Bengkayang
Universitas Terbuka (UT) Pontianak dan SALUT Srikandi Bengkayang Tandatangani Perjanjian Kerjasama
BENGKAYANG, suaraborneo.com – Universitas Terbuka Kalimantan Barat melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Srikandi Kabupaten Bengkayang, Minggu (1/11/2024).
Penandatanganan kerjasama ini dihadiri 23 perwakilan mahasiswa, utusan Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang, utusan Credit Union Keling Kumang Bengkayang dan Kepala SALUT Srikandi Bengkayang, Mujilastuti, beserta seluruh pengurus SALUT Srikandi.
Penandatanganan kerjasama ditandatangani langsung,Direktur Universitas Terbuka Kalimantan Barat.Dr.Romi Siswanto,S.Sos,M.Si,.
Ia mengatakan kerjasama ini dalam rangka meningkatkan angka partisipasi kasar pembangunan sumber daya manusia Kalimantan Barat, dimana perlu diketahui angka partisipasi kasar Bengkayang masih banyak berlatar belakang pendidikan sekolah menengah pertama.
“Mudah-mudahan Bengkayang ikut berkontribusi menyumbang angka partisipasi kasar di Kalimantan Barat. Kehadiran Universitas Terbuka diharapkan bisa hadir di hingga ke tingkat kecamata mengingat jauh jarak antara Kecamatan ke Provinsi,” ungkap Dr.Romi Siswanto,S.Sos,M.Si, selaku Direktur Universitas Terbuka di Kalimantan Barat.
Dr.Romi Siswanto,S.Sos,M.Si kembali menjelaskan Universitas Terbuka, sejak didirikan 4 September 1984, berstatus Lembaga pendidikan Negeri. Saat ini Universitas Terbuka (UT) terakreditasi A, artinya kategori universitas dengan status unggul.
“Universitas Terbuka Kalimantan Barat punya mahasiswa sebanyak
19.575 orang. Saya sangat bangga, antusias dan minat masyarakat Kalimantan Barat cukup tinggi berkuliah di Universitas Terbuka, jika kita bandingkan dengan provinsi di Indonesia angka partisipasinya sangat tinggi,” ujar Dr.Romi Siswanto,S.Sos,M.Si.
Sementara,untuk jumlah mahasiswa Universitas Terbuka di Kabupaten Bengkayang dibawah pengurus Sentra Layanan Universitas Terbuka berjumlah 397 orang dengan berbagai latar belakang, ada mahasiswa dari SMA langsung kuliah, perangkat desa, Polisi, pegawai negeri dan pegawai kontrak pemerintah.
“Tantangan mempelopori agar SALUT Srikandi Berdiri di Kabupaten Bengkayang sebelumnya belum ada gedung, hingga harus mematahkan anggapan bahwa kuliah di Universitas Terbuka sulit peroleh nilai . Namun saat ini sudah terbukti tidak seperti apa yang di anggap negatif,belajar di Universitas Terbuka tergantung kemauan diri kita sendiri, sumber ilmu pengetahuan bisa diperoleh dari manapun,” ungkap Mujilastuti Ketua Salut Kabupaten Bengkayang.
Yanto salah satu mahasiswa Universitas Terbuka asal Tirta Kencana, mengatakan dulu sewaktu awal jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Ia hanya tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA), Golongan IIa.
Namun ia mengakui karena dengan hanya mengantongi Izasah (SMA) tidak cukup dan perlu tambahan pengetahuan.
“Saya ambil kuliah di Universitas Terbuka (UT) sangat bangga dan tidak malu, bahkan sebagai tempat saya melanjutkan ke pendidikan tinggi di Universitas Terbuka saya selalu memakai Almamater Universitas Terbuka, karena almamater sebagai Identitas yang harus kita buktikan dengan kampus – kampus lain,” ungkap Yanto. (Robin).