Kalteng
Polres Kapuas Gelar FGD Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Polres Kapuas Kalteng menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Tingang Menteng Panunjung Tarung Polres Kapuas
merupakan bagian dari Serdik Sespimmen Polri Dikreg Ke-67 Tahun Anggaran (TA) 2026 yang diikuti 10 peserta. Para serdik didampingi Kombes Pol Eka Djunaidi dan Kombes Pol Andi Sofian.
Hadir PJU para kapolsek dan Bhabinkamtibmas. Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari diwakili Wakapolres Kapuas Kompol Susilowati.
Wakapolres Kapuas Kompol Susilowati mengatakan FGD bertujuan bagaimana penanganan karhutla serta dampak yang ditimbulkan.
“Dalam hal ini bagaimana upaya pemerintah daerah dan kepolisian dalam mencegah dan menangani kebakaran. Kapuas termasuk lima besar dalam upaya penanggulangan karhutla di Polda Kalimantan Tengah,” katanya.
Ia menjelaskan berdasarkan Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 5 September 2026, tercatat 17.371 hotspot dan 198 kejadian karhutla.
Luasan lahan terbakar mencapai 1.530,92 hektare. Pemadaman darat telah dilakukan 146 kali dan pengecekan karhutla/hotspot sebanyak 89 kali meski tidak terdapat korban meninggal maupun luka-luka.
Ia menjelaskan pula sejumlah wilayah hulu menjadi perhatian di antaranya Sungai Hanyo Kapuas Tengah Kapuas Murung dan Pasak Talawang. Karhutla juga terjadi di Desa Tabore dan Katunjung.
Kemudian delapan wilayah menjadi titik prioritas pemadaman. Yakni Kapuas Tengah Mantangai Timpah Dadahup Kapuas Murung Kapuas Timur Basarang dan Kapuas Barat. “Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam pemadaman,” jelasnya.
Sementara itu Kombes Pol Eka Djunaidi mengatakan FGD menjadi momentum bertatap muka dengan anggota kepolisian dan pemerintah daerah untuk berbagi pengalaman terkait penanganan karhutla.
“Karhutla terjadi setiap musim kemarau panjang. Oleh Karena itu penanganannya harus dilakukan bersama termasuk melibatkan masyarakat,” ujarnya. (Ujang/SB)