Banjarbaru
Lepas Jamaah Calon Haji Kloter 1, Gubernur Kalsel Mengingatkan Jaga Kesehatan dan Menitipkan Doa untuk Keberkahan Banua
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Labbaika Allahumma Labbaik, Laa Syariika Laka labbaik. Innalhamda Wan-ni’mata Laka wal mulk, Laa Syariikalak.
Lantunan talbiyah mengiringi pelepasan Jamaah Calon Haji Kloter 1 asal Banjarmasin oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yang juga bertindak sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Banjarmasin, di Embarkasi Haji Banjarmasin Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Kamis (23/4/2026).
Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, dalam suasana khidmat dan penuh haru.
Ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih oleh Gubernur H. Muhidin kepada Ketua Kloter 01 (BDJ) Banjarmasin sebagai simbol resmi dimulainya perjalanan jemaah menuju Tanah Suci.
Momen pelepasan berlangsung khidmat dengan dikumandangkannya azan dan talbiyah mengiringi langkah para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.
Sebanyak 360 jemaah haji Kloter 1 asal Banjarmasin dijadwalkan diberangkatkan pada Jumat (24/4/2026) pukul 00.00 WITA melalui Bandara Syamsuddin Noor.
Keberangkatan ini menjadi awal dari rangkaian proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun ini mencapai 6.758 orang yang berasal dari dua provinsi, yakni Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Dari total tersebut, jemaah asal Kalimantan Selatan mendominasi dengan jumlah 5.199 orang, sementara dari Kalimantan Tengah sebanyak 1.559 orang.
Seluruh jemaah akan diberangkatkan secara bertahap dalam 19 kelompok terbang (kloter). Setiap kloter telah dipersiapkan secara matang dengan dukungan petugas guna memastikan kelancaran perjalanan serta pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 76 petugas kloter turut mendampingi jemaah, yang terdiri dari 19 ketua kloter, 19 pembimbing ibadah, 19 dokter, dan 19 perawat. Selain itu, terdapat pula 34 petugas haji daerah yang berperan dalam memberikan pelayanan dan pendampingan tambahan kepada para jemaah.
Dengan kesiapan tersebut, diharapkan seluruh proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar, tertib, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, H. Muhidin menyampaikan ucapan selamat kepada para jemaah haji kloter pertama yang terpilih berangkat pada musim haji tahun ini.
Gubernur Kalsel menegaskan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci merupakan panggilan Allah SWT yang patut disyukuri.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel saya mengucapkan selamat kepada Bapak/Ibu sekalian jemaah kloter pertama yang terpilih berangkat tahun ini. Perjalanan ini adalah panggilan Allah yang sangat mulia,” ujar H. Muhidin dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H. Muhidin juga menitipkan sejumlah pesan kepada para jemaah agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.
Orang nomor satu di Kalsel itu mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat kondisi cuaca yang berbeda dengan di tanah air.
“Cuaca di sana berbeda dengan tanah air, maka jaga fisik, cukup minum, dan patuhi petugas kesehatan,” pesannya.
Selain menjaga kesehatan, H. Muhidin juga meminta para jemaah untuk menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah. Menurutnya, kekompakan, saling tolong-menolong, serta meluruskan niat menjadi bagian penting dalam menunaikan ibadah haji.
“Jaga kekompakan sesama jemaah, saling tolong-menolong, dan luruskan niat,” tambahnya.
Gubernur H Muhidin juga berharap seluruh jemaah dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada ibadah agar memperoleh haji yang mabrur.
Tak hanya itu, Gubernur H. Muhidin turut menitipkan doa untuk Kalimantan Selatan agar senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, dan keberkahan.
“Fokuskan diri untuk beribadah agar mendapatkan haji yang mabrur. Kami titip doa di tempat-tempat mustajab agar banua Kalsel selalu aman dan diberkahi,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin dengan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, keselamatan, serta menjadi haji yang mabrur.
Sementara itu, Asisten Direktur Jenderal Pengendalian dan Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Harun Al Rasyid, menyampaikan pesan singkat namun penuh makna kepada jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin saat prosesi pelepasan.
Dalam sambutannya, Harun menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak di Kalsel, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalsel hingga jajaran Forkopimda, yang dinilai berperan penting dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
“Saya atas nama Menteri Haji dan Wakil Menteri menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata dari Bapak Gubernur, Kapolda, Kepala Kantor Kemenag, dan Forkopimda, serta seluruh jemaah haji yang saya cintai dan saya muliakan,” ujarnya.
Harun menegaskan bahwa keberangkatan kloter pertama ini menjadi momentum awal bagi para jemaah untuk memenuhi panggilan Allah SWT.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, Harun menyempatkan untuk menyampaikan pesan penting dengan mengutip hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim tentang keutamaan haji mabrur.
“Wal hajjul mabrur laisa lahu jaza’un illal jannah. Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga,” tuturnya.
Harun pun mengajak seluruh jemaah untuk meluruskan niat dan memfokuskan diri sepenuhnya dalam beribadah selama di Tanah Suci.
“Ini adalah kesempatan kita. Luruskan niat, betul-betul untuk memenuhi panggilan Allah. Mudah-mudahan seluruh jemaah kloter 1 Banjarmasin mendapatkan predikat mabrur dan mabrurah,” harapnya.
Suasana pelepasan berlangsung tertib dan khidmat. Doa serta harapan mengiringi keberangkatan para jemaah yang akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setelah penantian panjang.
Salah satu jemaah, Syamsul Bahri, yang juga bertugas sebagai Ketua Rombongan 1 Regu 2 Kloter 1 asal Kota Banjarmasin, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya menjelang keberangkatan.
“Alhamdulillah luar biasa bahagia, bersyukur kita panjatkan kepada Allah. Setelah menunggu kurang lebih 15 tahun, hari ini adalah puncak penantian kami untuk berangkat ke Tanah Suci memenuhi panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.
Syamsul Bahri menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, berolahraga, hingga memperbanyak doa agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
“Harapan kami, mudah-mudahan jemaah haji khususnya Kalsel semuanya berjalan dengan aman, lancar, sehat, dan kembali tanpa kurang suatu apa pun,” tambahnya.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, unsur Forkopimda, serta jajaran terkait, mengantar langsung para jemaah haji menuju bus keberangkatan. Sebanyak 11 unit bus telah disiapkan untuk membawa jemaah dari Asrama Haji menuju bandara, sebagai tahap akhir sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Pelepasan kloter pertama ini menjadi awal dari rangkaian keberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun 2026, yang diharapkan seluruhnya dapat menunaikan ibadah dengan baik serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kalsel, Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, serta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.
Hadir pula para pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalsel, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri pimpinan instansi dan stakeholder penyelenggaraan ibadah haji, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalsel, serta jemaah haji Embarkasi Banjarmasin Kloter BDJ 01 asal Kota Banjarmasin serta tamu undangan lainnya. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Gubernur H Muhidin dan Hj Fathul Jannah Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Disambut hangat oleh kesenian madihin, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah hadir dalam peringatan Hari Anak Nasional Ke-4 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, di Gedung Idham Khalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).
Mengangkat tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026 ini dimeriahkan berbagai penampilan luar biasa dari anak- anak banua.
Mulai dari persembahan Tari Japin Diang Batandik oleh anak-anak sanggar Idaman Banjarbaru dibawah UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel yang merupakan binaan Bunda PAUD Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, acara yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kalsel, H. supian HK beserta Ketua Gatriwara Kalsel, Hj. Faridah supian HK dan seluruh unsur Forkopimda Kalsel, Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel serta ratusan perwakilan anak-anak di Kalsel ini juga diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al quran yang langsung dibawakan oleh perwakilan anak dari Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan, As’ad Syamsul Arifin dan Fatmawati.
Begitu pula saat sesi Do’a Bersama. Perwakilan anak-anak SMA sederajat di Kota Banjarbaru memimpin Do’a secara Lintas Agama. Hal ini menambah khidmat jalannya acara.
Tidak hanya sampai disitu, perwakilan siswa-siswi dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Banjarbaru, dengan suara polos mereka juga berkempatan membacakan langsung di hadapan Gubernur H. Muhidin, harapan-harapan perubahan dan suara mereka untuk menuju Indonesia lebih baik, yang kesemua isinya diperoleh dari Perumusan suara anak di 13 Kab/Kota Kalimantan Selatan yang kemudian dirumuskan kembali menjadi Suara Anak Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Penampilan parade KidsTake Over- Satu Hari Saya Menjadi, juga memeriahkan acara ini. Program partisipatif yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk merasakan pengalaman menjalankan profesi atau jabatan tertentu dalam satu hari ini, menambah keseruan acara sekaligus rasa haru di Tengah para undangan yang hadir. Bagaimana tidak, salah satu perwakilan anak, Aisyah Kayla Azzahra yang juga merupakan cucu dari Gubernur H. Muhidin dan Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah membacaka pesan mereka untuk para orang tua.
”Lihat deh, kami keren bangen kan pakai baju ini?,” ucap Aisyah mengawali penyampaiannya yang hari itu, didampingi anak-anak lain yang menggunakan berbagai kostum profesi. Ada yang menjadi dokter, poliisi, guru, penyanyi, penyiar dan berbagai profesi lainnya.
“Ayo sayangi kami, lindungi kami dan temani kami raih mimpi,” tutup Aisyah, yang diiringi riuh tepuk tangan undangan yang hadir.
Momen haru juga mewarnai peringatan Hari Anak Nasional Ke 42 Tingkat Provinsi Tahun 2026 ini, ketika Ketua TP PKK Provinsi Kalsel yang juga merupakan Bunda Forum Anak Daerah Kalsel, Hj. Fathul Jannah bersama Gubernur H. Muhidin dan Forkopimda Kalsel menyerahkan bunga kepada perwakilan anak-anak di Kalsel yang memakai kostum berbagai profesi ini. Hal ini menjadi simbol cinta, perhatian dan komitmen dalam merawat, melindungi serta memenuhi hak hak anak di Kalsel.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin selain mengucapkan selamat hari anak kepada seluruh anak di Kalsel, juga berpesan untuk terus bermimpi dan menyiapkan diri menjadi generasi cerdas.
“Bapak menitip pesan kepada anak-anakku tercinta, teruslah belajar dengan tekun, hormati orang tua dan guru, jauhi perilaku negatif, berani bermimpi setinggi langit, serta persiapkan diri menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, sehat, dan berdaya saing. Mari kita jadikan hari anak nasional sebagai pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal. Dengan semangat bekerja bersama, merangkul semua, ayo kita wujudkan Kalimantan Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan ramah anak,” harap Gubernur H. Muhidin.
Peringatan Hari Anak Nasional Ke 42 Tingkat Provinsi Tahun 2026 ini juga dirangkai dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian Taman Asuh Ramah Anak (TARA) Nurul Muhibbin yang dilakukan oleh Ketua TP PKK Klasel, Hj. Fathul Jannah, disaksikan Gubenur H. Muhidin, yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen dukungan Provinsi Layak Anak dan Pemenuhan Hak serta Perlindungan Anak, yang juga diikuti oleh seluruh Forkopimda Kalsel.
Kemeriahan semakin seru, ketika Ketua TP PKk Kalsel Hj. Fathul Jannah bersama Gubenur H. Muhidin memberikan Kuis beserta hadiahnya berupa sepeda dan televisi kepada anak-anak yang hadir memeriahkan Peringatan HAN tahun ini.
“Siapa nama bapak gubernur Kalsel ?,” kata Hj. Fathul Jannah yang disambut riuh anak-anak sambil mengacungkan jari tanda siap menjawab.
Keruihan semakin memuncak, Ketika diakhir acara, Gubernur Kalsel H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah berbaur sembari berfoto Bersama dengan anak-anak yang hadir sejak pagi hingga acara selesai. [Adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Dirut Bank Kalsel Fachrudin : OJK Menghendaki Modal Inti Hingga Rp 6 Triliun
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel mulai menyiapkan berbagai strategi penguatan permodalan menyusul penyesuaian regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah tersebut dilakukan agar Bank Kalsel tetap kompetitif, sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan OJK menghendaki bank pembangunan daerah memenuhi modal inti hingga Rp6 triliun. Sementara itu, modal inti Bank Kalsel saat ini masih berada di kisaran Rp3,9 triliun, sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar Rp2,2 triliun. “Sekarang sekitar Rp3,9 triliun. Jadi kalau tetap menjadi bank seperti kondisi saat ini, kami setidaknya harus menambah modal lagi sekitar Rp2,2 triliun,” ujarnya saat peletakan batu pertama Gedung Kantor Bank Kalsel Cabang Banjarbaru, Jumat (17/7/2026).
Menurut Fachrudin, pemenuhan kebutuhan modal tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang terkoreksi. Karena itu, Bank Kalsel tidak ingin sepenuhnya mengandalkan tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Daerah selaku pemegang saham. Bank Kalsel pun tengah menyiapkan sejumlah simulasi penguatan modal. Mulai dari menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, hingga membuka peluang melakukan Initial Public Offering (IPO).
Selain penguatan modal, Bank Kalsel juga dihadapkan pada kewajiban melakukan pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) sesuai regulasi. Saat ini, aset UUS Bank Kalsel telah mencapai sekitar Rp3,6 triliun. “PR yang kedua terkait dengan syariah. Syariah ini diwajibkan untuk berpisah. Saat ini, syariah masih di bawah Bank Kalsel, asetnya sudah mencapai sekitar Rp3,6 triliun,” jelasnya.
Fachrudin menegaskan proses spin-off akan dipersiapkan secara matang agar tidak mengganggu operasional maupun pelayanan kepada nasabah. Di sisi lain, Bank Kalsel tetap melanjutkan ekspansi layanan syariah sebagai bagian dari penguatan bisnis perusahaan.
Ia mengatakan pengembangan bisnis syariah akan terus dilakukan sejalan dengan visi Gubernur Kalsel dalam memperkuat ekonomi syariah. Tahun ini, Bank Kalsel menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan telah memiliki kantor cabang syariah. [adv]
Bagikan keBanjarbaru
Bangun Gedung Baru Bank Kalsel, Wali Kota Banjarbaru Hadiri Peletakan Batu Pertama
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung baru Bank Kalsel Cabang Banjarbaru, Jumat (17/7). Pembangunan kantor baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Erna Lisa mengatakan, pembangunan gedung baru menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan yang lebih nyaman dan optimal bagi masyarakat. Menurutnya, fasilitas yang representatif akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada nasabah.
“Harapan kami, gedung baru ini dapat memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan kenyamanan bagi para nasabah,” ujarnya.
Selain meningkatkan layanan, Erna Lisa berharap Bank Kalsel terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mendukung pembangunan daerah. Keberadaan kantor baru itu diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.Panduan Kota & Daerah
Ia menegaskan, Pemkot Banjarbaru berkomitmen menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pembangunan sektor perbankan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung investasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap perekonomian Kota Banjarbaru terus meningkat seiring hadirnya berbagai fasilitas pelayanan yang semakin baik,” katanya.
Pembangunan gedung baru Bank Kalsel ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur layanan perbankan di ibu kota Kalimantan Selatan tersebut. [adv]
Bagikan keBanjarbaru
Peresmian Gedung Baru Asrama Haji, Gubernur Kalsel : Komitmen Pemerintah Meningkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin menghadiri peresmian Gedung Baru Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin yang diresmikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), di Banjarbaru, Jumat (10/7/2026).
Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita, serta pemotongan untaian bunga sebagai simbol mulai beroperasinya fasilitas baru tersebut.
Turut mendampingi dalam peresmian Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Supian HK, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Kalimantan Selatan Dr. H. Eddy Khairani, serta Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Haris Fadillah.
Gedung baru yang diresmikan tersebut memiliki 44 kamar dengan kapasitas 176 jemaah dan dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025.
Fasilitas tersebut juga telah memenuhi standar pelayanan setara hotel bintang tiga, sehingga diharapkan mampu memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi calon jemaah haji maupun masyarakat yang memanfaatkannya.
Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin melalui Sekdaprov Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi atas hadirnya gedung baru tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Hadirnya gedung baru ini merupakan sebuah kemajuan yang patut kita syukuri. Pembangunan sarana dan prasarana seperti ini bukan sekadar menghadirkan bangunan yang megah, tetapi merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Gubernur menegaskan bahwa tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas pelayanan dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia meminta seluruh jajaran Kanwil Kementerian Haji Kalimantan Selatan dan pengelola Asrama Haji memiliki rasa memiliki terhadap aset negara tersebut.
“Merawat aset negara sama pentingnya dengan membangunnya. Budaya melayani, profesionalisme, disiplin, dan inovasi harus terus menjadi bagian dari setiap insan yang bertugas di Asrama Haji Kelas I Banjarmasin,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Kalsel juga menyampaikan harapan besar masyarakat Kalimantan Selatan agar penerbangan langsung dari Kalimantan Selatan menuju Arab Saudi, baik ke Jeddah maupun Madinah, dapat segera diwujudkan.
Menurutnya, penerbangan langsung tidak hanya memberikan kemudahan dan efisiensi perjalanan bagi jemaah, tetapi juga akan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu gerbang keberangkatan jemaah haji di kawasan Kalimantan.
Gubernur Kalsel berharap, apabila penerbangan langsung tersebut terealisasi, Asrama Haji Kelas I Banjarmasin dapat berkembang menjadi pusat layanan terpadu bagi jemaah haji dan umrah dengan pelayanan yang mudah, cepat, nyaman, profesional, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa pembangunan gedung baru ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan haji di daerah. Menurutnya, fasilitas yang semakin representatif harus diiringi dengan peningkatan mutu pelayanan kepada jemaah.
Ia berharap Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan sekaligus mampu memberikan pelayanan terbaik bagi calon jemaah haji dan umrah, sehingga proses penyelenggaraan ibadah haji semakin nyaman, aman, dan berkualitas. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Hadapi Karhutla 2026, Gubernur H Muhidin Pastikan Personel Satgas Siaga Penuh
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Gubernur juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Hal itu kembali diingatkan Gubernur H. Muhidin usai kegiatan Apel Kesiapsiagaan Bencana menghadapi Karhutla di Halaman Kantor Pemprov Kalsel pada Senin (6/7/2026)
Menurut Gubernur, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
“Kita ingatkan kembalo agar masyarakat tidak membakar lahan dan secepatnya melaporkan apabila mengetahui ada titik api di sekitar wilayahnya,” pesan Gubernur.
Gubernur juga menyampaikan saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki puncak musim kemarau 2026. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla Tahun 2026 yang dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru.
Apel dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Selatan, tenaga ahli gubernur, pimpinan instansi vertikal, BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, Basarnas, Satpol PP dan Damkar, dunia usaha, hingga relawan kebencanaan.
Dalam arahannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan seluruh unsur yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla harus memasuki fase siaga penuh. Kesiapan personel, peralatan, hingga sistem komando dinilai menjadi faktor utama dalam menekan risiko kebakaran yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau.
“Seluruh personel maupun sarana prasarana harus dipastikan siap mulai hari ini. Tingkatkan patroli terpadu, perkuat deteksi dini titik panas, dan lakukan pemadaman secepat mungkin sejak kebakaran pertama kali terdeteksi,” tegas Muhidin.
Menurutnya, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan tetap menggunakan satu sistem komando yang dipimpin langsung oleh gubernur, dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan sebagai koordinator pelaksana. Pola tersebut diharapkan mampu mempercepat koordinasi lintas instansi sehingga penanganan di lapangan menjadi lebih efektif.
Usai memimpin apel, Muhidin mengungkapkan kondisi cuaca tahun ini perlu menjadi perhatian serius. Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih kering dari kondisi normal dengan puncaknya terjadi pada Agustus hingga September.
Kondisi tersebut mulai tercermin dari meningkatnya jumlah titik panas di Kalimantan Selatan. Sepanjang Juni 2026 terpantau sebanyak 629 titik panas dengan luas kebakaran mencapai 42 hektare, meningkat signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Sementara secara kumulatif sejak awal tahun hingga awal Juli 2026, telah tercatat 1.678 titik panas dan 41 kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.
“Data ini menjadi peringatan bagi kita semua agar tidak lengah. Pencegahan harus menjadi prioritas karena jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran meluas,” ujarnya.
Muhidin menjelaskan, sebagian besar kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan kini telah menetapkan status siaga karhutla. Adapun Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Bumbu masih berada pada status waspada.
Selain itu, kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor tetap menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian khusus karena memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan gambut.
Untuk itu, Gubernur meminta seluruh pemangku kepentingan mengoptimalkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal serta embung untuk menjaga tinggi muka air lahan gambut, hingga meningkatkan frekuensi patroli terpadu di kawasan rawan.
Gubernur juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, apel ditutup dengan simulasi penanggulangan karhutla yang melibatkan personel gabungan. Simulasi tersebut memperagakan prosedur penanganan mulai dari deteksi awal, koordinasi lintas instansi, pengerahan personel dan peralatan, hingga proses pemadaman kebakaran sebagai bentuk kesiapan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau 2026. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Gubernur Kalsel H Muhidin Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 2026
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Selatan, bertempat di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Senin (6/7/2026)
Rakor yang juga dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen. Pol. Rosyanto Yudha Hermawan beserta Forkopimda lainnya, Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin, dihadiri pula oleh Bupati/Wali Kota se kalsel, Tenaga Ahli Gubernur, Kepala BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota se Kalsel, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemprov Kalsel, BMKG, serta instansi vertikal terkait lainnya.
Dalam Rakor Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar kali ini, Pemerintah Provinsi Kalsel menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla untuk tingkat Provinsi Kalsel, yang ditandatangani Gubernur Kalsel H. Muhidin 6 Juli 2026.
“Penetapan status ini berdasarkan pertimbangan bahwa iklim dan cuaca dari BMKG, bahwa wilayah Provinsi Kalsel akan memasuki puncak musim kemarau yang menimbulkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dan kekeringan pada bulan Agustus hingga September,” jelas Gubernur H. Muhidin.
Selain itu, menurut Gubernur H. Muhidin saat ini sudah ada 3 (dua) kabupaten yang telah menetapkan status siaga darurat Karhutla, yakni Kabupaten Barito Kuala, Tanah Bumbu dan Kabupaten Tapin. Serta rakor kali ini juga terungkap bahwa dari jumlah Hotspot di Kalsel sepanjang tahun 2026 sudah mencapai 1.678 dengan jumlah kejadian sebanyak 41 kejadian, dan paling tinggi terjadi di Kabupaten Tapin.
Selain itu, disampaikan Gubernur H. Muhudin, sinergi antara BPBD, TNI, Polri, BMKG, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus terus diperkuat, agar penanggulangan Karhutla berjalan efektif hingga puncak musim kemarau berakhir.
“Saya berharap rapat koordinasi ini menghasilkan langkah-langkah konkret dan terukur, sehingga Kalimantan Selatan dapat menghadapi puncak musim kemarau tahun 2026 dengan kesiapan penuh,” ucap Gubernur H. Muhidin mengawali rakor.
Banyak hal yang menjadi bahasan dalam rakor kali ini, diantaranya update terkini prediksi musim kemarau dari BMKG, hingga laporan dari beberapa Kepala Daerah mengenai kondisi di masing-masing daerahnya, baik jumlah titik panas (hotspot) hingga jumlah kejadian Karhutla yang sudah terjadi di daerahnya.
“Pada prinsipnya Kalsel sampai saat ini masih aman, namun kami tetap memerintahkan kepada BPBD dan tim, untuk melakukan monitoring terhadap kondisi lahan gambut di sekitar bandara yang masuk Ring 1, apakah lahan masih basah atau sudah kering. Apabila mengalami kekeringan, kita dapat segera berkoordinasi dengan BNPD untuk penanganan Karhutla ini,” ucap Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
Untuk kesekian kalinya, Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Forkopimda Kalsel mengingatkan Masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, untuk menghindari risiko api merembet, kerusakan lingkungan, serta ancaman sanksi hukum. Selain itu masyarakat juga diminta berperan aktif memantau lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika menemukan indikasi adanya titik api.
Diakhir rakor, Gubernur Kalsel H. Muhidin juga memberikan bantuan berupa alat pemadam kebakaran kepada 4 (empat) daerah di Kalsel, yakni untuk Kabupaten Balangan, Tabalong, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Utara. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Pemprov Kalsel Tingkatan Sinergi dengan MUI Perkuat dan Merawat Nilai- Nilai Kebangsaan
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel. H. Muhidin melalui Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso menghadiri Pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I dan Dialog Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalsel Masa Khidmat 2026–2031 di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut menjadi forum strategis bagi MUI Kalsel dalam menjabarkan hasil Musyawarah Daerah ke dalam program kerja yang lebih operasional, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan, serta menyusun langkah-langkah strategis organisasi untuk masa mendatang.
Mengusung tema “Memperkuat Soliditas Kebangsaan di Era Ketidakpastian” Mukerda MUI Kalsel dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq; Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK; Wakil Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol. Noviar; serta Kepala Staf Korem 101/Antasari, Kolonel Inf. Roy Fahrur Rozi.
Hadir pula Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. KH. Marsudi Syuhud, M.M.; Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kalsel, Prof. Dr. KH. Hafiz Anshary; beserta jajaran pengurus MUI provinsi dan kabupaten/kota se-Kalsel.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti para pejabat di lingkungan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota se-Kalsel, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, tokoh agama, akademisi, serta berbagai unsur masyarakat yang turut berpartisipasi dalam Musyawarah Kerja Daerah dan Dialog Kebangsaan MUI Kalimantan Selatan.
Membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalsel. H. Muhidin, Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, Gubernur H. Muhidin mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI Kalsel atas terselenggaranya Mukerda pertama dan Dialog Kebangsaan yang dinilai menjadi bukti eksistensi MUI sebagai organisasi keagamaan yang aktif berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah.
“Kegiatan ini menegaskan bahwa MUI Kalsel eksis sebagai organisasi keagamaan dan sekaligus hadir untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan daerah yang kita cintai, Kalimantan Selatan,” ujar Gubernur H. Muhidin.
Menurutnya, keberadaan MUI Kalsel juga memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain menjadi wadah pemersatu umat, MUI Kalsel juga berperan dalam mencegah perpecahan, menjaga toleransi, membangun harmoni kehidupan beragama, serta memberikan fatwa dan nasihat keagamaan yang menjadi pedoman masyarakat.
Gubernur H. Muhidin menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan MUI perlu terus diperkuat, terutama dalam merawat nilai-nilai kebangsaan yang saat ini menghadapi berbagai tantangan di era keterbukaan informasi.
Selain itu Gubernur H. Muhidin menyampaikan maraknya penyebaran fitnah, ujaran kebencian, paham yang memecah belah, hingga isu-isu intoleransi yang beredar melalui berbagai platform media sosial. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi dengan memperkuat pemahaman kebangsaan di seluruh lapisan masyarakat.
“Nilai-nilai kebangsaan harus kita perkuat di semua generasi. Ruang dialog kebangsaan seperti yang digagas MUI Kalsel ini perlu kita sebarkan lebih luas di berbagai lapisan masyarakat,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap program-program yang dihasilkan dalam Mukerda mampu menjawab berbagai persoalan umat sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan melalui langkah-langkah nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, GubernurH. Muhidun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kalimantan Selatan yang maju, sejahtera, dan bermartabat dengan berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
“Pemerintah dan ulama kiranya saling merangkul untuk memperkuat soliditas kebangsaan ini, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama,” pesannya.
Sementara itu, Ketua MUI, K.H. Ahmad Syairazi menegaskan bahwa MUI harus menjadi rumah besar umat Islam yang mampu merangkul seluruh komponen masyarakat tanpa memandang perbedaan pandangan.
“Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, sebaliknya keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun sinergi dan kolaborasi demi kepentingan umat yang lebih luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, K.H. Ahmad Syairazi berharap Mukerda mampu menghasilkan program kerja yang realistis, implementatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, K.H. Ahmad Syairazi juga mendorong penguatan sinergi antara MUI, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Tantangan umat saat ini tidak dapat dihadapi sendiri-sendiri sehingga kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi kunci dalam menjalankan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.” pungkas K.H. Ahmad Syairazi. [adv/adpim]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum1 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

