Kalbar
Terpilih Kembali Sebagai Ketua DPD TBBR Kab Sambas Periode 2024-2029, Ketua TBBR Sambas Komitmen Jaga Kamtibmas Jelang Pilkada 2024
SAMBAS, Suaraborneo.com – Musyawarah daerah organisasi masyarakat Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Sambas memutuskan Amandus sebagai Ketua DPD TBBR Sambas periode 2024-2029, Amandus terpilih berdasarkan kesepakatan dan musyawarah daerah yang digelar di Sektertariat DPP TBBR, Rabu (11 September 2024)
Amandus Saat di temui usai terpilih kembali sebagai Ketua DPD TBBR Sambas periode 2024-2029 mengatakan jika dirinya mendukung penuh program pemerintah daerah terutama dari segi kamtibmas, terlebih menjelang masa Pemilihan Kepala Saerah (Pilkada) serentak tahun 2024.
“Ya saya sebelumnya berterimakasih atas terpilinya saya sebagai ketua DPD TBBR Sambas, terutama berterimkasih kepada Pimpinan tertinggi Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng Pangalangok Jilah dan ucapan terimkasih kepada pengurus DPP TBBR, serta seluruh pengurus DPD dan DPR serta stekholder yang telah mendunkung, sampainya.
“Dan sebagai komitmen, kami mendukung program pemerintah daerah, terutama menjaga kamtibmas yang mana tahun ini sebagai tahun pemilu, dan berharap pemilu berjalan damai terutama di kabupaten sambas,” ujarnya.
Selain itu Amandus Berharap kehadiran Organisasi Masyaraaka TBBR di Kabupaten Sambas diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan kemajuan masyarakat Sambas.
“Dengan hadirnya TBBR di Kabupaten Sambas Kami berharap Dapat bersinergi dan membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan Kemajuan masyarakat Sambas,” tutupnya. (Tio)
Bagikan keBengkayang
DPC HUKATAN KSBSI Bengkayang Salurkan Sembako untuk Warga
BENGKAYANG, suaraborneo.com – Upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput terus digalakkan. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HUKATAN KSBSI Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian di bawah naungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu dan lansia, Jumat (13/03).
Ketua DPC F HUKATAN Bengkayang, Reza Satriadi, turun langsung memimpin penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan merasa aman di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Memperkuat Ketahanan SosialSosial, Reza menjelaskan kehadiran serikat buruh di tengah masyarakat bertujuan untuk menciptakan harmoni.
Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, potensi gesekan sosial akibat himpitan ekonomi dapat diredam.
”Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami membawa dampak positif bagi stabilitas lokal. Saat beban ekonomi warga diringankan, maka kondusivitas wilayah akan terjaga. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Bengkayang tetap aman dan terkendali,” ujar Reza.
Untuk menjaga ketertiban dan memastikan bantuan tepat sasaran, Pengurus DPC F HUKATAN menggunakan metode door-to-door. Strategi ini dinilai lebih efektif dalam menjaga keamanan lingkungan tanpa menimbulkan kerumunan yang berisiko.
Aksi ini mendapat apresiasi positif dari warga. Bantuan ini dianggap sebagai “bantalan” ekonomi yang sangat dibutuhkan saat ini. Reza berharap kegiatan ini menjadi pemantik bagi elemen masyarakat lainnya untuk saling bahu-membahu dalam menjaga keamanan dan ketahanan pangan di Kabupaten Bengkayang.
”Jika kebutuhan pokok terjaga dan komunikasi terjalin baik, maka stabilitas daerah akan kuat. Semoga ini menjadi berkah bagi organisasi dan seluruh masyarakat Bengkayang,” pungkasnya.(Robin)
Bagikan keKalbar
Dituduh Gurita PETI dan BBM, H.Awang : itu Keliru dan Cemarkan Nama Baik Saya
MELAWI, SuaraBorneo.com – Seorang Warga Dusun Tanjung, Desa Ella , Kecamatan Ella Hilir,Kabupaten Melawi H. Awang Angkat Bicara Terkait Tudingan yang ia Alami Lewat Salah Satu Lewat Media Online.
Tudingan itu di nilai mencoreng Nama Baiknya dan Keluarganya sehingga patut di laporkan ke Pihak berwajib.
Menurut Awang, Pemberitaan yang tidak Mendasar dapat menyebabkan Rapuhnya Kredibilitas PERS.
“Saya ini baru Pindah ke Wilayah Kecamatan Ella Hilir. Sebelumnya Saya berada di Natai Suri, tapi di tuduh Dengan Narasi yang tidak Jelas,” ungkap H. Awang Rabu, (18/2/2026)
Awang Menyebut, Media Tersebut tidak Pernah Klarifikasi Maupun konfirmasi kepadanya dirinya sehingga apa yang di beritakan dapat berdampak kepada Situasi Kamtibmas yang tidak Kondusif.
“Itu berdasarkan katanya, Bukan Faktanya di lapangan seolah olah di buat dengan Narasi yang dapat Merusak. baik menyebut APH, hingga Kepala Daerah Setempat. Hati hati dalam Membuat Narasi,” tegas Awang
Selain itu, Usaha yang ia jalani hanya Toko Sembako dan Alat bahan Bangunan Untuk Kebutuhan Masyarakat di daerah Pedalaman. Mengingat kebutuhan akan Sembako dan Kebutuhan lainnya di Daerah Pedalaman Sangat di Perlukan
“toko sembako itu banyak, bukan saya, tetapi ini kan Untuk Kebutuhan Masyarakat, dan Memperpendek Rentang jarak ketika Masyarakat Mau berbelanja,” ujarnya
Awang Juga Mempertanyakan Kualitas seorang Media Tersebut Jangan Sampai Menggiring Opini Tanpa Berdasarkan Fakta.
“Jangankan permisi, Ketemu Saja Tidak Pernah terhadap yang Bersangkutan. Kita Sebagai Warga biasa Perlu Kesadaran jangan Sampai Mencemarkan Nama Baik Orang dengan tuduhan yang tidak jelas,” ucap Awang
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Ella Hilir, Rido, turut memberikan tanggapannya. Berdasarkan pengamatannya, aktivitas Awang sehari-hari hanya sebatas menjalankan usaha sembako dan material bangunan.
“Setahu saya, beliau hanya berjualan sembako dan bahan bangunan. Soal usaha PETI dan BBM seperti yang diberitakan, saya tidak pernah melihatnya. Kalau ada informasi seperti itu di masyarakat, kemungkinan itu informasi yang digiring sepihak, dan Soal foto Motor Klotok yang Beredar Luas dalam Pemberitaan itu saya tegaskan bukan Milik Awang, karena kami Asli Warga Sini,” ujarnya
Ridho berharap Khususnya di Kecamatan Ella Hilir semua pihak dapat Menjaga situasi keamanan dan Ketertiban Masyarakat Secara Bersama-Sama Sehingga Terciptanya Suasana Yang Kondusif. (*)
Bagikan keBengkayang
Mahasiswa AKMEN-BS Bengkayang Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Rumah Hanna
BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Manajemen Bumi Sebalo (AKMEN-BS) Bengkayang melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Rumah Hanna, Jalan Sulenco No.114, Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Senin (3/11).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB ini diikuti oleh pengurus dan anggota BEM AKMEN-BS Bengkayang sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekitar, khususnya anak-anak di panti asuhan.
Sekretaris BEM AKMEN-BS Bengkayang, Arwanda Ericson, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial dan rasa syukur mahasiswa terhadap sesama.
“Kami datang dengan penuh suka cita untuk berbagi berkat melalui pemberian paket sembako kepada Panti Asuhan Rumah Hanna. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari para pengurus serta anak-anak di panti,” ujarnya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Arwanda Ericson kepada Pembina Panti Asuhan Rumah Hanna, Ika, yang mewakili seluruh pengurus dan anak-anak asuhan.
Menurut Arwanda, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan akademik.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya di panti asuhan, tetapi juga di tempat-tempat lain yang membutuhkan uluran tangan,” tambahnya.
Ika menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan mahasiswa AKMEN-BS Bengkayang.
Ia menilai kegiatan seperti ini bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi anak-anak yang tinggal di panti.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah datang dan berbagi. Bantuan ini tentu sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan harian anak-anak,” ucapnya.
Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako, terdiri atas beras, minyak goreng, telur, makanan cepat saji, dan berbagai jenis makanan ringan (snack). Seluruh paket dikumpulkan dari hasil donasi mahasiswa dan kegiatan penggalangan internal kampus.
Kegiatan berlangsung kondusif hingga pukul 16.00 WIB dan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama antara mahasiswa dan anak-anak Panti Asuhan Rumah Hanna Bengkayang. (Robin)
Bagikan keDaerah
Dihari ke Lima Pencarian, Dua ABK KM Mina Maritim 148 Ditemukan Tidak Bernyawa
TALISAYAN, SuaraBorneo.com – Tim SAR Gabungan berangkat dari dermaga pelabuhan Talisayan menuju titik TKP diduga dimana korban tenggelam.
Setelah sampai di titik para korban tenggelam langsung dilakukan pembagian tugas dimana untuk Tim Basarnas pusat akan melakukan penyelaman ditempat korban tenggelam sedangkan untuk tim SAR yg lain melakukan penyisiran pencarian diseputaran laut Talisayan Kabupaten Berau pada Hari Rabu 29 Oktober 2025 pukul 08.30 wita.
Adapun Tim SAR yang terlibat dalam pencarian Yaitu :
1. Sat Polairud Polres Berau
2. Dit Polairud Polda Kaltim.
3.Basarnas pusat
4. Basarnas Balikpapan.
5. Basarnas Kab. Berau
6. Bpbd kab. Berau
7. Dan pos AL
8. .Polsek Talisayan
9. Koramil Talisayan
10. Relawan Masyarakat Nelayan pesisir Talisayan.
Sedangkan alat transportasi yg di gunakan yaitu :
– unit speed RIB milik barsanas
– 1 unit kapal piber Mina Maritim 147
– 1 unut kapal piber inkamina 200
– 3 unit kapal piber KM Nelayan 12 GT 2 unit dan 1 unit 6 GT
– kapal kayu Nelayan sebanyak 12 unit
Untuk cuaca dilaut perairan Talisayan dalam keadaan cerah sedangkan ombak sedang kurang lebih 0,50 meter
Pada pukul 19.30.. wita salah satu korban tenggelam ditemukan mengapung di seputaran dimana titik kapal KM Mina Maritin148 tenggelam Atas Nama Kaharuddin.
Adapun korban setelah sampai di Dermaga Talisayan kemudian korban langsung dibawa kerumah sakit umum Pratama Talisayan untuk dilakukan lakukan visum.
adapun korban yang sudah ditemukan sampai hari ke 5 adalah yaitu :
01. Nama : Kaharuddin.
Umur : 47 Tahun.
Suku : Mandar.
02. Nama : Basri.
Umur : 56 Tahun
Suku : Mandar
Sedangkan korban yang belum Di temukan masih dalam pencarian seputara Laut Talisayan Kabupaten Berau yaitu :
1. Irwan
2. Rizal
3. saharuddin
4. Sumailah
Untuk Tim SAR gabungan bersama sama dengan para Nelayan dan para relawan hingga sampai saat ini masih melakukan pencarian korban yg masih belum di temukan sampai batas waktu yg sudah di tentukan yaitu pukul 17.00 wita. (junar)
Bagikan keBengkayang
SMPN 3 Sungai Betung Pastikan Pelaksanaan Program Revitalisasi Sesuai Prosedur dan Prioritas Utama K3
BENGKAYANG, suaraborneo.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Sungai Betung salah satu sekolah di Kabupaten Bengkayang menerima bantuan untuk revitalisasi sekolah sebesar 2,1 miliar rupiah dari Anggaran Perbelanjaan Negara (APBN) tahun 2025.atau program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat SMP Direktorat Jendral Paud Dasmen Kementerian Dasar dan Menengah.
Berdasarkan plang Anggaran yang tertera di lokasi sekolah Waktu pelaksanaan program Revitalisasi tersebut 120 hari kerja kalender.
Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SMP 3 Sungai Betung, Afat menegaskan bahwa semua pekerjaan revitalisasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Kami memastikan setiap langkah dalam proses revitalisasi ini mengikuti standar yang telah ditetapkan. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menjadi prioritas utama,” ungkap ,Afat Kepsek SMP Negeri 3 Sungai Betung.
Ia menjelaskan Proses pembangunan masih dalam tahap proses terus dilakukan hingga bangunan sekolah terbangun dengan sempurna, meskipun tantangan dan hambatan mungkin muncul, “Wajar saja jika pada saat proses pembangunan belum selesai, pasti ada yang kurang. Namun, kami berkomitmen untuk merapikan setiap kekurangan hingga selesai sesuai standar,” Jelasnya.
Dalam revitalisasi sekolah Menengah Perama (SMPN 3) tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memastikan bahwa semua materi yang digunakan memenuhi standar kualitas yang tinggi. Material seperti kusen dan pintu yang dibeli dari pihak toko bangunan akan diperiksa secara seksama. “Jika kami menemukan bahwa material tersebut tidak layak, kami akan melakukan retur untuk memastikan hanya yang terbaik digunakan dalam pembangunan,” katanya.
Lanjut Afat, item dalam pembangunan program revitalisasi meliputi ruang Administrasi, ruang LAB komputer, ruang kelas, UKS, Rumah Dinas, dan WC.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Sungai Betung ,Afat juga menjelaskan Dalam penggunaan K3, para pekerja diharuskan menggunakan alat pelindung diri (APD) selama bekerja.
“Namun, saat istirahat, mereka tidak diwajibkan untuk mengenakannya,” tambah Afat menekankan pentingnya keselamatan tanpa mengabaikan kenyamanan.
Dengan adanya bantuan ini,kepala Sekolah SMPN 3 Sungai Betung berharap dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik dan mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif.
Berdasarkan Data Program Revitalisasi tahun 2025 di kabupaten Bengkayang sebanyak 12 Sekolah SMPN, yaitu : Untuk Sekolah SK2,
1.SMPN 1 Sungai Raya
2.SMPN 2 Capkala
3.SMPN 5 Teriak
4.SMPN 3 Teriak
5.SMPN 5 Ledo
6.SMPN 3 Sungai Betung
7.SMPN 01 Jagoi Babang
8.SMPN 03 Tujuh Belas
Untuk Sekolah SK5
1.SMPN 5 Sungai Raya Kepulauan
2.SMPN 3 Siding
3.SMPN 2 Sanggau Ledo
4.SMPN 1 Ledo
(Rbn)
Bagikan keBengkayang
Bupati Darwis Serahkan 57 SK PPPK Paruh Waktu
BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Sebanyak 57 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu resmi menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, Selasa (21/10/2025).
Bupati Bengkayang mengatakan, pengangkatan PPPK paruh waktu ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025.
“Formasi PPPK paruh waktu ini memberikan peluang kerja yang legal, terstruktur, dan memiliki perlindungan hukum,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini sekaligus menjadi solusi agar tidak ada lagi celah bagi pegawai non-ASN yang bekerja di luar ketentuan hukum. Dengan sistem perjanjian kerja tahunan, pegawai paruh waktu dapat diusulkan menjadi PPPK penuh waktu tanpa harus melalui seleksi ulang, selama memiliki kinerja baik dan kondisi anggaran memadai.
Sebastianus menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bengkayang telah mengusulkan 1.170 formasi dalam proses penataan tenaga non-ASN. Dari jumlah itu, 57 orang yang telah mengikuti seleksi PPPK formasi tahun 2024 namun belum terakomodasi, kini diangkat sebagai PPPK paruh waktu. Mereka terdiri atas 29 tenaga teknis dan 28 jabatan fungsional guru.
“Ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kepastian status bagi tenaga non-ASN yang telah lama mengabdi. Dengan SK ini, mereka resmi menjadi bagian dari aparatur sipil negara,” kata Bupati.
Ia menegaskan, PPPK paruh waktu bukan tenaga honorer ataupun pegawai kontrak biasa. Mereka adalah ASN dengan hak dan kewajiban yang diatur undang-undang. Karena itu, profesionalisme dan tanggung jawab kerja harus setara dengan ASN lainnya.
“Status boleh paruh, tapi semangat pengabdian harus penuh,” tegas Sebastianus. Ia berharap para PPPK yang baru dilantik dapat menjadi bagian dari birokrasi yang adaptif, efisien, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah agar tidak lagi mengangkat tenaga non-ASN baru di luar ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini, kata dia, sejalan dengan larangan yang diatur dalam Pasal 65 Undang-Undang ASN.
“Bagi perangkat daerah yang masih mempekerjakan non-ASN secara sengaja, harus segera menertibkan dan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, atas nama Pemerintah Daerah, Bupati Bengkayang juga menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi tingginya kepada Kanreg V BKN yang sudah memberikan fasilitasi serta pendampingan penuh kepada Pemkab Bengkayang mulai dari penyusunan perencanaan kebutuhan, pelaksanaan seleksi kompetensi sampai penerbitan NIP.
Bupati Darwis juga meminta seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk bekerja dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat pelayanan publik.
Bupati menekankan bahwa PPPK paruh waktu tetap bagian dari aparatur sipil negara (ASN) dengan tanggung jawab profesional.
“Status saudara-saudari sebagai PPPK paruh waktu bukanlah tenaga honorer, bukan pula pegawai kontrak biasa. Kalian bagian dari ASN yang memiliki hak dan kewajiban yang dilindungi oleh negara,” ujar Sebastianus.
Ia mengingatkan, meski bekerja dengan sistem paruh waktu, para pegawai harus menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab setara dengan ASN penuh waktu. Pemerintah daerah, katanya, membutuhkan aparatur yang bermental pejuang, bukan sekadar pelaksana perintah.
“Jangan ada lagi yang bekerja dengan mental kuli bekerja hanya karena disuruh tanpa inisiatif. Pemerintah butuh pegawai dengan integritas dan semangat pelayanan,” katanya.
Sebastianus juga meminta seluruh PPPK paruh waktu menjaga loyalitas, disiplin, dan komitmen terhadap nilai-nilai ASN yang berlandaskan “BerAKHLAK”, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
“Nilai-nilai ini harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan dan keputusan kerja,” ujarnya.
Menurutnya, perjanjian kerja yang ditandatangani bersifat mengikat dan akan dievaluasi secara berkala. Jika tidak memenuhi target kinerja, bisa saja diberhentikan sewaktu-waktu. Namun tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan.
Selain menyoroti etos kerja ASN, Sebastianus juga mengajak para PPPK untuk menjadikan jabatan ini sebagai batu loncatan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
“Jadikan kesempatan ini sebagai ruang tumbuh, bukan titik nyaman. Tunjukkan bahwa PPPK paruh waktu juga bisa berprestasi,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah mengharapkan kontribusi nyata para PPPK dalam memperkuat pelayanan publik dan mendukung visi pembangunan Bengkayang yang lebih maju dan mandiri.
“Kinerja saudara-saudari akan menjadi wajah birokrasi di mata masyarakat,” ujarnya.
“Selamat bertugas dengan semangat, kejujuran, dan dedikasi. Mari kita bersama membangun Bengkayang yang lebih baik dan memberikan warisan terbaik bagi generasi penerus,” sambungnya lagi. (Robin)
Bagikan keBengkayang
TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Rumah Korban Kebakaran di Desa Gerantung
BENGKAYANG, suaraborneo.com – Personil Koramil 05 Samalantan Wilayah Kodim 1209 Bengkayang Babinsa Gerantung dari Koramil mengadakan kegiatan peletakan batu pertama dan bedah rumah untuk masyarakat yang menjadi korban kebakaran di Dusun Pakucing , Desa Gerantung, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang.23 September 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Monterado, Elisabet Rafika, Sekretaris Camat Kusnan, serta Kepala Desa Gerantung Erlan. Selain itu, anggota Babinsa seperti Sertu Sugianto, Sertu Iswandi, dan Serda Dirus juga turut berpartisipasi, bersama dengan Bapak RT dan masyarakat setempat.
Pembagunan secara swadaya pembangunan rumah ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah kebakaran agar dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga berupaya untuk memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi para korban.
Berbagai tujuan dari program ini antara lain penyediaan hunian yang layak, meringankan beban finansial, serta membantu pemulihan psikologis. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong solidaritas dan gotong royong di antara masyarakat, serta mencegah timbulnya permukiman kumuh.
Sertu Sugianto, salah satu anggota Babinsa dari Koramil 05/Samalatan, memberikan paparan mengenai aksi sosial bangun rumah yang dilaksanakan di Desa Gerantung. Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami musibah.
“Pembangunan kembali rumah milik Warga Atas nama Ibu Jamilah seorang Janda ini bukan hanya sekadar memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga merupakan upaya untuk membangun kembali harapan dan kehidupan para korban . Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga yang terdampak dapat segera kembali ke rumah yang layak dan aman,” ujarnya.
Sertu Sugianto juga menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat, masyarakat, dan anggota Babinsa. “Solidaritas dan gotong royong menjadi kunci dalam setiap langkah yang kita ambil. Dengan bersatu, kita bisa meringankan beban satu sama lain dan membangun komunitas yang lebih kuat,” jelasnya.
Ia berharap, melalui aksi sosial ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga merasakan dukungan dan kepedulian dari lingkungan sekitar. “Kami ingin menanamkan semangat kebersamaan dan saling membantu dalam setiap tindakan kita,” tutup Sertu Sugianto.
Sementara itu, Camat Monterado, Elisabet Rafika, mengungkapkan harapannya agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik.
“Di tengah upaya pemulihan pasca musibah kebakaran ini, saya mengimbau seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat-alat listrik. Pastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi baik dan aman. Mari kita jaga keselamatan bersama agar tragedi serupa tidak terulang.”
Imbauan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan listrik demi mencegah terjadinya musibah di masa mendatang.
Jamilah, salah satu korban kebakaran, berbagi pengalamannya mengenai musibah yang menimpa keluarganya. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh konsleting listrik yang terjadi secara tiba-tiba.
“Semua terjadi begitu cepat. Kami tidak menyangka bahwa konsleting listrik bisa menyebabkan kebakaran hingga menghanguskan rumah kami. Kami hanya bisa berdoa karena ada perhatian dari berbagai pihak,” ungkap Jamilah.
Meski dalam keadaan sulit, Jamilah merasa bersyukur atas dukungan yang diterima dari berbagai pihak. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah, TNI, dan masyarakat yang telah membantu dalam proses bedah rumah.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, terutama kepada TNI yang telah hadir di tengah-tengah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan memberikan harapan baru untuk memulai hidup kembali. Terima kasih juga kepada tetangga dan warga desa yang telah membantu kami. Kami tidak akan melupakan kebaikan ini,” ujarnya.
Kisah Jamilah mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas yang tumbuh di tengah masyarakat, serta pentingnya kesadaran akan keselamatan listrik untuk mencegah terjadinya musibah serupa di masa depan.
Aksi sosial ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk berkontribusi dalam membantu sesama, terutama di saat-saat sulit. (Robin)
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

