Kalteng

BNPB Apresiasi Tata Kelola Data Penanganan Karhutla di Kapuas

Published

on

BNPB pada kunjungan ke Pusdalops Posko Induk Karhutla dan Kekeringan Kantor BPBD Kapuas. (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan kunjungan ke Posko Induk Karhutla dan Kekeringan di Kantor BPBD Kabupaten Kapuas Minggu (4/10/2026).

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas mendapat perhatian khusus dari tim pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“BNPB apresiasi terkait penanganan di lapangan tata kelola data yang disajikan Posko Induk Karhutla dan Kekeringan karena dinilai informatif dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Prof Dirwansyah dan Prof Ivan Elisabeth saat mengunjungi Pusdalops Posko Induk Tim Terpadu Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kapuas.

Ia menilai penyajian data tersebut sudah memenuhi kebutuhan evaluasi penanganan bencana secara menyeluruh. Oleh karena itu harus didukung data faktual agar dapat menjadi dasar menentukan langkah berikutnya.

“Seluruh kegiatan penanganan bencana seharusnya tersaji dalam data faktual sebagaimana di Kabupaten Kapuas ini.
Data tersebut sangat bermanfaat sebagai bahan evaluasi komprehensif untuk langkah-langkah ke depan,” ujarnya.

Prof Ivan Elisabeth menyoroti keterhubungan data kesehatan, khususnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menurutnya data dari sembilan posko dan seluruh puskesmas di kecamatan telah terkoordinasi dengan baik. “Paparan ini sangat inovatif. Terkait dampak kesehatan, khususnya kasus ISPA sudah terkoordinasi dan terkoneksi dengan baik,” katanya.

Meski begitu ia mengingatkan perlunya perhatian khusus terhadap kelompok rentan, seperti penderita stunting ibu hamil, dan lansia yang turut terdampak karhutla dan kabut asap.

Sementara itu Kalaksa BPBD Kapuas Pangeran S Pandiangan menyambut positif kunjungan dan arahan dari tim BNPB.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan karhutla yang melibatkan BPBD TNI Polri Brimob Manggala Agni Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga relawan. “Sinergi seluruh unsur sangat dibutuhkan karena kondisi di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala,” tegasnya.

Ia melanjutkan pemadaman melalui jalur darat masih menjadi andalan. Kabut asap yang mengganggu jarak pandang menjadi kendala dalam penanganan melalui udara.

“Akses menuju sejumlah titik Karhutla yang berada di kawasan terpencil terutama lahan gambut dan wilayah perbatasan juga menjadi tantangan. Karena itu perpanjangan pelaksanaan OMC diharapkan dapat membantu penanganan Karhutla di wilayah Kapuas,” ujarnya. (Ujang/SB)

Populer

Exit mobile version