Kalbar
UKW Kalbar Angkatan Ke-10 Sukses Digelar, Dewan Pers : Wartawan Harus Berintegritas dan Taat Kode Etik
PONTIANAK, suaraborneo com – Dewan Pers Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Barat Sukses memfasilitasi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) selama dua hari bertempat di Hotel Harris Pontianak, Tanggal 26-27 Juli 2024
Uji Kompetensi Wartawan ini sebelumnya telah digelar pada 6-7 Juli 2024 Lalu.
UKW angkatan ke-10 Kalbar di ikuti 2 kelas Madia dan 3 Kelas Muda. Berdasarkan data Dari 30 sebanyak 28 orang wartawan hadir. sementara peserta sebelumnya yang sudah terdaftar 2 orang tidak hadir.
Hasil Uji Kompetensi di umumkan langsung, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat IGMB Dwikora Putra.Dari 28 orang yang ikut sebanyak 27 Wartawan dinyatakan Kompeten dan 1 orang belum kompeten.
Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan di Kalimantan Barat ini. Diapresiasi Wakil Ketua Dewan Pers Muhammad Agung Dharmajaya. Ia berharap Wartawan Kompeten terus menjaga Kehormatan Profesi Wartawan.
“Mari secara Bersama kita terus mendorong bagaimana teman-teman jurnalis atau Wartawan terus menjaga kehormatannya dengan mempunyai kompetensi dengan profesi yang digelutinya, Saya berpesan kepada teman-teman akan hal yang sederhana profesi Wartawan adalah profesi yang sangat terhormat ini pengakuan kita kalau anda meyakini dan pengakuan itu rasanya yang bisa menjaga kehormatan itu adalah kita sendiri,” ungkap Muhammad Agung Dharmajaya.
Muhammad Agung Dharmajaya menyampaikan, Skillnya seorang jurnalis menulis namun tidak hanya cukup mengandalkan itu,Ketika etika dan adab tidak di jaga maka akan menjadi masalah.
“Kalau ngomongin skill ya diberikan penugasan penulisan semua pasti bisa, karena sudah dilakukan sehari-hari ,Tapi selama sudah mengikuti Uji Kompetensi seorang Wartawan pasti sudah paham apa itu Etika dalam menjalankan profesi Wartawan,” Katanya.
Agung Dharmajaya berharap para Wartawan Kompeten memiliki prinsip dan Integritas tinggi dalam menjalankan Tugas Jurnalistik sebagai Profesi yang terhormat.
“Teman-teman Wartawan, perubahan signifikan yang akan anda bisa lakukan setidaknya untuk diri sendiri.Karena sekali lagi kita juga bisa mungkin kalah dengan suasana di luar sana tapi tunjukkan bahwa kita punya prinsip dan punya integritas itu menjadi penting orang boleh ngomong apa saja tapi orang bisa membedakan bahwa kita sebagai Wartawan punya integritas,” harapnya.
Menurut Agung Media adalah bisnis kepercayaan. Bukan hanya sekedar menulis atau merangkai narasi berita.
“Jadi ketika anda menulis menganggap sudah, yang penting menyelesaikan berita, sudahlah lebih baik duduk saja di warung kopi. Seorang Jurnalis baik cetak maupun Televisi terus melakukan peliputan terlambat momen,maka tidak dapat gambar sudah pasti begitu saja dan akhirnya menjadi kebiasaan itu dulu kalau sekarang ya, saya tidak tahu.parahnya lagi, liputan berita Online tidak turun lapangan lalu minta dokumen foto dengan temannya dan ini banyak terjadi, yang Sudah terjadi jangan terulang lagi.Karena sekali lagi ada harkat dan martabat serta penghormatan yang harus dijaga,” tambahnya.
Sementara itu,Nina Soraya salah satu dari Peserta UKW Jenjang Madya mengaku pada hari pertama uji sangat berat ,Namun setelah dua hari menjalani nya, Ia merasa bersyukur karena tahap demi tahap semua ujian dapat di lalui.
“Saya mewakili peserta Uji Kompetensi Wartawan. Kebetulan saya juga membantu pemberkasan sesama teman kita semua untuk ujian kompetensi wartawan, dan dua hari ini kita merasakan bagaimana sebenarnya ini pekerjaan yang hari-hari sudah kita lakukan seperti menyunting berita, menghubungi Narasumber tapi memang dengan waktu yang sangat terbatas jadi pressurenya terasa sekali,” ungkapnya.
“Kalau hari pertama memang terasa stressnya luar biasa, Tapi Alhamdulillah hari ini, kita sudah bisa melewati semua.Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada penguji saya dan penguji lainnya terkhusus kepada Dewan Pers yang sudah memfasilitasi kegiatan Uji Kompetensi Wartawan,” ucap Nina Soraya. (Robin)