Lepas Jamaah Calon Haji Kloter 1, Gubernur Kalsel Mengingatkan Jaga Kesehatan dan Menitipkan Doa untuk Keberkahan Banua - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarbaru

Lepas Jamaah Calon Haji Kloter 1, Gubernur Kalsel Mengingatkan Jaga Kesehatan dan Menitipkan Doa untuk Keberkahan Banua

Published

on

Lantunan talbiyah mengiringi pelepasan Jamaah Calon Haji Kloter 1 asal Banjarmasin oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Labbaika Allahumma Labbaik, Laa Syariika Laka labbaik. Innalhamda Wan-ni’mata Laka wal mulk, Laa Syariikalak.

Lantunan talbiyah mengiringi pelepasan Jamaah Calon Haji Kloter 1 asal Banjarmasin oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yang juga bertindak sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Banjarmasin, di Embarkasi Haji Banjarmasin Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Kamis (23/4/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, dalam suasana khidmat dan penuh haru.

Ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih oleh Gubernur H. Muhidin kepada Ketua Kloter 01 (BDJ) Banjarmasin sebagai simbol resmi dimulainya perjalanan jemaah menuju Tanah Suci.

Momen pelepasan berlangsung khidmat dengan dikumandangkannya azan dan talbiyah mengiringi langkah para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Sebanyak 360 jemaah haji Kloter 1 asal Banjarmasin dijadwalkan diberangkatkan pada Jumat (24/4/2026) pukul 00.00 WITA melalui Bandara Syamsuddin Noor.

Keberangkatan ini menjadi awal dari rangkaian proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun ini mencapai 6.758 orang yang berasal dari dua provinsi, yakni Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Dari total tersebut, jemaah asal Kalimantan Selatan mendominasi dengan jumlah 5.199 orang, sementara dari Kalimantan Tengah sebanyak 1.559 orang.

Seluruh jemaah akan diberangkatkan secara bertahap dalam 19 kelompok terbang (kloter). Setiap kloter telah dipersiapkan secara matang dengan dukungan petugas guna memastikan kelancaran perjalanan serta pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 76 petugas kloter turut mendampingi jemaah, yang terdiri dari 19 ketua kloter, 19 pembimbing ibadah, 19 dokter, dan 19 perawat. Selain itu, terdapat pula 34 petugas haji daerah yang berperan dalam memberikan pelayanan dan pendampingan tambahan kepada para jemaah.

Dengan kesiapan tersebut, diharapkan seluruh proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar, tertib, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, H. Muhidin menyampaikan ucapan selamat kepada para jemaah haji kloter pertama yang terpilih berangkat pada musim haji tahun ini.

Gubernur Kalsel menegaskan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci merupakan panggilan Allah SWT yang patut disyukuri.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel saya mengucapkan selamat kepada Bapak/Ibu sekalian jemaah kloter pertama yang terpilih berangkat tahun ini. Perjalanan ini adalah panggilan Allah yang sangat mulia,” ujar H. Muhidin dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H. Muhidin juga menitipkan sejumlah pesan kepada para jemaah agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.

Orang nomor satu di Kalsel itu mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat kondisi cuaca yang berbeda dengan di tanah air.

“Cuaca di sana berbeda dengan tanah air, maka jaga fisik, cukup minum, dan patuhi petugas kesehatan,” pesannya.

Selain menjaga kesehatan, H. Muhidin juga meminta para jemaah untuk menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah. Menurutnya, kekompakan, saling tolong-menolong, serta meluruskan niat menjadi bagian penting dalam menunaikan ibadah haji.

“Jaga kekompakan sesama jemaah, saling tolong-menolong, dan luruskan niat,” tambahnya.

Gubernur H Muhidin juga berharap seluruh jemaah dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada ibadah agar memperoleh haji yang mabrur.

Tak hanya itu, Gubernur H. Muhidin turut menitipkan doa untuk Kalimantan Selatan agar senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, dan keberkahan.

“Fokuskan diri untuk beribadah agar mendapatkan haji yang mabrur. Kami titip doa di tempat-tempat mustajab agar banua Kalsel selalu aman dan diberkahi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin dengan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, keselamatan, serta menjadi haji yang mabrur.

Sementara itu, Asisten Direktur Jenderal Pengendalian dan Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Harun Al Rasyid, menyampaikan pesan singkat namun penuh makna kepada jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin saat prosesi pelepasan.

Dalam sambutannya, Harun menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak di Kalsel, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalsel hingga jajaran Forkopimda, yang dinilai berperan penting dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.

“Saya atas nama Menteri Haji dan Wakil Menteri menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata dari Bapak Gubernur, Kapolda, Kepala Kantor Kemenag, dan Forkopimda, serta seluruh jemaah haji yang saya cintai dan saya muliakan,” ujarnya.

Harun menegaskan bahwa keberangkatan kloter pertama ini menjadi momentum awal bagi para jemaah untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Dalam suasana penuh kekhusyukan, Harun menyempatkan untuk menyampaikan pesan penting dengan mengutip hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim tentang keutamaan haji mabrur.

“Wal hajjul mabrur laisa lahu jaza’un illal jannah. Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga,” tuturnya.

Harun pun mengajak seluruh jemaah untuk meluruskan niat dan memfokuskan diri sepenuhnya dalam beribadah selama di Tanah Suci.

“Ini adalah kesempatan kita. Luruskan niat, betul-betul untuk memenuhi panggilan Allah. Mudah-mudahan seluruh jemaah kloter 1 Banjarmasin mendapatkan predikat mabrur dan mabrurah,” harapnya.

Suasana pelepasan berlangsung tertib dan khidmat. Doa serta harapan mengiringi keberangkatan para jemaah yang akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setelah penantian panjang.

Salah satu jemaah, Syamsul Bahri, yang juga bertugas sebagai Ketua Rombongan 1 Regu 2 Kloter 1 asal Kota Banjarmasin, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya menjelang keberangkatan.

“Alhamdulillah luar biasa bahagia, bersyukur kita panjatkan kepada Allah. Setelah menunggu kurang lebih 15 tahun, hari ini adalah puncak penantian kami untuk berangkat ke Tanah Suci memenuhi panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Syamsul Bahri menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, berolahraga, hingga memperbanyak doa agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

“Harapan kami, mudah-mudahan jemaah haji khususnya Kalsel semuanya berjalan dengan aman, lancar, sehat, dan kembali tanpa kurang suatu apa pun,” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, unsur Forkopimda, serta jajaran terkait, mengantar langsung para jemaah haji menuju bus keberangkatan. Sebanyak 11 unit bus telah disiapkan untuk membawa jemaah dari Asrama Haji menuju bandara, sebagai tahap akhir sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Pelepasan kloter pertama ini menjadi awal dari rangkaian keberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun 2026, yang diharapkan seluruhnya dapat menunaikan ibadah dengan baik serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kalsel, Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, serta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.

Hadir pula para pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalsel, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri pimpinan instansi dan stakeholder penyelenggaraan ibadah haji, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalsel, serta jemaah haji Embarkasi Banjarmasin Kloter BDJ 01 asal Kota Banjarmasin serta tamu undangan lainnya. [adv/adpim]

Bagikan ke

Banjarbaru

Kembangkan Produk Lokal, Pertamina Patra Niaga Kalimantan Dukung UMKM di Adaro Specta Preneur 2026

Published

on

. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan bersama Rumah BUMN Banjarmasin mendukung keikutsertaan para pelaku usaha tersebut pada pameran yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026. (Foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Ragam kuliner khas, kriya, fesyen, dan produk olahan kreatif lokal menjadi bekal 14 UMKM binaan peserta Pertamina UMK Academy 2026 untuk menjangkau pelanggan baru dalam ajang Adaro Specta Preneur 2026. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan bersama Rumah BUMN Banjarmasin mendukung keikutsertaan para pelaku usaha tersebut pada pameran yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Lapangan Dr. Murdjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa pendampingan UMKM perlu disertai kesempatan untuk memperluas pasar agar pelaku usaha dapat terus mengembangkan usahanya.

“Di balik setiap produk lokal, ada kerja keras dan harapan pelaku usaha untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Kami ingin mendampingi perjalanan itu dengan membuka kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan produk, bertemu pelanggan, dan membangun kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha,” ujar Edi, Rabu (28/10/2026).

Bagi para pelaku UMKM, pameran ini membuka kesempatan untuk memperkenalkan cerita dan keunggulan di balik produknya. Interaksi dengan pengunjung juga menjadi ruang untuk memahami kebutuhan konsumen, memperoleh masukan, serta membangun hubungan dengan calon pelanggan dan mitra usaha.

Keikutsertaan dalam pameran ini merupakan kelanjutan pembinaan melalui Pertamina UMK Academy. Setelah mendapatkan pelatihan mengenai manajemen usaha, legalitas, pengembangan kemasan, dan digitalisasi, para peserta berkesempatan menerapkan pengetahuan tersebut dalam interaksi langsung dengan calon pembeli. Respons pengunjung dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan produk dan strategi pemasaran.

Menurut Edi, manfaat pameran juga dapat tumbuh dari percakapan sederhana antara pelaku usaha dan pengunjung. Masukan tentang rasa, kemasan, maupun kebutuhan konsumen membantu UMKM memahami pasar dan menentukan langkah pengembangan usaha.

