Kalteng

Proyek Jembatan Terusan Ambruk, Ini Penjelasan Dinas PUPRPKPP Kapuas

Published

on

Kadis PUPRPKPP Kapuas, Yan Hendri Ale didampingi Kabid Bina Marga, Heni Mariati. (foto/Suhaili)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Proyek lanjutan Jembatan Terusan di Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas, Kalteng ambruk, Sabtu (22/5/2025).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Kabupaten Kapuas, Yan Hendri Ale mengatakan, ambruknya Jembatan Terusan karena ditemukan jatuhnya struktur baja pelengkung.

“Ini akibat apar-apar penyangga struktur baja yang amblas tersebut mengalami penurunan secara tiba-tiba,” katanya ketika menyampaikan press release di Aula Kantor Dinas PUPRPKPP Kapuas, Senin (24/2/2025).

Yan Hendri Ale didampingi Kabid Bina Marga, Heni Mariati menjelaskan, penyebabnya daya dukung berkurang pada titik pemasangan perancah serta beban rangka baja yang dipikul.

Dilanjutkan, terkait musibah ambruknya Jembatan Terusan telah diambil langkah-langkah, evakuasi terhadap rangka jembatan dari dalam air.

Bagian rangka tepi jembatan, akan dilakukan pelepasan dan pengangkatan dengan waktu 7 hari serta pengecekan rangka jembatan oleh tim teknis.

“Pelaksana pekerjaan bertanggung jawab dan sanggup menyelesaikan perbaikan Jembatan Terusan sebagaimana autput pekerjaan sesuai kontrak adendumnya waktu (60 hari kalender),” jelasnya.

Kemudian, pengawasan pengendalian pekerjaan akan dilakukan secara koordinatif bersama pihak pelaksana PT. CKMM, tim teknis pabrikan rangka jembatan dan Dinas PUPRPKPP Kapuas.

“Untuk administrasi kontrak, mengikuti Perpres Nomor 16 tahun 2018 Jo Perpres Nomor 12 tahun 2021 tentang pengadaan barang jasa pemerintah serta peraturan terkait lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Wabup Kapuas, Dodo Senin (24/2/2025) pagi ketika meninjau ambruknya Jembatan Terusan didampingi Sekda Kapuas Septedy, anggota dewan, Kadis PUPRPKPP, Kabid Bina Marga, Camat Bataguh serta unsur terkait mengatakan, sesuai pesan Bupati Kapuas, HM Wiyatno pengerjaan lanjutan Jembatan Terusan dapat diselesaikan.

“Ini akses penting. Oleh karena itu, diharapkan dapat membuka isolasi bagi warga antar desa sebagai daerah pertanian di Kecamatan Bataguh,” ujarnya.(Ujg/SB)

Populer

Exit mobile version