Bank Kalsel Luruskan Informasi Pemberian Kredit Rp600 Miliar dan Kelebihan Rp6 Miliar - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Bank Kalsel Luruskan Informasi Pemberian Kredit Rp600 Miliar dan Kelebihan Rp6 Miliar

Published

on

Kantor Pusat Bank Kalsel. (Foto/HumasBankKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dalam rangka Bank Kalsel berterima kasih dan memberikan apresiasi terhadap fungsi kontrol sosial yang dijalankan dan memandang setiap masukan sebagai bagian dari penguatan tata kelola. Namun agar informasi yang berkembang di ruang publik tidak menimbulkan kesimpulan yang belum sepenuhnya berdasarkan fakta, Bank Kalsel memandang perlu menyampaikan, Senin (31/8/2026).

Penjelasan berikut.

1. Bank Kalsel Tidak Menutup Diri, Namun Terikat Ketentuan Kerahasiaan Bank sebagai lembaga jasa keuangan, Bank Kalsel terikat ketentuan mengenai rahasia bank, pelindungan data pribadi, serta ketentuan perbankan lainnya. Terhadap regulator, auditor, dan aparat penegak hukum
yang memiliki kewenangan, mekanisme penyampaian informasi telah diatur secara jelas dan Bank Kalsel bersikap kooperatif sepenuhnya.

2. Penyebutan Angka Rp600 Miliar dan Dugaan atas Kelebihan Rp6 Miliar

Setiap nominal dalam aktivitas perbankan memiliki klasifikasi yang berbeda dan tidak dapat dipertukarkan, antara lain: target penyaluran, plafon fasilitas, baki debet (outstanding), realisasi pencairan, akumulasi transaksi selama satu periode, atau komponen transaksi lainnya. Angka target penyaluran adalah rencana bisnis, oleh karena itu penyebutan suatu nominal secara berdiri sendiri tidak dapat serta-merta diartikan sebagai kerugian Bank, kerugian keuangan negara, maupun transaksi yang
menyimpang.

Terkait penyebutan nilai sekitar Rp600 miliar, Bank Kalsel perlu meluruskan bahwa nilai tersebut Adalah merupakan Target yang ditetapkan antara Bank Kalsel dan PT.BAP sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerjasama. Dalam pelaksanaannya, setiap pemberian fasilitas kredit tetap melalui mekanisme persetujuan, pencairan, pencatatan, pengendalian, pemantauan, rekonsiliasi, serta pelaporan sesuai
ketentuan internal Bank dan regulasi perbankan yang berlaku.

Menanggapi informasi yang menyebut adanya dugaan selisih transaksi atau kelebihan pembayaran sekitar Rp6 miliar, Bank Kalsel menegaskan bahwa berdasarkan dokumen, pencatatan, mekanisme transaksi serta ketentuan dalam perjanjian kerja sama, tidak terdapat kelebihan maupun kekurangan pembayaran sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan, Apabila terdapat perbedaan atau selisih perhitungan, maka hal tersebut telah dilaksanakan secara berkala melalui pencocokan dan rekonsiliasi
data antara kedua belah pihak pada periode yang bersangkutan, bukan serta-merta disimpulkan sebagai kelebihan pembayaran. Hal ini sejalan dengan Perjanjian yang telah disepakati antara Bank Kalsel dan PT.BAP

3. Kerja Sama dengan Pihak Ketiga Tidak Menghapus Kewajiban Pengendalian Bank

Bank Kalsel menjalankan kegiatan perkreditan berdasarkan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), penerapan manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap
ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan. Dalam setiap proses pemberian kredit terdapat mekanisme persetujuan, pencatatan, pengendalian, pemantauan, dan pelaporan secara berjenjang sesuai nilai, karakteristik, dan tingkat risiko fasilitas yang diberikan.

Kerja sama dengan pihak ketiga dalam mendukung kegiatan bisnis Bank tidak menghilangkan kewajiban Bank untuk melakukan verifikasi, pengendalian risiko, monitoring, dan evaluasi sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku. Apabila dalam proses evaluasi ditemukan hal yang memerlukan penyempurnaan, koreksi administratif, atau tindak lanjut lainnya, Bank Kalsel telah memiliki mekanisme
pengendalian dan penyelesaian sesuai ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan.

Bank Kalsel menghormati mekanisme pengawasan yang dilakukan regulator, auditor, maupun aparat penegak hukum sesuai kewenangannya. Apabila terdapat permintaan klarifikasi ataupun pemeriksaan
resmi terkait kegiatan dan transaksi Bank, Bank Kalsel akan bersikap kooperatif serta memberikan data dan dokumen sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bank Kalsel menghargai peran pers sebagai salah satu pilar penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat, dan berharap setiap pemberitaan mengenai institusi perbankan terlebih yang mengandung dugaan pelanggaran hukum mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, dan keberimbangan. Apabila ditemukan informasi yang tidak sesuai dengan fakta dan dokumen yang dimiliki Bank, Bank Kalsel akan menggunakan mekanisme hak jawab dan/atau hak koreksi secara proporsional
sesuai ketentuan yang berlaku.

Bank Kalsel memastikan isu yang berkembang tidak mengurangi komitmen Perseroan dalam menjaga pelayanan kepada nasabah dan masyarakat. Kepercayaan publik merupakan fondasi utama industri
perbankan. Karena itu, Bank Kalsel akan terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, transparansi, serta sistem pengendalian internal dalam setiap aktivitas bisnis. [Nurul/Adv]

Bagikan ke

Banjarmasin

Tiga Kesempatan Bunga Lebih Ringan 1%, Kredit Multiguna 3XTRA dari Bank Kalsel

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kredit Multiguna 3XTRA 3 Kesempatan, Bunga Lebih Ringan! Punya rencana yang ingin diwujudkan? Saatnya manfaatkan Kredit Multiguna 3XTRA dengan bunga lebih ringan sampai dengan 1%.

Ada 3 kesempatan untuk mendapatkan bunga lebih ringan:
– TAKE OVER
Pindahkan kredit Anda dari bank lain ke Bank Kalsel.

– KOMPENSASI
Khusus debitur existing sesuai syarat dan ketentuan.

– NEW CUSTOMER
Kesempatan bagi nasabah baru untuk menikmati program ini.

Adapun syarat dan ketentuan sebagai berikut:

• Debitur Kredit Konsumtif Bagi CPNS, PNS dan Pensiunan
• Penurunan Suku Bunga menjadi 11% untuk Kredit Multiguna Utama, Multiguna Terusan (termasuk Multiguna Terusan Vertikal) dan Multiguna Pensiunan (termasuk pensiunan janda / duda)
• Untuk Debitur New dan Takeover Minimal Plafond Rp100.000.000 dan tidak ada syarat minimal jangka waktu
• Untuk Debitur Kompensasi dengan syarat sbb:
– Minimal Plafond Rp100.000.000
– Minimal jangka waktu kredit 5 tahun
– Merupakan debitur existing yang sudah
memiliki fasilitas Kredit yang berjalan minimal ½ jangka waktu
– Kredit yang dikompensasi memiliki jangka
waktu awal minimal 2 tahun
• Berlaku di seluruh Kantor Cabang dan Cabang Pembantu Bank Kalsel Konvensional
• Kredit wajib direalisasikan pada masa periode promosi tersebut
• Periode promo 01 Oktober 2026 s/d 31 Desember 2026

Khusus CPNS, PNS & Pensiunan
Periode: 1 Oktober – 31 Desember 2026
Jangan lewatkan kesempatan 3XTRA ini!
Info lebih lanjut, hubungi Bank Kalsel terdekat. [adv]

#bankkalsel#setiamelayanimelajubersama

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Admin Top Up DANA dan ShopeePay Ditetapkan Rp2.000 per Transaksi Melalui Aplikasi Aksel by Bank Kalsel

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel melakukan penyesuaian biaya administrasi untuk layanan pengisian saldo atau top up dompet digital DANA dan ShopeePay melalui aplikasi Aksel by Bank Kalsel, mulai berlaku efektif pada 28 Oktober 2026.

Nasabah diimbau memperhatikan biaya administrasi yang tercantum pada aplikasi sebelum menyelesaikan transaksi.

Berdasarkan pengumuman resmi manajemen Bank Kalsel, biaya administrasi top up DANA ditetapkan sebesar Rp2.000 per transaksi.

Tarif yang sama juga berlaku untuk pengisian saldo ShopeePay, yakni Rp2.000 per transaksi.

Manajemen Bank Kalsel mengingatkan nasabah yang akrab disapa Sobat Aksel untuk mencermati informasi biaya yang muncul di layar aplikasi ketika menggunakan fitur top up e-wallet.

”Sobat Aksel, ada informasi penting, terdapat penyesuaian biaya layanan yang berlaku sesuai tanggal efektif pada informasi di atas,” tulis Manajemen Bank Kalsel dalam keterangannya.

Nasabah juga diminta memastikan kembali rincian transaksi sebelum menekan tombol konfirmasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kekeliruan saat menggunakan layanan transaksi digital melalui aplikasi Aksel.

“Yuk, cek informasinya sebelum bertransaksi,” imbau Manajemen Bank Kalsel.

Dengan adanya pemberitahuan tersebut, nasabah diharapkan dapat mengetahui perubahan tarif sejak awal dan menyesuaikan transaksi digital sesuai ketentuan yang berlaku. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Dorong Inklusi Keuangan, Bank Kalsel Hadirkan Layanan Adink Bank Kalsel Pandai

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Akses layanan perbankan bagi masyarakat Kalimantan Selatan kini dapat dilakukan lebih dekat melalui Adink Bank Kalsel Pandai. Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh sejumlah layanan perbankan melalui agen yang berada di lingkungan sekitar.

Kehadiran Bank Kalsel Pandai menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong inklusi keuangan di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.

Bank Kalsel Pandai merupakan bagian dari program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (29/9/2026).

Melalui layanan tersebut, masyarakat tidak harus selalu datang langsung ke kantor bank untuk mendapatkan akses layanan perbankan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan melalui agen Bank Kalsel Pandai yang berada di sekitar tempat tinggal atau lingkungan usaha.

Konsep tersebut membuat akses layanan keuangan menjadi lebih dekat dan praktis, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap kantor layanan perbankan.

Selain memberikan kemudahan kepada masyarakat, Bank Kalsel Pandai juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjadi Adink Bank Kalsel Pandai.

Agen berkesempatan memperoleh sharing fee dari transaksi yang dilakukan melalui layanan tersebut. Kehadiran layanan perbankan di tempat usaha juga dapat menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha karena memungkinkan mereka menyediakan layanan tambahan bagi pelanggan.

Dari sisi operasional, Bank Kalsel Pandai dirancang agar dapat dijalankan secara praktis. Agen dapat melakukan transaksi menggunakan aplikasi berbasis Android sehingga layanan dapat diberikan secara lebih fleksibel.

Melalui Bank Kalsel Pandai, Bank Kalsel terus mendorong perluasan akses layanan keuangan di masyarakat. Selain mendekatkan layanan perbankan, program ini juga memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk menjadi bagian dari jaringan layanan keuangan di Kalimantan Selatan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Perkuat Pendidikan dan Kembangkan SDM, PT Bank Kalsel Segera Dirikan Aksel University

Published

on

Dirut PT Bank Kalsel H Fachrudin saat beri sambutan pada Bedah Buku dan Purna Tugas Prof Dr HA Hafiz Anshary di Auditorium Mastur Jari UIN Antasari Banjarmasin. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – PT Bank Kalsel segera mendirikan Aksel University sebagai bagian dari komitmen memperkuat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang perbankan syariah.

Direktur Utama PT Bank Kalsel H Fachrudin mengatakan, Aksel University ditargetkan diluncurkan pada Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.

“Insya Allah kita akan bentuk atau dirikan Aksel University,” ujar Fachrudin seusai menghadiri bedah buku dan pelepasan purna tugas Prof. Dr. HA Hafiz Anshary AZ, MA di Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, salah satu fokus Aksel University nantinya adalah memperdalam pengetahuan dan pengembangan kompetensi di bidang perbankan syariah.

“Insya Allah Aksel University kita luncurkan Oktober atau bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Fachrudin di tengah acara penghormatan terhadap perjalanan panjang Prof. Hafiz Anshary, yang mengabdikan dirinya di UIN Antasari—dahulu IAIN Antasari—selama sekitar 40 tahun.

Dalam kegiatan tersebut, dua buku tentang perjalanan Prof. Hafiz dibedah, yakni Dari Pesantren Menuju Kepemimpinan Demokrasi Nasional dan Jejak Langkah Sang Ulama, Akademisi dan Penjaga Demokrasi.

Kedua buku itu menggambarkan perjalanan Prof. Hafiz, putra Desa Bandang, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dari seorang santri hingga menjadi akademisi dan Ketua KPU RI.

Bedah buku menghadirkan Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin dan Direktur Pascasarjana UIN Antasari Prof. Dr. Mujiburrahman sebagai pembahas.

Rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd mengatakan, purna tugas hanya mengakhiri status sebagai ASN. Namun, ruang pengabdian bagi Prof. Hafiz masih terbuka luas.

“Kami masih berharap Prof Hafiz tetap memberi sumbang pemikiran guna kemajuan UIN Antasari,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Asisten III Setdaprov Kalsel Dinansyah menyampaikan terima kasih atas pengabdian Prof. Hafiz selama ini.

Selain mengabdi puluhan tahun di UIN Antasari, Prof. Hafiz juga pernah menjadi pengawas Bank Kalsel Syariah sekitar tujuh tahun pada masa Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Turut Sampaikan Belasungkawa Musibah Tenggelamnya Kapal KM Virgo 8

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka mendalam bagi korban, keluarga, dan masyarakat. Di tengah proses penanganan dan evakuasi yang masih berlangsung, dukungan serta doa terus mengalir bagi seluruh pihak yang terdampak.

Bank Kalsel turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Melalui jajaran Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank Kalsel, ungkapan duka disampaikan melalui akun resmi Instagram Bank Kalsel.

Dalam unggahannya, Bank Kalsel menyampaikan doa agar para korban dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi situasi sulit tersebut.

“Semoga seluruh korban dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, ketabahan, serta perlindungan dalam menghadapi musibah ini,” demikian ungkapan duka yang disampaikan Bank Kalsel.

Selain menyampaikan belasungkawa, Bank Kalsel juga mendoakan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan dan evakuasi KM Virgo Transport 8.

Setiap upaya pencarian dan evakuasi menjadi harapan bagi keluarga yang hingga kini masih menanti kabar orang-orang terkasih mereka.

Di tengah suasana duka dan ketidakpastian, perhatian serta doa menjadi bentuk solidaritas bagi para korban dan keluarga yang sedang menghadapi musibah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Sinergi Kebijakan Perkuat Fondasi Ekonomi Kalsel di Tengah Tantangan Global

Published

on

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 dengan tema “Sinergi Kebijakan untuk Memperkuat Ekonomi Kalimantan Selatan.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh Pemerintah Daerah, instansi vertikal, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), akademisi, perbankan, pelaku usaha, investor, serta media. Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan dan CORE Indonesia juga turut hadir memperkaya perspektif mengenai kondisi ekonomi dan fiskal daerah, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syarifuddin, dalam keynote speech – nya menekankan pentingnya LPP sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan perhatian pada tiga agenda utama, yakni (i) menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan pengendalian inflasi, (ii) memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor ekstraktif, serta (iii) menjaga kualitas belanja sekaligus membuka sumber pembiayaan pembangunan di luar APBD.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H. W. menyampaikan bahwa LPP tidak hanya menjadi dokumen asesmen ekonomi secara berkala, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk memahami posisi dan arah perekonomian daerah serta mendukung perumusan kebijakan. Pada triwulan II 2026, perekonomian Kalimantan Selatan tercatat tumbuh 5,28% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% (yoy).

Di tengah capaian tersebut, perekonomian Kalimantan Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Struktur ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam, khususnya batu bara, sehingga memiliki eksposur relatif tinggi terhadap dinamika harga komoditas global. Selain itu, hilirisasi batu bara masih menghadapi tantangan dari sisi teknis maupun keekonomian, sementara penurunan Transfer Ke Daerah (TKD) dan Dana Desa menjadi tantangan dalam menjaga ruang fiskal daerah.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya memperkuat sumber pertumbuhan baru yang lebih beragam, disertai sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil.
Diversifikasi ekonomi terus diarahkan pada pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, perikanan, perkebunan, industri pengolahan, serta pariwisata. Di sisi pembiayaan, belanja daerah didorong semakin produktif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sementara kebutuhan pembangunan yang lebih besar dibuka melalui investasi swasta dan skema kemitraan, termasuk dengan mendorong proses perizinan yang lebih cepat.

Melalui forum ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh pemangku kepentingan mendorong semakin kuatnya pemahaman bersama mengenai kondisi dan prospek perekonomian Kalimantan Selatan. Pemerintah Provinsi juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memanfaatkan Laporan Perekonomian Provinsi dan Kajian Fiskal Regional sebagai referensi dalam perencanaan daerah, serta mendorong dunia usaha dan perbankan untuk menyampaikan berbagai tantangan di lapangan sebagai masukan bagi perumusan kebijakan.

Ke depan, penguatan sinergi kebijakan diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi Kalimantan Selatan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian secara berkelanjutan, melalui sumber pertumbuhan yang semakin beragam, iklim investasi yang semakin baik, serta bauran kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil yang optimal. [Ady/Rls-BI]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Antusias Peserta Aksel Virtual Run 2026, Bank Kalsel Gelar Undian Doorprize Hadiah Rp30 Juta

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Antusiasme peserta Aksel Virtual Run 2026: Reforestasi, memasuki tahap yang ditunggu-tunggu. Bank Kalsel akan menggelar pengundian doorprize dengan total hadiah mencapai Rp30 juta.

Pengundian hadiah tersebut dijadwalkan berlangsung secara langsung pada Jumat (25/9/2026), mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai. Peserta maupun masyarakat dapat menyaksikan proses pengundian melalui kanal YouTube Bank Kalsel.

Beragam hadiah telah disiapkan bagi peserta yang beruntung, mulai dari perlengkapan penunjang olahraga, voucher belanja, hingga hadiah menarik lainnya.

Pengundian doorprize menjadi bentuk apresiasi Bank Kalsel kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Aksel Virtual Run 2026.

Kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk aktif berolahraga, tetapi juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui tema “Reforestasi”.

Melalui kegiatan tersebut, Bank Kalsel mengajak masyarakat turut mengambil bagian dalam upaya mendukung reforestasi dan menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan.

Dengan total hadiah mencapai Rp30 juta, pengundian doorprize menjadi salah satu momen yang dinantikan peserta. Siapa saja yang beruntung membawa pulang hadiah akan diketahui dalam pengundian yang disiarkan secara langsung.

Jangan lewatkan pengundian Doorprize Aksel Virtual Run 2026: Reforestasi. Bisa jadi, nama Anda menjadi salah satu peserta yang beruntung. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer