Banjarmasin
Gubernur Kalsel Resmikan Tiket Barito River Cruise Via Aksel By Bank Kalsel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai upaya mendorong digitalisasi transaksi dan mendukung sektor pariwisata di Kalimantan Selatan. Bank Kalsel bersama PT Ambang Barito Nusapersada resmi meluncurkan layanan pembelian tiket Barito River Cruise melalui aplikasi mobile banking Aksel by Bank Kalsel.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Ambang Barito Nusapersada (AMBAPERS), Zulfadli Gazali dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, dengan didampingi Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Muhidin.
Turut menyaksikan juga, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan, Perwakilan Wali Kota Banjarmasin, Plt. Direktur Utama PT Bangun Banua Kalimantan Selatan, Direktur Operasional Bank Kalsel, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Kepala Cabang Utama Banjarmasin serta seluruh hadirin yang berhadir, pada tanggal 12 Februari 2025, bertempat di Jl. Barito Hilir Trisakti No. 6, Banjarmasin, Kalimantan Selatan – Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Dalam Sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat sektor ekonomi dan pariwisata daerah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Bank Kalsel dan PT Ambapers yang menghadirkan kemudahan akses bagi masyarakat untuk menikmati wisata sungai di Kalimantan Selatan. Digitalisasi pembayaran seperti ini akan mempermudah wisatawan sekaligus meningkatkan efisiensi bagi penyelenggara,” ujar Muhidin.
Direktur Utama PT Ambang Barito Nusapersada, Zulfadli Gazali juga menekankan bahwa kehadiran layanan ini akan semakin memperluas jangkauan wisata Barito River Cruise.
“Melalui aplikasi Aksel by Bank Kalsel, calon penumpang bisa lebih mudah mendapatkan tiket kapan saja dan di mana saja, tanpa harus datang langsung ke lokasi pembelian tiket. Ini adalah langkah maju bagi industri pariwisata berbasis sungai,” ungkap Zulfadli.
Dilain Waktu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin juga menjelaskan bahwa kehadiran fitur pembelian tiket ini merupakan bagian dari transformasi digital Bank Kalsel dalam memberikan layanan perbankan yang lebih inovatif.
“Kami ingin menjadikan Aksel by Bank Kalsel sebagai solusi keuangan yang tidak hanya untuk transaksi perbankan biasa, tetapi juga mempermudah kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal pariwisata. Kerja sama ini adalah bentuk dukungan kami terhadap pengembangan wisata di Kalimatan Selatan dan juga diharapkan lebih banyak lagi wisatawan yang tertarik untuk menjelajahi keindahan Sungai Barito dengan kemudahan dalam melakukan transaksi secara digital,” pungkas Fachrudin. [adv/ad]
Bagikan keBanjarmasin
Tumbuh Bersama Banua, Perjalanan 62 Tahun Bank Kalsel Melayani dan Menguatkan Ekonomi Daerah
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dalam perjalanan waktu, bank bukan sekadar tempat menyimpan uang atau melakukan transaksi. Bank juga menjadi bagian dari perjalanan hidup masyarakat. Hal itulah yang terus diupayakan oleh Bank Kalsel selama lebih dari enam dekade melayani masyarakat Kalimantan Selatan.
Setahun terakhir, Bank Kalsel hadir di berbagai momen kehidupan masyarakat. Di balik setiap layanan yang diberikan, terdapat wajah, cerita, dan harapan yang ingin diwujudkan bersama. Bank Kalsel terus berupaya mendekatkan layanan agar semakin mudah diakses, aman digunakan, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena bagi Bank Kalsel, melayani seharusnya tidak rumit dan tidak berjarak.
Sepanjang tahun 2025, Bank Kalsel juga terus memperkuat berbagai layanan dan inovasi untuk membuka akses keuangan yang lebih luas. Dari desa hingga kota, Bank Kalsel berupaya menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui dukungan terhadap pelaku usaha lokal. Bank Kalsel hadir mendampingi para pelaku UMKM agar dapat tumbuh dan berkembang, sekaligus memberi dampak bagi perekonomian daerah. Kami meyakini bahwa ekonomi Kalimantan Selatan akan bergerak lebih kuat ketika masyarakatnya diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang.
Upaya yang dilakukan Bank Kalsel dalam memperkuat layanan dan kontribusi bagi daerah juga mendapat apresiasi melalui berbagai penghargaan di tingkat regional maupun nasional. Namun bagi Bank Kalsel, penghargaan terbesar tetaplah kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.
Lebih dari sekadar lembaga keuangan, Bank Kalsel juga berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya melalui layanan di kantor maupun kanal digital, tetapi juga melalui berbagai kegiatan bersama komunitas dan masyarakat. Melalui ruang-ruang interaksi tersebut, Bank Kalsel tidak hanya menghadirkan layanan, tetapi juga mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara langsung.
Memasuki usia ke-62 tahun, Bank Kalsel mengusung semangat “Tumbuh Bersama untuk Banua yang Lebih Baik.” Lebih dari enam dekade perjalanan ini menjadi bukti komitmen Bank Kalsel untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memperkuat peran dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Digitalisasi layanan terus diperkuat agar masyarakat dapat mengakses layanan perbankan dengan lebih cepat, aman, dan praktis. Di saat yang sama, Bank Kalsel juga terus memperluas kesiapan layanan agar mampu menjawab kebutuhan ekonomi yang semakin berkembang, termasuk dalam mendukung konektivitas ekonomi yang lebih luas.
Bagi Bank Kalsel, pertumbuhan bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang bagaimana setiap langkah yang diambil dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pemegang saham, nasabah, mitra kerja, serta seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus melangkah maju, mendukung para pelaku usaha, serta menjadi bagian penting dalam mendorong ekonomi daerah yang semakin berdaya saing.
Terima kasih kepada seluruh nasabah, pemegang saham, mitra kerja, dan masyarakat Kalimantan Selatan atas kepercayaan yang terus diberikan. Bank Kalsel, Setia Melayani, Melaju Bersama. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Terus Ingatkan Nasabah akan Bahaya Penipuan Online atau Phising
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel tidak henti hentinya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan daring (online), khususnya modus phising yang kian marak.
Phising merupakan praktik penipuan yang bertujuan mencuri data pribadi sensitif seperti PIN, kata sandi (password), kode OTP, hingga informasi rekening dengan menyamar sebagai pihak resmi.
Mengutip laman resmi Bank Kalsel pada Sabtu (7/2/2026), terdapat beberapa modus operandi yang sering digunakan pelaku untuk menjerat korban.
Pertama, modus telepon palsu. Dalam modus ini, pelaku menghubungi korban dengan mengaku sebagai pegawai bank atau instansi resmi lainnya.
Yang kedua, pesan elektronik rerinfeksi. Yakni, berupa pengiriman tautan palsu melalui email atau aplikasi pesan singkat dengan iming-iming hadiah atau undangan digital.
Ketiga, impersonasi atau teknik penyamaran dengan meniru identitas, gaya bicara, hingga perilaku rekan kerja atau atasan korban untuk mendapatkan kepercayaan.
Keempat, aplikasi palsu, yakni penggunaan aplikasi yang menyerupai platform resmi, namun dirancang khusus untuk mencuri data pengguna.
Sebagai langkah antisipasi, Bank Kalsel membagikan tips aman agar terhindar dari phising. Antaa lain, jangan pernah memberikan kode OTP atau password kepada siapa pun, hindari mengeklik tautan yang mencurigakan, jangan mengunduh berkas atau file dari sumber yang tidak resmi. Dan pastikan tidak memasukkan data pribadi ke dalam situs web yang tidak dikenal atau tidak terverifikasi. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
TPID Kalsel Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang HBKN Idulfitri 1447 Hijriah
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas pemangku kepentingan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.
Upaya tersebut dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, pada Senin (16/3/2026). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan, Badan Pusat Statistik (BPS), Instansi Vertikal, BUMN, Perumda, serta SKPD yang tergabung dalam anggota TPID provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri melalui penguatan koordinasi lintas instansi, pengawasan perkembangan harga komoditas, serta pelaksanaan berbagai langkah intervensi apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menyampaikan sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian TPID dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Beberapa isu utama antara lain potensi kenaikan harga komoditas pangan menjelang Idulfitri, risiko peningkatan harga emas terhadap inflasi daerah, serta dinamika global yang berpotensi mempengaruhi harga energi dan biaya distribusi.
Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, TPID mendorong penguatan langkah pengendalian inflasi melalui berbagai strategi, antara lain peningkatan produksi komoditas pangan strategis seperti cabai dan daging ayam ras, optimalisasi peran BUMD pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi, serta penguatan kebijakan berbasis data melalui pengembangan early warning system untuk memantau pergerakan harga dan ketersediaan pasokan secara lebih antisipatif.
Selain itu, TPID juga mendorong pelaksanaan berbagai langkah pengendalian inflasi seperti intensifikasi operasi pasar atau pasar murah, penguatan kerja sama antar daerah untuk menjaga keseimbangan pasokan, serta penguatan komunikasi kepada masyarakat terkait pengelolaan konsumsi dan keuangan secara bijak.
Pada sesi pemaparan materi, Fachri Ubadiyah selaku Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Kalimantan Selatan sebagai narasumber menyampaikan perkembangan inflasi terkini di daerah. Berdasarkan data BPS, pada Februari 2026 Kalimantan Selatan mencatat inflasi sebesar 0,86% (month-to-month) atau meningkat dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 0,20%. Secara tahunan, inflasi tercatat 5,97% (year-on-year) yang antara lain dipengaruhi oleh efek basis rendah dari kebijakan diskon tarif listrik pada periode sebelumnya serta kenaikan harga emas perhiasan.
Secara spasial, beberapa wilayah masih mencatat tekanan inflasi yang relatif lebih tinggi, antara lain Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Kotabaru. Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, serta beras. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan TPID dalam merumuskan langkah pengendalian inflasi yang lebih tepat sasaran.
Melalui HLM ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang HBKN Idulfitri 1447 Hijriah.*TPID Kalsel Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang HBKN Idulfitri 1447 H*
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas pemangku kepentingan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.
Upaya tersebut dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, pada Senin (16/3/2026). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan, Badan Pusat Statistik (BPS), Instansi Vertikal, BUMN, Perumda, serta SKPD yang tergabung dalam anggota TPID provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri melalui penguatan koordinasi lintas instansi, pengawasan perkembangan harga komoditas, serta pelaksanaan berbagai langkah intervensi apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan di masyarakat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menyampaikan sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian TPID dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Beberapa isu utama antara lain potensi kenaikan harga komoditas pangan menjelang Idulfitri, risiko peningkatan harga emas terhadap inflasi daerah, serta dinamika global yang berpotensi mempengaruhi harga energi dan biaya distribusi.
Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, TPID mendorong penguatan langkah pengendalian inflasi melalui berbagai strategi, antara lain peningkatan produksi komoditas pangan strategis seperti cabai dan daging ayam ras, optimalisasi peran BUMD pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi, serta penguatan kebijakan berbasis data melalui pengembangan early warning system untuk memantau pergerakan harga dan ketersediaan pasokan secara lebih antisipatif.
Selain itu, TPID juga mendorong pelaksanaan berbagai langkah pengendalian inflasi seperti intensifikasi operasi pasar atau pasar murah, penguatan kerja sama antar daerah untuk menjaga keseimbangan pasokan, serta penguatan komunikasi kepada masyarakat terkait pengelolaan konsumsi dan keuangan secara bijak.
Pada sesi pemaparan materi, Fachri Ubadiyah selaku Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Kalimantan Selatan sebagai narasumber menyampaikan perkembangan inflasi terkini di daerah. Berdasarkan data BPS, pada Februari 2026 Kalimantan Selatan mencatat inflasi sebesar 0,86% (month-to-month) atau meningkat dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 0,20%. Secara tahunan, inflasi tercatat 5,97% (year-on-year) yang antara lain dipengaruhi oleh efek basis rendah dari kebijakan diskon tarif listrik pada periode sebelumnya serta kenaikan harga emas perhiasan.
Secara spasial, beberapa wilayah masih mencatat tekanan inflasi yang relatif lebih tinggi, antara lain Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Kotabaru. Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, serta beras. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan TPID dalam merumuskan langkah pengendalian inflasi yang lebih tepat sasaran.
Melalui HLM ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang HBKN Idulfitri 1447 Hijriah. [rls-bi]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Libur Layanan Operasional 18–24 Maret 2026, Transaksi Bisa Lewat Mobile Banking dan ATM
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Menyambut libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Kalsel menyesuaikan operasional layanan perbankannya.
Dalam pengumuman resmi, operasional kantor bank akan libur pada 18 hingga 24 Maret 2026, seiring rangkaian libur Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri. Selama periode tersebut, layanan Weekend Banking juga ditiadakan sementara mengikuti ketentuan hari libur nasional dan cuti bersama.
Meski demikian, Bank Kalsel memastikan aktivitas transaksi nasabah tetap dapat dilakukan secara normal melalui berbagai layanan e-channel, seperti mobile banking, ATM, dan fasilitas digital lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan transaksi masyarakat tetap terpenuhi selama masa libur panjang.
Manajemen Bank Kalsel juga mengimbau nasabah untuk memanfaatkan layanan digital guna menghindari kendala transaksi selama kantor operasional tutup sementara.
Bagi nasabah yang memerlukan informasi lebih lanjut, Bank Kalsel menyediakan layanan Call Center 0800 1122 000 yang tetap dapat diakses selama periode libur.
Penyesuaian operasional ini menjadi bagian dari komitmen Bank Kalsel dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan kesiapan sistem perbankan menghadapi lonjakan transaksi menjelang dan setelah Idul Fitri. [adv/]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Gelar RUPS Tahun Buku 2025 dan Kesiapan Layanan Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai bagian dari agenda tahunan perusahaan dalam mengevaluasi kinerja serta menetapkan arah strategis perusahaan ke depan. Bank Kalsel telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 pada hari Rabu, 4 Maret 2026 bertempat di Rattan In Hotel Banjarmasin. Pelaksanaan RUPS ini menjadi momentum penting bagi Bank Kalsel untuk memperkuat kinerja perusahaan, meningkatkan tata kelola yang baik, serta memastikan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri perbankan.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bahwa RUPS merupakan forum strategis bagi perusahaan dalam menyampaikan laporan kinerja kepada para pemegang saham sekaligus membahas berbagai agenda penting yang berkaitan dengan pengembangan bisnis Bank Kalsel ke depan.
“RUPS Tahun Buku 2025 menjadi momentum bagi Bank Kalsel untuk mengevaluasi capaian kinerja perusahaan sekaligus memperkuat strategi bisnis ke depan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan ekonomi daerah,” ujar Fachrudin.
Seiring dengan pelaksanaan agenda korporasi tersebut, Bank Kalsel juga memastikan kesiapan operasional layanan perbankan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Adapun untuk operasional layanan Bank Kalsel akan tutup sementara pada periode 18 hingga 24 Maret 2026 sehubungan dengan libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. mengingat periode Lebaran merupakan salah satu momen dengan aktivitas transaksi keuangan tertinggi setiap tahunnya, untuk mengantisipasi peningkatan transaksi tersebut, Bank Kalsel telah melakukan berbagai langkah penguatan, khususnya pada jaringan ATM dan Cash Recycling Machine (CRM) yang tersebar di berbagai wilayah.
Langkah yang dilakukan antara lain melalui preventive maintenance mesin ATM, termasuk pembersihan dan pengecekan serta pemeriksaan perangkat secara berkala. Bank Kalsel juga menyiapkan petugas, guna memastikan kelancaran operasional dan penanganan gangguan teknis pada mesin ATM selama periode Ramadan dan libur Lebaran.
Dari sisi likuiditas, Bank Kalsel telah melakukan proyeksi arus kas guna memastikan ketersediaan dana dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode tersebut, berdasarkan proyeksi internal perusahaan, total dana masuk (cash in) diperkirakan mencapai sekitar Rp3,87 triliun.
Sementara itu, total proyeksi dana keluar (cash out) diperkirakan sebesar Rp1,41 triliun, yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi masyarakat, antara lain penyediaan likuiditas transaksi BI Fast selama periode libur Lebaran, pembayaran THR ASN dan pegawai swasta, serta pengisian kas ATM dan CRM di seluruh jaringan Bank Kalsel.
Per tanggal 11 Maret 2026, posisi kas Bank Kalsel tercatat sebesar Rp507 miliar, yang terdiri dari Rp426 miliar kas fisik di khasanah dan Rp81 miliar kas pada mesin ATM, sehingga dinilai cukup untuk mengantisipasi kebutuhan penarikan dana oleh nasabah.
Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi menjelang hari raya, Bank Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap terjadi menjelang Idul Fitri, seperti phishing melalui tautan palsu, penipuan undian hadiah, maupun permintaan kode OTP oleh pihak yang mengaku sebagai petugas bank. Bank Kalsel menegaskan bahwa bank tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP kepada nasabah melalui telepon, pesan singkat, email, ataupun media sosial.
Lebih lanjut, Fachrudin juga menyampaikan bahwa Bank Kalsel berkomitmen untuk memastikan kelancaran seluruh layanan perbankan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi peningkatan aktivitas transaksi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, Bank Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap muncul menjelang momentum hari raya.
“Kami memahami bahwa menjelang Idul Fitri aktivitas transaksi masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan. Oleh karena itu, Bank Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif baik dari sisi kesiapan operasional layanan, penguatan jaringan ATM dan CRM, maupun ketersediaan likuiditas agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan lancar selama periode Ramadan hingga libur Lebaran,” tambahnya.
Melalui berbagai langkah kesiapan tersebut, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus memberikan layanan perbankan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat, sekaligus menjaga kinerja perusahaan yang berkelanjutan melalui pelaksanaan RUPS Tahun Buku 2025. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Gandeng Baznas dan UPZ Bank Kalsel, Kemenag Kota Banjarmasin Tebar Keberkahan di Bulan Ramadan 1447 H
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarmasin, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan bertajuk “Tebar Harapan Ramadan 1447 H”. Kamis (12/03/2026) di Aula Bararakatan Kemenag Kota Banjarmasin.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag (Ka.Kankemenag) Kota Banjarmasin, H. Saipudin, S.Ag., M.Pd.I., didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU), serta para Kepala Seksi (Kasi) dan Penyelenggara di lingkungan Kemenag Kota Banjarmasin. Turut hadir pula Ketua Baznas Kota Banjarmasin, perwakilan Bank Kalsel, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Banjarmasin, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kota Banjarmasin beserta jajaran.
Pada kegiatan inii, sebanyak 205 paket sembako disalurkan kepada para penerima manfaat. Adapun rincian bantuan tersebut terdiri dari 100 paket dari Baznas Kota Banjarmasin, 100 paket dari UPZ Bank Kalsel, dan 5 paket dari (IPARI Kota Banjarmasin.
Dalam sambutannya, Kakankemenag Kota Banjarmasin, H. Saipudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian bersama dalam membantu masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.
“Melalui kegiatan Tebar Harapan Ramadan ini, kita berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
H. Saipudin juga menegaskan bahwa sinergi antara Kementerian Agama, Baznas, lembaga keuangan, dan organisasi profesi seperti IPARI merupakan langkah positif untuk memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh para pejabat yang hadir kepada perwakilan penerima. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan solidaritas sosial terus tumbuh, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Memperingati Malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah dan Santunan Dalam Rangkaian Acara HUT Ke-62
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bertepatan dengan malam ke-15 Ramadhan 1447 H, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyelenggarakan kegiatan peringatan Malam Nuzulul Qur’an. Acara ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga menjadi momentum berbagi dalam rangkaian perayaan HUT Bank Kalsel yang ke-62.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 dihadiri langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin yang menunjukkan komitmen Bank Kalsel untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya melalui penyaluran bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam acara tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis kepada beberapa penerima manfaat, di antaranya:
• Santunan Anak Yatim Piatu: Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan anak-anak yatim.
• Santunan Anak Tahfidz: Dukungan bagi para penghafal Al-Qur’an agar terus semangat dalam menjaga kalam illahi.
• Santunan Kaum Masjid: Apresiasi bagi para penjaga dan pengurus rumah ibadah yang telah mengabdi kepada umat.
• Bantuan Rombong Barakah: Secara khusus diserahkan kepada Ibu Milawati anak dari pensunan pegawai Bank Kalsel, almarhum Bapak Suni Asibidin sebagai sarana penunjang kemandirian ekonomi.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar kepedulian sosial perusahaan. Melalui UPZ Bank Kalsel, dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung serta mendukung sarana keagamaan,” ungkap Fachrudin.
Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv]
Rekening Zakat, Infak dan Sedekah :
Bank Kalsel Syariah :
6500844928 (Zakat)
6500846214 (Infak dan sedekah)
A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel
Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel: 0811505153
#UPZBankKalsel #bankkalsel #bankkalselsyariah #Baznas #BaznasKalsel
-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

