Kalteng

LBKNS, Bukit Ngalangkang Peradaban Orang Dayak, Sekda, Bukan Merusak Situs Sejarah

Published

on

Perspektif pembangunan ruko di Bukit Ngalangkang Kapuas. (foto/istimewa)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com -Pembangunan ruko lokasi di Lapangan Bukit Ngalangkang oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas, belakangan menuai sorotan.

Kepala Lembaga Bantuan Kesehatan Negara Semesta (LBKNS) Provinsi Kalimantan Tengah, Gatner Eka Tarung menegaskan, secara pribadi dirinya menyambut baik mendukung program pembangunan Pemkab Kapuas.

“Kapasitas saya sebagai Kepala LBKNS, bahwa segala sesuatu terkait program pembangunan harus mengedepankan etika,
tata krama dan budaya. Pembangunan ruko tentunya sebagai solusi diharapkan ada alternatif lain pengembangan yakni ada lahan baru,” katanya.

Gatner menyebutkan, pembangunan ruko di atas tanah Bukit Ngalangkang adalah tempat situs bersejarah yakni berdirinya Provinsi Kalteng ada di sana.

“Bukit Ngalangkang itu dilihat dari latar belakang sejarah adalah peradaban orang Dayak Kalteng,” jelasnya kepada wartawan di Kuala Kapuas, Jumat (26/9/2025).

Oleh karena itu, jangan membuat masyarakat kita bergejolak. Pertanyaannya? apakah pembangunan roku dilanjutkan atau tidak. “Dalam hal ini, semuanya tergantung kepada Bupati Kapuas sebagai pengambil kebijakan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekda Kapuas Usis I Sangkai mengatakan, terkait pembangunan ruko di Bukit Ngalangkang sudah menjadi program Pemkab.

“Pembangunan tidak merusak keberadaan Betang maupun tugu yang ada. Artinya, pemerintah bukan merusak, tetapi malah memperbaiki Betang yang ada serta perbaikan tugu,” katanya kepada wartawan di Kantor Bapperida, Senin (29/9/2025).

Sekda menjelaskan, terkait dengan cagar budaya situs sejarah Bukit Ngalangkang bukan cagar budaya, karena belum ditetapkan Pemkab Kapuas sebagai cagar budaya.

Terkait adanya kritik pembangunan ruko, menurut Sekda, kita terima. “Kritik merupakan kontrol sosial. Bagus untuk kami supaya berhati-hati dalam melaksanakan pembangunan yang ada di Kabupaten Kapuas, sehingga pembangunan tetap berlanjut,” ujarnya. (Ujg/SB)

Populer

Exit mobile version