Barito Kuala
Membahayakan, Jembatan Penghubung Tiga Desa di Batola Rusak Parah Ditutup Warga
MARABAHAN, SuaraBorneo.com – Jembatan di Desa Andaman, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), cukup memprihatinkan.
Jembatan dari kayu ulin ini, kondisinya miring pada bagian tengah. Bahkan, karena bagian atasnya dikhatirkan jatuh, pihak desa terpaksa mengikat menggunakan tali.
Warga Desa Andaman dan sekitarnya, tidak berani menggunakan jembatan yang diperkirakan dibangun tahun 90-an itu.
Warga sekitar, Rahimah (44), Kamis (10/10/2024) siang mengungkapkan, kondisi rusaknya jembatan yang biasa disebut sebagai jembatan Kali Anjir oleh warga itu, sudah lama. (Sumber : Banjarmasinpost)
“Tahun 2020 sudah mulai miring. Tahun 2024 ini yang tambah parah, jadinya banyak warga yang tidak berani menyeberang melalui jembatan tersebut,” kata warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi.
Ia terpaksa mencari jalan lain, saat mengantarkan anak ke sekolah. Padahal, selain Rahimah, banyak warga menggunakan jembatan tersebut untuk pergi ke masjid yang tepat berada di seberang, anak-anak ke sekolah dan mengangkut hasil pertanian.
Karena semakin mengkhawatirkan, pihak desa terpaksa menutup akses jalan di jembatan tersebut.
“Ada sempat terdengar suara, seperti kayu patah. Mulai dari itu diberi penghalang, agar warga tidak melintas lagi,” ceritanya.
Ia berharap, agar jembatan tersebut segera diperbaiki, sehingga warga yang ingin menyeberang tidak harus memutar atau mencari jalan lain lagi, biar tidak jauh.
Sementara itu, pihak desa telah mengajukan perbaikan jembatan tersebut.
Kepala Desa (Kades) Andaman, Mulkan mengatakan, pihaknya telah mengajukan untuk dilakukan perbaikan pada jembatan tersebut, mengingat akses yang penting bagi warga dari tiga desa.
Proposal yang diajukan ditujukan ke Pemerintah Kabupaten Batola. Namun, keterangan dari pihak terkait, proyek jembatan tersebut milik pusat.
“Kami sudah mengajukan proposal beberapa kali, bahkan yang terakhir tadi ditandatangani oleh tiga desa. Ini untuk menguatkan bahwa jembatan tersebut digunakan dari masyarakat tiga desa,” kata Mulkan, saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Kamis (10/10/2024) sore.
Tiga desa tersebut, Andaman, Barunai Baru, dan Pandan Sari, Kecamatan Anjir Pasar. Kondisi jembatan sekarang mengganggu masyarakat tiga desa, karena digunakan anak sekolah, ke masjid dan mengganggu ekonomi warga untuk membawa hasil pertanian.
Jembatan yang dibangun sejak tahun 90-an tersebut, diperkirakan dimakan usia, karena ada beberapa komponen baut telah karatan, sehingga kemungkinan putus.
“Rusaknya, sudah lama, tapi saat ini semakin parah. Setiap hari berubah kondisinya tambah miring. Dulu kayu ulin (gelagar) yang patah satu, sekarang sudah dua,” ujarnya. (*)