Kalteng
Kolaborasi Dengan Balai Bahasa Disdik Kapuas Perkuat Budaya dan Bahasa Daerah Serta Pelaksanaan Bimtek Guru Muatan Lokal Jenjang SMP
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperkuat pembelajaran muatan lokal meningkatkan literasi dan melestarikan budaya daerah melalui dua kegiatan pendidikan yang dipusatkan di Kapuas dibuka oleh Kadisdik Kapuas Suwarno Muriyat Selasa (20/10) pagi.
Kegiatan tersebut meliputi Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Muatan Lokal jenjang SMP yang diikuti 25 sekolah selama tiga hari di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas serta Uji Keterbacaan Buku Cerita Anak Dwibahasa Kalimantan Tengah Tahun 2026 bagi siswa kelas III di SDN 5 Selat Hilir.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Suwarno Muriyat yang mewakili Pemerintah Kabupaten Kapuas menyampaikan terima kasih atas kolaborasi Balai Bahasa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelestarian bahasa serta budaya daerah.
“Penguatan muatan lokal bukan sekadar pembelajaran di kelas tetapi juga upaya membangun generasi yang cerdas berkarakter dan bangga terhadap identitas budayanya. Ini sejalan dengan semangat Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar atau
PHKB,” katanya.
Ia mengatakan kedua kegiatan tersebut mendukung program prioritas PHKB terutama peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran penguatan literasi serta Gerakan Kamis Berbudaya untuk melestarikan nilai dan tradisi lokal.
“Oleh karena itu melalui bimtek guru diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran muatan lokal yang kreatif dan kontekstual,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan uji keterbacaan buku cerita dwibahasa bertujuan memastikan bahan bacaan sesuai dengan kemampuan siswa sekaligus memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Kalimantan Tengah sejak dini.
Sementara itu Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Sukardi Gau mengapresiasi komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mendukung pengembangan bahasa dan sastra. Komitmen tersebut menjadi salah satu alasan kedua kegiatan dipusatkan di Kapuas.
“Kolaborasi ini diharapkan memperkuat implementasi PHKB melalui semangat koordinasi, kolaborasi, dan konsistensi, sekaligus melahirkan generasi Kapuas yang literat, berkarakter, berdaya saing, dan tetap berakar pada budaya lokal,” ujarnya. (Ujang/SB)