Kalsel
DPP Gerindra Keluarkan Surat Tugas Kepada H Udin Anshar Dan H Suriani Untuk Maju Pilkada HSS
KANDANGAN, Suaraborneo.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengeluarkan surat tugas kepada H Syafruddin Noor atau H Udin Anshar dan H Suriani untuk maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) 27 November mendatang.
Penyerahan surat tugas tersebut Perwakilan dari DPP Gerindra yang juga Korwil Provinsi Kalimantan Selatan Randy Effendi dikantor DPP Gerindra di Jakarta Selatan kepada H. Suriani yang mewakili H Udin Anshar pada hari Senin (8/7/2024).
Bakal calon wakil bupati HSS H Suriani mengatakan dalam surat tugas tersebut terdapat lima poin penting untuk segera dilaksanakan yakni, pertama, berkoordinasi dengan pengurus DPD, DPC, PAC, dan Pimpinan ranting Gerindra.
“Koordinasi dengan seluruh elemen Gerindra untuk menyusun dan melaksanakan kerja pemenangan di Kabupaten HSS,” katanya.
H Suriani mengucapkan terima kasih kepada Partai Gerindra dengan dikeluarkannya surat tugas ini, bahwa kami telah dipercaya untuk maju dalam kontestasi Pilkada kabupaten HSS.
“Kami minta doa kepada masyarakat yang mendukung kami, mudah-mudahan berjalan lancar kedepannya dan bisa membangun HSS jadi lebih baik lagi, kami berkomitmen berjuang bersama untuk mensejahterakan Masyarakat,” kata H Suriani bakal calon wakil kepala daerah HSS.
Sementara itu, Ketua DPC HSS Surya Rizani menambahkan bersama dengan ketua DPD Kalsel Hj Mariana akan segera menindaklanjuti Surat Tugas tersebut kepengurus sampai tingkat PAC dan ranting di wilayah penugasan tersebut dan juga akan menjalin hubungan koalisi untuk memenuhi persyaratan 20%.
“Partai Gerindra sudah mendapatkan tiga kursi untuk DPRD HSS pada pemilu 2024 lalu,” pungkasnya.
Selain itu, Partai Gerindra juga akan melaksanakan kerja terukur untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas bakal calon kepala daerah dan bakal calon wakil kepala daerah dan partai gerindra. (azifa)
Bagikan keBanjarmasin
Dukung UMKM Perluas Transaksi Digital, Bank Kalsel Buka Stand di Pasar Wadai Ramadan 2026
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali ambil bagian dalam kemeriahan Pasar Wadai Ramadan 1447 H/2026 dengan membuka stand layanan perbankan dan promosi produk unggulan.
Kehadiran bank pembangunan daerah ini diharapkan mampu mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperluas transaksi non-tunai melalui sistem pembayaran digital.
Pasar Wadai Ramadan 2026 secara resmi dibuka oleh Wagub Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman yang menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak, termasuk perbankan daerah, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat selama bulan suci.
Direktur Bisnis Bank Kalsel Akhmad Fauzi Noor disela2 pembukaan Pasar Wadai menyampaikan, partisipasi tersebut merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam memperkuat ekosistem UMKM lokal.
Melalui stand yang dibuka selama pelaksanaan Pasar Wadai, Bank Kalsel menghadirkan berbagai layanan, mulai dari pembukaan rekening, edukasi literasi keuangan, hingga informasi produk pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM. Kami ingin memastikan mereka tidak hanya mendapatkan peningkatan penjualan, tetapi juga akses layanan keuangan yang lebih mudah dan modern,” ujar Fauzi Noor Saat mewakili Direktur Utama Bank Kalsel H Fachruddin, Jum’at (20/9/2026).
Tak hanya itu, Bank Kalsel juga aktif mendorong penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran utama di area Pasar Wadai.
Para pedagang difasilitasi penggunaan QRIS guna mempermudah transaksi sekaligus meningkatkan keamanan dan efisiensi.
Sebagai daya tarik tambahan, Bank Kalsel menghadirkan berbagai program cashback bagi nasabah dan pengunjung yang bertransaksi menggunakan QRIS Bank Kalsel.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke transaksi digital sekaligus mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai.
Langkah tersebut dinilai strategis, mengingat Pasar Wadai Ramadan setiap tahunnya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan perputaran uang yang cukup besar.
Dengan digitalisasi transaksi, Bank Kalsel optimistis mampu membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan transparansi keuangan usaha.
Keikutsertaan Bank Kalsel di Pasar Wadai Ramadan 2026 pun menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat peran sebagai bank kebanggaan Banua yang hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadan yang sarat nilai kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi lokal. [adv]
Bagikan keBarito Kuala
Afi Korban Kapal Virgo, Sebulan Lalu Sempat Bikin SIM A untuk Keperluan Kerja
BATOLA, SuaraBorneo.com – Hingga memasuki hari keenam (Jumat/18/9/2026) terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 kini masih menyisakan 129 penumpang yang dinyatakan hilang. Satu diantaranya adalah Avejaya atau sering dipanggil Afi warga Komplek Bakti Karya II RT 53 Semangat Dalam, Alalak, Batola Kalsel.
Afi seminggu sebelumnya pulang ke kampung halamannya karena ada acara keluarga, di rumah orangtuanya di Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember Jatim. Saudaranya di Jember sempat memberi saran kalau cuaca buruk tidak usah berangkat, menunggu cuaca baik. Tapi karena sudah punya rencana kerja di Banjarmasin, Afi sudah menjadwalkan/beli tiket berangkat naik kapal Virgo Transport 8 pada Sabtu (12/9/2026) menuju Banjarmasin.
“Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”, hingga kini Afi masih dinyatakan hilang termasuk dalam daftar penumpang kapal Virgo Transport 8 yang masih dalam pencarian Tim SAR gabungan.
Afi sebelumnya juga pernah merantau ke wilayah Kaltim, sempat bekerja di sana. Namun kurang lebih 2,5 tahun terakhir mengadu nasib di Kalsel. Ia pun ikut bekerja di Bengkel Ridho Komplek Korpri, Griya Permata Alalak Batola. Karena ia juga mahir menyetir mobil, iapun sering membantu membawa mobil pick up ke beberapa wilayah Kalteng.
Karena saat itu SIM-nya sudah lama mati, maka kurang lebih sebulan yang lalu (Agustus 2026) Afi pun membuat SIM A ke Banjarbaru. 8″Ya sekitar sebulan yang lalu Afi sudah membikin SIM A, karena hampir setiap minggu selalu bepergian ke luar daerah membawa barang-barang bahan bangunan. Barang tersebut punya tetangga di komplek ini juga sudah lama pulang pergi ke Kalteng,” jar Ramliannoor pemilik Bengkel Ridho tempat Afi bekerja.
Kini musibah kapal Virgo Transport 8 sudah memasuki hari ke-6, sebagian penumpang yang selamat sudah ada yang pulang, sebagian lagi masih dirawat di rumah sakit di Banjarmasin. Korban meninggal juga akan dipulangkan jenazahnya ke tempat keluarganya masing-masing, semuanya menjadi tanggungjawab perusahaan kapal tersebut.
Dari 243 penumpang kapal Virgo Transport 8, sebanyak 129 penumpang masih belum diketemukan. Upaya evakuasi kapal yang tenggelam pun terus dilakukan Tim SAR gabungan. Keluarga korban juga menunggu kabar, baik dalam keadaan selamat maupun meninggal. Termasuk keluarga Afi yang ada di Jember dan teman-temannya di Batola, Kalsel.
Penulis: Khairiadi Asa
Bagikan keDaerah
Perluas Jaringan Layanan Perbankan, KCP Bank Kalsel Hadir di Halong
PARINGIN, SuaraBorneo.com – Akses layanan perbankan bagi masyarakat di wilayah Halong dan Juai kini semakin dekat. Bank Kalsel Kantor Cabang Pembantu (KCP) Halong resmi mulai beroperasi di Desa Halong, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Selasa (15/9/2026).
KCP Halong merupakan bagian dari perluasan jaringan pelayanan Bank Kalsel di Kabupaten Balangan. Kantor ini menjadi jaringan baru dari Bank Kalsel Cabang Paringin yang melayani masyarakat Kecamatan Halong dan Juai.
Pgs. Kepala Cabang Pembantu Halong, Andrean Sajidin, mengatakan, KCP Halong diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses layanan perbankan dan ikut mendukung perekonomian daerah.
“Kehadiran KCP Halong diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan sehingga lebih mudah, cepat, dan efisien, tanpa harus ke Paringin,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi menyambut baik mulai beroperasinya KCP Halong sebagai upaya mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat.
“Halong merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 21 ribu jiwa dan memiliki wilayah yang cukup luas. Dengan adanya KCP ini, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Paringin untuk mendapatkan layanan perbankan,” katanya.
Akhmad Fauzi berharap, kehadiran KCP Halong dapat mempercepat dan mempermudah aktivitas perbankan masyarakat, khususnya pelaku usaha, petani, dan peternak, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. [adv]
Bagikan keBanjarbaru
Rapat Koordinasi Karhutla, Gubernur H Muhidin Tegaskan Optimalisasi Pemadaman Terus Dilakukan
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H Muhidin kembali memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan tahun 2026 bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel pada Kamis (17/09/2027) di Aula Idham Chalid Kantor Gubernur di Banjarbaru.
Sinergi perkuat penanganan Karhula ini dengan upaya pemadaman lanjutan yang dimulai besok pada Jumat (18/09/2026) dan akan difokuskan di area ring 1 kawasan Guntung Damar Banjarbaru yang terdeteksi cukup banyak titik api (hotspot), kendati sebagian tidak tampak di permukaan.
“Ternyata api berasa di bawah tanah, karena lahan ini lahan gambut,” sebut Gubernurnya kepada wartawan usai rakor.
Untuk menyiasati agar api tidak terus berasa di bawah tanah, Gubernur H Muhidin setuju menggunakan sistem suntik atau injeksi dengan air yang dicampur dengan Surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) yang ramah lingkungan, hasil inovasi Polda Kalsel.
“Jadi kita juga ingin menguji berapa lama ai padam setelah dipadamkan dengan campuran cairan surfaktan ini,” ujarnya.
Dalam rakor, Gubernur H Muhidin juga mengingatkan bahwa Karhutla dan kekeringan yang terjadi sekarang perlu perhatian serius lagi, kerja ekstra dan kerja bersama semua unsur, termasuk masyarakat agar ikut mengawasi jika ada tindakan oknum pembakaran lahan secara sengaja.
Untuk itu, Gubernur Kalsel berinisiatif menyusun strategi baru dalam penanganan karhutla ini dengan pembentukan kelompok atau regu dari unsur yang terlibat yakni Polri, TNI, Lanud Sjamsudin Noor, Lanal Banjarmasin, dan ASN/BPBD Provinsi Kalsel.
Kelompok ini bekerja dengan sistem pembagian waktu tugas/sistem sif (shift work) yang dimaksudkan, personel di lapangan tidak kelelahan karena ada jeda istirahat.
Dalam arahan, Gubernur Kalsel juga memastikan kelengkapan peralatan di lapangan, seperti Selang pemadam kebakaran (fire hose) dan tempat penampungan air (bioflok).
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Kalsel Irjenpol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, pemadaman dengan metode suntik ini, akan lebih efektif dan mampu menghemat air, waktu dan tenaga.
Metode suntik gambut ini merupakan inovasi penanganan karhutla di lahan gambut Kalsel untuk memadamkan bara api tersembunyi di dalam tanah, menggunakan pipa berlubang khusus ke dalam lapisan tanah gambut yang terbakar.
Dalam rakor juga dijelaskan, air bertekanan yang semprotkam dicampur dengan cairan surfaktan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) dari minyak nabati yang diinjeksikan langsung ke titik bara di dalam tanah.
Teknik ini terbukti efektif menurunkan suhu tanah secara drastis, mematikan asap dan bara di bawah permukaan, serta mencegah api menyala kembali.
Disampaikan juga, Polda Kalsel sudah mengeluarkan maklumat dan dibagikan ke masyarakat, berisi anjuran agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar, karena ada sangsi yang bisa diberlakukan bagi pelaku.
Sementara itu, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus dalam rakor menyampaikan seputar upaya pemadaman karhutla ini.
Dilanjutkan kesiapan Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita dan jajarannya, dalam mendukung angkutan udara untuk keperluan penanganan karhutla dan kekeringan ini. [ady/adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Salurkan Bantuan CSR Budidaya Lele di Bank Sampah “Bahe’mart”
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kali ini, Bank Kalsel menyerahkan bantuan CSR Program Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah Organik melalui Budidaya Ikan Lelekepada Pusat Daur Ulang (PDU) skala RT, Bank Sampah “Bahe’mart”, di Komplek Herlina Perkasa, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Rabu (16/9).
Penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. Kehadiran para pimpinan ini disambut hangat oleh Pengurus Bank Sampah “Bahe’mart” yang diketuai oleh Ibu Istiqomah bersama Ardiansyah, beserta warga setempat.
Sinergi ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara Bank Kalsel, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan penggerak lingkungan dalam menciptakan kawasan pemukiman yang mandiri dan berwawasan lingkungan.
Dukungan ini merupakan keberlanjutan dari kolaborasi sukses sebelumnya. Pada program awal, Bank Kalsel telah menyalurkan 20 unit Tempat Sampah Sedekah Botol Plastik yang tersebar di 13 titik strategis Kota Banjarmasi meliputi 7 titik di lembaga pendidikan, 3 titik di masjid, 1 titik di kantor pemerintahan, serta 2 titik di lingkungan RT. Dalam kurun waktu 7 bulan, program tersebut berhasil mengumpulkan 2.380 kg sampah botol plastik, di mana hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk pembuatan komposter pengurai sampah organik.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bahwa integrasi antara pengelolaan sampah organik dan budidaya ikan lele ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sirkular yang nyata bagi warga setempat.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Ibu Istiqomah, Bapak Ardiansyah, beserta seluruh pengurus Bank Sampah ‘Bahe’mart’ yang konsisten sejak berdiri tahun 2019 dalam mengelola sampah rumah tangga. Melalui bantuan budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik ini, kami ingin memastikan bahwa program CSR Bank Kalsel tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga secara mandiri,”ujar Fachrudin.
Sementara itu, Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan apresiasi setinggitingginya atas kontribusi dan kepedulian Bank Kalsel terhadap masyarakat melalui program CSR tersebut.
“Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, program seperti ini sangat berarti karena menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Komposter sampah memberikan solusi untuk mengurangi sampah dari sumbernya, sekaligus mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk mendorong masyarakat agar memulai kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari sumber, sementara budidaya ikan lele dapat menjadi kegiatan produktif yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutur Muhammad Yamin.
Walikota juga menekankan pentingnya keberlanjutan fasilitas yang telah diserahkan.”Peresmian hari ini bukanlah akhir dari sebuah program, yang paling penting adalah bagaimana fasilitas yang sudah diberikan ini dapat dimanfaatkan, dijaga, dan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan,” tambahnya.
Melalui program CSR terpadu ini, Bank Kalsel terus membuktikan peran aktifnya sebagai mitra pembangunan daerah yang berfokus pada kesejahteraan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta kemandirian ekonomi masyarakat. [Adv]
Bagikan keKalsel
Perkuat Sinergi, Bank Kalsel dan Pemkab Batola Perluas Layanan Digital
MARABAHAN, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala bersama Bank Kalsel Cabang Marabahan memperkuat sinergi dalam pengembangan layanan keuangan dan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah melalui audiensi yang digelar di Ruang Kerja Sekretaris Daerah, Selasa (15/9/2026).
Audiensi tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, Selamat Riyanto, didampingi jajaran terkait. Sementara Bank Kalsel Cabang Marabahan hadir untuk memaparkan sejumlah program strategis yang mendukung transformasi digital Pemerintahan.
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan itu ialah mekanisme pembayaran rekening Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang telah diperbarui oleh Bank Kalsel guna memberikan kemudahan transaksi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain layanan pembayaran PDAM, Bank Kalsel juga memperkenalkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai instrumen transaksi non-tunai yang dirancang untuk mendukung tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.
Penerapan KKPD dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas digitalisasi transaksi keuangan di lingkungan perangkat daerah serta memperkuat sistem pengendalian pengelolaan anggaran.
Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak turut membahas kesiapan penerapan Sistem Administrasi Keuangan Desa sebagai bagian dari digitalisasi pemerintahan di Kabupaten Barito Kuala.
Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses administrasi, memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana desa, serta memudahkan pelaporan keuangan secara lebih terintegrasi.
Melalui audiensi ini, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dan Bank Kalsel menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan layanan keuangan yang inovatif guna mendukung percepatan transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
SMSI Kalsel Siapkan Rakor, Fokus Konsolidasi dan Evaluasi Kinerja
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama SMSI kabupaten/kota se-Kalsel pada Desember 2026.
Rakor tersebut akan menjadi ajang konsolidasi sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja SMSI sepanjang 2026.
Ketua SMSI Kalsel Anang Fadhilah mengatakan, Rakor penting digelar untuk mengetahui perkembangan organisasi di daerah, termasuk capaian target dan pelaksanaan program kerja yang telah disusun.
“Kita akan gelar rakor guna konsolidasi organisasi, selain juga untuk mengevaluasi kinerja selama setahun ini,” ujar Anang di Sekretariat SMSI Kalsel, Jalan Sultan Adam, Kompleks Andika Nomor 3, Banjarmasin, Minggu (14/9/2026).
Menurut dia, evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap kepengurusan tingkat provinsi, tetapi juga SMSI di kabupaten dan kota.
Setiap pengurus daerah diminta menyampaikan capaian program secara resmi melalui Laporan Hasil Kinerja (LHK), yang dilengkapi dengan program kerja tahun 2026.
“Laporan resmi mesti mereka sampaikan melalui Laporan Hasil Kinerja (LHK) dengan melampirkan pula program kerja tahun 2026,” katanya.
Anang menjelaskan, LHK menjadi salah satu bahan penting untuk melihat sejauh mana program yang telah direncanakan dapat direalisasikan masing-masing SMSI kabupaten/kota.
Dari laporan tersebut, pengurus provinsi dapat melihat perkembangan organisasi di daerah, mulai dari program yang sudah berjalan, target yang telah dicapai hingga agenda yang masih harus diselesaikan.
Ia pun mengingatkan SMSI kabupaten/kota agar memanfaatkan waktu yang masih tersisa sebelum Rakor digelar. Sekitar tiga bulan waktu yang tersedia dinilai cukup untuk mengejar target program sekaligus merapikan administrasi dan menyelesaikan LHK.
“Dengan masih ada waktu sekitar tiga bulan ini, SMSI kabupaten/kota masih ada waktu mengejar target program dan merapikan LHK mereka,” ujarnya.
Rakor nantinya tidak hanya membahas evaluasi administratif. Forum tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan langkah antara pengurus SMSI Kalsel dan jajaran kabupaten/kota.
Konsolidasi dinilai penting karena kekuatan organisasi di daerah menjadi bagian dari perkembangan SMSI secara keseluruhan. Capaian masing-masing kabupaten/kota akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam menentukan program organisasi ke depan.
Selain evaluasi kinerja 2026, Rakor juga akan menjadi kesempatan untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi media siber dan perusahaan media anggota SMSI di daerah.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan program kerja yang lebih sesuai dengan perkembangan industri media serta kebutuhan organisasi.
SMSI Kalsel meminta seluruh pengurus kabupaten/kota mempersiapkan laporan secara serius dan menyampaikan kondisi organisasi secara objektif.
Dengan persiapan tersebut, Rakor diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi forum untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kinerja, dan menyusun langkah bersama menghadapi tahun berikutnya. [Ady/SMSI-Ksl]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum2 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

