Kalsel
Debit Air Bendungan Amandit Capai 2,90 Meter, BPBD HSS Bunyikan Sirine Waspada dan Dirikan Posko Tanggap Darurat
KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Debit air di Bendungan Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dilaporkan telah mencapai ketinggian 2,90 meter, sehingga status waspada hingga siaga diberlakukan. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HSS membunyikan sirine atau alarm peringatan di Markas Komando (Mako) BPBD HSS sebagai bentuk peringatan dini kepada masyarakat.
Pembunyian sirine ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada seluruh masyarakat, khususnya warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Amandit, agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi luapan Sungai Amandit akibat meningkatnya debit air.
Selain itu, sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan penanganan bencana, BPBD Kabupaten HSS juga telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Banjir yang berlokasi di kawasan Lapangan Lambung Mangkurat atau Lapangan Voli, sebagai pusat koordinasi, pemantauan, serta pelayanan darurat bagi masyarakat terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten HSS menyampaikan bahwa peningkatan debit air ini dipengaruhi oleh curah hujan yang cukup tinggi di wilayah hulu dan sekitarnya, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan permukaan air sungai dalam waktu relatif singkat.
“Dengan dibunyikannya sirine waspada dan siaga serta didirikannya posko tanggap darurat ini, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, memantau perkembangan kondisi air, mengamankan barang-barang penting, serta bersiap apabila sewaktu-waktu diperlukan langkah evakuasi,” ujarnya.
BPBD Kabupaten HSS terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi Bendungan Amandit dan aliran Sungai Amandit, serta menjalin koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan relawan guna memastikan kesiapan penanggulangan bencana.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, mengikuti informasi resmi dari BPBD dan pemerintah daerah, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
BPBD Kabupaten HSS mengimbau masyarakat agar segera melapor ke posko atau pihak berwenang terdekat apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan atau muncul kondisi darurat di lingkungan sekitar. [Syarif/SB]
Bagikan keBanjarmasin
Haul ke-80 Habib Basirih, Wagub Kalsel Hasnuryadi Ajak Jaga Persatuan dan Mempererat Kebersamaan Meneladani para Ulama
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman turut membaur dengan para habaib, ulama dan para tuan guru serta jamaah masyarakat di peringatan puncak haul ke-80 Habib Hamid bin Abbas Bahasyim (Habib Basirih), di area Kubah Keramat Basirih RT 13 Kelurahan Basirih Kota Banjarmasin, Sabtu (31/10/2026) siang.
Jamaah haul dari berbagai pelosok di Kalsel dan sekitarnya itu, berbondong-bondong datang melalui jalur sungai maupun darat, dan tidak sedikit yang tiba sejak subuh hari.
Sejumlah habaib dan ulama hadir, diantaranya Habib Idrus bin Abdullah Al Idrus, Habib Abubakar bin Abdul Kadir (Malang) , Habib Muhammad Ali bin Idrus Hasan bin Hamid Bahasyim, Habib Zakaria Bahasyim, dan Habib Hamdi Bahasyim, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, serta sejumlah pejabat lingkup Pemprov Kalsel.
Pada kesempatan itu, Wagub Hasnuriyadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat kebersamaan, serta meneladani keteladanan para ulama dalam kehidupan sehari-hari.
Kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW ujar Hasnuriyadi, hendaknya berjalan seiring dengan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan dan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat harus disikapi dengan semangat persaudaraan, kekompakan, serta saling mendukung.
“Paling penting adalah cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Apa pun yang kita hadapi, tentunya kita harus selalu bersatu, solid, dan melakukan yang terbaik,” ungkap Wagub.
Tak lupa Wagub Hasnuryadi menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kalsel H Muhidin kepada para jamaah haul yang hadir.
“Izinkan ulun menyampaikan salam hormat dari Gubernur H. Muhidin. Beliau juga memohon doa, dengan semua tantangan yang dihadapi saat ini, ada karhutla dan lain sebagainya. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan kemudahan,” ucap Hasnuriyadi.
Lebih lanjut dikatakan, pemerintah provinsi terus berupaya memberikan pelayanan dan melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, habaib, dan alim ulama menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan serta mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih baik.
“Kami di pemerintah siap melaksanakan tugas. Namun, kami tidak mampu melaksanakannya sendiri. Tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat Banua, bimbingan para habaib dan ulama, serta yang paling penting doa kita bersama,” tuturnya.
Wagub Hasnuriyadi juga mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan banyak ulama dan tokoh agama di Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi panutan sekaligus sumber tuntunan bagi masyarakat. Kegiatan keagamaan seperti haul tidak hanya menjadi sarana mengenang perjalanan hidup dan perjuangan seorang ulama, tetapi juga momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta memperdalam kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Atas nama Pemprov Kalsel, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan seperti ini di seluruh wilayah Kalsel dan diharapkan masyarakat bisa menghadiri haul-haul seperti ini untuk meningkatkan ketaqwaan kepasa Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Diharapkan penyelenggaraan haul-haul berikutnya semakin baik, tertib, dan terus mempertahankan semangat kebersamaan yang telah terbangun.
Adapun rangkaian haul, dimulai pembacaan manaqib atau riwayat perjalanan hidup Habib Hamid bin Abbas Bahasyim disampaikan oleh Habib Fathurrahman Bahasyim.
Peringatan haul diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang keteladanan Habib Basirih sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Tausiah atau pesan-pesan keagamaan disampaikan Pimpinan Rabithah Alawiyah (organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW) untuk wilayah Martapura dan Kota Banjarbaru, Habib Idrus bin Abdullah Alaydrus dari Martapura Kabupaten Banjar. [ady/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Kembangkan Produk Lokal, Pertamina Patra Niaga Kalimantan Dukung UMKM di Adaro Specta Preneur 2026
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Ragam kuliner khas, kriya, fesyen, dan produk olahan kreatif lokal menjadi bekal 14 UMKM binaan peserta Pertamina UMK Academy 2026 untuk menjangkau pelanggan baru dalam ajang Adaro Specta Preneur 2026. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan bersama Rumah BUMN Banjarmasin mendukung keikutsertaan para pelaku usaha tersebut pada pameran yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Lapangan Dr. Murdjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa pendampingan UMKM perlu disertai kesempatan untuk memperluas pasar agar pelaku usaha dapat terus mengembangkan usahanya.
“Di balik setiap produk lokal, ada kerja keras dan harapan pelaku usaha untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Kami ingin mendampingi perjalanan itu dengan membuka kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan produk, bertemu pelanggan, dan membangun kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha,” ujar Edi, Rabu (28/10/2026).
Bagi para pelaku UMKM, pameran ini membuka kesempatan untuk memperkenalkan cerita dan keunggulan di balik produknya. Interaksi dengan pengunjung juga menjadi ruang untuk memahami kebutuhan konsumen, memperoleh masukan, serta membangun hubungan dengan calon pelanggan dan mitra usaha.
Keikutsertaan dalam pameran ini merupakan kelanjutan pembinaan melalui Pertamina UMK Academy. Setelah mendapatkan pelatihan mengenai manajemen usaha, legalitas, pengembangan kemasan, dan digitalisasi, para peserta berkesempatan menerapkan pengetahuan tersebut dalam interaksi langsung dengan calon pembeli. Respons pengunjung dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan produk dan strategi pemasaran.
Menurut Edi, manfaat pameran juga dapat tumbuh dari percakapan sederhana antara pelaku usaha dan pengunjung. Masukan tentang rasa, kemasan, maupun kebutuhan konsumen membantu UMKM memahami pasar dan menentukan langkah pengembangan usaha.
“Kami berharap para pelaku UMKM dapat membawa pulang lebih dari hasil penjualan, yakni pengalaman, pelanggan baru, dan hubungan usaha yang terus berlanjut setelah pameran selesai. Bekal tersebut penting agar usaha mereka semakin mandiri dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kolaborasi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Rumah BUMN Banjarmasin, dan PT Adaro Indonesia dalam kegiatan ini memperluas dukungan bagi pengembangan UMKM di Kalimantan Selatan. Melalui pendampingan dan kesempatan promosi yang berkelanjutan, produk-produk Banua diharapkan semakin dikenal serta memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas. [ady/rls]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Perkuat Majukan Sektor UMKM di Kalsel Hadirkan Stan di University Aksel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus memperkuat komitmennya dalam memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan, dengan menghadirkan stan Aksel UMKM di University Aksel, serta galeri serupa di Kantor Pusat 2 Bank Kalsel, Jl. S. Parman, Banjarmasin. Selasa.
Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Firmansyah, mengungkapkan bahwa kehadiran Aksel UMKM merupakan langkah strategis untuk menampilkan berbagai produk kearifan lokal masyarakat Banua.
“Di Aksel UMKM ini kami tampilkan beberapa produk dari nasabah-nasabah binaan Bank Kalsel,” ujar Firmansyah.
Berbagai produk unggulan yang ditawarkan antara lain kain sasirangan khas Kalsel, kerajinan anyaman daun purun, aneka produk makanan ringan, hingga kopi dan berbagai produk pilihan lainnya.
Lebih lanjut, Firmansyah menjelaskan inisiatif ini bertujuan untuk mendongkrak kreativitas para pelaku UMKM. Kemitraan dengan Bank Kalsel diharapkan dapat menjadi pembuktian bahwa pelaku usaha daerah mampu menghasilkan karya terbaik yang siap diserap dan dijual secara luas kepada masyarakat.
Melalui fasilitas promosi ini, para pelaku UMKM juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usahanya serta memperkuat struktur permodalan.
Tidak hanya memberikan ruang pamer, Bank Kalsel juga berkomitmen mendukung kemudahan finansial pelaku usaha melalui berbagai skema pembiayaan yang inklusif. Salah satu ujung tombaknya adalah fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Betul, bisa melalui program KUR. Dan hal lainnya yang mungkin bisa kita bina langsung melalui beberapa program yang ada di Bank Kalsel,” tutup Firmansyah. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Apresiasi Gerak Cepat Polres Tanan Bumbu Ungkap Kasus Dugaan Penggelapan Dana Nasabah
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Menanggapi pemberitaan terkait penangkapan oknum petugas pengamanan (security) berinisial IS atas dugaan penggelapan dana nasabah di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Agus Setiawan, memberikan tanggapan resmi.
“Perkara yang saat ini ditangani pihak kepolisian merupakan tindak lanjut dari laporan resmi Bank Kalsel,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Agus menegaskan, pelaporan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) merupakan langkah proaktif Bank Kalsel dalam menindaklanjuti kejadian tersebut, sekaligus upaya memberikan efek jera kepada oknum pelaku.
“Bank Kalsel tidak menoleransi segala bentuk penyimpangan yang merugikan nasabah. Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak berwajib dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.
Bank Kalsel juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Tanah Bumbu (Tanbu), khususnya Satreskrim Polres Tanah Bumbu beserta jajaran, serta Unit Jatanras Polda Kalimantan Timur, Polresta Samarinda, dan Polsek Muara Jawa beserta jajaran atas kesigapan dan sinergi dalam mengungkap kasus serta mengamankan pelaku.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta tata kelola demi menjaga kepercayaan dan keamanan dana nasabah,” tutupnya. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Akan Resmikan AKSEL University Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel sebentar lagi bersiap untuk meresmikan AKSEL Universty, sebuah wadah untuk pusat pelatihan dan pendidikan bagi SDM Bank Kalsel maupun lembaga lainnya.
AKSEL Universty hadir di Jalan S Parman Banjarmasin dengan beragam fasilitas yang sudah disediakan, baik ruangan maupun instruktur profesional.
Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Firmansyah mengatakan AKSEL Universty dirancang sebagai wadah pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan peserta, khususnya terkait operasional perbankan.
Fasilitas dilengkapi sejumlah ruang kelas yang nantinya akan diisi instruktur untuk memberikan edukasi dan pelatihan sesuai kebutuhan peserta.
“Pendidikan dan pelatihan di AKSEL University ini terbagi dalam beberapa kelas. Nantinya, kelas-kelas akan diisi instruktur yang memberikan pemahaman dan edukasi terkait kegiatan operasional perbankan,” ujar Firmansyah.
Melalui fasilitas ini, Bank Kalsel ingin membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan daerah di Kalsel untuk meningkatkan kompetensi pegawai melalui program pendidikan dan pelatihan yang terarah.
Salah satu pihak yang berpotensi memanfaatkan fasilitas tersebut adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pemahaman mengenai operasional perbankan, sehingga kompetensi sumber daya manusia di sektor keuangan daerah semakin berkembang.
“Sebagai contoh, kami bekerja sama dengan BPR. Mereka juga bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan pemahaman terkait kegiatan operasional perbankan,” jelasnya.
Di sisi lain, AKSEL University juga menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel dalam meningkatkan kualitas karyawan dan karyawati agar semakin memahami bidang pekerjaan serta mampu mengikuti kebutuhan dan perkembangan industri perbankan.
Setelah diresmikan, AKSEL Universty diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi dalam pengembangan SDM, sekaligus memperluas manfaat pendidikan dan pelatihan perbankan bagi perusahaan daerah di Kalsel. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
OJK Bersama Bank Kalsel Gelar Bootcamp Duta Aksel 2026, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Kalsel menggelar Bootcamp Duta Aksel 2026 untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus membekali generasi muda agar mampu mengedukasi masyarakat dan mencegah kejahatan keuangan digital.
Kegiatan bertema Learn, Create, Impact ini berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Banjarmasin. Pesertanya merupakan perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang dipersiapkan menjadi Duta Akselerasi dan Inklusi Keuangan (Aksel) Banua.
Kepala Perwakilan OJK Kalimantan Selatan yang diwakili Andi Rahman, mengatakan perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam bertransaksi keuangan. Namun, masyarakat juga menghadapi risiko kejahatan digital, gangguan transaksi, hingga penawaran investasi ilegal.
Karena itu, OJK menginisiasi Program Penggerak Inklusi Keuangan Indonesia (PPIKI) dengan melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan tidak hanya memahami pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga mampu menyebarluaskan edukasi kepada teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Generasi muda harus mampu menjadi penggerak edukasi sekaligus membantu melindungi masyarakat dari berbagai potensi penipuan dan kejahatan keuangan,” ujarnya.
Andi berharap peserta memanfaatkan pelatihan untuk memperdalam pengetahuan tentang produk dan layanan jasa keuangan, memahami risikonya, serta menyampaikan informasi secara kreatif dan tepat sasaran.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat program literasi dan inklusi keuangan di Banua.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel yang diwakili Direktur Iwan mengatakan, keterlibatan Bank Kalsel merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan pemahaman keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, para Duta Aksel perlu dibekali kemampuan komunikasi dan kreativitas agar dapat menyampaikan edukasi melalui berbagai saluran, termasuk media sosial.
“Kami mendorong para Duta Aksel memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang positif dan bertanggung jawab. Pastikan informasi yang disampaikan akurat, bermanfaat, dan sesuai ketentuan,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan duta literasi keuangan tidak hanya diukur dari jumlah konten yang diproduksi, tetapi juga dari kualitas informasi dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Melalui program tersebut, Bank Kalsel berharap masyarakat semakin mengenal layanan perbankan, lebih percaya terhadap layanan keuangan resmi, serta bijak dalam mengambil keputusan finansial.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan SMA, Dedi Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan bootcamp tersebut. Ia menilai kegiatan ini dapat mendukung pendidikan karakter dan kecakapan hidup peserta didik.
Menurut Dedi, pemahaman literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, hingga merencanakan keuangan sesuai kemampuan. Generasi muda juga harus kritis terhadap tawaran keuntungan besar, memeriksa legalitas produk keuangan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi, PIN, dan kode OTP.
“Kami bangga karena sejumlah peserta didik dari sekolah di Kalimantan Selatan terpilih menjadi Duta Literasi Keuangan. Mudah-mudahan mereka berperan aktif menyebarluaskan edukasi dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dedi menambahkan, sinergi antara OJK, Bank Kalsel, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat agar edukasi keuangan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui Bootcamp Duta Aksel 2026, ketiga pihak berharap lahir generasi muda yang cakap mengelola keuangan, bertanggung jawab dalam menggunakan layanan digital, serta mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan dan berbagai risiko di sektor jasa keuangan. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Berbagai Modus Penipuan Keuangan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan dengan memanfaatkan layanan perbankan melalui kantor dan kanal resmi.
Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kerahasiaan informasi perbankan guna menghindari penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi literasi keuangan yang melibatkan pelaku usaha jasa keuangan, termasuk Bank Kalsel dan PT Pegadaian. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang bijak sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Dalam kesempatan itu, Bank Kalsel menekankan pentingnya mengenali risiko transaksi keuangan serta memastikan setiap aktivitas perbankan dilakukan melalui saluran resmi. Masyarakat diminta tidak sembarangan membagikan data pribadi, kode akses, maupun informasi perbankan kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitas dan kewenangannya.
Sementara itu, PT Pegadaian mengajak masyarakat memahami karakteristik produk dan layanan keuangan sebelum mengambil keputusan. Pemilihan produk keuangan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan finansial agar masyarakat terhindar dari risiko kerugian akibat keputusan yang tidak tepat.
Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, turut mendukung upaya peningkatan literasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Pengelolaan keuangan yang baik dinilai penting untuk membangun ketahanan finansial masyarakat, termasuk petugas kebersihan yang menjadi peserta dalam kegiatan edukasi tersebut.
Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap penipuan keuangan. Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencatat kerugian akibat penipuan yang dilaporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencapai sekitar Rp111 miliar. Angka ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan penanganan cepat ketika terjadi dugaan penipuan.
OJK mengimbau masyarakat yang menjadi korban penipuan agar segera menghubungi bank atau penyedia jasa pembayaran melalui kanal resmi. Korban juga perlu menyimpan bukti transaksi dan komunikasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk mendukung proses penanganan dan pelaporan.
Selain menghubungi penyedia jasa keuangan, korban dapat menyampaikan laporan melalui IASC sesuai mekanisme yang berlaku. Kecepatan pelaporan menjadi hal penting agar dugaan penipuan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. [adv]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum2 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

