Gema Maulid Bersama Guru Yanor Kelua, Momentum Mengenal Nabi Muhammad SAW Lebih Dekat - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Gema Maulid Bersama Guru Yanor Kelua, Momentum Mengenal Nabi Muhammad SAW Lebih Dekat

Published

on

Gema Maulid 40 Malam di hari ke-10 yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila bersama Tuan Guru Yanor Kalua. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Rahmaddin, MY A.Ks M.Si membuka acara Gema Maulid 40 Malam di hari ke-10 yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, pada Jum’at (13/09) malam.

Dalam rangkaian pada malam ini dimulainya dengan pembacaan Maulid Habsyi dari grup Jami’ul Musthofa asal Manarap, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Lalu, pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh seorang Qoriah Izka Izzati, S.Pd dan pembacaan doa oleh Sayyidil Walid Al-Habib Ali Abdullah Alaydrus.

Turut dihadiri sejumlah ASN dan karyawan-karyawati dari Disdikbud Kalsel, Dinsos Kalsel, Inspektorat Kalsel, Biro PBJ, RSGM dan RSJ Sambang Lihum.

“Pada malam ini, Alhamdulillah kita kembali lagi menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di Mahligai Pancasila Banjarmasin. Dan diisi oleh tausyiah Tuan Guru Yanor Kalua, kita sering melihat di televisi dan acara lain kini warga dapat bertatap muka,” ucap Gubernur Paman Birin yang disampaikan oleh Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalsel, Dr. Rahmaddin.

Dalam momentum itu, Paman Birin berterima kasih atas kehadiran para masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya. Sebagaimana dalam bersholawat, diharapkan agar dapat syafaatnya di akherat kelak.

Paman Birin juga menyanjung kehadiran seluruh jajaran SKPD Provinsi Kalimantan Selatan yang senantiasa mengisi tiap malam di bulan maulid ini.

“Mudah-mudahan, apa saja yang kita harapkan bersama dalam pertemuan pada malam ini di Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga, hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT dalam limpahan rahmatnya itu,” pungkasnya.

Pada malam ini diisi oleh tausyiah dari Tuan Guru Al Ustadz H. Muhammad Yanor atau yang akrab disapa Guru Yanor Kelua. Mengisahkan betapa dahsyatnya Maulid Nabi Muhammad akan mendapatkan syafaatnya.

Pada tausiyahnya itu, Guru Yanor mengajak semua jamaah yang hadir untuk dapat mengenal lebih dekat Nabi Muhammad SAW.

“Momentum Maulid untuk dapat mengenal Nabi Muhammad SAW lebih dekat. Semoga kehadiran bubuhan pian sebagaimana penyebab dari penghapusan dosa-dosa pian sebarataan. Dan malam ini, berkat shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW maka kita dapat berkumpul,” ungkap Guru Yanor Kalua.

Guru Yanor Kalua menceritakan kelahiran Nabi Muhammad SAW di Kota Makkah pada 12 Rabiulawal 571 Masehi. Tahun kelahiran sang nabi sering disebut sebagai Tahun Gajah.

Bahkan, Guru Yanor Kalua mengatakan bahwa dulu pun tidak ada lagi tahun Hijriah, sehingga perhitungan tanggal dan tahun berdasarkan peristiwa yang besar.

“Peristiwa yang besar saat penyerangan Ka’bah di Mekkah. 50 hari sebelum lahirnya Baginda Nabi Muhammad SAW, lantas saat itu disebut tahun gajah. Karena penyerangan itu dengan kaum gajah,” tutur Guru Yanor Kalua.

Kemudian, Guru Yanor Kalua mengisahkan kelahiran sang nabi pada tanggal 22 April maka sangat baik bagi siapa saja yang sama kelahirannya tersebut. Lalu, pendakwah kondang itu mengutip dari sebuah kitab bahwasanya siapa yang bergembira menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW maka akan dapat syafaatnya.

“Abu Jahal saja yang dinyatakan Allah lewat kitab Al-Quran bahwa akan masuk neraka pun dapat ampunan dosa, karena bergembira saat kelahiran keponakanya itu,” pungkasnya. [ad/adpim]

Bagikan ke

Banjarmasin

BPDP Gandeng TRIC Gelar Pelatihan Implementasi ISPO, Perkuat Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Published

on

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC) menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC) menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang berlangsung di Novotel Banjarmasin Airport pada 20-25 Juli 2026. Kegiatan yang didanai oleh BPDP dan diselenggarakan oleh TRIC selaku lembaga sertifikasi dan pelatihan terakreditasi ini diikuti oleh 57 peserta terdiri atas pekebun dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan pelaku usaha kelapa sawit dalam memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan pemerintah.

Pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan pendanaan program pengembangan sawit berkelanjutan yang dikelola BPDP, sekaligus respons atas kebutuhan mendesak pelaku industri sawit nasional untuk mempercepat sertifikasi ISPO seiring meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk sawit yang legal, transparan, dan tertelusur asal-usulnya.

Indonesia, sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan prinsip keberlanjutan lingkungan dan sosial. ISPO hadir sebagai instrumen kebijakan nasional yang mewajibkan pelaku usaha perkebunan kelapa sawit — baik perusahaan besar maupun pekebun swadaya — untuk memenuhi sejumlah prinsip dan kriteria, mulai dari legalitas lahan, praktik budi daya yang baik, pengelolaan lingkungan, hingga tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar.

Penerapan ISPO yang konsisten dinilai mampu memperkuat tata kelola perkebunan sawit nasional dalam beberapa aspek utama, yakni kepastian legalitas usaha, transparansi proses produksi, serta sistem ketertelusuran (traceability) dari kebun hingga ke rantai pasok hilir. Ketertelusuran ini menjadi semakin penting di tengah maraknya regulasi internasional yang mensyaratkan bukti asal-usul produk sawit bebas deforestasi dan bebas pelanggaran hak asasi manusia.

Selama pelatihan berlangsung, peserta dibekali sejumlah materi yang dirancang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan, di antaranya: pemenuhan regulasi ISPO, implementasi standar di lapangan, sistem ketertelusuran (traceability), penigkatan kapasitas pelaku usaha.
Materi disampaikan oleh tim auditor dan trainer berpengalaman dari TRIC melalui kombinasi pemaparan, diskusi interaktif, serta simulasi kasus, sehingga peserta tidak hanya memahami aspek regulasi, tetapi juga mampu menerapkannya secara praktis di lokasi usaha masing-masing.

Normansyah Hidayat Syahruddin, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), menekankan pentingnya penerapan ketelusuran (traceability) dalam rantai pasok kelapa sawit. “Ketelusuran menjadi aspek penting dalam memperkuat daya saing sawit Indonesia di pasar global dan mewujudkan rantai pasok yang berkelanjutan,” ujarnya.

Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Utama TRIC, Rendy Agung Firmansyah, S.Hut, MM, yang menyampaikan gambaran umum pelaksanaan pelatihan serta harapan terhadap peningkatan kapasitas pekebun swadaya peserta.
“Dari Kalimantan untuk Negeri: Menjaga Keberlanjutan Sawit, Mengubah ISPO Menjadi Investasi”.

Senada dengan hal tersebut, Lasiman, S.ST., M.P., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Barito Kuala, menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan ini sebagai upaya memperkuat kompetensi pekebun swadaya di wilayahnya.

“ISPO bukan sekadar sertifikasi, tetapi kunci daya saing dan keberlanjutan sawit Indonesia. Dengan mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh, pekebun dapat meningkatkan tata kelola, pemasaran, dan nilai tambah hasil sawit di masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, drh. Suparmi, M.S., Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, menambahkan bahwa perkebunan kelapa sawit rakyat menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah Kalimantan Selatan, sehingga penguatan kapasitas pekebun swadaya perlu terus didorong agar sejalan dengan kebijakan keberlanjutan yang ditetapkan pemerintah.

“Pembangunan kelapa sawit berkelanjutan dilakukan melalui peningkatan kapasitas pekebun, pemanfaatan pelatihan secara optimal, dan pengelolaan sawit serta limbahnya secara tepat. Upaya ini diharapkan dapat mendukung perolehan sertifikasi ISPO dan kemajuan industri sawit,” katanya.

Melalui pelatihan ini, BPDP dan TRIC berharap peserta dapat mengimplementasikan standar ISPO secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya sebagai pemenuhan syarat administratif menjelang audit sertifikasi. Konsistensi ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas perkebunan, kepatuhan terhadap regulasi nasional maupun internasional, serta terbukanya akses yang lebih luas ke pasar ekspor yang semakin selektif terhadap isu keberlanjutan.

Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kesadaran kolektif di kalangan pelaku usaha sawit — baik korporasi maupun pekebun swadaya — bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga keberlangsungan industri sawit nasional dalam jangka panjang.

Sebagai penutup, BPDP selaku pemilik program pengembangan SDM Perkebunan dan TRIC selaku penyelenggara, bersama seluruh narasumber dan peserta yang terlibat, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan implementasi ISPO di seluruh wilayah penghasil sawit di Indonesia. Sinergi antara lembaga pengelola dana perkebunan, lembaga sertifikasi, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci utama agar target sertifikasi ISPO dapat tercapai secara merata, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit berkelanjutan terkemuka di dunia. [ad/rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Kartu ATM Bank Kalsel Masa Berlaku Habis, Urus Perpanjangan Mudah dan Cepat

Published

on

Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Kalsel. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Mengetahui masa berlaku atau masa kadaluwarsa kartu ATM Bank Kalsel mereka. Alhasil, begitu masa berlakunya habis, kartu ATM pun tak bisa digunakan lagi.

Hal ini seperti yang dialami Hj Rina, nasabah setia Bank Kalsel. Beberapa kali Ia ingin mengambil uang tunai di ATM Bank Kalsel, selalu tidak bisa.

Ia baru sadar, begitu membaca keterangan masa kartu ATM anda sudah tidak berlaku lagi di layar ATM. Masih penasaran, Ia pun mencoba untuk mengambil uang tunai tanpa menggunakan kartu ATM alias melalui aplikasi mobile banking Bank Kalsel.

Lagi-lagi juga ditolak. Bahkan, saat melakukan registrasi melalui fasilitas mobil banking yang ada di handphone-nya, juga tidak bisa. Ia pun terpaksa harus ke kantor Bank Kalsel untuk mengurus hal tersebut.

“Begitu saya ke Customer Service (CS) di kantor Bank Kalsel, ternyata kartu ATM-nya sudah habis masa berlakunya, dan harus mengganti dengan kartu baru,” ungkapnya usai mendatangi CS Bank Kalsel.

Untuk urusan ini, Rina harus menunjukkan kartu ATM lama yang sudah expired dan buku tabungan Bank Kalsel, termasuk juga tentunya identitas diri alias Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Ternyata urusannya mudah, asal semua kelengkapan administrasi seperti buku tabungan, kartu ATM lama dan KTP lengkap. Juga tak menunggu lama, karyawan di CS langsung memberikan kartu ATM yang baru,” jelasnya.

Masa berlaku kartu ATM Bank Kalsel sendiri selama 5 tahun, misal sekarang di tahun 2023, baru expired pada tahun 2028 mendatang. “Dan yang pasti tak ada pungutan alias gratis. Jadi sangat mudah,” imbuhnya. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Syariah Bagi Hadiah, Nasabah Buka Rekening Tabungan Haji iB Ar-Rahman

Published

on

Bank Kalsel Syariah menghadirkan program promo special, sebagai bentuk syukur dan apresiasi pada momen Milad ke-22. (Foto/Iklan)

BANJARMASIN – Pada Milad ke 22 ini, Bank Kalsel Syariah melalui keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Minggu, membagikan hadiah menarik khusus bagi masyarakat yang ingin merencanakan ibadah ke Tanah Suci melalui pembukaan rekening Tabungan Haji iB Ar-Rahman.

Promo spesial ini ditujukan bagi nasabah yang melakukan pembukaan rekening Tabungan Haji iB Ar-Rahman selama periode 1 hingga 31 Agustus 2026.

Dalam syarat dan ketentuan program, Bank Kalsel Syariah menyebutkan bahwa hadiah spesial berupa voucher belanja senilai Rp50.000,- akan diberikan secara eksklusif kepada 22 nasabah pertama di setiap Kantor Cabang Syariah (KCS) dan Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS).

Untuk mendapatkan hadiah tersebut, nasabah hanya perlu melakukan pembukaan rekening dengan setoran awal lebih dari Rp220.000,- per orang.

Program ini berlaku merata dan dapat diakses di 13 jaringan kantor Bank Kalsel Syariah yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan, yaitu : KCS Banjarmasin, KCS Kandangan, KCPS Handil Bakti, KCPS Gatot Subroto, KCPS Banjarbaru QMall, dan KCPS Martapura.

Kemudian juga dapat di akses melalui, KCPS Pelaihari, KCPS Barabai, KCPS Amuntai, KCPS Paringin, KCPS Batulicin, KCPS Rantau dan KCPS Tanjung.

Manajemen Bank Kalsel menyampaikan, sagi masyarakat Kalimantan Selatan yang sudah berniat untuk menabung demi ibadah haji, momen Milad ke-22 Bank Kalsel Syariah ini menjadi kesempatan yang sangat tepat untuk segera memulai langkah awal yang berkah dengan bonus ekstra.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai detail produk Tabungan Haji iB Ar-Rahman, masyarakat dapat langsung mengunjungi Unit Kerja Bank Kalsel Syariah terdekat atau mengakses website resmi Bank Kalsel di tautan berikut: https://bankkalsel.co.id/syariah/produk/detail/tabungan-haji-ib-ar-rahman/89. Anda juga dapat menghubungi layanan pelanggan di 0800 1122 000.

Sebagai informasi, Bank Kalsel senantiasa memberikan rasa aman bagi Nasabahnya karena telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Hari Anak Nasional, Bank Kalsel Harapkan Menjadi Generasi Terbaik Bagi Masa Depan Indonesia

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Memperingati Hari Anak Nasional, Bank Kalsel menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anak Indonesia. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, bermimpi, dan berkembang menjadi generasi penerus bangsa.

Bank Kalsel berharap setiap anak mendapatkan kasih sayang, perlindungan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Anak-anak hari ini merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan Indonesia.

Melalui semangat Hari Anak Nasional, Bank Kalsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.Acara Liburan & Musiman

“Selamat Hari Anak Nasional. Mari terus hadir dengan penuh kasih agar anak-anak dapat tumbuh, bermimpi, dan menjadi generasi terbaik bagi masa depan Indonesia,” demikian pesan Bank Kalsel. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Hotel Banjarmasin Internasional Terapkan Konsep One Stop Service

Published

on

GM HBI Eri Sudarisman. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Hotel Berbintang seperti salah satunya Hotel Banjarmasin Internasional juga menerapkan konsep one stop service.

One stop service di hotel adalah konsep pelayanan lengkap di satu tempat, di mana tamu dapat menikmati berbagai fasilitas utama, kemudahan pemesanan, dan aneka hiburan tanpa harus keluar dari area hotel.

Ini sangat menyenangkan dan membuat tamu hotel semakin mudah dalam kegiatannya, karena konsep layanan yang diberikan dalam pelayanan berdasarkan one stop service itu menyangkut fasilitas, kemudahan akses dan integrasi area. Lebih rincinya sebagai berikut :

Fasilitas Lengkap: Menyediakan kamar, restoran, ruang rapat, kolam renang, pusat kebugaran, hingga spa dalam satu area.

Kemudahan Akses: Tamu dapat mengurus berbagai kebutuhan, seperti reservasi tur, sewa kendaraan, atau pembelian tiket langsung dari staf hotel.

Integrasi Area: Beberapa hotel bahkan terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan atau area rekreasi.

GM HBI Eri Sudarisman mengatakan, di lantai empat Boec , yang gedungnya berada di belakang hotel, sering digunakan setiap pekan untuk resepsi perkawinan, pertemuan maupun kegiatan Dinas, Instansi hingga Perusahaan.

“Lantai IV setiap minggu ada acara perkawinan dan acara-acara Pemerintah. Perusahaan. Fokus lantai IV. Banyak peminat. Tapi karena ada pengetatan (maksudnya pengetatan anggaran Pemerintah), jadinya agak berdampak,” ungkap Eri, (26/7/2026).

Untuk Boec yang memiliki fasilitas Hiburan Malam ini, akan direnovasi pada saat bulan Ramadhan, karena selama bulan Ramadhan THM tidak diperbolehkan beroperasi. Sehingga kesempatan ini digunakan untuk merenovasi fasilitas hiburan malam tersebut. [ad/sb]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

UPZ Bank Kalsel Salurkan Dana Rp 3 Milyar Lebih Kepada 20.082 Penerima Manfaat 

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Alhamdulillah, sepanjang periode 1 Januari-30 Juni 2026, UPZ Bank Kalsel telah menyalurkan dana sebesar Rp3.897.125.887,- kepada 20.082 penerima manfaat melalui lima bidang program, yaitu kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, serta dakwah dan advokasi.

Setiap angka dalam laporan ini bukan sekadar data, tetapi menggambarkan kehidupan yang disentuh, kesulitan
yang diringankan, dan harapan yang kembali
ditumbuhkan.

Capaian ini terwujud berkat kepercayaan para muzaki khususnya Karyawan/ti Bank Kalsel, munfik, dan donatur yang telah menitipkan zakat, infak, serta sedekahnya
melalui UPZ Bank Kalsel.

Dari satu amanah yang ditunaikan, lahir ribuan manfaat. Dari satu kepedulian yang diberikan, tumbuh harapan bagi mereka yang membutuhkan.

“Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kebaikan ini. Semoga setiap rupiah yang ditunaikan menjadi keberkahan bagi pemberi, kekuatan bagi penerima, dan manfaat yang terus mengalir untuk Banua,” ungkap UPZ Bank Kalsel

Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang dinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv]

Rekening Zakat, Infak dan Sedekah:

Bank Kalsel Syariah:
6500844928 (Zakat)
6500846214 (Infak dan sedekah)
A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel
Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel: 0811505153

#UPZBankKalsel #bankkalsel #bankkalselsyariah
#Baznas #Baznaskalsel lebih sedikit

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Hj Fathul Jannah Muhidin Ketua TP PKK Kalsel Ajak Lestarikan Kebaya dan Sasirangan 

Published

on

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah Muhidin. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Balutan kebaya biru tua yang anggun berpadu harmonis dengan kain sasirangan khas Kalimantan Selatan bertabur rangkaian payet, menjadi penampilan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah Muhidin, saat hadiri Seminar Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 di Hotel Roditha, Banjarmasin, Selasa (21/7) pagi.

Bukan sekadar pilihan berbusana, perpaduan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia dengan sasirangan sebagai warisan budaya Banua yang dikenakan Hj Fathul Jannah Muhidin, juga menjadi simbol kecintaan terhadap budaya dan mencerminkan semangat menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Seminar yang diselenggarakan melalui kolaborasi TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan itu dihadiri peserta dari berbagai organisasi perempuan se-Kalimantan Selatan, di antaranya Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), Dharma Wanita Persatuan hingga peserta dari TP PKK kabupaten/kota se-Kalsel.

Dalam sambutannya, Hj Fathul Jannah Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan seminar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli ini.

Menurut Hj Fathul Jannah Muhidin, yang juga merupakan Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel ini, Hari Kebaya Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa yang sarat akan nilai sejarah, karakter, dan jati diri perempuan Indonesia.

“Hari Kebaya Nasional menjadi momentum bagi kita untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa. Kebaya bukan hanya busana, tetapi juga simbol keanggunan, kesopanan, ketangguhan, dan jati diri perempuan Indonesia yang harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujar Hj Fathul Jannah.

Ketua TP PKK Provinsi Kalsel kemudian menjelaskan, penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2023 menjadi bentuk penghargaan negara terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Terlebih, pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO semakin memperkuat tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikannya.

Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, lanjut Hj Fathul Jannah Muhidin, kebaya memiliki nilai yang semakin istimewa ketika dipadukan dengan kain sasirangan sebagai wastra khas Banua. Perpaduan keduanya tidak hanya menghadirkan keindahan dalam berbusana, tetapi juga menjadi representasi identitas daerah yang tetap berpijak pada budaya nasional.

“Di Kalimantan Selatan, kebaya dapat dipadukan dengan kain sasirangan sebagai ciri khas daerah. Perpaduan ini tidak hanya melestarikan budaya kita, tetapi juga memperkuat identitas Kalimantan Selatan di tengah dinamika perkembangan zaman,” tutur Hj Fathul Jannah Muhidin.

Melalui seminar ini, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel berharap, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah, makna, ragam kebaya, serta berbagai upaya pelestariannya sehingga tetap relevan digunakan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang dikandungnya.

Hj Fathul Jannah Muhidin juga berharap, pelestarian kebaya tidak hanya berdampak pada aspek budaya, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang fesyen dan kriya berbasis budaya lokal.

Karena itu, TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dekranasda terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, promosi, dan pemberdayaan agar para perajin mampu berkembang serta memiliki daya saing yang semakin kuat.

“Kami berharap momentum Hari Kebaya Nasional ini dapat menginspirasi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin bangga mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan. Dengan demikian, kebaya tidak hanya menjadi warisan yang dikenang, tetapi juga budaya yang terus hidup dan berkembang bersama masyarakat,” ucap Hj Fathul Jannah Muhidin.

Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar tentang kebaya, dengan narasumber Hj Kathrin Ambarsari, yang memang telah dikenal di Banua Kalimantan Selatan sebagai seorang fashion designer dan pengamat mode.

Sebelum ditutup dengan foto bersama, kegiatan yang menyatukan puluhan wanita dari seluruh daerah di Provinsi Kalimantan Selatan ini juga diisi dengan fashion show, oleh masing-masing perwakilan organisasi wanita yang berhadir, yang kemudian ditutup dengan penampilan Ketua TP PKK yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah Muhidin, yang tampil anggun dengan kebaya biru tua dan kain sasirangannya.

Ditemui usai acara, Hj Fathul Jannah Muhidin kembali menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya seminar yang memperingati Hari Kebaya Nasional ke-3 tahun 2026 ini.

“Mudah-mudahan ke depannya melalui momentum seperti ini, dapat mendorong UMKM dan pengrajin kita, khususnya di bidang fesyen, dalam hal ini kebaya dan juga tentunya wastra khas Banua kita, kain sasirangan,” harap Hj Fathul Jannah Muhidin.

“Dan dengan diadakannya seminar kebaya pada hari ini, semoga dapat menjadi sarana edukasi dan meningkatkan kesadaran generasi muda dan juga masyarakat kita untuk melestarikan dan lebih mencintai kebaya dan juga kain sasirangan khususnya, untuk kita di Kalimantan Selatan,” tutup Hj Fathul Jannah Muhidin. [Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer