Festival Gerbang Nusantara Ditutup, Gubernur Kalsel Apresiasi Pelestarikan Budaya Banjar - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarbaru

Festival Gerbang Nusantara Ditutup, Gubernur Kalsel Apresiasi Pelestarikan Budaya Banjar

Published

on

Festival Gerbang Nusantara bertajuk Pekan Budaya Banua 2024 resmi ditutup oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Festival Gerbang Nusantara bertajuk Pekan Budaya Banua 2024 resmi ditutup oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso di lapangan Murdjani, pada Kamis (24/10) malam.

Dimulai dengan penampilan maulid habsyi dari grub Irsyadul Fata, kemudian pertunjukan Tari Ba’ayun Maulid dari Sanggar Spen Gatra, sejumlah siswi SMPN 3 Martapura itu tampil memukau dengan gemerlap lampu sorot.

Lalu, ada beberapa penampilan seperti Nasyid dan pembacaan puisi religi dari santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri. Kegiatan yang mengusung tema Bergerak, Bersama, Berkarya, Berdaya dan Berbudaya itu dalam rangka Festival Gerbang Nusantara 2024.

Penutupan juga dihadiri oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Yayuk Sri Budi Rahayu; Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati; Ustadz Supian Al-Banjari dan sebagainya.

“Pekan Budaya Banua ini bagian dari Festival Gerbang Nusantara 2024 yang hari ini berakhir. Terimakasih atas kerjasama semua pihak dalam penyelenggaraan ini, sehingga terlaksana dengan rutin tiap tahunnya,” ucap Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Dalam kesempatan itu, Adi Santoso menyampaikan bahwa festival ini tak sekadar penyelenggaraan seni dan budaya saja, tetapi upaya kita dalam melestarikan budaya Nusantara Indonesia, khususnya budaya dan kesenian daerah yang ada di Bumi Kalsel Babussalam.

“Saya rasa bangga dan terhormat melihat antusiasme seluruh elemen masyarakat yang aktif dalam memelihara dan menjaga kesenian daerah. Ini merupakan identitas kita,” ungkap Adi Santoso.

Selama empat hari, Adi Santoso menyebut banyak rangkaian seni yang disuguhkan kepada masyarakat Banua. Dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, bahkan pameran kebudayaan.

“Dan kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda, sehingga hal ini menunjukkan bahwa budaya merupakan pondasi bagi kita,” sampainya.

Lewat festival ini, Adi Santoso merasa akan melahirkan generasi yang unggul dalam menghadapi tantangan zaman sekarang. Dan meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terkait kesenian dan kebudayaan daerah yang merupakan warisan budaya dunia.

Adi Santoso juga mengapresiasi atas kolaborasi antar pemerintah provinsi dan daerah, serta kelompok masyarakat yang terlibat dalam event tahunan ini.

“Festival Gerbang Nusantara dalam program jalur rembah ini diharapkan dapat meriah lagi ke depannya. Dan tentunya, sinergitas terus ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Yayuk Sri Budi Rahayu menerangkan bahwa program jalur rempah telah dicanangkan sejak 2020. Dan kegiatan di Kalsel, menurutnya tidak pertama kali tetapi kunjungannya telah banyak melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak seperti komunitas, budayawan dan sebagainya.

“Di sini sangat kental dengan budaya islamnya. Dan ini juga momentum dalam meningkatkan UMKM di masyarakat agar kita semua dapat belajar bersama tentang budaya,” jelasnya.

Yayuk juga melihat banyak penulis-penulis handal di Kalsel, serta melahirkan tokoh budayanya. Lewat bentuk buku sejarah yang ditulis oleh mereka, maka diwariskan oleh generasi muda.

Di Kalsel, Yayuk menyoroti objek kemajuan budaya maupun cagar budayanya yang terus dilestarikan. Pewarisan yang baik, baginya lewat keluarga dan sekolah-sekolah.

“Sekali lagi, kami ucapkan terimakasih banyak atas pelaksanaan Pekan Budaya Banua ini. Kegiatan ini sangat baik, karena kebudayaan itu adalah kerja kolaboratif,” tandasnya.

Pada penutupan dengan pelabuhan rebana itu juga diakhiri dengan penyerahan Mandau, senjata tradisional khas Kalimantan kepada Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Yayuk Sri Budi Rahayu oleh Staf Ahli Gubernur, Adi Santoso.

