan, dan hanya singgah di posko – posko.

“Saya bukan untuk menuding posko – posko bantuan gempa, tetapi faktanya memang harus dilakukan sistem dan jaringan yang kuat mengingat penanganan para korban gempa harus di prioritaskan. “Singgungnya.

Jenderal purnawirawan bintang 2 yang juga berasal dari Cianjur Jawa Barat ini berkeyakinan akan segera kembali normal.

“Kita berdo’a semoga keadaan ini segera kembali normal meskipun masih kita rasakan disini adanya beberapa kali gempa susulan seperti yang baru saja dirasakan tadi dini hari. “Ulasnya.

Sementara Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia yang dikomandoi langsung Ketua umumnya Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan turun langsung berikan bantuan logistik kepada korban bencana gempa bumi Cianjur.

Pendistribusian bantuan langsung ketitik – titik lokasi warga korban gempa Cianjur kata Opan atas arahan Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin selaku ketua Dewan Pembina FWJ Indonesia.

Opan menyoal bentuk kepekaan sosial bermasyarakat menjadi hal utama, “persoalan gempa bumi, Opan menyebut sebagai musibah yang tidak bisa dimajukan atau diundurnya waktu. Dengan reaksi cepat dan tanggap merupakan langkah awal dalam evakuasi korban untuk memberikan pertolongan pertama hingga dinyatakan clear evakuasi.

“Kita sedang di uji dengan adanya musibah yang menimpa saudara – saudara kita di Cianjur, karena kepekaan dsn penuh kesadaran diri kita menjadi tolak ukur SDM yang berdaya guna.

“Dengan respon baik secara bergotong royong dan penggalangan donasi secara mandiri, FWJ Indonesia berangkat dari Jakarta dengan lima kendaraan pada tanggal (23/11/2022) pukul 22.30 WIB.

Tim FWJ Indonesia yang terdiri dari Ketua Umum dan Bendum (Tri Wulansari) didampingi beberapa jajaran DPD, KSB Korwil serta didkukng oleh lembaga Gapta Law Office, serta beberapa lembaga lainnya dan para media yang berpartisipasi guna menyalurkan bantuan.

“Penyalurannya sejak kemaren kami mulai dari titik lokasi pertama di Desa Cibulakan Kecamatan Cugenan, dilanjutkan ke lokasi kedua di Kp. Dadap Jajar, Desa Benjot, Kec Cugenang.

“Lokasi ketiga, kami berada di Kp. Angkrong Desa Talaga 1, Kec Cugenang Kabupaten Cianjur Jawa Barat sejak pagi hingga menjelang sore. “Ujarnya.

“Kami melihat pemandangan banyaknya rumah warga dan bangunan seperti tempat ibadah, sekolah SD dan fasilitas umum ambruk rata dengan tanah dan banyaknya korban luka bahkan korban jiwa. “Tulis Opan.

Bahkan lebih rinci Opan menjelaskan berdasarkan keterangan warga setempat dan para pengungsi korban gempa Cianjur, masih banyak keperluan yang mereka butuhkan, semisal pakaian dalam, obat – obatan, selimut, terpal dan juga keperluan untuk bayi.

“Kita berharap kepada Pemerintah, TNI / Polri dan para relawan dapat membantu meringankan beban kesedihan sodara – sodara kita dengan berpartisipasi memberikan donasi,” pintanya. (ril/azs)

Continue Reading

Nasional

AFPI dan Fintech untuk Tingkatkan Penyaluran Modal UMKM

Published

on

Afpi dan fintech untuk tingkatkan pentaluran modal UMKM. (Foto/Ist)

YOGYAKARTA, SuaraBorneo.com – Dalam acara webinar Hybrid yang digelar oleh jaringan media nasional bersama OJK dan stakeholder terkait serta pengamat ekonomi dari UGM, dihadiri pula oleh Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia ( AFPI ) di MMUGM Hotel, Yogyakarta, Senin (21/11/2022).

Kegiatan ini untuk mendorong dan mengakomodir kebutuhan akses permodalan Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) sekaligus momentum untuk memperkenalkan peran Fintech Pendanaan Bersama yang dapat menjadi alternatif solusi modal maupun pendanaan bagi pengusaha Indonesia dan pelaku UMKM.

Kegiatan ini juga untuk berperan aktif dalam kegiatan G20 dalam menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan para penyelenggara Fintech Pendanaan Bersama. Webinar Hybrid ini bertujuan agar regulator dapat memberikan informasi terkait produk Fintech Pendanaan Bersama yang dapat digunakan usahawan dalam pengembangan bisnis.

Selain itu untuk memberikan edukasi akan persyaratan dalam pengajuan pinjaman. Tak hanya itu saja, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang status legalitas perusahaan Fintech Pendanaan Bersama yang berizin, legal dan aman untuk dijadikan mitra.

Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah menyebut, event ini sebagai rangkaian side event G20 dengan harapan Fintech ini dapat menjadi peranan untuk economy recovery khususnya ekonomi provinsi DI Yogyakarta.

“Acara ini juga menjadi kontribusi konkret dari stakeholder terkait dan AFPI serta antusiasme para pelaku Fintech Pendanaan Bersama untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan digital bagi UMKM, khususnya menjadi wadah untuk menjawab kebutuhan akses alternatif modal kerja maupun pendanaan demi scale up bisnis seluruh pelaku usaha UMKM,” ujarnya. (ril/azs)

Continue Reading

Jakarta

BI 7-Day Reverse Repo Rate Naik 50 BPS Jadi 5,25%, Sinergi Jaga Stabilitas Dan Pemulihan

Published

on

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto/Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 November 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 5,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6,00%. Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat kuatnya mata uang dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

Bank Indonesia juga terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi sebagai berikut:
– ​Memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR tersebut untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasarannya lebih awal;
– Memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan tetap berada di pasar sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, terutama imported inflation, melalui intervensi di pasar valas baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder;
– Melanjutkan penjualan/pembelian SBN di pasar sekunder untuk memperkuat transmisi kenaikan BI7DRR dalam meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investor portofolio asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah;
– Menerbitkan instrumen sukuk Bank Indonesia (SukBI) yang menggunakan underlying berupa surat berharga pembiayaan inklusif (SukBI inklusif) dan diakui sebagai Surat Berharga Pembiayaan Inklusif (SBPI), sejalan dengan komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung pembiayaan inklusif serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah;
– Melanjutkan kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit dengan melakukan pendalaman asesmen terkait respons suku bunga perbankan terhadap suku bunga kebijakan (Lampiran);

Terus mendorong penggunaan QRIS dan melanjutkan pengembangan fitur serta layanan QRIS termasuk perluasan QRIS antarnegara seiring dengan telah tercapainya target 15 juta pengguna baru QRIS pada Oktober 2022;
Mendorong inovasi sistem pembayaran termasuk melanjutkan akseptasi BI-FAST kepada masyarakat melalui perluasan kepesertaan dan kanal layanan serta terus melanjutkan komunikasi publik secara berkala;
Koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal Pemerintah dan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan. Bank Indonesia juga terus memperkuat kerja sama internasional dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya di bidang keuangan serta fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

Pertumbuhan ekonomi global melambat disertai dengan tingginya tekanan inflasi, agresifnya kenaikan suku bunga kebijakan moneter, dan ketidakpastian pasar keuangan. Pertumbuhan ekonomi global pada 2023 diprakirakan akan menurun dari 2022, dengan risiko koreksi yang dapat lebih rendah dan resesi yang tinggi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh berlanjutnya ketegangan geopolitik yang memicu fragmentasi ekonomi, perdagangan dan investasi, serta dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif. Sementara itu, tekanan inflasi dan inflasi inti global masih tinggi sejalan dengan terus berlanjutnya gangguan rantai pasokan dan keketatan pasar tenaga kerja terutama di AS dan Eropa, di tengah pelemahan permintaan global. Merespons tekanan inflasi tinggi tersebut, bank sentral di banyak negara terus memperkuat pengetatan kebijakan moneter yang agresif. Kenaikan Fed Funds Rate yang diprakirakan hingga awal 2023 dengan siklus yang lebih panjang (higher for longer) mendorong tetap kuatnya mata uang dolar AS sehingga memberikan tekanan pelemahan nilai tukar di berbagai negara. Tekanan pelemahan nilai tukar tersebut semakin meningkat sejalan dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Aliran keluar investasi portofolio asing menambah tekanan nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Perbaikan ekonomi domestik terus berlanjut. Kinerja ekonomi Indonesia terus menguat pada triwulan III 2022 dengan tumbuh 5,72% (yoy), lebih tinggi dari prakiraan dan capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,45% (yoy), ditopang oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor. Perbaikan ekonomi nasional juga tercermin pada peningkatan pertumbuhan mayoritas Lapangan Usaha (LU), terutama Industri Pengolahan, Transportasi dan Pergudangan, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara spasial, perbaikan ekonomi ditopang oleh pertumbuhan yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Berbagai indikator bulan Oktober 2022 dan hasil survei Bank Indonesia terakhir, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya proses pemulihan ekonomi domestik. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor diprakirakan tetap kuat, khususnya batu bara, CPO, besi dan baja, serta ekspor jasa, seiring dengan permintaan beberapa mitra dagang utama yang masih kuat didukung kebijakan Pemerintah. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan tetap bias ke atas dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5 – 5,3%. Pertumbuhan ekonomi pada 2023 diprakirakan tetap tinggi didorong oleh permintaan domestik serta kinerja ekspor yang tetap positif di tengah risiko lebih dalamnya perlambatan perekonomian global.

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan eksternal. Transaksi berjalan triwulan III 2022 diprakirakan mencatat peningkatan surplus dibandingkan dengan capaian triwulan sebelumnya, ditopang oleh kuatnya kinerja ekspor nonmigas. Sementara itu, transaksi modal dan finansial diprakirakan mencatat defisit, seiring dengan aliran keluar modal asing, terutama dalam bentuk investasi portofolio, di tengah tetap kuatnya Penanaman Modal Asing (PMA). Memasuki triwulan IV 2022, kinerja neraca perdagangan tetap baik dengan surplus mencapai 5,7 miliar dolar AS pada Oktober 2022. Tekanan arus modal asing masih berlanjut dengan investasi portofolio pada triwulan IV 2022 (hingga 15 November 2022) yang mencatat net outflows sebesar 0,3 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Oktober 2022 tetap tinggi tercatat sebesar 130,2 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Secara keseluruhan 2022, kinerja NPI diprakirakan tetap terjaga dengan surplus transaksi berjalan berada dalam kisaran 0,4 – 1,2% dari PDB dan kinerja neraca transaksi modal dan finansial yang tetap baik terutama dalam bentuk PMA. Kinerja NPI pada 2023 diprakirakan tetap baik, ditopang oleh neraca transaksi modal dan finansial dan transaksi berjalan yang solid, di tengah risiko berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Kuatnya dolar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global memberikan tekanan pelemahan nilai tukar hampir seluruh mata uang dunia, termasuk nilai tukar Rupiah. Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) tercatat 106,28 pada 16 November 2022 atau mengalami penguatan sebesar 11,09% (ytd)  selama tahun 2022. Sementara itu, dengan langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia, nilai tukar Rupiah sampai dengan 16 November 2022 terdepresiasi 8,65% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021. Depresiasi nilai tukar Rupiah tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara lain di kawasan, seperti Korea Selatan 10,30% (ytd) dan Filipina 11,10% (ytd). Sangat kuatnya dolar AS didorong oleh pengetatan kebijakan moneter yang agresif di AS dan penarikan modal dari berbagai negara ke AS, di tengah melemahnya ekonomi dan tingginya inflasi di Eropa. Pada saat bersamaan, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global berlanjut. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan bekerjanya mekanisme pasar dan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi.

Ekspektasi inflasi masih tinggi meskipun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) lebih rendah dari prakiraan awal. Inflasi IHK pada Oktober 2022 tercatat sebesar 5,71% (yoy), masih di atas sasaran 3,0±1%, meskipun lebih rendah dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,95% (yoy). Inflasi kelompok volatile food turun menjadi 7,19% (yoy) dan perlu penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan yang erat melalui TPIP-TPID dan GNPIP untuk penurunan lebih lanjut. Inflasi administered prices tercatat sebesar 13,28% (yoy) dan perlu penguatan koordinasi untuk memitigasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan agar lebih rendah. Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 3,31% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sejalan dengan dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM dan meningkatnya ekspektasi inflasi. Consensus Forecast bulan November 2022 menunjukkan ekspektasi inflasi pada akhir 2022 masih tinggi yaitu 5,9%(yoy) meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya 6,7%(yoy). Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia akan memperkuat respons kebijakan moneter untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023.

Kondisi likuiditas di perbankan meningkat dan memadai dalam mendukung intermediasi. Pada Oktober 2022, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masih tinggi mencapai 29,46% dan meningkat dari bulan sebelumnya. Likuiditas perekonomian juga tetap longgar, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit (M1) dan luas (M2) yang tumbuh masing-masing sebesar 14,9% (yoy) dan 9,8% (yoy). Lebih lanjut, dalam rangka pelaksanaan Kesepakatan Bersama Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia  melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional serta pembiayaan penanganan kesehatan dan kemanusiaan dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19 sebesar Rp142,35 triliun hingga 15 November 2022. Likuiditas yang masih longgar tersebut turut memberikan dorongan untuk pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Transmisi kenaikan suku bunga kebijakan mendorong peningkatan suku bunga di pasar uang, sementara kenaikan suku bunga perbankan terbatas. Di pasar uang, suku bunga IndONIA pada 16 November 2022 naik 150 bps dibandingkan akhir Juli 2022 menjadi sebesar 4,30%, sejalan dengan kenaikan BI7DRR dan penguatan strategi operasi moneter Bank Indonesia. Imbal hasil SBN tenor jangka pendek meningkat 143 bps, sementara imbal hasil SBN tenor jangka panjang relatif terjaga. Sementara itu, kenaikan suku bunga perbankan, baik suku bunga dana maupun suku bunga kredit, lebih terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan pada Oktober 2022 naik menjadi 3,40% dari 2,89% pada Juli 2022, sementara suku bunga kredit Oktober 2022 meningkat terbatas menjadi 9,09% dari 8,94% pada Juli 2022. Masih terbatasnya kenaikan suku bunga tersebut seiring dengan likuiditas yang masih longgar yang memperpanjang efek tunda (lag effect) transmisi suku bunga kebijakan pada suku bunga dana dan kredit.

Intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan dan mendukung pemulihan ekonomi. Pertumbuhan kredit pada Oktober 2022 tercatat sebesar 11,95% (yoy), ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan hampir seluruh sektor ekonomi.  Pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 18,4% (yoy). Dari sisi penawaran, berlanjutnya perbaikan intermediasi perbankan didukung oleh standar penyaluran kredit yang tetap longgar, seiring dengan membaiknya appetite perbankan dalam penyaluran kredit terutama di sektor Industri, Perdagangan dan Pertanian. Dari sisi permintaan, peningkatan intermediasi ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi dan rumah tangga yang terus berlanjut. Kinerja korporasi tercermin dari perbaikan kemampuan membayar, tingkat penjualan, dan belanja modal, terutama di sektor Pertambangan dan Perdagangan. Kinerja rumah tangga tercermin dari konsumsi dan investasi rumah tangga yang membaik sejalan dengan optimisme konsumen. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit UMKM pada Oktober 2022 tercatat sebesar 17,50% (yoy). Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati berbagai risiko makroekonomi domestik dan global yang dapat menghambat kinerja sistem keuangan, serta memperkuat sinergi dengan KSSK dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan.

Ketahanan sistem keuangan, khususnya perbankan, tetap terjaga baik dari sisi permodalan maupun likuiditas. Permodalan perbankan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio /CAR) September 2022 tetap tinggi sebesar 25,09%. Seiring dengan kuatnya permodalan, risiko tetap terkendali yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) pada September 2022 yang tercatat 2,78% (bruto) dan 0,77% (neto). Likuiditas perbankan pada Oktober 2022 tetap terjaga didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9,41% (yoy) dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sejalan dengan net ekspansi Pemerintah. Peningkatan DPK terjadi pada kelompok korporasi dan rumah tangga sejalan dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional. Hasil simulasi Bank Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan perbankan masih terjaga. Namun, potensi dampak dari sejumlah faktor risiko, baik dari sisi kondisi makroekonomi domestik maupun gejolak eksternal, tetap perlu diwaspadai.
Bank Indonesia terus meningkatkan efisiensi sistem pembayaran melalui penguatan kebijakan dan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.  Transaksi ekonomi dan keuangan digital mengalami kenaikan ditopang oleh meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking. Nilai transaksi uang elektronik (UE) pada Oktober 2022 tumbuh 20,19% (yoy) mencapai Rp35,1 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 38,38% (yoy) menjadi Rp5.184,1 triliun sejalan dengan normalisasi mobilitas masyarakat. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit mengalami peningkatan 23,52% (yoy) menjadi Rp691,6 triliun. Di sisi lain, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Oktober 2022 meningkat 6,04% (yoy) mencapai Rp905,9 triliun. Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). [ad/rls-bi]

Continue Reading

Nasional

MAPANCAS : Dukung Upaya Indonesia Pulihkan Perekonomian Nasional Melalui Forum Internasional G20

Published

on

MAPANCAS Bogor mendukung salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh Indonesia dalam memulihkan perekonomian nasional adalah melalui Forum Internasional G20. (Foto/Ist) 

BOGOR, SuaraBorneo.com – Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, tidak hanya berdampak bagi kesehatan, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.

“Pemerintah Indonesia telah memberikan berbagai upaya penanganan dan pengendalian, baik secara preventif, persuasif, maupun represif”, imbuhnya.

Berbagai kebijakan juga ditetapkan guna mengurangi laju penyebaran virus COVID-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh daerah di Indonesia.

Kebijakan PSBB dan PPKM di tengah masyarakat tentunya akan berdampak pada perekonomian masing-masing individu yang pada akhirnya juga mempengaruhi sektor perekonomian nasional.

Beberapa dampak penurunan laju perekonomian dirasakan nyata pada sektor perdagangan, transportasi, perhotelan, pariwisata, industri, maupun ritel.

Dampak Pandemi Covid-19 yang cukup besar ini menumbuhkan semangat bagi Indonesia dalam berjuang menghadapi seluruh tantangan, khususnya pada sektor perekonomian.

MAPANCAS Bogor mendukung salah satu upaya nyata yang dilakukan oleh Indonesia dalam memulihkan perekonomian nasional adalah melalui Forum Internasional G20.

“Indonesia telah resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Presidensi G20 (Group of Twenty) sejak diserahterimakan oleh Italia pada 31 Oktober 2021 di kota Roma”. Katanya dalam keterangan Senin (7/11).

Terdapat 2 (dua) jalur isu strategis yang dibahas pada Forum G20, yaitu Finance Track dan Sherpa Track. Sesuai dengan namanya, finance track membahas tentang isu-isu keuangan, seperti kebijakan fiskal, moneter dan riil, investasi infrastruktur, regulasi keuangan, inklusi keuangan, dan perpajakan internasional.

“Sedangkan sherpa track membahas bidang-bidang yang lebih luas di luar isu keuangan, seperti anti korupsi, ekonomi digital, lapangan kerja, pertanian, pendidikan, urusan luar negeri, budaya, kesehatan, pembangunan, lingkungan, pariwisata, energi berkelanjutan, perdagangan, investasi, industri, dan pemberdayaan perempuan,” tambahnya.

Selain itu banyaknya kasus tindak pidana korupsi di dalam negeri berpotensi merugikan keuangan negara.

Ketua MAPANCAS Bogor yang akrab dipanggil Sihol ini menjelaskan dalam perkara tindak pidana korupsi, adanya potensi kerugian negara (potential loss) saja dapat dikategorikan tindak pidana korupsi, apalagi sudah ditetapkan adanya kerugian negara yang telah nyata (actual loss),” pungkasnya. (ril/azs)

Continue Reading

Nasional

Bank Kalsel Bersama Awak Media Kunjungi UMKM Pengrajin Kain Songket Adat Sasak

Published

on

Foto bersama dalam kegiatan Media Gathering Bank Kalsel bersama awak media. (Foto/Ist) 

LOMBOK, SuaraBorneo.com – Di sela sela Media Gathering Bank Kalsel di Provinsi Nusa Tenggara Barat, kegiatan menarik lainnya adalah mengunjungi UMKM Patuh yang konsen dengan produk tenun songket adat Sasak, kain Sasak, tenun ikat dan semua kerajinan Lombok, Jum’at (28/10/2022).

Beralamat di Jalan Tenun Tradisional Sukarara Village, rombongan Media Gathering Bank Kalsel melihat langsung cara menenun kain songket adat Sasak dan sekaligus mencoba pakaian khas adat Sasak.

Salah satu penenun kain songket adat Sasak saat ditemui awak media suaraborneo.com mengatakan, “Hasil produksi ini akan selesai selama 30 hari dengan panjang kain 4 meter,” katanya sambil menenun kain.

Hasil tenunan langsung di pajang untuk di jual. Pengunjung tak perlu ragu dengan kualitas kain tenun, karena di olah dengan sentuhan tangan yang sudah berpengalaman turun temurun.

Selain melihat cara menenun kain songket adat Sasak dan produk yang di jual. Rombongan Media Gathering Bank Kalsel juga di persilakan berfoto ria dengan pakaian adat Sasak dan latar belakang bale lumbung rumah penyimpanan hasil panen Suku Sasak.

Terlihat Komisaris, Direksi hingga Staff Manajemen serta para Jurnalis bergantian menggunakan pakaian adat Sasak untuk berfoto. Dalam kegiatan Media Gathering Bank Kalsel 2022 ini tidak ada satupun moment yang di lewatkan oleh para rombongan. Kegiatan kunjungan ke UMKM Patuh ini di akhiri dengan sesi foto bersama. [adv/ad]

Continue Reading

Nasional

Tumbuhkan Ekonomi Di Sektor Pariwisata, Bank Kalsel Bersama 39 Media Sharing Ke NTB

Published

on

Dari kiri : Andika (moderator), Hanawijaya - Dirut Bank Kalsel, Kepala Bappeda Kalsel, Kepala OJK Regional IX Kalimantan, Yusron Hadi - Kadis Pariwisata Prov. NTB. (Foto/Ist) 

LOMBOK, SuaraBorneo.com – Sektor Pariwisata di tanah air kembali bergairah di tengah perekonomian Nasional dan Internasional yang tidak menentu dan juga pasca Pandemi Covid-19. Bank Kalsel sebagai Bank Banua yang berkomitmen mendorong pertumbuhan perekonomian Kalimantan Selatan terus berupaya mencari terobosan baru.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu tujuan kegiatan (Sharing) Media Gathering Bank Kalsel Tahun 2022. Sebanyak 39 Media yang terdiri dari televisi, radio, cetak dan online ikut serta di boyong Bank Kalsel. Selama 4 hari 3 malam, Kamis (27/10/22) hingga Minggu (30/10/22).

Kegiatan media gathering bank kalsel ini di isi sarasehan dengan topik Pengembangan Sektor Pariwisata Sebagai Sumber Pertumbuhan Perekonomian Terbarukan dan Peran BPD Didalamnya.

Hadir sebagai Narasumber Kadis Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat Yusron Hadi, Kepala OJK Regional IX, Kepala Bapedda Kalsel Heriyadi dan Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya. Dipandu oleh moderator Andika. Bertempat di gedung Mandalika, kantor OJK Nusa Tenggara Barat, Jum’at (28/10/2022).

Dalam paparan Kadis Pariwisata NTB bahwa ekonomi NTB bersandar pada agraris atau sektor pangan. Di sektor inipun NTB pernah mengalami masa masa paceklik pada tahun 1970 hingga 1980 dengan berbagai inovasi dan kreasi hingga ditemukan pola tanam gogo rancah, sehingga membawa provinsi NTB menjadi provinsi swasembada pangan nasional.

“Pasca pandemi Covid-19 NTB seperti ketiban rezeki dengan gelaran World Superbike dan Moto GP,” ungkap Yusron Hadi.

Di kesempatan yang sama Direktur Utama Hanawijaya pada tanggal 1 Desember 2022 nanti genap satu tahun menduduki posisi Dirut ini menyampaikan, respon Bank Kalsel saat ini adalah menyiapkan sumber daya manusianya.

“Tak tanggung tanggung, saat ini Bank Kalsel investasi sebesar Rp 32 Milyar untuk meningkatkan digitalisasi banking. Terobosan ini yang akan membuat Bank Kalsel menjadi kebanggaan masyarakat Kalsel. Kepada rekan rekan media yang hadir turut dukung dan do’akan Bank Kalsel sebagai Regional Bank Champion,” pungkasnya. [adv/ad]

Continue Reading

Nasional

Perkaya Wawasan Jurnalis Dalam Refreshment Wartawan BI Kalsel

Published

on

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Bimo Epyanto bersama Abdul Rokhim, selaku Direktur Pemberitaan JTV, dan C hoirul Anam dari Bisnis Indonesia. (Foto/Ist) 

BATU MALANG, SuaraBorneo.com – Kegiatan Refreshment Wartawan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Senin (24/10/2022) dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Bimo Epyanto di Batu, Malang, Jawa Timur.

Dalam pesannya, Bimo menyatakan, kegiatan ini dapat memperkaya wawasan Jurnalis. Disisi lain, dengan kegiatan ini juga dapat menimbulkan komunikasi dua arah dan pihaknya dapat memperoleh informasi dari jalur-jalur lain.

Narasumber Abdul Rokhim, selaku
Direktur Pemberitaan JTV, menyampaikan topik Implementasi Bahasa Jurnalistik Dalam Penulisan Berita dan Artikel, yang menekankan perlunya bahasa yang disampaikan dan dimengerti masyarakat.
Dia juga menekankan berita harus berisi tujuh point yang disebutnya “Rukun Iman Berita” yang terdiri dari Penting, Aktual, Unik, Asas Kedekatan, Asas Keterkenalan, Maginitude (memiliki daya tarik) dan Human Interest.

Sementara itu, Choirul Anam dari
Bisnis Indonesia, mengulas realese BI menjadi sebuah berita. Seperti berita yang diterbitkan BI yang judulnya Bank Indonesia dan Perbankan Terus Kegiatan Kas Keliling Bersama (Kaliber) ke Daerah Terluar Kalsel. Judul tersebut diubah dengan mengajak peserta kegiatan untuk mengubahnya, termasuk dalam menentukan lead berita. Sedangkan Abdul Rokhim, mengingatkan, jika sebuah berita ekonomi yang dibuat harus dapat dipahami anak kelas V Sekolah Dasar. Itu berarti berita yang dibuat oleh seorang Jurnalis sukses.

Berita lainnya yang dibahas yaitu Sinergi Bank Indonesia dan TPID Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Mengendalikan Inflasi Pangan. Di pembahasan berita kedua ini, juga ada masukan dari peserta perempuan. Sementara Abdul Rokhim, mengingatkan, lead berita seperti halnya pintu masuk sebuah toko. Jika pintu itu rusak, lapuk, maupun sempit, orang akan enggan masuk toko tersebut.

Kemudian berita Dorong Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor, BI Se Kalimantan Gelar Pamor Borneo 2022.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Unit Kehumasan Rakhmat Pratama, diakhiri dengan tanya jawab. [ad/juns]

Continue Reading

Kaltara

Rakor Brigdalkarhutla, Perkuat Sinergi dan Koordinasi Cegah Karhutla

Published

on

Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H Zainal Arifin Paliwang SH, M.Hum, menghadiri Rapat Koordinasi Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Rakor Brigdalkarhutla). (Foto/Ist) 

DENPASAR, SuaraBorneo.com – Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H Zainal Arifin Paliwang SH, M.Hum, menghadiri Rapat Koordinasi Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Rakor Brigdalkarhutla) dalam rangka Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di wilayah Provinsi Kaltara berlangsung di Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I, Denpasar Bali, Rabu (28/9).

Selain astisipasi penangangan Darkarhutla, kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara itu, turut dilakukan guna Optimalisasi Kinerja Brigdalkarhuta pada Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kaltara hadir didampingi oleh Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr Bustan, SE.,M.Si., serta Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara, Syarifuddin.

Dikatakan, Presiden Joko Widodo memberikan sejumlah arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Salah satunya, meminta seluruh unsur pemerintah di daerah baik gubernur, bupati, wali kota untuk terus meningkatkan kewaspadaan akan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Kaltara Zainal Paliwang, dalam sambutannya menuturkan bahwa setiap tahunnya, Pemprov Kaltara rutin mengeluarkan Surat Edaran (SE) perihal antisipasi pencegahan Karhutla ke seluruh wilayah Kabupaten dan Kota se-Kaltara.

Pemprov juga mendorong peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, dengan membentuk masyarakat peduli api pada setiap desa-desa yang rawan terjadi Karhutla.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menurunkan angka terjadi Karhutla di Provinsi Kaltara.
Gubernur berharap melalui kegiatan Rakor Brigdalkarhutla ini, dapat menyatukan niat dan komitmen bersama dalam menyelesaikan masalah kebakaran hutan dan lahan khususnya di Provinsi Kaltara melalui tindakan yang serius, cepat dan terukur.

“Diharapkan rakor ini dapat memperkuat sinergi dan koordinasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan secara komprehensif di Provinsi Kaltara, melalui pencegahan, sumber daya manusia, dan teknologi,” pungkasnya. (mdd).

Continue Reading

Umum

Populer