BPS Kapuas Gelar Apel Siaga Sensus Ekonomi (SE2026), Pelaku Usaha Diharapkan Dapat Berkontribusi Wujudkan Pembangunan Ekonomi - SuaraBorneo.com
Connect with us

Kalteng

BPS Kapuas Gelar Apel Siaga Sensus Ekonomi (SE2026), Pelaku Usaha Diharapkan Dapat Berkontribusi Wujudkan Pembangunan Ekonomi

Published

on

BPS Kabupaten Kapuas pada pelaksanaan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). (foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di halaman Kantor BPS Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen seluruh jajaran BPS pemerintah daerah mitra statistik dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kapuas.

Apel siaga ini sekaligus menandai dimulainya tahapan pengumpulan data Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan memotret kondisi riil dunia usaha dan perekonomian daerah secara menyeluruh. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam pelaksanaannya BPS Kabupaten Kapuas mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang lengkap akurat, dan sesuai kondisi usaha yang sebenarnya.

Oleh karena itu partisipasi masyarakat dan dunia usaha menjadi faktor kunci dalam menghasilkan statistik ekonomi yang berkualitas sebagai landasan perencanaan pembangunan di masa mendatang.

Apel siaga turut dihadiri oleh perangkat daerah instansi vertikal pelaku usaha serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap pelaksanaan sensus ekonomi yang merupakan agenda statistik nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

Kegiatan apel siaga juga melibatkan sejumlah pelaku usaha mikro dan influencer lokal sebagai bagian dari upaya memperluas sosialisasi SE2026 kepada masyarakat.

Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, BPS Kabupaten Kapuas berharap kesadaran dan partisipasi pelaku usaha dalam sensus dapat semakin meningkat.

Kepala BPS Kabupaten Kapuas Ahmad Narullah mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan melainkan investasi data untuk masa depan pembangunan daerah.

“Data yang dihasilkan akan menjadi rujukan dalam penyusunan program pembangunan pengembangan investasi pemberdayaan UMKM penciptaan lapangan kerja serta berbagai kebijakan ekonomi lainnya,” katanya.

Ia mengatakan dengan semangat kolaborasi dan gotong royong BPS Kabupaten Kapuas optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat mutakhir serta dapat dipercaya.

“Melalui sensus ini seluruh pelaku usaha diharapkan dapat turut berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan ekonomi Kabupaten Kapuas yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujarnya seraya menambahkan “Mencatat Ekonomi Indonesia Membangun Masa Depan Bangsa.” (Ujg/SB)

Bagikan ke

Kalteng

Kapolres Kapuas Dampingi Kunjungan Kerja Gubernur Kalteng Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Karhutla

Published

on

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran pada kegiatan penyaluran bantuan bagi warga terdampak Karhutla. (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari mendampingi kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah ke Kabupaten Kapuas Sabtu (26/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum hadirnya pemerintah di tengah masyarakat khususnya warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Kunjungan Gubernur Kalteng bersama rombongan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB di Kecamatan Kapuas Timur dan dilanjutkan ke Kecamatan Pulau Petak Kecamatan Selat hingga Kecamatan Basarang.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako, bantuan air bersih bantuan tunai bagi penerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS serta program sembako tebus murah.

Adapun penyaluran bantuan di Kecamatan Kapuas Timur sebanyak 1.000 paket sembako diserahkan secara gratis kepada masyarakat. Setiap paket berisi beras 5 kilogram gula 1 kilogram dan minyak goreng 2 liter masyarakat juga mendapatkan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter.

Di Kecamatan Pulau Petak pemerintah kembali menyalurkan 500 paket sembako secara gratis serta bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter.

Sedangkan di Kecamatan Selat digelar penyerahan secara simbolis program tebus murah sebanyak 3.000 paket sembako dengan harga Rp10.000 per paket. Paket tersebut diperuntukkan bagi masyarakat umum serta P3K paruh waktu petugas kebersihan outsourcing dan PJLP.

Sementara itu bagi penerima Kartu Huma Betang Sejahtera mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp250.000 per orang. Penerimanya berasal dari Kecamatan Selat sebanyak 360 orang, Kapuas Hilir 185 orang Basarang 158 orang dan Pulau Petak 1.185 orang.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menyediakan 500 tabung LPG 3 kilogram bersubsidi bagi pelaku UMKM Kabupaten Kapuas dengan harga Rp22.000 per tabung sesuai ketentuan yang berlaku. Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas turut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat yang hadir.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Basarang. Di wilayah tersebut sebanyak 500 paket sembako disalurkan kepada masyarakat masing-masing berupa beras 5 kilogram, gula 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter disertai bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari mengatakan kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kunjungan dan penyaluran bantuan berlangsung aman tertib dan lancar.

Ia mengatakan Polres Kapuas siap mendukung setiap langkah pemerintah dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat khususnya warga yang terdampak karhutla. “Kami juga memastikan kegiatan berjalan aman sehingga bantuan dapat diterima masyarakat dengan baik dan tepat sasaran, ” katanya.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar terlebih di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian bersama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan tetapi juga terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya. (Ujang/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Kapolres Kapuas Turun Langsung ke Lapangan Padamkan Karhutla di Muara Dadahup

Published

on

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari ketika memadamkan Karhutla di Muara Dadahup. (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Polres Kapuas Kalteng terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kapuas.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari bahkan turun langsung memimpin patroli gabungan hingga pemadaman titik api di wilayah Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas pada Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan diawali dengan pengecekan Pos Lapangan (Poslap) Kapuas Murung sekitar pukul 16.00 WIB. Kapolres Kapuas memimpin apel sekaligus memberikan arahan kepada personel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

Berdasar informasi diterima Tim Poslap Kapuas Murung menerima adanya titik api di Area Sapundu Desa Muara Dadahup Kecamatan Kapuas Murung.

Pemadaman melibatkan personel gabungan dari TNI Polri BPBD Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Kapuas Murung. Berkat kerja sama dan kesigapan seluruh tim di lapangan kobaran api berhasil dikendalikan.

Setelah api berhasil dipadamkan menggunakan Ex Fire personel Poslap Kapuas Murung melanjutkan proses pembasahan pada area yang terdampak untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala dan meluas.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.

“Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Dibutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama. Begitu ada informasi mengenai titik api kita harus bergerak cepat agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Kapolres.

Selain memimpin pemadaman Kapolres Kapuas juga pada kesempatan tersebut memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat.

Kapolres didampingi Camat Kapuas Murung Kapolsek Kapuas Murung dan Danramil Kapuas Murung Kapolres mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api segera laporkan kepada Tim Poslap agar dapat ditangani sedini mungkin.

Upaya pencegahan dan penanganan Karhutla demi menjaga keselamatan masyarakat serta mencegah meluasnya kebakaran,” pungkasnya. (Ujang/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Anggota Komisi II DPR RI Iwan Kurniawan Aspirasi Pemerintahan Desa Jadi Perhatian

Published

on

Kegiatan Asistensi dan Advokasi Penerapan Reformasi Birokrasi Desa yang diselenggarakan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri di Aula Tingang Menteng Kantor Bupati Kapuas dihadiri anggota Komisi II DPR RI dapil Kalteng Iwan Kurniawan Sabtu (26/9/2026). (Foto/Suhaili)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Anggota Komisi II DPR RI Dapil Kalimantan Tengah Iwan Kurniawan menegaskan aspirasi pemerintahan desa menjadi perhatian serius untuk kemudian ditindak lanjuti.

“Pemerintahan desa menjadi garda terdepan dalam menjalankan tugas yang berkaitan dengan pemerintahan. Oleh karena itu masa reses ini kita hadir mendengar aspirasi,” katanya kepada wartawan usai kegiatan Asistensi dan Advokasi Penerapan Birokrasi Desa diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri di Aula Tingang Menteng Kantor Bupati Kapuas Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya apa yang disampaikan kades terkait kebijakan program justru saat ini menjadi kendala dalam menjalankan roda pemerintahan desa. “Jadi aspirasi yang disampaikan kades di forum ini nantinya akan disampaikan ke pemerintah pusat,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan berbagai kebijakan terkait program pemerintah pusat diakui saat ini memang menjadi dampak bagi pemerintahan di tingkat desa.

Program dimaksud itu seperti Kopdes MBG kemudian PSN pengembangan kawasan food estate di Kecamatan Dadahup.

Meski adanya program dari kebijakan pemerintah pusat tdiharapkan tidak menghambat pelaksanaan program pembangunan pemerintahan desa.

“Harapannya dengan adanya program tersebut diharapkan tidak menghambat proses pembangunan di desa. Jadi
perlu kita awasi dan pantau bersama-sama sehingga tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa terkait berbagai kebijakan dalam hal ini pentingnya sinergi pemerintah pusat pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam rangka bersama-sama mendorong pelaksanaan program pembangunan.

