Kalteng
Pemkab Kapuas Akan Anggarkan Rp 200 Milyar Untuk Pembangunan Kantor Bupati Baru
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Kalteng, akan mengganggarkan pembangunan Kantor Bupati yang kondisinya kini dinilai tak representatif lagi untuk pelayanan publik.
Karena akan dibangun baru, alokasi anggarannya, fantastis sekitar Rp 200 milyar meski pelaksanaan nantinya secara bertahap.
Hal ini dikatakan, Plt Kabag Umum Setda Kapuas, Robby Cahyadi, ketika di konfirmasi wartawan, Jumat (24/1/2025).
Dikatakan, untuk perencanaan pembangunan Kantor Bupati Kapuas, sejauh ini telah melakukan persiapan proses perencanaan.
“Pembangunan Kantor Bupati anggarannya sekitar Rp 200 milyar secara bertahap sesuai tahun anggaran berjalan,” katanya.
Dijelaskan pula, untuk tahap pertama
tahun anggaran 2025 dari dana Rp 200 milyar yakni pembangunan Aula Kantor Bupati Kapuas Rp 40 milyar.
“Kemudian, diperluas hingga ke belakang untuk pembangunan gedung karena Kantor Bupati masih memiliki lahan untuk itu,” jelasnya.
Meski begitu, tandasnya, sesuai perencanaan nantinya tak hanya Kantor Bupati. Ada sejumlah Kantor OPD lingkup Pemkab dibangun berdekatan pada satu lokasi.
“Setidaknya, bertujuan mempermudah akses koordinasi dan pelayanan. Adapun OPD tersebut diantaranya, Bappedalitbangda,
Bappenda,” katanya.
Lebih lanjut Kabid Litbang Bappedalitbangda Kapuas ini menjelaskan, terkait peruntukkan dana pemeliharaan Rp 40 milyar untuk pembangunan Aula Kantor Bupati dana tersebut dibagi untuk dana pemeliharaan Rujab Bupati dan Wakil Bupati.
Seperti diberikan sebelumnya, kondisi bangunan Kantor Bupati Kapuas di Jalan Pemuda KM 5,5 kondisinya kini dinilai tak representatif untuk sebuah kantor, karena tak pernah direhab sejak diresmikan
sekitar tahun 1997 silam.
Alih-alih ada dana pemeliharaan, namun seiring berjalannya waktu, fakta dilapangan kondisi bangunannya banyak yang rusak.
“Kantor Bupati merupakan pusat pemerintahan. Ironis sangat disayangkan
kalau kondisi bangunannya kini banyak mengalami kerusakan, terkesan tak terawat bahkan nampak kumuh dan seram.
Oleh karena itu, diharapkan kedepan ada pemeliharaan berkelanjutan, demi baiknya Kantor Bupati sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakar,” pungkas Ketua LSM Forum Pemuda Reformasi Kapuas, Maseran Mahmud. (Ujg/SB)