Malam itu juga turut dihadiri oleh Direktur Bangku Panjang Mingguraya, HE Benyamine; Pendiri Teater Kita Kalsel, Yadi Muryadi; Pimpinan Pondok Pesantren Irsyadul Fata, Supian Al-Banjari dan Ketua Yayasan Dr. H Abdul Karim dan sebagainya. [ad/adpim]

Bagikan ke

Banjarbaru

Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Keuangan Partai Politik dengan Total Rp 20,5 Miliar

Published

on

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menyerahkan bantuan keuangan senilai Rp20.578.180.000 kepada 9 (sembilan) partai politik (Parpol) yang mendapat kursi di DPRD Kalsel. (Foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Sebagai wujud komitmen terhadap penguatan kelembagaan partai politik dan kualitas demokrasi di Banua, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menyerahkan bantuan keuangan senilai Rp20.578.180.000 kepada 9 (sembilan) partai politik (Parpol) yang mendapat kursi di DPRD Kalsel.

Penyerahan bantuan dana parpol ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima bantuan keuangan kepada parpol tahun anggaran 2026, Kamis (30/07/2026) di ruang rapat H Aberani Sulaiman Kantor Gubernur di Banjarbaru.

Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintah Hukum dan Politik, Adi Santoso, diharapkan dana bantuan ini dioptimalkan dan dimanfaatkan sesuai ketentuan yakni minimal 60 persen untuk kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat seperti pendidikan politik dan pangkaderan, selebihnya untuk operasional partai.

“Agar kemanfaatannya bisa benar-benar dirasakan masyarakat Banua di Kalimantan Selatan, itu pesan beliau (Gubernur H Muhidin,red), ” ujar Adi kepada wartawan, usai kegiatan.

Pada kesempatan itu, Adi juga menyampaikan apresiasi Gubernur H Muhidin kepada Badan Kebangpol dan 9 partai politik yang mendapatkan kursi di DPRD Kalsel atas komitmen bersama yang terjakin. Gubernur juga mengajak kalangan parpol untuk menjadikan penyaluran bantuan ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat pendidikan politik bagi masyarakat.

Sementara itu, Kapala Sub Bidang Fasilitasi, Kelembaban, Pemerintahan, Perwakilan, Partai Politik, Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel, Harry Widiyatmoko mengatakan, dana bantuan diberikan kepada sembilan parpol tahun ini mengalami kenaikan dari Rp7.500 menjadi Rp10.000 per suara perolehan Pemilu Legislatif 2024. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Dukung Program Tukar Sampah dengan Sembako

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin secara resmi membuka kegiatan Rimba Mart yang dirangkai dengan program Tukar Sampah dengan Sembako. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin secara resmi membuka kegiatan Rimba Mart yang dirangkai dengan program Tukar Sampah dengan Sembako di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Forester Cafe, Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel bersama Dinas Kehutanan Kalsel tersebut menjadi upaya mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sekaligus memperkuat pemanfaatan hasil hutan yang bernilai ekonomi.

Melalui program ini, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih bernilai daur ulang, seperti kardus, kertas, koran, buku, botol dan gelas plastik, aki bekas, rak telur, hingga minyak jelantah dengan paket sembako.

Selain membantu mengurangi timbunan sampah, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat bahwa sampah yang dipilah dengan baik memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat memberi manfaat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan program tukar sampah dengan sembako.

Menurut Gubernur H. Muhidin, gerakan tersebut harus dibarengi dengan budaya menjaga kebersihan, dimulai dari lingkungan masing masing.

“Program tukar sampah dengan sembako harus menjadi budaya. Kebersihan harus dimulai dari lingkungan masing-masing.”

Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin juga mendorong rehabilitasi hutan melalui penanaman tanaman produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Hutan harus memberi manfaat bagi masyarakat melalui tanaman produktif seperti durian, manggis, rambutan, langsat, dan lainnya.”ujarnya.

Selain itu, Gubernur H. Muhidin menilai potensi jutaan hektare hutan di Kalsel perlu dioptimalkan, termasuk melalui pengembangan carbon credit sebagai sumber pendapatan daerah.

“Potensi carbon credit harus dikelola agar memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.”tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur H. Muhidin mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih bersih dan sejahtera.

“Mari bersama-sama mendukung pelestarian lingkungan agar Kalimantan Selatan semakin maju, bersih, dan masyarakatnya sejahtera.”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan program tukar sampah dengan sembako kini telah berjalan di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

“Sampah bukan akhir, tetapi memiliki nilai ekonomi dan manfaat jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Rahmat berharap gerakan tersebut semakin masif melalui dukungan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar mampu membantu kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar manfaatnya bagi masyarakat dan kebersihan Kalsel” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hj. Fatimatuzzahra, menjelaskan Rimba mart menjadi wadah promosi berbagai produk hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) bersama kelompok tani hutan se-Kalimantan Selatan.

“Rimba mart menjadi ajang memperkenalkan potensi hasil hutan sekaligus memberdayakan kelompok tani hutan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga terus mengembangkan hasil hutan bukan kayu melalui rehabilitasi hutan dan lahan sesuai arahan Gubernur Kalsel.

“Kami ingin hasil hutan memberi manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Usai membuka Rimba Mart dan program Tukar Sampah dengan Sembako, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meninjau stan produk unggulan hasil hutan dari berbagai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalsel.

Didampingi jajaran, Gubernur H. Muhidin berdialog dengan kelompok tani hutan dan pelaku UMKM sekaligus melihat beragam produk hasil hutan bukan kayu sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat berbasis kehutanan yang berkelanjutan.

Turut hadir Tenaga Ahli Gubernur, para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kalsel, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Perusahaan Swasta, Pelaku UMKM, kelompok tani hutan, serta tamu undangan lainnya. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur Kalsel H Muhidin Pastikan PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan, Dua Pembangkit Besar Segera Beroperasi Normal

Published

on

Gubernur H Muhidin bertemu dan berkoordinasi langsung bersama PLN pusat, Saleh Siswanto selaku Executive Vice President Operational Sumatera Kalimantan dan GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin, menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengawal percepatan pemulihan sistem kelistrikan bersama PLN Pusat menyusul terjadinya pemadaman bergilir di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pihak PLN Kalselteng, tengah intens melakukan pengawalan dan koordinasi penanganan gangguan pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah secara intensif.

Sebagai bentuk keseriusan dan perhatian terkait kondisi kelistrikan di wilayah Kalselteng tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin kembali memanggil dan melakukan pertemuan bersama perwakilan petinggi PLN.

Kali ini, Gubernur H Muhidin bertemu dan berkoordinasi langsung bersama PLN pusat, Saleh Siswanto selaku Executive Vice President Operational Sumatera Kalimantan dan GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono pada Rabu (29/7/2026) di Banjarbaru.

Dalam koordinasi itu, Gubernur H Muhidin meminta tim dari pusat segera turun ke daerah untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi pembangkit listrik yang menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik.

Gubernur H Muhidin juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait lokasi pembangkit listrik.

Ia menjelaskan bahwa pembangkit berkapasitas 2×100 megawatt yang berada di Kabupaten Gunung Mas, Kuala Purun Kalimantan Tengah, bukan merupakan IPP Murung Raya, sebagaimana sempat diberitakan, melainkan pembangkit milik SKS Listrik Kalimantan (SLK).

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Gubernur berencana melakukan peninjauan langsung bersama jajaran terkait.

“Insha Allah minggu depan kita akan melakukan peninjauan di PLTU Asam-Asam bersama jajaran PLN, untuk memastikan bahwa proses perbaikan memang berjalan sesuai rencana, ” kata Gubernur H Muhidin.

Sementara itu, GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengungkapkan bahwa pemadaman yang terjadi disebabkan 3 unit pembangkit besar di sistem interkoneksi di Kalimantan Selatan dan Tengah, hingga mengalami gangguan dan sedang menjalani proses perbaikan.

Disebutkannya, PLTU SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah, memiliki kapasitas 2×100 megawatt.

“Saat ini unit 1 beroperasi normal, aman dan handal, sedangkan Unit 2 yang mengalami gangguan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026 dengan kapasitas 100 megawatt, ” ujar Iwan Soelistijono, Rabu (29/7/2026).

Selain itu, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) di Kabupaten Tabalong yang juga memiliki kapasitas 2×100 megawatt sebelumnya mengalami gangguan pada Unit 2 sebesar 100 megawatt.

Namun, GM PLN UID Kalselteng, memastikan bahwa unit tersebut telah berhasil kembali beroperasi penuh sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari target semula pada 30 Juli 2026.

PLN juga menyampaikan bahwa PLTU Asam-Asam Unit 3 dan 2 di Kalimantan Selatan yang memiliki kapasitas 54 megawatt turut menjadi bagian dari proses pemulihan sistem kelistrikan.

Sementara, Saleh Siswanto selaku Executive Vice President Operational Sumatera Kalimantan, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin atas perhatian dan dukungannya dalam mengawal percepatan perbaikan pembangkit kelistrikan di wilayah Kalselteng.

Menurutnya, arahan Gubernur menjadi dorongan bagi PLN untuk mempercepat proses pemulihan sehingga dampak pemadaman bergilir dapat segera diatasi.

“Alhamdulillah, salah satu pembangkit yang sebelumnya mengalami kerusakan telah kembali beroperasi sejak 28 Juli 2026. Kami terus bekerja keras bersama seluruh personel PLN dan berkoordinasi dengan seluruh pengelola pembangkit agar unit yang masih dalam perbaikan dapat segera beroperasi,” ujar Saleh Siswanto.

PLN katanya optimis setelah pembangkit Tanjung Power Indonesia dan Unit 2 SKS Listrik Kalimantan beroperasi penuh, pasokan daya akan kembali mencukupi sehingga pemadaman bergilir dapat dihentikan.

“Dengan beroperasinya kembali kedua pembangkit berkapasitas masing-masing 100 megawatt tersebut, sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Timur dan Kalimantan Utara, dipastikan akan semakin kuat dan andal dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, ” pungkasnya. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Minta Kepastian Listrik Normal Kembali, Gubernur H Muhidin Telepon Langsung GM PLN Kalselteng

Published

on

Gubernur H. Muhidin Telepon Langsung GM PLN Kalselteng, Minta Kepastian Listrik Normal di Banua. (Foto/Admin) 

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Berkaitan telah terjadi pemadaman bergilir aliran listrik yang saat ini terjadi, pada Senin (27/7/2026) Gubernur Kalsel H. Muhidin berkomunikasi langsung dengan General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono terkait penyebab terjadinya gangguan pasokan listrik.

Informasi yang disampaikan pihak PLN, ungkap Gubernur saat ini terjadi kebocoran broiler dan turbin pada salah satu pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di wilayah Muara Teweh Kalimantan Tengah, ditambah kerusakan generator PLN di Asam-asam Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, sehingga terjadi gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi wilayah Kalimantan.

Mengutip keterangan pihak PLN, pemadaman listrik bergilir saat ini bisa diminimalisir dengan cara melakukan penghematan pemakaian listrik, sampai kondisi normal yang diperkirakan mulai awal Agustus nanti.

“Sebagaimana keterangan dari pihak PLN, Insya Allah awal Agustus kondisinya akan normal,” terang Gubernur.

Pada lesempatan itu pula, Gubernur H. Muhidin juga menghimbau kepada warga Banua untuk bisa menggunakan listrik dengan lebih hemat.

“Kalau bisa menurunkan 40 persen, Insya Allah bisa normal kembali. Jadi masing-masing ditempat kita, kita kurangi, supaya bisa menyala, ” lanjutnya.

Gubernur H Muhidin juga mengungkapkan bahwa kediaman resminya turut mengalami pemadaman listrik.

“Di rumah gubernur juga kemarin sempat padam. Mudah-mudahan masyarakat bisa bersabar menghadapi kondisi ini,” ucap gubernur. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin dan Hj Fathul Jannah Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah hadir dalam peringatan Hari Anak Nasional Ke-4

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Disambut hangat oleh kesenian madihin, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah hadir dalam peringatan Hari Anak Nasional Ke-4 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, di Gedung Idham Khalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).

Mengangkat tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026 ini dimeriahkan berbagai penampilan luar biasa dari anak- anak banua.

Mulai dari persembahan Tari Japin Diang Batandik oleh anak-anak sanggar Idaman Banjarbaru dibawah UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel yang merupakan binaan Bunda PAUD Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, acara yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kalsel, H. supian HK beserta Ketua Gatriwara Kalsel, Hj. Faridah supian HK dan seluruh unsur Forkopimda Kalsel, Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel serta ratusan perwakilan anak-anak di Kalsel ini juga diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al quran yang langsung dibawakan oleh perwakilan anak dari Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan, As’ad Syamsul Arifin dan Fatmawati.

Begitu pula saat sesi Do’a Bersama. Perwakilan anak-anak SMA sederajat di Kota Banjarbaru memimpin Do’a secara Lintas Agama. Hal ini menambah khidmat jalannya acara.

Tidak hanya sampai disitu, perwakilan siswa-siswi dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Banjarbaru, dengan suara polos mereka juga berkempatan membacakan langsung di hadapan Gubernur H. Muhidin, harapan-harapan perubahan dan suara mereka untuk menuju Indonesia lebih baik, yang kesemua isinya diperoleh dari Perumusan suara anak di 13 Kab/Kota Kalimantan Selatan yang kemudian dirumuskan kembali menjadi Suara Anak Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Penampilan parade KidsTake Over- Satu Hari Saya Menjadi, juga memeriahkan acara ini. Program partisipatif yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk merasakan pengalaman menjalankan profesi atau jabatan tertentu dalam satu hari ini, menambah keseruan acara sekaligus rasa haru di Tengah para undangan yang hadir. Bagaimana tidak, salah satu perwakilan anak, Aisyah Kayla Azzahra yang juga merupakan cucu dari Gubernur H. Muhidin dan Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah membacaka pesan mereka untuk para orang tua.

”Lihat deh, kami keren bangen kan pakai baju ini?,” ucap Aisyah mengawali penyampaiannya yang hari itu, didampingi anak-anak lain yang menggunakan berbagai kostum profesi. Ada yang menjadi dokter, poliisi, guru, penyanyi, penyiar dan berbagai profesi lainnya.

“Ayo sayangi kami, lindungi kami dan temani kami raih mimpi,” tutup Aisyah, yang diiringi riuh tepuk tangan undangan yang hadir.

Momen haru juga mewarnai peringatan Hari Anak Nasional Ke 42 Tingkat Provinsi Tahun 2026 ini, ketika Ketua TP PKK Provinsi Kalsel yang juga merupakan Bunda Forum Anak Daerah Kalsel, Hj. Fathul Jannah bersama Gubernur H. Muhidin dan Forkopimda Kalsel menyerahkan bunga kepada perwakilan anak-anak di Kalsel yang memakai kostum berbagai profesi ini. Hal ini menjadi simbol cinta, perhatian dan komitmen dalam merawat, melindungi serta memenuhi hak hak anak di Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin selain mengucapkan selamat hari anak kepada seluruh anak di Kalsel, juga berpesan untuk terus bermimpi dan menyiapkan diri menjadi generasi cerdas.
“Bapak menitip pesan kepada anak-anakku tercinta, teruslah belajar dengan tekun, hormati orang tua dan guru, jauhi perilaku negatif, berani bermimpi setinggi langit, serta persiapkan diri menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, sehat, dan berdaya saing. Mari kita jadikan hari anak nasional sebagai pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal. Dengan semangat bekerja bersama, merangkul semua, ayo kita wujudkan Kalimantan Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan ramah anak,” harap Gubernur H. Muhidin.

Peringatan Hari Anak Nasional Ke 42 Tingkat Provinsi Tahun 2026 ini juga dirangkai dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian Taman Asuh Ramah Anak (TARA) Nurul Muhibbin yang dilakukan oleh Ketua TP PKK Klasel, Hj. Fathul Jannah, disaksikan Gubenur H. Muhidin, yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen dukungan Provinsi Layak Anak dan Pemenuhan Hak serta Perlindungan Anak, yang juga diikuti oleh seluruh Forkopimda Kalsel.

Kemeriahan semakin seru, ketika Ketua TP PKk Kalsel Hj. Fathul Jannah bersama Gubenur H. Muhidin memberikan Kuis beserta hadiahnya berupa sepeda dan televisi kepada anak-anak yang hadir memeriahkan Peringatan HAN tahun ini.

“Siapa nama bapak gubernur Kalsel ?,” kata Hj. Fathul Jannah yang disambut riuh anak-anak sambil mengacungkan jari tanda siap menjawab.