Asisten I Setda Kapuas Romulus menyampaikan dukungan dan apresiasi atas kunjungan kerja anggota Komisi II DPR RI dapil Kalteng tersebut.

“Forum ini memberikan suatu masukan saran aspirasi terkait berbagai persoalan yang dihadapi pemerintahan desa sehingga menjadi perhatian bersama yang kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat,” katanya.

Pembukaan Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kapuas HMM Wiyatno Sekda Usis I Sangkai Staf Ahli KSDM Asisten I Setda Kapuas DPMD Provinsi Kalteng DPMD Kapuas APDESI serta Kades se Kabupaten Kapuas. (Ujang/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Wabup Kapuas Tinjau Kondisi Desa Mampai Jaya Kapuas Hulu

Published

on

Wabup Kapuas Dodo ketika meninjau kondisi Desa Mampai Jaya Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas. (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Wakil Bupati Kapuas Dodo melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau kondisi Desa Mampai Jaya Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas pada Jumat (25/9/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

Wabup mengatakan pemerintah daerah sangat memperhatikan pembangunan di semua desa secara merata.

“Karena itu ia berbagai fasilitas yang telah diberikan pemerintah hendaknya dijaga dan dirawat dengan baik,” pesannya.

Berdasarkan data administrasi kependudukan Desa Mampai Jaya tercatat memiliki 43 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 119 jiwa yang telah terdata pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Desa Mampai Jaya juga menyatakan kesiapan untuk menyediakan lahan bagi rencana transmigrasi lokal sebanyak 50 KK dan diharapkan dapat mendukung pengembangan kawasan sekaligus meningkatkan pertumbuhan masyarakat dan perekonomian desa.

Wabup juga memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan. Ia berpesan kepada masyarakat agar anak-anak di Desa Mampai Jaya tidak sampai mengalami putus sekolah.

“Jangan sampai anak-anak kita putus sekolah karena pendidikan merupakan investasi untuk masa depan,” ujarnya.

Sementara itu Asisten I Setda Kapuas Romulus mengingatkan masyarakat agar keberadaan dan perhatian Pemerintah Daerah di Desa Mampai Jaya dapat dijaga serta dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Harapannya seluruh fasilitas yang telah dibangun dan diberikan pemerintah dapat dirawat secara bersama-sama sehingga mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya. (Ujang/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Kerja Sama Dengan LPPM UPR Pemkab Kapuas Gelar FGD Perkuat Rancang Bangun Sistem Sababuka Bersinar

Published

on

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sababuka Bersinar digelar Bapperida Kapuas kerja sama dengan LPPM UPR. (Foto/Suhaili)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com -Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Ekspose Laporan Pendahuluan Kajian Rancang Bangun Layanan Satu Basis Data Kabupaten Kapuas Berazas Sinergi Akuntabel dan Reliabel.

Kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya (UPR) dibuka resmi Sekda Kapuas Usis I Sangkai dihadiri Kepala Bapperida Ahmad M Saribi sejumlah OPD berlangsung di Aula Bapperida Kapuas Jumat (25/9/2026).

Sekda Kapuas Usis I Sangkai mengatakan Sababuka Bersinar sebagai upaya Pemkab Kapuas memanfaatkan data secara terintegrasi. “Oleh karena itu terkait sistem data dalam hal ini pentingnya sinergi antar OPD terkait ketepatan keamanan dan ketersediaan data,” katanya.

Ketua Tim Peneliti Jhon Retei Aprisandi mengatakan ini merupakan rancang bangun
untuk menghimpun data-data yang ada di OPD tersaji dalam sistem satu basis data secara digital melalui aplikasi sebagai informasi bagi daerah khususnya Kabupaten Kapuas.

“Aplikasi nantinya bisa berbasis Android Web dan juga WhatsApp sebagai sistem data untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah,” kata Asisten Ahli Rahmat.

Ketua LPPM UPR Herry mengatakan sangat mendukung penelitian rancang bangun layanan satu basis data karena saat ini memang era digitalisasi sehingga membuat Kabupaten Kapuas dikenal orang.

Sementara itu Kepala Bapperida Kapuas Ahmad M Saribi melalui Kabid Litbang Nila Widyastuti mengatakan konsistensi satu basis data ini adalah sistem inovasi pengembangan selain arah kemanfaatannya.

Menurutnya Bapperida sendiri kedepan melakukan pendalaman dan ujung muaranya bagaimana kemudian basis data ditampilkan terkait kebijakan itu.

“Harapan yang paling utama pemerintah daerah mempunyai konsistensi kinerja melalui Sababuka Bersinar dengan digitalisasi dimuktakhirkan
serta dapat dipertanggungjawabkan, ” ujarnya. (Ujang/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Pemkab Kapuas Gelar Rapat Evaluasi Penanganan Bencana Kekeringan dan Pencegahan Karhutla

Published

on

Pemkab Kapuas saat menggelar kegiatan rapat evaluasi di Posko Induk Karhutla Kantor BPBD Kapuas. (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Kalteng menggelar Rapat Evaluasi Penanganan Tanggap Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Wilayah Kabupaten Kapuas Tahun 2026 bertempat di Posko Induk Karhutla Kabupaten Kapuas Kamis (24/9/2026).

Rapat evaluasi memastikan kesiapsiagaan personel sarana dan prasarana serta koordinasi seluruh pihak yang terlibat di lapangan.

Sekda Kapuas Usis I Sangkai menekankan pentingnya evaluasi secara menyeluruh, khususnya terhadap kekuatan personel dan dukungan sarana prasarana yang digunakan dalam penanganan Karhutla.

“Dalam rapat evaluasi ini kita mengevaluasi personil jumlah personilnya berapa terus sarana-prasarana yang kita gunakan apa nah terus rencana kita membangun sumur bor yang multifungsi,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pembangunan sumur bor tersebut direncanakan tidak hanya untuk mendukung penanganan Karhutla pada musim kemarau tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Sekda juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan pencegahan Karhutla yang dilakukan bersama seluruh mitra di lapangan.

Oleh karena itu kita tetap memantau pekerjaan yang dilaksanakan oleh seluruh mitra kita masyarakat kita yang ada di lapangan termasuk kecamatan desa yang melibatkan pihak TNI dan Polri.

“Jadi kita selalu berkolaborasi dan berkombinasi untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kabupaten Kapuas,” ujarnya. (Ujang/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Kapolres Kapuas Turun Langsung ke Lapangan Padamkan Karhutla di Desa Sei Pasah Kapuas Hilir

Published

on

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari saat memadamkan Karhutla di Desa Sei Pasah Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas. (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari turun langsung memimpin pemadaman dan pembasahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah RT 05 Kelurahan Sei Pasah Kecamatan Kapuas Hilir Kabupaten Kapuas Kamis (24/9/2026) siang.

Ini dilakukan menyusul ditemukannya titik api pada lahan dengan luasan sekitar 3 hektare namun kondisi lahan yang terbakar didominasi semak belukar dengan permukaan tanah gambut yang kering.

Pemadaman dan pembasahan di titik lahan terbakar menggunakan cairan X-Fire
untuk membantu mempercepat pemadaman serta mencegah api kembali menyala.

Pemadaman Karhutla melibatkan personel gabungan terdiri dari 5 personel TNI 5 personel Polsek Kapuas Hilir 4 personel MPA Kecamatan Kapuas Hilir 4 personel MPA Sei Asam 6 personel MPA Sei Pasah serta 10 personel Posko Karhutla Polres Kapuas.

Meski kondisi medan cukup sulit selain akses menuju lokasi cukup sulit dan tidak terdapat sumber air di sekitar titik api ditambah keterbatasan personel bahkan peralatan namun personel gabungan tetap bekerja secara bersama-sama dengan memanfaatkan kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi titik api yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan kekompakan, dan keterlibatan seluruh unsur di lapangan.

“Kami turun langsung untuk memastikan titik api dapat segera ditangani. Kondisi lahan gambut yang kering harus menjadi perhatian karena api berpotensi kembali muncul apabila tidak dilakukan pembasahan secara maksimal,” katanya.

Kapolres mengatakan selain pemadaman juga melakukan pembasahan dan menggunakan X-Fire untuk membantu mengendalikan api.

Kapolres mengapresiasi sinergi personel TNI Polri MPA dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla. “Penanganan Karhutla bukan hanya tugas satu pihak. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama agar api tidak meluas ke permukiman masyarakat dan lingkungan sekitar,” ucapnya.

Sementara pembasahan berhasil diselesaikan sekitar pukul 15.35 WIB. Personel selanjutnya memastikan kondisi lahan telah dibasahi untuk meminimalkan potensi munculnya kembali titik api.

“Polres Kapuas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap yang berpotensi berkembang menjadi Karhutla,” ujarnya. (Ujang/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Populer