Banjar
Menteri LHK Bersama Sekdaprov dan Dubes Norwegia Gerakan Penanaman Pohon Bersama Kelompok Tani di Kabupaten Banjar
BANJAR, SuaraBorneo.com – Usai meresmikan Persemaian Liang Anggang Kota Banjarbaru, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdapov) Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar bersama Duta Besar Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste, Rut Krüger Giverin melaksanakan penanaman pohon di Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Senin (14/10) siang.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Indonesia dan Norwegia, dalam kemitraan yang mendukung upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya.
Kegiatan ini diimplementasikan melalui FOLU Norway Contribution Phase One (FOLU NC-1), dengan alokasi anggaran sebesar 38,19 miliar rupiah untuk Kalimantan Selatan, yang menargetkan penanaman di area seluas 1.724 hektare.
Penanaman pohon bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Berkat Sulasih lokasinya,yang berada di blok sungai Arfat, Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar dengan luas 70 hektar dengan berbagai jenis tanaman pohon seperti durian, alpukat, rambutan, cempedak, langsat, dan mangga (okulasi).
Setiba dilokasi kegiatan, rombongan Menteri Siti Nurbaya, Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Krüger Giverin, Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH), Dyah Murtiningsih, Direktur Utama PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Garibaldi Thohir dan pejabat lainnya langsung melakukan penanaman pohon.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra menyampaikan bahwa Gerakan Revolusi Hijau yang dicanangkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan pada 2017, sebagaimana diamanahkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 7 Tahun 2018 tentang Gerakan Revolusi Hijau, merupakan langkah besar dalam upaya memperbaiki lingkungan hidup dan meningkatkan ketahanan bencana di sektor kehutanan di Kalimantan Selatan.
Hal ini, menurutnya, selaras dengan kegiatan penanaman bersama yang dilakukan pada kunjungan lapangan Program FOLU Net Sink 2030 di Kalimantan Selatan yang berada di Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Fathimatuzzahra juga menambahkan bahwa Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang telah menyusun dokumen rencana kerja Subnasional Indonesia FOLU Net Sink 2030 untuk mendukung pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca.
“Melalui program ini, pada tahun 2024, Kalimantan Selatan melaksanakan aksi mitigasi dengan peningkatan cadangan karbon melalui pembuatan hutan rakyat seluas 305 hektar di lima lokasi KTH, termasuk KTH Berkat Sulasih” ujarnya.
Lebih lanjut, Fathimatuzzahra berharap agar program ini terus didukung, termasuk melalui fase kedua FOLU Net Sink, dan meminta agar ke depan pengadaan bibit dapat didukung oleh Pusat Layanan Akses (PLA) yang baru saja diresmikan. Dengan demikian, ia optimis bahwa target pemulihan lahan kritis di Kalimantan Selatan dapat dicapai lebih cepat.
Sementara itu, Menteri Siti Nurbaya menyampaikan bahwa pelaksanaan RHL di Kalimantan Selatan telah menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam program ini sangat menggembirakan dan memberikan kesan yang baik.
“Saya semakin yakin bahwa Kalimantan Selatan adalah salah satu provinsi terbaik dalam pelaksanaan rehabilitasi lahan melalui penanaman pohon. Untuk tahap selanjutnya, dukungan Result Based Contribution (RBC) Phase 2 untuk Kalimantan Selatan perlu terus kita dorong,” ujar Menteri Siti.
Menteri Siti juga menambahkan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menurunkan tingkat deforestasi, yang berdampak pada penurunan emisi karbon, telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Norwegia. Prestasi ini mendorong Norwegia untuk terus memberikan dukungan pembiayaan melalui kemitraan dalam upaya penurunan emisi karbon di masa depan.
Disisi lain, Duta Besar Rut Krüger juga memberikan apresiasi terhadap masyarakat yang tergabung dalam KTH, terutama kepada KTH Berkah Sulasih di Sungai Arfat, yang bersama pemerintah daerah Kalimantan Selatan telah berhasil mengimplementasikan program RHL dengan baik.
“Kami sangat menghargai partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya penurunan emisi melalui rehabilitasi lahan. Semangat dan kerja sama yang Anda tunjukkan hari ini mencerminkan komitmen kuat untuk menanggulangi perubahan iklim,” kata Dubes Rut.
Untuk rinciannya, KTH Berkah Sulasih, yang berlokasi di Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, menjalankan program RHL dengan metode agroforestri di lahan seluas 70 hektar.
Lahan ini sudah siap untuk ditanami setelah melalui tahap persiapan, seperti pembersihan lahan dan pemasangan ajir. Pengadaan bibit juga telah selesai, dengan rencana penanaman berbagai jenis tanaman buah, seperti durian, petai, jengkol, dan alpukat.
Kelompok tani ini terdiri dari 50 anggota, dengan komposisi 20% warga asli dan 80% warga pendatang. Partisipasi perempuan dalam kelompok ini juga cukup signifikan, dengan 16 perempuan terlibat dari total 50 anggota.
Selain pejabat pemerintah, dalam kegiatan ini, turut hadir tokoh masyarakat dari KTH Ushuluddin, KTH Bumi Sejahtera, KTH Dewa Subur, dan KTH Sepakat Baru. [ad/adpim]
Bagikan keBanjar
Haul ke-2 Abah Guru Banjar Indah, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Disambut Antusias Warga dan Jamaah
BANJAR, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, menghadiri peringatan haul ke-2 K.H. Syaifuddin Dzuhri bin K.H. Abdurrahman atau yang dikenal sebagai Abah Guru Banjar Indah.
Kegiatan berlangsung di Kubah KH. Syaifuddin Zuhri, Jalan Keramat, Desa Tungkaran, Martapura, Kabupaten Banjar, pada Sabtu (28/3/2026) malam.
Kehadiran Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman, di tengah ribuan masyarakat yang hadir disambut dengan antusias.
Momen ini menjadi wujud nyata perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap kegiatan keagamaan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Banua.
Selain sebagai sarana mengenang jasa para ulama, kegiatan ini juga dinilai mampu mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjaga warisan para ulama terdahulu.
Diketahui, K.H. Syaifuddin Dzuhri bin K.H. Abdurrahman merupakan pendiri Majelis Ta’lim Bani Isma’il di Banjar Indah, Banjarmasin.
Lahir pada 20 Oktober 1952 di Dalam Pagar, Martapura dan wafat pada Minggu, 27 Ramadan 1445 H atau 7 April 2024 dalam usia 71 tahun, K.H. Syaifuddin Dzuhri bin K.H. Abdurrahman dikenal sebagai ulama yang memiliki garis keturunan dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari serta merupakan murid dari K.H. Zaini Abdul Ghani dan K.H. Muhammad Syarwani Abdan.
Selain aktif berdakwah, K.H. Syaifuddin Dzuhri bin K.H. Abdurrahman pernah mengabdi sebagai tenaga pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan memiliki hubungan kekeluargaan dengan sejumlah ulama besar di Kalsel seperti Almarhum Guru Irsyad Zien Dalam Pagar dan Almarhum Tuan Guru Anang Djazouly Seman Martapura.
Rangkaian acara yang berlangsung khidmat dan penuh keberkajan itu diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, kemudian dilanjutkan dengan lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, serta pembacaan zikir dan tahlil yang diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh para jamaah.
Tampak hadir Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, para habaib, alim ulama, guru agama dan tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. [adv/adpim]
Bagikan keBanjar
Berbaur Ulama, Habaib Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
BANJAR, SuaraBorneo.com – Berbaur bersama ribuan jemaah dari berbagai penjuru Kalsel, bahkan dari luar daerah, Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman hadiri puncak rangkaian Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan.
Kehadiran orang nomor dua di Kalsel itu menyatu di tengah lautan jemaah yang memadati kawasan Masjid Jami Tuhfaturroghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, kamis (26/3/2026) pagi dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.
Rangkaian acara yang berlangsung dengan penuh keberkahan itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di seluruh kawasan haul.
Suasana religius pun semakin terasa saat Grup Maulid Dalam Pagar Ulu melantunkan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, doa dipanjatkan oleh Habib Ali bin Abdullah Alaydrus, memohon keberkahan dan keselamatan bagi Banua Kalimantan Selatan.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan doa haul dan tahlil yang dipimpin oleh TGH Wildan Salman.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa dan keteladanan Datu Kalampayan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wagub Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan takzim atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang menyatukan ribuan umat Muslim tersebut.
Membuka sambutan dengan salam dan selawat, Wagub Hasnuryadi menekankan bahwa kehadiran jamaah dari berbagai penjuru merupakan bukti kecintaan yang tidak luntur terhadap sosok Datu Kalampayan.
Wagub Hasnuryadi menyebutkan bahwa peringatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai religius di Banua Kalsel.
“Kita berkumpul di sini untuk mengenang sosok guru mulia, seorang pelita bagi umat Islam di Kalimantan. Beliau tidak hanya meninggalkan karya tulis yang monumental, tetapi juga pondasi akhlak dan syariat yang masih kita pedomani hingga hari ini,” ujar Hasnuryadi di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, Wagub Hasnuryadi mengajak seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk meneladani kegigihan Datu Kalampayan dalam menuntut ilmu dan menyebarkan kebaikan.
Menurutnya, semangat intelektualitas dan spiritualitas yang diwariskan oleh penulis kitab Sabilal Muhtadin tersebut harus diimplementasikan dalam pembangunan daerah.
“Mari kita jadikan keteladanan beliau sebagai inspirasi untuk terus membangun Kalimantan Selatan yang lebih berkah, rukun, dan religius,” tutupnya.
Sementara itu, pembacaan Manakib atau riwayat hidup Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan yang disampaikan dengan khidmat oleh Ustaz Ahmad Daudi Zen menceritakan perjalanan hidup sang ulama besar yang menjadi panutan masyarakat Banjar dari dulu hingga kini.
Dalam manakibnya, Ustaz Ahmad Daudi Zen menjelaskan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir dari pasangan Abdullah bin Abu Bakar dengan Siti Aminah binti Husein, keluarga yang dikenal saleh dan salehah.
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dilahirkan pada malam Kamis, 13 Safar 1122 Hijriah atau sekitar tahun 1710 M di Desa Lok Gabang, Kabupaten Banjar.
“Kelahiran Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari merupakan jawaban dari doa kedua orang tuanya yang dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar, agar dikaruniai anak yang alim dan zahid,” ungkapnya.
Sejak usia dini, lanjutnya, tanda-tanda keistimewaan sudah tampak pada diri Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Dikenal memiliki kecerdasan luar biasa dengan daya tangkap yang cepat dalam mempelajari ilmu agama.
Selain itu, akhlaknya yang mulia membuatnya sangat disukai oleh masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, Syekh Muhammad Arsyad juga memiliki bakat di bidang seni, khususnya seni tulis dan kaligrafi. Hasil karya beliau bahkan mampu memukau siapa saja yang melihatnya.
Keistimewaan tersebut kemudian menarik perhatian Sultan Banjar saat berkunjung ke Desa Lok Gabang.
Terpikat oleh kecerdasan dan kemampuan seni tulisnya, Sultan Banjar pada saat itu kemudian membawa beliau ke istana untuk mendapatkan pendidikan agama yang lebih mendalam.
“Dari sinilah awal perjalanan beliau menuntut ilmu hingga ke tanah suci Makkah,” jelas Ustaz Ahmad Daudi Zen.
Dalam manakib tersebut juga ditegaskan bahwa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dikenal sebagai ulama besar yang menguasai tiga pilar utama dalam keilmuan Islam, yakni syariat, tarekat, dan hakikat. Dalam pengajarannya, beliau berpegang teguh pada mazhab Syafi’i serta paham Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Penyampaian manakib ini disambut khidmat oleh para jemaah yang hadir, sekaligus menjadi pengingat akan keteladanan dan perjuangan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dalam menyebarkan ilmu dan nilai-nilai keislaman di Kalsel.
Turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, jajaran unsur Forkopimda Kalsel, Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin beserta sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, KH Ahmad Syairazi, Ketua Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, KH Muhammad Husein, para alim ulama, habaib serta tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya. [adv/adpim]
Bagikan keBanjar
Soroti Minimnya Porsi Saham dan Dividen Daerah, Komisi II DPRD Banjar RDP Bersama Bank Kalsel
MARTAPURA, SuaraBorneo.com – Komisi II DPRD Kabupaten Banjar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen Bank Kalsel untuk mengevaluasi posisi dan kontribusi daerah terhadap bank milik pemerintah daerah tersebut.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjar, Rahmat Saleh, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemaparan Bank Kalsel, posisi Kabupaten Banjar saat ini berada di peringkat paling bawah dalam hal kepemilikan saham dibandingkan kabupaten/kota lain se-Kalimantan Selatan.
“Dari paparan Bank Kalsel tadi, ada beberapa catatan penting. Posisi kita ini peringkat satu dari bawah, bahkan sempat dikejar Kabupaten Tapin,” ujar Rahmat, Rabu (4/2/2026). (Sumber : kbk.news)
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar ke depan meningkatkan penyertaan modal di Bank Kalsel. Ia menjelaskan, selama ini Pemkab Banjar menyetor modal sebesar Rp62,8 miliar, yang menghasilkan dividen sekitar Rp5,7 miliar untuk kas daerah.
Namun pada tahun 2025, meski kepemilikan saham mencapai 209 persen lembar saham, dividen yang diterima justru menurun menjadi sekitar Rp5,6 miliar.
“Ada penurunan sekitar seratus jutaan. Ini perlu kita evaluasi bersama,” katanya.
Selain penyertaan modal dan dividen, RDP juga membahas kontribusi Bank Kalsel melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Rahmat menyebutkan, alokasi KUR Bank Kalsel untuk Kabupaten Banjar mencapai Rp7 miliar, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 1.708 nasabah sepanjang 2025.
Tak hanya itu, dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kalsel juga dinilai cukup signifikan, dengan nilai sekitar Rp390 juta, yang diperuntukkan bagi masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah.
Rahmat menegaskan, rendahnya posisi Kabupaten Banjar di Bank Kalsel bukan karena kinerja daerah, melainkan murni karena porsi saham yang masih sangat kecil dibandingkan daerah lain.
“Alasannya jelas, karena saham kita paling sedikit dibandingkan kabupaten/kota lain,” tegasnya.
Ia juga menyinggung contoh Kabupaten Balangan yang hampir menduduki posisi teratas kepemilikan saham, namun tertahan oleh regulasi.
“Balangan kemarin hampir jadi nomor satu, tapi tidak boleh melampaui provinsi karena provinsi harus memegang porsi saham tertinggi,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Rahmat menilai Pemerintah Kabupaten Banjar perlu menyusun strategi jangka panjang agar porsi saham di Bank Kalsel dapat ditingkatkan, sehingga manfaat ekonomi dan dividen yang diterima daerah bisa lebih optimal.
“Kalau kita mau posisi naik, ya mau tidak mau modal kita juga harus ditambah. Saat ini modal kita masih sangat sedikit sekali,” pungkasnya. [adv/ad]
Bagikan keBanjar
Wapres Gibran Tinjau Dapur Umum dan Lokasi Terdampak Banjir di Kalsel
BANJAR, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memastikan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dilakukan secara merata dan berbasis data yang akurat per rumah tangga.
Hal tersebut disampaikan Gubernur H. Muhidin saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka yang meninjau posko, dapur umum, serta lokasi banjir di wilayah Kabupaten Balangan dan Kabupaten Banjar.
Gubernur H. Muhidin menjelaskan, saat ini pemerintah provinsi telah menyiapkan dapur umum yang melayani sekitar 300 jiwa atau 105 kepala keluarga pengungsi. Setiap harinya, dapur umum tersebut memproduksi kurang lebih 7.000 porsi makanan yang disalurkan pada siang dan malam hari, baik dengan sistem pengantaran maupun dibungkus langsung untuk masyarakat di sekitar lokasi terdampak.
“Kunjungan Wakil Presiden hari ini kami harapkan dapat memberikan semangat dan menguatkan hati masyarakat yang terdampak banjir. Mudah-mudahan kehadiran beliau membawa harapan dan perhatian lebih bagi warga,” kata Gubernur H. Muhidin, Banjar, Kamis (8/1/2026).
Menjawab pertanyaan terkait pemerataan bantuan, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa pendataan dilakukan secara rinci per rumah, bukan per kepala keluarga semata. Setiap rumah terdampak dicatat berdasarkan identitas yang jelas, termasuk jumlah penghuni di dalamnya.
“Data harus tertulis dan jelas per rumah. Dari situ baru kita tentukan pembagian bantuan agar adil dan tepat sasaran, tidak hanya di satu wilayah saja, tetapi di seluruh daerah yang terdampak banjir,” tegasnya.
Gubernur juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pejabat terkait untuk terus siaga dan responsif terhadap laporan masyarakat. Nomor kontak petugas harus aktif selama 24 jam agar setiap laporan kondisi darurat dapat segera ditindaklanjuti.
Selain penanganan darurat, Gubernur H. Muhidin menyampaikan sejumlah langkah jangka menengah dan panjang sebagai solusi penanganan banjir. Di antaranya adalah normalisasi dan pelebaran alur sungai, pengecekan kedalaman sungai, serta koordinasi dengan balai terkait untuk pengerukan apabila terjadi pendangkalan.
“Kita juga merencanakan pembangunan rumah shelter atau rumah panggung dua tingkat di wilayah rawan banjir. Ini agar masyarakat memiliki tempat aman saat air kembali naik,” jelasnya.
Terkait kondisi cuaca, Gubernur menyebutkan bahwa meski terdapat prakiraan hujan sedang hingga lebat, beberapa hari terakhir wilayah Kalimantan Selatan relatif cerah. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan agar penanganan banjir berjalan optimal.
“Kita terus berikhtiar dan berdoa. Mudah-mudahan cuaca bersahabat sehingga masyarakat bisa segera pulih dan aktivitas kembali normal,” pungkas Gubernur H. Muhidin. [adv/ad]
Bagikan keBanjar
Wagub Kalsel Tinjau Banjir di Sungai Tabuk, Salurkan Bantuan Warga Terdampak
BANJAR, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, meninjau langsung lokasi banjir di Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak musibah banjir.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Hasnuryadi menyampaikan bahwa penanganan banjir dan bantuan kepada masyarakat merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar seluruh jajaran pemerintah senantiasa berupaya membantu dan meringankan beban warga terdampak bencana.
Selain itu, Wagub juga menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, sekaligus menegaskan instruksi gubernur agar pemerintah provinsi terus hadir dan bekerja bersama masyarakat dalam kondisi apa pun, khususnya saat terjadi bencana.
“Pesan kami kepada seluruh warga, tetap semangat. Pemerintah provinsi akan selalu hadir di tengah masyarakat. Apa saja keperluan yang dibutuhkan, baik makanan, pakaian bersih maupun obat-obatan, silakan dicatat dan akan kita upayakan bersama,” kata Hasnuryadi, Banjar, Selasa (6/1/2026).
Pada peninjauan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyalurkan sejumlah bantuan logistik kepada warga terdampak banjir, yang meliputi Kids ware sebanyak 50 paket, Family kit sebanyak 40 paket, Sandang anak sebanyak 50 paket, Sandang dewasa sebanyak 50 paket, Makanan anak sebanyak 160 paket.
Penyaluran bantuan ini juga mendapat dukungan dari klub kebangaan banua, Barito Putera, yang turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Hasnuryadi juga mengingatkan warga untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi banjir, serta terus memperhatikan kebutuhan anak-anak, termasuk upaya agar mereka tetap dapat belajar meskipun dalam keterbatasan. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan berbagai sarana, termasuk media sosial, untuk saling berbagi informasi dan dukungan.
“Yang terpenting kita jaga persatuan. Jangan mencari perbedaan, tapi kuatkan kebersamaan agar kita bisa segera bangkit dan kembali hidup normal seperti sebelumnya,” tutupnya.
Peninjauan ini menjadi bagiana dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk terus hadir, cepat tanggap, dan bergotong royong bersama seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. [adv/ad]
Bagikan keBanjar
Bantuan Gubernur H Muhidin Untuk Warga Terdampak Banjir Terus Dilakukan
BANJAR, SuaraBorneo.com – Bantuan untuk korban Banjir di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan akibat hujan yang melanda terus disalurkan oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin. Setelah sebelumnya beberapa SKPD Pemerintah Provinsi Kalsel telah menyalurkan bantuan serupa ke beberapa daerah, bahkan hingga ke Kabupaten Tabalong.
Pada Jumat (2/1/2026) pagi melalui Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel, bantuan dari Gubernur Kalsel H. Muhidin tersebut menyasar kepada warga terdampak di Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.
Sebagaimana instruksi Gubernur Kalsel H. Muhidin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui berbagai SKPD aktif menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir. Satpol PP dan Damkar membagikan makanan dan obat-obatan di Tajau Landung dan Sungai Tabuk, sementara Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah menyalurkan sembako langsung ke rumah warga. Bantuan juga disalurkan Dinas Kelautan dan Perikanan di Teluk Selong Ulu dan Martapura Barat, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman di Desa Sungai Rangas Tengah, Dinas Kehutanan di Lok Buntar, dan Dinas Perhubungan di Kurau.
SKPD lain seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pariwisata, BPSDMD, Dinas Perdagangan, PMPTSP, UKPBJ, Dinas Kesehatan, BKD, dan Dinas Lingkungan Hidup menyalurkan bantuan di berbagai desa terdampak, sementara Staf Ahli, Tenaga Ahli dan Asisten Gubernur turun langsung ke lapangan, menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap warga banjir. Kemudian, Gubernur Kalsel, H. Muhidin juga menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Tabalong melalui Sekretaris DPRD Provinsi, Muhammad Jaini.
Pada Jumat (2/1/2025) sejak pagi 09.00 WITA, rombongan Biro Adpim berangkat dari Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru menuju lokasi banjir. Setibanya di Desa Pesayangan, bantuan berupa 300 paket sembako yang diangkut menggunakan satu unit kendaraan pikap langsung disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir yang telah berlangsung hampir sepekan.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel, H. Berkatullah mengatakan seluruh elemen Pemprov Kalsel turut diterjunkan ke daerah-daerah yang terdampak banjir.
“Kami saat ini meninjau lokasi banjir atas instruksi Bapak Gubernur. Seluruh elemen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turun langsung ke daerah-daerah yang terdampak banjir,” ujarnya.
Berkatullah menambahkan, kehadiran pemerintah di lokasi merupakan bentuk penyampaian amanah Gubernur kepada masyarakat, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga pemantauan kondisi banjir secara langsung.
“Hari ini kami menyampaikan amanah beliau, yaitu memberikan bantuan sekaligus mengecek kondisi banjir yang terjadi di lapangan. Saat ini kami berada di Desa Pasayangan, RT 07,” kata Berkatullah.
Ia juga berharap banjir segera surut sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa. “Semoga air segera surut dan warga dapat kembali menempati rumah masing-masing,” pungkasnya.
Banjir di kawasan Pesayangan terjadi sejak Sabtu 27 Desember lalu. Ketinggian air yang terus meningkat sejak pagi hari menyebabkan sejumlah warga terpaksa mengungsi dan meninggalkan rumah mereka.
Salah seorang warga terdampak, Zainuddin, mengatakan air mulai naik sejak Sabtu pagi dan tidak surut hingga beberapa hari berikutnya. Ia menjelaskan, kondisi banjir tahun ini lebih tinggi dari pada tahun sebelumnya dan banjir kiriman dari kabupaten tetangga. “Air terus bertahan sampai malam Sabtu, malam Minggu, dan malam Senin,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada Senin malam bantuan logistik telah disalurkan kepada sekitar 300 kepala keluarga terdampak, berupa nasi dan lauk pauk yang dibagikan secara merata kepada seluruh warga. “Semua kebagian, baik yang rumahnya di depan maupun di dalam permukiman. Ini bentuk kepedulian antarwarga,” katanya.
Akibat banjir, Zainuddin terpaksa mengungsi dan bermalam di luar rumah yang masih terendam air. Ia mengaku bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Biro Adpim Setdaprov Kalsel, sangat membantu karena persediaan logistik warga mulai menipis.
“Alhamdulillah hari ini kami mendapat bantuan dari Bapak Gubernur. Ini sangat membantu kebutuhan kami beberapa hari ke depan,” tuturnya.
Fatmah Noor Makiyah (61), warga Pesayangan, Martapura itu juga mengisahkan bahwa banjir sempat merendam rumahnya hingga cukup tinggi. Saat ini, kondisi air mulai surut sehingga ia sudah dapat kembali beraktivitas di rumah. Bahkan, kediamannya kini menjadi tempat singgah bagi keluarga lain yang terdampak banjir.
“Kami senang atas kedatangan buhan pian. Kehadiran ini sangat membantu dan meringankan beban warga sekitar. Terima kasih, Bapak Gubernur,” tandasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air banjir mencapai setinggi lutut orang dewasa. Namun demikian, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut sekitar 20 sentimeter. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah lanjutan sesuai kebutuhan warga terdampak. [adv/ad/adpim]
Banjar
Komitmen Dukung Penanganan Banjir Melalui CSR, Bank Kalsel Perkuat Sinergi Dengan Pemkab Banjar
MARTAPURA, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Banjar dalam upaya penanganan bencana banjir melalui penguatan program Corporate Social Responsibility (CSR).
Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi antara perwakilan Bank Kalsel yang dipimpin Kepala Cabang Bank Kalsel Martapura dengan Sekda Banjar H Yudi Andrea, di ruang kerja Sekda, Rabu (31/12/2025) pagi.
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk membahas sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan dampak bencana banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Banjar. Fokus pembahasan meliputi koordinasi penyaluran CSR, pemberian bantuan langsung kepada masyarakat terdampak, serta dukungan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
Perwakilan Bank Kalsel Teguh Marsudi menyampaikan bahwa sebagai bank daerah, Bank Kalsel memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Ke depan, Bank Kalsel berkomitmen untuk meningkatkan intensitas dan efektivitas program CSR, tidak hanya dalam penanganan banjir, tetapi juga berbagai bencana dan kebutuhan sosial lainnya di daerah.
“Bank Kalsel hadir untuk masyarakat Kalimantan Selatan. Kami siap berkontribusi maksimal melalui program CSR yang berkelanjutan dan tepat sasaran, sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Sekda Banjar Yudi Andrea menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah bergerak sejak awal dalam penanganan banjir, baik dari sisi mitigasi, tanggap darurat, maupun pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, dukungan dari Bank Kalsel sebagai bank milik pemerintah daerah dinilai sangat strategis dalam memperkuat upaya tersebut.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui komunikasi yang intensif dan kolaborasi berkelanjutan.
“Pentingnya upaya bersama dalam membesarkan bank daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga pembangunan ekonomi dan sosial,” ujarnya.
Dengan sinergi yang solid antara Bank Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Banjar, diharapkan upaya penanganan banjir dan pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. [adv/nrl]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

