Banjarmasin
Gelaran Wastra Nusantara Pamor Borneo 2026, Hj Fathul Jannah Muhidin Tampilkan Sasirangan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin tampil memukau dalam pagelaran Wastra Nusantara yang menjadi puncak sekaligus penutup Pamor Borneo 2026 di Atrium Duta Mall Banjarmasin pada Minggu (9/8/2026).
Mengenakan busana Sasirangan biru muda bermotif “Borneo Bersama”, Hj. Fathul Jannah Muhidin menampilkan kekayaan wastra Banua sekaligus membawa pesan kebersamaan masyarakat Kalimantan di tengah keberagaman.
Motif yang memadukan garis dan warna melalui rangkaian jelujur tersebut terinspirasi dari aliran sungai-sungai Kalimantan yang saling menopang dan mengaliri kehidupan.
Filosofinya mencerminkan persaudaraan, toleransi, serta ikatan kekeluargaan yang kokoh.
Penampilan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian Pamor Borneo 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan pada 7–9 Agustus 2026 dengan tema “Unlocking Kalimantan’s Value-Added Growth Potential for Economy Prosperity”.
Pada momen istimewa itu, Hj. Fathul Jannah Muhidin juga dikukuhkan sebagai Bunda QRIS Kalsel.
Ditandai pengalungan selempang dan penyematan pin oleh Ibu Novi Haris Munandar, disaksikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Haris Munandar.
Momen ini sekaligus menjadi amanah bagi Hj. Fathul Jannah Muhidin untuk turut mendorong masyarakat semakin mengenal dan menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Kalsel dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Pamor Borneo 2026 yang menjadi bagian rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.
“Melalui kegiatan ini kita dapat mendorong sektor UMKM, investasi, dan ekspektasi digital di Kalsel dan Kalimantan,” ujarnya.
Selain itu, Istri Gubernur Kalsel, H. Muhidin itu menilai pagelaran busana menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap produk lokal, khususnya Sasirangan yang dihasilkan pelaku UMKM dan desainer Banua.
“Mari kita bersama-sama, siapa lagi kalau bukan kita untuk melestarikan wastra-wastra yang khususnya kita punyai, khususnya kita di Kalsel ini kain sasirangan,” katanya.
Lebih lanjut, Hj. Fathul Jannah mengungkap bahwa Selain pagelaran busana, Pamor Borneo 2026 sejak 7 Agustus juga menghadirkan pameran produk UMKM seperti makanan dan minuman, fesyen, serta kriya. Digitalisasi transaksi turut didorong melalui penggunaan QRIS.
“Ulun sebagai Duta QRIS mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan terus memanfaatkan QRIS untuk memudahkan dan keamanan transaksi,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Hj. Fathul Jannah berharap pembinaan UMKM, penguatan investasi, dan digitalisasi dapat terus berlanjut melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Kami mengharapkan agar semangat sinergi dan kolaborasi dapat terus terjalin untuk mewujudkan visi Kalsel Bekerja: berkelanjutan, berbudaya, religi, dan sejahtera menuju gerbang logistik Kalimantan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pamor Borneo 2026, Irfan Farulian, menjelaskan sebanyak 15 proyek investasi senilai Rp73 triliun dipromosikan dalam kegiatan tersebut. Dari 20 investor yang hadir, tercatat 32 Letter of Intent (LoI) dengan nilai mencapai Rp64 triliun.
“Ada 20 investor yang datang langsung ke lokasi Forum Investment dan telah melakukan 32 Letter of Intent,” katanya.
Di sektor UMKM, sebanyak 50 pelaku usaha unggulan dari bidang kriya, fashion, wastra, dan kuliner turut dipromosikan.
Hingga penutupan, Irfan menjelaskan penjualan booth mencapai Rp306 juta, business deal Rp2,2 miliar, serta komitmen pembiayaan UMKM Rp1,05 miliar.
Pamor Borneo 2026 juga mencatat lebih dari 1.300 transaksi QRIS, edukasi literasi keuangan kepada sekitar 800 pengunjung, serta lebih dari 900 ribu positive impression di media sosial.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membuka peluang investasi, memperluas akses pasar UMKM, dan mendorong ekonomi Kalsel.
“Kami berharap pelaksanaan Pamor Borneo merupakan standar baru bagi pihak manapun dalam mendorong perekonomian Kalsel,” tuturnya.
Irfan menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang dilakukan secara menyeluruh.
“Sebuah program perlu dilakukan secara sinergi dari berbagai pihak dan dilakukan secara holistik,” ujarnya.
Di penghujung Pamor Borneo 2026, diumumkan para pemenang lomba fotografi Borneo In Frame yang disaksikan Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin.
Saifulah meraih juara favorit dengan karya ‘Dalam Menikmati Gua Sawar Nan Megah’, juara ketiga diraih Nunung Mulyani melalui karya ‘Ketelitian yang Menghasilkan Nilai’, juara kedua Muhammad Ridho Akbar melalui karya ‘Pulang Menghadap Laut’, sedangkan juara pertama diraih Hailina melalui karya ‘Nadi Desa Rampa’.
Setelah penyerahan penghargaan, rangkaian Pamor Borneo 2026 ditutup dengan doorprize paket umrah untuk satu orang bagi pengunjung.
Acara penutupan ini dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Budi Hanoto HW, bersama Istri, Cecelia Budi.
Turut hadir Perwakilam Kepala OJK Provinsi Kalsel, Perwakilan Kepala Kantor Kemenkum Wilayah Kalsel, serta Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalselteng.
Kegiatan juga dihadiri sejumlah Kepala Dinas Kalsel, instansi vertikal, pimpinan perbankan se-Kalimantan Selatan, komunitas dan asosiasi, serta tamu undangan lainnya. [ady/adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Dishub Gandeng Aksel by Bank Kalsel Terapkan Tarif Papadaan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Tarif Papadaan resmi diterapkan pada semua moda transportasi perkotaan, yang dikelola Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, Dishub Kota Banjarmasin dan Dishub Kota Banjarbaru.
Cukup membayar Rp5.000, dengan satu kali tap kartu pra bayar nir sentuh, atau QRIS, dan aplikasi dompet digital, maka pengguna dapat berganti moda transportasi publik modern, hingga 3 kali.
Dengan tarif terintegrasi antara Trans Banjarbakula, Trans Banjarmasin dan Trans Banjarbaru, pengguna dapat menikmati 3 noda angkutan ini, dengan satu kali bayar, berlaku hingga 90 menit.
Penerapan Tarif Papadaan ini, mendapat dukungan penuh dari Bank Pembangunan Daerah, Bank Kalsel melalui aplikasi Aksel.
“Dari aplikasi Aksel, fasilitasi proyek perubahan, implementasi tarif papadaan, yaitu tarif terintegrasi untuk Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin. Kita berharap ini tidak hanya terkait dengan layanan angkutan perkotaan, tetapi juga digitalisasi keuangan, kemudian peningkatan pendapatan daerah, dan kreatif financing yang bisa dikerjasamakan Bank Kalsel dengan Dinas Perhubungan, serta dari kolaborasi antar pemerintah daerah,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi, Kamis (8/10).
Pada penerapan tarif papadaan ini, Bank Kalsel yang mengatur di balik layar, untuk mengintegrasikan tarif 3 moda transportasi perkotaan tersebut.
“Bahkan ke depan, asal Tarif Berlangganan, pembelian hanya di Aksel, lebih murah dan bisa melalui aplikasi,” tambah Fitri.
Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Izhar mengatakan, Bank Kalsel akan selalu mendukung pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam seluruh kegiatan.
“Terutama sebagaimana komitmen kita dengan Bank Indonesia akan selalu mendukung digitalisasi Kalimantan Selatan, dengan salah satu kegiatan yang ada di Trans Banjarbakula ini, salah satunya mendorong untuk digitalisasi,” ujarnya.
Kehadiran tarif papadaan ini, diharapkan semakin membuat masyarakat nyaman menggunakan transportasi publik dengan harga terjangkau, dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Bagikan keBanjarmasin
Hadiah Hingga Rp30 Juta Bagi Peserta Aktif Top Up ShopeePay Melalui AKSEL by Bank Kalsel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali mendorong peningkatan transaksi digital melalui aplikasi AKSEL. Kali ini, program Top Up Race khusus menyasar aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu.
Program yang berlangsung 1 Oktober hingga 30 November 2026 tersebut menyediakan total hadiah hingga Rp30 juta bagi peserta yang aktif melakukan top up ShopeePay melalui AKSEL by Bank Kalsel.
Peserta yang dapat mengikuti program ini merupakan ASN dan PPPK penuh waktu yang memiliki rekening Bank Kalsel serta melakukan transaksi top up ShopeePay melalui AKSEL.
Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni Existing AKSEL bagi pengguna yang telah melakukan aktivasi AKSEL sebelum periode program dan New AKSEL bagi pengguna yang melakukan aktivasi selama periode program berlangsung.
Persaingan peserta akan dinilai berdasarkan frekuensi top up terbanyak dan nominal top up tertinggi setiap bulannya.
Untuk kategori frekuensi, pemenang pertama memperoleh hadiah Rp2,5 juta, pemenang kedua Rp1,5 juta, dan pemenang ketiga Rp1 juta. Sementara untuk kategori nominal top up tertinggi, pemenang mendapatkan Rp1 juta.
Pemenang bulanan akan di-reset setiap bulan. Namun, peserta tetap memiliki kesempatan untuk bersaing memperebutkan hadiah utama atau Grand Prize “Si Paling Top Up”.
Grand Prize ditentukan berdasarkan akumulasi frekuensi top up terbanyak selama seluruh periode program. Juara pertama berhak mendapatkan Rp3 juta, juara kedua Rp2 juta, dan juara ketiga Rp1 juta.
Bagi ASN dan PPPK yang belum menggunakan AKSEL, Bank Kalsel membuka kesempatan untuk segera melakukan pendaftaran dan aktivasi aplikasi tersebut sebelum mengikuti program.
Bank Kalsel juga menegaskan bahwa pemenang tidak dikenakan biaya dalam bentuk apa pun. Proses klaim hadiah akan diarahkan melalui kantor Bank Kalsel terdekat.
Melalui Top Up Race, Bank Kalsel tidak hanya menghadirkan program berhadiah, tetapi juga mendorong ASN dan PPPK untuk semakin terbiasa menggunakan layanan transaksi digital melalui AKSEL. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Tiga Kesempatan Bunga Lebih Ringan 1%, Kredit Multiguna 3XTRA dari Bank Kalsel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kredit Multiguna 3XTRA 3 Kesempatan, Bunga Lebih Ringan! Punya rencana yang ingin diwujudkan? Saatnya manfaatkan Kredit Multiguna 3XTRA dengan bunga lebih ringan sampai dengan 1%.
Ada 3 kesempatan untuk mendapatkan bunga lebih ringan:
– TAKE OVER
Pindahkan kredit Anda dari bank lain ke Bank Kalsel.
– KOMPENSASI
Khusus debitur existing sesuai syarat dan ketentuan.
– NEW CUSTOMER
Kesempatan bagi nasabah baru untuk menikmati program ini.
Adapun syarat dan ketentuan sebagai berikut:
• Debitur Kredit Konsumtif Bagi CPNS, PNS dan Pensiunan
• Penurunan Suku Bunga menjadi 11% untuk Kredit Multiguna Utama, Multiguna Terusan (termasuk Multiguna Terusan Vertikal) dan Multiguna Pensiunan (termasuk pensiunan janda / duda)
• Untuk Debitur New dan Takeover Minimal Plafond Rp100.000.000 dan tidak ada syarat minimal jangka waktu
• Untuk Debitur Kompensasi dengan syarat sbb:
– Minimal Plafond Rp100.000.000
– Minimal jangka waktu kredit 5 tahun
– Merupakan debitur existing yang sudah
memiliki fasilitas Kredit yang berjalan minimal ½ jangka waktu
– Kredit yang dikompensasi memiliki jangka
waktu awal minimal 2 tahun
• Berlaku di seluruh Kantor Cabang dan Cabang Pembantu Bank Kalsel Konvensional
• Kredit wajib direalisasikan pada masa periode promosi tersebut
• Periode promo 01 Oktober 2026 s/d 31 Desember 2026
Khusus CPNS, PNS & Pensiunan
Periode: 1 Oktober – 31 Desember 2026
Jangan lewatkan kesempatan 3XTRA ini!
Info lebih lanjut, hubungi Bank Kalsel terdekat. [adv]
#bankkalsel#setiamelayanimelajubersama
Bagikan keBanjarmasin
10 Tiket Nonton Pertandingan Barito Putera Bagi 10 Pemenang Pantung Challenge dari Bank Kalsel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel bersama klub sepak bola kebanggaan Banua, Barito Putera, telah resmi mengumumkan para pemenangnya kompetisi kreatif bertajuk #PantunChallenge. Minggu.
Ajang adu kreativitas dengan mengusung tema “Pantun Kreatif Semangat Banua” ini sukses menarik antusiasme tinggi dari para Sahabat Bank Kalsel dan pencinta Barito Putera.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat oleh dewan juri, telah terpilih 10 pilihan pantun terbaik dari para peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, kesepuluh pemenang tersebut berhak mendapatkan hadiah eksklusif berupa 10 tiket nonton langsung pertandingan Barito Putera.
Berikut adalah daftar 10 akun Instagram yang berhasil menjadi pemenang dalam #PantunChallenge kali ini:
• @zyan_chandra
• @afajriann
• @muhammad_abshar_siddiq
• @nanda.kaisar
• @safarin_j
• @ajhar_azhima
• @rasyad_banjarmasin
• @bocil_emyu
• @z.250609
• @didin.bolang
Bagi nama-nama akun yang tercantum sebagai pemenang di atas, diimbau untuk segera mengirimkan pesan langsung (DM) ke akun resmi Instagram @bankkalsel.
Langkah ini diwajibkan untuk kelancaran proses verifikasi data dan informasi lebih lanjut mengenai tata cara pengambilan hadiah tiket.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa keputusan juri dalam kompetisi ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Bank Kalsel mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah ikut meramaikan tantangan berbalas pantun ini.
“Terima kasih untuk seluruh Sahabat Bank Kalsel dan pencinta Barito Putera yang sudah ikut meramaikan #PantunChallenge Bareng Bank Kalsel & Barito Putera,” tulis Manajemen Bank Kalsel.
Mari terus dukung perjuangan Laskar Antasari dan terus kobarkan semangat Banua, Sampai bertemu di stadion, ajak manajemen Bank Kalsel, pada keterangan resminya. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Umumkan Pembaruan SBDK Kepada Masyarakat dan Nasabah per 30 September 2026
BANJARMASIN, Banjarmasin – Bank Kalsel mengumumkan pembaruan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) untuk memberikan transparansi informasi keuangan kepada masyarakat dan nasabah, berlaku efektif per 30 September 2026.
Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Rabu, Manajemen Bank Kalsel mengajak masyarakat untuk senantiasa memperbarui informasi layanan kredit mereka.
“Yuk, cek informasi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Bank Kalsel per 30 September 2026,” tulis perwakilan Manajemen Bank Kalsel.
Berdasarkan pengungkapan kuantitatif, SBDK Bank Kalsel per 30 September 2026 bervariasi bergantung pada segmen kreditnya.
Kredit Non UMKM, pada segmen ini korporasi ditetapkan sebesar 10,35 persen, sedangkan segmen Ritel berada di angka 11,16 persen.
Kredit UMKM, untuk UMKM Menengah sebesar 12,65 persen, UMKM Kecil sebesar 14,45 persen, dan UMKM Mikro sebesar 14,51 persen.
Sementara itu, Kredit Konsumsi, SBDK untuk KPR/KPA tercatat paling rendah yakni 7,16 persen, sementara Non KPR/KPA ditetapkan sebesar 11,68 persen.
Suku Bunga Dasar Kredit (SDBK) Bank Kalsel per 30 September 2026 (ANTARA/ HO Humas Bank Kalsel)
Sebagai catatan, seluruh kategori kredit tersebut menggunakan patokan Harga Pokok Dana untuk Kredit (HPDK) yang seragam, yaitu sebesar 2,50 persen. Perbedaan persentase akhir SBDK dipengaruhi oleh besaran Biaya Overhead dan Margin Keuntungan pada masing-masing kategori.
Lebih lanjut, Bank Kalsel memberikan indikator kriteria untuk segmen kreditnya, di mana kategori Korporasi ditujukan untuk plafond kredit di atas Rp 15 Miliar. Sementara itu, kategori Ritel ditujukan untuk plafond kredit sampai dengan Rp 15 Miliar yang tidak termasuk dalam segmen UMKM.
Sebagai informasi tambahan, nilai SBDK yang dipublikasikan ini belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko. Besaran premi risiko akan sangat bergantung pada penilaian bank terhadap profil risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur.
Bagi nasabah yang ingin mengetahui informasi SBDK yang berlaku setiap saat, data ini dapat diakses langsung melalui publikasi di setiap Kantor Cabang Bank Kalsel atau dengan mengunjungi situs web resmi di www.bankkalsel.co.id. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Admin Top Up DANA dan ShopeePay Ditetapkan Rp2.000 per Transaksi Melalui Aplikasi Aksel by Bank Kalsel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel melakukan penyesuaian biaya administrasi untuk layanan pengisian saldo atau top up dompet digital DANA dan ShopeePay melalui aplikasi Aksel by Bank Kalsel, mulai berlaku efektif pada 28 Oktober 2026.
Nasabah diimbau memperhatikan biaya administrasi yang tercantum pada aplikasi sebelum menyelesaikan transaksi.
Berdasarkan pengumuman resmi manajemen Bank Kalsel, biaya administrasi top up DANA ditetapkan sebesar Rp2.000 per transaksi.
Tarif yang sama juga berlaku untuk pengisian saldo ShopeePay, yakni Rp2.000 per transaksi.
Manajemen Bank Kalsel mengingatkan nasabah yang akrab disapa Sobat Aksel untuk mencermati informasi biaya yang muncul di layar aplikasi ketika menggunakan fitur top up e-wallet.
”Sobat Aksel, ada informasi penting, terdapat penyesuaian biaya layanan yang berlaku sesuai tanggal efektif pada informasi di atas,” tulis Manajemen Bank Kalsel dalam keterangannya.
Nasabah juga diminta memastikan kembali rincian transaksi sebelum menekan tombol konfirmasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kekeliruan saat menggunakan layanan transaksi digital melalui aplikasi Aksel.
“Yuk, cek informasinya sebelum bertransaksi,” imbau Manajemen Bank Kalsel.
Dengan adanya pemberitahuan tersebut, nasabah diharapkan dapat mengetahui perubahan tarif sejak awal dan menyesuaikan transaksi digital sesuai ketentuan yang berlaku. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Dorong Inklusi Keuangan, Bank Kalsel Hadirkan Layanan Adink Bank Kalsel Pandai
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Akses layanan perbankan bagi masyarakat Kalimantan Selatan kini dapat dilakukan lebih dekat melalui Adink Bank Kalsel Pandai. Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh sejumlah layanan perbankan melalui agen yang berada di lingkungan sekitar.
Kehadiran Bank Kalsel Pandai menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong inklusi keuangan di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel Pandai merupakan bagian dari program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (29/9/2026).
Melalui layanan tersebut, masyarakat tidak harus selalu datang langsung ke kantor bank untuk mendapatkan akses layanan perbankan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan melalui agen Bank Kalsel Pandai yang berada di sekitar tempat tinggal atau lingkungan usaha.
Konsep tersebut membuat akses layanan keuangan menjadi lebih dekat dan praktis, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap kantor layanan perbankan.
Selain memberikan kemudahan kepada masyarakat, Bank Kalsel Pandai juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjadi Adink Bank Kalsel Pandai.
Agen berkesempatan memperoleh sharing fee dari transaksi yang dilakukan melalui layanan tersebut. Kehadiran layanan perbankan di tempat usaha juga dapat menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha karena memungkinkan mereka menyediakan layanan tambahan bagi pelanggan.
Dari sisi operasional, Bank Kalsel Pandai dirancang agar dapat dijalankan secara praktis. Agen dapat melakukan transaksi menggunakan aplikasi berbasis Android sehingga layanan dapat diberikan secara lebih fleksibel.
Melalui Bank Kalsel Pandai, Bank Kalsel terus mendorong perluasan akses layanan keuangan di masyarakat. Selain mendekatkan layanan perbankan, program ini juga memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk menjadi bagian dari jaringan layanan keuangan di Kalimantan Selatan. [adv]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum2 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

