DPC PAMDI HSS Resmi Dilantik Ketua Kalsel - SuaraBorneo.com
Connect with us

Entertainment

DPC PAMDI HSS Resmi Dilantik Ketua Kalsel

Published

on

basket Lambung Mangkurat Kandangan, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), resmi di lantik 2022-2027. (Foto/Ist)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Bertempat di lapangan basket Lambung Mangkurat Kandangan, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), resmi di lantik 2022-2027, Sabtu 22 November 2025 pagi

Ketua DPD PAMDI Kalsel, H.M. Hariyanto memyampaikan ucapkan selamat kepada bapak Rahmad atas dilantiknya sebagai ketua DPC PAMDI dan seluruh pengurus PAMDI kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Kepada pengurus segera melaksanakan kegiatan-kegiatan, saya dengar tadi beberapa lomba, Alhamdulillah, Saya berharap kedepan DPC PAMDI Hulu Sungai Selatan, bisa maorbitkan wakil-wakil penyanyi dangdut dari Kandangan Hulu Sungai Selatan, kalau bisa sampai tingkat nasional,” pesannya.

Ketua DPC PAMDI Hulu Sungai Selatan yang baru dilantik mengatakan, terimakasih kepada ketua DPD PAMDI Kalimantan Selatan (Kalsel) dan juga sahabat kami dari Hulu Sungai tengah, yang berhadir.

“Harapan ketua PAMDI Kalimantan Selatan, ingin menjadi tantangan pengurus DPC PAMDI Hulu Sungai Selatan, Insya Allah, kedepan kami berharap tanpa musik dangdut, Hulu Sungai Selatan ini, bisa mewakili tingkat provinsi maupun nasional,” ungkap ketua DPC PAMDI Hulu Sungai Selatan Rahmadi Iriadi.

Dalam kegiatan pelantikan tersebut, hadir Ketua PAMDI Kalsel beserta pengurus, Bupati Hulu Sungai Selatan, yang diwakili oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Hulu Sungai Selatan, Forkopimda atau mewakili, dan undangan lainnya. (azifa)

Bagikan ke

Banjarmasin

Suryani, Hendra Cipta dan Khairiadi Asa Garap “Lempeng Pisang”

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Vokalis senior lagu Banjar Suryani Alfarichy dan penata musik Banjar Hendra Cipta, kembali dipercaya mengaransemen lagu “Lempeng Pisang” karya Khairiadi Asa. Bagi Suryani ini lagu keempat ia dipercaya membawakan. Sedangkan bagi Hendra Cipta ini lagu yang ke-19 karya Khairiadi Asa yang ia aransemen musiknya.

“Sudah lama saya kerja sama menggarap lagu-lagu ciptaan Bang Yadie (Khairiadi Asa). Hampir 20-an lagu sudah yang saya aransemenkan. Lagu beliau sederhana saja, tapi tema dan liriknya selalu menarik, selalu ada hal-hal baru di situ sehingga membuat tertantang untuk mengemas musiknya. Untuk menonjolkan nuansa musik Banjarnya, instrumen panting tidak ketinggalan,” ucap Hendra Cipta yang dikenal sebagai pimpinan grup musik panting Balahindang.

Menurut Hendra lagu baru “Lempeng Pisang” karya Khairiadi Asa ini dari judulnya saja orang sudah tahu atau paham. Jenis kuliner Banjar yang populer dari dulu, sehingga pesan lagunya mudah ditangkap.

Sementara itu, Suryani Alfarichy yang akan menyanyikan lagu “Lempeng Pisang” ini menyatakan siap membawakan. “Dari judulnya aja sudah tahu orang apa itu lempeng pisang. Oleh karena itu kita merasa ditantang bagaimana lagu ini bisa ditampilkan seenak mungkin, layaknya hidangan lempeng pisang itu sendiri dengan komposisi yang ada,” ujar penyanyi yang pertama kali membawakan dan memopulerkan lagu “Galuh Banjar” karya Tamjid ini.

Menurut penciptanya, Khairiadi Asa, lagu ini disamping memperkenalkan kuliner khas Banjar (lempeng pisang) juga mengandung pesan tentang kemajemukan warga Kota Banjarmasin yang kini berusia 500 tahun. Sebuah masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis dan budaya hidup berdampingan, terbuka dan saling toleran.

“Makanya ada penggalan liriknya berbunyi; gula galapung bacampur uyah buati banyu, kada bakula kita sakampung satanah banyu. Artinya walaupun tidak ada hubungan darah (keluarga) tapi tinggal di tanah dan air yang sama, kita semua tetap akrab dan bersatu,” ujar Bang Yadie, panggilan akrab Khairiadi Asa di kalangan seniman.

Menurut Khairiadi Asa diharapkan lagu “Lempeng Pisang” ini bisa diluncurkan bertepatan HUT ke-500 Kota Banjarmasin, pada 24 September 2026 nanti. Konsep sederhana lagu ini sudah ditampilkan di platform media sosial akunnya Khairiadi Asa (FB).

“Lagu ini sebenarnya sudah 2 tahun yang lalu dibuat dalam berbagai sampel atau konsep. Ini berawal dari tantangan Pak Yani Makkie mantan Kepala Disporabudpar Kota Banjarbaru, dalam sebuah tayangan di akun FB beliau menampilkan wadai lempeng. Saya komentari, ternyata dibalas disuruh bikin lagu lempeng pisang ini,” ujarnya.

Penulis : Khairadi Asa

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Film Home Sweet Loan, Kisah Indah Perjuangan Perempuan Indonesia

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebuah perilaku ketidakadilan sering menimpa seorang perempuan yang apalagi dia di keluarganya anak bungsu (paling kecil), yang harus berkorban demi menjaga keutuhan keluarga. Kakak-kakaknya selalu meminta dia berkorban, yang untuk ini sebenarnya bukan untuk keluarga, tapi melindungi dirinya (sang kakak) tersebut.

Inilah kisah kehidupan yang dituangkan dalam film Home Sweet Loan, film Indonesia bergenre drama keluarga yang diadaptasi dari novel best-seller
berjudul Home Sweet Loan (2022) karya Almira Bastari. Film Home Sweet Loan diproduksi dua perusahaan, yaitu Visinema Pictures dan Legacy Pictures, yang disutradarai Sabrina Rochelle Kalangie, yang juga penulis skenario bersama Widya Arifianti.

Kisah kehidupan ini sering terjadi di masyarakat kita, yang ditambah lagi dukungan seorang Ibu membantu anaknya yang dinilainya kesulitan dalam keuangan. Walaupun bantuan itu sebenarnya agak berlebihan dan menjadi beban keluarga pada akhirnya. Tapi kebijakan seorang Bapak yang tidak mau menyalahkan istrinya di hadapan anak-anaknya, merupakan sebuah kebijakan yang masih lestari terjaga.

Menonton film ini membuat kita semakin peduli terhadap perjuangan masing-masing Anggota Keluarga Kita di Indonesia yang kita saksikan hari ini masih terus ada.

Selamat menonton film keluarga berkategori semua umur ini.

Para Aktor dan Aktris yang berperan dalam Film Home Sweet Loan :

Yunita Siregar sebagai Kaluna

Derby Romero sebagai Danar

Risty Tagor sebagai Tanish

Fita Anggriani Ilham sebagai Miya

Ayushita sebagai Kamala

Ariyo Wahab sebagai Kanendra

Wafa Saifan Lubis sebagai Hansa

Budi Rose sebagai Ayah Kaluna

Daisy Lantang sebagai Ibu Kaluna

Ina Marika sebagai Natya

Ar Barrani Lintang sebagai Kaivan. (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Film Lembayung, Film Horor Yang Sangat Beda

Published

on

Poster Film Lembayung. (Foto/Iklan)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Beberapa pekan sebelum tayang Kamis (19/9/2024) saat saya dan istri menunggu tayangan film asing, saya lihat Poster Film Lembayung.

Saya sampaikan pada istri saya terhadap daya tarik film yang saya baca A Film Baim Wong tersebut dan saya sebutkan, Ini Film karya Baim Wong.

Hari demi hari berikutnya, informasi film Lembayung semakin gencar dan istri saya yang mengikuti perkembangan di Tik Tok, jadi tertarik untuk menonton film tersebut.

Ada beberapa peran yang menarik yang bisa dicatat dalam film horor ini, seperti
Taskya Namya sebagai Pica; Yasamin Jasem sebagai Arum; Arya Saloka sebagai Dr. Teto; Oka Antara sebagai Dr. Ringgo; Asri Welas sebagai Ida; dan Anna Jobling sebagai Tantri.

Sedangkan peran yang dilakukan oleh Wulan Guritno sebagai Ayu, masih belum maksimal. Kita tunggu di Lembayung 2 nantinya. Setidaknya itulah yang diungkapkan Wulan, saat launching film tersebut di Jakarta.

Film Lembayung yang disutradarai Baim Wong ini dapat ditonton di bioskop CGV, Cinema XXI, dan Cinepolis.

Film Lembayung merupakan film Indonesia yang diangkat dari sebuah thread berjudul “Jin Poli Gigi” yang ditulis akun X (Twitter) @saturnrushx pada 2022. Pemilik akun tersebut adalah Pica, mahasiswa keperawatan. Ia menceritakan kejadian horor yang ia alami bersama rekannya Arum.

Film Lembayung menjadi debut perdana Baim Wong sebagai sutradara. Tidak hanya itu, tiga perusahaan produksi ternama Indonesia menggarap film Lembayung meliputi Prime Eagle Studios, MNC Pictures, dan Tiger Wong Pictures. (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Anang Fadhilah Luncurkan Album Meratus Soul of Borneo, Hadir dengan Format Blues

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Anang Fadhilah yang berprofesi sebagai seorang jurnalis di Kota Banjarmasin merilis album terbaru berjudul Meratus Soul of Borneo. Setelah 30 tahun lamanya puasa bermain musik, karena kesibukannya sebagai wartawan di surat kabar harian Barito Post dan heloindonesia.com. Menjadikan keinginannya bermusik terhenti.

Kini diusianya yang menginjak angka 57 tahun. Anang Fadhilah merilis lagu baru. “Hampir 26 tahun menjadi wartawan, rasanya perlu break, relaksasi menggali lagi hoby lama untuk bernyanyi dan bermain musik. Meski suara pas-pasan, saya nekat menulis lagu dan berkarya,” tegas Pemimpin Redaksi Barito Post, Sabtu (27/4/2024).

Anang yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalsel ini berkata, ada 10 lagu yang diciptakannya di album Meratus Soul of Borneo dengan nuansa musik genre pop-blues.

Bagi Anang, album perdananya ini terasa sangat spesial lantaran adiknya Erfansyah Anandata (Band Hiatus Mantra) musisi dari Kota Malang turut andil dalam penggarapannya.

Empat lagu yang dilaunching Anang Fadhilah yakni, Meratus Soul of Borneo, Subuh, Bekal Diri, Muhasabah, dll, diharapkan bisa diterima masyarakat.

Untuk mendengar lagunya silahkan klik
https://www.youtube.com/watch?v=cnEggqwe9dA (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Umum

Populer