Kalbar
Satlantas Polres Melawi Pasang Speed Trap di Lima Titik Rawan Kecelakaan
MELAWI, SuaraBorneo.com – Upaya menekan angka kecelakaan terus dilakukan Satlantas Polres Melawi. Salah satunya melalui pemasangan speed trap di sejumlah titik rawan di wilayah Nanga Pinoh dan Sekitarnya. Pemasangan dilakukan dengan menggandeng Dinas Perhubungan setempat sebagai bentuk sinergi peningkatan keselamatan berlalu lintas.
Kasat Lantas Polres Melawi, AKP. Pipit Supriatna, mengatakan lokasi pemasangan dipilih berdasarkan tingkat kerawanan dan tingginya aktivitas masyarakat.
“Keberadaan speed trap diharapkan mampu memberikan efek kejut kepada pengendara agar menurunkan kecepatan saat melintas, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan”, Ujar AKP. Pipit Supriatna Selasa, (5/5/2026).
Sejumlah Ruas Jalan yang di Pasang Speed Trap di antaranya,Jalan Juang KM 2 Nanga Pinoh–Kota Baru, tepatnya di depan Polsek Nanga Pinoh. Kemudian di Jalan Juang KM 1, tepatnya di depan SMPN 1 Nanga Pinoh.
Kemudian Jalan Juang KM 1 Nanga Pinoh, tepatnya di depan SDN 6 Nanga Pinoh. Titik keempat berada di Jalan Provinsi Nanga Pinoh–Sintang, tepatnya di depan Polres Melawi, serta titik kelima di depan Polsek Belimbing.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Dengan pemasangan speed trap ini, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Melawi dapat ditekan, serta tercipta budaya tertib dan aman di jalan raya.
Sementara itu salah satu pengendara sepeda motor Bimo, menyambut baik dengan adanya Pemasangan Speed Trap Oleh Satlantas polres Melawi.
“Kami sebagai pengendara sangat mendukung langkah-langkah pihak kepolisian Memasang Speed Trap di tengah padatnya Arus Lalu Lintas kendaraan saat ini,” ucap Bimo. (Tio)
Bagikan keBengkayang
419 Hektare Lahan Plasma Dikuasai PT Agrinas, Ratusan Petani di Karimunting Terancam Terlilit Cicilan Bank
BENGKAYANG, suaraborneo.com – Lahan plasma bersertifikat milik warga Kabupaten Bengkayang diduga di rampas Satgas PKH bersama PT Agrinas setelah ratusan hektare kebun sawit milik masyarakat di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan di ambil alih dan di kelola sejak April 2026.
Dampaknya, warga kehilangan sumber penghasilan utama untuk kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah anak, hingga membayar cicilan bank.
Dalam audiensi masyarakat tani bersama Pemerintah Kabupaten Bengkayang di Kantor Bupati. Warga meminta aktivitas pengelolaan lahan dan pencurian buah di hentikan dan hak masyarakat segera di kembalikan.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menegaskan pemerintah daerah akan membela kepentingan masyarakat plasma karena lahan yang di sengketakan memiliki dasar hukum yang jelas.
Menurutnya, kawasan itu awalnya merupakan lahan Program Transmigrasi Swakarsa Mandiri di Desa Karimunting sejak era Kabupaten Sambas.
Setelah Kabupaten Bengkayang berdiri, area tersebut kemudian masuk skema plasma perusahaan sawit dan di peruntukkan bagi koperasi masyarakat
“Dasar hukumnya sudah ada SHM dari BPN. Dasar hukumnya lagi sudah ada keputusan bupati yang menunjukkan itu menjadi lahan plasma koperasi. Di sini pemerintah akan memperjuangkan masyarakat plasma,” tegas Sebastianus Darwis. Kamis(30/4/2026).
Ia juga menyoroti langkah Satgas PKH dan PT Agrinas yang di sebut masuk ke lokasi tanpa berkoordinasi dengan pemerintah daerah terlebih dahulu.
“Kami di kabupaten tidak pernah mereka datang rembuk. Tiba-tiba langsung patok-patok. Nah ini yang menimbulkan konflik seperti sekarang. Yang di datangi masyarakat tetap kepala daerah, bupati,” ujarnya.
Menurut Sebastianus, setiap kebijakan di daerah semestinya melibatkan pemerintah kabupaten agar persoalan di lapangan tidak memicu gejolak sosial.
“Tolonglah juga berkoordinasi dengan pimpinan daerah sini,” katanya.
Sebastianus Darwis juga mengakui kerugian masyarakat tidak bisa di hindari karena kebun yang selama ini menjadi sumber ekonomi warga sudah tidak lagi di kelola pemiliknya.
“Ya otomatis pasti rugi, karena tidak lagi di kelola mereka. Mereka juga punya kewajiban yang harus dibayar setiap bulan,” katanya.
Ketua Koperasi Dasar Tumbuh Harapan, Kornelius Arif, mengatakan lahan yang kini di kuasai tersebut merupakan kebun plasma milik dua koperasi, yakni Koperasi Dasar Tumbuh Harapan dan Koperasi Matangware, di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.
Ia menyebut luas lahan yang saat ini di kuasai mencapai 419 hektare dan mulai di ambil alih sejak 11 April 2026.
“Sejak tanggal 11 April 2026 sampai dengan hari ini di kuasai dan dikelola oleh PT Agrinas,” kata Kornelius.
Kornelius menegaskan seluruh lahan tersebut telah memiliki sertifikat resmi yang terbit pada 2007, 2008, dan 2009. Masyarakat kemudian mulai menanam sawit pada 2011 dan menikmati hasil panen sejak 2014.
“Kami sudah menikmati hasil kelapa sawit ini dari tahun 2014. Itulah mata pencaharian kami untuk menghidupi keluarga dan kebutuhan lainnya, termasuk sekolah anak-anak kami,” ujarnya
Namun sejak lahan di kuasai pihak lain, warga mengaku kehilangan pendapatan total. Banyak keluarga kini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup karena masih memiliki kewajiban pinjaman dan biaya operasional plasma.
“Dampaknya sekarang ini kami otomatis kehilangan pendapatan dari hasil kebun kami. Sementara kami masih punya hutang bank yang harus di tanggung, biaya rumah tangga, dan biaya sekolah anak-anak,” ucapnya.
Kornelius menyebut masyarakat sempat menolak saat pihak perusahaan mulai masuk ke areal kebun. Namun permintaan warga agar kegiatan di hentikan tidak di respons.
“Pada awal mereka masuk, kami sebenarnya sudah menghadang dan meminta kegiatan itu di hentikan. Tapi tetap tidak di indahkan,” ujarnya.
Selain melakukan protes di lapangan, warga juga menempuh jalur hukum dan administratif. Pengaduan telah di sampaikan ke Bupati Bengkayang pada 12 April 2026, di susul laporan polisi ke Polda Kalimantan Barat pada 22 April 2026.
“Kami minta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Gubernur Kalimantan Barat, dan Bupati Bengkayang agar mengembalikan hak-hak kami tersebut,” tegas Kornelius. (Robin)
Bagikan keBengkayang
Akademisi Minta Transparansi dan Kajian Ekologis Rencana PLTN Bengkayang
BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kabupaten Bengkayang terus memicu diskusi hangat di ruang publik. Kritik dan masukan kini datang dari kalangan akademisi Institut Shanti Buana (ISB) yang menyoroti pentingnya kajian mendalam dan transparansi sebelum proyek strategis tersebut direalisasikan.
Rektor ISB Bengkayang, Marianus Dinata Alnija, menegaskan bahwa proyek sebesar PLTN tidak boleh hanya menjadi agenda formalitas pemerintah. Ia mendorong keterlibatan pihak independen dan tokoh masyarakat untuk membedah potensi risiko, terutama terkait dampak ekologis dan kesiapan sumber daya manusia.
“Rencana proyek pembangunan sebuah PLTN harus melalui kajian mendalam menyangkut kebutuhan serta penggunaannya secara menyeluruh. Hasil kajian tersebut wajib dibuka secara transparan kepada publik dengan melibatkan tokoh independen hingga tokoh masyarakat,” tegas Marianus.
Selain aspek lingkungan, Marianus menyoroti potensi konflik sosial yang mungkin muncul jika persoalan lahan tidak diselesaikan sejak dini. Menurutnya, kepastian status lahan masyarakat adalah kunci agar proyek ini tidak menyisakan masalah hukum atau sosial di kemudian hari.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa secara infrastruktur, pasokan listrik di Bengkayang saat ini sebenarnya sudah mumpuni. Ia menyarankan agar pemerintah lebih melirik potensi energi terbarukan yang melimpah di daerah setempat daripada memaksakan penggunaan nuklir yang dinilai belum mendesak.
“Bengkayang memiliki julukan daerah ‘Seribu Riam’ yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber energi terbarukan, tanpa harus bergantung pada PLTN yang kami nilai belum mendesak,” tambahnya.
Pihak akademisi berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan kelayakan jangka panjang bagi ekosistem dan masyarakat Bengkayang, agar pembangunan yang dilakukan selaras dengan kelestarian alam setempat. (Robin)
Bagikan keBengkayang
Gereja Punya Peran Aktif Jaga Kamtibmas di Bengkayang Perbatasan RI-Malaysia
BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Peran gereja dinilai strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, melalui penguatan nilai moral, sosial, dan budaya di tengah masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam rencana kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Tantangan dan Peluang Gereja Masa Kini dalam Menyikapi Dinamika Situasi Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Bengkayang” yang akan melibatkan lintas sektor.
Pembicara dalam kegiatan tersebut, Pendeta Maikel Roki Mawuntu, menegaskan gereja memiliki peran penting sebagai garda moral dalam menghadapi berbagai dinamika sosial, termasuk tantangan keamanan di kawasan perbatasan.
“Gereja pada prinsipnya selalu berada di garis depan dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian kepada umat, agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh situasi yang dapat mengganggu stabilitas,” ujarnya di Bengkayang, Senin (30/3).
Ia mengatakan, keberadaan Kabupaten Bengkayang sebagai daerah perbatasan menuntut adanya sinergi yang kuat antara seluruh elemen, termasuk gereja, dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut dia, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membina kehidupan masyarakat yang harmonis, serta memperkuat ketahanan sosial di tengah berbagai pengaruh lintas negara.
“Kondisi perbatasan memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi sosial, budaya, maupun keamanan. Di sinilah gereja hadir untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan menjaga kondusivitas daerah,” katanya.
FGD tersebut direncanakan menjadi wadah strategis untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi gereja dalam mendukung terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif.
Melalui forum itu, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara gereja, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas wilayah.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan secara bersama dalam menjaga keamanan, khususnya di wilayah perbatasan.
“Harapannya, FGD ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi mampu melahirkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Bengkayang,” ujarnya.
Ia menambahkan, gereja memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
Rencana pelaksanaan FGD tersebut saat ini tengah dimatangkan, dengan penentuan waktu yang akan disesuaikan bersama para pihak terkait.
Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.(Robin)
Bagikan keBengkayang
DPC HUKATAN KSBSI Bengkayang Salurkan Sembako untuk Warga
BENGKAYANG, suaraborneo.com – Upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput terus digalakkan. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HUKATAN KSBSI Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian di bawah naungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu dan lansia, Jumat (13/03).
Ketua DPC F HUKATAN Bengkayang, Reza Satriadi, turun langsung memimpin penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan merasa aman di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Memperkuat Ketahanan SosialSosial, Reza menjelaskan kehadiran serikat buruh di tengah masyarakat bertujuan untuk menciptakan harmoni.
Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, potensi gesekan sosial akibat himpitan ekonomi dapat diredam.
”Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami membawa dampak positif bagi stabilitas lokal. Saat beban ekonomi warga diringankan, maka kondusivitas wilayah akan terjaga. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Bengkayang tetap aman dan terkendali,” ujar Reza.
Untuk menjaga ketertiban dan memastikan bantuan tepat sasaran, Pengurus DPC F HUKATAN menggunakan metode door-to-door. Strategi ini dinilai lebih efektif dalam menjaga keamanan lingkungan tanpa menimbulkan kerumunan yang berisiko.
Aksi ini mendapat apresiasi positif dari warga. Bantuan ini dianggap sebagai “bantalan” ekonomi yang sangat dibutuhkan saat ini. Reza berharap kegiatan ini menjadi pemantik bagi elemen masyarakat lainnya untuk saling bahu-membahu dalam menjaga keamanan dan ketahanan pangan di Kabupaten Bengkayang.
”Jika kebutuhan pokok terjaga dan komunikasi terjalin baik, maka stabilitas daerah akan kuat. Semoga ini menjadi berkah bagi organisasi dan seluruh masyarakat Bengkayang,” pungkasnya.(Robin)
Bagikan keKalbar
Dituduh Gurita PETI dan BBM, H.Awang : itu Keliru dan Cemarkan Nama Baik Saya
MELAWI, SuaraBorneo.com – Seorang Warga Dusun Tanjung, Desa Ella , Kecamatan Ella Hilir,Kabupaten Melawi H. Awang Angkat Bicara Terkait Tudingan yang ia Alami Lewat Salah Satu Lewat Media Online.
Tudingan itu di nilai mencoreng Nama Baiknya dan Keluarganya sehingga patut di laporkan ke Pihak berwajib.
Menurut Awang, Pemberitaan yang tidak Mendasar dapat menyebabkan Rapuhnya Kredibilitas PERS.
“Saya ini baru Pindah ke Wilayah Kecamatan Ella Hilir. Sebelumnya Saya berada di Natai Suri, tapi di tuduh Dengan Narasi yang tidak Jelas,” ungkap H. Awang Rabu, (18/2/2026)
Awang Menyebut, Media Tersebut tidak Pernah Klarifikasi Maupun konfirmasi kepadanya dirinya sehingga apa yang di beritakan dapat berdampak kepada Situasi Kamtibmas yang tidak Kondusif.
“Itu berdasarkan katanya, Bukan Faktanya di lapangan seolah olah di buat dengan Narasi yang dapat Merusak. baik menyebut APH, hingga Kepala Daerah Setempat. Hati hati dalam Membuat Narasi,” tegas Awang
Selain itu, Usaha yang ia jalani hanya Toko Sembako dan Alat bahan Bangunan Untuk Kebutuhan Masyarakat di daerah Pedalaman. Mengingat kebutuhan akan Sembako dan Kebutuhan lainnya di Daerah Pedalaman Sangat di Perlukan
“toko sembako itu banyak, bukan saya, tetapi ini kan Untuk Kebutuhan Masyarakat, dan Memperpendek Rentang jarak ketika Masyarakat Mau berbelanja,” ujarnya
Awang Juga Mempertanyakan Kualitas seorang Media Tersebut Jangan Sampai Menggiring Opini Tanpa Berdasarkan Fakta.
“Jangankan permisi, Ketemu Saja Tidak Pernah terhadap yang Bersangkutan. Kita Sebagai Warga biasa Perlu Kesadaran jangan Sampai Mencemarkan Nama Baik Orang dengan tuduhan yang tidak jelas,” ucap Awang
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Ella Hilir, Rido, turut memberikan tanggapannya. Berdasarkan pengamatannya, aktivitas Awang sehari-hari hanya sebatas menjalankan usaha sembako dan material bangunan.
“Setahu saya, beliau hanya berjualan sembako dan bahan bangunan. Soal usaha PETI dan BBM seperti yang diberitakan, saya tidak pernah melihatnya. Kalau ada informasi seperti itu di masyarakat, kemungkinan itu informasi yang digiring sepihak, dan Soal foto Motor Klotok yang Beredar Luas dalam Pemberitaan itu saya tegaskan bukan Milik Awang, karena kami Asli Warga Sini,” ujarnya
Ridho berharap Khususnya di Kecamatan Ella Hilir semua pihak dapat Menjaga situasi keamanan dan Ketertiban Masyarakat Secara Bersama-Sama Sehingga Terciptanya Suasana Yang Kondusif. (*)
Bagikan keBengkayang
Mahasiswa AKMEN-BS Bengkayang Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Rumah Hanna
BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Manajemen Bumi Sebalo (AKMEN-BS) Bengkayang melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Rumah Hanna, Jalan Sulenco No.114, Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Senin (3/11).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB ini diikuti oleh pengurus dan anggota BEM AKMEN-BS Bengkayang sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekitar, khususnya anak-anak di panti asuhan.
Sekretaris BEM AKMEN-BS Bengkayang, Arwanda Ericson, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial dan rasa syukur mahasiswa terhadap sesama.
“Kami datang dengan penuh suka cita untuk berbagi berkat melalui pemberian paket sembako kepada Panti Asuhan Rumah Hanna. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari para pengurus serta anak-anak di panti,” ujarnya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Arwanda Ericson kepada Pembina Panti Asuhan Rumah Hanna, Ika, yang mewakili seluruh pengurus dan anak-anak asuhan.
Menurut Arwanda, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan akademik.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya di panti asuhan, tetapi juga di tempat-tempat lain yang membutuhkan uluran tangan,” tambahnya.
Ika menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan mahasiswa AKMEN-BS Bengkayang.
Ia menilai kegiatan seperti ini bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi anak-anak yang tinggal di panti.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah datang dan berbagi. Bantuan ini tentu sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan harian anak-anak,” ucapnya.
Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako, terdiri atas beras, minyak goreng, telur, makanan cepat saji, dan berbagai jenis makanan ringan (snack). Seluruh paket dikumpulkan dari hasil donasi mahasiswa dan kegiatan penggalangan internal kampus.
Kegiatan berlangsung kondusif hingga pukul 16.00 WIB dan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama antara mahasiswa dan anak-anak Panti Asuhan Rumah Hanna Bengkayang. (Robin)
Bagikan keDaerah
Dihari ke Lima Pencarian, Dua ABK KM Mina Maritim 148 Ditemukan Tidak Bernyawa
TALISAYAN, SuaraBorneo.com – Tim SAR Gabungan berangkat dari dermaga pelabuhan Talisayan menuju titik TKP diduga dimana korban tenggelam.
Setelah sampai di titik para korban tenggelam langsung dilakukan pembagian tugas dimana untuk Tim Basarnas pusat akan melakukan penyelaman ditempat korban tenggelam sedangkan untuk tim SAR yg lain melakukan penyisiran pencarian diseputaran laut Talisayan Kabupaten Berau pada Hari Rabu 29 Oktober 2025 pukul 08.30 wita.
Adapun Tim SAR yang terlibat dalam pencarian Yaitu :
1. Sat Polairud Polres Berau
2. Dit Polairud Polda Kaltim.
3.Basarnas pusat
4. Basarnas Balikpapan.
5. Basarnas Kab. Berau
6. Bpbd kab. Berau
7. Dan pos AL
8. .Polsek Talisayan
9. Koramil Talisayan
10. Relawan Masyarakat Nelayan pesisir Talisayan.
Sedangkan alat transportasi yg di gunakan yaitu :
– unit speed RIB milik barsanas
– 1 unit kapal piber Mina Maritim 147
– 1 unut kapal piber inkamina 200
– 3 unit kapal piber KM Nelayan 12 GT 2 unit dan 1 unit 6 GT
– kapal kayu Nelayan sebanyak 12 unit
Untuk cuaca dilaut perairan Talisayan dalam keadaan cerah sedangkan ombak sedang kurang lebih 0,50 meter
Pada pukul 19.30.. wita salah satu korban tenggelam ditemukan mengapung di seputaran dimana titik kapal KM Mina Maritin148 tenggelam Atas Nama Kaharuddin.
Adapun korban setelah sampai di Dermaga Talisayan kemudian korban langsung dibawa kerumah sakit umum Pratama Talisayan untuk dilakukan lakukan visum.
adapun korban yang sudah ditemukan sampai hari ke 5 adalah yaitu :
01. Nama : Kaharuddin.
Umur : 47 Tahun.
Suku : Mandar.
02. Nama : Basri.
Umur : 56 Tahun
Suku : Mandar
Sedangkan korban yang belum Di temukan masih dalam pencarian seputara Laut Talisayan Kabupaten Berau yaitu :
1. Irwan
2. Rizal
3. saharuddin
4. Sumailah
Untuk Tim SAR gabungan bersama sama dengan para Nelayan dan para relawan hingga sampai saat ini masih melakukan pencarian korban yg masih belum di temukan sampai batas waktu yg sudah di tentukan yaitu pukul 17.00 wita. (junar)
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