Keruihan semakin memuncak, Ketika diakhir acara, Gubernur Kalsel H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah berbaur sembari berfoto Bersama dengan anak-anak yang hadir sejak pagi hingga acara selesai. [Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Dirut Bank Kalsel Fachrudin : OJK Menghendaki Modal Inti Hingga Rp 6 Triliun

Published

on

Kantor pusat Bank Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat Kota Banjarmasin. (Foto/Google) )

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel mulai menyiapkan berbagai strategi penguatan permodalan menyusul penyesuaian regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah tersebut dilakukan agar Bank Kalsel tetap kompetitif, sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan OJK menghendaki bank pembangunan daerah memenuhi modal inti hingga Rp6 triliun. Sementara itu, modal inti Bank Kalsel saat ini masih berada di kisaran Rp3,9 triliun, sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar Rp2,2 triliun. “Sekarang sekitar Rp3,9 triliun. Jadi kalau tetap menjadi bank seperti kondisi saat ini, kami setidaknya harus menambah modal lagi sekitar Rp2,2 triliun,” ujarnya saat peletakan batu pertama Gedung Kantor Bank Kalsel Cabang Banjarbaru, Jumat (17/7/2026).

Menurut Fachrudin, pemenuhan kebutuhan modal tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang terkoreksi. Karena itu, Bank Kalsel tidak ingin sepenuhnya mengandalkan tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Daerah selaku pemegang saham. Bank Kalsel pun tengah menyiapkan sejumlah simulasi penguatan modal. Mulai dari menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, hingga membuka peluang melakukan Initial Public Offering (IPO).

Selain penguatan modal, Bank Kalsel juga dihadapkan pada kewajiban melakukan pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) sesuai regulasi. Saat ini, aset UUS Bank Kalsel telah mencapai sekitar Rp3,6 triliun. “PR yang kedua terkait dengan syariah. Syariah ini diwajibkan untuk berpisah. Saat ini, syariah masih di bawah Bank Kalsel, asetnya sudah mencapai sekitar Rp3,6 triliun,” jelasnya.

Fachrudin menegaskan proses spin-off akan dipersiapkan secara matang agar tidak mengganggu operasional maupun pelayanan kepada nasabah. Di sisi lain, Bank Kalsel tetap melanjutkan ekspansi layanan syariah sebagai bagian dari penguatan bisnis perusahaan.

Ia mengatakan pengembangan bisnis syariah akan terus dilakukan sejalan dengan visi Gubernur Kalsel dalam memperkuat ekonomi syariah. Tahun ini, Bank Kalsel menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan telah memiliki kantor cabang syariah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Pemprov Kalsel Mantapkan Persiapan Peringatan Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-76

Published

on

Gubernur Kalsel H. Muhidin didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) H Muhammad Syarifuddin, memimpin rapat koordinasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov). (Foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H. Muhidin didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) H Muhammad Syarifuddin, memimpin rapat koordinasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov), pada Senin (27/07/2026) di ruang rapat H Aberani Sulaiman Kantor Gubernur di Banjarbaru.

Rakor yang melibatkan para tenaga ahli gubernur (TAG) untuk memberikan masukan dan saran itu, membahas sejumlah agenda penting, dimulai soal persiapan dengan peringatan puncak Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel pada tanggal 13 Agustus 2026 di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Banjarbaru.

Materi lain yang digunakan bahas, soal kinerja SKPD, perkembat serapan anggaran, target SKPD penghasil, hingga permasalahan pinjaman di luar anggaran SKPD dari bank, PT SMI, KPBU, hibah (BPDP, Sigren-Alkes), dan hal-hal mengenai Obligasi Pemda.

Terkait persiapan peringatan hari jadi Provinsi nantinya, Gubernur H Muhidin menyampaikan arahan mulai pakaian yang dikenakan pimpinan SKPD, forkopimda/undangan, memakai jas warna hitam, dilengkapi laung dan sarung sasirangan dengan dominasi hitam.
Pemilihan warna hitam ujar Gubernur H Muhidin, agar nampak netral dan tidak ada kesan menonjolkan warna terkait partai tertentu.

Arahan pada materi rakor selanjutnya disampaikan Sekdaprov Syarifuddin sesuai petunjuk Gubernur H Muhidin.

“Banyak arahan Bapak Gubernur untuk pelaksanaan acara peringatan nantinya antinya, apalagi saat ini kita dalam kondisi penghematan anggaran, ” ucap Sekdaprov.

Kendati demikian, Pemprov tetap menyediakan kegiatan untuk masyarakat seperti hiburan dan angkutan gratis, termasuk rencana penyediaan makanan gratis seperti tahun lalu. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer