Kalteng
Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pendidikan Profesional PHKB Mengawal BOSKIN Terbaik 2026
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Pembekalan dan Pendampingan Penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB) BOSKIN Terbaik Tahun 2026 digelar di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kuala Kapuas, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kadisdik Kapuas Suwarno Muriyat dan menghadirkan M Ariansyah dan Kuskarmen selaku narasumber dari BPMP Provinsi Kalimantan Tengah memberikan pembekalan teknis sekaligus pendampingan kepada peserta dalam menyusun RAB BOSKIN sesuai ketentuan dan prioritas peningkatan mutu pendidikan.
Kegiatan diikuti 40 satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOSKIN) Terbaik Tahun 2026 yang berada di sekitar Kota Kuala Kapuas mengikuti kegiatan secara tatap muka.
Masing-masing sekolah diwakili oleh kepala sekolah bendahara atau operator sekolah agar penyusunan RAB dapat dilakukan secara tepat efektif transparan dan akuntabel.
Kadisdik Kapuas Suwarno Muriyat menegaskan bahwa dana BOSKIN harus dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan perubahan nyata terhadap kualitas pembelajaran dan penguatan tata kelola sekolah.
Kadisdik memaparkan tujuh Program Prioritas Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar (PHKB) sebagai arah pembangunan pendidikan di Kabupaten Kapuas yaitu Guru Kompeten dan Pembelajaran Berkualitas Siswa Berkarakter Kuat dan Berakhlak.
Hebat Gerakan Kamis Berbudaya Penguatan Literasi Numerasi dan Nilai Religius Sekolah Ramah Anak dan Inklusif Bijak Bermedia Digital serta Sekolah Kompetitif dengan Lulusan Siap Bersaing.
Ia menjelaskan seluruh program tersebut dapat diperkuat melalui pemanfaatan BOSKIN yang direncanakan secara matang dan tepat sasaran.
“BOSKIN Terbaik bukan hanya sekadar bantuan pendanaan tetapi merupakan instrumen untuk mendorong lahirnya inovasi dan peningkatan mutu pendidikan,” katanya.
Lebih lanjut Kadisdik mengatakan setiap rupiah yang direncanakan dalam RAB harus benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik guru dan kemajuan sekolah.
“Dalam hal ini penyusunan RAB harus sejalan dengan visi Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Narasumber dari BPMP Provinsi Kalimantan Tengah M Ariansyah menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan memastikan setiap sekolah mampu menyusun RAB sesuai petunjuk teknis berbasis kebutuhan nyata sekolah serta mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Ia mengatakan penyusunan RAB bukan sekadar memenuhi administrasi tetapi merupakan proses perencanaan strategis agar program yang didanai benar-benar berdampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Karena itu kami hadir untuk mendampingi sekolah agar mampu menyusun perencanaan yang efektif efisien dan sesuai regulasi.
“Semakin baik perencanaan yang disusun sekolah semakin mudah pelaksanaan program dan pertanggungjawabannya. Melalui pendampingan ini kami berharap seluruh satuan pendidikan penerima BOSKIN dapat mengoptimalkan dana yang diterima untuk menghasilkan inovasi dan peningkatan mutu pendidikan,” tambah Kuskarmen.
Sementara itu Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdik Kapuas Rachmat PK menambahkan jika Kabupaten Kapuas pada Tahun 2026 memperoleh alokasi BOSKIN Terbaik bagi 60 satuan pendidikan. Untuk memastikan seluruh penerima memperoleh layanan pembekalan yang sama, Disdik Kapuas bersama BPMP Kalteng selenggarakan pula pembekalan dan pendampingan secara Zoom Meeting bagi sekolah-sekolah yang belum dapat mengikuti kegiatan tatap muka.
“Melalui sinergi ini diharapkan seluruh penerima BOSKIN Terbaik mampu menyusun RAB yang berkualitas akuntabel tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang profesional serta mendukung implementasi PHKB sebagai gerakan transformasi pendidikan di Kabupaten Kapuas,” pungkasnya. (Ujg/SB)