Kalteng
Dialog Kebangsaan, Kapuas Terus Perkuat Harmoni Kerukunan Umat Beragama dan Stabilitas Daerah
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Kerukunan umat beragama merupakan pilar penyangga utama dalam memelihara kelangsungan stabilitas daerah.
Keberagaman yang dimiliki oleh Kabupaten Kapuas harus disikapi secara bijak sebagai sebuah kekayaan budaya dan kekuatan pembangunan bukan sebagai pemecah belah.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Kapuas Dodo yang membacakan sambutan Bupati Kapuas HM Wiyatno pada Kegiatan Dialog Kebangsaan dan Kerukunan Umat Beragama Lintas Pemangku Kepentingan (Stakeholders) Kabupaten Kapuas Tahun 2026 yang digelar FKUB Kabupaten Kapuas di Aula Kantor Bapperida Kapuas Rabu (20/5/2026).
Acara diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kapuas tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda perwakilan FKUB Provinsi Kalimantan Tengah jajaran pengurus FKUB Kapuas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Yunabut para tokoh agama tokoh masyarakat keterwakilan elemen pelajar mahasiswa serta undangan lainnya.
“Kemajemukan harmoni bangsa Indonesia khususnya di Kabupaten Kapuas yang kita cintai ini merupakan karunia sekaligus amanah yang harus kita jaga bersama.
Oleh karena itu saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus merawat toleransi saling menghormati dan memperkuat komitmen kebangsaan guna mewujudkan tatanan kehidupan yang harmonis dan damai,” ujarnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kapuas Ali Damrah mengatakan sasaran kegiatan untuk meningkatkan rasa kerukunan umat beragama di Kabupaten Kapuas.
“Mencegah terjadinya kemungkinan hal-hal yang tidak sesuai dengan kerukunan persatuan dan kesatuan bangsa. Kita sama-sama mempererat rasa persaudaraan di antara seluruh pemangku kepentingan terutama kerukunan umat beragama dan kebangsaan di Kabupaten Kapuas,” katanya.
Sementara itu ketua panitia pelaksana Bidin menyampaikan apresiasi kepada Pemda Kapuas atas dukungannya.
“Tujuan utama dari pertemuan lintas sektor ini adalah meningkatkan partisipasi aktif seluruh stakeholders penguatan wawasan kebangsaan serta penyamaan persepsi dalam merawat kerukunan demi tercapainya iklim daerah yang kondusif aman dan sejahtera,” ujarnya. (Ujg/SB)