Banjarmasin

BPBD Kalsel Perkuat Pengawasan dan Respons Terhadap Karhutla

Published

on

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (Foto/Ilustrasi)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat pengawasan dan respons terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di area konsesi perusahaan yang selama ini sering tidak tercatat dalam data resmi BPBD.

Plt Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai menjelaskan, menurut data terbaru, sejak Januari hingga 9 September 2025, BPBD Kalsel mencatat sebanyak 2.395 hotspot dan 366 insiden karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 262,70 hektar yang berhasil ditanggulangi.

Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 4 Agustus hingga 30 September 2025 sebagai upaya serius menghadapi potensi kebakaran yang masih tinggi.

Meski demikian, BPBD menyadari banyak kebakaran yang terjadi di dalam konsesi perusahaan tidak selalu masuk dalam data mereka, karena berada di luar kewenangan langsung BPBD.

Oleh sebab itu, BPBD Kalsel berencana meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta perusahaan pemegang konsesi.

“Kami ingin memastikan bahwa semua hotspot dan kebakaran yang terjadi di dalam konsesi perusahaan tercatat secara akurat dan mendapat respons cepat. Hal ini penting agar upaya penanganan karhutla bisa lebih efektif dan terintegrasi,” ujar Gusti Yanuar Noor Rifai, beberapa waktu yang lalu saat diwawancarai.

Untuk memperkuat penanggulangan karhutla, BPBD Kalsel juga memanfaatkan dana siaga darurat untuk mengoperasikan armada pemadam kebakaran, termasuk operasi modifikasi cuaca dan water bombing.

Teknologi tersebut difokuskan untuk meredam kebakaran di area-area yang sulit dijangkau, sehingga tidak meluas dan menyebabkan kerusakan lingkungan lebih besar.

Selain itu, Gusti Yanuar Noor Rifai pun juga mengajak masyarakat aktif terlibat dalam pemantauan dan pelaporan hotspot.

Masyarakat didorong untuk mendapatkan akses informasi yang jelas mengenai status siaga darurat dan titik-titik kebakaran yang terpantau.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat meminimalisir dampak karhutla yang selama ini menjadi tantangan besar di Kalsel,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah ini, ia berharap upaya pengendalian karhutla di wilayahnya semakin optimal dan berkelanjutan. [adv/ad]

Populer

Exit mobile version