Kalteng
Pemkab Kapuas Gelar FGD I Penyusunan RDTR Kecamatan Mantangai
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Bidang Tata Ruang menggelar Focus Group Discussion (FGD) I penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Mantangai Tahun 2026 Jumat (17/4/2026).
FGD berlangsung di Aula Kantor Bapperida dibuka Sekda Kapuas Usis I Sangkai diikuti sejumlah OPD lingkup Pemkab Kapuas dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.
Sekda Kapuas Usis I Sangkai mengatakan FGD ini merupakan langkah awal Pemkab Kapuas terkait menyusun RDTR turunan dari RTRW Kabupaten Kapuas No 5 Tahun 2019 yang nantinya RDTR untuk 19 kecamatan.
“Oleh karena itu pentingnya saran masukan OPD melalui diskusi dengan data akurat,” katanya.
Ia mengatakan mengingat wilayah Mantangai sangat luas karenanya ini sebagai pengembangan wilayah sehingga dapat mengakomodir kepentingan serta kebutuhan masyarakat.
Ia melanjutkan Pemerintah Kabupaten Kapuas mengharapkan proses ini berjalan optimal berdaya saing sesuai visi Kapuas Bersinar. (Ujg/SB)
Bagikan keKalteng
Relokasi Warga Dampak Pembangunan Waterfront City Disepakati
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Relokasi bagi 11 warga terdampak pembangunan Waterfront City disepakati.
Kesepakatan itu setelah Pemkab Kapuas melakukan pertemuan dengan warga di Aula Kantor Kecamatan Selat Senin (19/10/2026).
“Pada intinya pertemuan dengan warga disepakati untuk direlokasi,” kata Sekda Kapuas Usis I Sangkai kepada wartawan usai rapat koordinasi dihadiri OPD terkait camat dan lurah.
Ia mengatakan untuk relokasi Pemkab Kapuas telah menyediakan Rumah Khusus (Rusus) lokasi NSD
Pertemuan dengan warga sebelumnya telah dilakukan. Pada hari ini telah disepakati. “Alhamdulilah warga setuju,” jelasnya.
Sekda mengharapkan pembangunan Waterfront City merupakan pengembangan kawasan kota yang nantinya menjadi tujuan wisata bagi warga Kapuas maupun dari luar daerah.
Kadis Perhubungan Kapuas Teras mengatakan terkait relokasi lahan yang ditempati warga statusnya milik pemerintah daerah.
Ia mengatakan karena adanya pembangunan WaterFront City yang saat ini tengah dikerjakan sehingga Pemkab Kapuas melakukan relokasi bagi warga yang menempati daerah itu. “Pertemuan tadi mereka sepakat untuk direlokasi,” katanya.
Sekretaris Disperkimtan Kapuas Cristine mengatakan terkait relokasi pihaknya akan memfasilitasi sesuai ketentuan berlaku.
Sementara itu Camat Selat Rio Adrianto menyampaikan dukungannya pelaksanaan pembangunan Waterfront City. “Diharapkan proses relokasi warga berjalan lancar,” ujarnya. (Ujang/SB)
Bagikan keKalteng
Anggota DPD RI Teras Narang Tekankan Penanganan Karhutla Sesuai Ketentuan Kebencanaan
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Tengah Teras Narang menekankan penanganan karhutla yang terjadi pentingnya menyesuaikan dengan ketentuan kebencanaan.
“Ini penting bagaimana kemudian kita menangani bencana namun sesuai ketentuan berlaku,” katanya ketika melakukan kunjungan kerja masa reses ke Posko Induk penanganan Karhutla di Kantor BPBD Kapuas, Senin (19/10/2026).
Ia mengatakan dalam penanganan karhutla pentingnya penyiapan sarana prasarana sehingga berjalan dengan baik.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian di Kalimantan Tengah.
Oleh karena itu pemerintah daerah agar tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran yang sudah terjadi tetapi juga mempersiapkan langkah antisipasi awal termasuk apa-apa yang diperlukan di lapangan.
Ia melanjutkan dalam penanganan karhutla pentingnya ketersediaan sumber-sumber air mempermudah pemadaman termasuk aktif melakukan prakiraan cuaca oleh BMKG.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla. “Harapannya bencana karhutla segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kapuas Dodo menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan masukan Teras Narang terutama terkait rencana pengadaan sumur bor untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Kapuas.
Meski begitu Wabup mengingatkan terkait rencana pembangunan sumur bor tentumya dilakukan melalui kajian persiapan secara matang. “Sehingga benar-benar berfungsi dan anggaran daerah dapat dimanfaatkan secara efektif,” katanya.
Kunjungan kerja Teras Narang ke Kabupaten Kapuas dihadiri Sekda Usis I Sangkai Kalaksa BPBD Kapuas Pangeran S Pandiangan serta sejumlah OPD lingkup Pemkab Kapuas. (Ujang/SB)
Bagikan keKalteng
FSQ XII Tingkat Provinsi Kalteng 2026 di Kapuas Resmi Dibuka
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Festival Seni Qasidah (FSQ) XII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 resmi dimulai. Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Kapuas ini dibuka oleh Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran yang diwakili Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno Kamis (15/10/2026) malam.
Pembukaan berlangsung di halaman Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas. Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalteng
Hj Sunarti Wakil Bupati Kapuas Dodo Ketua DPW LASQI Nusantara Jaya Provinsi Kalteng Hj Rayuhani serta sejumlah undangan dan peserta FSQ dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam sambutannya dibacakan Bupati Kapuas HM Wiyatno menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas pengurus LASQI Nusantara Jaya panitia pelaksana serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan penyelenggaraan FSQ XII tingkat provinsi. “Apresiasi kepada seluruh peserta dan kafilah,” katanya.
Ia mengatakan penyelenggaraan festival tersebut merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membina kehidupan keagamaan mengembangkan kreativitas masyarakat serta melestarikan seni dan budaya Islami di Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut ia mengatakan Pemprov Kalteng mendukung berbagai upaya pembinaan keagamaan dan pengembangan seni budaya yang memberikan kontribusi positif bagi pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu Ketua DPD LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Kapuas H Suwarno Muriyat dalam laporannya menyampaikan, FSQ XII tingkat Provinsi Kalteng berlangsung pada 14–19 Oktober 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Kompleks Islamic Center dan Masjid Agung Al-Mukarram Amanah Kuala Kapuas.
Ia mengatakan festival ini bertujuan mengembangkan seni qasidah sebagai media dakwah dan syiar Islam meningkatkan kreativitas serta prestasi generasi muda mempererat silaturahmi dan persatuan antar daerah se Kalteng.
Adapun cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi bintang vokalis qasidah gambus kategori anak-anak remaja dan dewasa bintang vokalis pop religi kategori anak-anak remaja dan dewasa serta qasidah rebana klasik kategori remaja putra dan putri.
“Melalui penyelenggaraan FSQ XII ini diharapkan seni qasidah dan budaya Islami semakin berkembang khususnya bagi generasi muda di Kalimantan Tengah,” ujarnya. (Ujang/SB)
Bagikan keKalteng
Pemkab Kapuas Dorong Percepatan Data Bansos Melalui Digitalisasi Perlinsos
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Dinas Sosial (Dinsos) berkomitmen terus mendorong percepatan data Perlindungan Sosial.
Hal ini disampaikan Sekda Kapuas Usis I Sangkai pada kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Bantuan Sosial melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital Kabupaten Kapuas berlangsung di Aula Bapperida Kapuas Kamis (15/10/2026).
Kegiatan dibuka resmi Wakil Bupati Kapuas Dodo dihadiri Dinas Dukcapil Diskominfosantik sejumlah OPD stakeholder terkait TKSK PKH serta 17 pemerintah kecamatan melalui zoom.
Sekda Kapuas Usis I Sangkai mendorong seluruh perangkat daerah camat kepala desa dan lurah agar aktif mempercepat pengumpulan serta pemutakhiran data masyarakat miskin dan rentan.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan sosial dari pemerintah dapat disalurkan secara tepat sasaran,” katanya.
Ia mengatakan untuk masyarakat penerima bansos masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah yang menjadi prioritas dalam program bantuan sosial tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan untuk jaringan internet Pemkab Kapuas juga memperluas akses bagi kecamatan yang jauh agar pemutakhiran data tidak mengalami kendala disesuaikan dengan data kependudukan dan informasi dari pihak PLN.
“Diharapkan seluruh jajaran pemerintah daerah diminta bekerja sama dan memanfaatkan berbagai cara yang memungkinkan agar data masyarakat yang dihimpun benar-benar valid,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas Karolinae mengatakan sosialisasi digitalisasi pendataan tersebut ditujukan kepada kepala perangkat daerah camat tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat untuk mendata masyarakat tidak mampu, kelompok rentan penyandang disabilitas serta warga lain yang memenuhi kriteria penerima bantuan melalui mekanisme pendataan digital.
Adapun batas waktu pendataan ditetapkan hingga 31 Desember 2026. Karena itu masyarakat yang belum terdaftar diimbau segera melakukan pendataan agar dapat diproses sesuai ketentuan program bantuan sosial pada 2027.
Ia juga mengajak ketua RT/RW tokoh masyarakat aparatur sipil negara (ASN) serta unsur masyarakat lainnya untuk berperan aktif membantu pendataan melalui mekanisme agen yang telah ditetapkan. (Ujang/SB)
Bagikan keKalteng
Alih Fungsi Lahan Pemkab Kapuas Siapkan Raperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas menyiapkan Raperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Raperda ini dibuat untuk mengatasi alih fungsi lahan.
“Pemkab Kapuas menyiapkan regulasinya untuk perlindungan lahan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai usai kegiatan FGD di Aula Disdik Kapuas Rabu (14/10/2026).
Ia mengatakan selain Raperda Pemkab Kapuas akan memberikan insentif bagi petani. Penyusunan Raperda adalah langkah untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif.
“Oleh karena itu solusi Pemkab Kapuas membuat Perda,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan nantinya akan dibangun RMU sehingga diharapkan memberikan nilai tambah bagi para petani karena produksi hasil beras berasal dari Kapuas yang dipusatkan di Desa Bandar Mekar Kecamatan Tamban Catur.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Edi Dese mengatakan penyusunan Raperda LP2B tujuannya lahan pertanian tetap dikelola berkelanjutam karena disebabkan alih fungsi.
“Seperti apa yang disampaikan Sekda tadi. Ada pemberian instentif bagi petani kemudian bantuan alsintan dengan begitu produktivitas pertanian diharapkan semakin meningkat,” ujarnya. (Ujang/SB)
Bagikan keKalteng
Kapuas Borong Hadiah ORADO Open PWI Kapuas Cup 2026
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Tim ORADO asal Kapuas torehkan juara pada ORADO Open PWI Kapuas Cup 2026 berlangsung 10-11 Oktober digelar di Sekretariat PWI Jalan Maluku Kuala Kapuas.
Dari total 104 tim yang bersaing dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan seluruh gelar juara berhasil diamankan tim tuan rumah.
Barito Tengah 2 keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang hadiah Rp4 juta. Posisi kedua diraih Gudang Ar-Rahman dengan hadiah Rp3 juta, disusul Barito Tengah 1 di posisi ketiga dengan hadiah Rp2 juta. Sementara itu Podka Saruan menempati peringkat keempat dan memperoleh hadiah Rp1 juta.
Hadiah juara pertama diserahkan oleh perwakilan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Kapuas.
Kepala Dinas Yang Hendri Ale diwakili Kepala Bidang Pertanahan Frans Firdaus untuk menyerahkan hadiah kepada tim pemenang.
Sebanyak 104 tim peserta berasal dari sejumlah daerah di Kalteng dan Kalsel. Dari Kalsel peserta datang dari Banjarmasin Banjarbaru Barito Kuala dan Kabupaten Banjar termasuk Martapura.
Sementara dari Kalteng, peserta berasal dari Palangka Raya Katingan dan Kabupaten Kapuas.
Ketua Panitia ORADO Open PWI Kapuas Cup 2026 Ali Surakhman yang juga Ketua SIWO PWI Kapuas menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang dan mengapresiasi semangat serta sportivitas para peserta selama turnamen berlangsung.
“Atas nama panitia kami menyampaikan selamat kepada para juara. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dan ikut menyukseskan turnamen ini,” ujarnya.
Ali Surakhman menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan. “Kedepan akan menjadi bahan evaluasi untuk even selanjutnya serta memperkuat silaturahmi, ” ujarnya. (Ujang/SB)
Bagikan keKalteng
Pemkab Kapuas Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan
KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan selama dua pekan ke depan.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan serta masukan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pihak terkait.
Hal itu disampaikan Bupati Kapuas HM Wiyatno dalam rapat evaluasi status tanggap darurat bencana kekeringan dan Karhutla di Posko Induk BPBD Kapuas Senin (12/10) malam.
Bupati menegaskan penanganan Karhutla dan kekeringan harus tetap menjadi prioritas. “Status tanggap darurat kita perpanjang dua minggu ke depan, ” katanya.
Ia mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan Karhutla meski kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
“Mudah-mudahan hujan deras segera turun,” ujarnya.
Ia menjelaskan pula ditengah keterbatasan anggaran ia mengingatkan seluruh pihak agar menggunakan dana penanganan bencana secara efektif tepat sasaran dan penuh tanggung jawab.
Pada kesempatan itu Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. BPBD Damkar MPA TNI Polri dan masyarakat.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa penanganan Karhutla ke depan tidak boleh hanya mengandalkan langkah darurat.
“Ketika kebakaran sudah terjadi kesiapan personel sarana dan prasarana harus dipastikan jauh sebelum memasuki musim rawan kebakaran. Sehingga semuanya sudah siap,” ujarnya. (Ujang/SB)
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum2 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

