Bengkayang
MABJ Bengkayang Santuni Lima Panti Asuhan di Dua Kecamatan Bengkayang dan Teriak
BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Majelis Adat Budaya Jawa (MABJ) Kabupaten Bengkayang menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan alat tulis ke lima panti asuhan yang tersebar di Kecamatan Bengkayang dan Kecamatan Teriak, Kalimantan Barat, pada Kamis (25/6/2026).
Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai respons nyata atas fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran yang kian membebani biaya operasional Masyarakat terkhusus panti asuhan.
Kegiatan ini dapat terlaksana berkat gotong royong dan sukarela yang dihimpun dari seluruh anggota warga Jawa yang menetap di Kabupaten Bengkayang. Melalui gerakan ini, MABJ berkomitmen turut membantu kebutuhan gizi dan pangan puluhan anak yatim di wilayah tersebut tetap terpenuhi dengan baik.
Puluhan anak yatim menjadi penerima manfaat dalam penyaluran bantuan kali ini. Rasa bahagia dan senyum antusias pun terpancar dari raut wajah anak-anak saat rombongan MABJ tiba membawa paket bantuan harian berupa beras, gula, telur, hingga mi instan.
Bantuan bahan pangan tersebut disalurkan secara merata ke lima titik panti asuhan dengan rincian,
Panti Asuhan Hanna Selenco,27 anak Panti Asuhan Hidayatullah, 20 anak,Panti Asuhan Anugerah, 20 anak,Panti Asuhan Ceria Sekayok 10 anak masingmasing berada di Wilayah Pusat Kota Kecamatan Bengkayang sementara Panti Asuhan Agape Dugkan, Desa Darma Bakti,Kecamatan Teriak 15 anak.
Ketua MABJ Kabupaten Bengkayang, Sutrisno, menyampaikan aksi sosial ini digelar dalam rangka masih dalam situasi memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tahun 2026, sekaligus sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.
“Kami keluarga besar MABJ bersilaturahmi ke panti asuhan sekaligus menyerahkan bantuan sembako dalam rangka Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Paket bantuan ini merupakan wujud kepedulian warga Jawa melalui keorganisasian yang ada di Kabupaten Bengkayang. Semoga bantuan ini bermanfaat. Mohon jangan dilihat dari besar nominalnya, namun yang paling penting adalah niat murni dan tulus dari kami,” ungkap Sutrisno saat diwawancarai di lokasi.
MABJ juga memberikan perhatian khusus pada sektor pendidikan agar anak-anak panti tetap bersemangat dalam mengejar impian mereka.
“Selain sembako, kami juga menyerahkan bantuan pendidikan berupa buku dan alat tulis. Kami berharap bantuan ini dapat mendukung anak-anak di panti asuhan untuk menempuh pendidikan yang lebih baik dan mewujudkan cita-cita mereka,” tambah Sutrisno.
Kehadiran keluarga besar MABJ disambut dengan rasa syukur mendalam oleh para pengurus panti asuhan yang selama ini harus memutar otak di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
Pengurus Panti Asuhan Hidayatullah Bengkayang, Ustadz Ali Imron, menyampaikan terima kasih atas kepedulian MABJ yang dinilainya hadir di waktu yang sangat tepat.
”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga besar MABJ Bengkayang. Bantuan ini jelas meringankan beban kami dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari anak-anak,” tutur Ustadz Ali Imron.
Ustadz Ali Imron menyatakan panti asuhan dibawah kepengurusan nya ini berasal dari berbagai etnis bukan hanya satu Suku saja.
“ Panti Asuhan Hidayatullah ini bukan hanya dihuni satu suku tertentu, Anak-anak yatim yang kami asuh disini berasal dari berbagai suku, semua tidak ada yang di beda-bedakan ” Tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Mis Tata selaku Pengurus Panti Asuhan Anak Ceria Bengkayang berharap aksi kemanusiaan ini dapat menginspirasi pihak-pihak lain.
”Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami, tidak hanya sembakonya tetapi juga alat tulisnya. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Tuhan dan menjadi pemantik bagi masyarakat luas agar lebih peduli pada pendidikan serta kesejahteraan anak yatim di Bengkayang,” kata Mis Tata.
Dengan bantuan sembako dan terpenuhinya gizi dan kebutuhan pokok harian, anak-anak yatim ini diharapkan dapat kembali fokus belajar tanpa harus khwatir memikirkan pemenuhan pangan harian.
Langkah nyata MABJ Bengkayang ini juga menjadi bagian dari upaya kolektif elemen masyarakat untuk meredam dampak gejolak ekonomi, sekaligus menjaga situasi kamtibmas di daerah agar tetap kondusif, aman, dan tertib.(Robin)