Pengurus KBRA Nagara Daha dan Kandangan Gelar Ruqyah Massal - SuaraBorneo.com
Connect with us

Kalsel

Pengurus KBRA Nagara Daha dan Kandangan Gelar Ruqyah Massal

Published

on

Pengurus anak cabang KBRA Nagara Daha dan pengurus cabang KBRA Kandangan, mengadakan Ruqyah massal. (Foto/Azifa) 

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Bertempat di masjid H Boekti Tambangan Daha Utara, pengurus anak cabang KBRA Nagara Daha dan pengurus cabang KBRA Kandangan, mengadakan Ruqyah massal, selasa 28 Januari 2025.

Kegiatan tersebut di awali bacaan-bacaan ayat-ayat ruqyah yang di bacakan oleh kyai Imron dari Jawa timur, dan langsung penanganan ruqyah oleh praktisi Ruqyah Aswaja.

Dalam sambutannya, “Alhamdulillah selamat datang kepada peserta ruqyah massal pada hari ini, dan juga selamat datang kepada guru kita kyai Imron Rosadi, menyempatkan waktu beliau hadir dari jauh-jauh, kami ucapkan terimakasih banyak kehadiran kyai di tempat ini,” ungkap ketua PC KBRA kandangan (guru Kamaludin)

Kegiatan ruqyah ini telah hadir, kyai Imron, ketua PC KBRA Kandangan, ketua PAC KBRA Daha, para praktisi laki-laki dan perempuan, peserta ruqyah massal. (azifa)

Bagikan ke

Banjarmasin

OJK Bersama Bank Kalsel Gelar Bootcamp Duta Aksel 2026, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan

Published

on

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Kalsel menggelar Bootcamp Duta Aksel 2026. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Kalsel menggelar Bootcamp Duta Aksel 2026 untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus membekali generasi muda agar mampu mengedukasi masyarakat dan mencegah kejahatan keuangan digital.

Kegiatan bertema Learn, Create, Impact ini berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Banjarmasin. Pesertanya merupakan perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan yang dipersiapkan menjadi Duta Akselerasi dan Inklusi Keuangan (Aksel) Banua.

Kepala Perwakilan OJK Kalimantan Selatan yang diwakili Andi Rahman, mengatakan perkembangan teknologi memberikan kemudahan dalam bertransaksi keuangan. Namun, masyarakat juga menghadapi risiko kejahatan digital, gangguan transaksi, hingga penawaran investasi ilegal.

Karena itu, OJK menginisiasi Program Penggerak Inklusi Keuangan Indonesia (PPIKI) dengan melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan tidak hanya memahami pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga mampu menyebarluaskan edukasi kepada teman sebaya, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Generasi muda harus mampu menjadi penggerak edukasi sekaligus membantu melindungi masyarakat dari berbagai potensi penipuan dan kejahatan keuangan,” ujarnya.

Andi berharap peserta memanfaatkan pelatihan untuk memperdalam pengetahuan tentang produk dan layanan jasa keuangan, memahami risikonya, serta menyampaikan informasi secara kreatif dan tepat sasaran.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat program literasi dan inklusi keuangan di Banua.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel yang diwakili Direktur Iwan mengatakan, keterlibatan Bank Kalsel merupakan bentuk dukungan terhadap peningkatan pemahaman keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, para Duta Aksel perlu dibekali kemampuan komunikasi dan kreativitas agar dapat menyampaikan edukasi melalui berbagai saluran, termasuk media sosial.

“Kami mendorong para Duta Aksel memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi yang positif dan bertanggung jawab. Pastikan informasi yang disampaikan akurat, bermanfaat, dan sesuai ketentuan,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan duta literasi keuangan tidak hanya diukur dari jumlah konten yang diproduksi, tetapi juga dari kualitas informasi dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Melalui program tersebut, Bank Kalsel berharap masyarakat semakin mengenal layanan perbankan, lebih percaya terhadap layanan keuangan resmi, serta bijak dalam mengambil keputusan finansial.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan SMA, Dedi Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan bootcamp tersebut. Ia menilai kegiatan ini dapat mendukung pendidikan karakter dan kecakapan hidup peserta didik.

Menurut Dedi, pemahaman literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, membiasakan menabung, hingga merencanakan keuangan sesuai kemampuan. Generasi muda juga harus kritis terhadap tawaran keuntungan besar, memeriksa legalitas produk keuangan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi, PIN, dan kode OTP.

“Kami bangga karena sejumlah peserta didik dari sekolah di Kalimantan Selatan terpilih menjadi Duta Literasi Keuangan. Mudah-mudahan mereka berperan aktif menyebarluaskan edukasi dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dedi menambahkan, sinergi antara OJK, Bank Kalsel, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat agar edukasi keuangan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Melalui Bootcamp Duta Aksel 2026, ketiga pihak berharap lahir generasi muda yang cakap mengelola keuangan, bertanggung jawab dalam menggunakan layanan digital, serta mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan dan berbagai risiko di sektor jasa keuangan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Berbagai Modus Penipuan Keuangan

Published

on

Bank Kalsel Ajak Masyarakat Waspadai Penipuan. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan dengan memanfaatkan layanan perbankan melalui kantor dan kanal resmi.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga kerahasiaan informasi perbankan guna menghindari penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi literasi keuangan yang melibatkan pelaku usaha jasa keuangan, termasuk Bank Kalsel dan PT Pegadaian. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang bijak sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Dalam kesempatan itu, Bank Kalsel menekankan pentingnya mengenali risiko transaksi keuangan serta memastikan setiap aktivitas perbankan dilakukan melalui saluran resmi. Masyarakat diminta tidak sembarangan membagikan data pribadi, kode akses, maupun informasi perbankan kepada pihak yang tidak dapat dipastikan identitas dan kewenangannya.

Sementara itu, PT Pegadaian mengajak masyarakat memahami karakteristik produk dan layanan keuangan sebelum mengambil keputusan. Pemilihan produk keuangan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan finansial agar masyarakat terhindar dari risiko kerugian akibat keputusan yang tidak tepat.

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, turut mendukung upaya peningkatan literasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Pengelolaan keuangan yang baik dinilai penting untuk membangun ketahanan finansial masyarakat, termasuk petugas kebersihan yang menjadi peserta dalam kegiatan edukasi tersebut.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar semakin waspada terhadap penipuan keuangan. Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mencatat kerugian akibat penipuan yang dilaporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencapai sekitar Rp111 miliar. Angka ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan penanganan cepat ketika terjadi dugaan penipuan.

OJK mengimbau masyarakat yang menjadi korban penipuan agar segera menghubungi bank atau penyedia jasa pembayaran melalui kanal resmi. Korban juga perlu menyimpan bukti transaksi dan komunikasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut untuk mendukung proses penanganan dan pelaporan.

Selain menghubungi penyedia jasa keuangan, korban dapat menyampaikan laporan melalui IASC sesuai mekanisme yang berlaku. Kecepatan pelaporan menjadi hal penting agar dugaan penipuan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Daerah

Pemkab Tanbu dengan Bank Kalsel Siapkan Program Aksi Kredit Tanpa Bunga Bagi Pelaku Usaha Mikro

Published

on

TANAH BUMBU, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu (Tanbu) tengah menyiapkan program Aksi Kredit Tanpa Bunga untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro.

Program yang diinisiasi Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif ini memberikan bantuan subsidi bunga kredit sebesar 0 persen guna meringankan beban pembiayaan dan membantu pengembangan usaha masyarakat.

Melalui program Kredit BPD Peduli yang bekerja sama dengan Bank Kalsel, pelaku usaha mikro dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp5 juta hingga Rp100 juta.

Besaran pinjaman disesuaikan dengan kualifikasi usaha calon debitur, dengan jangka waktu pengembalian satu hingga tiga tahun.

Dalam skema ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu memberikan bantuan sebesar bunga kredit yang harus dibayarkan penerima secara berkala.

Subsidi tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pembiayaan sehingga pelaku usaha dapat memanfaatkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan modal kerja maupun investasi usaha.

Program ini menargetkan sekitar 150 hingga 300 pelaku usaha mikro di Kabupaten Tanah Bumbu. Jumlah penerima manfaat dapat menyesuaikan dengan besaran plafon pinjaman yang diberikan. Semakin kecil rata-rata plafon pinjaman, semakin banyak pelaku usaha yang berpotensi menerima manfaat subsidi bunga.

Di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rudi Latif, Pemkab Tanah Bumbu turut mengupayakan penguatan usaha mikro melalui dukungan permodalan yang lebih terjangkau.

Program ini diharapkan membantu pelaku usaha mempertahankan keberlangsungan usahanya sekaligus membuka kesempatan untuk mengembangkan kegiatan usaha.

“Harapannya, program ini tidak hanya membantu pelaku usaha mengembangkan usahanya, tetapi juga menjaga lapangan kerja yang sudah ada dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” ujar Andi Rudi Latif beberapa waktu lalu.

Program ini menyasar pelaku usaha mikro berusia 21–65 tahun atau yang sudah menikah. Calon penerima harus menjalankan usaha di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, memiliki KTP daerah, mempunyai Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS), serta telah menjalankan usaha minimal satu tahun. Calon penerima juga tidak sedang menerima kredit usaha secara bersamaan dan tidak sedang menjadi debitur bermasalah selama enam bulan terakhir.

Untuk mengajukan permohonan, calon penerima perlu menyiapkan fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga atau akta kelahiran bagi yang sudah menikah, fotokopi NIB, pasfoto pemohon, serta fotokopi bukti kepemilikan agunan berupa Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Pemohon juga perlu memenuhi persyaratan administrasi lainnya sesuai ketentuan bank.

Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diperoleh melalui Bank Kalsel Cabang Batulicin serta kantor cabang pembantu di Gunung Tinggi, Pagatan, Angsana, dan Satui.

Calon penerima juga dapat menghubungi Bidang Koperasi dan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu.

Melalui program Aksi Kredit Tanpa Bunga, Pemkab Tanah Bumbu berharap pelaku usaha mikro dapat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjar

Gubernur H Muhidin Sambut Kunjungan KSAD dan Kepala BNPB, Tinjau Kawasan Karhutla

Published

on

Gubernur Kalsel H. Muhidin menyambut kunjungan kerja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi. (Foto/Admin)

BANJAR, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H. Muhidin menyambut kunjungan kerja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi yang datang untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel, Senin (19/10/2026) pagi.

Rombongan tiba sekitar pukul 09.30 WITA di VIP Room Bandara Internasional Syamsudin Noor menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara bernomor A7306.

Setelah tiba, rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan Booster Lingkar Utara PT AM Intan Banjar, Kabupaten Banjar.

Di lokasi tersebut, Gubernur H. Muhidin telah menunggu untuk menyambut kedatangan rombongan sekaligus mendampingi peninjauan karhutla.

Pemantauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi kebakaran serta penanganan di kawasan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur H. Muhidin juga menyerahkan kembali usulan bantuan penanganan karhutla kepada BNPB.

Dari 13 kabupaten di Kalsel, sebelumnya terdapat 12 kabupaten yang diusulkan menerima bantuan. Namun, baru enam kabupaten yang memperoleh bantuan sehingga pemerintah daerah kembali mengajukan usulan untuk wilayah yang belum terakomodasi.

Selain mengupayakan dukungan pemerintah pusat, Pemprov Kalsel terus memperkuat langkah penanganan karhutla melalui pemadaman api dan pembasahan lahan, khususnya di kawasan gambut.

“Jadi, ada pemadaman api, ada pembasahan,” ujar Gubernur H. Muhidin.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel menyiapkan cairan surfaktan.

Bahan tersebut direncanakan diperbanyak dan didistribusikan ke kabupaten yang membutuhkan setelah pasokan berikutnya tiba.

Pemprov Kalsel juga merencanakan pembuatan embung kecil sebagai sumber air untuk mendukung pembasahan lahan, termasuk dalam operasi pemadaman menggunakan helikopter melalui metode water bombing.

Gubernur H. Muhidin menjelaskan, pembasahan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di lahan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah dipadamkan.

“Karena api di dalam masih ada. Itu kalau daerah gambut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk mengevaluasi penanganan yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan tambahan yang dapat didukung pemerintah pusat.

“Pertama kita inventarisir dulu kebutuhan-kebutuhan apa yang masih dibutuhkan di lapangan,” ujarnya.

Menurut Kristomei, percepatan penanganan menjadi hal penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar. Karena itu, kebutuhan personel, peralatan pemadam, tangki air, hingga dukungan anggaran akan dipetakan berdasarkan kondisi di lapangan.

“Jam per jam, menit per menit kita harus segera merespons, jangan sampai api itu semakin meluas,” tegasnya.

Kristomei juga menekankan bahwa penanggulangan karhutla memerlukan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, Polri, dan unsur swasta. Sinkronisasi antarpihak diperlukan agar dukungan yang diberikan sesuai kebutuhan dan dapat segera digunakan untuk pemadaman.

Dalam upaya mengatasi karhutla, BNPB turut menjajaki penggunaan teknologi modifikasi cuaca. Kristomei menyebut teknologi -dry ice akan dicoba untuk mendukung proses pembentukan hujan, dilanjutkan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan bahan semai yang sesuai.

“Di Sumsel kita sudah berhasil seperti itu, dan saat ini di Kalimantan akan kita coba lagi seperti itu sehingga hujan bisa turun baik di Kalimantan Tengah maupun di Kalsel,” ungkapnya.

Terkait tawaran bantuan dari sejumlah negara tetangga, BNPB masih menginventarisasi bentuk dukungan yang tersedia agar bantuan yang diterima benar-benar sesuai dengan kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.

“Jadi bantuan itu harus benar-benar bantuan yang memang kita butuhkan dan bisa langsung berdampak untuk memadamkan api ini,” katanya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Kepala BIN Daerah Kalsel Kombes Pol. Sentot Adi Dharmawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Danlanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Galih Nurna Putra, serta Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P.

Usai melakukan peninjauan, KSAD dan Kepala BNPB beserta rombongan bertolak menuju Kalimantan Tengah untuk melanjutkan kunjungan kerja. [ady/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

UPZ Bank Kalsel Ucapkan Selamat Kepada BAZNAS Raih Prestasi Provinsi Terbaik

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel mengucapkan selamat dam sukses kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang meraih prestasi sebagai BAZNAS Provinsi Terbaik pada Grand BAZNAS Award 2026.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen, dedikasi, dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat serta upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Semoga prestasi ini semakin memperkuat semangat dalam mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah serta terus menghadirkan program-program yang produktif, amanah, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.

UPZ Bank Kalsel berharap, pencapaian luar biasa ini semoga BAZNAS Kalsel semakin maju, terpercaya dan terus menebar kebermanfaatan.

Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv]

Rekening Zakat, Infak dan Sedekah : Bank Kalsel Syariah 6500844928 (Zakat) 6500846214 (Infak dan sedekah) A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel

Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel: 0811505153.

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Bantu Renovasi TPA Al Fatihah Anjir Muara Batola

Published

on

Bank Kalsel lewat UPZ membantu renovasi TPA Al Fatihah. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus meningkatkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, salah satunya membantu renovasi bangunan Tempat Pendidikan Al Quran (TPA) Al Fatihah yang kondiisi beberapa dindingnya sudah banyak yang rusak.

Doso Setiawan Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel menjelaskan, Bank Kalsel lewat UPZ Bank Kalsel terus memberikan manfaat untuk masyarakat lewat beragam program dan bantuan.

“Termasuk untuk dunia pendidikan kami sangat fokus untuk memberikan bantuan, baik beasiswa hingga perbaikan bangunan pendidikan seperti di TPA Al Fatihah ini kami membantu untuk renovasi ,” jelasnya pada penyerahan simbolis bantuan, Kamis (15/10).

Doso berharap bantuan dari Bank Kalsel ini bisa membuat anak-anak semakin nyaman saat belajar mengaji di TPA Al Fatihah.

Sementara itu, Anisya perwakilan dari TPA Al Fatihah berterima kasih atas bantuan dan support Bank Kalsel terhadap TPA Al Fatihah Anjir Muara Batola yang sangat cepat merespon untuk membantu perbaikan bangunan TPA Al Fatihah .

“Saya mewakili TPA Al Fatihah mengucapkan terima kasih, TPA Al Fatihah ini merupakan TPA gratis yang kami peruntukkan untuk anak anak di kawasan Anjir Muara dan kami sudah berdiri lebih dari 10 tahun,” imbuhnya. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Dukung Konsolidasi Delapan BPR Milik Pemkab di Kalsel

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) konsolidasi BPR milik pemerintah daerah se-Kalsel. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel siap mendukung konsolidasi delapan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dukungan tersebut meliputi penyediaan fasilitas kantor pusat di Banjarmasin hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas akses pembiayaan masyarakat.Cari Peta Wilayah

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan hal itu seusai penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) konsolidasi BPR milik pemerintah daerah se-Kalsel di Hotel Galaxy, Banjarmasin, Selasa (13/10/2026) malam.

Delapan BPR yang akan dikonsolidasikan berasal dari Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, Tapin, Kotabaru, dan Tanah Laut.Kelola Kas Bisnis

Fachrudin mengatakan, rencana penggabungan tersebut telah dibahas sekitar dua tahun terakhir dan kini dimatangkan bersama Pemerintah Provinsi Kalsel serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurutnya, konsolidasi diharapkan membuat kelembagaan BPR lebih sehat, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat koordinasi bisnis sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.Baca Berita Lokal

Sebagai dukungan konkret, Bank Kalsel siap memfasilitasi kebutuhan kantor pusat BPR hasil konsolidasi di Banjarmasin. Penguatan kapasitas komisaris, direksi, dan pegawai juga akan didukung melalui program pelatihan di Aksel University.

Fachrudin menegaskan, penggabungan kelembagaan tidak berarti menghapus program pembiayaan yang telah berjalan di masing-masing daerah. Program tersebut tetap dapat disesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah serta kebutuhan masyarakat, termasuk pembiayaan berbunga nol persen bagi pelaku usaha.

Proses konsolidasi ditargetkan memasuki tahap pelaksanaan pada April 2027. Penyusunan format kelembagaan dan mekanisme penggabungan akan dilakukan sesuai ketentuan OJK agar transisi berjalan tertib tanpa mengganggu keberlangsungan operasional.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, mengatakan konsolidasi delapan BPR bertujuan memperkuat layanan permodalan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Buka Tabungan

Dengan pusat operasional di Banjarmasin dan jaringan kantor di kabupaten, BPR hasil konsolidasi diharapkan mampu memberikan layanan pembiayaan yang lebih terkoordinasi, sekaligus tetap mengakomodasi kebutuhan masing-masing daerah.

Fachrudin berharap konsolidasi ini membuka peluang sinergi yang saling menguntungkan antara BPR dan Bank Kalsel. Pembagian peran bisnis yang jelas dinilai penting agar kedua lembaga dapat saling melengkapi dalam memperluas akses layanan keuangan dan pembiayaan produktif bagi masyarakat Banua. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer