Kalsel
Pemuda Banua, Penjaga Warisan Budaya dan Penggerak UMKM Lokal
KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Di sebuah desa yang tenang di pinggiran Kandangan, tepatnya Desa Gambah Dalam, Hulu Sungai Selatan, lahirlah seorang pemuda yang memiliki semangat besar untuk menjaga dan mengangkat kembali nilai-nilai budaya Banjar. Ia adalah Indra Maulana, seorang penggiat seni, pelestari budaya, sekaligus wirausahawan muda yang dikenal karena dedikasinya terhadap tanah kelahirannya.
Sejak muda, Indra sudah tertarik pada seni bela diri tradisional Kuntau, salah satu warisan leluhur Banjar yang sarat makna dan filosofi. Dari latihan demi latihan, ia bukan hanya mempelajari gerak dan jurus, tetapi juga nilai-nilai luhur seperti hormat, keberanian, dan tanggung jawab. Kecintaannya pada budaya Banjar tumbuh seiring dengan tekadnya untuk memperkenalkan kembali tradisi yang mulai terlupakan kepada generasi muda.
Sebagai bentuk nyata dari perjuangan itu, Indra Maulana dipercaya memimpin Organisasi Laung Kuning Banjar DPC Hulu Sungai Selatan, sebuah wadah kebersamaan yang berfokus pada pelestarian adat dan budaya Banjar. Di bawah kepemimpinannya, Laung Kuning Banjar menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berkreasi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap jati diri Banua.
Namun perjuangan Indra tidak berhenti di dunia budaya. Ia juga menapaki jalan wirausaha melalui UMKM Kopi Rempah Ikma, sebuah inovasi yang menggabungkan cita rasa kopi dengan khasiat rempah khas Kalimantan seperti jahe, kapulaga, jintan, kayu manis, dan Lada hitam. Produk ini lahir dari semangat untuk memperkenalkan keunikan rasa dan warisan alam Kalimantan kepada masyarakat luas.
Bagi Indra Maulana, melestarikan budaya bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi juga menciptakan masa depan yang berakar pada jati diri sendiri. Melalui karya, seni, dan usaha yang digelutinya, ia ingin membuktikan bahwa menjadi anak Banua berarti menjadi bagian dari kekuatan yang menjaga, membangun, dan mengharumkan nama Kalimantan di kancah yang lebih luas.