Kalbar
Terpilih Kembali Sebagai Ketua DPD TBBR Kab Sambas Periode 2024-2029, Ketua TBBR Sambas Komitmen Jaga Kamtibmas Jelang Pilkada 2024
SAMBAS, Suaraborneo.com – Musyawarah daerah organisasi masyarakat Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Kabupaten Sambas memutuskan Amandus sebagai Ketua DPD TBBR Sambas periode 2024-2029, Amandus terpilih berdasarkan kesepakatan dan musyawarah daerah yang digelar di Sektertariat DPP TBBR, Rabu (11 September 2024)
Amandus Saat di temui usai terpilih kembali sebagai Ketua DPD TBBR Sambas periode 2024-2029 mengatakan jika dirinya mendukung penuh program pemerintah daerah terutama dari segi kamtibmas, terlebih menjelang masa Pemilihan Kepala Saerah (Pilkada) serentak tahun 2024.
“Ya saya sebelumnya berterimakasih atas terpilinya saya sebagai ketua DPD TBBR Sambas, terutama berterimkasih kepada Pimpinan tertinggi Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng Pangalangok Jilah dan ucapan terimkasih kepada pengurus DPP TBBR, serta seluruh pengurus DPD dan DPR serta stekholder yang telah mendunkung, sampainya.
“Dan sebagai komitmen, kami mendukung program pemerintah daerah, terutama menjaga kamtibmas yang mana tahun ini sebagai tahun pemilu, dan berharap pemilu berjalan damai terutama di kabupaten sambas,” ujarnya.
Selain itu Amandus Berharap kehadiran Organisasi Masyaraaka TBBR di Kabupaten Sambas diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan kemajuan masyarakat Sambas.
“Dengan hadirnya TBBR di Kabupaten Sambas Kami berharap Dapat bersinergi dan membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan Kemajuan masyarakat Sambas,” tutupnya. (Tio)
Bagikan keBengkayang
Akademisi Minta Transparansi dan Kajian Ekologis Rencana PLTN Bengkayang
BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kabupaten Bengkayang terus memicu diskusi hangat di ruang publik. Kritik dan masukan kini datang dari kalangan akademisi Institut Shanti Buana (ISB) yang menyoroti pentingnya kajian mendalam dan transparansi sebelum proyek strategis tersebut direalisasikan.
Rektor ISB Bengkayang, Marianus Dinata Alnija, menegaskan bahwa proyek sebesar PLTN tidak boleh hanya menjadi agenda formalitas pemerintah. Ia mendorong keterlibatan pihak independen dan tokoh masyarakat untuk membedah potensi risiko, terutama terkait dampak ekologis dan kesiapan sumber daya manusia.
“Rencana proyek pembangunan sebuah PLTN harus melalui kajian mendalam menyangkut kebutuhan serta penggunaannya secara menyeluruh. Hasil kajian tersebut wajib dibuka secara transparan kepada publik dengan melibatkan tokoh independen hingga tokoh masyarakat,” tegas Marianus.
Selain aspek lingkungan, Marianus menyoroti potensi konflik sosial yang mungkin muncul jika persoalan lahan tidak diselesaikan sejak dini. Menurutnya, kepastian status lahan masyarakat adalah kunci agar proyek ini tidak menyisakan masalah hukum atau sosial di kemudian hari.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa secara infrastruktur, pasokan listrik di Bengkayang saat ini sebenarnya sudah mumpuni. Ia menyarankan agar pemerintah lebih melirik potensi energi terbarukan yang melimpah di daerah setempat daripada memaksakan penggunaan nuklir yang dinilai belum mendesak.
“Bengkayang memiliki julukan daerah ‘Seribu Riam’ yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber energi terbarukan, tanpa harus bergantung pada PLTN yang kami nilai belum mendesak,” tambahnya.
Pihak akademisi berharap pemerintah benar-benar mempertimbangkan kelayakan jangka panjang bagi ekosistem dan masyarakat Bengkayang, agar pembangunan yang dilakukan selaras dengan kelestarian alam setempat. (Robin)
Bagikan keBengkayang
Gereja Punya Peran Aktif Jaga Kamtibmas di Bengkayang Perbatasan RI-Malaysia
BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Peran gereja dinilai strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, melalui penguatan nilai moral, sosial, dan budaya di tengah masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam rencana kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Tantangan dan Peluang Gereja Masa Kini dalam Menyikapi Dinamika Situasi Kamtibmas di Wilayah Kabupaten Bengkayang” yang akan melibatkan lintas sektor.
Pembicara dalam kegiatan tersebut, Pendeta Maikel Roki Mawuntu, menegaskan gereja memiliki peran penting sebagai garda moral dalam menghadapi berbagai dinamika sosial, termasuk tantangan keamanan di kawasan perbatasan.
“Gereja pada prinsipnya selalu berada di garis depan dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian kepada umat, agar masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh situasi yang dapat mengganggu stabilitas,” ujarnya di Bengkayang, Senin (30/3).
Ia mengatakan, keberadaan Kabupaten Bengkayang sebagai daerah perbatasan menuntut adanya sinergi yang kuat antara seluruh elemen, termasuk gereja, dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut dia, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membina kehidupan masyarakat yang harmonis, serta memperkuat ketahanan sosial di tengah berbagai pengaruh lintas negara.
“Kondisi perbatasan memiliki tantangan tersendiri, baik dari sisi sosial, budaya, maupun keamanan. Di sinilah gereja hadir untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan menjaga kondusivitas daerah,” katanya.
FGD tersebut direncanakan menjadi wadah strategis untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi gereja dalam mendukung terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif.
Melalui forum itu, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara gereja, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas wilayah.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan secara bersama dalam menjaga keamanan, khususnya di wilayah perbatasan.
“Harapannya, FGD ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi mampu melahirkan langkah nyata yang berdampak langsung bagi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Bengkayang,” ujarnya.
Ia menambahkan, gereja memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
Rencana pelaksanaan FGD tersebut saat ini tengah dimatangkan, dengan penentuan waktu yang akan disesuaikan bersama para pihak terkait.
Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.(Robin)
Bagikan keBengkayang
DPC HUKATAN KSBSI Bengkayang Salurkan Sembako untuk Warga
BENGKAYANG, suaraborneo.com – Upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput terus digalakkan. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HUKATAN KSBSI Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkebunan, dan Pertanian di bawah naungan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu dan lansia, Jumat (13/03).
Ketua DPC F HUKATAN Bengkayang, Reza Satriadi, turun langsung memimpin penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, aksi ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan merasa aman di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Memperkuat Ketahanan SosialSosial, Reza menjelaskan kehadiran serikat buruh di tengah masyarakat bertujuan untuk menciptakan harmoni.
Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, potensi gesekan sosial akibat himpitan ekonomi dapat diredam.
”Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami membawa dampak positif bagi stabilitas lokal. Saat beban ekonomi warga diringankan, maka kondusivitas wilayah akan terjaga. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Bengkayang tetap aman dan terkendali,” ujar Reza.
Untuk menjaga ketertiban dan memastikan bantuan tepat sasaran, Pengurus DPC F HUKATAN menggunakan metode door-to-door. Strategi ini dinilai lebih efektif dalam menjaga keamanan lingkungan tanpa menimbulkan kerumunan yang berisiko.
Aksi ini mendapat apresiasi positif dari warga. Bantuan ini dianggap sebagai “bantalan” ekonomi yang sangat dibutuhkan saat ini. Reza berharap kegiatan ini menjadi pemantik bagi elemen masyarakat lainnya untuk saling bahu-membahu dalam menjaga keamanan dan ketahanan pangan di Kabupaten Bengkayang.
”Jika kebutuhan pokok terjaga dan komunikasi terjalin baik, maka stabilitas daerah akan kuat. Semoga ini menjadi berkah bagi organisasi dan seluruh masyarakat Bengkayang,” pungkasnya.(Robin)
Bagikan keKalbar
Dituduh Gurita PETI dan BBM, H.Awang : itu Keliru dan Cemarkan Nama Baik Saya
MELAWI, SuaraBorneo.com – Seorang Warga Dusun Tanjung, Desa Ella , Kecamatan Ella Hilir,Kabupaten Melawi H. Awang Angkat Bicara Terkait Tudingan yang ia Alami Lewat Salah Satu Lewat Media Online.
Tudingan itu di nilai mencoreng Nama Baiknya dan Keluarganya sehingga patut di laporkan ke Pihak berwajib.
Menurut Awang, Pemberitaan yang tidak Mendasar dapat menyebabkan Rapuhnya Kredibilitas PERS.
“Saya ini baru Pindah ke Wilayah Kecamatan Ella Hilir. Sebelumnya Saya berada di Natai Suri, tapi di tuduh Dengan Narasi yang tidak Jelas,” ungkap H. Awang Rabu, (18/2/2026)
Awang Menyebut, Media Tersebut tidak Pernah Klarifikasi Maupun konfirmasi kepadanya dirinya sehingga apa yang di beritakan dapat berdampak kepada Situasi Kamtibmas yang tidak Kondusif.
“Itu berdasarkan katanya, Bukan Faktanya di lapangan seolah olah di buat dengan Narasi yang dapat Merusak. baik menyebut APH, hingga Kepala Daerah Setempat. Hati hati dalam Membuat Narasi,” tegas Awang
Selain itu, Usaha yang ia jalani hanya Toko Sembako dan Alat bahan Bangunan Untuk Kebutuhan Masyarakat di daerah Pedalaman. Mengingat kebutuhan akan Sembako dan Kebutuhan lainnya di Daerah Pedalaman Sangat di Perlukan
“toko sembako itu banyak, bukan saya, tetapi ini kan Untuk Kebutuhan Masyarakat, dan Memperpendek Rentang jarak ketika Masyarakat Mau berbelanja,” ujarnya
Awang Juga Mempertanyakan Kualitas seorang Media Tersebut Jangan Sampai Menggiring Opini Tanpa Berdasarkan Fakta.
“Jangankan permisi, Ketemu Saja Tidak Pernah terhadap yang Bersangkutan. Kita Sebagai Warga biasa Perlu Kesadaran jangan Sampai Mencemarkan Nama Baik Orang dengan tuduhan yang tidak jelas,” ucap Awang
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Ella Hilir, Rido, turut memberikan tanggapannya. Berdasarkan pengamatannya, aktivitas Awang sehari-hari hanya sebatas menjalankan usaha sembako dan material bangunan.
“Setahu saya, beliau hanya berjualan sembako dan bahan bangunan. Soal usaha PETI dan BBM seperti yang diberitakan, saya tidak pernah melihatnya. Kalau ada informasi seperti itu di masyarakat, kemungkinan itu informasi yang digiring sepihak, dan Soal foto Motor Klotok yang Beredar Luas dalam Pemberitaan itu saya tegaskan bukan Milik Awang, karena kami Asli Warga Sini,” ujarnya
Ridho berharap Khususnya di Kecamatan Ella Hilir semua pihak dapat Menjaga situasi keamanan dan Ketertiban Masyarakat Secara Bersama-Sama Sehingga Terciptanya Suasana Yang Kondusif. (*)
Bagikan keBengkayang
Mahasiswa AKMEN-BS Bengkayang Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Rumah Hanna
BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Manajemen Bumi Sebalo (AKMEN-BS) Bengkayang melaksanakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Rumah Hanna, Jalan Sulenco No.114, Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Senin (3/11).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB ini diikuti oleh pengurus dan anggota BEM AKMEN-BS Bengkayang sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekitar, khususnya anak-anak di panti asuhan.
Sekretaris BEM AKMEN-BS Bengkayang, Arwanda Ericson, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian sosial dan rasa syukur mahasiswa terhadap sesama.
“Kami datang dengan penuh suka cita untuk berbagi berkat melalui pemberian paket sembako kepada Panti Asuhan Rumah Hanna. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari para pengurus serta anak-anak di panti,” ujarnya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Arwanda Ericson kepada Pembina Panti Asuhan Rumah Hanna, Ika, yang mewakili seluruh pengurus dan anak-anak asuhan.
Menurut Arwanda, kegiatan bakti sosial ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial dan menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan akademik.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya di panti asuhan, tetapi juga di tempat-tempat lain yang membutuhkan uluran tangan,” tambahnya.
Ika menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan mahasiswa AKMEN-BS Bengkayang.
Ia menilai kegiatan seperti ini bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi anak-anak yang tinggal di panti.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah datang dan berbagi. Bantuan ini tentu sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan harian anak-anak,” ucapnya.
Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako, terdiri atas beras, minyak goreng, telur, makanan cepat saji, dan berbagai jenis makanan ringan (snack). Seluruh paket dikumpulkan dari hasil donasi mahasiswa dan kegiatan penggalangan internal kampus.
Kegiatan berlangsung kondusif hingga pukul 16.00 WIB dan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama antara mahasiswa dan anak-anak Panti Asuhan Rumah Hanna Bengkayang. (Robin)
Bagikan keDaerah
Dihari ke Lima Pencarian, Dua ABK KM Mina Maritim 148 Ditemukan Tidak Bernyawa
TALISAYAN, SuaraBorneo.com – Tim SAR Gabungan berangkat dari dermaga pelabuhan Talisayan menuju titik TKP diduga dimana korban tenggelam.
Setelah sampai di titik para korban tenggelam langsung dilakukan pembagian tugas dimana untuk Tim Basarnas pusat akan melakukan penyelaman ditempat korban tenggelam sedangkan untuk tim SAR yg lain melakukan penyisiran pencarian diseputaran laut Talisayan Kabupaten Berau pada Hari Rabu 29 Oktober 2025 pukul 08.30 wita.
Adapun Tim SAR yang terlibat dalam pencarian Yaitu :
1. Sat Polairud Polres Berau
2. Dit Polairud Polda Kaltim.
3.Basarnas pusat
4. Basarnas Balikpapan.
5. Basarnas Kab. Berau
6. Bpbd kab. Berau
7. Dan pos AL
8. .Polsek Talisayan
9. Koramil Talisayan
10. Relawan Masyarakat Nelayan pesisir Talisayan.
Sedangkan alat transportasi yg di gunakan yaitu :
– unit speed RIB milik barsanas
– 1 unit kapal piber Mina Maritim 147
– 1 unut kapal piber inkamina 200
– 3 unit kapal piber KM Nelayan 12 GT 2 unit dan 1 unit 6 GT
– kapal kayu Nelayan sebanyak 12 unit
Untuk cuaca dilaut perairan Talisayan dalam keadaan cerah sedangkan ombak sedang kurang lebih 0,50 meter
Pada pukul 19.30.. wita salah satu korban tenggelam ditemukan mengapung di seputaran dimana titik kapal KM Mina Maritin148 tenggelam Atas Nama Kaharuddin.
Adapun korban setelah sampai di Dermaga Talisayan kemudian korban langsung dibawa kerumah sakit umum Pratama Talisayan untuk dilakukan lakukan visum.
adapun korban yang sudah ditemukan sampai hari ke 5 adalah yaitu :
01. Nama : Kaharuddin.
Umur : 47 Tahun.
Suku : Mandar.
02. Nama : Basri.
Umur : 56 Tahun
Suku : Mandar
Sedangkan korban yang belum Di temukan masih dalam pencarian seputara Laut Talisayan Kabupaten Berau yaitu :
1. Irwan
2. Rizal
3. saharuddin
4. Sumailah
Untuk Tim SAR gabungan bersama sama dengan para Nelayan dan para relawan hingga sampai saat ini masih melakukan pencarian korban yg masih belum di temukan sampai batas waktu yg sudah di tentukan yaitu pukul 17.00 wita. (junar)
Bagikan keBengkayang
SMPN 3 Sungai Betung Pastikan Pelaksanaan Program Revitalisasi Sesuai Prosedur dan Prioritas Utama K3
BENGKAYANG, suaraborneo.com – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Sungai Betung salah satu sekolah di Kabupaten Bengkayang menerima bantuan untuk revitalisasi sekolah sebesar 2,1 miliar rupiah dari Anggaran Perbelanjaan Negara (APBN) tahun 2025.atau program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat SMP Direktorat Jendral Paud Dasmen Kementerian Dasar dan Menengah.
Berdasarkan plang Anggaran yang tertera di lokasi sekolah Waktu pelaksanaan program Revitalisasi tersebut 120 hari kerja kalender.
Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SMP 3 Sungai Betung, Afat menegaskan bahwa semua pekerjaan revitalisasi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Kami memastikan setiap langkah dalam proses revitalisasi ini mengikuti standar yang telah ditetapkan. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menjadi prioritas utama,” ungkap ,Afat Kepsek SMP Negeri 3 Sungai Betung.
Ia menjelaskan Proses pembangunan masih dalam tahap proses terus dilakukan hingga bangunan sekolah terbangun dengan sempurna, meskipun tantangan dan hambatan mungkin muncul, “Wajar saja jika pada saat proses pembangunan belum selesai, pasti ada yang kurang. Namun, kami berkomitmen untuk merapikan setiap kekurangan hingga selesai sesuai standar,” Jelasnya.
Dalam revitalisasi sekolah Menengah Perama (SMPN 3) tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga memastikan bahwa semua materi yang digunakan memenuhi standar kualitas yang tinggi. Material seperti kusen dan pintu yang dibeli dari pihak toko bangunan akan diperiksa secara seksama. “Jika kami menemukan bahwa material tersebut tidak layak, kami akan melakukan retur untuk memastikan hanya yang terbaik digunakan dalam pembangunan,” katanya.
Lanjut Afat, item dalam pembangunan program revitalisasi meliputi ruang Administrasi, ruang LAB komputer, ruang kelas, UKS, Rumah Dinas, dan WC.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Sungai Betung ,Afat juga menjelaskan Dalam penggunaan K3, para pekerja diharuskan menggunakan alat pelindung diri (APD) selama bekerja.
“Namun, saat istirahat, mereka tidak diwajibkan untuk mengenakannya,” tambah Afat menekankan pentingnya keselamatan tanpa mengabaikan kenyamanan.
Dengan adanya bantuan ini,kepala Sekolah SMPN 3 Sungai Betung berharap dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik dan mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif.
Berdasarkan Data Program Revitalisasi tahun 2025 di kabupaten Bengkayang sebanyak 12 Sekolah SMPN, yaitu : Untuk Sekolah SK2,
1.SMPN 1 Sungai Raya
2.SMPN 2 Capkala
3.SMPN 5 Teriak
4.SMPN 3 Teriak
5.SMPN 5 Ledo
6.SMPN 3 Sungai Betung
7.SMPN 01 Jagoi Babang
8.SMPN 03 Tujuh Belas
Untuk Sekolah SK5
1.SMPN 5 Sungai Raya Kepulauan
2.SMPN 3 Siding
3.SMPN 2 Sanggau Ledo
4.SMPN 1 Ledo
(Rbn)
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