“Kami berharap para pelaku UMKM dapat membawa pulang lebih dari hasil penjualan, yakni pengalaman, pelanggan baru, dan hubungan usaha yang terus berlanjut setelah pameran selesai. Bekal tersebut penting agar usaha mereka semakin mandiri dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kolaborasi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Rumah BUMN Banjarmasin, dan PT Adaro Indonesia dalam kegiatan ini memperluas dukungan bagi pengembangan UMKM di Kalimantan Selatan. Melalui pendampingan dan kesempatan promosi yang berkelanjutan, produk-produk Banua diharapkan semakin dikenal serta memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas. [ady/rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Ajak Jaga Persatuan dan Amalkan Nilai-Nilai Pancasila

Published

on

Gubernur Kalsel melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin, saat memimpin apel gabungan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengajak seluruh masyarakat dan jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel untuk terus memperkuat persatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kalsel melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin, saat memimpin apel gabungan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru pada Kamis (1/10/2026) pagi.
‎
‎Sejumlah SKPD Kalsel tampak berjajar memenuhi halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Berbagai unsur pemerintahan turut hadir dalam suasana tersebut, mulai dari pegawai Sekretariat Daerah, para guru, dokter, hingga sejumlah undangan lainnya.
‎
‎Di sisi podium, para Pejabat Tinggi Pratama bersama tenaga ahli gubernur berdiri dalam barisan yang rapi. Suasana seketika menjadi hening ketika seluruh peserta menundukkan kepala, mengheningkan cipta sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan serta mereka yang telah berjasa bagi bangsa dan daerah.
‎
‎Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk mengenang berbagai ujian yang pernah dihadapi bangsa Indonesia sekaligus meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.
‎
‎Dalam sambutan Gubernur Kalsel yang dibacakan Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin, disampaikan bahwa Pancasila memiliki peran penting dalam mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang.
‎
‎ “Pancasila mampu mempersatukan bangsa yang beragam. Dengan ideologi Pancasila, bangsa kita tetap berdaulat dalam menghadapi perubahan zaman,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
‎
‎Tahun ini, peringatan Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema: “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
‎
‎Gubernur menjelaskan, tema tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga mengandung makna yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
‎
‎Berdaulat, menurut Gubernur, berarti bangsa Indonesia mampu menentukan nasibnya sendiri. Adil berarti pelayanan dan kesempatan terbuka bagi setiap warga negara tanpa membedakan latar belakang. Sementara makmur berarti hasil pembangunan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
‎
‎Karena itu, Gubernur mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, dimulai dari hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
‎
‎ “Jangan menyebarkan kabar yang belum tentu benar. Jangan biarkan perbedaan antara kita merenggangkan persatuan,” pesannya.
‎
‎Khusus kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN), Gubernur meminta agar nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam pelaksanaan tugas, terutama melalui pelayanan publik yang adil, cepat, profesional, dan tidak membeda-bedakan masyarakat.
‎
‎“Pancasila harus diwujudkan dalam pelayanan yang adil, cepat, dan tanpa membedakan siapa yang dilayani,” tegasnya.
‎
‎Gubernur juga berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
‎
‎ “Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa Indonesia dan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubenrur H Muhidin Tekankan Proyek Perubahan Berikan Manfaat bagi Masyarakat

Published

on

Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Lingkup Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalsel. (Foto/Admin) 

 

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubenur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi kepemimpinan bagi para pejabat administrator dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikannya Sekdaprov Syarifuddinsaat menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026 Lingkup Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Instansi Vertikal se- Kalimantan Selatan, di Aula Kampus 1 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Kalsel, di Banjarbaru, Jumat (25/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan kesungguhan selama mengikuti rangkaian pelatihan. PKA diharapkan tidak hanya menjadi proses pemenuhan persyaratan kedinasan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kapasitas peserta dalam menjalankan tugas kepemimpinan.

“Setiap pemimpin perlu terus mengembangkan kompetensi, keterampilan, kemampuan adaptasi, komunikasi, serta kemampuan manajerial. Seorang pemimpin juga harus mampu menjadi panutan dan memberikan teladan yang baik di lingkungan kerjanya,” ujar Sekdaprov Syarifuddin.

Gubernur Kalsel H. Muhidin juga menyampaikan pentingnya keberlanjutan aksi perubahan yang telah dirancang oleh para peserta PKA. Menurut Gubernur H. Muhidin, inovasi yang lahir melalui proyek perubahan harus memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Gubernur H. Muhidin mengingatkan agar aksi perubahan tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi terus dikelola dan dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja organisasi.

“Jangan sampai aksi perubahan hanya untuk memenuhi syarat pelatihan. Aksi perubahan harus benar-benar menjadi terobosan yang memberikan manfaat untuk orang banyak,” tegas H. Muhidin dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin berharap seluruh peserta PKA Angkatan III dapat kembali ke instansi masing-masing dengan membawa semangat baru sebagai pemimpin yang percaya diri, memiliki kecakapan manajerial, serta mampu memahami perencanaan, penganggaran dan mitigasi risiko.

“Peningkatan kualitas kepemimpinan menjadi semakin penting bagi Kalimantan Selatan yang memiliki posisi strategis sebagai gerbang logistik Kalimantan. Karena itu, peningkatan kinerja organisasi, baik dalam aspek perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan, perlu terus dilakukan. Dari seluruh pejabat administrator yang telah dilatih, kita berharap lahir aksi-aksi nyata yang mampu mengubah dan meningkatkan kinerja organisasi secara maksimal,” kata Sekdaprov Syarifuddin membacakan sambutan Gubenur H. Muhidin.

Usai upacara penutupan, secara khusus Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin juga berpesan kepada seluruh peserta dapat mengimplementasikan proyek perubahan yang dilakukan seluruh peserta.

“Kita harapkan proyek perubahan yang dilakukan oleh para peserta ini benar-benar nantinya diimplementasikan di instansinya masing-masing setelah pulang. Mudah-mudahan ini sebagai role model bagi rekan-rekan yang belum melaksanakan kegiatan ini. Karena selama pelatihan di sini mendapat pembelajaran tentant banyak hal, seperti kepemimpinan, manajerial dan juga mitigasi risiko. Mudah-mudahan ini benar-benar nantinya dilaksanakan di instansi masing-masing,” harap Sekdaprov Syarifuddin didampingi Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah.

Sebelumnya, dalam upacara penutupan PKA Angkatan III Tahun 2026 Lingkup Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan instansi Vertikal se Kalimantan Selatan ini, diumumkan 15 peserta yang mendapat predikat Sangat Memuaskan dari 40 peserta yang mengikuti pelatihan ini. Lima besar dengan nilai tertinggi adalah; Muhammad Ramadani, Rizki Akbar, Denni Jumanson Naibaho, dr. Sarah Hidayani dan dr. Fathullah.

Upacara penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta secara simbolis oleh sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin didampingi Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel Faried Fakhmansyah dan Perwakilan Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (APWI) Provinsi Kalimantan Selatan, kepada 2 (dua) perwakilan peserta yang dilanjutkan penyeraham piagam penghargaan kepada 5 peserta terbaik.

Selain itu, perwakilan peserta juga menyerahkan plakat kepada Kepala BPSDMD Kalsel, sebagai tanda kenang-kenangan pernah mengikuti pelatihan tersebut.

Upacara yang turut dihadiri oleh Para Pejabat Struktural dan Widyaiswara di BPSDMD Provinsi Kalsel, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional serta undangan lainnya, baik dari Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Kalsel ini ditutup dengan pengucapan ikrar alumni oleh seluruh peserta PKA. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Rapat Koordinasi Karhutla, Gubernur H Muhidin Tegaskan Optimalisasi Pemadaman Terus Dilakukan

Published

on

Gubernur Kalsel H Muhidin kembali memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H Muhidin kembali memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan tahun 2026 bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel pada Kamis (17/09/2027) di Aula Idham Chalid Kantor Gubernur di Banjarbaru.

Sinergi perkuat penanganan Karhula ini dengan upaya pemadaman lanjutan yang dimulai besok pada Jumat (18/09/2026) dan akan difokuskan di area ring 1 kawasan Guntung Damar Banjarbaru yang terdeteksi cukup banyak titik api (hotspot), kendati sebagian tidak tampak di permukaan.

“Ternyata api berasa di bawah tanah, karena lahan ini lahan gambut,” sebut Gubernurnya kepada wartawan usai rakor.

Untuk menyiasati agar api tidak terus berasa di bawah tanah, Gubernur H Muhidin setuju menggunakan sistem suntik atau injeksi dengan air yang dicampur dengan Surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) yang ramah lingkungan, hasil inovasi Polda Kalsel.

“Jadi kita juga ingin menguji berapa lama ai padam setelah dipadamkan dengan campuran cairan surfaktan ini,” ujarnya.

Dalam rakor, Gubernur H Muhidin juga mengingatkan bahwa Karhutla dan kekeringan yang terjadi sekarang perlu perhatian serius lagi, kerja ekstra dan kerja bersama semua unsur, termasuk masyarakat agar ikut mengawasi jika ada tindakan oknum pembakaran lahan secara sengaja.

Untuk itu, Gubernur Kalsel berinisiatif menyusun strategi baru dalam penanganan karhutla ini dengan pembentukan kelompok atau regu dari unsur yang terlibat yakni Polri, TNI, Lanud Sjamsudin Noor, Lanal Banjarmasin, dan ASN/BPBD Provinsi Kalsel.

Kelompok ini bekerja dengan sistem pembagian waktu tugas/sistem sif (shift work) yang dimaksudkan, personel di lapangan tidak kelelahan karena ada jeda istirahat.

Dalam arahan, Gubernur Kalsel juga memastikan kelengkapan peralatan di lapangan, seperti Selang pemadam kebakaran (fire hose) dan tempat penampungan air (bioflok).

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Kalsel Irjenpol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, pemadaman dengan metode suntik ini, akan lebih efektif dan mampu menghemat air, waktu dan tenaga.

Metode suntik gambut ini merupakan inovasi penanganan karhutla di lahan gambut Kalsel untuk memadamkan bara api tersembunyi di dalam tanah, menggunakan pipa berlubang khusus ke dalam lapisan tanah gambut yang terbakar.

Dalam rakor juga dijelaskan, air bertekanan yang semprotkam dicampur dengan cairan surfaktan surfaktan Methyl Ester Sulfonate (MES) dari minyak nabati yang diinjeksikan langsung ke titik bara di dalam tanah.

Teknik ini terbukti efektif menurunkan suhu tanah secara drastis, mematikan asap dan bara di bawah permukaan, serta mencegah api menyala kembali.

Disampaikan juga, Polda Kalsel sudah mengeluarkan maklumat dan dibagikan ke masyarakat, berisi anjuran agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar, karena ada sangsi yang bisa diberlakukan bagi pelaku.

Sementara itu, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus dalam rakor menyampaikan seputar upaya pemadaman karhutla ini.

Dilanjutkan kesiapan Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita dan jajarannya, dalam mendukung angkutan udara untuk keperluan penanganan karhutla dan kekeringan ini. [ady/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Wagub Hasnuryadi Ikut Penyemprotan Bantu Petugas Padamkan Api Karhutla

Published

on

Wagub Kalsel ikut turun langsung melakukan penyemprotan untuk membantu petugas memadamkan api yang kembali muncul, Jumat (11/9/2026). (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com -Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Selatan (Kalsel) Hasnuryadi Sulaiman tak hanya meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pengayuan, Kota Banjarbaru. Wagub Kalsel ikut turun langsung melakukan penyemprotan untuk membantu petugas memadamkan api yang kembali muncul, Jumat (11/9/2026).

Hasnuryadi turun ke lokasi setelah mendapat laporan dari Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel drh. Suparmi atau Bu Mamiek bahwa titik api kembali muncul sejak pagi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kobaran api berada di kawasan yang berdekatan dengan rumah warga.

Didampingi drh. Suparmi dan Kabid BPBD Kalsel Diyan Anshari, Hasnuryadi langsung melihat kondisi di lapangan sekaligus ikut dalam upaya pemadaman.

Dengan menggunakan peralatan pemadaman, Hasnuryadi turut melakukan penyemprotan ke area yang masih mengeluarkan asap dan api. Aksi tersebut dilakukan di tengah upaya tim gabungan yang sejak pagi berjibaku menjinakkan kebakaran.

Menurut Hasnuryadi, pemadaman harus terus dilakukan pada setiap titik api yang muncul. Hal itu sejalan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia serta arahan Gubernur Kalsel H Muhidin agar seluruh titik karhutla segera ditangani.

“Sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, kita itu harus terus melakukan pemadaman di semua titik api dan tentunya begitu juga yang dipesankan oleh Gubernur Kalimantan Selatan kita H Muhidin,” ujar Hasnuryadi.

Wagub Hasnuryadi menyebut, berkat kerja bersama tim di lapangan, sebagian wilayah yang terbakar berhasil dipadamkan. Namun, masih terdapat beberapa titik yang kembali memunculkan api sehingga upaya pemadaman tetap dilanjutkan.

Hasnuryadi pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Terima kasih kepada semua tim yang berjibaku melakukan pemadaman hutan dan lahan,” katanya.

Menurutnya, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab pemerintah. Namun, pemerintah juga terbuka terhadap keterlibatan masyarakat dan berbagai elemen yang ingin membantu sebagai relawan.

“Hal ini memang menjadi tugas kami di pemerintahan, tapi tidak menolak jika ada siapa saja yang bisa ikut jadi relawan dari berbagai elemen masyarakat untuk memberikan bantuan,” ujarnya.

Hasnuryadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalsel berdampak terhadap aktivitas sehari-hari.

“Sebelumnya Wakil Presiden RI menyampaikan permohonan maaf dan kami pun atas nama pemerintah Kalimantan Selatan juga menyampaikan permohonan maaf apabila ini mengganggu aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Wagub meminta masyarakat memberikan doa dan dukungan kepada seluruh tim yang masih bekerja di lapangan.

“Kami mohon doa dan dukungannya dan yakinlah kita di lapangan berusaha semampu kita untuk menjalankan tugas kita. Mohon doanya dan kerjasamanya,” pungkasnya. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor Terdampak Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Published

on

Salah satu awak media yang melakukan penerbangan. (Foto/Abdi)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor terdampak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang tengah terjadi dan mengakibatkan penutupan operasional dalam waktu tertentu di Bandara Internasional Soekarno Hatta (CGK) pada hari ini, Minggu (06/09/2026).

Terdapat sejumlah penerbangan yang terdampak dengan data sebagai berikut.
*KEBERANGKATAN / DEPARTURE*
1. GA533 | STD 07.00 WITA | BDJ-CGK
2. IU629 | STD 09.30 WITA | BDJ-CGK
3. GA535 | STD 10.20 WITA | BDJ-CGK
4. QG795 | STD 10.25 WITA | BDJ-SRG
5. IP617 | STD 10.55 WITA | BDJ-CGK
6. QG491 | STD 12.25 WITA | BDJ-CGK
7. IU627 | STD 13.20 WITA | BDJ-CGK
8. QG495 | STD 14.05 WITA | BDJ-SUB

*KEDATANGAN / ARRIVAL*
1. GA530 | STA 09.30 WITA | CGK-BDJ
2. QG480 | STA 09.55 WITA | SRG-BDJ
3. IP616 | STA 10.10 WITA | CGK-BDJ
4. QG490 | STA 11.55 WITA | CGK-BDJ
5. IU626 | STA 12.40 WITA | CGK-BDJ
6. QG794 | STA 13.35 WITA | SRG-BDJ

Seluruh penerbangan di atas dibatalkan untuk berangkat dan tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor dengan total penumpang terdampak sebanyak 1.187 penumpang keberangkatan dan 784 penumpang kedatangan.

”Informasi terkini yang kami dapatkan pagi ini, telah terbit NOTAM penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno Hatta hingga pukul 13.30 WIB/14.30 WITA, sehingga hal ini berdampak pada penerbangan dari dan ke tujuan CGK dan penerbangan dengan rute terkoneksi. Hingga saat ini kami masih terus menunggu perkembangan situasi”, terang Stephanus Millyas Wardana.

Akibat kondisi ini, Bandara Internasional Syamsudin Noor telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan seperti _parking stand_ untuk pesawat-pesawat yang terdampak dan memberikan _service recovery_ kepada para penumpang.

“Kami menyarankan para pengguna jasa untuk memastikan kembali jadwal penerbangannya melalui informasi yang disampaikan oleh maskapai. Jika sudah berada di Bandara Internasional Syamsudin Noor jangan ragu untuk menghubungi petugas dan mengikuti arahannya jika membutuhkan bantuan. Kami berterima kasih atas pengertian seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi selama kondisi ini berlangsung,” tutup Millyas. [Ady/Rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Bersama Forkopimda dan Perwakilan Mahasiswa Padamkan Bara di Lahan Gambut

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin saat bersama Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dr. Ir. Roy Rizali Anwar dan jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Api yang membakar kawasan gambut di Ring 1 Jalan Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, belum sepenuhnya benar-benar padam. Meski kobaran api di permukaan sudah tidak lagi terlihat, panas dan bara masih tersimpan di lapisan gambut.

‎Kondisi itulah yang menjadi perhatian Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin saat bersama Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Dr. Ir. Roy Rizali Anwar dan jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pada Senin (31/8/2026) sore.
‎
‎Dalam peninjauan tersebut, Gubernur H. Muhidin didampingi Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, Sekdaprov Kalsel H. Muhammad Syarifuddin, serta sejumlah kepala SKPD.
‎
‎Perwakilan mahasiswa juga terlihat turun langsung membantu proses pemadaman. Mereka bersama Gubernur H. Muhidin dan jajaran Forkopimda Kalsel turut melakukan pembasahan sekaligus berdialog mengenai penanganan karhutla yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.
‎
‎Gubernur H. Muhidin mengatakan, kebakaran yang mulai terjadi sejak Jumat sebelumnya masih menyisakan bara di dalam tanah.
‎
‎“Sejak Jumat kemarin sampai hari ini, api masih belum sepenuhnya padam. Ternyata, apinya berada di dalam tanah atau gambut,” sampai Gubernur H. Muhidin saat berada di lokasi.
‎
‎Menurut Gubernur, kondisi gambut membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dengan menghilangkan api di permukaan. Bara yang berada di bawah tanah masih dapat menjalar dan sewaktu-waktu kembali memunculkan api, terutama ketika tertiup angin.
‎
‎Untuk menjangkau sumber panas tersebut, Gubernur H. Muhidin mengapresiasi upaya Polda Kalsel dalam mencoba metode Gambut Injection atau Subsurface dengan menggunakan pipa suntik. Pipa ditancapkan hingga sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut untuk mengalirkan air dan cairan pembasah langsung ke bagian tanah yang masih menyimpan bara.
‎
‎Gubernur H. Muhidin bahkan ikut mencoba metode tersebut secara langsung. Orang nomor satu di Kalsel itu turun ke area gambut yang masih mengeluarkan asap dan melakukan penyemprotan menggunakan sistem pipa suntik.
‎
‎Dari percobaan tersebut, panas di dalam tanah diketahui masih tersisa meski intensitasnya telah menurun. Gubernur H. Muhidin memegang pipa suntik, beberapa kali mencoba menancapkan ke lahan terbakar.
‎
‎“Tadi, setelah saya memasukkannya sendiri, ternyata di dalam masih terdapat panas, meskipun sudah berkurang. Artinya, tanah gambut di dalam masih menyimpan panas,” terang Gubernur.
‎
‎Penanganan tersebut turut memanfaatkan bahan pencampur air agar proses pembasahan gambut lebih efektif. Sebelumnya, Bidlabfor Polda Kalsel telah melakukan pengujian terhadap sejumlah bahan, di antaranya cairan berbasis minyak nabati atau Methyl Ester Sulfonate (MES), surfaktan biodegradable atau wetting agent, serta campuran air dengan formula pati singkong.
‎
‎Gubrnur H. Muhidin menjelaskan, bahan pencampur diperlukan agar air lebih mudah meresap ke dalam lapisan gambut dan membasahi bagian yang masih menyimpan panas.
‎
‎“Jangan sampai kita melihat apinya sudah tidak ada, kemudian menganggap semuanya sudah selesai karena masih ada asap. Ternyata, di dalam gambut ini proses pembakarannya masih bisa menjalar. Kalau kemudian mendapat angin, apinya bisa kembali membesar,” jelasnya.
‎
‎Untuk mempercepat proses pembasahan, Pemprov Kalsel mengerahkan mesin pompa yang tersedia di lapangan. Penggunaan deterjen sebagai bahan pencampur air juga diinstruksikan sementara dengan memanfaatkan bahan yang mudah tersedia.
‎
‎Namun, Gubernur H. Muhidin menyebut formula pencampuran yang dikembangkan jajaran kepolisian dinilai lebih ekonomis karena penggunaan deterjen membutuhkan biaya relatif lebih besar.
‎
‎Setelah pembasahan dilakukan menggunakan metode pipa suntik dan bahan pembasah, kondisi gambut di sejumlah titik mulai lebih dingin. Asap yang sebelumnya keluar dari beberapa titik juga terlihat berkurang.
‎
‎Untuk mendukung penanganan karhutla, Pemprov Kalsel memiliki sekitar 60 unit mesin pompa yang telah didistribusikan ke sejumlah wilayah rawan, termasuk kawasan Hutan Lindung, Pengayuan dan Gunung Damar.
‎
‎Usai meninjau kawasan Jalan Bandara Syamsudin Noor, rombongan dijadwalkan melanjutkan peninjauan ke Gunung Damar. Di lokasi tersebut, tim di bawah penanganan Polda Kalsel juga melakukan pembasahan gambut.
‎
‎Penanganan karhutla, menurut Gubernur, dilakukan melalui pembagian wilayah dan tugas. Pemprov Kalsel menangani kawasan Jalan Bandara, sementara jajaran Polda Kalsel menangani kawasan Guntung Damar.
‎
‎Di tengah upaya pemadaman, Gubernur H. Muhidin menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kekuatan penting dalam menangani karhutla sekaligus pengelolaan kawasan Guntung Damar.
‎
‎Keterlibatan tersebut mencakup unsur sosial, kehutanan, organisasi perangkat daerah (OPD), wartawan, hingga sumber daya manusia yang memiliki tanggung jawab di sejumlah kawasan.
‎
‎Gubernur H. Muhidin juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Kalsel yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan di Guntung Damar, termasuk menyediakan konsumsi bagi pihak-pihak yang bekerja di lapangan.
‎
‎Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU Dr. Ir. Roy Rizali Anwar mengapresiasi penanganan karhutla yang dilakukan di Kalsel. Ia menilai hasil penanganan sejauh ini cukup baik, terutama karena didukung inovasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan pemerintah daerah.
‎
‎“Alhamdulillah, kita lihat hasilnya cukup bagus dan banyak inovasi yang dilakukan oleh teman-teman Polda Kalimantan Selatan. Kemudian, kolaborasi dengan pemerintah daerah juga berjalan dengan baik,” ujar Roy.
‎
‎Menurut Roy, salah satu indikator positif terlihat dari penurunan jumlah titik api. Kondisi udara di Kalsel juga dinilai cukup baik, sehingga aktivitas penerbangan relatif berjalan lancar.
‎
‎“Kita lihat cukup banyak penurunan titik-titik api dan udara juga cukup bagus. Kemarin penerbangan juga relatif lebih bagus, tidak ada penerbangan yang tertunda dibandingkan wilayah lain,” ungkap Roy.
‎
‎Roy optimistis berbagai teknologi dan temuan baru yang dikembangkan Polda Kalsel dapat terus dikembangkan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
‎
‎“Kita optimistis dengan temuan-temuan dan teknologi-teknologi baru yang ditemukan oleh teman-teman Polda Kalimantan Selatan dan nanti akan diproduksi lebih besar. Kita optimistis ke depan ini akan semakin baik,” tuturnya.
‎
‎Dari sisi Kementerian PU, dukungan penanganan karhutla dilakukan melalui jajaran Sumber Daya Air, termasuk Balai Wilayah Sungai (BWS).
‎
‎Dukungan tersebut antara lain berupa pengiriman pompa air serta memastikan distribusi air dari sistem irigasi Riam Kanan dapat mengalir ke lokasi-lokasi yang membutuhkan, termasuk kawasan Gunung Damar dan sekitar bandara.
‎
‎“Memastikan aliran air dari Irigasi Riam Kanan bisa terairi sampai ke lokasi-lokasi daerah wilayah, khususnya di Gunung Damar, sekitar bandara, dan di daerah-daerah lainnya,” tuturnya.
‎
‎Adapun, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengungkapkan optimisme terhadap pengembangan cairan berbahan dasar minyak nabati yang digunakan untuk membantu mengatasi persoalan asap dan pembasahan gambut.
‎
‎Saat ini, produksi cairan tersebut masih dilakukan secara terbatas karena terkendala ketersediaan bahan baku. Polda Kalsel telah meminta pengiriman bahan baku dari Surabaya dan Jakarta.
‎
‎“Hari ini kita masih melakukan produksi secara terbatas karena masih terkendala dalam penyiapan bahan baku. Namun, kita sudah mulai meminta pengiriman bahan baku yang kita beli dari Surabaya dan Jakarta,” ujar Rosyanto.
‎
‎Kapolda berharap bahan baku tersebut dapat tiba dalam pekan ini sehingga produksi bisa ditingkatkan.
‎
‎Optimisme itu semakin kuat setelah dilakukan uji coba cairan tersebut di lokasi yang sama sehari sebelumnya. Dalam eksperimen yang melibatkan sejumlah wartawan, cairan diuji pada area yang sebelumnya masih mengeluarkan asap.
‎
‎“Alhamdulillah, kemarin bersama beberapa teman-teman wartawan kita juga melakukan eksperimen di lokasi yang sama, tepatnya di belakang kita ini. Sampai sore ini kita lihat tidak ada asap di lokasi yang kemarin kita uji coba,” terangnya.
‎
‎Hasil tersebut mendorong Polda Kalsel untuk memperluas pengembangan cairan tersebut. Ke depan, kerja sama dengan Pemprov Kalsel juga akan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
‎
‎“Saya juga semakin optimis. Mudah-mudahan ini semakin berhasil dan ke depannya cairan ini bisa kita produksi sebanyak-banyaknya. Nanti kita akan bekerja sama dengan Pak Gubernur dan Pak Prof untuk memperbanyak cairan ini,” harap Kapolda.
‎
‎Kapolda Rosyanto memastikan bahan yang digunakan berasal dari minyak nabati sehingga dinilai relatif aman bagi ekosistem dan tanah. Bahkan, setelah mengalami degradasi dalam kurun waktu tertentu, bahan tersebut berpotensi memberikan manfaat bagi tanah.
‎
‎“Ke depannya, setelah melalui beberapa kali proses atau dalam kurun waktu tertentu dan mengalami degradasi, bahan ini justru dapat menjadi pupuk bagi tanah,” tutupnya.
‎
‎Dengan berbagai pendekatan tersebut, penanganan karhutla di Kalsel kini tidak hanya diarahkan untuk memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memburu sumber panas yang tersembunyi di dalam gambut. Pemerintah daerah, kepolisian, Kementerian PU, masyarakat, mahasiswa, hingga unsur lainnya terus didorong untuk bergerak bersama agar bara yang tersisa tidak kembali menjadi kebakaran besar. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer