Bank Kalsel Terapkan Tarif Baru Rekening Nonaktif - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Bank Kalsel Terapkan Tarif Baru Rekening Nonaktif

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Nasabah Bank Kalsel dan Bank Kalsel Syariah perlu memperhatikan status rekening mereka. Pasalnya, kedua lembaga perbankan milik Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan itu akan memberlakukan penyesuaian tarif biaya administrasi untuk rekening tidak aktif (dormant) mulai 10 Juli 2026.

Informasi tersebut diumumkan melalui unggahan resmi di media sosial Bank Kalsel dan Bank Kalsel Syariah. Dalam kebijakan terbaru itu, biaya rekening nonaktif dan dormant ditetapkan sebesar Rp5.000 per bulan.

Penyesuaian tarif dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan dan tata kelola administrasi perbankan.

Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh jenis produk tabungan yang masuk kategori rekening nonaktif sesuai ketentuan yang berlaku di Bank Kalsel dan Bank Kalsel Syariah.

Nasabah diimbau memastikan rekening tetap aktif agar terhindar dari pengenaan biaya administrasi tersebut.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, nasabah dapat mendatangi kantor cabang Bank Kalsel terdekat atau menghubungi layanan call center di nomor 0800 1122 000. [adv]

Bagikan ke

Banjarmasin

Bank Kalsel Turut Sampaikan Belasungkawa Musibah Tenggelamnya Kapal KM Virgo 8

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka mendalam bagi korban, keluarga, dan masyarakat. Di tengah proses penanganan dan evakuasi yang masih berlangsung, dukungan serta doa terus mengalir bagi seluruh pihak yang terdampak.

Bank Kalsel turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Melalui jajaran Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank Kalsel, ungkapan duka disampaikan melalui akun resmi Instagram Bank Kalsel.

Dalam unggahannya, Bank Kalsel menyampaikan doa agar para korban dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi situasi sulit tersebut.

“Semoga seluruh korban dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, ketabahan, serta perlindungan dalam menghadapi musibah ini,” demikian ungkapan duka yang disampaikan Bank Kalsel.

Selain menyampaikan belasungkawa, Bank Kalsel juga mendoakan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan dan evakuasi KM Virgo Transport 8.

Setiap upaya pencarian dan evakuasi menjadi harapan bagi keluarga yang hingga kini masih menanti kabar orang-orang terkasih mereka.

Di tengah suasana duka dan ketidakpastian, perhatian serta doa menjadi bentuk solidaritas bagi para korban dan keluarga yang sedang menghadapi musibah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Sinergi Kebijakan Perkuat Fondasi Ekonomi Kalsel di Tengah Tantangan Global

Published

on

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 dengan tema “Sinergi Kebijakan untuk Memperkuat Ekonomi Kalimantan Selatan.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh Pemerintah Daerah, instansi vertikal, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), akademisi, perbankan, pelaku usaha, investor, serta media. Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan dan CORE Indonesia juga turut hadir memperkaya perspektif mengenai kondisi ekonomi dan fiskal daerah, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syarifuddin, dalam keynote speech – nya menekankan pentingnya LPP sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan perhatian pada tiga agenda utama, yakni (i) menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan pengendalian inflasi, (ii) memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor ekstraktif, serta (iii) menjaga kualitas belanja sekaligus membuka sumber pembiayaan pembangunan di luar APBD.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H. W. menyampaikan bahwa LPP tidak hanya menjadi dokumen asesmen ekonomi secara berkala, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk memahami posisi dan arah perekonomian daerah serta mendukung perumusan kebijakan. Pada triwulan II 2026, perekonomian Kalimantan Selatan tercatat tumbuh 5,28% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% (yoy).

Di tengah capaian tersebut, perekonomian Kalimantan Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Struktur ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam, khususnya batu bara, sehingga memiliki eksposur relatif tinggi terhadap dinamika harga komoditas global. Selain itu, hilirisasi batu bara masih menghadapi tantangan dari sisi teknis maupun keekonomian, sementara penurunan Transfer Ke Daerah (TKD) dan Dana Desa menjadi tantangan dalam menjaga ruang fiskal daerah.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya memperkuat sumber pertumbuhan baru yang lebih beragam, disertai sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil.
Diversifikasi ekonomi terus diarahkan pada pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, perikanan, perkebunan, industri pengolahan, serta pariwisata. Di sisi pembiayaan, belanja daerah didorong semakin produktif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sementara kebutuhan pembangunan yang lebih besar dibuka melalui investasi swasta dan skema kemitraan, termasuk dengan mendorong proses perizinan yang lebih cepat.

Melalui forum ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh pemangku kepentingan mendorong semakin kuatnya pemahaman bersama mengenai kondisi dan prospek perekonomian Kalimantan Selatan. Pemerintah Provinsi juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memanfaatkan Laporan Perekonomian Provinsi dan Kajian Fiskal Regional sebagai referensi dalam perencanaan daerah, serta mendorong dunia usaha dan perbankan untuk menyampaikan berbagai tantangan di lapangan sebagai masukan bagi perumusan kebijakan.

Ke depan, penguatan sinergi kebijakan diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi Kalimantan Selatan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian secara berkelanjutan, melalui sumber pertumbuhan yang semakin beragam, iklim investasi yang semakin baik, serta bauran kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil yang optimal. [Ady/Rls-BI]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Antusias Peserta Aksel Virtual Run 2026, Bank Kalsel Gelar Undian Doorprize Hadiah Rp30 Juta

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Antusiasme peserta Aksel Virtual Run 2026: Reforestasi, memasuki tahap yang ditunggu-tunggu. Bank Kalsel akan menggelar pengundian doorprize dengan total hadiah mencapai Rp30 juta.

Pengundian hadiah tersebut dijadwalkan berlangsung secara langsung pada Jumat (25/9/2026), mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai. Peserta maupun masyarakat dapat menyaksikan proses pengundian melalui kanal YouTube Bank Kalsel.

Beragam hadiah telah disiapkan bagi peserta yang beruntung, mulai dari perlengkapan penunjang olahraga, voucher belanja, hingga hadiah menarik lainnya.

Pengundian doorprize menjadi bentuk apresiasi Bank Kalsel kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Aksel Virtual Run 2026.

Kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk aktif berolahraga, tetapi juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui tema “Reforestasi”.

Melalui kegiatan tersebut, Bank Kalsel mengajak masyarakat turut mengambil bagian dalam upaya mendukung reforestasi dan menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan.

Dengan total hadiah mencapai Rp30 juta, pengundian doorprize menjadi salah satu momen yang dinantikan peserta. Siapa saja yang beruntung membawa pulang hadiah akan diketahui dalam pengundian yang disiarkan secara langsung.

Jangan lewatkan pengundian Doorprize Aksel Virtual Run 2026: Reforestasi. Bisa jadi, nama Anda menjadi salah satu peserta yang beruntung. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Usia ke 500 Tahun, Dirut Bank Kalsel Berharap Banjarmasin Semakin Maju dan Fondasi Pembangunan Semakin Kuat

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel H Fachruddin. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Memasuki usia ke-500 tahun, Kota Banjarmasin diharapkan semakin maju dengan fondasi pembangunan yang semakin kuat. Berbagai dasar yang telah dibangun selama ini diharapkan menjadi pijakan untuk membawa kota berjuluk Kota Seribu Sungai tersebut berkembang lebih baik ke depan.

Harapan itu disampaikan Direktur Utama Bank Kalsel H Fachruddin saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin di Gedung DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (24/9).

Menurut Fachruddin, momentum lima abad Banjarmasin menjadi kesempatan untuk memperkuat berbagai fondasi pembangunan yang telah diletakkan pemerintah bersama masyarakat.

“Semoga di usia yang ke-500 ini, Banjarmasin meletakkan dasar-dasar untuk menjadi lebih maju lagi ke depannya,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan Banjarmasin terus bergerak sesuai harapan pemerintah daerah dan masyarakat.

Menutup perbincangan, Fachruddin menyampaikan pantun bernuansa Banjar yang mengundang senyum sebelum meninggalkan ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Banjarmasin.

“Pamandak di Mataraman, makannya pakai tangan. Kotanya maulah dandaman, wali kotanya maulah kerindangan,” ujar Direktur Utama Bank Kalsel H Fachruddin. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Pantau Layanan PAM Bandarmasih, Ombudsman Kalsel Minta Perbanyak Tandon dan Mobil Tangki

Published

on

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hadi Rahman dan jajaran berkunjung ke Kantor PT. Air Minum (PAM) Bandarmasih (Perseroda). (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hadi Rahman dan jajaran berkunjung ke Kantor PT. Air Minum (PAM) Bandarmasih (Perseroda) dalam rangka koordinasi dan pemantauan layanan PAM Bandarmasih pada Selasa, 22 September 2026. Kunjungan tersebut langsung diterima Direktur Utama Zulbadi dan jajaran manajemen PAM Bandarmasih.

Zulbadi menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ombudsman Kalsel dan meminta masukan Ombudsman Kalsel terhadap layanan yang diberikan PAM Bandarmasih. Zulbadi juga menyampaikan bahwa kondisi PAM Bandarmasih saat ini sedang mengalami defisit air baku, karena adanya intrusi air laut dan berdampak pada distribusi air kepada pelanggan.

Untuk mengatasi krisis air bersih ini, PAM Bandarmasih melakukan audiensi kepada warga terdampak di Banjarmasin Barat, Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Tengah, serta melalui media sosial.

“Dari hasil audiensi, 70% masyarakat menginginkan adanya air bersih darurat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya MCK (Mandi, Cuci, Kakus), sehingga mulai hari ini air bersih darurat tersebut mulai didistribusikan” jelas Zulbadi.

Hadi Rahman menyampaikan bahwa pelayanan PAM Bandarmasih kepada masyarakat mencakup tiga faktor kunci yang harus terus dijaga, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Dalam pengawasan dan laporan masyarakat yang diterima Ombudsman Kalsel, tidak pernah lepas dari tiga hal dimaksud, sehingga patut mendapat atensi serius dari jajaran manajemen PAM Bandarmasih dan bahkan harapannya menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) perusahaan. Ini misalnya terkait peningkatan cakupan pelanggan kepada warga Kota Banjarmasin, sehingga akses layanan air bersih dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Ombudsman Kalsel kemudian bersama Tim PAM Bandarmasih melakukan pemantauan lapangan untuk melihat langsung proses pengolahan air PAM Bandarmasih. Dimulai dengan memeriksa kadar garam (klorida) pada air baku yang diolah PAM Bandarmasih di IPA (Instalasi Pengolahan Air) 1 A. Yani dengan sumber Intake Sungai Bilu. Berdasarkan pemeriksaan, petugas PAM Bandarmasih menyampaikan bahwa “kadar garamnya sekitar 7.300 mg/L, kami memang pantau setiap jam, dan dalam catatan kami sepanjang 24 jam terakhir kadar garam selalu di atas 1.000 mg/L”, ujarnya. Artinya, “kondisi air yang seperti ini berisiko dan berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat karena berada jauh di atas kadar yang diperbolehkan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023, yaitu 300 mg/L,” tegas Hadi. Sementara wilayah Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan tidak terdampak mengingat air baku yang diolah berasal dari sumber yang berbeda.

Untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air layak konsumsi untuk kebutuhan minum dan memasak di tiga wilayah terdampak di atas, PAM Bandarmasih mengoperasionalkan mobil tangki, menyediakan tandon serta bekerjasama dengan masjid dan musala untuk tempat penampungan air. Salah satu wilayah yang disediakan tandon oleh PAM Bandarmasih adalah di Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat. Menurut Gusti Akhmad Rollyan Noor, Manajer Pelayanan PAM Bandarmasih, “ada 20 tandon yang ditempatkan di ujung jaringan distribusi dan penempatannya berkoordinasi dengan RW dan RT setempat, tandon-tandon itu nantinya diisi setiap dua hari sekali”.

Ombudsman Kalsel selanjutnya mengingatkan pihak PAM Bandarmasih untuk menyampaikan informasi mengenai keberadaan air layak konsumsi melalui mobil tangki dan tandon tersebut seluas-luasnya dan sejelasnya-jelasnya dalam berbagai media komunikasi perusahaan, termasuk pengambilan air yang tidak dipungut biaya apapun alias gratis, titik lokasi penempatan tandon dan jalur penyaluran mobil tangki serta pengaturan di lapangan agar tetap kondusif.

“Kami sarankan jumlah tandon yang disediakan PAM Bandarmasih ditambah dan frekuensi pengisian dimungkinkan setiap hari, sehingga memudahkan masyarakat dan tidak perlu lama menunggu,” tekan Hadi.

Terakhir, Ombudsman Kalsel menilai bahwa solusi yang diupayakan PAM Bandarmasih dimaksud bersifat jangka pendek. Dalam jangka menengah dan panjang, perlu disiapkan langkah-langkah strategis agar krisis air baku seperti ini tidak berulang. Antara lain rencana PAM Bandarmasih untuk memasang pipa transmisi 1.200 mm dari Pematang ke IPA 2 Pramuka serta membangun embung dan bak prasedimentasi sebagai cadangan air baku. Selain itu, rehabilitasi pipa PAM Bandarmasih yang cukup sering mengalami kebocoran dan menyebabkan layanan terhenti total kepada pelanggan.

“Hal-hal strategis seperti itu kami harapkan bisa diatensi dan didukung oleh Pemerintah Daerah khususnya Pemerintah Provinsi Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarmasin, sehingga menjadi aksi nyata yang berdampak positif pada peningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan masyarakat,” pungkas Hadi. [Ady/Rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Semarak Harjad Banjarmasin ke-500, Bank Kalsel Berikan Promo Ingin Jadi Agen Laku Pandai

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pada Semarak Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500, Bank Kalsel memberikan promo menarik untuk masyarakat yang ingin menjadi agen Laku Pandai Bank Kalsel. Yakni, berupa pembebasan deposit senilai Rp1 juta dan Voucher belanja senilai Rp100 ribu.

Dijelaskan Direktur Bisnis Bank Kalsel, Izhar kesempatan ini terbatas hanya untuk 50 nasabah pertama dan perlaku khusus di Cabang Utama Bank Kalsel Banjarmasin.

“Promo ini berlaku untuk Periode 21 September – 24 Oktober 2026. Karena itu, manfaatkan kesempatan promo ini karena banyak keuntungan yang di dapat menjadi bagian dari Agen Laku Pandai Bank Kalsel untuk menghadirkan layanan perbankan lebih dekat,” ujarnya.

Pembukaan atau Pendaftaran sebagai Agen Laku Pandai
– Setiap nasabah yang memenuhi ketentuan mendapatkan pembebasan deposit senilai Rp1 juta dan mendapatkan voucher belanja senilai Rp100 ribu.

– Hanya berlaku untuk 50 nasabah pertama yang melakukan pembukaan dan pendaftaran sebagai Agen Laku Pandai Pembukaan dan pendaftaran hanya berlaku di cabang utama Bank Kalsel Banjarmasin.

– Informasi lebih lanjut mengenai Agen Laku Pandai dapat dilihat pada link resmi Bank Kalsel di bawah: https://bankkalsel.co.id/produk/detail/id-

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Dukung UMKM Perluas Transaksi Digital, Bank Kalsel Buka Stand di Pasar Wadai Ramadan 2026

Published

on

Direktur Bisnis Bank Kalsel Akhmad Fauzi Noor saat mendampingi Wakil Gubernur Kalsel H Hasnuryadi juda istrinya Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR bersama istrinya disela2 pembukaan Pasar Wadai Ramadhan. (Foto/BankKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali ambil bagian dalam kemeriahan Pasar Wadai Ramadan 1447 H/2026 dengan membuka stand layanan perbankan dan promosi produk unggulan.

Kehadiran bank pembangunan daerah ini diharapkan mampu mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperluas transaksi non-tunai melalui sistem pembayaran digital.

Pasar Wadai Ramadan 2026 secara resmi dibuka oleh Wagub Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman yang menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak, termasuk perbankan daerah, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat selama bulan suci.

Direktur Bisnis Bank Kalsel Akhmad Fauzi Noor disela2 pembukaan Pasar Wadai menyampaikan, partisipasi tersebut merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam memperkuat ekosistem UMKM lokal.

Melalui stand yang dibuka selama pelaksanaan Pasar Wadai, Bank Kalsel menghadirkan berbagai layanan, mulai dari pembukaan rekening, edukasi literasi keuangan, hingga informasi produk pembiayaan bagi pelaku usaha.

“Momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM. Kami ingin memastikan mereka tidak hanya mendapatkan peningkatan penjualan, tetapi juga akses layanan keuangan yang lebih mudah dan modern,” ujar Fauzi Noor Saat mewakili Direktur Utama Bank Kalsel H Fachruddin, Jum’at (20/9/2026).

Tak hanya itu, Bank Kalsel juga aktif mendorong penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran utama di area Pasar Wadai.

Para pedagang difasilitasi penggunaan QRIS guna mempermudah transaksi sekaligus meningkatkan keamanan dan efisiensi.

Sebagai daya tarik tambahan, Bank Kalsel menghadirkan berbagai program cashback bagi nasabah dan pengunjung yang bertransaksi menggunakan QRIS Bank Kalsel.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke transaksi digital sekaligus mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai.

Langkah tersebut dinilai strategis, mengingat Pasar Wadai Ramadan setiap tahunnya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan perputaran uang yang cukup besar.

Dengan digitalisasi transaksi, Bank Kalsel optimistis mampu membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan transparansi keuangan usaha.

Keikutsertaan Bank Kalsel di Pasar Wadai Ramadan 2026 pun menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat peran sebagai bank kebanggaan Banua yang hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadan yang sarat nilai kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi lokal. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer