Kalsel
Calon Wakil Bupati HSS Gelar Nonton Bareng Sepakbola Timnas Indonesia vs Australia
KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Bertempat di sekretariat bersama HSS Terbaik Jalan Ahmad Yani Tumpang Talu, Calon Wakil Bupati HSS H. Yopie Alfiani mengadakan acara nonton bareng bersama ratusan masyarakat HSS, Selasa (10/9/2024) malam.
Salah satu warga yang hadir, kami temui usai nonbar, dalam wawancaranya, “Ternyata Paslon HEPI (Hermansyah-Yopie) ini suka sepak bola, kami mengharapkan apabila bapak berdua memimpin HSS, nonton bareng ini tetap d laksanakan setiap pertandingan sepak bola timnas Indonesia,” ungkap salah satu warga (tidak d sebutkan namanya).
Pertandingan ini diakhiri skor 0-0, timnas Indonesia vs Australia,
Turut hadir, calon Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H Ahmad Rozanie Himawan, anggota DPRD provinsi Kalimantan Selatan H Kartoyo (ketua DPD partai Nasdem), calon Wakil Bupati HSS H. Yopie Alfiani, beserta seluruh masyarakat hadir. (azifa)
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Gelar AKSEL Virtual Run 2026 “Reforestasi” Ubah Jarak Lari Masyarakat Menjadi 760 Bibit Pohon Ulin di Meratus
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com, 13 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) resmi meluncurkan kampanye kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat bertajuk AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi dengan tagline utama “Sehat Diri, Bumi Lestari” Dari Pesisir ke Pegunungan”.
“Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan AKSEL Virtual Run 2024 yang berhasil menanam 7.400 bibit mangrove di kawasan pesisir Banua. Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Kalsel mengalihkan fokus restorasi ekosistem darat menuju dataran tinggi, tepatnya di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin.
Melalui gerakan sosial berbasis kolektif ini, setiap akumulasi jarak lari peserta akan dikonversikan menjadi bibit Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), vegetasi endemik khas Borneo yang dikenal sebagai kayu besi”, beber Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Kalsel memiliki peran ganda yang strategis: tidak hanya menggerakkan roda perekonomian daerah, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem Kalimantan Selatan. Sejalan dengan pilar Taksonomi Hijau Indonesia yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), program ini memperkuat posisi Bank Kalsel sebagai pionir Green Banking di Kalimantan.
Pemilihan Pohon Ulin sebagai fokus reforestasi tahun ini memiliki landasan ekologis dan emosional yang kuat. Pohon Ulin merupakan simbol daya tahan dan investasi jangka panjang masyarakat Banua. Tumbuh perlahan namun sanggup bertahan hingga ratusan tahun, Ulin merepresentasikan nilai-nilai perbankan Bank Kalsel yang senantiasa tumbuh kokoh dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. Penanaman ini sekaligus menjadi respon nyata atas ancaman depresiasi populasi Ulin di alam liar.
Berbeda dengan penyelenggaraan 2024 yang menerapkan rasio individual, AKSEL Virtual Run 2026 mengusung mekanisme konversi kolektif:
• Target Peserta: 1.000 pelari dari masyarakat umum dan komunitas lari se-Kalsel.
• Misi Jarak: Setiap peserta ditantang menyelesaikan jarak 7,6 Km (bisa dicicil atau sekali lari).
• Rasio Konversi Kolektif: Seluruh jarak lari peserta akan digabungkan. Setiap total 10 Km akumulasi lari = 1 bibit Pohon Ulin.
• Target Total: 7.600 Km total jarak kolektif untuk menghasilkan 760 bibit Ulin, merepresentasikan angka HUT ke-76 Provinsi Kalsel.
Rangkaian Kegiatan & Grand Finale ReforestasiKampanye AKSEL Virtual Run 2026 terbagi dalam empat fase strategis:
1. Kick-off Lari Bareng (14 Agustus 2026): Tepat pada Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel, digelar lari bersama 100 peserta (50 internal Bank Kalsel dan 50 perwakilan komunitas lari local, yaitu SB Runners, GubernuRun, RIOT, Run From Reality) dengan titik start dan finish di AKSEL Cafe Banjarmasin.
2. Periode Virtual Run (14 Agustus – 12 September 2026): Pendaftaran publik dibuka secara digital melalui fitur AKSEL Fun di aplikasi Mobile Banking AKSEL By Bank Kalsel dengan biaya pendaftaran simbolis sebesar Rp76. Sebanyak 100 pelari tercepat yang mengunggah hasil lari 7,6 Km berhak mendapatkan Jersey Eksklusif Motif Kayu Ulin dan PR Package Planting Kit.
3. Undian Doorprize Live YouTube: Sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta yang menyelesaikan misi, digelar pengundian doorprize Running Gear senilai total Rp 30 Juta serta 100 paket PR Package Planting Kit secara live streaming di kanal YouTube resmi Bank Kalsel di akhir September 2026.
4. Grand Finale Penanaman 760 Ulin: Penanaman 760 bibit Ulin dilaksanakan secara langsung di Tahura Sultan Adam Mandiangin berkolaborasi dengan UPTD Tahura Sultan Adam dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.
Aksi penanaman ini dilakukan pada momen dan kondisi musim yang paling tepat berdasarkan hasil konsultasi teknis bersama UPTD Tahura Sultan Adam guna memastikan tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate) bibit Ulin secara optimal di habitat aslinya.
Pendaftaran 100% Digital via Mobile Banking AKSELMasyarakat yang ingin berpartisipasi cukup memiliki rekening tabungan Bank Kalsel (Simpeda/Banua/Tabungan Syariah Al Barakah) dan telah mengaktifkan Mobile Banking AKSEL By Bank Kalsel.
Pendaftaran dilakukan dengan membuka menu AKSEL Fun, memilih penyedia jasa “AKSEL VIRTUAL RUN 2026: REFORESTASI”, dan menyelesaikan verifikasi. Setelah mendapatkan e-tiket via email, peserta melakukan aktivasi akun di portal v-run.bankkalsel.co.id untuk mengunggah bukti lari (Strava/Nike Run Club/Relive). Progress total jarak dan capaian bibit dapat dipantau secara real-timeoleh publik melalui dashboard transparan di situs tersebut.
“Aksi penanaman pohon ini sengaja kami posisikan di akhir periode sebagai grand finale. Dengan demikian, 760 bibit Ulin yang tertanam di Pegunungan Meratus benar-benar menjadi monumen dan simbol dari akumulasi keringat, perjuangan, serta gotong royong seluruh masyarakat Kalsel yang berlari bersama Bank Kalsel”, pungkas Fachrudin. [ady/adv]
Bagikan keBanjarbaru
Momentum Harjad Kalsel, Gubernur H Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan Hingga Pemprov Terima Deviden PT bangun Banua
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyerahkan sejumlah penghargaan kepada individu, kelompok, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga mitra kerja yang dinilai berprestasi dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pada momentum hari jadi ini juga, Pemprov Kalsel menerima penyerahan dividen dari PT Bangun Banua Tahun 2026 sebesar Rp9.161.548.491. Nilai dividen tersebut meningkat hampir 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penyerahan deviden ini diserahkan langsung Direktur Utama PT Bangun Banua Kalimantan Selatan H. Aprizaldi dan diterima Gubernur H. Muhidin.
Penyerahan penghargaan dan deviden PT Bangun Banua Kalsel tersebut menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Kota Banjarbaru, Kamis (13/8/2026) pagi.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap berbagai capaian, inovasi, kontribusi, dan kinerja terbaik yang ditunjukkan masyarakat maupun instansi di berbagai bidang.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada pihak-pihak yang telah memberikan prestasi dan kontribusi terbaik bagi daerah,” sampai Gubernur Kalsel H. Muhidin.
Di bidang pendidikan, apresiasi diberikan kepada tiga siswa asal Kalimantan Selatan yang berhasil menorehkan prestasi pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Nasional Tahun 2026.
Adapun Hendra Gunadie meraih Juara I bidang IT Software Solution for Business. Sementara Azril Azkia meraih Juara II bidang Motorcycle Maintenance & Repair dan Makiah meraih Juara II bidang Fashion Technology.
Penghargaan juga diberikan melalui Kalsel Innovation Award 2026 bagi kategori SKPD dan masyarakat umum. Apresiasi ini ditujukan kepada para inovator yang menghasilkan gagasan maupun terobosan yang dinilai memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat.
Di sektor kesehatan, Gubernur Kalsel turut menyerahkan penghargaan kepada Tenaga Kesehatan Teladan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Penghargaan mencakup sejumlah kategori, antara lain dokter spesialis, dokter pendidik klinis, dokter gigi, apoteker/tenaga teknis kefarmasian, serta bidan.
Sementara di bidang pemerintahan dan perekonomian, penghargaan diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota atas kinerja terbaik dalam berbagai bidang. Di antaranya kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), capaian realisasi investasi, serta prestasi dalam pengembangan desa, kelurahan, dan BUMDesa.
Apresiasi juga diberikan kepada sejumlah pelaku usaha yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), pajak air permukaan, Pajak Alat Berat (PAB), serta kontribusi utama Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
“Melalui momentum Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, berbagai prestasi dan kontribusi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi, berkarya, dan bersama-sama mendukung pembangunan Kalimantan Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” ungkap Gubernur Kalsel H. Muhidin.
Pada sektor pertanian, penghargaan diberikan kepada insan pertanian berprestasi serta kelompok tani dan kelompok ternak yang menunjukkan kinerja unggul di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Tidak hanya penghargaan prestasi, Pemprov Kalsel juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis, bantuan rumah tidak layak huni, serta rumah bagi korban bencana. Penghargaan turut diberikan kepada mitra kerja yang berkontribusi dalam menyukseskan program peningkatan Kartu Identitas Anak (KIA). Penghargaan tersebut diberikan kepada Martinus sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya dalam pelaksanaan program KIA melalui kerja sama dengan Breeze Waterpark.
Rangkaian apresiasi juga mencakup para pemenang lomba dalam rangka Hari Jadi Kalsel, seperti lomba tema dan logo Hari Jadi serta lomba video singkat bertema “Stop Bullying” dan “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.”
Beragam penghargaan yang diserahkan Gubernur H. Muhidin pada momentum Hari Jadi ke-76 Kalsel menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditopang pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, kelompok masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai mitra pembangunan.
Melalui pemberian penghargaan tersebut, Pemprov Kalsel mendorong agar capaian dan kontribusi para penerima apresiasi menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berprestasi, berinovasi, dan bersama-sama mendukung terwujudnya Kalimantan Selatan yang semakin maju dan sejahtera. [ady/adpim]
Banjarbaru
Momentum Hari Jadi Ke-76 Kalsel, Gubernur H Muhidin Resmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (13/08/2026), menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Banua. Di tengah kemeriahan peringatan hari jadi, satu lagi ruang publik keagamaan hadir dan mulai dibuka untuk masyarakat, yakni Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Pembukaan masjid yang berada di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman dan Ketua BKOW Kalsel Ellyana Trisya Hasnuryadi.
Penandatanganan prasasti menjadi penanda bahwa masjid tersebut kini resmi dibuka dan dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk berbagai aktivitas keagamaan.
“Alhamdulillah, hari ini Kamis 13 Agustus 2026 bertepatan dengan puncak Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari kita buka untuk masyarakat umum. Tentu kita berharap masjid ini tidak hanya megah secara bangunan, tetapi juga ramai dan makmur dengan kegiatan ibadah,” ujar Gubernur H. Muhidin.
Suasana pembukaan kemudian berlangsung semakin khidmat dengan pembacaan sholawat. Setelah itu, pintu utama masjid yang memiliki warna emas dibuka langsung oleh Gubernur H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.
Keduanya kemudian memasuki ruang utama masjid, diikuti jajaran Forkopimda dan para pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk meninjau langsung bagian dalam masjid yang memperlihatkan desain luas, terbuka dan kental dengan karakter arsitektur Banjar.
Tidak hanya tampak megah dari luar, bagian dalam masjid juga dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah. Sistem sirkulasi udara dan pencahayaan dibuat terbuka dengan memaksimalkan masuknya udara serta cahaya alami.
Gubernur H. Muhidin pun mengajak masyarakat, khususnya para karyawan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang beraktivitas di kawasan perkantoran tersebut, untuk bersama-sama memakmurkan masjid.
“Masjid ini sudah kita bangun dengan baik, sekarang tugas kita bersama adalah mengisinya. Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk datang beribadah, melaksanakan kegiatan keagamaan dan menjadikan masjid ini sebagai tempat berkumpul dalam kebaikan,” katanya.
Untuk diketahui, masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dirancang sebagai salah satu ikon religi di Kalimantan Selatan. Kawasannya berdiri di atas lahan sekitar 11 hektar, dengan bangunan utama sekitar 4.000 meter persegi dan kapasitas yang mampu menampung sekitar 3.000 hingga 3.288 jamaah.
Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai pada 2022 dan dilanjutkan dengan pembangunan bangunan utama pada 2023 hingga 2024.
Pada periode tersebut, pembangunan bangunan utama menjadi bagian penting dalam mewujudkan masjid yang dirancang dengan konsep arsitektur khas Banua.
Pembangunan kemudian berlanjut pada 2025 dengan pengerjaan bangunan penunjang sayap kanan dan sayap kiri, pembangunan plaza, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Pekerjaan kawasan juga mencakup penataan lanskap berupa kolam, titian, minaret, area parkir, taman dan vegetasi. Penerangan Jalan Umum turut menjadi bagian dari penataan kawasan, dengan pengerjaan yang dilakukan secara bertahap hingga 2026.
Dari sisi desain, masjid ini menggunakan bentuk atap limas yang terinspirasi dari arsitektur lokal Banjar. Sistem bangunannya dibuat terbuka untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami.
Konsep bangunan tropis juga diterapkan, termasuk penggunaan energi alternatif pada bagian atap. Keseluruhan konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan tempat ibadah yang tidak hanya luas dan representatif, tetapi juga nyaman bagi jamaah.
Sementara itu, nama Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari bukan sekadar penamaan. Nama tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada salah satu ulama besar asal Kalimantan Selatan yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Banua.
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kabupaten Banjar, pada 17 Maret 1710 dan wafat di Dalam Pagar, Martapura, pada 3 Oktober 1812.
Warisan keilmuan dan dakwah beliau hingga kini masih menjadi bagian penting dari sejarah Islam di Kalimantan Selatan. Bahkan, nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari telah diusulkan sebagai salah satu tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Gubernur H. Muhidin berharap nama besar ulama tersebut dapat menjadi semangat bagi masyarakat untuk terus menghidupkan masjid dengan kegiatan yang memberikan manfaat.
“Kedepan, di masjid ini insya Allah akan ada Islamic Center. Maka dari itu, mudah-mudahan semangat beliau dalam ilmu dan dakwah juga bisa kita teruskan melalui masjid ini, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Dengan dibukanya Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk umum, Kalimantan Selatan kini memiliki satu lagi ruang yang diharapkan dapat memperkuat identitas Banua sebagai daerah yang religius, sekaligus menjadi tempat masyarakat beribadah, belajar, dan menebarkan manfaat bagi sesama. [ady/adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H Siapkan Berbagai Lomba
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H mulai melakukan berbagai persiapan untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan. Beragam kegiatan dan perlombaan akan digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 di lingkungan RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H. Panitia bersama warga telah mempersiapkan sejumlah perlombaan yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Ketua RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H, M. Naparin, mengatakan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh warga.
“Kami ingin perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, dan menumbuhkan semangat gotong royong antarwarga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-81, Amang Ady, mengatakan bahwa berbagai perlombaan telah disiapkan agar seluruh warga dapat ikut berpartisipasi.
“Kami menyiapkan lomba untuk anak-anak seperti makan kerupuk, balap karung, memasukkan pensil ke dalam botol, dan lomba kelereng. Kami berharap anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan gembira dan tetap menjunjung sportivitas,” katanya.
Selain perlombaan anak-anak, panitia juga menyiapkan lomba panjat pinang yang menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu warga. Lomba tersebut akan dilakukan secara berkelompok dengan tujuan mendapatkan hadiah yang telah ditempatkan di bagian atas batang pinang. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan semangat gotong royong antarwarga.
Amang Ady menambahkan, seluruh persiapan dilakukan bersama warga, mulai dari menyiapkan perlengkapan lomba, tempat pelaksanaan, hingga hadiah bagi para peserta. Ia juga mengajak seluruh warga RT 25 untuk ikut menyukseskan kegiatan tersebut agar perayaan HUT RI ke-81 dapat berlangsung meriah, aman, dan tertib.
“Adapun dana yang dikumpulkan dengan cara sumbangan suka rela melalui list sumbangan di WhatsApp Grub Komplek dan sumbangan mendatangi setiap rumah warga (door to door),” pungkas Amang Ady.
Dengan semangat kemerdekaan, warga RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ajang hiburan sekaligus mempererat tali silaturahmi. Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa persatuan, kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong di lingkungan masyarakat. [ady/sb]
Bagikan keBanjarmasin
Gelaran Wastra Nusantara Pamor Borneo 2026, Hj Fathul Jannah Muhidin Tampilkan Sasirangan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin tampil memukau dalam pagelaran Wastra Nusantara yang menjadi puncak sekaligus penutup Pamor Borneo 2026 di Atrium Duta Mall Banjarmasin pada Minggu (9/8/2026).
Mengenakan busana Sasirangan biru muda bermotif “Borneo Bersama”, Hj. Fathul Jannah Muhidin menampilkan kekayaan wastra Banua sekaligus membawa pesan kebersamaan masyarakat Kalimantan di tengah keberagaman.
Motif yang memadukan garis dan warna melalui rangkaian jelujur tersebut terinspirasi dari aliran sungai-sungai Kalimantan yang saling menopang dan mengaliri kehidupan.
Filosofinya mencerminkan persaudaraan, toleransi, serta ikatan kekeluargaan yang kokoh.
Penampilan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian Pamor Borneo 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan pada 7–9 Agustus 2026 dengan tema “Unlocking Kalimantan’s Value-Added Growth Potential for Economy Prosperity”.
Pada momen istimewa itu, Hj. Fathul Jannah Muhidin juga dikukuhkan sebagai Bunda QRIS Kalsel.
Ditandai pengalungan selempang dan penyematan pin oleh Ibu Novi Haris Munandar, disaksikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Haris Munandar.
Momen ini sekaligus menjadi amanah bagi Hj. Fathul Jannah Muhidin untuk turut mendorong masyarakat semakin mengenal dan menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Kalsel dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Pamor Borneo 2026 yang menjadi bagian rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.
“Melalui kegiatan ini kita dapat mendorong sektor UMKM, investasi, dan ekspektasi digital di Kalsel dan Kalimantan,” ujarnya.
Selain itu, Istri Gubernur Kalsel, H. Muhidin itu menilai pagelaran busana menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap produk lokal, khususnya Sasirangan yang dihasilkan pelaku UMKM dan desainer Banua.
“Mari kita bersama-sama, siapa lagi kalau bukan kita untuk melestarikan wastra-wastra yang khususnya kita punyai, khususnya kita di Kalsel ini kain sasirangan,” katanya.
Lebih lanjut, Hj. Fathul Jannah mengungkap bahwa Selain pagelaran busana, Pamor Borneo 2026 sejak 7 Agustus juga menghadirkan pameran produk UMKM seperti makanan dan minuman, fesyen, serta kriya. Digitalisasi transaksi turut didorong melalui penggunaan QRIS.
“Ulun sebagai Duta QRIS mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan terus memanfaatkan QRIS untuk memudahkan dan keamanan transaksi,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Hj. Fathul Jannah berharap pembinaan UMKM, penguatan investasi, dan digitalisasi dapat terus berlanjut melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Kami mengharapkan agar semangat sinergi dan kolaborasi dapat terus terjalin untuk mewujudkan visi Kalsel Bekerja: berkelanjutan, berbudaya, religi, dan sejahtera menuju gerbang logistik Kalimantan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pamor Borneo 2026, Irfan Farulian, menjelaskan sebanyak 15 proyek investasi senilai Rp73 triliun dipromosikan dalam kegiatan tersebut. Dari 20 investor yang hadir, tercatat 32 Letter of Intent (LoI) dengan nilai mencapai Rp64 triliun.
“Ada 20 investor yang datang langsung ke lokasi Forum Investment dan telah melakukan 32 Letter of Intent,” katanya.
Di sektor UMKM, sebanyak 50 pelaku usaha unggulan dari bidang kriya, fashion, wastra, dan kuliner turut dipromosikan.
Hingga penutupan, Irfan menjelaskan penjualan booth mencapai Rp306 juta, business deal Rp2,2 miliar, serta komitmen pembiayaan UMKM Rp1,05 miliar.
Pamor Borneo 2026 juga mencatat lebih dari 1.300 transaksi QRIS, edukasi literasi keuangan kepada sekitar 800 pengunjung, serta lebih dari 900 ribu positive impression di media sosial.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membuka peluang investasi, memperluas akses pasar UMKM, dan mendorong ekonomi Kalsel.
“Kami berharap pelaksanaan Pamor Borneo merupakan standar baru bagi pihak manapun dalam mendorong perekonomian Kalsel,” tuturnya.
Irfan menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang dilakukan secara menyeluruh.
“Sebuah program perlu dilakukan secara sinergi dari berbagai pihak dan dilakukan secara holistik,” ujarnya.
Di penghujung Pamor Borneo 2026, diumumkan para pemenang lomba fotografi Borneo In Frame yang disaksikan Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin.
Saifulah meraih juara favorit dengan karya ‘Dalam Menikmati Gua Sawar Nan Megah’, juara ketiga diraih Nunung Mulyani melalui karya ‘Ketelitian yang Menghasilkan Nilai’, juara kedua Muhammad Ridho Akbar melalui karya ‘Pulang Menghadap Laut’, sedangkan juara pertama diraih Hailina melalui karya ‘Nadi Desa Rampa’.
Setelah penyerahan penghargaan, rangkaian Pamor Borneo 2026 ditutup dengan doorprize paket umrah untuk satu orang bagi pengunjung.
Acara penutupan ini dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Budi Hanoto HW, bersama Istri, Cecelia Budi.
Turut hadir Perwakilam Kepala OJK Provinsi Kalsel, Perwakilan Kepala Kantor Kemenkum Wilayah Kalsel, serta Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalselteng.
Kegiatan juga dihadiri sejumlah Kepala Dinas Kalsel, instansi vertikal, pimpinan perbankan se-Kalimantan Selatan, komunitas dan asosiasi, serta tamu undangan lainnya. [ady/adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Gubernur H Muhidin Silaturahmi Bersama Menteri Agama dan Tokoh Agama
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, bersilaturahmi dengan Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar dan tokoh agama se-Kalsel pada Minggu (9/8/2026) di Mahligai Pancasila Banjarmasin.
Tiba di lokasi kegiatan, Menteri Nasaruddin langsung disambut lantunan shalawat oleh grup Hadrah, disambung tarian Radap Rahayu, sebuah prosesi penyambutan adat masyarakat Banjar untuk tamu kehormatan.
Silaturahmi juga diisi dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin masing-masing perwakilan dari agama Islam, Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Hindu dan Budha secara bergiliran.
Gubernur H Muhidin menyatakan rasa bangga dan menyampaikan terima kasih kepada Menag Nasaruddin merangkap Imam Besar Masjid Istiqlal itu, atas kehadirannya untuk bersilaturahmi dengan tokoh agama di Kalsel dan jajaran Kementerian Agama .
“Kunjungan Bapak Menteri tentunya juga memperkuat kolaborasi dan sinergi kita untuk mempertahankan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran,” ujarnya.
“Insya Allah Kalsel akan jadi pilar Indonesia dalam merawat kehidupan beragama dalam bingkai persatuan dan persaudaraan,” lanjut gubernur saat menyampaikan sambutan didampingi Wagub Hasnutiyadi.
Disampaikan, Provinsi Kalsel yang dikenal memiliki masyarakat agamis, dibuktikan dengan selalu semarakmya setiap kegiatan keagamaan dan forum keagaaman terus eksis.
Kunjungan Menteri Nasaruddin juga diharapkan semakin memperkuat hubungan sinergi pemerintah pusat dan daerah, peningkatan pengembangan Pendidikan keagamaan, hingga penguatan pesantren.
Dalam pertemuan, Menteri Nasaruddin menyampaikan arahan yang berisi hal-hal penting terkait menjaga hubungan antarumat beragama dan sikap arif terhadap alam semesta.
Sikap yang baik dengan alam ujarnya, akan membawa dampak yang positif pula bagi kehidupan manusia. Sebaliknya, perbuatan buruk pada alam seperti membakar, menebang pohon atau Tindakan merusak lainnya, akan menjadi bencana untuk kehidupan manusia sendiri.
“Jangan memusuhi alam, jangan membakar alam, jangan merusak alam,” pesan Menteri Nasaruddin.
Menteri Nasaruddin juga menekankan pentingnya persatuan umat beragama, antarumat beraga dan persatuan antara pemerintah, akan membawa berkah bagi semuanya. Persatuan antarumat beragama sangat penting, karena sedikit ada konflik atau gangguan yang terjadi, akan mampu menimbulkan dampak besar.
Pada kesempatan itu, Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalsel H Muhammad Tambrin melaporkan seputar kondisi kehidupan keagamaan yang terjalin rukun dan damai.
Ucapan Terima kasih disampaikan kepada Gubernur H Muhidin yang telah mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan silaturahmi Menteri Agama dengan tokoh masyarakat se Kalsel ini.
Turut hadir dalam silaturahmi ini, Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Supian HK, Kepala Kepolisian Daerah Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Kalsel Brigjen Sentot Adi Dharmawan, Komandan Lanal Banjarmasin Noor Letkol (Laut) Galih Nurna Putra, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel (Pnb) Hilman L.P. Ambarita, kepala Kemenag Kabupaten/Kota se Kalsel, ulama dan tokoh agama, pimpinan ponpes dan pimpinan organisasi keagamaan lainnya.
Usai kegiatan silaturahmi, Menteri Nasaruddin selanjutnya menuju Masjid Raya Sabilal Muhtadi untuk mengisi kegiatan Tabliq Akbar yang dilakukan setelah shalat zuhur. [ady/adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Tutup UKW SMSI Kalsel, Wali Kota HM Yamin HR Tegaskan Kompetensi Wartawan Tetap Menjadi Profesional, Integritas dan Tanggung Jawab
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) Angkatan ke-71 resmi ditutup di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026). Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR menegaskan, kompetensi wartawan tidak boleh berhenti pada kepemilikan sertifikat, tetapi harus diwujudkan melalui profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.
UKW yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, diikuti 33 peserta dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Dr Moestopo (Beragama).
Tim LUKW Universitas Dr Moestopo yang dihadirkan berjumlah tujuh orang terdiri lima orang penguji dan dua orang staf administrasi dari Jakarta untuk melaksanakan proses uji kompetensi terhadap para peserta.
HM Yamin HR saat penutupan mengatakan wartawan dan insan pers tidak cukup hanya mampu mencari serta menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, wartawan juga dituntut mampu memverifikasi fakta, memahami konteks persoalan, serta mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan.
“Wartawan atau insan pers dituntut untuk tidak hanya mampu mencari dan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memverifikasi fakta, memahami konteks, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan,” ujar Yamin.
Ia berharap peserta UKW menjadikan kompetensi yang diperoleh bukan sekadar sertifikat, melainkan komitmen untuk terus menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Yamin juga mendorong wartawan untuk menjadikan pengalaman selama UKW sebagai bekal meningkatkan kualitas karya jurnalistik.
“Jadilah wartawan yang cerdas membaca fakta, kritis melihat persoalan, berani menyampaikan kebenaran, tetapi tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan kompetensi jurnalistik bukan semata sebagai ukuran administratif, tetapi sebagai tanggung jawab moral dalam menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi kepada publik.
Penutupan UKW turut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Ilmi dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Febry, serta jajaran SMSI Kalimantan Selatan.
Ketua SMSI Kalimantan Selatan, Drs Anang Fadhilah, menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar.
Menurut Anang, proses uji kompetensi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi wartawan untuk semakin profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas mencari, mengolah, memverifikasi, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Alhamdulillah pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar. Ini menjadi bekal bagi wartawan untuk terus menjaga integritas dalam mencari dan menyampaikan berita kepada masyarakat,” ujar Anang.
Pelaksanaan UKW ini sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi wartawan di tengah arus informasi yang semakin cepat. Kecepatan dalam memberitakan informasi perlu berjalan beriringan dengan verifikasi, akurasi, independensi, serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik.
Sebab, kualitas pers tidak hanya diukur dari seberapa cepat sebuah berita dipublikasikan, tetapi juga dari seberapa kuat wartawan memastikan informasi tersebut benar, berimbang, kontekstual, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. [ady/sb]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum2 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

