Kota Kedua Setelah Balikpapan, Bank Neo Commerce Gelar Roadshow di Banjarmasin Ajak Masyarakat Berdaya dengan Kelola Keuangan Berbasis Digital - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Kota Kedua Setelah Balikpapan, Bank Neo Commerce Gelar Roadshow di Banjarmasin Ajak Masyarakat Berdaya dengan Kelola Keuangan Berbasis Digital

Published

on

PT Bank Neo Commerce Tbk (“BNC”, “Bank”, “Perseroan”), bank dengan layanan digital terlengkap di Indonesia, kembali menggalakkan kampanye Neo Keliling. (Foto/Ady)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – PT Bank Neo Commerce Tbk (“BNC”, “Bank”, “Perseroan”), bank dengan layanan digital terlengkap di Indonesia, kembali menggalakkan kampanye Neo Keliling, dengan hadir pertama kali di Pulau Kalimantan. Bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan indeks inklusi dan literasi masyarakat Indonesia, BNC mengadakan rangkaian kegiatan inklusi dan literasi keuangan di kota Banjarmasin, pada 9 Oktober 2024.

Setelah secara konsisten memberikan literasi keuangan di beberapa kota di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera dalam beberapa tahun terakhir, Bank Neo Commerce kali ini menjangkau masyarakat di Pulau Kalimantan. Dalam tajuk kampanye Neo Keliling, BNC melakukan roadshow menyambangi kota Banjarmasin, kota kedua di Pulau Kalimantan setelah Balikpapan. Melalui kampanye ini, BNC bermaksud untuk memperkenalkan layanan keuangan berbasis digital yang ditawarkan oleh Bank Neo Commerce, dan aplikasi perbankan miliknya yaitu neobank, serta juga bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait pengelolaan keuangan yang baik dengan memanfaatkan layanan-layanan yang ditawarkan bank dengan layanan digital.

Acara yang dihadiri oleh kurang lebih seratus pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini, diadakan secara khusus untuk memberikan edukasi terkait bagaimana mengelola keuangan yang baik bagi Generasi Milenial dan Gen-Z, serta pelaku UMKM. Adhani Siregar, Head of Digital Marketing PT Bank Neo Commerce Tbk dalam sambutannya mengatakan, “Bank Neo Commerce menawarkan beragam layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam pengelolaan keuangannya, dan diperuntukkan untuk berbagai segmen, seperti nasabah perorangan, korporasi, dan juga UMKM. Sebagai salah satu bank dengan layanan digital yang memiliki layanan terlengkap, Bank Neo Commerce memberikan solusi atas kebutuhan transaksi keuangan sehari-hari yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan hadir di Banjarmasin, kami berharap kami dapat membantu segala kebutuhan transaksi perbankan masyarakat di sini.”

Terkhusus bagi pemilik UMKM, Bank Neo Commerce juga memiliki produk keuangan di aplikasi neobank yang bernama Neo Bisnis. Kevin Saptana Wy, Neo Business Owner PT Bank Neo Commerce Tbk mengatakan, “Neo Bisnis adalah produk keuangan yang BNC kembangkan khusus untuk mendukung pemilik UMKM dalam mengelola arus kas usaha secara lebih terstruktur, sehingga tidak tercampur dengan rekening pribadi. Melalui Neo Bisnis , pemilik UMKM dapat dengan cepat dan mudah membuat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk menerima pembayaran QRIS. Dana dari transaksi QRIS akan dicairkan secara otomatis di hari yang sama hingga tiga kali, pencairan dana dilakukan sepanjang tahun 365 hari, termasuk pada hari libur nasional, tanggal merah, bahkan selama libur Lebaran. Fasilitas ini sangat memudahkan pemilik UMKM dalam mengatur arus kas, terutama selama libur panjang, sehingga mereka tetap dapat menjalankan operasional bisnis seperti pembelian bahan baku atau pengisian stok untuk penjualan di hari berikutnya.”

Selain itu, pencairan dana dari hasil transaksi QRIS akan masuk ke rekening bisnis Neo Bisnis yang menawarkan bunga kompetitif hingga 4,25%, dengan bunga yang dicairkan setiap hari. Fitur ini dirancang untuk memberikan manfaat finansial tambahan bagi pelaku UMKM, sehingga mereka dapat lebih optimal dalam mengelola keuangan usaha dan mendapat manfaat lebih yang dapat langsung dirasakan.

Neo Bisnis juga menyediakan fitur Top Up Merchant, yang dirancang untuk mendukung pemilik UMKM dalam menyediakan layanan top-up pulsa, paket data, token listrik PLN, top up e-wallet dan berbagai produk keuangan digital lainnya.

“Kami bahkan menyediakan layanan top-up pulsa Telkomsel dengan nominal mulai dari Rp2.000, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Ini merupakan wujud komitmen BNC untuk terus menghadirkan solusi keuangan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM, agar mereka dapat berkembang lebih pesat dan efisien dalam mengelola usahanya,” tambah Kevin.

Rangkaian acara Neo Keliling di Banjarmasin ini juga diperkaya dengan sesi literasi keuangan yang bertajuk “Financial Freedom untuk Generasi Milenial dan Gen-Z: Cara Mudah Mengelola Keuangan dengan Bank Berbasis Digital”. Puji Agung Budiman, Head of Public Relations & Communication PT Bank Neo Commerce Tbk mengatakan, “Setelah secara konsisten memberikan literasi keuangan di beberapa kota di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera selama beberapa tahun terakhir, Bank Neo Commerce kali ini menjangkau masyarakat di Pulau Kalimantan. Banjarmasin adalah kota kedua setelah Balikpapan dalam rangkaian roadshow kali ini masih dalam bagian kampanye Neo Keliling. Literasi keuangan merupakan hal yang sangat penting. Kami percaya bahwa dengan memiliki literasi keuangan yang cukup masyarakat dapat memanfaatkan bank dengan layanan digital untuk bisa mengelola keuangan mereka dengan lebih baik lagi. Bahkan, sangat mungkin juga dengan seiring berjalannya waktu kita dapat mencapai kemerdekaan finansial dengan pengelolaan keuangan yang baik, dengan memanfaatkan bank dengan layanan digital.”

Agus Sasirangan, sosok multitalenta yang merupakan pengusaha ternama asal Banjarmasin, aktivis sosial, penulis buku, yang juga merupakan Runner-up MasterChef Indonesia Season 1 mengatakan, “Saya mewakili seluruh masyarakat Banjarmasin, sangat senang dan mengapresiasi Bank Neo Commerce yang telah hadir secara langsung bertatap muka dengan masyarakat Banjarmasin. Acara yang diadakan ini bermanfaat banget, dengan pemberian materi yang menarik mengenai bagaimana caranya mengelola keuangan, juga memperkenalkan beragam layanan keuangan yang bisa kami gunakan dalam mengelola keuangan. Semoga kegiatan seperti ini dapat dilakukan di berbagai tempat, sehingga akan banyak pelaku UMKM yang akan merasa terbantu dengan berbagai pengetahuan yang dibagikan ini.” Lebih rinci untuk mengetahui usaha yang ditekuni oleh Agus, dapat dilihat di akun media sosial Instagram @miebancir.bjb, @dedaunan.official, dan @agussasiranganbjm. Selain itu, Agus juga sering membagikan resep-resep masakannya secara gratis melalui akun Instagram @sedekahresep.

Bank Neo Commerce merupakan salah satu pelopor perbankan berbasis digital di Indonesia yang kini telah memasuki tahun keempat sejak bertransformasi di awal tahun 2020 lalu. Kini, BNC telah melayani lebih dari 27 juta pengguna yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan menjadi bank dengan layanan digital yang memiliki layanan dan fitur perbankan paling lengkap yang tersedia di aplikasi mobile banking yang bernama neobank. Kini, BNC tidak hanya melayani nasabah perorangan, namun juga melayani nasabah pemilik UMKM serta korporasi.

“Senang rasanya bisa hadir di Banjarmasin untuk bertemu langsung dengan para nasabah setia kami dan pemilik UMKM yang telah merasakan manfaat dari layanan perbankan berbasis digital yang kami berikan. Banjarmasin merupakan salah satu kota terpenting di Kalimantan dan kami berharap ke depan BNC dapat menjadi salah satu bank dengan layanan digital pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan finansial, mulai dari menabung, investasi, bertransaksi, hingga untuk mendapatkan pinjaman untuk berbagai keperluan,” tambah Adhani.

Selain hadir untuk melaksanakan kegiatan roadshow Neo Keliling dengan bertatap muka dengan komunitas dan para pemilik UMKM di Banjarmasin, sebelumnya Bank Neo Commerce telah melakukan hal yang sama di kota Balikpapan. Selain itu juga BNC juga turut serta dalam kegiatan FinExpo 2024 yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Pentacity Mall Balikpapan dari tanggal 3 hingga 6 Oktober 2024. (*)

Tentang Bank Neo Commerce
PT Bank Neo Commerce Tbk merupakan bank nasional yang telah berkiprah selama 34 tahun. Mulai tahun 2020, perusahaan bertransformasi menjadi bank dengan layanan digital dengan memberikan berbagai layanan perbankan, baik komersial, konsumer, hingga ritel. Bank Neo Commerce tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2015 dengan kode ‘BBYB’, dan semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun dan mempunyai struktur modal yang kuat.

Kanal media sosial Bank Neo Commerce:
Instagram : @bankneocommerce
Facebook : Bank Neo Commerce
Linkedin : Bank Neo Commerce
Tiktok : @bankneocommerce
YouTube : Bank Neo Commerce

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Public Relations
PT Bank Neo Commerce Tbk
publicrelations@bankneo.co.id

Bagikan ke

Banjarmasin

Gubernur H Muhidin dan DPRD Kalsel Sepakat Persetujuan Bersama Raperda APBD Perubahan Tahun 2026 dan Raperda Pajak Daerah dan Retribusi

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Selasa (1/9/2026).

Sejumlah agenda dilaksanakan dalam Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK kali ini, di antaranya penutupan Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2026 sekaligus pembukaan Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026.

Selain itu, rapat juga mengagendakan pengambilan keputusan DPRD atas persetujuan bersama terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), yakni perubahan atas Perda Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Perubahan APBD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2026.

Dalam pendapat akhirnya, Gubernur Kalsel, H. Muhidin menyampaikan, untuk Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Kalsel Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retibusi Daerah, pihaknya menegaskan kembali bahwa perubahan ini merupakan tindak lanjut atas hasil evaluasi menteri dalam negeri terhadap peraturan daerah tersebut. .

“Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang hubungan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah beserta peraturan pelaksanaannya, setiap peraturan daerah mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah wajib dievaluasi oleh Pemerintah Pusat, khususnya untuk memastikan kesesuaiannya dengan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang telah ditetapkan,” ucap Gubernur H. Muhidin.

Hasil evaluasi tersebut, menurut Gubernur H. Muhidin, memuat sejumlah catatan dan rekomendasi penyempurnaan, agar substansi pengaturan tetap selaras dengan ketentuan yang lebih tinggi, selain menjamin kepastian hukum, mendukung kemudahan berusaha, dan menjaga iklim investasi yang kondusif, tanpa mengurangi upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah.

“Oleh karena itu, perubahan peraturan daerah ini kami maknai sebagai pemenuhan hasil evaluasi pemerintah pusat. Selain itu, juga sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola perpajakan dan retribusi daerah yang efektif, efisien, akuntabel, berkeadilan, serta memudahkan pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha,” jelas Gubernur Kalsel, H. Muhidin.

Gubernur H. Mujidin juga berharap, setelah ditetapkan menjadi peraturan daerah, perubahan ini menjadi instrumen hukum yang mampu menjamin keselarasan pengaturan pajak daerah dan retribusi daerah dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, menindaklanjuti hasil evaluasi menteri dalam negeri secara tepat dan menyeluruh, meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang perpajakan dan retribusi daerah, serta memberi kepastian hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha, mendukung peningkatan pendapatan asli daerah secara berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat kalimantan selatan.

“Untuk Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, disusun berdasarkan KUPA serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan yang telah disepakati bersama, dengan berpedoman pada peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah,” sampai Gubernur H. Muhidin.

Terkait hal Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, disampaikan Gubernur H. Muhidin, akan pihaknya sampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk memperoleh nomor register, sebelum ditetapkan dan diundangkan.

Rapat paripurna kali ini selain dihadiri sejumlah anggota DPRD Kalsel, dihadiri pula oleh Forkopimda Kalsel, Pimpinan Instansi Vertikal, Tenaga Ahli Gubernur dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemprov Kalsel. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Luruskan Informasi Pemberian Kredit Rp600 Miliar dan Kelebihan Rp6 Miliar

Published

on

Kantor Pusat Bank Kalsel. (Foto/HumasBankKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dalam rangka Bank Kalsel berterima kasih dan memberikan apresiasi terhadap fungsi kontrol sosial yang dijalankan dan memandang setiap masukan sebagai bagian dari penguatan tata kelola. Namun agar informasi yang berkembang di ruang publik tidak menimbulkan kesimpulan yang belum sepenuhnya berdasarkan fakta, Bank Kalsel memandang perlu menyampaikan, Senin (31/8/2026).

Penjelasan berikut.

1. Bank Kalsel Tidak Menutup Diri, Namun Terikat Ketentuan Kerahasiaan Bank sebagai lembaga jasa keuangan, Bank Kalsel terikat ketentuan mengenai rahasia bank, pelindungan data pribadi, serta ketentuan perbankan lainnya. Terhadap regulator, auditor, dan aparat penegak hukum
yang memiliki kewenangan, mekanisme penyampaian informasi telah diatur secara jelas dan Bank Kalsel bersikap kooperatif sepenuhnya.

2. Penyebutan Angka Rp600 Miliar dan Dugaan atas Kelebihan Rp6 Miliar

Setiap nominal dalam aktivitas perbankan memiliki klasifikasi yang berbeda dan tidak dapat dipertukarkan, antara lain: target penyaluran, plafon fasilitas, baki debet (outstanding), realisasi pencairan, akumulasi transaksi selama satu periode, atau komponen transaksi lainnya. Angka target penyaluran adalah rencana bisnis, oleh karena itu penyebutan suatu nominal secara berdiri sendiri tidak dapat serta-merta diartikan sebagai kerugian Bank, kerugian keuangan negara, maupun transaksi yang
menyimpang.

Terkait penyebutan nilai sekitar Rp600 miliar, Bank Kalsel perlu meluruskan bahwa nilai tersebut Adalah merupakan Target yang ditetapkan antara Bank Kalsel dan PT.BAP sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerjasama. Dalam pelaksanaannya, setiap pemberian fasilitas kredit tetap melalui mekanisme persetujuan, pencairan, pencatatan, pengendalian, pemantauan, rekonsiliasi, serta pelaporan sesuai
ketentuan internal Bank dan regulasi perbankan yang berlaku.

Menanggapi informasi yang menyebut adanya dugaan selisih transaksi atau kelebihan pembayaran sekitar Rp6 miliar, Bank Kalsel menegaskan bahwa berdasarkan dokumen, pencatatan, mekanisme transaksi serta ketentuan dalam perjanjian kerja sama, tidak terdapat kelebihan maupun kekurangan pembayaran sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan, Apabila terdapat perbedaan atau selisih perhitungan, maka hal tersebut telah dilaksanakan secara berkala melalui pencocokan dan rekonsiliasi
data antara kedua belah pihak pada periode yang bersangkutan, bukan serta-merta disimpulkan sebagai kelebihan pembayaran. Hal ini sejalan dengan Perjanjian yang telah disepakati antara Bank Kalsel dan PT.BAP

3. Kerja Sama dengan Pihak Ketiga Tidak Menghapus Kewajiban Pengendalian Bank

Bank Kalsel menjalankan kegiatan perkreditan berdasarkan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), penerapan manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap
ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan. Dalam setiap proses pemberian kredit terdapat mekanisme persetujuan, pencatatan, pengendalian, pemantauan, dan pelaporan secara berjenjang sesuai nilai, karakteristik, dan tingkat risiko fasilitas yang diberikan.

Kerja sama dengan pihak ketiga dalam mendukung kegiatan bisnis Bank tidak menghilangkan kewajiban Bank untuk melakukan verifikasi, pengendalian risiko, monitoring, dan evaluasi sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku. Apabila dalam proses evaluasi ditemukan hal yang memerlukan penyempurnaan, koreksi administratif, atau tindak lanjut lainnya, Bank Kalsel telah memiliki mekanisme
pengendalian dan penyelesaian sesuai ketentuan internal dan peraturan perundang-undangan.

Bank Kalsel menghormati mekanisme pengawasan yang dilakukan regulator, auditor, maupun aparat penegak hukum sesuai kewenangannya. Apabila terdapat permintaan klarifikasi ataupun pemeriksaan
resmi terkait kegiatan dan transaksi Bank, Bank Kalsel akan bersikap kooperatif serta memberikan data dan dokumen sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bank Kalsel menghargai peran pers sebagai salah satu pilar penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat, dan berharap setiap pemberitaan mengenai institusi perbankan terlebih yang mengandung dugaan pelanggaran hukum mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, dan keberimbangan. Apabila ditemukan informasi yang tidak sesuai dengan fakta dan dokumen yang dimiliki Bank, Bank Kalsel akan menggunakan mekanisme hak jawab dan/atau hak koreksi secara proporsional
sesuai ketentuan yang berlaku.

Bank Kalsel memastikan isu yang berkembang tidak mengurangi komitmen Perseroan dalam menjaga pelayanan kepada nasabah dan masyarakat. Kepercayaan publik merupakan fondasi utama industri
perbankan. Karena itu, Bank Kalsel akan terus memperkuat tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, transparansi, serta sistem pengendalian internal dalam setiap aktivitas bisnis. [Nurul/Adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Krisis Air Bersih Kelayan Barat, YAKIN Kalsel Salurkan 3.100 Liter untuk 180 KK

Published

on

Muhammad Rivani Abdi, Ketua DPW YAKIN Kalsel dan Zulbadi, Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih. (Foto /Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Ditengah terganggunya distribusi air bersih yang dirasakan warga, kepedulian masyarakat sipil kembali bergerak. DPW Yaskum Indonesia (YAKIN) Kalsel menyalurkan sebanyak 3.100 liter air bersih kepada warga RT 09/01, Kelurahan Kelayan Barat, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Sabtu (29/8/2026).

Penyaluran tersebut menjadi pengiriman awal untuk membantu memenuhi kebutuhan sekitar 180 kepala keluarga (KK) yang terdampak gangguan distribusi air bersih.

Ketua DPW YAKIN Kalsel, Muhammad Rivani Abdi, mengatakan bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh kebutuhan dasar.

Sebelumnya, YAKIN Kalsel telah melakukan pemesanan dua tangki air bersih melalui PT Air Minum Bandarmasih. Namun, pada pengiriman awal baru satu tangki dengan kapasitas 3.100 liter yang dapat disalurkan karena tingginya antrean permintaan layanan air tangki dari masyarakat.

“Ini pengiriman awal untuk membantu kebutuhan warga. Mudah-mudahan air yang tersedia dapat meringankan kebutuhan masyarakat, sambil menunggu pelayanan distribusi air bersih kembali normal,” ujar Muhammad Rivani Abdi.

Penyaluran air bersih tersebut turut dikawal langsung oleh Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi.

Meski demikian, 3.100 liter air bersih belum cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan sekitar 180 KK. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan distribusi air bersih tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi juga penanganan pelayanan secara menyeluruh agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Bagi warga, air bersih bukan kebutuhan tambahan. Air adalah kebutuhan pokok yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari—untuk minum, memasak, membersihkan diri, hingga menjaga kesehatan keluarga.

Karena itu, respons cepat terhadap gangguan distribusi menjadi penting, terutama ketika masyarakat sudah mengalami keterbatasan akses dalam beberapa hari.

M Rivani Abdi berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban warga.

“Berbagi bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi seberapa tulus kita peduli,” katanya.

Penyaluran 3.100 liter air bersih ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketika kebutuhan dasar masyarakat terganggu, kepedulian tidak cukup berhenti pada rasa prihatin. Ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata. [Ady/Rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Syariah Rilis Nisbah dan ROI Bagi Nasabah Periode Juli 2026

Published

on

Rincian bagi hasil Bank Kalsel Syariah bulan Juli 2026 (Foto/Humas Bank Kalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel Syariah kembali merilis rincian tingkat bagi hasil (nisbah) dan Return on Investment (ROI) terbaru bagi para nasabahnya untuk periode Juli 2026.

Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Rabu, melalui berbagai produk pendanaannya, Bank Kalsel Syariah menawarkan imbal hasil yang kompetitif, khususnya pada instrumen Deposito yang mencatatkan ROI hingga 5,30 persen.

Berdasarkan infografis resmi yang dirilis melalui platform AKSEL by Bank Kalsel, produk Deposito 12 Bulan menduduki posisi puncak dengan porsi nisbah sebesar 72 bagian dan indikasi ROI mencapai 5,30 persen.

Sementara itu, untuk nasabah yang membutuhkan likuiditas lebih fleksibel, produk Tabungan iB Simpel dan Tabungan iB Pelajar menawarkan ROI yang cukup menarik, masing-masing sebesar 2,58 persen dan 2,21 persen.

Berikut adalah rincian lengkap porsi nisbah dan indikasi ROI untuk produk pendanaan Bank Kalsel Syariah periode Juli 2026, pada Kategori Giro dan Tabungan.

Giro iB Al Amanah, mendapatkan nisbah sebesar 15 dengan indikasi ROI 1.10 persen. Cocok untuk kebutuhan transaksi bisnis yang lancar. Kemudian Tabungan iB Al Barakah, menawarkan nisbah 25 Bagian dengan indikasi ROI 1.84 persen. Tabungan iB Pelajar, Bank Kalsel Syariah memberikan nisbah 30 Bagian dengan indikasi ROI yang cukup menarik, yakni 2.21 persen.

Sedangkan Tabungan Haji iB Ar Rahman, yaitu simpanan khusus untuk persiapan ibadah haji ini memiliki nisbah 10 Bagian dengan indikasi ROI 0.74 persen. Tabungan iB SimPel (Simpanan Pelajar), menjadi primadona untuk edukasi menabung anak dengan tawaran nisbah tertinggi di kategori tabungan, yaitu 35 Bagian dan ROI 2.58 persen.

Sementara itu Tabungan iB Wadiah, dikarenakan menggunakan akad titipan (Wadiah), produk ini tidak menetapkan nisbah bagi hasil maupun ROI (pemberian bonus bersifat sukarela sesuai kebijakan Bank).

Selanjutnya pada kategori Deposito (Investasi Berjangka) ini, Bank Kalsel Syariah memberikan porsi bagi hasil yang jauh lebih besar seiring dengan lamanya tenor simpanan. Berikut rinciannya:

Untuk Deposito 1 Bulan, mendapatkan nisbah 65 bagian dengan indikasi ROI 4.79 persen. Kemudian Deposito 3 Bulan, mendapat nisbah 68 bagian dengan indikasi ROI 5.01 persen. selanjutnya Deposito 6 Bulan, nisbah 70 bagian dengan indikasi ROI 5.16 persen. dan Deposito 12 Bulan, nisbah 72 bagian dengan indikasi ROI tertinggi mencapai 5.30 persen.

Bank Kalsel Syariah mengingatkan bahwa angka ROI yang tertera merupakan indikasi dari kinerja bulan Juli 2026. Selain itu, pemberian bonus untuk produk tertentu sepenuhnya menyesuaikan dengan kebijakan yang berlaku di Bank Kalsel Syariah.

Untuk informasi lebih lanjut, nasabah dapat mengunjungi situs resmi www.bankkalsel.co.id, menghubungi Call Center di 0800 1122 000, atau memantau akun Instagram resmi @Bankkalselsyariah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Perluas Jaringan Layanan, Bank Kalsel Resmi Buka KCP Halong Kabupaten Balangan

Published

on

Bank Kalsel resmi membuka jaringan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Halong di Kabupaten Balangan. (Foto/HumasBankKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus memperluas jaringan pelayanan perbankan untuk mendekatkan akses layanan kepada masyarakat. Mulai Rabu (26/8/2026), Bank Kalsel resmi membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Halong di Kabupaten Balangan.

KCP Halong berlokasi di Jalan Datuk Kandang H, Baruh Panyambaran, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.

Kehadiran jaringan kantor baru tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Kalsel dalam memperluas akses layanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah di wilayah Kabupaten Balangan.

Dengan beroperasinya KCP Halong, masyarakat Kecamatan Halong dan sekitarnya kini dapat memperoleh berbagai layanan perbankan Bank Kalsel dengan lebih mudah dan dekat, tanpa harus menempuh perjalanan ke wilayah lain.

Pembukaan KCP Halong juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan transaksi masyarakat serta memberikan kemudahan dalam memperoleh layanan perbankan secara lebih nyaman dan optimal.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Bank Kalsel untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperkuat jaringan layanan hingga ke wilayah kecamatan.

Untuk informasi dan layanan lebih lanjut, masyarakat maupun nasabah dapat menghubungi Call Center Bank Kalsel di 0800 1122 00. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Semarak Harjad Kabupaten Banjar ke 76 Dapatkan Voucher Belanja 50 – 100 ribu dari Bank Kalsel

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Semarak Hari Jadi (Harjad) Kabupaten Banjar ke-76 bersama Bank Kalsel, “Banjar Ditata, Banjar Dijaga” Mari meriahkan momen spesial ini dengan berbagai promo menarik dan banjir hadiah voucher belanja dari Bank Kalsel.

Penasaran apa saja programnya? Yuk, langsung geser dan cek detailnya :

– Pembukaan rekening Tabungan Banua Rencana dengan setoran minimal Rpl00.000, mendapatkan voucher belanja Rp50.000,

– Pendaftaran menjadi Agen Laku Pandai ADINK Bank Kalsel mendapatkan voucher belanja Rpl00.000,-

– Penempatan dana di atas Rpl00.000.000,- pada Program Tabungan Cashback atau Hadiah Langsung mendapatkan voucher belanja Rp50.000,- dan Penempatan dana di atas Rp300.000.000,- mendapatkan voucher belanja Rpl00.000,-

– Nasabah pra-pensiun yang mengajukan formulir pensiun melalui Bank Kalsel serta nasabah pensiunan yang memindahkan kantor bayar ke Bank Kalsel melalui Cabang Martapura, Capem Sekumpul, atau Capem Mataraman akan memperoleh voucher
belanja senilai Rp50.000,-

– Hanya berlaku untuk 140 nasabah pertama di cabang Martapura, 35 nasabah pertama di Capem Sekumpul, dan 35 nasabah pertama di Capem Mataraman. [Adv]

Tunggu apa lagi? Segera kunjungi Kantor Cabang Bank Kalsel terdekat untuk informasi lebih lanjut atau hubungi
Call Center 0800 1122 000.

#harijadi #banjar #76 #BankKalsel #akselbybankkalsel

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Gubernur H Muhidin Pimpin Tim Penanganan Karhutla

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, mengundang Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Upaya percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan terus dimaksimalkan dengan berbagai strategi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat secara terkoordinasi dengan baik.

Dalam hal ini, Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, mengundang Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq beserta seluruh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) melaksanakan rapat koordinasi (rakor) gabungan pada Selasa (25/08/2026) di kediaman pribadinya Jalan Lingkar Selatan Dalam Kota Banjarmasin.

Rapat ini fokus pada pembentukan tim atau satuan tugas (satgas) dan memetakan lokasi penanganan lebih lanjut dengan menyusun skenario penanganan karhutla yang lebih maksimal dan efektif.

Tim langsung dibawah komando Gubernur H Muhidin dengan lingkup lokasi penanganan karhutla mulai dari area ring 1 (Guntung Damar -Bandara Sjamsudin Noor) hingga kawasan hutan lindung di Pangayuan dan Liang Anggang.

Dalam arahannya, Gubernur H Muhidin menyampaikan tindakan secara detil masing-masing wilayah, dan penyusunan jumlah personel serta peralatan yang diperlukan dalam aksi di lapangan.

Susunan tim yang disusun yakni Gubernur, Wakil Gubernur, dan Forkopimda yang mencakup Ketua DPRD, Kapolda, Komandan Korem 101/Antasari, Kepala BIN Daerah, Kajati Kalsel, Kepala Pengadilan Tinggi, Kepala BNN, Komandan Lanal Banjarmasin, Komandan Lanud Syamsudin Noor, dan Sekdaprov.

Selanjutnya, Ketua Tim Koordinator/Pelaksana dipegang Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq bersama Walikota Banjarbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ditetapkan juga wilayah penanganan yang kawasan Guntung Damar- Banjarbaru yang diserahkan ke Dinas ESDM selalu koordinator, dibantu Satpol PP dan anggota Lanud Sjamsudin Noor.

Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan sekitarnya dibawah tanggung jawab Dinas Kehutanan, bersama Dinas Sosial dan jajaran Lanud Banjarmasin. Di area Pengayuan dan sekitarnya dilakukan Dinas Perkebunan dan Peternakan (koordinator), bersama Dinas Pertanian dan Ketahana Pangan, Polda Kalsel, Korem 101/Antasari, Pemko Banjarbaru, dan relawan.

Wilayah penanganan karhutla masih fokus pada kawasan prioritas yakni area Bandara Sjamsudin Noor Kota Banjarbaru sebagai area ring satu. Namun Pemko Banjarbaru tetap dianjarkan membentuk tim sendiri lagi dalam upaya penanganan karhutla ini.

Masih dalam rakor, Wamenko menyampaikan beberapa arahan dan penjelasan seputar penanganan karhutla, termasuk kondisi waduk riam kanan yang perlu mendapatkan perhatian karena terdapat PLTA yang memasok aliran listrik ke masyarakat.

Sementara itu, kepala SKPD yang ditunjuk sebagai koordinator penanganan wilayah, melaporkan kondisi di lapangan, personil yang dikerahkan dan peralatan yang diperlukan.

Selanjutnya Gubernur menyampaikan arahan langkah-langkah yang dilakukan untuk mengamankan kawasan itu dan mengerahkan peralatan seperti ekskavator, dalam mendukung upaya percepatan pemadaman karhutla. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer