Bank Indonesia Dukung Pulihkan Ekonomi di Kalsel – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15

Banjarmasin

Bank Indonesia Dukung Pulihkan Ekonomi di Kalsel

Published

on

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pada triwulan III 2022, perekonomian Kalimantan Selatan terus melanjutkan pertumbuhan positif di tengah perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi domestik. Perkembangan tersebut tercermin pada pertumbuhan ekonomi triwulan III 2022 yang tumbuh 5,59% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,81% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan
Imam Subarkah menyebutkan, kinerja ekonomi yang tetap kuat tersebut ditopang oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor. Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh kinerja Lapangan Usaha (LU) Pertambangan, LU Pertanian, LU Industri Pengolahan, dan LU Konstruksi. Dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi didorong oleh kinerja konsumsi Rumah Tangga, konsumsi Pemerintah, dan Investasi. Namun demikian, dampak perlambatan ekonomi global terhadap kinerja ekspor dan potensi tertahannya konsumsi rumah tangga akibat kenaikan inflasi patut diwaspadai.

Dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi di Kalimantan Selatan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat perannya dalam memberikan advisory untuk pengembangan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, antara lain melalui penyelenggaraan Seminar Internasional Strategi Pembangunan Hijau untuk Kalimantan Baru yang sejalan dengan arahan Presiden terkait strategi besar ekonomi Indonesia melalui hilirisasi dan ekonomi hijau.

Selanjutnya, menurut Imam, dalam mendorong peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, promosi perdagangan dan investasi, serta menjadikan UMKM naik kelas, baik di nasional maupun internasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Kementerian/Lembaga terkait telah berkolaborasi menyelenggarakan Pagelaran UMKM Karya Kreatif Banua, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor (PAMOR) Borneo 2022 di Jakarta dan Jepang. GBBI diikuti oleh lebih dari 600 UMKM peserta expo dengan nilai transaksi lebih dari Rp 600 juta baik secara offline maupun online. Sementara itu, nilai transaksi yang dihasilkan dari kegiatan Pamor Borneo baik di Jakarta dan Jepang mencapai Rp 8,14 miliar.

Untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah di Kalimantan Selatan,  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menggelar “Festival Ekonomi Syariah Banua 2022” sebagai bagian dari Semarak Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2022 dan melaksanakan pendampingan sertifikasi Halal kepada UMKM melalui koordinasi yang erat antar Kementerian/Lembaga.

Peningkatan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat membawa konsekuensi terhadap inflasi. Inflasi Kalsel pada 2022 diprakirakan lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 dan berada di atas rentang target 3% ± 1%. Sehubungan dengan hal tersebut Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam upaya menjaga kestabilan harga dengan menerapkan Strategi 4K,  yaitu Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, serta Komunikasi yang Efektif.

Untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga pangan dan energi dunia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan TPID se-Kalimantan Selatan menyatukan gerak langkah untuk mengendalikan inflasi, salah satunya melalui program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Berbagai inisiatif yang dilakukan dalam payung GNPIP, antara lain Pasar Murah, Gerakan Menanam Cabai, Pengembangan Klaster Pangan, dan Optimalisasi Fasilitasi Distribusi Pangan, telah memberikan hasil positif, terutama dalam mengantisipasi dampak dari penyesuaian harga BBM pada Triwulan III 2022.

Dari sisi Sistem Pembayaran Tunai, guna menyediakan uang Rupiah Layak Edar dalam jumlah dan pecahan yang cukup kepada masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Perbankan di wilayah kerja Kalimantan Selatan menyelenggarakan kegiatan Layanan Kas Keliling Bersama (Kaliber) yang wilayah jangkauannya terus diperluas hingga daerah 3T (terdepan, terluar dan terpencil).

Dari sisi Sistem Pembayaran Non Tunai, Transaksi ATM Debet di Kalsel pada Oktober 2022 secara nominal mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,57%, secara volume juga mengalami peningkatan sebesar 1,04% dibandingkan bulan sebelumnya. Selanjutnya, pada transaksi kartu kredit pada bulan Oktober 2022 secara volume mengalami kenaikan sebesar 5,45% dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun dari data transaksi e-commerce di Kalsel pada Oktober 2022 mengalami kenaikan untuk nominal transaksi sebesar 0,13% dibandingkan bulan sebelumnya.
Transaksi Real-Time Gross Settlement (RTGS) di Kalsel pada Oktober 2022 secara volume mengalami peningkatan sebesar 4,01% dibandingkan bulan sebelumnya. Selanjutnya, transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada Oktober 2022, baik secara nominal maupun volume, juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, masing-masing sebesar 2,83% dan 2,97%.

Sebagai bentuk nyata dalam mendorong ekonomi dan keuangan digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Festival ANTASARI (Akselerasi dan Transformasi Ekonomi Digital Terkini), launching program SIAP QRIS di tujuh Kabupaten/Kota, dan melalui forum TP2DD telah melakukan berbagai kegiatan workshop untuk mendorong peningkatan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) di Kalimantan Selatan.

Pada posisi 1 November 2022, jumlah merchant QRIS di Kalsel sebesar 275.379 merchant, meningkat sebesar sebesar 58,61% dibandingkan posisi Desember 2021 yang tercatat sebesar 173.624 merchant dan di dominasi oleh kategori usaha mikro. Selanjutnya, untuk capaian jumlah pengguna QRIS di Kalsel pada Oktober 2022 mencapai 295.514 pengguna. Berdasarkan rata-rata keseluruhan, IETPD di wilayah Kalimantan Selatan pada Semester I 2022 mencapai 76,9%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Semester II 2021 sebesar 71,7%. Peningkatan tersebut didorong oleh implementasi kanal pembayaran digital pada transaksi Pemerintah Daerah khususnya penerimaan daerah yang telah memanfaatkan pembayaran QRIS, e-commerce, EDC, serta kanal pembayaran lainnya guna mendukung kemudahan masyarakat dalam bertansaksi dan meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendukung transparansi transaksi keuangan sehingga pendapatan daerah akan lebih optimal.
Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholders dalam mendukung pemulihan ekonomi serta memfasilitasi akselerasi pertumbuhan ekonomi secara sehat dan berkesinambungan. [ad/rls]

Banjarmasin

Bantu Pelaku UMKM, Bank Kalsel Beri Bantuan Satu Unit Rombong Barakah

Published

on

Bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur UPZ Bank Kalsel, H. M. Fajri Muhtadi didampingi oleh Sekretaris, Junaidi dan Staf. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel dengan Program Rombong Barakah yang merupakan bantuan untuk para Mustahik dalam memulai usaha (Wirausaha) baru atau yang sudah ada namun tidak memiliki wadah atau tempat berjualan dan yang sudah tidak layak untuk wadah tempat jualan bagi pelaku UMKM.

Untuk merealisasikan Program Rombong Barakah dimaksud Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel telah memberikan bantuan 1 (satu) unit rombong dan tambahan modal usaha kepada UMKM binaan Bank Kalsel Bapak Anang Suriansyah, Senin (30/1/2023).

Anang Suriansyah seorang penjual buah kupas yang beralamat di JI. Sungai Miai RT. 008 RW. 001 Kota Banjarmasin.

Buah yang dijual Anang Suriansyah terdiri dari bengkuang, semangka, dan nanas yang telah dipotong-potong sehingga siap santap.

Anang Suriansyah memiliki gerobak jualan yang sudah tidak layak untuk digunakan, berdasarkan hal tersebut UPZ Bank Kalsel memberikan bantuan 1 (satu) unit Rombong Barakah kepada Anang Suriansyah.

Adapun penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur UPZ Bank Kalsel, H. M. Fajri Muhtadi kepada Anang Suriansyah. Adapun dalam penyerahan didampingi oleh Sekretaris UPZ Bank Kalsel, Junaidi dan Staf UPZ Bank Kalsel.

“Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan membantu Anang Suriansyah dalam berjualan,” pesan Fajri Muhtadi. [adv/ad]

Continue Reading

Banjarmasin

Bentuk Karakter Kuat Dan Tangguh Berbasis Spiritual, Divisi UMK Bank Kalsel Gelar Bootcamp

Published

on

Kegiatan Bootcamp Bank Kalsel yang diadakan di Kiram Park. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai upaya untuk membentuk karakter kuat dan tangguh berbasis spiritual, enterpreneur dan leadership, Divisi UMK Bank Kalsel menggelar Bootcamp yang digelar pada tanggal 20 hingga 21 Januari 2023 di Kiram Park.

Kegiatan yang diikuti 130 orang peserta yang terdiri dari pegawai Bank Kalsel pada Divisi UMK di Kantor Pusat dan Cabang serta pegawai di Bagian Pembiayaan UMK Unit Usaha Syariah Bank Kalsel berlangsung seru dan menarik.

Acara Bootcamp Divisi UMK Bank Kalsel ini dibuka secara langsung oleh Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya dan ditutup Direktur Bisnis Bank Kalsel Fachrudin.

Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya menjelaskan, kegiatan Bootcamp Divisi UMK ini merupakan salah satu strategi manajemen Bank Kalsel dalam rangka meningkatkan militansi, menjalin kebersamaan, dan menjaga kekompakan tim serta peningkatan kompetensi pegawainya melalui materi-materi yang diberikan saat pelaksanaan Bootcamp.

“Saya berharap kegiatan ini bisa semakin memacu kinerja untuk lebih baik lagi,” harapnya.

Pada rangkaian acara Bootcamp ini telah diberikan penghargaan kepada pemasar dan koordinator pemasar Divisi UMK dengan pencapaian kinerja terbaik di tahun 2022.

Materi yang diberikan pada Bootcamp kali ini antara lain terkait rencana Manajemen Bank Kalsel untuk merealisasikan AO Farmer pada Unit Bisnis Divisi UMK.

Dimana kehadiran AO farmer ini diharapkan mampu menjadi pendamping, pengawal, pengawas dan pengaman dari kredit yang disalurkan kepada masyarakat khususnya kepada para pelaku usaha mikro dan kecil.

AO Farmer akan memiliki tanggung jawab untuk menjadi “agent of change” mewujudkan dunia Perbankan yang terpercaya dan teruji kehadirannya. Dengan AO Farmer diharapkan bank bukan hanya mampu menyalurkan kredit, namun juga mampu mengamankan kredit yang telah diberikan.

Materi terkait AO Farmer ini disampaikan oleh Entang Sastraatmadja yang ahli di bidang penyuluhan pertanian.

Pada acara bootcamp ini juga diberikan pembekalan materi berupa tahapan aktivitas penjualan berikut strategi marketing yang mesti diterapkan oleh pemasar-pemasar di Divisi UMK pada tahun 2023.
Kemudian materi Leadership Entrepreneur berbasis Spiritual dan materi Etos Kerja juga diberikan pada rangkaian acara Bootcamp ini yang disampaikan oleh Ustadz Komarudin Chalil.

Selain pemberian materi, kegiatan juga dibarengi dengan kegiatan shalat fardhu dan shalat tahajud berjamaah, pemberian tausiyah, senam bersama juga kegiatan games dan lomba yel yel Divisi UMK turut menjadi rangkaian acara pada Bootcamp kali ini. [adv/ad]

Continue Reading

Banjarmasin

Terapkan Layanan Baik, Bank Kalbar Studi Banding Ke Bank Kalsel

Published

on

Bahtiar Kepala Bidang Senior Layanan Bank Kalbar dan Dimas Bagus Prasetyo staf divisi SDM Bank Kalbar diterima langsung Direktur Bisnis Bank Kalsel Fachrudin. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel dinilai lebih sukses dalam penerapan layanan baik yang bersifat konvensional maupun ekosistem digital.

Hal inilah yang membuat Bank Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan studi banding ke Bank Kalsel untuk melihat langsung penerapan layanan Bank Kalsel kepada nasabahnya.

Studi banding Bank Kalbar yang digelar tanggal 26 Januari 2023 dipimpin Bahtiar Kepala Bidang Senior Layanan Bank Kalbar dan Dimas Bagus Prasetyo staf divisi SDM Bank Kalbar diterima langsung Direktur Bisnis Bank Kalsel Fachrudin diruang kerja direksi.

Dijelaskan Bachtiar, kedatangan Bank Kalbar ke Bank Kalsel dalam rangka studi banding terkait penerapan layanan di Bank Kalsel baik yang konvensional maupun ekosistem digitalnya.

“Kami juga ingin tahu soal mekanisme penilaian terhadap petugas customer service, teller dan satpam di Bank Kalsel,” jelasnya.

Ia pun berharap dari hasil studi banding ini bisa menjadi masukan berharga bagi Bank Kalbar dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel Fachrudin mengaku, berterima kasih atas kunjungan Bank Kalbar ke Bank Kalsel.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Bank Kalbar dan kami juga ingin berbagi informasi dari Bank Kalbar dalam mengembangkan bisnis perbankan ke depan,” pungkasnya. [adv/ad]

Continue Reading

Banjarmasin

Stopan Bis Seberang STIE Indonesia Diharapkan Dibuatkan Halte Oleh Bank Kalsel

Published

on

Kepala TKA tersebut H Ahmad Risqpn, juga Ketua Pokja Program Tahfiz SMKN 3. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Keberadaan Halte STIE Indonesia Banjarmasin, memang sangat menunjang transportasi untuk masyarakat, khususnya Nasabah Bank Kalsel.

Di seberang Kampus ini, ada juga Tanda Stopan Bis, namun belum ada haltenya. Sehingga cukup merepotkan bagi calon penumpang bis, jika saat hujan, menunggu bis datang.

Posisi Stopan Bis tersebut berada dekat dengan Gedung Iqra TKA 001 Mahligai Qur’an. Namun Kepala TKA tersebut H Ahmad Risqpn, yang juga Ketua Pokja Program Tahfiz SMKN 3 ini, saat ditanya RRI menegaskan, posisinya di depan Gedung Wanita milik Pemprov Kalsel.

“Setelah kita lihat. Posisinya halte itu kada pas (tidak berada tepat) di muka Iqra, kecuali di depan Gedung Wanita. (Gedung Wanita) itu milik Pemprov Kalsel pang,” jawab Risqon via chat WA, Jum’at malam (27/1/2023).

Karena persoalan kehujanan dan tidak bisa berteduh di tempat Stopan Bis tersebut, sehingga ada masyarakat pengguna Halte yang mempertanyakan kepada pihak STEI Indonesia Banjarmasin untuk bisa dibantu membuat Halte yang berada di seberang kampus STEI.

Ketua STIE Indonesia Banjarmasin Dr Yanuar Bachtiar SE MM, saat diminta tanggapannya mengatakan, ini diluar konteks STEI Banjarmasin.

“Akan kami coba komunikasikan dulu dengan pihak Bank Kalsel, apakah mereka bersedia untuk membantu masyarakat dalam penyediaan Halte, agar mempermudah masyarakat,” ungkap Yanuar, Kamis (26/1/2023) siang.

Yanuar juga mengakui, bahwa persoalan Halte yang berada di seberang Kampus STIEI ini tempat peneduh yang jauh, jadi persoalan juga,

“Namun kami dari pihak STIE Indonesia Banjarmasin akan mencoba mensonding dengan pihak Bank Kalsel, agar bisa melakukan pembangunan Halte tersebut,” pungkas Yanuar, memberikan harapan. [adv/ad]

Continue Reading

Banjarmasin

Jaga Pasokan Beras Kendalikan Inflasi, Pemkot Banjarmasin Gandeng Pemkab Subang Kerjasama Antar Daerah

Published

on

Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina dan Bupati Subang H. Ruhimat menandatangani Kesepakatan Bersama terkait pengendalian inflasi di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Subang. (Foto/Ist) 

SUBANG, SuaraBorneo.com – Walikota Banjarmasin H. Ibnu Sina dan Bupati Subang H. Ruhimat menandatangani Kesepakatan Bersama terkait pengendalian inflasi di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Subang. Kesepakatan itu ditandatangani di Aula Abdul Wahyan, Rumah Dinas Bupati Subang, pada Jumat (27/1/2023).

Ruang lingkup kesepakatan bersama berfokus pada perdagangan antardaerah untuk menjaga kestabilan harga dan pemasaran bahan pangan. Di samping itu, mendukung ketahanan pangan dengan menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan.

Dalam sambutannya, Ibnu Sina mengatakan inflasi telah menjadi perhatian nasional dan oleh sebab itu upaya pengendalian inflasi membutuhkan kerja keras dan sinergi antardaerah. Pada tahap awal, kerja sama antara Banjarmasin dan Subang akan berfokus pada komoditas beras, di mana Subang berperan sebagai daerah pemasok, dan Banjarmasin sebagai pasarnya.

“Karena karakteristik beras Subang, khususnya Beras Pamanukan, dinilai cocok bagi preferensi masyarakat Banjarmasin yang menyukai beras _pera_,” ujarnya.

Dirinya juga berkata, pada tahun 2022, harga beras di Banjarmasin cenderung meningkat imbas kenaikan harga BBM serta serangan hama tungro yang menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, pihaknya meyakini kerja sama ini akan mengatasi masalah kurangnya pasokan beras yang menjadi pemicu kenaikan harga beras di Banjarmasin.

“Ke depan, tidak menutup kemungkinan ruang lingkup kerja sama akan ditingkatkan pada komoditas yang lain, karena Banjarmasin dan Subang, sama sama memiliki pelabuhan,” ujarnya.

Menyambut baik kerja sama itu, Bupati Subang Ruhimat dalam sambutannya menyampaikan Kabupaten Subang adalah salah satu lumbung padi nasional. Ruhimat pun menyatakan bahwa pihaknya akan tetap mempertahankan Subang sebagai lumbung padi nasional, karena menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian inflasi.

“Tingkat Inflasi kami masih di bawah rata-rata provinsi Jawa Barat, karena kami lumbung padi, sehingga kami mencoba untuk mengatasi dan mempertahankan hal itu,” tutur Ruhimat.

Kerja sama antara Pemkot Banjarmasin dan Pemkab Subang merupakan bentuk kerja sama _Government to Government_ (G to G). Dalam waktu dekat, kerja sama tersebut akan dilanjutkan dan diimplementasikan hingga ke tataran _Business to Business_ (B to B), antara BUMD Subang (PT Subang Sejahtera) dan BUMD Kalimantan Selatan (PT Bangun Banua), sehingga ketersediaan beras di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan bisa ditingkatkan.

Kerja sama antara Pemkot Banjarmasin dan Pemkab Subang dalam rangka pengendalian inflasi juga tidak lepas dari dukungan penuh dan sinergi dengan Bank Indonesia, yang juga turut hadir menjadi saksi momen bersejarah tersebut.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Bimo Epyanto, mengatakan Bank Indonesia, baik Kantor Perwakilan di Kalimantan Selatan maupun di Jawa Barat, akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Kerja sama antar-daerah (KAD) antara Pemkot Banjarmasin dengan Pemkab Subang merupakan wujud nyata upaya ekstra pengendalian inflasi, khususnya dari sisi Ketersediaan Pasokan.

“Upaya ini dilakukan agar inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0±1% pada semester I 2023 dan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0±1% pada semester II 2023,” pungkas Bimo. [ad/rls-bi]

Continue Reading

Banjarmasin

Wow Rp 3,4 Miliar Kerugian Masyarakat Di Tahun 2022, Berhasil Diselamatkan Ombudsman Kalsel

Published

on

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hadi Rahman. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hadi Rahman, mengungkapkan bahwa Ombudsman Kalsel melakukan perhitungan valuasi kerugian masyarakat dari berbagai Laporan Masyarakat (LM), termasuk Laporan Inisiatif, yang ditindaklanjuti pada tahun 2022. “Dari 236 LM yang kami tangani, 31 diantaranya bisa divaluasi, dengan nilai mencapai Rp.3.482.228.078”, ungkap Hadi, Kamis (26/1/2023).

Valuasi kerugian masyarakat ini merupakan bentuk akuntabilitas kinerja atau pertanggungjawaban kepada publik terhadap penggunaan anggaran Negara serta perwujudan kehadiran Negara dalam pemenuhan layanan bagi masyarakat. Kerugian masyarakat dapat berupa materiil maupun immateriil yang tidak bisa dilepaskan dari timbulnya maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik oleh penyelenggara negara dan pemerintahan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI. Juga dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik bahwa unsur kerugian materiil dan immateriil yang diderita masyarakat dapat tergambar dari pengaduan atau tuntutan yang diajukan.

Hadi menambahkan bahwa bentuk penyelamatan kerugian masyarakat yang berhasil dilakukan Ombudsman Kalsel ada beberapa macam. Antara lain pengembalian dana, penerimaan langsung atau tidak langsung serta pelunasan, pelepasan atau keringanan beban biaya. Sementara penerima manfaat dari penyelamatan kerugian tersebut mencakup individual Pelapor itu sendiri dan masyarakat secara keseluruhan yang ikut terdampak dari terselenggaranya layanan publik, khususnya setelah adanya tindak lanjut dari Ombudsman Kalsel.

“Valuasi kerugian masyarakat bersumber dari 13 sektor, terbesar dari infrastruktur, kemudian perbankan, kepegawaian, listrik, dan air. Nilainya pun bervariasi, antara Rp.200 ribu yang terkecil hingga sekitar Rp.2,8 miliar dari sektor yang terbesar. Yang pasti tidak semua LM bisa divaluasi. Hanya LM-LM yang nyata kerugiannya atau bersifat riil dengan dilengkapi bukti yang jelas dan data pendukung yang valid. Itu yang saat ini kami nilai,” jelas Hadi.

Secara nasional, Ombudsman Republik Indonesia (RI) juga melakukan valuasi kerugian masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Yeka Hendra Fatika, Anggota Ombudsman RI, pada saat Konferensi Pers Daring. Total penyelamatan kerugian masyarakat untuk Sektor Perekonomian I tahun 2022 senilai Rp.89,8 miliar atau naik 234,45% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp.26,85 miliar. Angka ini khususnya bersumber dari sektor asuransi, perbankan, pengadaan barang dan jasa, perdagangan serta penjaminan. [ad/rls]

Continue Reading

Banjarmasin

UPZ Bank Kalsel, Bantu Perabotan Program RTLH

Published

on

Sekretaris UPZ Bank Kalsel, Junaidi. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Unit pengumpul zakat Bank Kalsel, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat pra sejahtera di Banua ini.

Terbaru bersama Baznas Kota Banjarmasin UPZ Bank Kalsel, berkolaborasi dalam program Renovasi Rumah tidak layak huni (RTLH).

“Alhamdulillah kami turut senang bisa membantu warga yang rumahya direnovasi, membantu isi perabotan rumah senilai 11 juta rupiah, untuk 7 rumah yang mendapat renovasi di lima kecamatan,” ungkap Junaidi Sekretaris UPZ Bank Kalsel disela peresmian RTLH Rumah Ahmadi di Gang Hariti, Kelurahan Basirih Selatan, Rabu (25/1/2023).

Disebutkannya, bermacam-macam bantuan yang diberikan, mulai dari lemari, Kasur, kipas angin dan lainnya.

Junaidi menambahkan, Sebagai Bank kebanggan urang banua, UPZ Bank Kalsel siap mendukung program BAZNAS dan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Ahmadi warga penerima bantuan program ini mengucapkan terimakasihnya kepada BAZNAS dan Bank kalsel. Kini dia yang berprofesi sebagai buruh angkut itu, bisa tinggal di rumah yang layak huni, lengkap dengan perabotannya.

“Semoga Allah SWT yang bisa membalas kebaikan bubuhan pian,” ungkapnya dengan mata berlinang. [adv/ad]

Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Bakal Luncurkan Program Satu Rumah Satu Sarjana

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dalam upaya untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan, terutama kemiskinan akut, Bank Kalsel bersama Bapeda Kalsel akan meluncurkan program pengentasan kemiskinan ekstrim di Kalsel.

Diungkapkan Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya, program ini belum ada namanya tapi yang jelas akan diluncurkan di 2023 ini.

“Untuk nama programnya masih dicari, tapi intinya program ini untuk pengentasan kemiskinan ekstrim di Kalsel,” jelasnya.

Pada program ini ada tiga hal yang dilakukan yaitu satu rumah satu sarjana disini Bank Kalsel akan membiayai satu orang anak dari keluarga miskin ekstrim sampai jadi sarjana.

“Kami melihat salah satu cara untuk keluar dari kemiskinan adalah lewat pendidikan, karena itu pada program ini harus ada satu orang anak dalam satu keluarga miskin yang jadi sarjana,” ungkapnya lagi.

Selain satu sarjana satu rumah, Bank Kalsel juga akan menyalurkan bantuan biaya hidup untuk keluarga miskin tersebut serta bantuan modal usaha kalau memang keluarga miskin tersebut ada kemauan untuk berusaha.

“Untuk tahap pertama saya berharap minimal satu kabupaten dan. Kota ada satu keluarga yang jadi pilot project program ini, artinya ada 13 keluarga miskin ekstrim yang terpilih,” tambahnya.

Ia pun mohon doa akan program ini bisa cepat terlaksana dan berharap keluarga yang dibantu bisa bebas dari kemiskinan. [adv/ad]

Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Bangunkan Jembatan Apung untuk Keluarga Zainal

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Keluarga Zainal yang tidak memiliki akses jalan utama untuk menuju rumahnya, mendapatkan bantuan pembangunan jembatan apung dari Bank Kalsel.

Zainal yang sehari-hari bekerja sebagai supir itu telah tinggal di Gang Taufiq, Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur selama lima tahun lamanya. Ia tidak memiliki akses jalan yang bisa dilalui sepeda motor.

“Terima kasih untuk Bank Kalsel, sudah lima tahun tidak ada titian kayak gini. Bantuan ini bermanfaat untuk saya dan keluarga,” ujar Zainal saat ditemui wartawan, Sabtu (21/1/2023).

Adapun bantuan yang diberikan Bank Kalsel berupa 50 buah drum, kayu, dan papan untuk pembangunan jembatan apung itu.

Pembangunan jembatan apung itu dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat, didampingi lurah dan camat. [adv/ad]

Continue Reading

Populer