Kalsel

Debit Air Bendungan Amandit Capai 2,90 Meter, BPBD HSS Bunyikan Sirine Waspada dan Dirikan Posko Tanggap Darurat

Published

on

Debit air di Bendungan Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dilaporkan telah mencapai ketinggian 2,90 meter. (Foto/Syarif)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Debit air di Bendungan Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dilaporkan telah mencapai ketinggian 2,90 meter, sehingga status waspada hingga siaga diberlakukan. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HSS membunyikan sirine atau alarm peringatan di Markas Komando (Mako) BPBD HSS sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat.

Pembunyian sirine ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada seluruh masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Amandit, agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi luapan Sungai Amandit akibat meningkatnya debit air.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan penanganan bencana, BPBD Kabupaten HSS juga telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Banjir yang berlokasi di kawasan Lapangan Lambung Mangkurat atau Lapangan Voli, sebagai pusat koordinasi, pemantauan, serta pelayanan darurat bagi masyarakat terdampak.

Kepala BPBD Kabupaten HSS menyampaikan bahwa peningkatan debit air ini dipengaruhi oleh curah hujan yang cukup tinggi di wilayah hulu dan sekitarnya, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan permukaan air sungai dalam waktu relatif singkat.

“Dengan dibunyikannya sirine waspada dan siaga serta didirikannya posko tanggap darurat ini, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, memantau perkembangan kondisi air, mengamankan barang-barang penting, serta bersiap apabila sewaktu-waktu diperlukan langkah evakuasi,” ujarnya.

BPBD Kabupaten HSS terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi Bendungan Amandit dan aliran Sungai Amandit, serta menjalin koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan relawan guna memastikan kesiapan penanggulangan bencana.

Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, mengikuti informasi resmi dari BPBD dan pemerintah daerah, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

BPBD Kabupaten HSS mengimbau masyarakat agar segera melapor ke posko atau pihak berwenang terdekat apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan atau muncul kondisi darurat di lingkungan sekitar. [Syarif/SB]

Populer

Exit mobile version