Tak Terduga, Surat Suara Sudah Tercoplos di TPS 4 Arjuna Banjarmasin - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Tak Terduga, Surat Suara Sudah Tercoplos di TPS 4 Arjuna Banjarmasin

Published

on

Salah satu saksi Normalena Wati, istri dari calon Wali Kota Banjarmasin nomor urut 3, H. Mukhyar. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebuah kejadian tak terduga terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 Arjuna, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, pada Rabu 27 November 2024 pagi, sekitar pukul 10.30 WITA. Surat suara yang sudah tercoblos merupakan salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin yang ditemukan dalam keadaan rusak sebelum digunakan.

Kronologi kejadian bermula saat Sdri. Normalena Wati, istri dari calon Wali Kota Banjarmasin nomor urut 3, H. Mukhyar, menerima surat suara dari petugas KPPS. Saat membuka surat suara tersebut, Sdri. Normalena Wati sempat memperlihatkan kepada wartawan, namun karena surat suara tersebut berada dalam keadaan berlapis dengan surat suara gubernur, tidak terlihat jelas apakah sudah tercoblos atau belum. Setelah masuk ke bilik suara, ia pun memilih untuk mencoblos nomor urut 3.

Namun, setelah itu, ia melaporkan kepada KPPS bahwa surat suara yang diterimanya sudah tercoblos pada pasangan calon nomor urut 2. Sebagai respons, KPPS segera mengganti surat suara tersebut dengan surat suara cadangan.

Ketua KPPS setempat menjelaskan bahwa secara prosedural, kotak suara telah dijaga dengan ketat dan pada saat pembukaan kotak suara, telah dilakukan pengecekan bersama saksi-saksi serta dokumentasi. Selain itu, kotak suara juga ditemukan dalam keadaan tersegel dengan baik. Menurut KPPS, surat suara yang tercoblos tersebut dinyatakan sebagai surat suara rusak dan dicatat dalam berita acara. Hanya satu lembar surat suara yang ditemukan tercoblos.

Dalam kejadian ini, saksi-saksi dari masing-masing pasangan calon yang hadir di TPS tidak mengajukan keberatan terkait status surat suara yang rusak tersebut. Kejadian ini pun tidak mengganggu kelancaran proses pemungutan suara di TPS 4 Arjuna.

Dengan demikian, meskipun ada masalah teknis terkait surat suara, kejadian ini telah ditangani dengan prosedur yang sesuai tanpa menimbulkan keberatan dari pihak-pihak yang terlibat. (*)

Bagikan ke

Banjarmasin

Kembangkan Bank Devisa, Bank Kalsel Kerja Sama Dengan Bank Victoria

Published

on

Dirut PT Bank Kalsel H Fachrudin beri keterangan pers di sela-sela rapat bersama Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD provinsi setempat di Banjarmasin. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – PT Bank Kalsel atau “Banknya Urang Banua” milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menjalin kerja sama dengan Bank Victoria untuk pengembangan sebagai bank devisa.

“Kita akan belajar dengan Bank Victoria untuk pengembangan Bank Kalsel sebagai bank devisa,” ujar Direktur Utama (Dirut) Bank Kalsel H Fachrudin di sela-sela menghadiri rapat bersama dengan Komisi II DPRD provinsi setempat di Banjarmasin, Rabu (29/7/2026).

Ia berharap, banyak memetik pelajaran dari Bank Victoria dalam upaya pengembangan Banknya Urang Banua menjadi bank devisa, yang pada gilirannya kemanfaatannya bagi pembangunan daerah dan masyarakat Kalsel.

Peluncuran Bsnk Kalsel sebagai bank devisa 17 Juni 2026 atau mengawali Tahun Baru Islam, Muharram 1448 Hijriah.

PT Bank Kalsel sebelumnya bernama Bank Pembangunan Daerah (BPD) berdiri 25 Maret 1964 dengan kepemilikan atau pemegang saham pemerintah provinsi (Pemprov) dan pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemkot) provinsi setempat.

Visi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Kalsel tersebut; menjadi bank yang kuat, kompetitif, dan terpercaya dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara misinya ;menjadi penggerak perekonomian daerah, memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, serta menyediakan layanan perbankan berkualitas.

Sedangkan produk Bank Kalsel meliputi layanan tabungan, kredit atau pinjaman, serta layanan khusus seperti Tabungan Banua, Kredit Multiguna Plus, dan Layanan Devisa.

Rapat kerja Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD tersebut dengan sejumlah BUMD milik Pemprov Kalsel semula dipimpin Wakil Ketua Komisinya H Suripno Sumas.

Namun karena Suripno mau mengikuti. rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalsel pada waktu bersamaan untuk melanjutkan pimpinan rapat tersebut Sekretaris Komisi II Hani Jahrian.

Rapat Komisi II dengan mitra terkait itu membahas Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kalsel Tahun 2027. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Dukung Kompetisi QRIS Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru

Published

on

Bank Kalsel dukung digitalisasi pajak Banjarbaru. (Foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus memperkuat dukungan terhadap percepatan digitalisasi transaksi Pemerintah Daerah melalui partisipasinya dalam Kompetisi QRIS Pajak dan Retribusi Daerah Kota Banjarbaru Tahun 2026.

Program yang menghadirkan kesempatan memperoleh berbagai hadiah hingga paket umrah tersebut diluncurkan Pemerintah Kota Banjarbaru, melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Selatan dan Bank Kalsel di Lapangan Taman Van Der Pijl, belum lama tadi.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan transaksi digital dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Melalui dukungan Bank Kalsel, rpembayaran pajak dan retribusi menggunakan QRIS diharapkan semakin mudah, cepat, aman, dan transparan, sekaligus turut memperkuat penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kompetisi berlangsung mulai 1 Juli hingga 30 November 2026. Masyarakat yang melakukan pembayaran pajak maupun retribusi melalui QRIS berkesempatan memperoleh hadiah bulanan berupa emas 1 gram.

Selain itu, tersedia grand prize untuk empat kategori peserta, yakni wajib pajak PBB-P2, juru parkir, merchant, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Banjarbaru. Hadiah utama berupa satu paket umrah eksklusif juga akan diundi secara elektronik.

Untuk mengikuti kompetisi, masyarakat cukup melakukan pembayaran pajak atau retribusi daerah menggunakan QRIS.

Khusus hadiah utama umrah, peserta akan mendapatkan kupon undian elektronik berdasarkan jumlah transaksi QRIS. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

“Kalau Program Kerjanya Hanya Membuat Plang Nama desa atau RT, Lebih Baik di Rumah, Tidur”: Pesan Tegas Sanjaya, M.Pd. kepada Mahasiswa KKN

Published

on

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB), Sanjaya, M.Pd. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB), Sanjaya, M.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan KKN harus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, KKN bukan sekadar menjalankan program kerja administratif, tetapi merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat melalui kompetensi akademik yang dimiliki setiap mahasiswa.

Dalam arahannya kepada mahasiswa KKN, Sanjaya, M.Pd. menyampaikan bahwa setiap program kerja harus memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Mahasiswa tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan fisik seperti pembuatan plang nama desa, RT, atau fasilitas sederhana lainnya tanpa menghadirkan nilai tambah melalui keilmuan yang dimiliki.

“Kalau Program Kerjanya Hanya Membuat Plang Nama desa atau RT, Lebih Baik di Rumah, Tidur”: Pesan Tegas Sanjaya, M.Pd. kepada Mahasiswa KKN

“KKN adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Jadikan setiap program kerja sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik,” tegas Sanjaya.

Ia menjelaskan bahwa setiap program studi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat. Mahasiswa Program Studi Hukum dapat memberikan penyuluhan mengenai peraturan perundang-undangan, penyelesaian sengketa, dan edukasi hukum. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dapat mengajar di sekolah, memberikan pendampingan belajar, serta meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan Farmasi diharapkan dapat melaksanakan pemeriksaan kesehatan sederhana, edukasi pola hidup sehat, serta penyuluhan mengenai penggunaan obat yang benar. Sementara itu, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dapat membantu meningkatkan kapasitas administrasi dan tata kelola pemerintahan desa.

Di bidang ekonomi, mahasiswa dapat mendampingi pelaku UMKM dalam mengembangkan produk, strategi pemasaran, hingga pengelolaan usaha. Mahasiswa Jurusan Studi Islam diharapkan mampu memberikan pembinaan keagamaan kepada anak-anak dan masyarakat melalui pendidikan Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta penguatan nilai-nilai keislaman.

Mahasiswa Fakultas Teknik juga didorong untuk memberikan edukasi mengenai teknologi tepat guna, membantu masyarakat memahami proses pembangunan, serta memberikan solusi teknis yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi di desa.

Menurut Sanjaya, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya program kerja yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat dan dampak yang dirasakan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.

“Kehadiran mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi. Terapkan ilmu yang dimiliki, berkolaborasi dengan masyarakat, dan tinggalkan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan. Itulah makna sesungguhnya dari Kuliah Kerja Nyata,” tutupnya.

Melalui pembekalan tersebut, diharapkan seluruh mahasiswa KKN UNISKA MAB mampu melaksanakan program kerja yang inovatif, aplikatif, dan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing sehingga kehadiran mereka benar-benar memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.Berita ini siap dipublikasikan di website resmi UNISKA MAB, media sosial, maupun dijadikan siaran pers kegiatan pembekalan KKN. [ad/rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Milad ke-22 Bank Kalsel Syariah Gelar Lomba Video Reels Instagram

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dalam rangka memperingati Milad ke-22 Unit Usaha Syariah (UUS), Bank Kalsel Syariah menggelar lomba video Reels Instagram bertajuk “Impian Hajiku”.

Kegiatan ini jadi ajang bagi masyarakat untuk berbagi cerita, doa, harapan, maupun alasan yang menginspirasi di balik impian menunaikan ibadah haji.

Mengusung tagline “Mulai Lebih Dini, Menuju Baitullah”, kompetisi tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Kalsel Syariah mengajak masyarakat mempersiapkan ibadah haji sejak dini melalui perencanaan keuangan yang matang.

Untuk mengikuti lomba, peserta cukup membuat video Reels berdurasi maksimal dua menit dengan tema “Impian Hajiku”, kemudian mengunggahnya melalui akun Instagram pribadi yang bersifat publik.

Selain itu, peserta wajib mengikuti akun Instagram resmi Bank Kalsel dan Bank Kalsel Syariah, menandai kedua akun tersebut dalam unggahan, serta menyertakan tagar #ImpianHajikuBankKalsel dan #TabunganHajiBankKalsel.

Peserta juga diminta membuat caption yang menarik dan relevan dengan tema lomba.

Melalui kompetisi ini, Bank Kalsel Syariah menyediakan total hadiah sebesar Rp3 juta bagi para pemenang.

Bank Kalsel Syariah berharap lomba ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak dini sekaligus menginspirasi lebih banyak orang untuk mewujudkan impian menuju Baitullah melalui perencanaan keuangan yang terarah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

BPDP Gandeng TRIC Gelar Pelatihan Implementasi ISPO, Perkuat Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Published

on

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC) menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC) menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang berlangsung di Novotel Banjarmasin Airport pada 20-25 Juli 2026. Kegiatan yang didanai oleh BPDP dan diselenggarakan oleh TRIC selaku lembaga sertifikasi dan pelatihan terakreditasi ini diikuti oleh 57 peserta terdiri atas pekebun dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan pelaku usaha kelapa sawit dalam memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan pemerintah.

Pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan pendanaan program pengembangan sawit berkelanjutan yang dikelola BPDP, sekaligus respons atas kebutuhan mendesak pelaku industri sawit nasional untuk mempercepat sertifikasi ISPO seiring meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk sawit yang legal, transparan, dan tertelusur asal-usulnya.

Indonesia, sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan sosial. ISPO hadir sebagai instrumen kebijakan nasional yang mewajibkan pelaku usaha perkebunan kelapa sawit — baik perusahaan besar maupun pekebun swadaya — untuk memenuhi sejumlah prinsip dan kriteria, mulai dari legalitas lahan, praktik budi daya yang baik, pengelolaan lingkungan, hingga tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar.

Penerapan ISPO yang konsisten dinilai mampu memperkuat tata kelola perkebunan sawit nasional dalam beberapa aspek utama, yakni kepastian legalitas usaha, transparansi proses produksi, serta sistem ketertelusuran (traceability) dari kebun hingga ke rantai pasok hilir. Ketertelusuran ini menjadi semakin penting di tengah maraknya regulasi internasional yang mensyaratkan bukti asal-usul produk sawit bebas deforestasi dan bebas pelanggaran hak asasi manusia.

Selama pelatihan berlangsung, peserta dibekali sejumlah materi yang dirancang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan, di antaranya: pemenuhan regulasi ISPO, implementasi standar di lapangan, sistem ketertelusuran (traceability), penigkatan kapasitas pelaku usaha.
Materi disampaikan oleh tim auditor dan trainer berpengalaman dari TRIC melalui kombinasi pemaparan, diskusi interaktif, serta simulasi kasus, sehingga peserta tidak hanya memahami aspek regulasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis di lokasi usaha masing-masing.

Normansyah Hidayat Syahruddin, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), menekankan pentingnya penerapan ketelusuran (traceability) dalam rantai pasok kelapa sawit. “Ketelusuran menjadi aspek penting dalam memperkuat daya saing sawit Indonesia di pasar global dan mewujudkan rantai pasok yang berkelanjutan,” ujarnya.

Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Utama TRIC, Rendy Agung Firmansyah, S.Hut, MM, yang menyampaikan gambaran umum pelaksanaan pelatihan serta harapan terhadap peningkatan kapasitas pekebun swadaya peserta.
“Dari Kalimantan untuk Negeri: Menjaga Keberlanjutan Sawit, Mengubah ISPO Menjadi Investasi”.

Senada dengan hal tersebut, Lasiman, S.ST., M.P., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala, menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan ini sebagai upaya memperkuat kompetensi pekebun swadaya di wilayahnya.

“ISPO bukan sekadar sertifikasi, tetapi kunci daya saing dan keberlanjutan sawit Indonesia. Dengan mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh, pekebun dapat meningkatkan tata kelola, pemasaran, dan nilai tambah hasil sawit di masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, drh. Suparmi, M.S., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, menambahkan bahwa perkebunan kelapa sawit rakyat menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah Kalimantan Selatan, sehingga penguatan kapasitas pekebun swadaya perlu terus didorong agar sejalan dengan kebijakan keberlanjutan yang ditetapkan pemerintah.

“Pembangunan kelapa sawit berkelanjutan dilakukan melalui peningkatan kapasitas pekebun, pemanfaatan pelatihan secara optimal, dan pengelolaan sawit serta limbahnya secara tepat. Upaya ini diharapkan dapat mendukung perolehan sertifikasi ISPO dan kemajuan industri sawit,” katanya.

Melalui pelatihan ini, BPDP dan TRIC berharap peserta dapat mengimplementasikan standar ISPO secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya sebagai pemenuhan syarat administratif menjelang audit sertifikasi. Konsistensi ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas perkebunan, kepatuhan terhadap regulasi nasional maupun internasional, serta terbukanya akses yang lebih luas ke pasar ekspor yang semakin selektif terhadap isu keberlanjutan.

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kesadaran kolektif di kalangan pelaku usaha sawit — baik korporasi maupun pekebun swadaya — bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga keberlangsungan industri sawit nasional dalam jangka panjang.

Sebagai penutup, BPDP selaku pemilik program pengembangan SDM Perkebunan dan TRIC selaku penyelenggara, bersama seluruh narasumber dan peserta yang terlibat, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan implementasi ISPO di seluruh wilayah penghasil sawit di Indonesia. Sinergi antara lembaga pengelola dana perkebunan, lembaga sertifikasi, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci utama agar target sertifikasi ISPO dapat tercapai secara merata, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit berkelanjutan terkemuka di dunia. [ad/rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Kartu ATM Bank Kalsel Masa Berlaku Habis, Urus Perpanjangan Mudah dan Cepat

Published

on

Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Kalsel. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Mengetahui masa berlaku atau masa kadaluwarsa kartu ATM Bank Kalsel mereka. Alhasil, begitu masa berlakunya habis, kartu ATM pun tak bisa digunakan lagi.

Hal ini seperti yang dialami Hj Rina, nasabah setia Bank Kalsel. Beberapa kali Ia ingin mengambil uang tunai di ATM Bank Kalsel, selalu tidak bisa.

Ia baru sadar, begitu membaca keterangan masa kartu ATM anda sudah tidak berlaku lagi di layar ATM. Masih penasaran, Ia pun mencoba untuk mengambil uang tunai tanpa menggunakan kartu ATM alias melalui aplikasi mobile banking Bank Kalsel.

Lagi-lagi juga ditolak. Bahkan, saat melakukan registrasi melalui fasilitas mobil banking yang ada di handphone-nya, juga tidak bisa. Ia pun terpaksa harus ke kantor Bank Kalsel untuk mengurus hal tersebut.

“Begitu saya ke Customer Service (CS) di kantor Bank Kalsel, ternyata kartu ATM-nya sudah habis masa berlakunya, dan harus mengganti dengan kartu baru,” ungkapnya usai mendatangi CS Bank Kalsel.

Untuk urusan ini, Rina harus menunjukkan kartu ATM lama yang sudah expired dan buku tabungan Bank Kalsel, termasuk juga tentunya identitas diri alias Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Ternyata urusannya mudah, asal semua kelengkapan administrasi seperti buku tabungan, kartu ATM lama dan KTP lengkap. Juga tak menunggu lama, karyawan di CS langsung memberikan kartu ATM yang baru,” jelasnya.

Masa berlaku kartu ATM Bank Kalsel sendiri selama 5 tahun, misal sekarang di tahun 2023, baru expired pada tahun 2028 mendatang. “Dan yang pasti tak ada pungutan alias gratis. Jadi sangat mudah,” imbuhnya. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Syariah Bagi Hadiah, Nasabah Buka Rekening Tabungan Haji iB Ar-Rahman

Published

on

Bank Kalsel Syariah menghadirkan program promo special, sebagai bentuk syukur dan apresiasi pada momen Milad ke-22. (Foto/Iklan)

BANJARMASIN – Pada Milad ke 22 ini, Bank Kalsel Syariah melalui keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Minggu, membagikan hadiah menarik khusus bagi masyarakat yang ingin merencanakan ibadah ke Tanah Suci melalui pembukaan rekening Tabungan Haji iB Ar-Rahman.

Promo spesial ini ditujukan bagi nasabah yang melakukan pembukaan rekening Tabungan Haji iB Ar-Rahman selama periode 1 hingga 31 Agustus 2026.

Dalam syarat dan ketentuan program, Bank Kalsel Syariah menyebutkan bahwa hadiah spesial berupa voucher belanja senilai Rp50.000,- akan diberikan secara eksklusif kepada 22 nasabah pertama di setiap Kantor Cabang Syariah (KCS) dan Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS).

Untuk mendapatkan hadiah tersebut, nasabah hanya perlu melakukan pembukaan rekening dengan setoran awal lebih dari Rp220.000,- per orang.

Program ini berlaku merata dan dapat diakses di 13 jaringan kantor Bank Kalsel Syariah yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan, yaitu : KCS Banjarmasin, KCS Kandangan, KCPS Handil Bakti, KCPS Gatot Subroto, KCPS Banjarbaru QMall, dan KCPS Martapura.

Kemudian juga dapat di akses melalui, KCPS Pelaihari, KCPS Barabai, KCPS Amuntai, KCPS Paringin, KCPS Batulicin, KCPS Rantau dan KCPS Tanjung.

Manajemen Bank Kalsel menyampaikan, sagi masyarakat Kalimantan Selatan yang sudah berniat untuk menabung demi ibadah haji, momen Milad ke-22 Bank Kalsel Syariah ini menjadi kesempatan yang sangat tepat untuk segera memulai langkah awal yang berkah dengan bonus ekstra.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai detail produk Tabungan Haji iB Ar-Rahman, masyarakat dapat langsung mengunjungi Unit Kerja Bank Kalsel Syariah terdekat atau mengakses website resmi Bank Kalsel di tautan berikut: https://bankkalsel.co.id/syariah/produk/detail/tabungan-haji-ib-ar-rahman/89. Anda juga dapat menghubungi layanan pelanggan di 0800 1122 000.

Sebagai informasi, Bank Kalsel senantiasa memberikan rasa aman bagi Nasabahnya karena telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer