Banjarmasin

3.274 Kasus DBD di Kalsel Meningkat, Dinkes Imbau Warga Waspada

Published

on

Sri Widiastuti, pengelola program DBD Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, saat Dialog Banjar Realita di Pro 1 RRI Banjarmasin. (Foto: RRI/Yudi)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Hingga awal November 2024, tercatat 3.274 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Meski belum terjadi peningkatan signifikan pada musimm peralihan dari kemarau ke penghujan, masyarakat tetap diimbau untuk waspada.

Berdasarkan data DBD tahun sebelumnya, lonjakan kasus biasanya terjadi pada bulan Desember, Januari, dan Februari, sejingga masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan upaya pencegahan dini. Sri Widiastuti, pengelola program DBD Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, mengingatkan bahwa anak-anak rentan terinfeksi DBD karena sistem imun mereka yang belum kuat.

“Gejala awal DBD adalah demam mendadak, dan orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala ini. Di sana, tersedia pemeriksaan laboratorium yang cepat sehingga diagnosis dapat ditegakkan lebih awal, menghindari keterlambatan penanganan,” ucapnya, Kamis (14/11/2024)

Untuk pencegahan DBD, Sri menyarankan masyarakat menerapkan 3M Plus, menguras dan menutup tempat penampungan air serta mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air. Selain itu, disarankan untuk memelihara ikan pemakan jentik-jentik dan menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk, seperti serai dan bunga lavender.

“Langkah ini dinilai efektif dan murah dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk pembawa virus DBD,”tambahnya

Dengan demikian, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan juga telah mengeluarkan surat edaran sejak awal Oktober lalu, untuk memperkuat upaya pencegahan. Surat ini telah diteruskan ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas.

“Puskesmas bergerak aktif memberikan himbauan kepada masyarakat melalui berbagai media, seperti pengeras suara, mobil ambulans, dan grup WhatsApp, untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik,” ujarnya. (*)

Populer

Exit mobile version